JADI

KEPRI

Rabu | 10 April 2019 | 20:16

Jadi Pilar Terdepan Jaga Kebersamaan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur H Nurdin Basirun meminta semua jajaran yang tergabung didalam satuan Pemadam Kebakaran, Satpol PP dan Satlinmas untuk terus menjaga aset bangsa. Salah satunya menjaga kebersamaan yang telah terjalin sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan.

“Terimakasih atas dedikasi dan kerja keras Bapak dan Ibu sekalian dalam menjalankan setiap tupoksi yang dilakukan dalam rangka menjaga kebersamaan yang telah terjalin didaerah untuk tetap utuh,” ujar Nurdin saat bertindak sebagai Irup (Inspektur Upacara) pada Peringatan HUT Pemadam Kebakaran ke-100, Satuan Polisi Pamong Praja ke-69 dan Satlinmas (Satuan Perlindungan Masyarakat) ke-57 serta Apel Siaga Pemilu 2019 Tingkat Provinsi Kepri di Lapangan kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa, 9 April.

Menjaga kebersamaan tersebut akan tertuang dalam pelaksanaan pesta demokrasi beberapa hari mendatang. Nurdin melanjutkan dalam upaya mewujudkan pelaksanaan pileg dan pilpres, dirinya menghimbau agar terus memberikan kepastikan kepada masyarakat agar kondisi dilapangan dapat terjaga.

“Buat masyarakat merasa aman dan nyaman, mari jadikan pesta demokrasi ini ajang untuk terus merajut silaturahmi juga kebersamaan dan berperan aktif dalam ikut berdemokrasi,” lanjut Nurdin.

Terlebih dengan pesatnya perkembangan zaman, sebagai pengayom masyarakat Nurdin mengajak semua pihak untuk bersama menjaga martabat bangsa, hindari setiap berita hoaks yang muncul silih berganti serta tingkatkan kualitas pelayanan masyarakat.

“Tingkatkan profesionalisme dalam bekerja, beri pendekatan kepada masyarakat dengan pelayanan yang berkualitas, buat masyarakat merasa terayomi,” tambah Nurdin lagi.

Membacakan sambutan Mendagri RI, Nurdin mengajak seluruh jajaran baik Damkar, Satpol PP maupun Satlinmas agar menjaga kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi sesuai yang tercermin didalam Tupoksi yang telah diemban. Terlebih, puncak penyelenggaraan pesta demokrasi yang akan digelar serentak diseluruh Indonesia maka komponen bangsa dalam hal ini semua aparatur yang terkait agar dapat menjalankan kewajiban menunaikan pesta demokrasi yang berkualitas, bermartabat serta mampu menghilangkan racun demokrasi yakni politik uang ujaran kebencian, sara dan hoaks.

“Sehingga pesta demokrasi nanti dapat melahirkan pemimpin bangsa yang berkiblat kepada kepentingan masyarakat,” kata Nurdin.

Kemudian Mendagri menginstruksikan seluruh Kepala Daerah dan para pemangku kepentingan terkait untuk melakukan penguatan penyelenggaraan kebakaran dan penyenggataan ketentraman ketertiban umum dengan sejumlah langkah yakni: Penguatan kapasitas kelembagaan penyelenggaraan sub urusan kebakaran dan sub urusan ketentraman dan ketertiban umum; Penguatan kapasitas sumber daya aparatur, secara kuantitas terpenuhi kebutuhan jumlah aparatur, secara kualitas terjamin kompetensi aparatur melalui berbagai pendidikan dan pelatihan termasuk didalamnya jenjang karier dan kesejahteraan aparatur; Penguatan kapasitas sarana dan prasarana penunjang dalam pelaksanaan tupoksi dalam hal ini terkait sarana untuk protrksi aparatur dan penyelamatan masyaraka dan alokasi anggaran yang memadai bagi pencapaian target standar pelayanan minimal.

Sebelum Upacara dibubarkan, terlebih dahulu disajikan sejumlah atraksi yang tampilkan oleh aparat Satpol PP se Provinsi Kepri yang diawali dengan silat persembahan.Tampak hadir pada kesempatan tersebut Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul, Perwakilan FKPD, Kepala Satpol PP se-Provinsi Kepri, barisan TNI, Damkar dan Satpol PP, Tokoh Masyarakat beserta tamu undangan lainnya. (humaskepri)

MEDIA KEPRI.CO.ID, Batam- Calon anggota DPRD Kota Batam dari Partai Amanat Nasional (PAN) dapil Batam Kota, Lubuk Baja, nomor urut 4, H. Syamsul Hidayat janji akan membangun gedung serbaguna dan gedung untuk ibu-ibu PKK Perumahan Bisa Asri I.

Syamsul juga menepis adanya isu akan pindah rumah dari Bisa Asri I, apabila terpilih menjadi anggota DPRD Kota Batam. Menurutnya, isu tersebut adalah tidak benar. Sebab, apabila tinggal di perumahan elite, maka akan mempersulit masyarakat untuk bertemu dengan dirinya.

“Dengan kesaksian bapak ibu serta para malaikat, apabila saya terpilih menjadi anggota tidak akan pindah dari Bida Asri I,” ungkap Syamsul pada kampanyenya di komplek perumahan Bida Asri I, Minggu, 7 April 2019 malam.

Syamsul juga menyatakan kontrak politik dengan masyarakat yakni pembangunan Fasum di lingkungan Bisa Asri I. Ia juga berjanji akan siap memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui perjuangannya di kursi legislatif yang akan diteruskan kepada pemerintah daerah hingga Pusat.

” Insya Allah, saya akan perjuangkan di Kota Batam, lalu pak H Syamsuri di Provinsi, dan di Pusat akan diperjuangkan oleh pak Asman Abnur. Tentu tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Syamsul.

Kampanye yang dihadiri Caleg Provinsi dapil Batam Kota, Lubuk Baja, Bengkongnya, Batu Ampar dari PAN nomor urut 4 yakni H Syamsuri dan calon DPR RI Nomor Urut 1 Asman Abnur. (ali)

NATUNA

Sabtu | 06 April 2019 | 11:25

Asa Natuna Jadi Kabupaten Layak Anak 2019

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Kabupaten/kota layak Anak (KLA), adalah Kabupaten/Kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah , masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak.

Natuna adalah salah satu Kabupaten yang tengah dalam proses memperjuangkan penghargaan KLA tersebut.

Namun, untuk dinobatkan sebagai Kabupaten Layak Anak, Natuna harus memenuhi 24 indikator sebagai penilaiannya.

“Dengan pencapaian nilai data input indikator telah mencapai angka 700 an lebih, Natuna optimis meraih Kabupaten Layak Anak (KLA) 2019. Acuan data yang telah kita raih tersebut saat ini, akan terus meningkat hingga waktu yang telah di tentukan, “jelas kepala dinas sosial, Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Natuna, Kartina Riauwita, 5 April 2019,di kantornya.

Seluruh data yang telah di input merupakan data-data yang telah di berikan oleh instansi yang berkaitan langsung dengan yang dibutuhkan dalam mewujudkan Kabupaten Natuna Layak Anak tahun 2019.

“Semua data akan kita masukan dalam penilaian secara online. Nilai akan tersusun meningkat secara otomatis terlampir di website penilaian,” Ujar Kartina.

Sedangkan Data data yang belum masuk,lanjutnya, akan terus dilakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memenuhi target nilai, sesuai Rentang waktu penilaian yang telah ditentukan, tepatnya pada tanggal 5 April 2019, hingga pukul 00:00wib.

Sementara itu, penginputan data secara online, di saksikan Kadinsos PPPA, Kartina Riauwita, Kaban Bakesbangpol Natuna Muchtar Achmad, Ketua BP3D, Kadisdamkar Natuna Syawal, Wakil Ketua Puspa Bahari Natuna Abdullah Lubis, Kabid Kesetaraan gender dan perlindungan Hak Perempuan Yuni Rahmadanita, dan lainnya yang menghadiri. (alfian)

Millenial Safety Road Festival

HEADLINE

Minggu | 24 Februari 2019 | 14:16

Millenial Safety Road Festival Jadi Magnet Engku Putri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Millenial Safety Road Festival berlangsung meriah di Engku Putri, Batam Centre, Minggu, 24 Februari 2019.

Kerumunan massa memadati alun-alun Engku Putri diberi hiburan mulai dari jalan santai, sepeda, dan terkun payung. Kapolda Kepri Irjend Pol Andap Budhi, di dampingi Wakapolda Kepri Brigjend Pol Yan Fitri, Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Roy A.C, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki tampak hadir di antara kerumunan masyarakat.

Lalu, terlihat juga Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, Wali Kota Batam, Kajati, serta Danrem 033 WP Brigjend TNi Gabriel L.

Kapolda Kepri Irjend Pol Andap Budhi memberikan apresiasi kepada masyarakat yang hadir di alun-alun Engku Putri serta kepedulian. Dikatakannya, ada 1.450 kasus kecelakaan lalu lintas, 61 persennya oleh oleh genersi milineal, umur 17-38 tahun. 1066 Kasus, 205 diantaranya meninggal yang terjadi tahun lalu.

“Mari kita mengingatkan dalam kebaikan.Setuju! Jangan kita semua menjadi korban, utamannya generasi milenial. Kita harapkan, mari kita bersama-sama, satukan hati dan fikiran.Mari kita tunjukkan pada dunia, bahwa Kepri, Aman lancar, kondusif dan tidak terjadi kecelakaan lalu lintas,” ujarnya. (khairum)

KEPRI

Jumat | 15 Februari 2019 | 23:27

Warisan Budaya Melayu Mendunia, Jadi Kebanggaan Kepri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan keberadaan Pulau Penyengat dengan budaya melayu yang kental serta regiliusitasnya tidak hanya menjadi potensi pariwisata. Ia juga menjadi identitas kebanggaan daerah yang harus terus dijaga dan lestarikan hingga mendunia. “Potensi Pulau Penyengat ini sangat besar, yang harus terus kita tumbuhkembangkan sehingga menjadi kebanggaan Kepri di mata nasional hingga mendunia,” ujar Nurdin saat membuka Festival Pulau Penyengat 2019 di Balai Adat, Pulau Penyengat,

Tanjungpinang, Kamis, 14 februari. Untuk itu, Nurdin mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan beragam sarana dan prasarana. Nurdin minta kerjasama semua pihak untuk bersama-sama membangun potensi budaya melayu di Kepri ini. “Potensi sudah ada sejak lama maka kita harus terus berinovasi membuat Penyengat semakin berwarna sehingga berdampak positif di berbagai sektor,” lanjut Nurdin.

Kedepan, Nurdin berharap Festival Pulau Penyengat dapat terus dikembangkan untuk mengangkat potensi alam dan budaya lokal dengan kemasan yang lebih menarik lagi. “Agar hidup ekonomi kerakyatannya, agar makin banyak wisatawannya,” tambah Nurdin lagi.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul mengatakan perhelatan Festival sejatinya merupakan bentuk upaya untuk melestarikan tradisi yang telah melekat dan menjadi bagian yang tak terpisahkan yang mengakar pada masyarakat Tanjungpinang dari masa ke masa. “Penyengat juga telah ditetapkan menjadi potensi unggulan daerah dibidang Pariwisata juga menjadi wisata Budaya dan Religi,” kata Syahrul.

Untuk itu lanjut Syahrul, Pemko Tanjungpinang menjadikan Pulau Penyengat salah satu fokus untuk terus dikembangkan dengan beragam inivasi dan kreasi. Selain itu juga akan mengusulkan ke Pusat agar menjadikan Penyengat sebagai Warisan Budaya Dunia. “Kedepan kita akan terus dan harus dikemas lebih menarik guna meningkatkan kunjungan wisatawan,” lanjut Syahrul.

Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata RI, Roseno Arya mengatakan bahwa Festival Pulau Penyengat sendiri telah masuk ke Kalender Pariwisata Nasional dan merupakan 100 Event terbaik di Indonesia. “Kita harap bukan hanya dapat meningkatkan pendapatan daerah dan menarik wisatawan datang namun juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat,” ujar Arya.

Festival Pulau Penyengat 2019 sendiri diselenggarakan pada 14-18 Februari 2019 yang dipusatkan di Balai Adat Melayu Pulau Penyengat. Banyak kegembiraan yang dapat ditemukan di Festival kali ini. Wisatawan yang datang dapat menikmati lebih dari 20 kegiatan seni budaya di sana baik didarat maupun dilaut.

Adapun beragam perlombaan yang disajikan seperti Lomba Dayung, Lomba Dayung Bantal di Laut, Lomba Tangkap Bebek di Laut, Ada juga Lomba Pawai Budaya, Kuliner, Berzanji, Pangkak Gasing, Kompak Kreasi Remaja,  Berbalas Pantun, Lagu Melayu, Gurindam dan  Kompetisi Becak Motor Dekoratif.

Festival juga menyajikan Pameran Cagar Budaya dengan mengambil tema “Tinggalan Budaya Bawah Air dan Cagar Budaya Di Pulau Penyengat dan Manuskrip Melayu”.Hadir pada kesempatan tersebut Konjen RI Johor Bahru Haris Nugroho, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma, Perwakilan FKPD, Sejumlah Kepala OPD, Ketua LAM Kepri H Abdul Razak, Perwakilan Balai Pelestarian Budaya Wilayah Kerja Sumbar Riau Kepri Agus Tri Mulyono beserta tamu undangan lainnya. (humas kepri)

RILIS

Jumat | 08 Februari 2019 | 20:05

Go Digital Urusan yang Sulit Jadi Gampang

MEDIAKEPRI.CO.ID, MAKASSAR – Dengan Go Digital, apa pun bisa dilakukan Ditjen Dukcapil Kemendagri untuk semakin memajukan negeri ini. Inilah tekad Dirjen Dukcapil Prof Zudan Arief Fakrulloh saat meluncurkan Dukcapil Go Digital di arena Rapat Koordinasi Nasional I Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Rakornas I Dukcapil) di Four Point by Sheraton Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 7 februari 2019.

Ia mengingatkan bahwa tamadun manusia bakal terus bergerak semakin maju. Teknologi pun berubah semakin canggih dan menjadi faktor yang membuat lompatan kuantum peradaban secara cepat. “Oleh karena itu, kita seluruh Dukcapil juga harus terus berbenah. Mewujudkan pelayanan yang membahagiakan masyarakat,” tukasnya.

Ia lantas menyebutkan beberapa inovasi jajaran Dukcapil demi terciptanya layanan Adminduk yang lebih baik. Sebut saja, mulai tahun ini jajaran Dukcapil telah menggunakan tanda tangan digital untuk mengurus data administrasi kependudukan (Adminduk).

Masyarakat bisa mengurus keperluan layanan kependudukan seperti akta kelahiran, kartu keluarga tanpa harus datang ke kantor Dukcapil. Cukup mengisi formulir online, tekan enter dan data kependudukan yang diperlukan pun hadir sekejap mata.

Ditjen Dukcapil Kemendagri bahkan punya gagasan dan impian besar mengintegrasikan Big Data kependudukan dalam semua proses berpemerintahan di Indonesia. Karena dengan integrasi Big Data ini bakal memudahkan semua proses. Dan, proses tersebut secara bertahap telah dilakukan oleh jajaran Dukcapil.

Big Data telah digunakan dalam banyak bisnis. Tidak hanya besar data yang menjadi poin utama tetapi apa yang harus dilakukan organisasi dengan data tersebut yang terkoneksi dengan banyak lembaga dan instansi-instansi pelayanan publik.

“Kita sedang membangun Big Data. Mengkoneksikan lembaga-lembaga pelayanan publik, menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai pintu masuk sehingga semua data bisa terlihat,” imbuhnya.

Dengan terintegrasinya Big Data kependudukan maka urusan apa pun menjadi mudah. Misalnya saja, bagi kalangan HRD perusahaan dan pemerintahan bisa mengetahui SDM yang dibutuhkan dengan mengklik profiling penduduk. Maka cepat tersaji sekian nama lulusan terbaik perguruan tinggi ternama dengan segala spesifikasi keahlian.

Zudan menjelaskan bagaimana kecenderungan kemajuan dunia pada teknologi digital mesti diikuti. Sebab, bukan hanya untuk up to date, digitalisasi data akan membuat pelayanan Adminduk menjadi lebih efektif dan efisien.”Nantinya, semua dokumenya bisa dikerjakan dari rumah, ruang-ruang rapat, bahkan sambil memancing ikan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Zudan, saat ini pihaknya tengah mengembangkan teknologi baru face recognition, terutama untuk penegakan hukum dan pencegahan kriminal. Dengan foto di KTP-el sebagai data, aparat penegak hukum dapat mengecek identitas seseorang yang diduga pelaku kejahatan dan kriminalitas hanya dalam hitungan detik.

“KTP-el kita sudah dilengkapi dengan finger print dan irish mata. Sekarang ada teknologi face recognition. Jadi, semua foto yang masuk nanti dapat digunakan untuk penegakan hukum dan pencegahan kriminal,” ujar Zudan.

Zudan merilis saat ini sudah 1170 lembaga yang bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil memanfaatkan data kependudukan. “Dengan kerja sama pemanfaatan data tersebut menjadi penanda one data policy sudah bisa diwujudkan. Untuk data kependudukan sebagai sumber data dasar, data Dukcapil dapat kita gunakan bersama-sama. Ini juga sebuah tanda telah terbangunnya kepercayaan berbagai lembaga pemerintah dan swasta terhadap data kependudukan yang dibangun Kemendagri,” katanya menambahkan.

Dengan program Dukcapil Go Digital, kata Zudan akan semakin mendekatkan komitmen Pemerintah untuk menerapkan Single Identity Number (SIN). Terlebih penerapan SIN tersebut berbasis data kependudukan melalui NIK dan KTP-el saat ini terus mendapat kepercayaan publik yang semakin meluas.

“Ke depan kita akan menuju yang namanya proses implementasi single identity number. Jadi data kependudukan milik Kemendagri digunakan untuk semua keperluan pelayanan publik. Misalnya untuk mengontrol kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Dengan NIK bisa melihat siapa penduduk yang belum bayar pajak kendaraan bermotor, apa jenis kendaraannya, kapan jatuh tempo pembayaran pajak dan sebagainya,” Zudan merinci.

Itu sebabnya kepada segenap Jajaran Dukcapil, Zudan mewajibkan pelaksanaan 14 langkah besar Dukcapil yang selama empat tahun terakhir sudah menjadi kebijakan lembaga yang dipimpinnya.

Ke-14 langkah besar tersebut, terang Zudan, di antaranya pelayanan terintregasi (KTP elektronik, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian), pembuatan KTP-el cukup membawa foto copy KK, perekaman dan pembuatan KTP-el boleh dibuat di luar domisili, sampai pemberian identitas untuk semua usia (KTP-el dan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Secara umum bahwa dari 14 langkah besar Dukcapil, ada beberapa langkah yang belum dilaksanakan secara konsisten dan menyeluruh, tapi seluruh jajaran Dukcapil di 514 kabupaten/kota siap melaksanakanya secara bertahap,” urai Zudan.

Untuk meningkatkan kualitas SDM kependudukan, Ditjen Dukcapil menggandeng Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret mendirikan program D-4 Studi Demografi dan Pencatatan Sipil. Program pendidikan terapan di bidang pencatatan sipil ini bertujuan memenuhi kebutuhan aparatur yang profesional dan mampu bersaing di tingkat internasional.”Kerja sama dengan FHUNS ini sudah berjalan dua tahun untuk menciptakan SDM handal di bidang adminduk,” pungkasnya.

Lebih lanjut Kapuspen Kemendagri Bahtiar mengatakan bahwa kita mestinya objektif memberikan penilaian terhadap berbagai inovasi yang telah dilakukan Ditjen Dukcapil dan jajarannya guna menyelamatkan program nasional single identity number (SIN) melalui KTP elektronik.

” Sejak Indonesia merdeka baru beberapa tahun ini kita serius membangun data penduduk yang benar. Tantangan, dan pro kontra selalu ada ketika kita hendak membangun sesuatu yang benar, karena bisa jadi ada kepentingan yang terganggu jika data penduduk negara ini benar. Misalnya penyalahgunaan data pendduduk palsu untuk kejahatan dan markup jumlah penduduk tidak dapat lagi dilakukan oleh siapapun”, ungkap Bahtiar.

Bahtiar menegaskan Mendagri Tjahjo Kumolo secara konsisten bersama Dirjen Dukcapil dan jajaran Dukcapil di seluruh daerah kompak, solid dengan penuh semangat telah berhasil menyelamatkan program nasional KTP-el sebagai lompatan kemajuan dalam pembangunan data kependudukan Indonesia.(puspen kemendagri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Suasana hening di dapur redaksi mediakepri.co.id, seketika pecah. Ruangan yang semula sunyi dan senyap itu, seketika berubah jadi hidup dan ceria.

INDR4. Kedatangan dia lah yang menjadi magnet, yang mampu mengalahkan suara musik, dari komputer milik awak redaksi yang menghiasi ruangan. Sosok muda ini seakan jadi energi baru malam diakhir minggu itu.

Aura semangat yang terpancar dari calon legislatif (caleg) yang diusung Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tercium kuat. Tekadnya untuk duduk di kursi panas wakil rakyat itu, disejalankan dengan kekuatan yang dibangun sejak lama.

Kedatangan caleg daerah pemilihan (dapil) Sekupang-Belakangpadang ini berjalan singkat. Pertemuan singkat itu berlangsung hangat dan penuh rasa kekeluargaan. Namun banyak materi menarik dan nyata yang terjadi ditengah-tengah masyarakat jadi bahan diskusi.

Tampil sederhana dengan menggunakan topi ala sastrawan, INDR4 memaparkan sejumlah persoalan. Di hadapan pimpinan redaksi mediakepri.co.id, Eddy Supriatna, ia menyampaikan materi ‘berat’. Satu per satu persoalan di masyarakat terucap. Seakan, masalah yang dihadapi masyarakat tak kunjung usai. Dan problematika ini terus menjadi warisan yang terjadi secara turun menurun.

Semua persoalan dan masalah yang terjadi dan dihadapi masyarakat itu, dapat dipenuhi dengan diawali oleh niat. Dimana niat itu harus ditanam dalam hati nurani untuk direalisasikan dan dilaksanakan. Jadi tidak hanya sebatas janji untuk memberikan angin segar agar mendapat suara.

NIat yang ditanamkan INDR4, tertuang dalam visi dan misi. Adapun yang menjadi tugas besar mendatang adalah merealisasikan visi ‘Memberikan Keadilan Sosial, Bukan Bantuan Sosial Masyarakat’.

Dari visi ini maka dilanjutkan dengan misi. Secara garis besar, ada tiga misi yang akan dicapai. Ketiga hal yang merupakan program inti yang akan direalisasikan tersebut yakni:

  1. Mengembalikan tanah masyarakat dengan membuat skema keadilan sosial
  2. Mengembalikan dan mengawasi penegakan aturan ketenagakerjaan dengan porsi lebih besar untuk tenaga kerja lokal Batam.
  3. Melakukan percepatan dan pengawasan dalam mereformasi birokrasi dalam perijinan dan adminitrasi kependudukan.

Dan saat ia menerima amanah jadi wakil rakyat untuk duduk di DPRD Batam, semua program yang telah diucapkan di hadapan masyarakat akan dilaksanakannya. Bahkan ia sudah mengikrarkan diri bahwa amanah sebagai wakil rakyat maka dirinya adalah milik masyarakat. (dani)

Kepri

BATAM

Selasa | 05 Februari 2019 | 2:15

Jadi Ketua Alumni UNILAK Kepri, Ini Kata Gubernur Nurdin

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang- Gubernur Kepri H Nurdin Basirun terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lancang Kuning (IKA UNILAK) periode 2019-2023. Nurdin terpilih berdasarkan Hasil Musyawarah Nasional IV IKA UNILAK di Ballroom Hotel Pangeran, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Minggu, 3 Februari 2019.

Nurdin apresiasi perjalanan dari ikatan alumni yang telah memasuki tahun ke enam. Beragam prestasi telah ditorehkan oleh segenap civitas kampus diharapkan semakin memajukan UNILAK menjadi salah satu Universitas terdepan.

“Selaku alumni, saya merasa bangga, ilmu yang telah saya peroleh dapat digunakan maksimal untuk pembangunan,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin banyak orang-orang yang berada diposisi strategis tidak hanya di bidang pemerintahan, namun dibidang lainnya merupakan para alumni UNILAK.

Nurdin mengatakan, dunia pendidikan sangat penting bagi keberlangsungan masa depan bangsa, karna dari pendidikan lah tercipta generasi muda yang berkualitas.

“Generasi muda sebagai penerus bangsa, harus kita siapkan agar mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Saya yakin UNILAK menjadi salah satu tempat untuk mengemban ilmu menciptakan generasi penerus berkualitas,” ungkap Nurdin.

Nurdin berpesan kepada para alumni UNILAK agar terus bersumbangsih untuk pembangunan dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing. Menurut Nurdin ikatan alumni sendiri merupakan forum intelektual.

“Sinergitas antar alumni beserta seluruh jajaran universitas harus terus ditingkatkan. Agar ke depan semakin banyak prestasi yang didapat,” harap Nurdin.

Adapun program kerja yang dijabarkan oleh Nurdin antara lain; Ikut serta dalam proses pembangunan IPOLEKSOSBUD; Mendukung masyarakat untuk berkesempatan mendapat pendidikan tinggi yang kompetitif dan berkualitas; Mempersiapkan tenaga kerja yang profesional dan mandiri; dan Mendorong peningkatan kualitas dan mutu pendidikan di UNILAK.

Munas VI IKA UNILAK sendiri diikuti oleh peserta sebanyak 200 orang yang terdiri dari alumni yang berasal dari Riau juga Kepulauan Riau, dengan mengambil tema “optimalisasi peran alumni dalam visi misi UNILAK unggul 2030”, dibuka secara resmi oleh Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi.

Dalam sambutannya, Ahmad Hijazi mengatakan Munas UNILAK diharapkan dapat terbentuk kepengurusan baru dalam rangka meningkatkan dan menumbuhkembangkan pemikiran dan program baru untuk dunia pendidikan.

“Sehingga menjadi kontribusi yang maksimal bagi dunia pendidikan ini,” ujar Ahmad.

Sementara itu, Rektor UNILAK Hasnati mengatakan keberadaan Munas sendiri diharapkan semakin menguatkan kebersamaan. Diantara yang tergabung dalam keluarga UNILAK, bukan hanya berasal dari jajaran dosen maupun mahasiswa.

Dalam perjalanannya, UNILAK saat ini memiliki dosen sebanyak 304 orang dengan Mahasiswa aktif sebanyak 12.270 orang dan Mahasiswa Internasional dari Thailand sebanyak 10 orang serta telah menghasilkan Alumni sebanyak 23.859 orang untuk Strata Satu dan 407 orang untuk Strata Dua. Beragam prestasi yang di torehkan UNILAK baik di daerah maupun nasional.

“Pencapaian beragam prestasi tersebut tidak terlepas dari peran serta semua civitas akademika demi mencapai visi UNILAK unggul 2030,” kata Hasnati.

Kemudian, Plt IKA UNILAK Mansur Putra Halilintar mengatakan bahwa keberadaan Munas dalam rangka untuk meningkatkan kinerja dari alumni untuk UNILAK, juga untuk melakukan pergantian kepengurusan juga menjadi hal penting.

Secara singkat, Mansur mengatakan hasil kerja yang telah dilakukan oleh kepengurusan sebelumnya antara lain, melahirkan anggaran dasar dan rumah tangga yang ke depan digunakan untuk setiap aktifitas IKA.

Selain itu, meletakan model organisasi berjenjang mulai dari tingkat Provinsi maupun kabupaten dan kota; mengusulkan sampai ke tahap DED Gedung Alumni dan Gedung Terpadu; Melengkapi Perlengkapan Administrasi di Kantor; Memfasilitasi beasiswa bidik misi bagi mahasiswa serta membangun komunikasi kepada semua pihak terkait visi misi dari IKA UNILAK.

Panitia Pelaksana Choirus Subechan mengatakan bahwa Munas VI menjadi momentun untuk meningkatan rasa solidaritas dan kepeduliaan almamater bagi keberhasilan UNILAK. Selain itu Munas juga dilakukan dalam rangka mencari sosok ketua baru bagi IKA untuk periode 2019-2023.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah, Asisten Bidang Pemerintahan M Hasbi, Kepala Disperindag Burhanuddin, Kepala Dinas Pendidikan M Dali, Kepala Dinas PMD Sardison, Kepala Dinas Kominfo Zulhendri, Kepala Dinas Kepemudaan Maifrizon, Kepala Biro Pembangunan Aries Fhariandi, Kepala Biro Umum Martin L Maromon, Kepala Biro Humprohub Nilwan, Ketua BP3KR Huzrin Hood, beserta tamu undangan lainnya. (humas pemprov kepri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – 17 April 2019 sudah dekat. Dekatnya pelaksanaan pesta rakyat ini, bagi peserta demokrasi terus bergerak untuk meraih simpati massa. Berbagai cara dan upaya, bahkan dengan cara yang kurang elok tetap dilakukan. Mereka lupa, pemilih membutuhkan visi misi yang pro kepentingan umum.

Indra. Seorang sosok muda yang energik ini sangat memahami, segala sesuatu yang menjadi kebutuhan untuk kepentingan umum. Calon legislatif dari partai Hanura ini pun, memberikan tawaran program yang realistis dan tidak muluk kepada konsituennya. Ia hanya memberikan pandangan keadilan sosial adalah sesuatu yang krusial, jika dibandingkan dengan bantuan sosial.

BACA JUGA

Indra Dapat Pesan dari Pemuda Batam

Terpilih Sebagai Ketua PBFC, Indra: Dapat Raih Prestasi

Hal ini dipaparkannya dihadapan para tokoh masyarakat dan tokoh adat serta masyarakat di Kelurahan Patam Lestari, Sabtu, 12 Januari 2019 malam. Sudut pandang yang visioner ini membuahkan kekaguman bagi yang hadir. Mereka terlihat bahagia ketika menyaksikan dan mendengarkan pemaparan visi dan misi itu sendiri.

Materi berbobot ‘berat’ ini disampaikan dengan suasana santai. Sehingga, suasana pertemuan antara Indra dan warga Tiban 1 Kelurahan Patam Lestari, itu berlangsung dengan senyum dan canda tawa.

“Kami sangat bahagia bertemu dengan Pak Indra. Bahkan ada seorang warga, pak Sutomo rela mengeluarkan uang buat cetak spanduk,” ujar salah seorang warga setempat yang hadir dalam acara yang berlangsung di
samping rumah pendukung penuh Indra.

Setelah mendengarkan penjelaskan yang dipaparkan dengan gaya santai tersebut, membuka dan menjadi wacana baru warga Tiban 1 Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang tersebut. Mereka semakin simpatik terhadap Indra yang menawarkan sesuatu yang baru untuk ke depan nantinya.

“Beliau ini ramah. Visi dan misinya sudah sangat jelas keberpihakannya kepada pemuda dan warga Batam umumnya. Bahkan untuk derajat dan ekonomi kami sebagai pekerja di Batam akan diperhatikan. Terkhusus ke pemuda di Batam sudah bagus kegiatannya. Kami tambah yakin dengan Bang Indra,” tutur warga.

Pantauan wartawan, suasana pertemuan berlangsung penuh dengan kekeluargaan. Warga setempat yang datangpun membludak di lapangan. Warga merasa terkesan dengan pemaparan visi dan misi Indra yang masuk akal dan realistis itu.

Anda Sarjana? Cinta NKRI?, Ayo Gabung di Kepolisian

Umat Islam Natuna Ikuti Tabligh Akbar

Lanal Ranai Mengenang Peristiwa Heroik di Laut Aru

Bahkan, warga sudah mengenal sepak terjang caleg muda ini. Dan masyarakat yakin, dari perjuangan yang selama ini dijalankannya, akan menjadi ‘bekal’ untuknya duduk sebagai wakil rakyat dan mendapatkan kursi di Engku Putri.

“Tidak hanya membantu masyarakat yang yang kurang mampu, ia juga sudah menunjukkan karyanya dengan membangkitkan semangat dan kemampuan pemuda di Batam. Selain prestasi, Indra juga sudah membuktikan dalam menekan angka kriminalitas yang dilakukan pemuda, karena pemuda diarahkan ke arah positif,” kata warga lainnya usai mendengarkan pandangan visi dan misi caleg Hanura ini. (eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus seleksi setidaknya harus mengabdi selama 10 tahun di instansi atau daerah yang mereka pilih.

Apabila lulus di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun maka harus bertahan dan baru dapat pindah ke daerah lain setelah 10 tahun dilantik. Jika hal tersebut dilanggar maka dapat diberhentikan sebagai pegawai negeri.

BACA JUGA

Ingat… Ini Lima Warna Surat Suara Pemilu 2019

Pola Swakelola Cetak Sawah di Lingga dan Natuna

Hal tersebut ditegaskan Kabid Mutasi, Pengadaan dan Informasi BKPSDM Kabupaten Karimun, Kiki Rahmadi saat kegiatan pembekalan pemberkasan CPNS di Gedung Nilam Sari belum lama ini.

“Jadi jangan berpikiran dapat pindah. Kalau di bawah 10 tahun ingin pindah maka diberhentikan. Ini ada aturannya,” kata Kiki.

Dijelaskan Kiki, aturan itu telah diatur dalam Peraturan Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2018.

KNPI Berdoa dan Kenang Musibah Jemaja

Yaitu tentang kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 atau Permenpan Nomor 36 Tahun 2018.

“Jadi dengan adanya aturan itu, pegawai yang belum mengabdi 10 tahun belum dapat mengajukan surat pindah,” jelasnya. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun
memasuki 2019, silaturahmi menjadi salah satu kekuatan. Semua itu dalam mencapai terwujudnya perubahan dan keberhasilan pembangunan.

“Dengan silaturahmi dan menjalin kedekatan bersama masyarakat, kita dapat terus menemukan berbagai formulai bagi tercapainya keberhasilan pembangunan,” ucap Nurdin usai melakukan kunjungan kerja ke Desa Selat Mie, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Selasa, 1 Januari 2019 malam.

Edy Birton Gantikan Asri Agung sebagai Kejati Kepri

ibuan WNA Diberikan Izinkan Tinggal di Karimun, Kepri

Dalam kunjungannya tersebut Nurdin langsung disambut dan dikerumuni oleh masyarakat setempat. Nurdin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menanyakan kepada mereka apa hal yang dibutuhkan dan masih kurang dimiliki desa.

“Nanti kita akan koordinir agar setiap bantuan dapat digunakan semaksimal mungkin untuk peningkatan taraf hidup masyarakat,” lanjut Nurdin.

Tak lupa di sela-sela sesi tanya jawab bersama masyarakat, Nurdin melihat dan ikut bermain bola kaki bersama pemuda tempatan. Sambil bertanya keberadaan lapangan tersebut. Nurdin kemudian mengumpulkan pemuda semuanya yang berada di sekitar. Dalam kebersamaan Nurdin tanya jawab tentang pendidikan.

Usai Kenaikan Pangkat, Kapolda Kepri Lantik Dirintelkam

Pabuk Terjang Natuna dan Anambas, Warga Diminta Waspada

10 Hari Operasi Lilin, 14 Kasus Menonjol di Kepri Diungkap

“Sekolahlah baik-baik, jangan bikin sedih orang tua ya, untuk yang fokus dibidang olah raga. Pacu terus fisik agar nanti bisa bergabung dengan Kepri Jaya. Jangan sekali-kali mencoba ataupun memakai narkoba,” pesan Nurdin.

Nurdin juga menyumbangkan dua stel baju tim bola kaki dan tim bola voli dan juga bola kaki sebanyak 10 buah dan bola voli 10 buah untuk latihan.

Setelah itu, Nurdin menunaikan shalat Magrib di Masjid At Taslih. Dalam tausyiahnya, Nurdin menyampaikan semakin bertambahnya waktu tentu berjalannya umur akan berkurang. Untuk itu, Nurdin mengajak jamaah untuk meningkatkan iman dan taqwa dan dekat kan diri kepada Allah SWT serta perbanyak bersholawat Nabi Muhammad SAW.

“Mari kita bekerja dengan akhlak dan niat panutan Rasullah, dan jangan langgar perintah Allah. Maka perjalanan kita akan lurus,”ujar Nurdin.

Wagub Kepri Ajak Pegawai di Penghujung Tahun untuk Intropeksi Diri

Nurdin melanjutkan, dengan keberkahan dan masuknya tahun 2019 marilah pribadi untuk bermuhasabah, agar ke depan niat dan tindakan terarah sesuai ajaran Islam. Dengan bentuk jalin silaturahmi karena semua bersaudara.

Nurdin juga mengingatkan kepada anak-anak agar patuh terhadap orang tua yang terkhusus ibu. Karena doa ibulah anak-anak selamat mengapai cita cita dan patuh ke ibu surga menanti kita.

Budayakan Zikir, Nurdin: Jaga Bencana Alam dan Bencana Sosial

“Saye sangat percaya kepada anak-anak pulau, banyak yang pintar dan berani menuju masa depan dan akhlak yang mulia,” tutup Nurdin. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID. Lingga – Teknologi terus berkembang dengan pesat. Untuk mengikuti setiap perkembangan dunia digital tersebut, jaringan internet jadi syarat utama.

Perkembangan ini jadi hal yang bertolak belakang di Kecamatan Posek. Salah satu kecamatan di Kabupaten Lingga ini, masyarakat kesulitan dalam mengakses internet karena lemahnya jaringan.

PBB Saksikan Belanda Serahkan Kekuasaan ke Indonesia

Menelusuri Negeri Hang Tuah, Melaka sebagai Wisata Sejarah

Padahal, Kecamatan posek wilayah yang potensial secara geografis. Tetapi, masyarakat kecamatan yang terdiri dari tiga desa, yakni Desa Busung Panjang, Desa Posek dan Desa Suak Buaya mempunyai satu suara untuk kesulitan sinyal.

“Sinyal disini sangat susah. Kalau mau cari sinyal, kite nak naek ke pokok kelape atau diujung pelabuhan,” kata Ryan, seorang warga Posek dengan logat melayunya yang kental.

Dikatakannya, komunikasi merupakan hal yang penting. Mengingat zaman Sekarang, tambahnya, sudah semakin maju dan berkembang dengan luas. Tetapi, lanjutnya, di Posek masih dipersulit dengan masalah jaringan internet yang susah.

Pembebasan Lahan Asrama Mahasiswa Lingga di Pinang

“Kami harap pemkab dapat memperhatikan hal ini. Karena akses Informasi yang susah, masyarakat jadi susah berkomunikasi,” katanya mengakhiri. (bran)

mahasiswa lingga di pinang kecewa

HEADLINE

Selasa | 18 Desember 2018 | 11:59

Tingginya Angka Kemiskinan Lingga Jadi Perhatian Mahasiswanya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pinang – Angka kemiskinan di Lingga yang tinggi dibandingkan kabupaten/kota di Kepri memicu reaksi sejumlah mahasiswanya.

“Publikasi tahunan statistik daerah memperlihatkan, tingkat kemiskinan di Kabupaten Lingga paling tinggi di Provinsi Kepulaun Riau yaitu sekitar 13,84 persen di tahun 2017. Angka ini berbeda jauh dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepri yang angkanya tidak sampai 10 persen,” kata Ramadhani, mahasiswa Lingga di Pinang kepada mediakepri.co.id.

Danrem Dampingi Pangdam Tinjau Pangkalan Kapal di Natuna

Gandeng Belanda, Lion Air Rogoh Rp38 M untuk Pencarian

Disebutkannya, tingginya angka ini harus mengambil langkah nyata dalam mengentasnya. Untuk kedepan, katanya, pemerintah merancang perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran. Lalu, tambahnya, untuk penetapan sasaran itu sendiri harus diperbaiki.

“Memperbaiki penetapan sasaran, agar lebih banyak menyentuh penduduk miskin,” sebutnya.

Lalu lebih jauh disebutkannya, pemerintah harus mengoptimalkan pembangunan yang lebih prioritas. Dan selanjutnya, program yang dimainkan untuk bidang perekonomian harus memberdayakan usaha kelas bawah dan menengah.

Ketidaksempurnaan Fisiknya, Pasutri Ini Jalani Hidup dengan Sempurna

Dikatakannya, kKemiskinan sebuah kondisi kekurangan yang dialami seseorang atau suatu keluarga. Kemiskinan telah menjadi masalah yang kronis karena berkaitan dengan kesenjangan dan pengangguran. Walaupun kemiskinan dapat dikategorikan sebagai persoalan klasik, tetapi sampai saat ini belum ditemukan strategi yang tepat untuk menanggulangi masalah kemiskinan, sementara jumlah penduduk miskin tiap tahunnya meningkat.

Walaupun kemiskinan dapat dikategorikan sebagai persoalan klasik, katanya, tetapi sampai saat ini belum ditemukan strategi yang tepat untuk menanggulangi masalah kemiskinan dan merumuskan kebijakan anti kemiskinan, sementara jumlah penduduk miskin tiap tahunnya meningkat. Ketidakberhasilan itu, katanya lebih jauh, kiranya bersumber dari cara pemahaman dan penanggulangan kemiskinan yang selalu diartikan sebagai sebuah kondisi ekonomi semata-mata.

Ucapan Terima Kasih Dandim Kepada Seluruh Anggota

Dijelaskannya, mengatasi kemiskinan pada hakekatnya merupakan upaya memberdayakan orang miskin untuk dapat mandiri, baik dalam pengertian ekonomi, budaya dan politik. Penanggulangan kemiskinan tidak hanya dengan pemberdayaan ekonomi, akan tetapi pemberdayaan politik bagi lapisan miskin, sesuatu yang tidak dapat terelakkan, kalau pemerataan ekonomi dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan sosial seperti yang dikehendaki.

“Kami meminta agar Pemkab dapat mengambil Solusi terkait problem ini,” katanya berharap. (ryan)

telaha inspirasi

INSPIRASI

Senin | 10 Desember 2018 | 3:09

Jadikanlah Hatimu Bagai Sebuah Telaga

MEDIAKEPRI.CO.ID – Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan raut muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.

BACA JUGA

Kepri Bebas Sampah, Gabriel Ingin Jadi Insprirasi

Dianugerahi Santri of the Year, Ini Kata Gubernur Kepri

Kata Bijak 9 Tokoh di Dunia, Ke-9 Penuh Inspirasi dan Bangun Motivasi

“Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.

“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu.

Bangun Regenerasi, GMNI Komisariat Stisipol Rekrut Anggota

“Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.

“Segar.”, sahut tamunya.

“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.

“Tidak”, jawab si anak muda.

Peringatan HAK, Generasi Milenial Jadi Sasaran Kejaksaan

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.

“Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama,” katanya.

“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

Pemerintah dan Pengusaha Bertemu, Ada Titik Temu Rimba Jaya

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Kampung Tua Penagi, Bukan Kampung Biasa

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa. (iphincow.com)

Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menyisir kaum milenial dalam peringatan Hari Anti Korupsi (HAK) yang dirayakan, hari ini, Senin, 10 Desember 2018 pagi. Soalnya, generasi ini yang akan menjadi pemimpin bangsa ini.

Dalam perayaan kegiatan HAK ini, kejaksaan juga menghadirkan group musik lagendaris yang menggandrungi jenis musik rock. Dimana group musik yang namanya meramaikan kasanah dunia musik di Indonesia ini selalu giat membrantas korupsi lewat lagu-lagunya.

BACA JUGA

Gabriel Lema Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi

Beri Pelayanan yang Maksimal dan Cegah Tindakan Korupsi

Perkuat Ekonomi Daerah, Jangan Ada Kompromi untuk Korupsi

Konsep peringatan Hari Anti Korupsi kali ini, ditujukan kepada kaum milenial yang akan menjadi penentu masa depan bangsa. Bagaimana menanamkan paham anti korupsi kepada generasi milenial.

“Tujuan kami adalah bagaimana kita menanamkan paham anti korupsi kepada para generasi milenial. Karena ditangan mereka 10 atau 20 tahun ke depan memimpin bangsa ini. Dengan musik cara yang paling mudah untuk dekat dengan kaum milenial,” kata Kepala.Kejaksaan Negeri Batam melalui Kasi Pidana Umum, Filpan Dermawan Laia M.H, Minggu, 9 Desember 2018 sore.

Pemerintah dan Pengusaha Bertemu, Ada Titik Temu Rimba Jaya

Kejari Batam berkomitmen untuk menanamkan jiwa anti korupsi kepada kaum milenial melalui musik.
Dengan Tema “Kaum Milenial Mendukung Anti Korupsi”,.

Disamping itu, kegiatan lainnya yaitu pembagian stiker dan bunga kepada masyarakat di jalan raya serta deklarasi anti korupsi oleh kaum milenial. Acara ini juga akan dimulai dengan upacara yang diikuti oleh seluruh jajaran Kejari Batam serta akan dihadiri para tamu undangan dari FKPD Batam.

Kampung Tua Penagi, Bukan Kampung Biasa

Filpan menekankan peringatan Hari Anti Korupsi kali ini bukan hanya sekedar acara hiburan belaka, namun perlu menanamkan anti korupsinya agar kedepan bangsa Indonesia semakin maju dan berkembang.

Pemerintah Cina Datangi Kejari Batam Terkait 4 Warganya

Kegiatan HAK ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk grup musik lokal. Tidak hanya itu, pihak swasta seperti Yamaha Motor dan Sanford juga memberikan dukungan acara ini. kata Filpan. (eddy)

porprov gubernur

ADVETORIAL

Sabtu | 08 Desember 2018 | 19:15

Jadi Tuan Rumah, Tanjungpinang Sukses Gelar Porprov Kepri IV

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Mulai 26 November hingga 1 Desember 2018, menjadi pembuktian Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Kepri IV. Meski sempat terkendala sejumlah hal, akhirnya gelaran olah raga prestasi tertinggi di Kepri ini sukses digelar.

Tentu bukan pekerjaan yang ringan selama pelaksanaan Porprov tersebut. Karena ada puluhan cabang olah raga yang harus dipertandingkan. Ribuan atlet disertai offisial datang dengan harapan menjadi yang terbaik. Persiapan venue, penginapan dan segala kebutuhan Porprov menjadi tanggung jawab tuan rumah.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyalakan api obor menandai pembukaan Porprov Kepri IV

Cabang-cabang olah raga itu ialah atletik, bola basket, bola volly, binaraga, biliard, bulu tangkis, bridge, catur, futsal, dayung, kempo, karate, renang, sepeda sport, sepak bola, sepak takraw, taekwondo, tarung drajat, panjat tebing, pencak silat, tenis lapangan, tenis meja, wood ball, motor, muay thai, judo, dan hapkido.

Sedikitnya 21 fasilitas olah raga, fasilitas umum, hotel, kantor instansi pemerintah, aula sekolah akan digunakan sebagai venue. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tanjungpinang Djasman SSos mengatakan, 26 cabang olah raga dilaksanakan di Tanjungpinang dan satu cabang olah raga lain, yakni biliard akan dilaksanakan di Staf Pool Cafe Kijang.

Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul SPd didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tanjungpinang Djasman SSos menyaksikan pertandingan bola voli.

Sementara Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul SPd saat melepas kontingan Tanjungpinang mengingatkan agar semua atlet yang bertanding menjunjung tinggi sportivitas.

Suksesnya penyelenggaraan Porprov Kepri IV mendapatkan pujian Gubernur Kepri H Nurdin Basirun. Ia mengaku puas atas peran Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah.

Sekda Kota Tanjungpinang Drs Riono ikut berparade bersama kontingen Tanjungpinang pada pembukaan Porprov Kepri IV.

“Saya berterima kasih kepada Walikota dan Wakilwali Kota Tanjungpinang beserta semua pihak yang terlibat di dalamnya,” ujar Gubernur, Sabtu, 1 Desember 2018 sore.

Jika ada kekurangan, kata Nurdin, merupakan hal wajar. Terbukti, meski dananya tak besar namun bisa terlaksana dengan sukses.

Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul SPd menerima obor yang akan digunakan untuk menyalakan api selama pelaksanaan Proprov Kepri IV.

Senada dengan Gubernur, Ketua Harian KONI Kepri Nur Syafriadi pun melihat Proprov Kepri IV yang dilaksanakan di Tanjungpinang sukses digelar. Kekurangan dan masalah yang sempat mengganjal adalah lumrah dalam setiap kegiatan. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Tumpah ruah masyarakat Ibu Kota Daik Lingga padati lapangan Sultan Mahmud Riayat Syah, Minggu, 25 Oktober 2018 malam. Mereka ingin menyaksikan langsung penampilan artis legendaris negeri jiran Malaysia, Izam EYE.

BACA JUGA

MT Desa Mepar Juara Shalawat Bersempenaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Kedatangan Izam EYE, artis papan atas era 80-an, jadi dambaan masyarakat Lingga, Khususnya yang berada di Daik. Bagaimana tidak, penyanyi yang lagunya cukup akrab di masyarakat selama ini, hanya bisa didengarkan di VCD. Namun di hari jadi Kabupaten Lingga, warga  dapat dilihat secara langsung.

lurah

Lurah Daik Lingga Aryanto

Panitia penyelenggara, Aryanto, Lurah Daik kepada mediakepri.co.id mengatakan, ide mendatangkan Izam ini melihat dari beberapa waktu lalu, ketika posting Malaysia datang ke Lingga, masyarakat begitu antusias, karna ini berkenaan dengan hari jadi kabupaten, jadi pas momentum untuk menghibur masyarakat.

BACA

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

‘Angin Surga’ Pemerintah Lingga untuk Mahasiswanya di Tanjungpinang

“Alhamdulillah tidak ada kendala yang begitu mengahambat mendatangkan artis Izam, hanya saja menyesuaikan jadwal waktu nampil, melalui dr Iskandar pakar tanjak melayu. Kami Kelurahan selalu berkoordinasi, apalagi secara hubungan emosional Daik Lingga dan Malaysia sudah terjalin sejak dahulu ,” ucapnya, Senin 26 November 2018.

Dikatakan Aryanto walaupun Lurah karna sebelumnya dirinya lebih sering terlibat di bidang entertainment, jadi untuk teknis tidak begitu sulit. tentu dengan semangat gotong royong, dibicarakan kepada kekerabatan RT/RW, ini semata hanya untuk menghibur, agar Daerah ini tidak sepi, lebih dikenal.

Sementara itu, tidak luput perhatian dari Pemerintah Daerah, yakni Dinas Kebudayaan, yang juga turut berpartisipasi kepada Kelurahan memberikan bantuan dari sesi Fasilitas maupun yang lain. (bran)