jepang

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Tindakan nekat pengibaran bendera Jepang di kawasan perumahan Happy Garden berawal dari kecintaan terhadap kesebelasan negara Jepang yang mampu masuk dalam delapan besar di perhelatan akbar sepak bola dunia yang berlangsung di Rusia.

Untuk menunjukkan dukungan itu sendiri, penghuni rumah yang terletak di kawasan bisnis Kota Batam tidak ragu menancapkan tiang bambu yang telah diikat bendera Jepang.

“Akibat demam bola, berakhir begini,” kata Yadi warga lainnya yang mengaku berada di tempat kejadian perkara (TKP) kepada mediakepri.co.id belum lama ini.

Diakuinya, ia tidak mengetahui persis tindakan hukum yang dihadapi pelaku pengibaran bendera Jepang tersebut. Namun, katanya lebih jauh, ia melihat bendera langsung diturunkan dan dibantu petugas dari kepolisian.

BACA: Bendera Jepang Berkibar di Nagoya Batam

Untuk diketahui berkibarnya bendera Jepang bagi sebahagian warga Batam yang berdomisili di Perumahan Happy Garden, Nagoya masih jadi pembicaraan yang hangat.

Berkibarnya bendera matahari itu bersamaan dengan perhelatan akbar sepak bola piala dunia, tetap menjadi pergunjingan warga. Meskipun berkibarnya bendera Jepang itu hanya berlangsung beberapa jam, bagi masyarakat sekitar tidak kehabisan materi pembicaan terhaadap peristiwa unik tersebut. (eddy)

BATAM

Senin | 06 Agustus 2018 | 13:37

Bendera Jepang Berkibar di Nagoya Batam

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Perbincangan berkibarnya bendera Jepang bagi sebahagian warga BAtam yang berdomisili di Perumahan Happy Garden, Nagoya masih hangat.

Berkibarnya bendera negara berjuluk matahari itu bersamaan dengan perhelatan akbar sepak bola piala dunia, tetap menjadi pergunjingan warga. Meskipun berkibarnya bendera Jepang itu hanya berlangsung beberapa jam, bagi masyarakat sekitar tidak kehabisan materi pembicaran terhadap peristiwa unik tersebut.

Istimewa

“Kita terkejut aja. Saat melintasi rumah itu, kok ada bendera Jepang berkibar,” ujar Adi warga perumahan Happy Garden yang mengaku sempat menyaksikan bendera Jepang itu diturunkan kepada mediakepri.co.id, Senin, 6 Agustus 2018.

Untungnya, katanya, emosi warga tidak terpancing menyaaksikan gagahnya bendera Jepang ditiup angin. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, warga melaporkan peristiwa ini kepada pihak berwajib.

“Saat anggota polisi datang, benderanya langsung diturunkan oleh pemilik rumah,” katanya. (eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kudus – Seorang gadis asal Kudus, Jawa Tengah siap berangkat ke Jepang sebagai wakil Indonesia. Di sana, dia akan unjuk kebolehan berpidato Bahasa Jepang melawan peserta lainnya dari negara-negara ASEAN.

Namanya Seli Inayanti, warga Desa Jati Kulon, RT 5 RW 2, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Anak keempat dari pasangan Rohmad dan Sulastri ini bakal berangkat ke Tokyo, pertengahan Oktober tahun ini.

Seli yang tak mampu menyembunyikan rasa semringahnya. “Bahagia bisa mewakili Indonesia di lomba pidato di Jepang nanti,” tutur dara kelahiran Kudus, 6 Maret 1997 saat ditemui di rumahnya, Senin, 23 Juli 2018.

Mahasiswi semester empat, Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, Jurusan Bahasa dan Sastra Asing, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang (Unnes) tidak menyangka kalau bisa mendapat kesempatan seperti ini. Soalnya dia mengakui jika peserta lomba di Indonesia yang lain juga mempunyai kemampuan hebat.

“Tapi, Alhamdulillah hasil memang tidak mengkhianati proses,” kata Seli.

Dia menceritakan sekilas perjalanannya, terakhir mengikuti penyisihan lomba pidato tingkat Jateng itu yang ke-8 pada 12 Mei 2018 di Unnes. Kemudian, di Jakarta tanggal 14 Juli mewakili Jateng ikut lomba pidato Bahasa Jepang tingkat nasional yang ke-47.

“Jadi saya lomba dulu di Unnes (penyisihan Jateng) lomba pidato bahasa Jepang ke-8 dan menang. Baru saya mewakili Jateng di Jakarta ikut lomba pidato bahasa Jepang yang ke-47,” terangnya.

Dia juga menceritakan, dalam satu minggu latihan 5-6 hari. Pada akhir pekan, dia istirahat menenangkan pikiran. Dalam seminggu dia latihan bersama dosen kurang lebih 3 kali, sisanya dia latihan sendiri.

“Saya pernah dimarahin ibu gara-gara jarang tidur dan sakit gara-gara latihan,” bebernya.

Bahkan, dia pernah sampai demam seminggu, karena di kos, makan dan tidur tidak teratur dan makan makanan instan.

“Alhamdulillah nggak sampai masuk rumah sakit. Waktu itu cuma salah pola latihan,” ungkap Seli.

Dia berencana menceritakan materi pidatonya di Jepang tentang pekerjaan sang ayah sebagai pengepul sampah plastik. Dulu dia sempat malu dengan pekerjaan ayah. Namun, kini dia tak malu lagi.

“Perubahan itu saya ceritakan di pidato saya,” beber seli.

Dia mengungkapkan jika kemahiran berbahasa Jepang Seli dimulai sejak duduk di bangku sekolah yakni sering menonton video anime Jepang. Kemudian ada rasa senang. Dan akhirnya saat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

“Dulu sering nonton film anime, terus ingin belajar bahasa Jepang. Film anime yang sering saya tonton itu seperti Spirited Away,” kata dia. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Surastri Karma Trimurti, yang dikenal sebagai S.K. Trimuti atau S.K. Trimoerti sebagai Menteri Tenaga Kerja (Menaker) pertama di Indonesia dari tahun 1947 sampai 1948 di bawah Perdana Menteri Indonesia Amir Sjarifuddin.

Wanita kelahiran di Solo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, 11 Mei 1912 ini adalah guru, wartawan dan penulis yang mengambil bagian dalam gerakan kemerdekaan Indonesia terhadap penjajahan oleh Belanda.

S.K Trimurti pernah menempuh pendidikan di Noormal School dan AMS di Surakarta. Kemudian melanjutkan studinya di Jurusan Ekonomi, Universitas Indonesia (UI). Dia menjadi aktif dalam gerakan kemerdekaan Indonesia selama tahun 1930, secara resmi bergabung dengan nasionalis Partindo (Partai Indonesia) pada tahun 1933, tak lama setelah menyelesaikan sekolahnya di Tweede Indlandsche School.

Trimurti memulai kariernya sebagai SD guru setelah meninggalkan Tweede Indlandsche School. Dia mengajar di sekolah-sekolah dasar di Bandung, Surakarta dan Banyumas pada 1930-an. Namun, dia ditangkap oleh pemerintah Belanda pada tahun 1936 untuk mendistribusikan anti-kolonial leaflet s. Trimuti dipenjara selama sembilan bulan di Penjara Bulu di Semarang.

Trimurti beralih karier dari mengajar ke jurnalisme setelah dia dibebaskan dari penjara. Dia segera menjadi terkenal di kalangan jurnalistik dan anti-kolonial sebagai wartawan kritis. Trimurti sering digunakan berbeda, disingkat nama samaran dari nama aslinya, seperti ‘Trimurti atau Karma’, dalam tulisan-tulisannya untuk menghindari ditangkap lagi oleh pemerintah kolonial Belanda.

Selama karier laporannya, Trimurti bekerja untuk sejumlah surat kabar Indonesia termasuk Pesat, Genderang, Bedung dan Pikiran Rakyat. Dia menerbitkan Pesat bersama suaminya. Dalam era pendudukan Jepang, Pesat dilarang oleh pemerintah militer Jepang. Dia juga ditangkap dan disiksa.

Trimurti, yang adalah seorang advokat terkenal hak-hak pekerja, diangkat sebagai pertama di Indonesia Menteri Tenaga Kerja di bawah Perdana Menteri Amir Sjarifuddin. Dia bertugas dalam kapasitas yang dari tahun 1947 sampai tahun 1948. Dia berada di Eksekutif Partai Buruh di Indonesia, dan memimpin sayap wanitanya.

Dia ikut mendirikan Gerwis, sebuah organisasi perempuan Indonesia, pada tahun 1950, yang kemudian berganti nama sebagai Gerwani. Dia meninggalkan organisasi pada tahun 1965. Dia kembali ke perguruan tinggi ketika ia berusia 41 tahun. Dia belajar ekonomi di Universitas Indonesia. Dia menolak janji untuk menjadi Menteri Sosial pada tahun 1959 dalam rangka untuk menyelesaikan gelar sarjana.

Trimurti adalah anggota dan penandatangan Petisi 50 pada tahun 1980, yang memprotes Soeharto penyalahgunaan Pancasila terhadap lawan politiknya. Para penandatangan Petisi 50 termasuk pendukung kemerdekaan Indonesia terkemuka serta pemerintah dan pejabat militer, seperti Trimurti dan mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

S. K. Trimurti meninggal pada 06:20 pada tanggal 20 Mei 2008, pada usia 96, di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD) di Jakarta, Indonesia setelah dirawat di rumah sakit selama dua minggu. Dia telah gagal dalam kesehatan dan terbatas ke kamarnya untuk tahun sebelumnya. Menurut anaknya, Heru Baskoro, Trimurti meninggal karena vena yang rusak. Dia juga telah menderita rendah hemoglobin level dan tekanan darah tinggi.

Sebuah upacara menghormati Trimurti sebagai “pahlawan untuk kemerdekaan Indonesia” digelar di Istana Negara di Jakarta Pusat. Dia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. (***)

sumber: wikipedia.org

MEDIAKEPRI.CO.ID, Nagasaki – Kebakaran melanda apartemen di Nagasaki, Jepang. Akibat insiden ini, dua anak kecil berusia 6 dan 8 tahun diketahui tewas.

Dilansir dari Japan Today, Jumat, 5 Januari 2018, peristiwa kebakaran terjadi pada Rabu, 3 Januari 2018 malam sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Korban meninggal masing-masing bernama Yuto (8) dan Keito (6).

Keduanya tinggal di lantai 3 apartemen bersama ibunya, Saki Miyamoto (31). Kala itu Miyamoto tengah berada di dapur sementara kedua anaknya di kamar mandi.

Diduga kebakaran berasal dari pemanas elektrik yang berada di samping kamar mandi. Miyamoto sempat keluar untuk meminta tolong kepada tetangganya saat kebakaran terjadi. Namun saat dia kembali, Miyamoto sudah tak bisa keluar dari unitnya karena asap yang tebal.

Api berhasil dipadamkan sekitar 1 jam kemudian. Yuto dan Keito ditemukan tergeletak di lantai kamar mandi.

Dua anak kecil itu sempat dibawa ke rumah sakit. Namun dinyatakan meninggal di rumah sakit karena kekurangan oksigen.(***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Depok – Sebanyak 26 Anggota geng ‘Jepang’ yang menjarah toko pakaian di Jl Sentosa Raya, Sukmajaya, Kota Depok. Apa motif mereka melakukan aksi brutal tersebut?

“Mereka melihat kesempatan saja, karena saat itu mereka sedang berkonvoi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada wartawan di Mapolresta Depok, Jl Margonda Raya, Kota Depok, Senin, 25 Desember 2017.

Putu mengungkap, Minggu, 24 Desember 2017 malam itu, mereka berkumpul di pasar di dekat tempat kejadian perkara. Mereka kemudian berkonvoi ke arah Jl Tole Iskandar.

“Di situ kan jalanan sepi, kebetulan cuma toko itu saja yang buka, lampunya terang, pakaiannya bagus-bagus,” sambungnya.

Saat kejadian, hanya ada satu karyawan yang menjaga toko ‘Fernando’ itu. Melihat kesempatan itu, para pelaku pun ‘menyerang’ ke dalam toko.

“Melihat ada kesempatan, mereka mendekat kemudian mengambil celana jins, kaos dan jaket di toko tersebut,” sambungnya.

Sementara Putu menyampaikan, pihaknya masih mendalami apakah aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya.

“Niat mungkin sudah ada, apa niat mau nyerang atau menjarah. Tetapi kemungkinan niatan untuk berbuat onar sudah ada,” tandas Putu. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta -Keinginan Timnas Indonesia menjajal kekuatan besar Asia, Timnas Jepang, dalam laga uji coba dipastikan batal. Hal itu dikonfirmasi Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Ratu Tisha Destria.

Menurut Tisha, PSSI memang tidak mengundang Jepang dalam rangka test event pada menuju Asian Games 2018, pada Februari 2018 nanti. Pada November lalu, PSSI hanya mengundang tujuh negara yang terdiri dari China, Malaysia, Singapura, Qatar, Vietnam, dan Arab Saudi.

“Jepang tidak bisa, dan tidak ada dalam daftar undangan waktu pertama kali negara mengundang,” ujar Tisha kepada wartawan.

Tidak adanya Jepang dalam tim-tim test event sangat disayangkan. Terlebih lagi, PSSI telah bekerja sama dengan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) pada awal Desember lalu.

Tanpa adanya Jepang, sampai dengan saat ini, hanya ada tiga negara yang sudah menyertakan kesiapannya menjalani test event di Jakarta. Sedangkan, empat negara lainnya masih diupayakan untuk bisa ambil bagian dalam uji coba nanti.

“Jadi, yang (menyatakan) bisa itu China, Korea Selatan, Vietnam. Malaysia masih 50-50,” Tisha menjelaskan.

Tisha melanjutkan, tiga negara lain yang masih ditunggu konfirmasinya selain Malaysia adalah, Yordania, Iran, dan Singapura. PSSI berharap, ketujuh negara peserta test event nanti segera mendapat kepastian.

“Semoga saja tujuh negara yang direncanakan ini bisa konfirmasi. Arab Saudi dan Qatar itu kayaknya akan diganti Iran dan Yordania. Keempatnya (Arab Saudi, Qatar, Iran, Yordania) diundang, lihat saja nanti siapa yang konfirmasi,” ucap Tisha melanjutkan.

Test event ini merupakan kesempatan bagi Indonesia dalam mengukur kesiapan sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Saat ini menurut Tisha, PSSI terus berkomunikasi dengan panitia lokal penyelenggara Asian Games 2018, INASGOC untuk bisa mempercepat proses undangan verifikasi dan sebagainya.

“Karena, agenda federasi cukup padat, konfirmasi peserta masih minim secara formal. Kami terus mencoba sampai akhir tahun ini agar bisa mengetahui siapa saja pesertanya yang konfirmasi. Tapi kalau format, tidak berubah yakni mengundang tujuh negara,” ucap Tisha.

Di luar uji coba, sebagai persiapan menuju Asian Games 2018, PSSI akan menggabungkan program latihan Timnas Indonesia U-23 dengan U-19. Karena, untuk Timnas Indonesia U-19 juga akan melakoni turnamen di Piala Asia U-19.

“Karena, itu program kepelatihan yang berkesinambungan. Maka dari itu, maka baik TC (training center) maupun evaluasi tekniknya itu akan dalam kontrol Luis Milla (pelatih Timnas Indonesia),” ucap Tisha.

“Jadi jadwal latihannya itu mengikuti U-23 di satu tempat dan pada akhir bulan. Begitu caranya,” Tisha menambahkan. (***)

sumber: hariansib.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jepang – Udah tau belum bedanya tradisi kelulusan SMA di Jepang dengan Indonesia?

Tradisi kelulusan SMA di Jepang dan Indonesia sebenarnya sama. Dua negeri ini punya tradisi yang berhubungan dengan seragam. Tradisinya pun hampir dilakukan di seluruh daerah.

Maknanya pun punya kesamaan. Sama-sama menandakan bahwa seragam mereka udah nggak perlu dipakai lagi.

Ya walaupun lebih mulia misalnya diberikan ke adik kelas atau yang membutuhkan.

Terus apa sih bedanya tradisi kelulusan SMA di Jepang dengan Indonesia? Ini dia….

Di Jepang, lulus lepas kancing!

Kalau di Jepang, lulus bakalan lepas kancing.

Kancing kedua dari atas bakal dicopot oleh siswa cowok. Terus, dikasih ke cewek yang disukainya.

Maknanya? Kancing kedua dari atas merupakan kancing yang letaknya paling dekat dengan hati sementara seragam adalah sesuatu yang dipakai setiap hari selama tiga tahun bersekolah.

Jadi kancing kedua itu berisikan semua perasaan si cowok selama tiga tahun bersekolah sampai kelulusannya.

Cewek juga nggak perlu nunggu dikasih kancing.

Mereka juga boleh minta ke cowok yang disuka. Dikasih atau nggak ya urusan belakangan.

Nah, kalau ada cewek yang dapet banyak kancing berarti itu cewek banyak yang suka!

Kalau di Indonesia, tradisinya adalah corat-coret seragam.

Coretannya biasanya tanda tangan dan kata-kata dari para teman, atau cat semprot warna-warni. Seringnya dilengkapi dengan konvoi. Ada juga yang berakhir dengan tawuran (yang ini nggak bener nih!)

Maknanya adalah, seragam itu dipakai setiap hari ke sekolah, so kita bakal ingat masa-masa indah SMA saat melihat seragam tersebut karena ada tulisan para teman kita.

Warna-warna juga jadi simbol kebebasan, sebab kita nggak perlu lagi pakai seragam ini.

Tradisi ini juga sering ditentang guru dan orang tua. Lucunya, ada juga yang udah corat-coret seragam padahal belum tentu lulus. (***)

PARIWISATA

Selasa | 03 Oktober 2017 | 14:05

Tart Keju Jepang BAKE Buka Perdana di Jakarta

MEDIAKEPRI.CO.ID, JAKARTA – Pelopor tren kuliner tart keju panggang khas Jepang, Bake Cheese Tart (BAKE), resmi hadir di Indonesia. Ini juga menandai perluasan pasar BAKE yang sebelumnya telah hadir di tujuh negara Asia, yakni Jepang, Hong Kong, Taiwan, Korea, Shanghai, Thailand dan Singapura.

Grand opening gerai pertama BAKE di Indonesia akan dilakukan pada 7 Oktober 2017. Berlokasi di pusat perbelanjaan premium, Grand Indonesia, Jakarta, outlet BAKE akan melayani para penggemar keju dengan jam operasi 10.00 sampai 22.00 WIB setiap harinya.

Berpusat di Tokyo, BAKE telah diterima luas sebagai penggagas tren cheese tart di Jepang. Cita rasanya yang unik berhasil menarik perhatian pasar, tak hanya di negara asal bahkan juga di kawasan Asia, hingga kemudian diikuti oleh produsen-produsen lain.

“Inilah yang meyakinkan kami menghadirkan tart keju orisinal BAKE kepada masyarakat Indonesia agar mereka dapat merasakan the real cheese tart untuk pengalaman kuliner tak terlupakan,” jelas Direktur Utama BAKE Indonesia, Raymond Umbara, dalam konferensi pers di Jakarta, belum lama ini.

Ia mengatakan dengan segala keunggulan lebihnya dari segi kualitas bahan dan kesegaran produk, BAKE diharapkan akan memenangkan hati para penikmat hidangan pencuci mulut di Tanah Air. Hadir sejak 2014, BAKE telah berhasil memecahkan rekor penjualan 35 juta keping tart keju dalam setahun di seluruh gerainya. Kini, dengan total 41 cabang di kota-kota besar di delapan negara dunia (termasuk outlet terbaru di Jakarta, Indonesia), BAKE semakin percaya diri melanjutkan pencapaian tersebut.

Dari segi desain gerai, konsep in-store factory kitchen seolah membawa pengunjung untuk semakin kuat merasakan kesegaran produk BAKE. Nuansa industrial memberikan kesan fresh from the oven. Cheese tart BAKE dipanggang langsung di gerai untuk segera dikemas dan disajikan kepada konsumen.

Setiap keping tart keju BAKE dijual seharga Rp 29 ribu dan Rp 165 ribu untuk pembelian setengah lusin. Selama masa promo pembukaan gerai, konsumen berkesempatan mendapatkan cendera mata eksklusif dari BAKE berlaku untuk 100 orang pembeli pertama dengan jumlah pembelian minimal 6 keping tart keju.(***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tokyo – Jepang sebagai salah satu negara dengan penduduk yang tingkat kreatifitasnya yang tinggi memang penuh dengan hal-hal yang unik. Salah satu yang terbaru adalah tentang metode melayat yang “efisien”.

Sebuah layanan rumah duka di Jepang menawarkan sebuah konsep baru berupa metode melayat “drive-thru”.

Dengan konsep ini, para pelayat tak perlu meninggalkan kenyamanan di dalam mobil, dengan turun dan memberikan penghormatan kepada kerabat mereka yang berpulang.

Mereka cukup berdiam di dalam mobil yang mengantar mereka ke dekat jenasah dan bisa memberikan penghormatan.

Perusahaan yang menawarkan layanan ini mengklaim bahwa layanan “drive-thru” ini adalah yang pertama di Jepang.

Dengan populasi warga tua yang kian membengkak di Jepang, maka angka kematian pun akan mengikutinya. Bisnis “kematian” menjelma menjadi usaha yang menjanjikan.

Kaum manula yang hendak melayat dapat menuliskan nama mereka melalui sebuah piranti digital berbentuk tablet layar sentuh.

Kemudian mereka bisa mengajukan pemberian dupa tradisional, yang semuanya dilakukan hanya dengan menurunkan kaca jendela mobil.

Semua proses yang dilakukan di layar sentuh itu, diteruskan kepada pembawa acara di rumah duka untuk disaksikan bersama-sama.

Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat layanan pemakaman, dan juga memberi keluarga yang lemah kesempatan untuk berpartisipasi.

Demikian dikatakan Presiden perusahaan Masao Ogiwara yang menggagas ide ini seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (13/9/2017).

“Orang tua mungkin ragu untuk menghadiri pemakaman karena mereka harus meminta bantuan untuk keluar dari mobil,” kata Ogiwara.

“Tapi kami ingin sebanyak mungkin orang bisa datang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada teman atau tetangga mereka,” kata dia lagi.

Biasanya, dibutuhkan waktu setidaknya 15 menit untuk seseorang yang duduk di kursi roda untuk menyajikan dupa di altar saat upacara pemakaman tradisional Jepang.

Ogiwara mengatakan, waktu tersebut bakal terpangkas dan hanya akan menjadi beberapa menit saja.