JADI

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H. TS Arif Fadillah meminta kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri segera mengusulkan peresmian proyek strategis dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau yang ke-16 Tahun 2018 ini.

Hal ini menurut Sekda sesuai dengan permintaan Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun. Sehingga pada perayaan Hari Jadi Provinsi Kepri kali ini disejalankan dengan pelaksanaan Groundbreaking dan peresmian proyek-proyek yang telah selesai. Selain itu juga ada ditampilkan proyek-proyek yang sedang dalam tahap penyelesaian.

Hal ini disampaikan Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah saat memimpin Rapat Persiapan Peresmian Proyek-Proyek Strategis Tahun 2018 di Ruang Rapat Lantai III, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa, 4 September 2018.

Arif mengatakan momentum Hari Jadi ini merupakan waktu yang tepat bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mempublikasikan dan memberitakan kepada seluruh masyakat Kepri. Dan hal ini juga sebagai bentuk pertanggungjwaban Pemerintah kepada masyarakat. Apa yang telah diperbuat oleh Pemerintah selama 3 tahun kepemimpinan Gubernur Kepri.

“Tujuan kita supaya nampak di mata masyarakat bahwa kita sudah bekerja dan telah banyak yang dibangun untuk masyakat,” Ujar Arif.

Selanjutnya Sekda memerintahkan Bappeda, Biro Pembangunan dan Biro Humas Protokol Setda Provinsi Kepri agar menghimpun data-data dari organisasi perangkat daerah, perihal proyek strateguis yang akan di groundbreaking, proyek strategis yang telah selesai dan proyek strategis sedang dalam pengerjaan. Semuanya dalam bentuk data-data dan audio visual.

“Untuk peresmiannya agar disiapkan prasasti dan proyek yang sedang dalam pengerjaan siapkan foto dan audio visual untuk ditampilkan saat upacara peringatan hari jadi Provinsi Kepri di Gedung Daerah pada 24 September 2018 nanti. Mari Kita siapkan segala sesuatu yang kurang untuk dilengkapi agar rencana peresmian proyek-proyek Strategis dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan,” Ujar Arif.

Adapun proyek yang akan di groundbreaking pada 24 September nanti oleh Gubernur Kepulauan Raiu diantaranya Pembangunan Infrastruktur Penataan Kawasan Pesisir Pantai Gurindam 12 Tanjungpinang, sedangkan proyek-proyek yang akan diresmikan atau dilaunching karena telah selesai 100 persen pengerjaannya diantaranya Peningkatan Jalan pada Pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau di Pulau Dompak, kemudian lanjutan dan peningkatan jalan Simpang KDA – Batam Centre Kota Batam, Peningkatan Jalan Bukit Leman – Trans Batubi – Tanjungkudu Sedanau (lanjutan) Kabupaten Natuna, Cathlab Angiography, RS. Jiwa Tanjung Uban, Pembangunan Jembatan I Dompak.

Sementara itu beberapa proyek yang masih dalam tahap pekerjaan yang akan dipublikasikan diantaranya Pembangunan Lapangan Sepak Bola Terbuka Dompak, Pembangunan beberapa USB SMAN di Batam dan Karimun, Peningkatan Jalan Adi Sucipto – Batas Kota Tanjungpinang, Peningkatan Jalan Simpang BNI – Simp. Underpass Pelita (Jl. Laksamana Pelita) Kota Batam (lanjutan), Peningkatan Jalan Coastal Area Kabupaten Karimun, Lanjutan, Peningkatan Jalan Temburun – Pasir Peti Kabupaten Anambas, Lanjutan, Pembangunan Pelabuhan Tanjung Uban, Pengembangan Pelabuhan dan Peningkatan Pelabuhan Pelantar I dan II, Pembangunan GOR Kecamatan Singkep Barat, Kab Lingga, Renovasi Pengecatan Rumah Penduduk di Teluk Keriting (Tanjungpinang), Pengadaan Bangunan Gedung untuk Pos Jaga (Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) di Kab Natuna, Karimun, Lingga dan Pembangunan Jalan Lintas Barat Kabupaten Bintan (***)

Sumber: humaskepri.id

KARIMUN

Minggu | 02 September 2018 | 8:00

Bupati Karimun Diperiksa 3 Jam di KPK, Jadi Saksi Kasus Ini

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Kabar diperiksanya Bupati Karimun, Aunur Rafiq di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 27 Agustus 2018 dibenarkan oleh Bupati Karimun.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan pemeriksaan dirinya di KPK adalah sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat pejabat Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo, sebagai tersangka.

BACA: Bupati Aunur Rafiq Dikabarkan Diperiksa KPK, Ada Apa Ya?

“Dapat saya sampaikan, kemarin saya dipanggil untuk diminta keterangan sebagai saksi dalam kasus dana perimbangan,” ujar Rafiq, Kamis, 30 Agustus 2018 saat diwawancarai di Hotel Aston Karimun.

Aunur Rafiq menyebutkan, kedatangannyan ke KPK sebagai warga negara yang baik. Kemudian memberikan keterangan yang sebenarnya.

Dijelaskan Rafiq, Kabupaten Karimun tidak tersangkut dalam kasus tersebut. Untuk mendapat dana perimbangan, Karimun telah melalui prosedur dan melengkapi segala syarat.

“Kita telah mengikuti prosedur. Pemkab Karimun mendapat dana perimbangan telah mengikuti prosedur dan syarat-syarat,” ujar Rafiq.

Dalam pemeriksaan di kantor KPK itu, Rafiq menyebut dirinya diperiksa selama tiga jam. Selama itu pula Ia menjelaskan bagaimana Kabupaten Karimun dalam mendapatkan dana perimbangan.

“Selama diperiksa saya telah sampaikan semuanya. Tapi yang jelas, intinya saya diminta sebagai saksi,” kata Aunur Rafiq. kmg/Parulian Turnip)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Bocah perempuan berinisial A viral di media sosial kondisinya memprihatinkan lantarak tak diberi makan oleh ayah tirinya, tubuhnya kurus kering. Foto bocah tersebut viral di media sosial.

foto A telah membuat masyarakat, khususnya warga Cianjur prihatin.

Apalagi sebuah keterangan di media sosial menyebutkan, bocah tersebut telah disiksa oleh ayah tirinya dan tak diberi makan. A selama ini tinggal bersama ayah tirinya, sementara ibu kandungnya sudah 3 bulan jadi TKI ke luar negeri.

Ayah tiri A pun kini telah diperiksa oleh Polsek Agrabinta Cianjur. Sementara A telah mendapatkan perawatan di RSUD Sayang Cianjur.

“Kondisi A memang sangat memprihatinkan bahkan tadi saat dijenguk tidak bisa berbicara,” kata Kapolres Cianjur AKBP Soliyah usai menjenguk A di RSUD Sayang Cianjur, Jumat, 27 Juli 2018.

Selain itu, dari hasil kunjungan, Soliyah mendapat keterangan, nenek dan paman A tak boleh menjenguk A.

Saat ditanyakan apakah benar, A mengalami kekerasan dari ayah tirinya, Soliyah belum bisa menyimpulkan.

Sebab, kasus ini masih diselidiki.

Pihak keluarga juga sempat menolak bertemu dengan siapan termasuk jajaran Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan awak media.

Menurut Ketua Bidang Advokasi P2TP2A Cianjur Lidya Indayani Umar, penolakan itu baru pertama kalinya dialami oleh P2TP2A.

Dia pun akan berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Cianjur untuk mencari tahu penyebabnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun Aunur Rafiq yang dicalonkan menjadi Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Karimun, memberikan tanggapannya. Bukan menolak, namun jika ada pihak yang lebih kompeten, Rafiq mempersilahkannya.

Aunur Rafiq mengatakan, Askab PSSI Kabupaten Karimun bersifat terbuka. Oleh karena itu, bagi pengusaha yang memiliki modal kuat ingin memimpin sah-sah saja.

“Kita dalam organisasi seperti ini terbuka, jangan tergantung oleh Bupati. Maka saya sarankan kalau ada pengusaha yang memiliki modal kuat ingin memimpin silahkan. Namun jika tidak ada yang maju, saya siap menjadi ketua dan wakil bupati sebagai nanti menjadi wakilnya,” kata Rafiq.

Dalam Muskab Asosiasi PSSI Kabupaten Karimun masa bakti 2018-2022, yang digelar di Gedung Nasional, Rabu, 4 Juli 2018 itu, Rafiq berharap dengan terbentuknya kepengurusan Askab PSSI Kabupaten Karimun ini, dapat mencetak program kegiatan turnamen sepak bola dengan klub-klub yang ada ke depannya semakin lebih baik.

“Kita harapkan dengan terbentuknya Askab PSSI ini dapat terhimpun dan memprogramkan kegiatan sepak bola yang ada di Karimun kedepannya dengan club-club yang ada semakin baik. Mulai dari pembinaannya, liganya juga akan kita susun. Ada liga daerah, jadi itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Rafiq berpesan agar Askab PSSI Kabupaten Karimun dapat menggandeng pihak-pihak swasta. Jika mengharapkan dana dari APBD akan berat.

“Kita juga harus menggandeng pihak-pihak swasta, karena kalau mengharapkan dana dari APBD berat. Gandeng pihak swasta ajak pengemar sepak bola untuk duduk bersama,” tambahnya. (kmg/riandi)

Obat ini bisa dikonsumsi dengan mudah oleh masyarakat luas.

MEDIAKEPRI.CO.ID – Diabetes melitus merupakan penyakit mematikan nomor tiga di Indonesia setelah stroke dan serangan jantung. Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan kencing manis.

International Diabetes Federation menyatakan di tahun 2014 terdapat 9, 1 juta kasus diabetes di Indonesia dengan prevalensi 5,81 persen. Jumlah penderita diabetes yang meninggal pada rentang usia 20-79 tahun di Indonesia berjumlah 176 ribu jiwa.

Pengendalian gula darah sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi dari diabetes. Hal inilah yang mendorong mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Fauziyyah Dityaningtiastuti melakukan penelitian ekstrak cacing Siphonosoma australe sebagai obat antidiabetes dan bisa dikonsumsi dengan mudah oleh masyarakat luas.

Penelitian ini di bawah bimbingan Prof Sri Purwaningsih dan Prof Ekowati Handharyani.

Siaran pers IPB yang diterima Republika.co.id menyebutkan, obat yang sering digunakan dalam terapi diabetes adalah terapi insulin dan Obat Hipoglikemik Oral (OHO).

Penggunaan obat tersebut dapat menimbulkan efek samping dan membutuhkan biaya yang mahal. Hal ini mendorong banyak orang untuk beralih pada pengobatan alami dalam mengatasi diabetes.

“Salah satu sumber alam yang memiliki potensi untuk dikembangkan untuk pengobatan diabetes adalah cacing laut Siphonosoma australe. Penelitian terdahulu menunjukkan cacing S. australe memiliki aktivitas antihiperglikemik dan dapat menurunkan rata-rata kadar glukosa darah saat diujicobakan pada tikus,” kata Fauziyyah.

Namun, ia menambahkan, pengembangan lebih lanjut mengenai potensi ini belum dilakukan.

“Ekstrak cacing Siphonosoma australe terbukti memiliki aktivitas antihiperglikemik. Saya mencoba memformulasikan ekstrak cacing ini dalam bentuk kapsul agar mudah dimanfaatkan,” ungkap Fauziyyah.

Fauziyyah melakukan penelitian dengan judul “Aktivitas Antihiperglikemik Kapsul Ekstrak Cacing Laut Siphonosoma australe pada Tikus Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Streptozotocin”. Dalam penelitiannya, Fauziyyah mengujikan kapsul ekstrak cacing S. australe ke hewan uji tikus galur Sprague Dawley.

Pengamatan dilakukan untuk melihat pengaruh cacing laut terhadap kadar gula darah, bobot badan, jumlah konsumsi air, SGOT, dan SGPT. Kapsul pada penelitian ini diformulasikan pada dosis 22,5 dan 45 miligram per kilogram berat badan.

Hasil penelitiannya menunjukkan ekstrak cacing S. australe memiliki kandungan bioaktif alkaloid, flavonoid, steroid, saponin, dan triterpenoid. Pengamatan kadar gula darah menunjukkan ekstrak S. australe dosis 45 miligram per kilogram per berat badan dapat menurunkan kadar gula darah tikus sebesar 117,33 mg/dL dan memperbaiki fungsi hati dengan nilai SGOT dan SGPT sebanyak 314 U/L dan 200 U/L.

Menurut Fauziyyah, kandungan senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak S. australe mampu menormalkan kerusakan yang ada di hati. Kandungan alkaloid dan flavonoidnya memiliki aktivitas hipoglikemik dan dapat menghambat kerja enzim alfa glukosidase sebagai antidiabetes.

Fauziyyah berharap hasil penelitiannya ini dapat menjadi sumber informasi bahan nutraseutika maupun farmaseutika. “Saya juga berharap penelitian ini bisa diaplikasikan untuk pengobatan diabetes,” tambahnya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kepolisian Sektor (Polsek) Sagulung mengungkap jaringan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pelaku ini mengintai kendaraan yang diparkirkan sembarangan.

Kapolsek Sagulung, AKP Yudha Suryawardana menyatakan ada dua orang pelaku curanmor yang ditangkap. Mereka adalah berinisial Is dan Mf. Keduanya ditangkap ditempat terpisah di hari yang sama.

“Keduanya ditangkap di hari yang sama di kawasan Mukakuning,” kata Yudha di kantornya, Sabtu, 19 Mei 2018 lalu.

Pengungkapan kedua tersangka spesialis pelaku curanmor ini setelah adanya laporan pencurian kendaraan bermotor dari warga Perumahan Buana Impian, Sagulung, Senin, 14 Mei 2018.

Menurut Yudha, modus kedua pelaku berkeliling mengincar kendaraan roda dua yang terparkir tanpa pengawasaan. Para pelaku juga mencari kendaraan yang terparkir tanpa mencabut kuncinya.

Kepada polisi, kedua pelaku mengaku baru enam kali beraksi di Batam. Mereka sebelumnya juga berhasil menggasak kendaraan dari kawasan RSUD Embung Fatimah, dan sejumlah kawasan di Nagoya.

“Para pelaku ini tinggal di Pulau, mereka jual hasil curian seharga Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per unit,” kata Yudha.

Kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman 7 tahun penjara. (andi/kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Joko Widodo (Jokowi) masih menempati urutan teratas sejumlah survei sebagai calon presiden pilihan rakyat di Pilpres 2019. Tingginya elektabilitas Jokowi karena perhatian pada rakyat, sudah ada bukti nyata dan berkepribadian bagus.

Berdasarakan hasil survei Roda Tiga Konsultan (RTK), Jokowi mengantongi 38,2 persen suara di atas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai lawan terkuat yang ada di angka 20,5 persen.

Jokowi juga menduduki urutan teratas untuk survei presiden dengan pilihan berdasarkan nama-nama yang ditawarkan. Meski masih di bawah 60 persen, elektabilitas Jokowi mencapai 48,2 persen disusul Prabowo 22 persen.

Direktur Riset dan Data TRK Rikola Fedri mengatakan dari survei dapat diketahui alasan responden memilih Jokowi.

“Ada tiga alasan, pertama perhatian pada rakyat, kedua sudah ada bukti nyata dan ketiga berkepribadian bagus,” kata Rikola dalam paparannya, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Mei 2018.

Untuk perhatian atau keberpihakan pada rakyat memiliki porsi penilaian 20,2 persen, kerja nyata 18,1 persen dan berkepribadian baik 10,8 persen.

Sementara untuk rival utamanya yakni Prabowo, alasan responden memilih karena tegas dengan porsi penilaian 37,6 persen, menginginkan pemimpin baru 8,8 persen.

Berdasarkan jenis pekerjaan, karakteristik responden yang memilih Jokowi berprofesi sebagai petani, peternak atau nelayan yang merupakan wong cilik dengan presentase 40,3 persen. Hal yang sama juga terjadi pada Prabowo di mana yang memilih juga merupakan golongan menengah ke bawah dengan presentase 28,2 persen.

Survei dilakukan secara nasional pada bulan April 2018 di 161 desa atau kelurahan di 34 provinsi di Indonesia dengan sample responden secara acak. (***)

sumber: metrotvnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Surastri Karma Trimurti, yang dikenal sebagai S.K. Trimuti atau S.K. Trimoerti sebagai Menteri Tenaga Kerja (Menaker) pertama di Indonesia dari tahun 1947 sampai 1948 di bawah Perdana Menteri Indonesia Amir Sjarifuddin.

Wanita kelahiran di Solo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, 11 Mei 1912 ini adalah guru, wartawan dan penulis yang mengambil bagian dalam gerakan kemerdekaan Indonesia terhadap penjajahan oleh Belanda.

S.K Trimurti pernah menempuh pendidikan di Noormal School dan AMS di Surakarta. Kemudian melanjutkan studinya di Jurusan Ekonomi, Universitas Indonesia (UI). Dia menjadi aktif dalam gerakan kemerdekaan Indonesia selama tahun 1930, secara resmi bergabung dengan nasionalis Partindo (Partai Indonesia) pada tahun 1933, tak lama setelah menyelesaikan sekolahnya di Tweede Indlandsche School.

Trimurti memulai kariernya sebagai SD guru setelah meninggalkan Tweede Indlandsche School. Dia mengajar di sekolah-sekolah dasar di Bandung, Surakarta dan Banyumas pada 1930-an. Namun, dia ditangkap oleh pemerintah Belanda pada tahun 1936 untuk mendistribusikan anti-kolonial leaflet s. Trimuti dipenjara selama sembilan bulan di Penjara Bulu di Semarang.

Trimurti beralih karier dari mengajar ke jurnalisme setelah dia dibebaskan dari penjara. Dia segera menjadi terkenal di kalangan jurnalistik dan anti-kolonial sebagai wartawan kritis. Trimurti sering digunakan berbeda, disingkat nama samaran dari nama aslinya, seperti ‘Trimurti atau Karma’, dalam tulisan-tulisannya untuk menghindari ditangkap lagi oleh pemerintah kolonial Belanda.

Selama karier laporannya, Trimurti bekerja untuk sejumlah surat kabar Indonesia termasuk Pesat, Genderang, Bedung dan Pikiran Rakyat. Dia menerbitkan Pesat bersama suaminya. Dalam era pendudukan Jepang, Pesat dilarang oleh pemerintah militer Jepang. Dia juga ditangkap dan disiksa.

Trimurti, yang adalah seorang advokat terkenal hak-hak pekerja, diangkat sebagai pertama di Indonesia Menteri Tenaga Kerja di bawah Perdana Menteri Amir Sjarifuddin. Dia bertugas dalam kapasitas yang dari tahun 1947 sampai tahun 1948. Dia berada di Eksekutif Partai Buruh di Indonesia, dan memimpin sayap wanitanya.

Dia ikut mendirikan Gerwis, sebuah organisasi perempuan Indonesia, pada tahun 1950, yang kemudian berganti nama sebagai Gerwani. Dia meninggalkan organisasi pada tahun 1965. Dia kembali ke perguruan tinggi ketika ia berusia 41 tahun. Dia belajar ekonomi di Universitas Indonesia. Dia menolak janji untuk menjadi Menteri Sosial pada tahun 1959 dalam rangka untuk menyelesaikan gelar sarjana.

Trimurti adalah anggota dan penandatangan Petisi 50 pada tahun 1980, yang memprotes Soeharto penyalahgunaan Pancasila terhadap lawan politiknya. Para penandatangan Petisi 50 termasuk pendukung kemerdekaan Indonesia terkemuka serta pemerintah dan pejabat militer, seperti Trimurti dan mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

S. K. Trimurti meninggal pada 06:20 pada tanggal 20 Mei 2008, pada usia 96, di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD) di Jakarta, Indonesia setelah dirawat di rumah sakit selama dua minggu. Dia telah gagal dalam kesehatan dan terbatas ke kamarnya untuk tahun sebelumnya. Menurut anaknya, Heru Baskoro, Trimurti meninggal karena vena yang rusak. Dia juga telah menderita rendah hemoglobin level dan tekanan darah tinggi.

Sebuah upacara menghormati Trimurti sebagai “pahlawan untuk kemerdekaan Indonesia” digelar di Istana Negara di Jakarta Pusat. Dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. (***)

sumber: wikipedia.org

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Dalam hitungan hari, umat Muslim di seluruh dunia akan memasuki Ramadan 1439 H, Segala persiapan menyambut datangnya bulan suci ini pun dilakukan.

Termasuk persiapan fisik.

Salah satu yang dijaga adalah kesehatan kulit.

Agar tetap terlihat cerah saat berpuasa, artis berparas anggun Dewi Sandra membeberkan rahasianya.

“Tips dari aku pakai minyak zaitun. Minyak zaitun itu sangat membantu biar selalu segar. Bisa dioles di muka, diminum juga boleh, bagus ya,” ungkap Dewi Sandra saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 9 Mei 2018.

Bintang film ‘Ayat-ayat Cinta 2’ ini terbiasa meneguk minyak zaitun saat sahur atau berbuka puasa.

Ia juga mengoleskan cairan itu ke wajah agar kulitnya tetap kenyal dan tidak kering.

“Kalau minyak zaitun setiap pagi satu sendok teh bisa diminum pas sahur pas mau buka juga boleh 1 sendok teh itu melancarkan pencernaan. Sama kalau di muka aku biasanya malam,” terang Dewi Sandra sambil membenarkan kerudung putihnya.

Ternyata bukan alasan jika Dewi Sandra mengandalkan minyak zaitun untuk kecantikan selama puasa.

Artis yang sekarang banyak terlibat dalam kegiatan dakwah Islami ini rupanya mengamalkan sunah Rasul.

“Ya itu semua sunah-sunah yg dianjurkan oleh Rasul ternyata manfaatnya banyak sekali sama seperti kurma dan madu. Itu juga bagus banget untuk membunuh sel-sel kanker,” imbuhnya.

Dewi Sandra menggarisbawahi pentingnya menguatkan niat selama berpuasa di bulan Ramadhan. Jika sudah niat, katanya, seseorang akan sulit untuk tergoda nafsu.

“Awali dengan doa dan Bismillah. Niatnya harus diluruskan memang, kalau niatnya sudah enggak benar pasti ada alasan untuk batal,” katanya sambil tertawa. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kapuashulu – Seorang nenek berusia 58 tahun, bernama Senah nyaris kehabisan darah setelah lehernya digorok orang tak dikenal di rumahnya sendiri Desa Nanga Boyan, Kecamatan Boyan Tanjung, Jumat, 4 Mei 2018 pukul 03.00 WIB.

Diduga Senah merupakan korban tindak pidana pencurian dan kekerasan. Saat ini korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Derah Putissibau.

Kronologis kejadian, sekitar pukul 03.00 WIB, korban terbangun dari tidur karena hendak buang air kecil ke WC yang terletak di dalam rumah .

Pada saat korban hendak masuk ke dalam WC, korban melihat ada seseorang yang tidak dikenal dengan wajah tertutup bersembunyi di dalam WC.

Lalu korban bertanya kepada orang tersebut, sedang apa disini.

Tanpa menjawab pertanyaan korban, pelaku langsung menggorok leher korban.

Kemudian korban berlari ke kamar kakak iparnya yaitu H Hajis.

H Hajis terbangun dan kaget, kerena korban telah bersimbah darah.

H Hajis bertanya kepada korban apa yang terjadi.

Korban mengatakan kepada pelapor bahwa di dalam WC ada orang yang tidak dikenal hendak membunuhnya.

Mengetahui hal itu H Hajis, dan saksi yang merupakan adik kandung korban langsung berteriak minta tolong.

Tak lama kemudian tetangga pelapor berdatangan ke rumah pelapor.

Setelah itu dicek ke dalam WC tetapi pelaku sudah tidak ada, dan ternyata penutup lantai tempat pembuangan sampah yang tembus ke bawah telah terbuka.

Pukul 06.45 WIB, korban dibawa ke Puskesmas Boyan Tanjung, dan selanjutnya pukul 08.15 WIB korban di rujuk ke rumah sakit di Putussibau.

Untuk mengetahui kejadian sebenarnya, Tribun sudah berusaha mengkonfirmasi ke pihak Kepolisian, namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sempat mendampingi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat kampanye konservasi lingkungan. Warga yang melihat Susi, sontak memanggilnya dengan sebutan cawapres.

Teriakan itu sempat terdengar saat Susi berkunjung ke RW 10 Margorukun, Kelurahan Gundih, Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 29 April 2018 siang. Teriakan kepada Susi sebagai cawapres terjadi sejak ia turun dari mobil.

Susi lantas merespons teriakan warga. Ia malah menunjuk Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang dinilainya pantas jadi cawapres untuk Joko Widodo.

“Cawapresnya itu. Bu Risma ini lho Cawapresnya,” kata Susi sambil menunjuk ke Risma yang ada di depannya.

Susi sempat tidak mau menanggapi teriakan warga saat Megawati berpidato di atas panggung. Saat itu diteriaki ‘Susi Cawapres’, Susi hanya mengangkat jari telunjukknya ditempelkan di bibirnya seolah memberikan tanda jangan berisik.

Sebelumnya, Jokowi menggoda Susi soal cawapres 2019. Sang menteri pun menyambut dengan sinyal kesiapan. Nama Susi ternyata masuk bursa cawapres Jokowi dari PDIP, bersama sejumlah tokoh lainnya.

Wasekjen PDIP Ahmad Basarah menyebutkan sejumlah nama yang belakangan santer dipasang-pasangkan dengan Jokowi. Selain Susi, ada nama eks Ketua MK Mahfud MD, Ketum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Jimly Asshiddiqie, dan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Sejak Januari hingga April 2018, terdapat enam kasus tindak kejahatan yang dialami anak-anak di bawah umur. Keenam kasus yang tersebut diantaranya tindak pencabulan dan persetubuhan.

Hal tersebut diketahui berdasarkan data dari kasus-kasus yang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satuan Reserse Kriminal Polres Karimun.

“Lp yang masuk ada enam. Dua diantaranya kasus pedopil. Satu kasus dengan tersangka Zu sudah P21. Sedangkan satu lagi sudah selesai tahap satu dan akan ke tahap dua,” kata Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara melalui Kanit II Unit PPA, Ipda Mega Satriatama.

Selain korban anak, dalam empat bulan pertama tahun 2018 ini satu anak menjadi pelaku tindak kejahatan, yakni kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sementara seorang perempuan menjadi korban kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Satu anak terlibat kasus curanmor dan satu wanita menjadi korban kasus KDRT. Untuk anak sebagai pelaku ini sudah kita damaikan dan telah menjalani proses diversi,” terang Mega.

Sementara pada tahun 2017, Unit PPA Satreskrim Polres Karimun menangani 16 kasus yang melibatkan anak sebagai korbannya. Anak-anak tersebut menjadi korban di kasus pencabulan dan persetubuhan.

Sedangkan anak yang terlibat sebagai pelaku di tahun 2017 berjumlah sebanyak 16 kasus. Anak-anak tersebut menjadi pelaku tindak curanmor, penganiayaan dan pencurian. (kmg/ian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sebelum tertangkap, Hendri (34), saat beraksi begitu berani. Seakan gagah ketika melihat calon korbannya. Dan tidak pernah membayangkan dirinya ketika tertangkap petugas.

Setelah beberapa kali beraksi, kejahatannya terhenti. Saat tertangkap, gagah berani ketika berhadapan dengan korbannya sirna seketika. Bahkan, ia terus meraung-raung setelah satu butir peluru menembus kakinya.

Ketika dibopong anggota Jatanras Polresta Barelang, Hendri masuk ke ruang pemeriksaan dengan salah satu kaki berbalut perban dan diseret, karena tak kuat menahan perih kalau diinjakkan ke lantai.

Ia pun ngelepos duduk di lantai sembari memijat-mijat kakinya yang dibalut. “Sakit bang, nyeri,” katanya setengah meringis nahan sakit. Hendri mengaku baru ditangkap Rabu, 25 April 2018 pagi. Kesalahannya, karna menjembret hape seorang wanita di daerah Nagoya.

“Jambret bang, dua minggu lalu,” jawabnya dengan nada sedih seakan minta dihiba.

Sehari-hari, Hendri berkerja sebagai pengojek. Uang hasil jerih payahnya ternyata tak cukup untuk menghidupi keluarganya yang dikarunia empat orang anak yang masih kecil-kecil.

“Anak saya paling besar 9 tahun, yang paling kecil masih bayi, 11 bulan,” akunya dengan wajah tertunduk ke lantai.

Sebagai pengojek, penghasilan Hendri sehari kadang tak sampai Rp100 ribu. Uang seadanya itu selain untuk makan, biaya jajan anak-anak, juga untuk bayar kamar kos-kosan tempatnya berteduh bersama keluarga.

“Dari 2005 saya merantau di Batam, dulu kerja serabutan, sudah tiga tahun ini ngojek, tapi makin lama, makin sedikit hasilnya,” papar pria bertubuh sedang ini.

Ia mengaku nekad menjambret lantaran pembayaran kos-kosannya sudah jatuh tempo.

“Kalau tak dibayar, dimana kami mau tinggal, sementara uangnya tak ada, makanya saya jambret,” sambungnya.

Hendri mengaku sangat menyesal melakukan hal tersebut, ia sedih karena mulai malam ini, ia tak bisa lagi menemani anak-anaknya belajar dan menggendong bayinya yang imut-imut. Ya, akibat perbuatannya itu, Hendri harus pasrah tidur di kamar barunya, di hotel Predeo Polresta Barelang. (kmg/andi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri sejumlah agenda kenegaraan. Menghadiri agenda ini yang menarik dan menjadi perhatian adalah sejumlah wanita yang mengikuti langkah Jokowi.

Dalam kegiatan ini, Jokowi dikawal oleh para anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) wanita. Ada beberapa Paspampres wanita yang mengenakan setelan jas warna hitam, menenteng alat perlengkapan untuk pengawalan Presiden Jokowi.

Paspampres wanita mengawal Jokowi melakukan pengamanan pada kegiatan Jokowi melakukan pelepasan ekspor perdana Mitsubishi Xpander di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Di hari yang sama, Paspampres wanita yang tampil elegan mengenakan setelan jas dan kacamata hitam. Presiden juga menghadiri Apel Bersama para prajurit wanita TNI, Polri dan segenap komponen bangsa. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Menyongsong satu tahun Pemilu serentak pada 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun menggelar pagelaran seni dan budaya di panggung Putri Kemuning, Coastal Area, Sabtu, 21 April 2018 malam.

Dalam sambutannya, Ketua pelaksana penyelenggara, Dwi Ajeng mengatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak 500 peserta, baik dari Instansi-instansi, Partai Politik (Parpol), Pelajar dan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi dalam persiapan pemilu 2019 yang akan datang. Acara ini diikuti sebanyak 500 peserta. Semoga melalui kegiatan ini mampu membangun dan meningkatkan optimisme dalam mengikuti pemilu,” kata Dwi.

Selain itu, menurut Ketua KPUD Kabupaten Karimun, Ahmad Sulton menyebutkan bahwa satu tahun ke depan merupakan sebuah perjuangan yang berat dalam menyongsong momen penting yakni, pemilu serentak pada 17 April 2019 yang akan datang.

“17 April 2019 mendatang, merupakan momet penting bagi seluruh Indonesia, dimana kita akan melakukan pemilu serentak. Baik pemilihan Presiden, DPR, DPRD, DPD. Oleh karena itu kami melakukan mulai dari memverifikasi partai politik serta melakukan penataan serta pendataan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Untuk Kabupaten Karimun, ada 12 Kecamatan yang akan dilakukan pendataan, dengan harapan melebihi target dalam pemilihan yang telah ditargetkan sebanyak 77,5 persen oleh KPU RI.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karimun, Aunur Rafiq memberikan apresiasi terhadap acara yang diselenggarakan oleh KPU, dengan memulai tahapan-tahapan menjelang pilkada serentah nantinya.

“Pemerintah Daerah mengucapkan Apresiasi dengan adanya acara ini. KPU telah memulai tahapan-tahapan yang akan memudahkan dalam Pemilu nanti, dan sekarang sudah masuk dalam tahap pendataan,” kata orang nomor satu di Bumi Berazam itu.

Rafiq menambahkan Pemerintah Daerah akan selalu menggandeng KPU dan membantu dalam segala sesuatunya. Karena sudah kewajiban Pemerintah Daerah untuk membantu KPUD. Menurutnya, ke depan akan semakin berat dan dituntut kinerja yang lebih baik lagi.

Rafiq berharap, dalam menyongsong satu tahun Pemilu serentak 2019, berjalan dengan baik meski beragam warga yang ada, karena dengan keberagaman warna tersebut bisa menjadi kekuatan di Kabupaten Karimun.

“Dengan beragam warna, jangan jadikan perpecahan, jadikan kekuatan bagi kita semua di Kabupaten Karimun ini, agar menjadi Harmonis dan Indah,” ujarnya. (kmg/riandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan publik.

Setelah heboh profil artis tampan Daniel Mananta dalam soal ujian bahasa Inggris, kini beredar soal ujian yang benar-benar buat kaget.

Dalam soal ujian yang tertulis tanggal 19 April 2018 tersebut, publik dibuat terkejut dengan salah satu soal.

Dimana pertanyaan dalam soal tersebut amat disayangkan muncul dalam sebuah ujian, terlebih ujian SMP.

Dimana para pelajar tingkat SMP masihlah anak-anak yang baru beranjak remaja.

Yang mana masih membutuhkan banyak pembelajaran dan juga bimbingan, terlebih dalam mengenal seks.

Begitu disayangkan, pertanyaan yang muncul disoal tersebut membahas tentang seks.

Terlihat soal nomer 25 ini menanyakan tentang tempat untuk seks bebas.

“Berdasarkan hasil penelitian, tempat yang paling banyak digunakan untuk melakukan seks bebas adalah di . . .

A. Rumah
B Taman
C. Mobil
D. Hotel”

Pelajar SMP yang usianya masih sekitaran 12 hingga 15 tahun ini dihadapkan dengan soal yang tak semestinya.

Tak hanya untuk pelajar tingkat SMP saja, pertanyaan seperti ini pun tidak sepantasnya muncul dalam soal ujian.

“Yang lagi viral di group WhatsApp nih lamisers

Soal ujian lagi

Kali ini soal Ujian Sekolah tingkat SMP

Yang bikin soal uda kehabisan bahan apa gimana

Susah banget jawabannya

Mintje nggak sanggup mikirnyaaa

Kira kira apa jawabannya nih lamisers” tulis akun Lambe Lamis. Berikut tanggapan netizen, terkait munculnya soal tersebut di ujian tingkat SMP.

@novakayla.nk, “Ini koo soal ujiam kaya gini.. apa gak di saring2 dulu ya kalo buat pertanyaan..”

@nanda_sav, “Itu yang buat soal gila atau gimana?? Anak SMP ditanyain kaya begituan”

@vty89, “pendidikan seks memang penting.. tapi kalo soalnya kayak gitu, kan ngga relevan.. kenapa ngga bagaimana cara menjaga kebersihan reproduksi, misalnya.. kan tiap anak pasti tahu.. kalo soal ini ??? tiap anak jadi pengen tahu, naudzubillah amot²..”

@fitriumanah28, “Udah rusak moral anak bangsa sekarang yang bikin soal kok ngga berbobot sekali”. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) Natuna menyadari bahaya laten peredaran gelap narkotika. Untuk itu, mereka terpangil untuk berperan aktif melakukan Pencegahan, Pemberantasan, penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Mhd Rikyrinovsky dari JJI Natuna mengatakan di dunia semakin maju, begitu mudah untuk mendapatkan berbagai jenis narkotika, seperti daun ganja kering siap pakai, sabu, heroin dan sejenisnya. Bahkan untuk di Kepri, masyarakat Indonesia dan Kepri khususnya dikejutkan dengan pengungkapan ribuan kilogram narkoba jenis sabu.

Lebih jauh dikatakannya, apalagi saat ini ada juga para pemimpin terlibat sebagai pemakai dan pengedar barang haram (narkotika) ini. Dan semuanya itu, bukan rahasia umum, karena sudah ada yang tertangkap. Mulai dari oknum aparatur negara seperti PNS, POLRI dan para pengusaha bahkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Bila kita lalai dari sekarang untuk mengawasi generasi penerus, akan jadi apakah kelak negeri ini?,” ujarnya dengan nada bertanya

Untuk itu, katanya, JJI Natuna akan terus menyatakan perang terhadap narkoba. Dan dalam waktu dekat, katanya, akan melakukan sosialisasi bahaya narkoba ini yang dikemas berupa talk show.

Dalam kegiatan ini akan pihak kompeten sebagai narasumber diantaranya  Kepala BNN Kepri,Brigjen Pol Richard Nainggolan, Danlanal Ranai, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, Kajari Natuna, Juli Isnur, Dandim 0318 Natuna, Letkol Inf Yusuf Rizal serta Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Rizal Runaldi.

“Talk Show anti narkoba ini, akan berlangsung pada tanggal 25 April 2018 di Gedung Sri Srindit Ranai. Mohon dukunganya agar kegiatan tersebut berjalan lancar,” ujar Rikyrinovsky panitia pelasana , Kamis, 19 April 2018.

 

Hal senada di katakan Sirojuddin panitia penyelengara, tujuan yang akan dicapai dalam pelaksanaan talk show anti narkoba , tidak lain untuk memberikan pengetahuan kepada pelajar tentang bahaya narkoba.

Selain itu, juga akan dibentuk beberapa relawan di Sekolah -sekolah khususnya anak-anak SMA yang duduk di kelas II.

“Para relawan dibentuk bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang bahaya narkoba. Mereka nanti juga akan kita bimbing diberi pelatihan disetiap sekolah. Ada delapan sekolah yang menjadi target utama kita. Diantaranya, SMA 1, SMA 2, MAN 1, SMK Migas, dan beberapa Sekolah SMA lainya”, jelas Siro.

Semua pelajar tersebut, sambung Siro akan diundang pada acara Talk Show nanti. Disaat acara berlangsung juga akan di adakan deklarasi bersama peran pemuda dalam memerangi penyalah gunaan dan bahaya narkoba.

Pelajar ,Mahasiswa Para Pemuda di Natuna harus siap menjadi garda paling depan dalam memerangi narkoba.

Selain itu pelajar dan mahasiswa juga harus siap menjadi orang yang bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.

Tema yang diangkat dalam Talk Show ialah “Narkoba Musuh Kita Bersama”,” pungkas Siro.(rilis)