Inovatif

MEDIAKEPRI.CO.ID, China – Sebuah perusahaan kertas Qinwei Fengsheng di Provinsi Sichuan, Tiongkok, bekerjasama dengan China Conservation and Research Center for The Giant Panda, untuk mendaur ulang kotoran hewan dan sisa makanan menjadi tisu toilet, serbet, dan produk rumah tangga lainnya.

Hasil daur ulang tersebut nantinya akan dirilis di pasaran Tiongkok sebagai bagian dari lini produk “kotoran panda”, yang dihias dengan gambar panda yang sedang memakan bambu.

“Mereka mengurus kotoran panda untuk kita,” kata Huang Yan, peneliti di pusat perlindungan panda, kepada Chengdu Business Daily.

Huang memaparkan, 10 kilogram kotoran yang dihasilkan panda setiap harinya, kaya akan serat setelah menyerap frutoksa dari tunas.

Selain kotoran ‘berharga’, panda juga memproduksi 50 kilogram sisa makanan setiap harinya. Berasal dari kulit bambu yang mereka keluarkan setelah dikunyah.

Proses mengubah kotoran menjadi kertas umumnya melibatkan pemecahan fruktosa untuk memeras serat. Langkah tersebut terjadi secara alami pada saluran pencernaan panda.

Perusahaan Fengsheng akan mengumpulkan tinja dari tiga panda yang berada di Sichuan, dua kali dalam seminggu. Setelah direbus, dipasteurisasi dan diubah menjadi kertas, kotoran tersebut akan diuji bakteri dulu sebelum benar-benar dijual ke pasaran.

Sekotak tisu dari kotoran panda ini akan dijual seharga 43 yuan (atau sekitar 88 ribu rupiah).

“Inovasi ini sama-sama menguntungkan bagi panda dan manusia,” kata Yang Chaolin, presiden perusahaan Qianwei Fengsheng. (***)

sumber: tribunjabar.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – MICHEL. Sosok  lelaki dengan postur tinggi yang kurus ini sangat inovatif. Dari tangan lelaki gondrong ini mampu menciptakan empat jenis makanan dan minuman (mamin) dalam satu kali proses.

Siapakah Michel?. Ia adalah warga negara Perancis. Lelaki yang ingin disapa ‘Bule Kampung’ ini ahli dalam membuat minuman kesehatan yang bersumber dari rempah, termasuk dari buah pala yang telah didalaminya beberapa tahun belakangan ini.

Perjalanannya masuk ke Kepulauan Riau (Kepri) berawal dari kelangkaan bahan baku pembuatan sirup pala. Bule Kampung mencari ketersediaan kulit buah pala disekitar Kepulauan Riau, hingga menemukannya di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Tiangau, perkebunan pala di Desa Arung Hijau, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, tak asing lagi di telinga masyarakat Anambas, apalagi warga setempat. Perkebunan itu milik sebuah keluarga kecil, tepatnya tinggal di bawah kaki Gunung Samak.

Perkebunan pala itu cukup dikenal dengan sebutan Tiangau. Warga selalu memenuhi perkebunan ini jika ada peringatan besar nasional, seperti Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2017 yang lalu.

Bertepatan peringatan hari nasional itu, sekelompok ibu duduk sambil menggenggam sebilah pisau dan nengupas kulit buah pala tua, milik petani pala. Di bawah sebuah bangunan yang belum selesai, suara riuh ibu-ibu bercengkerama sambil mengupas kulit pala. Para ibu itu menggunakan bahasa negeri seberang “Bahasa Kuantan Sengingi” atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Orang Toluok Kuantan”.

Di bawah pondok, terbentang dua buah meja dari kayu yang dimodifikasi dengan seni natural. Sebuah kompor gas dan perebus presto kapasitas lima liter terletak diatasnya. Sekarung gula pasir dan satu ember air ikut menemani peralatan yang ada serta sebuah timbangan ukuran 1 kg juga disertakan tanpa meninggalkan peranan peralatan lain.

Michel hadir di tengah sekelompok ibu tersebut. Dengan bahasa Indonesia yang belum fasih, Michel meminta ibu-ibu memanggilnya sebagai ‘Bule Kampung’.

Maka, mulailah sang Bule Kampung mengarahkan ibu-ibu untuk menimbang kulit pala, gula, dan memasukkan air ke dalam periuk fresto. Perbandingannya 3 kg gula, 3 kg kulit pala dan 3 liter air. Semuanya dimasukan ke dalam periuk fresto dan ditutup rapat. Si Bule Kampung selanjutnya memutar tombol kompor gas.

Hitungan 30 menit, Bule Kampung membuka tutup periuk fresto, membiarkannya sejenak dan mempersiapkan 9 botol kosong steril. Menggunakan centong, sang bule kampung mulai mencedok air dari periuk fresto dan menumpahkannya ke dalam ceret yang telah diberi penyaring air.

Air dari periuk fresto berpindah ke ceret, selanjutnya berpindah lagi ke botol, jadilah sirup. Pembuatan sirop telah selesai, selanjutnya botol ditutup rapat. Betapa mudahnya membuat sirop dari kulit buah pala.

Tak hanya sirop, kreativitas yang bisa dihasilkan dari buah pala. Bule Kampung kembali mengambil rebusan kulit pala dari dalam periuk fresto dan memasukkan ke dalam sebuah blender. Apakah dapat dibayangkan produk apa bakal terwujud setelah keluar dari blender dalam hitungan menit? Selai dari kulit buah pala.

Hanya itu? Tidak. Selang beberapa detik Bule Kampung mengambil kembali rebusan kulit pala, meletakkan ke dalam sebuah piring dan menaburkan butiran gula. Selanjutnya dijemur hingga kering dan muncul lagi sebuah produk bahan makanan, manisan buah pala kering.

Bagaimana dengan rebusan kulit buah pala yang masih tertinggal di periuk fresto? Sang Bule Kampung memasukkannya ke dalam sebuah plastik sebagai wadah menyimpanan. Ujung plastik telah direkatkan menggunakan api. Maka, jadilah makanan cemilan baru, yaitu manisan kulit buah pala basah. Menarik, dari satu kali proses, maka empat jenis makanan terlahirkan.

Apakah hanya itu keahlian Bule Kampung? Dia juga seorang peneliti dan pecinta lingkungan.  Dinas Perikanan Provinsi Kepulauan Riau sering menggunakan keahliannya untuk melakukan penelitian. Andil Bule Kampung cukup besar dalam menjaga kelestarian penyu di Pulau Mangkai Kabupaten Kepulauan Anambas. (kmg)

 

 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos berdiskusi dan menuangkan ide-ide serta paparan konsep terkait Rancangan Tata Ruang Wilayah ( RTRW ) Kabupaten Bintan kedepan. Diskusi dilakukan bersama Konsultan dari Kota Bandung yang juga dihadiri oleh Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan ( BP3D ) Daerah Kabupaten Bintan Wan Rudi Iskandar dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bintan Fachrimsyah di Kantor BP3D Kabupaten Bintan, Rabu, 18 Oktober 2017 pagi.

” Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bintan ini dipelajari agar fungsinya semakin luas, dimana perlu penyusunan tata ruang dengan melibatkan dan memberdayakan potensi lokal. Apalagi saat kondisi sekarang, dimana investor yang datang, akan melihat potensi dan pengembangan daerah. Tentunya disamping diperlukannya suatu kawasan industri terpadu, juga harus melibatkan potensi lokal yang nantinya secara fleksibel dapat menciptakan lapangan kerja secara berkesinambungan ” ujarnya.

Ditambahkannya juga, bahwa Rancangan Tata ruang tersebut nantinya akan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), sehingga nantinya akan sinkron satu sama lainnya.

“ tentunya kita ingin membuat suatu pola ruang yang nyaman bagi masyarakat dan juga investor, yang nantinya disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Jadi tidak serta merta langsung membuat tata ruang begitu saja. Banyak yang harus kita sesuaikan dengan kondisi lapangan dan potensi terkini daerah ” tutupnya. (bobi/humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Wakil Bupati Lingga, M Nizar meminta gerakan pramuka kwartir Cabang Lingga lebih fokus pada kegiatan yang kreatif dan inovatif. Dengan kegiatan ini, pramuka mampu membantu untuk mewujudkan visi dan misi pemerintah.

Demikian disampaikan Nizar saat membuka rapat kerja pengurus Pramuka Lingga di One Hottel, Dabosingkep, Sabtu, 14 Oktober 2017.

” Pemeritah Kabupaten Lingga telah berupaya semaksimal mungkin, untuk memberikan dukungan kepada Pramuka mengingat pramuka adalah Organisasi kepanduan yang menyentuh langsung generasi muda,” Kata Muhammad Nizar.

Ditengah keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh APBD Kabupaten Lingga saat ini, pemerintah tetap mengupayakan postingan anggaran untuk Gerakan Pramuka Kabupaten Lingga dan kedepan jika memungkinkan Pemerintah Kabupaten Lingga akan mengupayakan untuk menambah postingan anggaran untuk Pramuka Kabupaten Lingga.

” Terkait anggaran pemerintah akan tetap memberikan postingan anggaran untuk Pramuka, untuk itu kelolalah anggaran tersebut dengan baik jangan sampai ada peyimpangan,” sebutnya.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lingga, Junaidi Adjam mengatakan kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ini juga disejalankan dengan Sidang Paripurna Dewan Kerja Cabang yang sebelumnya sudah lebih dulu digelar, Jumat, 13 Oktober 2017 malam.

Dalam rapat kerja cabang ini dilakukan beberapa agenda kegiatan salah satunya adalah, penyusunan program kerja untuk tahun 2018. Dimana pada tahun ini Pramuka Kabupaten Lingga sudah sangat optimal mengikuti berbagai event-event kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kepri hingga ketingkat Nasional.

” Dan tahun ini kita masuk nominasi tiga besar sebagai Kwarcab terbaik tingkat provinsi Kepri karna efektifitas dan konsisten kita dalam mengikuti setiap kegiatan pramuka ditingkat apapun,” sebut Junaidi Adjam.

Peserta pada kegiatan Rapat Kerja Cabang Kwartir Cabang Lingga ini dan Sidang Paripurna Cabang ini diikuti seluruh pengurus Kwartir Ranting yang ada di Sepuluh Kecamatan di Kabupaten Lingga, termasuk juga kwartir Ranting yang baru di bentuk yaitu Kecamatan Kepulauan Posek. (kmg/meteo)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magelang – Presiden Joko Widodo meminta para pemuda Indonesia untuk siap berkompetisi dan menghadapi tantangan yang ada. Persaingan global saat ini juga menuntut kreativitas dan inovasi-inovasi baru dari para pemuda.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo kepada para peserta Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Nasional (Perwimanas) II di Bumi Perkemahan Lapangan Tembak Akmil, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Senin, 18 September 2017.

“Persaingan global saat ini semakin sengit. Kompetisi antarnegara saat ini semakin menjadi-jadi dan jangan lupa bahwa itu merupakan tantangan kita, tantangan antarindividu dan antarnegara. Oleh sebab itu, ke depan semua akan berkompetisi. Semua akan bersaing, adu kecerdasan, adu kreativitas, adu keterampilan, adu inovasi, dan adu kecepatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, selain menghadapi tantangan di bidang sumber daya manusia, bangsa Indonesia juga disebutnya menghadapi tantangan dari penyalahgunaan narkotika yang belakangan kembali merebak. Hal itu ditambah lagi dengan tantangan keterbukaan di mana kabar-kabar bohong yang begitu mudah menyebar di media sosial perlu disikapi dengan serius.

“Jangan lupa, di media sosial sekarang ini bertebaran yang negatif, fitnah, saling mencela, hoaks, dan kabar bohong. Itu juga menjadi tantangan kita ke depan,” ucap Presiden.

Namun, bagaimana pun juga, bangsa Indonesia tetap harus berbenah. Perbaikan dalam segala hal sangat diperlukan untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain.

“Kalau tidak ya kita akan ditinggal. Bagaimana kita beradu inovasi dan kreativitas dengan negara yang lain. Inilah tantangan-tantangan yang kita hadapi dan memerlukan sebuah dasar fondasi yang sangat kuat sehingga kita bisa memenangkan kompetisi itu. Tapi saya meyakini dengan sebuah fondasi karakter yang baik, Pramuka Ma’arif NU insyaallah mampu menatap masa depan memenangkan persaingan,” ia menegaskan.

Selain itu, untuk menghadapi persaingan, bangsa Indonesia juga harus bersatu dan menjalin persaudaraan dengan baik. Sebagai negara yang terdiri atas 17 ribu pulau, ribuan suku, dan ratusan bahasa lokal membuat hal tersebut menjadi tidak mudah.

“Tapi saya meyakini bahwa dengan menjalin persaudaraan yang baik, ukhuwah islamiah dan wathoniah, saya meyakini negara ini akan menjadi negara yang kuat ekonominya,” ia melanjutkan.

Terakhir, Kepala Negara berpesan agar tidak cepat berpuas diri dengan apa yang telah dicapai saat ini. Sebab, ke depannya perubahan akan selalu datang dengan cepat dan tak terduga.

“Jangan pernah merasa puas dengan apa yang kita capai. Terus pelajari hal-hal baru, temukan hal-hal baru, dan praktikkan hal-hal baru yang dapat membawa kemajuan untuk diri kita, umat, dan negara kesatuan yang kita cintai,” tutupnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Said Aqil Siradj dan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pusat KH Zainul Arifin Junaidi.

Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden