Jambret

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang balita berusia 2 tahun kritis setelah terjatuh dari sepeda motor yang dikendarai ibunya saat mengejar pelaku penjambretan di Jalan Pahlawan, Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Balita bernama Abyzar itu mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala.

Menurut ibu korban, Teti Budiarti (42), kejadian itu saat dirinya tengah mengendarai sepeda motor bersama dua anaknya, yakni Abyzar (2) dan Alika (9), pulang dari rumah temannya sekitar pukul 15.00 WIB.

Setibanya di lokasi, Teti dipepet seorang pria yang mengendarai sepeda motor. Kemudian, pria berjaket cokelat itu langsung mengambil dompet serta handphone yang disimpan di dashboard motornya.

“Itu baru keluar jalan dari rumah teman di daerah Sanja. Saya langsung dipepet, dia ngambil handphone sama dompet yang saya taruh di dashboard motor,” kata Teti saat dihubungi Okezone, Rabu 18 Juli 2018.

Menyadari barangnya dirampas, Teti pun spontan mengejar pelaku dengan motornya. Saat melintasi jalan menikung, Teti tidak bisa mengendalikan motornya hingga terjatuh ke saluran air di lokasi.

“Pokoknya saya kejar orang itu sambil teriak-teriak. Pas sampe di tikungan deket klenteng, ada belokan saya panik enggak belok malah lurus terus sampai jatuh got (saluran air) besar. Anak saya Abyzar yang berdiri di depan sama Alika di belakang jatuh juga,” jelasnya.

Akibatnya, Abyzar mengalami luka parah di kepala karena menghantam aspal hingga tidak sadarkan diri. Sedangkan Teti dan Alika mengalami luka-luka dan mereka dilarikan ke RS Sentra Medika Citeureup.

“Yang parah itu Abyzar belum sadar sampai sekarang karena dia posisinya di motor dia berdiri di depan. Kalau saya sama Alika enggak parah,” ungkap Teti.

Sementara itu, Kapolsek Citeureup Kompol Darwan membenarkan adanya peristiwa penjambretan tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa saksi-saksi.

“Iya benar, anak korban yang masih berumur 2 tahun terpental dari motor kepalanya membentur aspal dan harus dirawat di rumah sakit. Sekarang masih dalam penyelidikan, menurut korban pelaku satu orang pakai motor Satria FU,” singkat Darwan, saat dikonfirmasi. (***)

sumber: sindonews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Malang – Sebuah aksi penjambretan sadis terekam CCTV. Seorang ibu terlihat menjadi korbannya. Video yang diunggah satu jam lalu di Facebook itu pun langsung menjadi viral.

Dalam rekaman berdurasi 45 detik itu tampak seorang pria memakai helm, jaket dan celana serba hitam tengah memperdaya seorang ibu di pinggir jalan.

Tangan kiri pria ini terlihat memegang leher korban, sementara tangan kanannya menghunus sebilah celurit.

Korban sempat bergulat dengan pelaku demi mempertahankan barang miliknya, bahkan hingga tersungkur di tanah.

Namun meski dilawan, pelaku juga terus memaksa dan sempat terlihat menyeret tubuh korban berulangkali.

Selama pelaku beraksi, sejumlah pengendara motor terlihat melintas di lokasi, namun tak ada satupun yang memberikan pertolongan.

Hingga akhirnya pelaku diduga berhasil menggasak kalung korban dan berjalan kaki menghilang dari sorotan CCTV.

Setelah pelaku berlalu, korban yang belum diketahui identitasnya ini bangkit dan berjalan lunglai melihat pelaku kabur.

Pengunggah pertama menuliskan jika peristiwa penjambretan terjadi di Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Ia juga sempat menjelaskan kejadian tersebut beberapa saat sebelum mengunggah video penjambretan.

Polres Malang sendiri tengah menyelidiki kejadian tersebut. “Masih kita lidik,” jawab Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda saat dikonfirmasi detikcom, Rabu, 18 Juli 2018. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Salah satu dari dua jambret yang beraksi di dekat minimarket Harapan Baru, Kelurahan Teluk Air, Karimun akhirnya berhasil ditangkap warga pada Sabtu, 19 Mei 2018 malam sekitar pukul 21.30 Waktu Indonesia Barat (WIB) di Jalan Pelipit, Sei Lakam.

Pelaku yang diketahui berjumlah dua orang mengendarai sepeda motor matic Honda jenis Vario dengan plat polisi BP 3986 YK dalam melakukan aksinya. Warga yang mengetahui aksi jambret tersebut akhirnya ramai-ramai melakukan pengejaran,dalam aksi kejar-kejaran antara warga dan para pelaku jambret sempat diwarnai adu fisik diatas motor.

Pelaku yang terdesak oleh warga  meninggalkan motornya begitu saja dan melarikan diri kearah Jalan Pelipit,warga yang sudah emosi tidak tinggal diam dan terus mengejar pelaku tersebut. Pelaku ditengarai masih berusia belasan.

“Pelakunya dua orang dan yang menjadi korbanya adalah seorang perempuan,salah satu pelaku meningggalkan motornya dan melarikan diri kearah kawasan Pelipit,” ujar warga yang sempat duel dengan pelaku jambret.

Pihak kepolisian yang menerima laporan warga segera melakukan pengejaran ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan tidak butuh waktu lama akhirnya pelaku dapat diamankan.
Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal (SatResKrim) Polres Karimun AKP Lulik Febyantara dalam keteranganya mengatakan pihaknya telah mengamankan salah seorang pelaku penjambretan di Teluk Air dan kini sudah berada di Mapolres Karimun untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

‘Kami telah mengamankan seorang pelaku,sedangkan pelaku lainya masih dalam pengejaran,” Jelas Lulik.
Beliau juga mennghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Karimun agar tetap waspada dan berhati-hati jika bepergian keluar rumah agar tidak perlu mengenakan pakaian dan aksesories yang mencolok yang dapat mengundang orang untuk berbuat jahat dan berujung merugikan diri kita sendiri.   (fajar)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sebelum tertangkap, Hendri (34), saat beraksi begitu berani. Seakan gagah ketika melihat calon korbannya. Dan tidak pernah membayangkan dirinya ketika tertangkap petugas.

Setelah beberapa kali beraksi, kejahatannya terhenti. Saat tertangkap, gagah berani ketika berhadapan dengan korbannya sirna seketika. Bahkan, ia terus meraung-raung setelah satu butir peluru menembus kakinya.

Ketika dibopong anggota Jatanras Polresta Barelang, Hendri masuk ke ruang pemeriksaan dengan salah satu kaki berbalut perban dan diseret, karena tak kuat menahan perih kalau diinjakkan ke lantai.

Ia pun ngelepos duduk di lantai sembari memijat-mijat kakinya yang dibalut. “Sakit bang, nyeri,” katanya setengah meringis nahan sakit. Hendri mengaku baru ditangkap Rabu, 25 April 2018 pagi. Kesalahannya, karna menjembret hape seorang wanita di daerah Nagoya.

“Jambret bang, dua minggu lalu,” jawabnya dengan nada sedih seakan minta dihiba.

Sehari-hari, Hendri berkerja sebagai pengojek. Uang hasil jerih payahnya ternyata tak cukup untuk menghidupi keluarganya yang dikarunia empat orang anak yang masih kecil-kecil.

“Anak saya paling besar 9 tahun, yang paling kecil masih bayi, 11 bulan,” akunya dengan wajah tertunduk ke lantai.

Sebagai pengojek, penghasilan Hendri sehari kadang tak sampai Rp100 ribu. Uang seadanya itu selain untuk makan, biaya jajan anak-anak, juga untuk bayar kamar kos-kosan tempatnya berteduh bersama keluarga.

“Dari 2005 saya merantau di Batam, dulu kerja serabutan, sudah tiga tahun ini ngojek, tapi makin lama, makin sedikit hasilnya,” papar pria bertubuh sedang ini.

Ia mengaku nekad menjambret lantaran pembayaran kos-kosannya sudah jatuh tempo.

“Kalau tak dibayar, dimana kami mau tinggal, sementara uangnya tak ada, makanya saya jambret,” sambungnya.

Hendri mengaku sangat menyesal melakukan hal tersebut, ia sedih karena mulai malam ini, ia tak bisa lagi menemani anak-anaknya belajar dan menggendong bayinya yang imut-imut. Ya, akibat perbuatannya itu, Hendri harus pasrah tidur di kamar barunya, di hotel Predeo Polresta Barelang. (kmg/andi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – AP (22) warga asal Palembang ini nekat menjabret di Jalan Kampung Tanjung, Kelurahan Tanjungbalai Kota, Kecamatan Karimun, Kamis, 12 April 2018 sekitar pukul 10.30 WIB.

Kapolsek Balai Karimun, AKP Yanuar Rizal Ardianto, melalui Kanitnya, IPTU Syailaban mengatakan, kejadian tersebut berawal saat korban bersama temannya hendak menuju kampung tanjung dengan mengendarai sepeda motor, sesampai di gang sempit, tiba-tiba Handphone korban dijambret oleh tersangka.

“Saat itu korban bersama temannya sedang mengendarai sepeda motor ke arah kampung Tanjung, usai melewati gang sempit di perumahan kampung Tanjung itu tiba-tiba handphone yang dipegang korban ditarik oleh tersangka. Tersangka pada saat itu sedang berjalan kaki,” katanya.

Syailaban menjelaskan, bahwa korban tersebut sempat melakukan perlawanan sehingga terjadi tarik- menarik antara korban dengan tersangka, karena kalah kuat akhirnya Hanphone milik korban terlepas dari genggaman.

“Mereka sempat tarik-menarik, karena kalah kuat dengan tersangka korban berteriak “Jambret “, mendengar teriakan tersebut, seorang warga yang tak jauh dari lokasi pun keluar dan langsung mengejar tersangka sampai ke arah Bukit senang dan berhasil diamankan,” jelasnya.

Selanjutnya warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Balai Karimun. Mendapatkan informasi tersebut unitopsnal Polsek Balai Karimun langsung bergerak cepat mengamankan tersangka serta barang bukti berupa 1 unit HP Advan S5E 4G warna Hitam Silver untuk dibawa ke Polsek balai.

Syailaban menambahkan, menurut keterangan tersangka bahwa ia terpaksa menjambret karena membutuhkan uang untuk ongkos pulang kampung.

“Tersangka ini asal kota Palembang. Ia mengaku nekat menjambret karena ingin pulang kampung,” tambahnya. (kmg/riandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karawang – Enok Suhaeni (54), guru SMPN 2 Bungursari Purwakarta tewas akibat ulah penjambret di Jalan Ahmad Yani nomor 427, Cikampek, Kabupaten Karawang Jawa Barat.

Guru seni dan budaya itu dijambret saat sedang berangkat ke sekolah pada Selasa pagi 27 Maret 2018.

Setiap hari, Enok berangkat sejak pagi buta dari rumahnya di Warung Kebon, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang. Jarak yang jauh, membuat dia berangkat lebih awal. “Setiap hari memang berangkat jam 5 subuh,” tuturnya.

“Tiba-tiba disalip motor, mereka tarik tas istri saya,” ujar Aang Suherman (43) suami korban saat ditemui detik di rumah duka di Kampung Bojong RT 34 RW 05, Kelurahan Nagrikidul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.

Suherman yang mengemuiikan motor sempat hilang keseimbangan saat jambret menarik tas istrinya. “Istri saya melawan sempat tarik-menarik tapi akhirnya terjatuh,” tutur dia.

Saat Aang menoleh ke belakang, Enok sudah terlentang. Kepalanya kebentur aspal. “Posisinya terlentang, tangan masih megang tas, tapi jambretnya kabur,” tandasnya.

Aang kemudian membawa Enok yang sedang koma ke rumah sakit Saraswati. Nyawa Enok tak tertolong setelah 3 jam koma.

Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan sedang memburu kedua pelaku. Ia turun langsung menginvestigasi kasus tersebut.

“Masih didalami mudah-mudahan bisa lekas diungkap. Ini jadi atensi kita. Pelakunya tinggal pilih, tembak kaki atau tembak mati,” kata Hendy setelah melayat jenazah di rumah duka. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Aksi kejahatan jalanan di Karimun sudah meresahkan masyarakat. Untuk itu, terkait maraknya aksi penjambretan di Karimun, Satreskrim Polres Karimun akan berupaya mengungkap empat kasus jambret yang terjadi belakangan ini.

“Kita sudah selidiki kasus ini, kita akan selalu berupaya mengungkap pelakunya yang selama ini membuat resah masyarakat Karimun,” kata Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara usai hadiri pelaksanaan Sertijab di Polres Karimun, Selasa, 20 Maret 2018 siang.

Lulik mengatakan, untuk kasus penjambretan yang sudah tiga kali terjadi di kawasan Coastal Area beberapa waktu lalu. Berdasarkan keterangan yang diberikan para korban, pelaku diduga anak-anak di bawah umur.

“Kita sedang selidiki kasus tersebut karena ini sudah yang keempat kalinya. Berdasarkan pengakuan korban, pelakunya merupakan anak-anak,” ujarnya.

Lulik menambahkan, kepada para pelaku penjambretan yang meresahkan masyarakat Karimun ini diduga adalah orang yang sama.

“Kemungkinan pelaku penjambretan ini adalah orang yang sama, namun kita masih belum berhasil menemukannya. Kita akan ungkap kasus ini secepatnya, walaupun anak-anak akan kita amankan,” tutupnya.

Aksi kejahatan teranyar seorang wanita hampir menjadi korban penjambretan oleh orang tak dikenal di Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Selasa, 20 Maret 2018 sekitar pukul 11.00 WIB. Pelaku gagal merampas barang berharga milik korban.

Namun akibat kejadian tersebut, korban dilarikan ke RSBT karena mengalami syok atas kejadian yang dialaminya.

“Laporannya sudah ada, korbannya seorang wanita di perumahan PT Timah, Teluk Uma,” kata Kapolsek Tebing, AKP Budi Hartono yang dikonfirmasikan lendoot.com. (ian/riandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Sebuah rekaman video mengenai aksi heroik ojek online atau ojol yang meringkus jambret viral di media sosial.

Kejadian itu diketahui terjadi di Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 10 Mret 2018 sore.

Menurut warga setempat, terjadi aksi kejahatan ketika seorang pria berkaus hitam menjambret wanita di Jalan Sipodang.

Beberapa ojek online yang sedang mangkal menunggu pesanan menyaksikan penjambretan itu.

“Beberapa mas ojeknya langsung ngejar jambret itu. Ada mas ojek yang jatuh juga saat mengejar sampai dibawa ke rumah sakit,” ujar Rahman, warga Tembalang.

Upaya ojek online ini sukses, seorang di antaranya berhasil meringkus jambret tersebut.

Warga yang menyaksikan aksi kejar-kejaran ini segera mengabadikan momen ojol pahlawan tersebut.

Videonya pun tersebar melalui aplikasi perpesanan dan media sosial lain.

Kemudian warga setempat bersama para ojol langsung mengamankan si jambret sambil menunggu petugas Polsek Tembalang datang.

“Kasus tersebut sudah dalam proses pengembangan kami,” ujar Kapolsek Tembalang Kompol Budi Rahmadi kepada Tribunjateng.com.

Dalam video, emosi warga masyarakat yang berada di lokasi kejadian tampak tersulut mendengar jawaban si bandit.

Beberapa warga pun melontarkan kalimat kasar. Simak video di atas! (***)

sumber: tribunnews.com

 

 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Aceh – Dua orang pemuda berinisial ZU (18) dan ZL (25) di Aceh babak belur dihajar massa setelah berusaha menjabret tas milik Sri Wahyuni. Keduanya diamuk warga setelah berusaha kabur dan menabrak seekor kambing.

Kejadian itu terjadi di kawasan Simpang Damar, Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, pada Selasa 23 Januari 2018 sekitar pukul 18.10 WIB. Kedua pelaku harus dilarikan ke rumah sakit karena dihajar warga.

“Kedua pelaku babak belur dihajar massa yang kesal dengan mereka,” kata Kasubbag Humas Polres Aceh Utara, AKP M. Jafarrudin dalam keterangannya, Rabu 24 Januari 2018.

Kejadian bermula saat korban sedang mengendarai sepeda motor dari arah Lhokseumawe menuju rumahnya. Setiba di persawahan Desa Mesjid, korban yang bernama Syamtalira dipepet oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor dan langsung menarik tas korban.

Pelaku langsung lari ke arah Lhoksukon. Namun saat tiba di Simpang Damar, Desa Ule Tanoh, Tanah Pasir, pelaku menabrak kambing dan terjatuh.

Warga yang tengah mengejar kemudian langsung menghajar pelaku. Keduanya langsung diamankan personel Polsek Syamtalira Aron dan Polsek Tanah Pasir untuk dibawa ke Puskesmas Simpang Mulieng. Karena kondisi kondisi luka-luka, keduanya lantas dilarikan ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia.

“Saat ini korban telah membuat laporan ke pihak kepolisian. Sementara pelaku, sedang dilakukan perawatan medis di Rumah Sakit,” kata Jafarrudin. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Mencoba kabur setelah merampas kalung emas seorang wanita, dua perampok jalanan berboncengan sepedamotor masing-masing berinisial An (25) warga Desa Bandar Setia dan MEP (24) warga Desa Bandar Setia, Percut Sei Tuan menabrak truk di Jalan Metrologi Desa Laut Dendang Percut Sei Tuan, Rabu 27 Desember 2017 siang.

Akibat kejadian itu, seorang pelaku, An yang duduk di posisi boncengan tewas di lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan. Sedangkan MEP sebagai joki mengalami kritis.

Informasi yang dihimpun SIB di lokasi kejadian, ketika itu korban, Ayu Kristin br Matondang (20) warga Jalan Rakyat Ujung Kelurahan Tegal Rejo Medan Perjuangan membonceng adiknya, Alex Loren Matondang (16), dengan mengendarai sepedamotor Yamaha Vega. Keduanya melintas di Jalan Perhubungan/Simpang Beo Desa Laut Dendang dan berniat menuju Jalan Bhayangkara Medan Tembung.

Tiba-tiba kedua bandit jalanan yang berboncengan sepedamotor Honda Beat warna hitam memepet korban. An menarik paksa kalung emas korban hingga lepas dari lehernya. Akibat kuatnya tarikan itu, korban dan adiknya tersungkur ke aspal bersama sepedamotornya. Sedangkan kedua penjahat itu kabur ke arah Jalan Metrologi bersama barang rampasan.

Dengan luka di kening, bibir atas koyak dan gigi atas copot, korban langsung berdiri mengendarai sepedamotornya, mengejar kedua pelaku sembari berteriak rampok. Mengetahui korban mengejar, kedua penjahat tersebut berupaya menyalip kendaraan di depannya. Tepat di depan tukang pangkas, sepedamotor yang dikendarai tersangka menabrak truk di depannya.

Seketika An tewas akibat luka di tubuhnya sedangkan MEP kritis. Selain itu sepedamotor tersangka rusak parah. Tak lama berselang personil Reskrim Polsek Percut Sei Tuan tiba di lokasi kejadian. Selanjutnya jasad An dan MEP yang mengalami kritis dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Pardamean Hutahaean didampingi Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba ketika dikonfirmasi membenarkan seorang tersangka perampok tewas akibat menabrak truk.

“Saat ini jasad tersangka di RS Bhayangkara Medan guna penyelidikan. Sedangkan seorang tersangka lagi belum bisa dimintai keterangannya karena tak sadarkan diri dan masih dirawat di rumah sakit. Korban sudah membuat laporan. Barang bukti yang kita amankan di antaranya kalung emas seberat 2,5 gram milik korban, serta sepedamotor tersangka yang ringsek,” ujarnya. (***)

sumber: hariansib.co

 

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Aksi para penjahat jalanan akhir-akhir ini begitu meresahkan, juga mengkhawatirkan pejalan kaki atau pengendara motor.

Mereka juga seringkali tidak pandang bulu untuk melakukan aksinya, seperti kisah seorang nenek penjual gorengan yang menjadi viral beberapa hari terakhir ini.

Dari postingan Facebook, Anto Kaffi terlihat jelas kalau si nenek ini tampak lemah setelah menjadi korban jambret.

Dia tergeletak lemas di pinggir jalan setelah peristiwa tersebut.

Dari akun Anto Kaffi, diketahui kalau peristiwa ini terjadi di Purwokerto beberapa waktu lalu.

Belum diketahui, kapan peristiwa ini terjadi? Yang jelas, informasi itu Anto Kaffi posting pada 11 Desember lalu.

Dalam postingan itu, Anto Kaffi juga menulis begini:

“RONIS & BIADAB..NENEK berusia 80th diJAMBRET & trgeletak dtepi jln…korban mrpkn pnjual pisang ddpn RM.TANTENE, Pnjambret brhsl mmbw uang ratusn ribu rupiah..hasil jualn pisang, TKP…utara kampus Unwiku…,kjadian jm 14:35Wib/11.12.2017…”

Postingan itu sendiri menjadi viral di media sosial.

Sampai kini sudah lebih dari 2900 akun yang sudah membagikan peristiwa tersebut.

Sejumlah netizen yang membaca status ini juga turut berkomentar menghujat si penjambret itu.

Eni Puji Purwati Yo Alloh…ksian nenek ini,,,sbr ya nek…smgo cpt trtkap jmbret nya..

Katiem Asolole Y alloh.. Melas temen yoo… Nek ortuku.. Ra olih jualan.. Kon nengumah wae… Jambret goblogggggggg

Riery Yg ngejambret itu bukan manusia, bukan juga binatang. Karna binatang saja masih punya perasaan.

Kalo jambret itu iblisss yang lebih suka melihat orang teraniaya lebih menderita.

F**k buat jambret itu. Sabar yo mbah semoga diganti yang lebih besar sama yg diatas. Amiin

Ya, belum diketahui bagaimana nasib si penjambret atau si nenek ini tadi sampai kini?

Semoga saja, pelakunya segera tertangkap. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Video ibu-ibu menolak ditilang petugas ramai dibahas di media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit itu, ibu tersebut bahkan sempat berteriak-teriak ‘jambret’.

Dilihat detikcom pada Rabu 29 november 2017, video yang diunggah akun brimob.id itu telah dilihat sebanyak lebih dari 7.500 kali dan diberi lebih dari 250 komentar. Akun brimob.id memiliki follower lebih dari 200 ribu dan kerap mem-posting informasi terkait aktivitas kepolisian.

Belum diketahui di mana video tersebut diambil. Hanya, terlihat lalu lintas di sekitarnya macet.

Kejadian berawal saat petugas meminta si ibu memperlihatkan STNK dan SIM-nya. Bukannya langsung memberikan, si ibu malah meminta surat tugas petugas tersebut.

“Kalau ada bagaimana? Saya tidak mau kasih unjuk (surat-surat),” ujarnya.

Ibu dengan mobil bernomor polisi B-1938-KVC itu juga tak terima saat petugas hendak mengambil kunci mobilnya. Ia malah meneriaki petugas dengan ‘jambret’.

“Ibu tadi minta surat tugas, surat tugas sudah kita kasih. Permasalahannya apa lagi, Bu? Saya minta SIM-STNK Ibu sekarang. Mohon maaf ya, Bu, kuncinya saya cabut,” ujar seorang pria.

“Jangan! Jangan! Jambret… Eh, jambret…!” teriak ibu tersebut.

“Eh, Ibu ngomong baik-baik. Saya minta baik-baik,” ujar petugas tersebut.

Si ibu lalu mengatakan ingin menelepon pengacaranya. Petugas itu mempersilakan.

Petugas sempat mengatakan pelat nomor ibu tersebut telah mati. Tertera memang pelat nomor tersebut habis masa berlakunya pada April 2017. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Ngawi – Tinem (70) warga Desa/Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi berhasil meng-KO (knock-out) Bonadi (42), residivis warga Desa Nglopang, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, yang akan menjambret cincin emas, yang baru dibeli nenek itu.

Keterangan yang dihimpun SURYA Online di Pasar Paron, Ngawi, menyebutkan siang itu Tinem, yang sudah usia lanjut ini, ke toko perhiasan emas di Pasar Paron setempat.

Seusai membeli perhiasan cincin emas, korban langsung pulang.

Kebetulan rumah korban sangat dekat dengan toko perhiasan emas di Pasar Paron.

“Sepanjang perjalanan pulang, korban merasa diikuti pelaku hingga sampai rumah. Baru saja sampai rumah, Mbah Tinem, didatangi laki laki yang mengikuti. Kata pelaku cincin emas yang dibelinya itu keliru dan mau diganti,” kata Sukadi tetangga korban, Sabtu, 11 November 2017.

Dikatakan Sukadi, saat laki-laki bertubuh gempal dan lumayan kekar itu, itu meminta karena ada kekeliruan, korban sudah hampir memberikan namun korban merasa dikasari, korban akhirnya berteriak minta tolong.

“Seandainya, pelaku tidak kasar dan terkesan merebut. Cincin oleh korban sudah diberikan, tapi karena ada gelagat tidak baik, korban bersikukuh mempertahankan,” jelas Sukadi

Usaha korban, tambah Sukadi, mempertahankam perhiasan emas itu dengan terus berteriak teriak, sehingga mengundang massa.

“Tak ayal pelaku dijadikan sasaran kemarahan massa. Untung, saat itu ada polisi,” katanya.

Setelah ditangkap, Polisi membawanya ke kantor Polisi Sektor Paron, Ngawi, untuk diperiksa. Hingga berita ini ditulis, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Paron, Ngawi belum bersedia memberikan keterangan.

Selain mengamankan cincin emas beserta surat suratnya, terlihat Polisi juga berhasil mengamankan sepeda motor jenis bebek warna hitam dengan plat nomor Polisi AE 4076 RL. (***)

sumber: tribunnews

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Tim buru sergap (Buser) Satreskrim Polres Karimun bergerak cepat. Begitu mendapat informasi awal, langsung memburu pelaku yang meresahkan.

Ra (28), tidak dapat berkutik ketika diciduk di tempat makan di Kecamatan Meral, Rabu, 1 November 2017. Pelaku jambret yang hanya berani menjambret wanita ini mengakui semua kejahatannya kepada petugas.

“Kita bergerak dan diketahui pelaku berada disana,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin melalui Kasat Reskrim Polres Karimun, Lulik, Kamis, 2 November 2017.

Dari nyanyian pelaku ini, diketahui ada dua pelaku lain yang merupakan jaringannya. Dan akhirnya, dua pelaku lain berinisial Lh dan S. Pengakuan jaringan ini, mereka sudah beraksi di sembilan tempat kejadian perkara (TKP).

“Hasil kejahatannya dijual melalui online,” ujar Lulik. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Entah macam mana, aksi kejahatan seorang pemuda yang belum diketahui identitasnya ini masih selamat dari amukan warga yang sudah tersulut emosi.

Pemuda berperawakan kurus ini, nekat menjambret tas milik Wulandari, seorang ibu rumah tangga (IRT) di Jalan Nusantara, Minggu, 29 Oktober 2017 siang.

Korban mengatakan kejadiannya begitu cepat. Dimana saat itu, ia dan anaknya akan belanja ke pasar. Tibva-tiba dari arah belakang, pelaku menarik tas yang melingkar ditangannya.

Untung sadar dengan aksi pelaku, korban langsung bereaksi. Secara sepontan, IRT ini langsung menjerit ‘rampok’. Mendengar teriakan korban, pelaku ketakutan dan lari masuk kampung di sekitar tempat kejadian.

“Namun tiba-tiba tas saya ditarik sama pelaku dari belakang, sontak saya langsung teriak rampok,” kata Wulandari saat ditanya wartawan beberapa saat setelah kejadian.

Pelaku langsung melarikan diri ke Kampung Tanjung, namun pelaku diringkus oleh warga setempat. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Tanjungbalai Karimun untuk dimintai keterangan. (kmg)

sumber: lendoot.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jeneponto – Seorang pengendara motor, Rahmawati Daeng Bebang (36), warga Kampung Kalakkara, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, menjadi korban penjambretan.

Rahmawati mengaku dijambret saat berada di Jl BTN Bontosunggu Indah, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Minggu 8 oktober 2017 siang.

Sesaat setelah kejadian yang dialami, Rahmawati pun melapor ke ke Polres Jeneponto, Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binamu.

Kepada polisi, Rahmawati yang mengaku mengandarai motornya seorang diri tiba-tiba dipepet dari belakang oleh dua orang pengendara motor.

Saat mendekat, tas yang digantung Rahmawati di depan motornya ditarik oleh dua pengendara laki-laki yang tidak dikenalnya.

Akibatnya, tas berisi uang tunai Rp 53 juta milik Rahmawati raib dibawa kabur kedua penjabret itu.

Kasus itu dalam penanganan Satreskrim Polres Jeneponto. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Zuraida (40), Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Sungai Raya Rt 001 Rw 002 Kelurahan Sei  Raya Kecamatan Meral, dijambret, Jumat (11/) di Jalan Bukit Tembak Kecamatan Meral. Uang Rp3 juta untuk membayar cicilan motor yang ada dalam tas korban raib.

Informasi di lapangan, sebelum kejadian, Zuraida yang ingin membayar cicilan kredit Sepedamotor ke Balai Kota, berangkat dari rumah dengan mengendarai sepedamotor. Tiba dilokasi kejadian, tiba-tiba dari arah belakang korban, datang 2 orang Pria (Lidik) dengan menaiki sepedamotor bebek dan langsung menarik tas korban yang disandang di bahu sebelah kirinya.

Selanjutnya, usai menarik tas korban yang berisikan uang tunai sebesar Rp 3.000.000, kedua pelaku (Lidik) langsung melarikan diri. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian materi sebesar Rp 3.000.000.

Tidak terima, korban pun langsung membuat laporsn ke Mapolsek Meral. Dalam laporan itu, korban menyebutksn jika ciri-ciri kedua tersangka adalah, mengendarai sepeda motor bebek warna Hitam tanpa plat nomor, kedua Pelaku memakai helm standar warna Hitam dan satu orang pelaku berbadan tegap dan satu orang lagi berbadan kurus.

“Korban telah laporan. Kini masih kita selidiki” jelas Kapolsek Meral AKP Syaiful Badawi membenarkan kejadian itu.(hasian).