JADI

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus seleksi setidaknya harus mengabdi selama 10 tahun di instansi atau daerah yang mereka pilih.

Apabila lulus di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun maka harus bertahan dan baru dapat pindah ke daerah lain setelah 10 tahun dilantik. Jika hal tersebut dilanggar maka dapat diberhentikan sebagai pegawai negeri.

BACA JUGA

Ingat… Ini Lima Warna Surat Suara Pemilu 2019

Pola Swakelola Cetak Sawah di Lingga dan Natuna

Hal tersebut ditegaskan Kabid Mutasi, Pengadaan dan Informasi BKPSDM Kabupaten Karimun, Kiki Rahmadi saat kegiatan pembekalan pemberkasan CPNS di Gedung Nilam Sari belum lama ini.

“Jadi jangan berpikiran dapat pindah. Kalau di bawah 10 tahun ingin pindah maka diberhentikan. Ini ada aturannya,” kata Kiki.

Dijelaskan Kiki, aturan itu telah diatur dalam Peraturan Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2018.

KNPI Berdoa dan Kenang Musibah Jemaja

Yaitu tentang kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 atau Permenpan Nomor 36 Tahun 2018.

“Jadi dengan adanya aturan itu, pegawai yang belum mengabdi 10 tahun belum dapat mengajukan surat pindah,” jelasnya. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun
memasuki 2019, silaturahmi menjadi salah satu kekuatan. Semua itu dalam mencapai terwujudnya perubahan dan keberhasilan pembangunan.

“Dengan silaturahmi dan menjalin kedekatan bersama masyarakat, kita dapat terus menemukan berbagai formulai bagi tercapainya keberhasilan pembangunan,” ucap Nurdin usai melakukan kunjungan kerja ke Desa Selat Mie, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Selasa, 1 Januari 2019 malam.

Edy Birton Gantikan Asri Agung sebagai Kejati Kepri

ibuan WNA Diberikan Izinkan Tinggal di Karimun, Kepri

Dalam kunjungannya tersebut Nurdin langsung disambut dan dikerumuni oleh masyarakat setempat. Nurdin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menanyakan kepada mereka apa hal yang dibutuhkan dan masih kurang dimiliki desa.

“Nanti kita akan koordinir agar setiap bantuan dapat digunakan semaksimal mungkin untuk peningkatan taraf hidup masyarakat,” lanjut Nurdin.

Tak lupa di sela-sela sesi tanya jawab bersama masyarakat, Nurdin melihat dan ikut bermain bola kaki bersama pemuda tempatan. Sambil bertanya keberadaan lapangan tersebut. Nurdin kemudian mengumpulkan pemuda semuanya yang berada di sekitar. Dalam kebersamaan Nurdin tanya jawab tentang pendidikan.

Usai Kenaikan Pangkat, Kapolda Kepri Lantik Dirintelkam

Pabuk Terjang Natuna dan Anambas, Warga Diminta Waspada

10 Hari Operasi Lilin, 14 Kasus Menonjol di Kepri Diungkap

“Sekolahlah baik-baik, jangan bikin sedih orang tua ya, untuk yang fokus dibidang olah raga. Pacu terus fisik agar nanti bisa bergabung dengan Kepri Jaya. Jangan sekali-kali mencoba ataupun memakai narkoba,” pesan Nurdin.

Nurdin juga menyumbangkan dua stel baju tim bola kaki dan tim bola voli dan juga bola kaki sebanyak 10 buah dan bola voli 10 buah untuk latihan.

Setelah itu, Nurdin menunaikan shalat Magrib di Masjid At Taslih. Dalam tausyiahnya, Nurdin menyampaikan semakin bertambahnya waktu tentu berjalannya umur akan berkurang. Untuk itu, Nurdin mengajak jamaah untuk meningkatkan iman dan taqwa dan dekat kan diri kepada Allah SWT serta perbanyak bersholawat Nabi Muhammad SAW.

“Mari kita bekerja dengan akhlak dan niat panutan Rasullah, dan jangan langgar perintah Allah. Maka perjalanan kita akan lurus,”ujar Nurdin.

Wagub Kepri Ajak Pegawai di Penghujung Tahun untuk Intropeksi Diri

Nurdin melanjutkan, dengan keberkahan dan masuknya tahun 2019 marilah pribadi untuk bermuhasabah, agar ke depan niat dan tindakan terarah sesuai ajaran Islam. Dengan bentuk jalin silaturahmi karena semua bersaudara.

Nurdin juga mengingatkan kepada anak-anak agar patuh terhadap orang tua yang terkhusus ibu. Karena doa ibulah anak-anak selamat mengapai cita cita dan patuh ke ibu surga menanti kita.

Budayakan Zikir, Nurdin: Jaga Bencana Alam dan Bencana Sosial

“Saye sangat percaya kepada anak-anak pulau, banyak yang pintar dan berani menuju masa depan dan akhlak yang mulia,” tutup Nurdin. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID. Lingga – Teknologi terus berkembang dengan pesat. Untuk mengikuti setiap perkembangan dunia digital tersebut, jaringan internet jadi syarat utama.

Perkembangan ini jadi hal yang bertolak belakang di Kecamatan Posek. Salah satu kecamatan di Kabupaten Lingga ini, masyarakat kesulitan dalam mengakses internet karena lemahnya jaringan.

PBB Saksikan Belanda Serahkan Kekuasaan ke Indonesia

Menelusuri Negeri Hang Tuah, Melaka sebagai Wisata Sejarah

Padahal, Kecamatan posek wilayah yang potensial secara geografis. Tetapi, masyarakat kecamatan yang terdiri dari tiga desa, yakni Desa Busung Panjang, Desa Posek dan Desa Suak Buaya mempunyai satu suara untuk kesulitan sinyal.

“Sinyal disini sangat susah. Kalau mau cari sinyal, kite nak naek ke pokok kelape atau diujung pelabuhan,” kata Ryan, seorang warga Posek dengan logat melayunya yang kental.

Dikatakannya, komunikasi merupakan hal yang penting. Mengingat zaman Sekarang, tambahnya, sudah semakin maju dan berkembang dengan luas. Tetapi, lanjutnya, di Posek masih dipersulit dengan masalah jaringan internet yang susah.

Pembebasan Lahan Asrama Mahasiswa Lingga di Pinang

“Kami harap pemkab dapat memperhatikan hal ini. Karena akses Informasi yang susah, masyarakat jadi susah berkomunikasi,” katanya mengakhiri. (bran)

mahasiswa lingga di pinang kecewa

HEADLINE

Selasa | 18 Desember 2018 | 11:59

Tingginya Angka Kemiskinan Lingga Jadi Perhatian Mahasiswanya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pinang – Angka kemiskinan di Lingga yang tinggi dibandingkan kabupaten/kota di Kepri memicu reaksi sejumlah mahasiswanya.

“Publikasi tahunan statistik daerah memperlihatkan, tingkat kemiskinan di Kabupaten Lingga paling tinggi di Provinsi Kepulaun Riau yaitu sekitar 13,84 persen di tahun 2017. Angka ini berbeda jauh dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepri yang angkanya tidak sampai 10 persen,” kata Ramadhani, mahasiswa Lingga di Pinang kepada mediakepri.co.id.

Danrem Dampingi Pangdam Tinjau Pangkalan Kapal di Natuna

Gandeng Belanda, Lion Air Rogoh Rp38 M untuk Pencarian

Disebutkannya, tingginya angka ini harus mengambil langkah nyata dalam mengentasnya. Untuk kedepan, katanya, pemerintah merancang perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran. Lalu, tambahnya, untuk penetapan sasaran itu sendiri harus diperbaiki.

“Memperbaiki penetapan sasaran, agar lebih banyak menyentuh penduduk miskin,” sebutnya.

Lalu lebih jauh disebutkannya, pemerintah harus mengoptimalkan pembangunan yang lebih prioritas. Dan selanjutnya, program yang dimainkan untuk bidang perekonomian harus memberdayakan usaha kelas bawah dan menengah.

Ketidaksempurnaan Fisiknya, Pasutri Ini Jalani Hidup dengan Sempurna

Dikatakannya, kKemiskinan sebuah kondisi kekurangan yang dialami seseorang atau suatu keluarga. Kemiskinan telah menjadi masalah yang kronis karena berkaitan dengan kesenjangan dan pengangguran. Walaupun kemiskinan dapat dikategorikan sebagai persoalan klasik, tetapi sampai saat ini belum ditemukan strategi yang tepat untuk menanggulangi masalah kemiskinan, sementara jumlah penduduk miskin tiap tahunnya meningkat.

Walaupun kemiskinan dapat dikategorikan sebagai persoalan klasik, katanya, tetapi sampai saat ini belum ditemukan strategi yang tepat untuk menanggulangi masalah kemiskinan dan merumuskan kebijakan anti kemiskinan, sementara jumlah penduduk miskin tiap tahunnya meningkat. Ketidakberhasilan itu, katanya lebih jauh, kiranya bersumber dari cara pemahaman dan penanggulangan kemiskinan yang selalu diartikan sebagai sebuah kondisi ekonomi semata-mata.

Ucapan Terima Kasih Dandim Kepada Seluruh Anggota

Dijelaskannya, mengatasi kemiskinan pada hakekatnya merupakan upaya memberdayakan orang miskin untuk dapat mandiri, baik dalam pengertian ekonomi, budaya dan politik. Penanggulangan kemiskinan tidak hanya dengan pemberdayaan ekonomi, akan tetapi pemberdayaan politik bagi lapisan miskin, sesuatu yang tidak dapat terelakkan, kalau pemerataan ekonomi dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan sosial seperti yang dikehendaki.

“Kami meminta agar Pemkab dapat mengambil Solusi terkait problem ini,” katanya berharap. (ryan)

telaha inspirasi

INSPIRASI

Senin | 10 Desember 2018 | 3:09

Jadikanlah Hatimu Bagai Sebuah Telaga

MEDIAKEPRI.CO.ID – Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan raut muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan.

BACA JUGA

Kepri Bebas Sampah, Gabriel Ingin Jadi Insprirasi

Dianugerahi Santri of the Year, Ini Kata Gubernur Kepri

Kata Bijak 9 Tokoh di Dunia, Ke-9 Penuh Inspirasi dan Bangun Motivasi

“Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.

“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu.

Bangun Regenerasi, GMNI Komisariat Stisipol Rekrut Anggota

“Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.

“Segar.”, sahut tamunya.

“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.

“Tidak”, jawab si anak muda.

Peringatan HAK, Generasi Milenial Jadi Sasaran Kejaksaan

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.

“Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama,” katanya.

“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

Pemerintah dan Pengusaha Bertemu, Ada Titik Temu Rimba Jaya

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Kampung Tua Penagi, Bukan Kampung Biasa

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa. (iphincow.com)

Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menyisir kaum milenial dalam peringatan Hari Anti Korupsi (HAK) yang dirayakan, hari ini, Senin, 10 Desember 2018 pagi. Soalnya, generasi ini yang akan menjadi pemimpin bangsa ini.

Dalam perayaan kegiatan HAK ini, kejaksaan juga menghadirkan group musik lagendaris yang menggandrungi jenis musik rock. Dimana group musik yang namanya meramaikan kasanah dunia musik di Indonesia ini selalu giat membrantas korupsi lewat lagu-lagunya.

BACA JUGA

Gabriel Lema Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi

Beri Pelayanan yang Maksimal dan Cegah Tindakan Korupsi

Perkuat Ekonomi Daerah, Jangan Ada Kompromi untuk Korupsi

Konsep peringatan Hari Anti Korupsi kali ini, ditujukan kepada kaum milenial yang akan menjadi penentu masa depan bangsa. Bagaimana menanamkan paham anti korupsi kepada generasi milenial.

“Tujuan kami adalah bagaimana kita menanamkan paham anti korupsi kepada para generasi milenial. Karena ditangan mereka 10 atau 20 tahun ke depan memimpin bangsa ini. Dengan musik cara yang paling mudah untuk dekat dengan kaum milenial,” kata Kepala.Kejaksaan Negeri Batam melalui Kasi Pidana Umum, Filpan Dermawan Laia M.H, Minggu, 9 Desember 2018 sore.

Pemerintah dan Pengusaha Bertemu, Ada Titik Temu Rimba Jaya

Kejari Batam berkomitmen untuk menanamkan jiwa anti korupsi kepada kaum milenial melalui musik.
Dengan Tema “Kaum Milenial Mendukung Anti Korupsi”,.

Disamping itu, kegiatan lainnya yaitu pembagian stiker dan bunga kepada masyarakat di jalan raya serta deklarasi anti korupsi oleh kaum milenial. Acara ini juga akan dimulai dengan upacara yang diikuti oleh seluruh jajaran Kejari Batam serta akan dihadiri para tamu undangan dari FKPD Batam.

Kampung Tua Penagi, Bukan Kampung Biasa

Filpan menekankan peringatan Hari Anti Korupsi kali ini bukan hanya sekedar acara hiburan belaka, namun perlu menanamkan anti korupsinya agar kedepan bangsa Indonesia semakin maju dan berkembang.

Pemerintah Cina Datangi Kejari Batam Terkait 4 Warganya

Kegiatan HAK ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk grup musik lokal. Tidak hanya itu, pihak swasta seperti Yamaha Motor dan Sanford juga memberikan dukungan acara ini. kata Filpan. (eddy)

porprov gubernur

ADVETORIAL

Sabtu | 08 Desember 2018 | 19:15

Jadi Tuan Rumah, Tanjungpinang Sukses Gelar Porprov Kepri IV

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Mulai 26 November hingga 1 Desember 2018, menjadi pembuktian Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Kepri IV. Meski sempat terkendala sejumlah hal, akhirnya gelaran olah raga prestasi tertinggi di Kepri ini sukses digelar.

Tentu bukan pekerjaan yang ringan selama pelaksanaan Porprov tersebut. Karena ada puluhan cabang olah raga yang harus dipertandingkan. Ribuan atlet disertai offisial datang dengan harapan menjadi yang terbaik. Persiapan venue, penginapan dan segala kebutuhan Porprov menjadi tanggung jawab tuan rumah.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyalakan api obor menandai pembukaan Porprov Kepri IV

Cabang-cabang olah raga itu ialah atletik, bola basket, bola volly, binaraga, biliard, bulu tangkis, bridge, catur, futsal, dayung, kempo, karate, renang, sepeda sport, sepak bola, sepak takraw, taekwondo, tarung drajat, panjat tebing, pencak silat, tenis lapangan, tenis meja, wood ball, motor, muay thai, judo, dan hapkido.

Sedikitnya 21 fasilitas olah raga, fasilitas umum, hotel, kantor instansi pemerintah, aula sekolah akan digunakan sebagai venue. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tanjungpinang Djasman SSos mengatakan, 26 cabang olah raga dilaksanakan di Tanjungpinang dan satu cabang olah raga lain, yakni biliard akan dilaksanakan di Staf Pool Cafe Kijang.

Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul SPd didampingi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tanjungpinang Djasman SSos menyaksikan pertandingan bola voli.

Sementara Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul SPd saat melepas kontingan Tanjungpinang mengingatkan agar semua atlet yang bertanding menjunjung tinggi sportivitas.

Suksesnya penyelenggaraan Porprov Kepri IV mendapatkan pujian Gubernur Kepri H Nurdin Basirun. Ia mengaku puas atas peran Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah.

Sekda Kota Tanjungpinang Drs Riono ikut berparade bersama kontingen Tanjungpinang pada pembukaan Porprov Kepri IV.

“Saya berterima kasih kepada Walikota dan Wakilwali Kota Tanjungpinang beserta semua pihak yang terlibat di dalamnya,” ujar Gubernur, Sabtu, 1 Desember 2018 sore.

Jika ada kekurangan, kata Nurdin, merupakan hal wajar. Terbukti, meski dananya tak besar namun bisa terlaksana dengan sukses.

Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul SPd menerima obor yang akan digunakan untuk menyalakan api selama pelaksanaan Proprov Kepri IV.

Senada dengan Gubernur, Ketua Harian KONI Kepri Nur Syafriadi pun melihat Proprov Kepri IV yang dilaksanakan di Tanjungpinang sukses digelar. Kekurangan dan masalah yang sempat mengganjal adalah lumrah dalam setiap kegiatan. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Tumpah ruah masyarakat Ibu Kota Daik Lingga padati lapangan Sultan Mahmud Riayat Syah, Minggu, 25 Oktober 2018 malam. Mereka ingin menyaksikan langsung penampilan artis legendaris negeri jiran Malaysia, Izam EYE.

BACA JUGA

MT Desa Mepar Juara Shalawat Bersempenaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Kedatangan Izam EYE, artis papan atas era 80-an, jadi dambaan masyarakat Lingga, Khususnya yang berada di Daik. Bagaimana tidak, penyanyi yang lagunya cukup akrab di masyarakat selama ini, hanya bisa didengarkan di VCD. Namun di hari jadi Kabupaten Lingga, warga  dapat dilihat secara langsung.

lurah

Lurah Daik Lingga Aryanto

Panitia penyelenggara, Aryanto, Lurah Daik kepada mediakepri.co.id mengatakan, ide mendatangkan Izam ini melihat dari beberapa waktu lalu, ketika posting Malaysia datang ke Lingga, masyarakat begitu antusias, karna ini berkenaan dengan hari jadi kabupaten, jadi pas momentum untuk menghibur masyarakat.

BACA

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

‘Angin Surga’ Pemerintah Lingga untuk Mahasiswanya di Tanjungpinang

“Alhamdulillah tidak ada kendala yang begitu mengahambat mendatangkan artis Izam, hanya saja menyesuaikan jadwal waktu nampil, melalui dr Iskandar pakar tanjak melayu. Kami Kelurahan selalu berkoordinasi, apalagi secara hubungan emosional Daik Lingga dan Malaysia sudah terjalin sejak dahulu ,” ucapnya, Senin 26 November 2018.

Dikatakan Aryanto walaupun Lurah karna sebelumnya dirinya lebih sering terlibat di bidang entertainment, jadi untuk teknis tidak begitu sulit. tentu dengan semangat gotong royong, dibicarakan kepada kekerabatan RT/RW, ini semata hanya untuk menghibur, agar Daerah ini tidak sepi, lebih dikenal.

Sementara itu, tidak luput perhatian dari Pemerintah Daerah, yakni Dinas Kebudayaan, yang juga turut berpartisipasi kepada Kelurahan memberikan bantuan dari sesi Fasilitas maupun yang lain. (bran)

dekorasi ruangan

LINGGA

Selasa | 20 November 2018 | 11:11

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Rapat Paripurna Istimewa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Lingga mencuri perhatian, khususnya tamu yang menghadiri hari jadi Kabupaten Lingga yang ke-15, Selasa, 20 November 2018.

BACA: ‘Angin Surga’ Pemerintah Lingga untuk Mahasiswanya di Tanjungpinang

BACA: Program Askab PSSI Lingga Tak Berjalan, Aziz Martindas: SK Belum Keluar

Perhatian masyarakat tercurah dengan dekorasi, gedung wakil rakyat itu sendiri. Pasalnya, ruangan sidang yang biasa digunakan anggota dewan untuk membahas setiap permasalahan di Lingga ini disulap. Disetiap ruangan ditata dengan rapi dan menyerupai wahana istana sebuah kerajaan.

Bagai sebuah kerajaan, gedung dewan ini disempurnakan dengan tampilan ornamen Melayu sebagai pelengkap ketakjuban masyarakat yang menyaksikan. Adapun penghias ruangan yang menarik perhatian, diantaranya Bunga Anggar, Kain Tabe yang diwarnai. Dan tentu tidak kalah penting, jamuan hidangan yang disajikan dikemas Talamau yang menggunakan tutup dari daun pandan.

BACA: Warga Karimun Jangan Sungkan Laporkan Pelanggaran

Untuk diketahui, Kabupaten Lingga sebagai daerah yang dijuluki sebagai Bunda Tanah Melayu, tentu tidak akan meninggalkan apa yang telah menjadi adat Budaya. Dan bersepakat untuk menjaga kearifan lokal menjadi tanggung jawab bersama sebagai bangsa Melayu.

BACA: I Gusti Ngurah Rai Meninggal Dunia Usia 29 Tahun

Pantauan mediakepri.co.id di lapangan, Rabu 20 November 2018, sejumlah staf Sekretariat DPRD Lingga menyambut tamu menggunakan pakaian lengkap Melayu dan wanita menggunakan Tudung Manto. (bran)

Tenzin Gyatso

HARI INI SEJARAH

Sabtu | 17 November 2018 | 0:14

Anak Petani Ini Jadi Kepala Negara saat Usia 13 Tahun

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tidak ada yang menyangka. Anak kelima dari sembilan bersaudara, keluarga petani ini dinyatakan sebagai tulku (reinkarnasi) Dalai Lama ke-13 pada usia tiga tahun.

Dilangsir dari laman wikipedia.org, ia adalah Tenzin Gyatso (bahasa Tibet: Bstan ‘dzin Rgya mtsho). Pria kelahiran Amdo, Tibet, 6 Juli 1935 adalah Dalai Lama, saat itu yang ke-14.

Pada tanggal 17 November 1950, ia naik takhta sebagai kepala negara Tibet di saat pendudukan daerah itu oleh pasukan Republik Rakyat Tiongkok. Setelah kekalahan gerakan perlawanan Tibet pada 1959, Tenzin Gyatso mengungsi ke India dan mendirikan pemerintah Tibet di pengasingan.

BACA: Dinasti Tang Runtuhkan Kerajaan Chu Hingga Ditemukan Virus SARS

BACA: Pesona Bersejarah dan Ragam Cerita di Lawang Sewu

BACA: 21 Februari 1965, Sejarah Hari Ini: Malcom X Tewas Dibunuh

Ia juga pernah bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II sebanyak 9 kalike Vatikan. ia juga pernah bertemu Bunda Teresa di India

Tenzin Gyatso merupakan Dalai Lama pertama yang mengunjungi dunia Barat. Pada 1989, ia menerima Penghargaan Perdamaian Nobel.

Pada sebuah ceramah yang disampaikan pada tanggal 10 Maret 2011, Dalai Lama ke-14 menyampaikan pendapat atas perubahan kepada konstitusi dari Pemerintahan Tibet dalam pengasingan, yang akan menghapus peran Dalai Lama sebagai pemimpin negara, menggantikannya dengan seorang pemimpin terpilih.

BACA: Bintan Tetap Konsisten, Siswa Terima Bantuan Seragam Gratis 2018

BACA: Bantuan Kapal dan Perlengkapan Nelayan Bertebaran di Bintan

Jika hal ini diterima oleh Parlemen pemerintah Tibet dalam pengasingan, keputusan ini akan menyatakan pengunduran diri Dalai Lama dari peran politik resminya, walaupun ia akan tetap mengemban posisinya sebagai pemimpin agama.

Ia menyampaikan pengunduran dirinya secara resmi sebagai pemimpin politik kepada Parlemen Tibet dalam pengasingan di Dharamsala, India, pada tanggal 14 Maret 2011. (***)

 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H. TS Arif Fadillah meminta kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri segera mengusulkan peresmian proyek strategis dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau yang ke-16 Tahun 2018 ini.

Hal ini menurut Sekda sesuai dengan permintaan Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun. Sehingga pada perayaan Hari Jadi Provinsi Kepri kali ini disejalankan dengan pelaksanaan Groundbreaking dan peresmian proyek-proyek yang telah selesai. Selain itu juga ada ditampilkan proyek-proyek yang sedang dalam tahap penyelesaian.

Hal ini disampaikan Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah saat memimpin Rapat Persiapan Peresmian Proyek-Proyek Strategis Tahun 2018 di Ruang Rapat Lantai III, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Selasa, 4 September 2018.

Arif mengatakan momentum Hari Jadi ini merupakan waktu yang tepat bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk mempublikasikan dan memberitakan kepada seluruh masyakat Kepri. Dan hal ini juga sebagai bentuk pertanggungjwaban Pemerintah kepada masyarakat. Apa yang telah diperbuat oleh Pemerintah selama 3 tahun kepemimpinan Gubernur Kepri.

“Tujuan kita supaya nampak di mata masyarakat bahwa kita sudah bekerja dan telah banyak yang dibangun untuk masyakat,” Ujar Arif.

Selanjutnya Sekda memerintahkan Bappeda, Biro Pembangunan dan Biro Humas Protokol Setda Provinsi Kepri agar menghimpun data-data dari organisasi perangkat daerah, perihal proyek strateguis yang akan di groundbreaking, proyek strategis yang telah selesai dan proyek strategis sedang dalam pengerjaan. Semuanya dalam bentuk data-data dan audio visual.

“Untuk peresmiannya agar disiapkan prasasti dan proyek yang sedang dalam pengerjaan siapkan foto dan audio visual untuk ditampilkan saat upacara peringatan hari jadi Provinsi Kepri di Gedung Daerah pada 24 September 2018 nanti. Mari Kita siapkan segala sesuatu yang kurang untuk dilengkapi agar rencana peresmian proyek-proyek Strategis dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan,” Ujar Arif.

Adapun proyek yang akan di groundbreaking pada 24 September nanti oleh Gubernur Kepulauan Raiu diantaranya Pembangunan Infrastruktur Penataan Kawasan Pesisir Pantai Gurindam 12 Tanjungpinang, sedangkan proyek-proyek yang akan diresmikan atau dilaunching karena telah selesai 100 persen pengerjaannya diantaranya Peningkatan Jalan pada Pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau di Pulau Dompak, kemudian lanjutan dan peningkatan jalan Simpang KDA – Batam Centre Kota Batam, Peningkatan Jalan Bukit Leman – Trans Batubi – Tanjungkudu Sedanau (lanjutan) Kabupaten Natuna, Cathlab Angiography, RS. Jiwa Tanjung Uban, Pembangunan Jembatan I Dompak.

Sementara itu beberapa proyek yang masih dalam tahap pekerjaan yang akan dipublikasikan diantaranya Pembangunan Lapangan Sepak Bola Terbuka Dompak, Pembangunan beberapa USB SMAN di Batam dan Karimun, Peningkatan Jalan Adi Sucipto – Batas Kota Tanjungpinang, Peningkatan Jalan Simpang BNI – Simp. Underpass Pelita (Jl. Laksamana Pelita) Kota Batam (lanjutan), Peningkatan Jalan Coastal Area Kabupaten Karimun, Lanjutan, Peningkatan Jalan Temburun – Pasir Peti Kabupaten Anambas, Lanjutan, Pembangunan Pelabuhan Tanjung Uban, Pengembangan Pelabuhan dan Peningkatan Pelabuhan Pelantar I dan II, Pembangunan GOR Kecamatan Singkep Barat, Kab Lingga, Renovasi Pengecatan Rumah Penduduk di Teluk Keriting (Tanjungpinang), Pengadaan Bangunan Gedung untuk Pos Jaga (Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) di Kab Natuna, Karimun, Lingga dan Pembangunan Jalan Lintas Barat Kabupaten Bintan (***)

Sumber: humaskepri.id

Bupati karimun aunur rafiq

KARIMUN

Minggu | 02 September 2018 | 8:00

Bupati Karimun Diperiksa 3 Jam di KPK, Jadi Saksi Kasus Ini

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Kabar diperiksanya Bupati Karimun, Aunur Rafiq di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 27 Agustus 2018 dibenarkan oleh Bupati Karimun.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan pemeriksaan dirinya di KPK adalah sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat pejabat Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo, sebagai tersangka.

BACA: Bupati Aunur Rafiq Dikabarkan Diperiksa KPK, Ada Apa Ya?

“Dapat saya sampaikan, kemarin saya dipanggil untuk diminta keterangan sebagai saksi dalam kasus dana perimbangan,” ujar Rafiq, Kamis, 30 Agustus 2018 saat diwawancarai di Hotel Aston Karimun.

Aunur Rafiq menyebutkan, kedatangannyan ke KPK sebagai warga negara yang baik. Kemudian memberikan keterangan yang sebenarnya.

Dijelaskan Rafiq, Kabupaten Karimun tidak tersangkut dalam kasus tersebut. Untuk mendapat dana perimbangan, Karimun telah melalui prosedur dan melengkapi segala syarat.

“Kita telah mengikuti prosedur. Pemkab Karimun mendapat dana perimbangan telah mengikuti prosedur dan syarat-syarat,” ujar Rafiq.

Dalam pemeriksaan di kantor KPK itu, Rafiq menyebut dirinya diperiksa selama tiga jam. Selama itu pula Ia menjelaskan bagaimana Kabupaten Karimun dalam mendapatkan dana perimbangan.

“Selama diperiksa saya telah sampaikan semuanya. Tapi yang jelas, intinya saya diminta sebagai saksi,” kata Aunur Rafiq. kmg/Parulian Turnip)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Bocah perempuan berinisial A viral di media sosial kondisinya memprihatinkan lantarak tak diberi makan oleh ayah tirinya, tubuhnya kurus kering. Foto bocah tersebut viral di media sosial.

foto A telah membuat masyarakat, khususnya warga Cianjur prihatin.

Apalagi sebuah keterangan di media sosial menyebutkan, bocah tersebut telah disiksa oleh ayah tirinya dan tak diberi makan. A selama ini tinggal bersama ayah tirinya, sementara ibu kandungnya sudah 3 bulan jadi TKI ke luar negeri.

Ayah tiri A pun kini telah diperiksa oleh Polsek Agrabinta Cianjur. Sementara A telah mendapatkan perawatan di RSUD Sayang Cianjur.

“Kondisi A memang sangat memprihatinkan bahkan tadi saat dijenguk tidak bisa berbicara,” kata Kapolres Cianjur AKBP Soliyah usai menjenguk A di RSUD Sayang Cianjur, Jumat, 27 Juli 2018.

Selain itu, dari hasil kunjungan, Soliyah mendapat keterangan, nenek dan paman A tak boleh menjenguk A.

Saat ditanyakan apakah benar, A mengalami kekerasan dari ayah tirinya, Soliyah belum bisa menyimpulkan.

Sebab, kasus ini masih diselidiki.

Pihak keluarga juga sempat menolak bertemu dengan siapan termasuk jajaran Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan awak media.

Menurut Ketua Bidang Advokasi P2TP2A Cianjur Lidya Indayani Umar, penolakan itu baru pertama kalinya dialami oleh P2TP2A.

Dia pun akan berkoordinasi dengan Unit PPA Polres Cianjur untuk mencari tahu penyebabnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun Aunur Rafiq yang dicalonkan menjadi Ketua Umum Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Karimun, memberikan tanggapannya. Bukan menolak, namun jika ada pihak yang lebih kompeten, Rafiq mempersilahkannya.

Aunur Rafiq mengatakan, Askab PSSI Kabupaten Karimun bersifat terbuka. Oleh karena itu, bagi pengusaha yang memiliki modal kuat ingin memimpin sah-sah saja.

“Kita dalam organisasi seperti ini terbuka, jangan tergantung oleh Bupati. Maka saya sarankan kalau ada pengusaha yang memiliki modal kuat ingin memimpin silahkan. Namun jika tidak ada yang maju, saya siap menjadi ketua dan wakil bupati sebagai nanti menjadi wakilnya,” kata Rafiq.

Dalam Muskab Asosiasi PSSI Kabupaten Karimun masa bakti 2018-2022, yang digelar di Gedung Nasional, Rabu, 4 Juli 2018 itu, Rafiq berharap dengan terbentuknya kepengurusan Askab PSSI Kabupaten Karimun ini, dapat mencetak program kegiatan turnamen sepak bola dengan klub-klub yang ada ke depannya semakin lebih baik.

“Kita harapkan dengan terbentuknya Askab PSSI ini dapat terhimpun dan memprogramkan kegiatan sepak bola yang ada di Karimun kedepannya dengan club-club yang ada semakin baik. Mulai dari pembinaannya, liganya juga akan kita susun. Ada liga daerah, jadi itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Rafiq berpesan agar Askab PSSI Kabupaten Karimun dapat menggandeng pihak-pihak swasta. Jika mengharapkan dana dari APBD akan berat.

“Kita juga harus menggandeng pihak-pihak swasta, karena kalau mengharapkan dana dari APBD berat. Gandeng pihak swasta ajak pengemar sepak bola untuk duduk bersama,” tambahnya. (kmg/riandi)

Obat ini bisa dikonsumsi dengan mudah oleh masyarakat luas.

MEDIAKEPRI.CO.ID – Diabetes melitus merupakan penyakit mematikan nomor tiga di Indonesia setelah stroke dan serangan jantung. Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan kencing manis.

International Diabetes Federation menyatakan di tahun 2014 terdapat 9, 1 juta kasus diabetes di Indonesia dengan prevalensi 5,81 persen. Jumlah penderita diabetes yang meninggal pada rentang usia 20-79 tahun di Indonesia berjumlah 176 ribu jiwa.

Pengendalian gula darah sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi dari diabetes. Hal inilah yang mendorong mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Fauziyyah Dityaningtiastuti melakukan penelitian ekstrak cacing Siphonosoma australe sebagai obat antidiabetes dan bisa dikonsumsi dengan mudah oleh masyarakat luas.

Penelitian ini di bawah bimbingan Prof Sri Purwaningsih dan Prof Ekowati Handharyani.

Siaran pers IPB yang diterima Republika.co.id menyebutkan, obat yang sering digunakan dalam terapi diabetes adalah terapi insulin dan Obat Hipoglikemik Oral (OHO).

Penggunaan obat tersebut dapat menimbulkan efek samping dan membutuhkan biaya yang mahal. Hal ini mendorong banyak orang untuk beralih pada pengobatan alami dalam mengatasi diabetes.

“Salah satu sumber alam yang memiliki potensi untuk dikembangkan untuk pengobatan diabetes adalah cacing laut Siphonosoma australe. Penelitian terdahulu menunjukkan cacing S. australe memiliki aktivitas antihiperglikemik dan dapat menurunkan rata-rata kadar glukosa darah saat diujicobakan pada tikus,” kata Fauziyyah.

Namun, ia menambahkan, pengembangan lebih lanjut mengenai potensi ini belum dilakukan.

“Ekstrak cacing Siphonosoma australe terbukti memiliki aktivitas antihiperglikemik. Saya mencoba memformulasikan ekstrak cacing ini dalam bentuk kapsul agar mudah dimanfaatkan,” ungkap Fauziyyah.

Fauziyyah melakukan penelitian dengan judul “Aktivitas Antihiperglikemik Kapsul Ekstrak Cacing Laut Siphonosoma australe pada Tikus Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Streptozotocin”. Dalam penelitiannya, Fauziyyah mengujikan kapsul ekstrak cacing S. australe ke hewan uji tikus galur Sprague Dawley.

Pengamatan dilakukan untuk melihat pengaruh cacing laut terhadap kadar gula darah, bobot badan, jumlah konsumsi air, SGOT, dan SGPT. Kapsul pada penelitian ini diformulasikan pada dosis 22,5 dan 45 miligram per kilogram berat badan.

Hasil penelitiannya menunjukkan ekstrak cacing S. australe memiliki kandungan bioaktif alkaloid, flavonoid, steroid, saponin, dan triterpenoid. Pengamatan kadar gula darah menunjukkan ekstrak S. australe dosis 45 miligram per kilogram per berat badan dapat menurunkan kadar gula darah tikus sebesar 117,33 mg/dL dan memperbaiki fungsi hati dengan nilai SGOT dan SGPT sebanyak 314 U/L dan 200 U/L.

Menurut Fauziyyah, kandungan senyawa aktif yang terdapat pada ekstrak S. australe mampu menormalkan kerusakan yang ada di hati. Kandungan alkaloid dan flavonoidnya memiliki aktivitas hipoglikemik dan dapat menghambat kerja enzim alfa glukosidase sebagai antidiabetes.

Fauziyyah berharap hasil penelitiannya ini dapat menjadi sumber informasi bahan nutraseutika maupun farmaseutika. “Saya juga berharap penelitian ini bisa diaplikasikan untuk pengobatan diabetes,” tambahnya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kepolisian Sektor (Polsek) Sagulung mengungkap jaringan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pelaku ini mengintai kendaraan yang diparkirkan sembarangan.

Kapolsek Sagulung, AKP Yudha Suryawardana menyatakan ada dua orang pelaku curanmor yang ditangkap. Mereka adalah berinisial Is dan Mf. Keduanya ditangkap ditempat terpisah di hari yang sama.

“Keduanya ditangkap di hari yang sama di kawasan Mukakuning,” kata Yudha di kantornya, Sabtu, 19 Mei 2018 lalu.

Pengungkapan kedua tersangka spesialis pelaku curanmor ini setelah adanya laporan pencurian kendaraan bermotor dari warga Perumahan Buana Impian, Sagulung, Senin, 14 Mei 2018.

Menurut Yudha, modus kedua pelaku berkeliling mengincar kendaraan roda dua yang terparkir tanpa pengawasaan. Para pelaku juga mencari kendaraan yang terparkir tanpa mencabut kuncinya.

Kepada polisi, kedua pelaku mengaku baru enam kali beraksi di Batam. Mereka sebelumnya juga berhasil menggasak kendaraan dari kawasan RSUD Embung Fatimah, dan sejumlah kawasan di Nagoya.

“Para pelaku ini tinggal di Pulau, mereka jual hasil curian seharga Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per unit,” kata Yudha.

Kedua pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman 7 tahun penjara. (andi/kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Joko Widodo (Jokowi) masih menempati urutan teratas sejumlah survei sebagai calon presiden pilihan rakyat di Pilpres 2019. Tingginya elektabilitas Jokowi karena perhatian pada rakyat, sudah ada bukti nyata dan berkepribadian bagus.

Berdasarakan hasil survei Roda Tiga Konsultan (RTK), Jokowi mengantongi 38,2 persen suara di atas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai lawan terkuat yang ada di angka 20,5 persen.

Jokowi juga menduduki urutan teratas untuk survei presiden dengan pilihan berdasarkan nama-nama yang ditawarkan. Meski masih di bawah 60 persen, elektabilitas Jokowi mencapai 48,2 persen disusul Prabowo 22 persen.

Direktur Riset dan Data TRK Rikola Fedri mengatakan dari survei dapat diketahui alasan responden memilih Jokowi.

“Ada tiga alasan, pertama perhatian pada rakyat, kedua sudah ada bukti nyata dan ketiga berkepribadian bagus,” kata Rikola dalam paparannya, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Mei 2018.

Untuk perhatian atau keberpihakan pada rakyat memiliki porsi penilaian 20,2 persen, kerja nyata 18,1 persen dan berkepribadian baik 10,8 persen.

Sementara untuk rival utamanya yakni Prabowo, alasan responden memilih karena tegas dengan porsi penilaian 37,6 persen, menginginkan pemimpin baru 8,8 persen.

Berdasarkan jenis pekerjaan, karakteristik responden yang memilih Jokowi berprofesi sebagai petani, peternak atau nelayan yang merupakan wong cilik dengan presentase 40,3 persen. Hal yang sama juga terjadi pada Prabowo di mana yang memilih juga merupakan golongan menengah ke bawah dengan presentase 28,2 persen.

Survei dilakukan secara nasional pada bulan April 2018 di 161 desa atau kelurahan di 34 provinsi di Indonesia dengan sample responden secara acak. (***)

sumber: metrotvnews.com