JUARA

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kampung Tua Tanjungsengkuang Kecamatan Batuampar meraih juara pertama Lombaan Hias Gerbang Semarak Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia Tingkat Kota Batam.

Tanjungsengkuang menang untuk kategori Kampung Tua. Dan Juara II kategori yang sama diraih oleh Kampung Tua Tiangwangkang Kecamatan Sagulung. Hadiah diserahkan kepada para pemenang usai upacara Hari Perhubungan Nasional di Dataran Engku Putri, Senin, 17 September 2018.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Batam, Rudi Panjaitan mengatakan Lomba Semarak Kampung Merdeka ini dibagi menjadi lima kategori. Yakni Kampung Tua, Kampung Nelayan, Kavling Siap Bangun, Perumahan Sederhana dan Sedang, serta Perumahan Mewah atau Elite.

“Total hadiah Rp 54 juta untuk para pemenang lomba ini. Melihat antusias masyarakat Batam ikut serta pada lomba ini, tahun depan akan kita gelar kembali dan ini menjadi agenda rutin peringatan HUT RI Tingkat Kota Batam,” ujar Rudi.

Dari lima kategori, untuk kategori Kampung Tua ditetapkan dua pemenang juara 1 dan 2. Untuk Kampung Nelayan satu pemenang yakni Kampung Nelayan Sijantung Kecamatan Galang. Kategori Perumahan Menengah ke Atas tiga pemenang yakni Perumahan Baloi Mas, Lubuk Baja sebagai juara pertama, Perumahan Sandona, Sekupang juara kedua dan Puri Casablanca, Batamkota juara ketiga.

Perumahan Sederhana dan Kavling ditetapkan empat pemenang, juara pertama sampai juara keempat. Perumahan sederhana sebagai juara pertama Perumahan Graha Permata Indah-Cluster Cendana Tiban Indah, Sekupang. Juara kedua diraih Perumahan Villa Muka Kuning, Kecamatan Sagulung, juara ketiga Perumahan Bida Asri 1 Batam Kota dan juara ke empat Perumahan Griya Permai Sungai Binti, Sagulung.

Untuk kategori Kavling, Rudi mengatakan Tembesi Tower RW 16 Sagulung berhasil meraih juara pertama. Bengkong Indah, Bengkong meraih juara kedua, RT06/RW 01 Tiban Lama, Sekupang sebagai juara ketiha dan Pasir Mantang, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar sebagai juara keempat.

“Peringkat pertama masing-masing kategori menerima uang pembinaan sebesar Rp4 juta. Untuk peringkat ke dua menerima Rp3 juta, juara ketiga mendapat Rp1,5 juta dan juara ke empat menerima Rp1 juta. Kita juga berikan piala dan piagam penghargaan,” sebutnya.

Kriteria penilaian antara lain kedisplinan warga menaikkan bendera di depan rumah. Kemudian kebersihan lingkungan terjaga, gapura dihias corak kemerdekaan, dan sebagainya. Juri juga melihat event yang dilaksanakan, yang bersifat merakyat, misal lomba-lomba dalam rangka 17-an. Selain itu juga dinilai dari kerukunan warganya. Juri terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup untuk penilaian kebersihan, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk gapura hias, dan Badan Kesbangpol untuk kerukunan warganya. (***)

sumber: mediacenter.batam.go.id

Raih Target Juara Umum

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur Nurdin Basirun bertekad agar Kepri dapat mempertahankan dan mengukir sejarah lagi dengan kembali menjadi Juara Umum pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional pada Oktober mendatang di Kota Medan.

“Meraih juara umum bukanlah hal yang mustahil, mengingat berbagai pelatihan dan sejarah juara dari para kafilah yang sudah sering diraih di berbagai perlombaan,” ujar Nurdin saat meninjau pelaksanaan simulasi penampilan peserta MTQ XXVII di Quran Centre, Sekupang, Batam, Jum’at, 14 September 2018.

Untuk itu Nurdin berharap dengan kegiatan simulasi yang dilakukan ini dapat mengukur kemampuan yang telah terbina selama ini serta dengan tetap menjaga kebersamaan, kekompakan saling mendukung antar sesama pelatih dan kafilah, dan juga jaga selalu kesehatan.

“Kekompakan sesama kafilah akan menjadikan tim kita kuat dan menggapai juara umum dengan sangat mudah insyaallah,” lanjut Nurdin.

Menurut Nurdin meskipun hasil dari simulai yang telah terbukti baik namun juha perlu kembali mematangkan dan menguatkan mental.

“Dengan adanya kegiatan ini saya yakin para kafilah semakin matang persiapannya, insyaallah Kepri bisa mendapatkan yang terbaik dalam mengikuti MTQ nasional nanti,” tutup Nurdin.

Sementara itu, Direktur Quran Centre, Mahadi Rahman, mengatakan, kegiatan simulasi ini bertujuan untuk membuat para peserta seolah sudah mengikuti perlombaan sesungguhnya.

Sebanyak 56 orang qari-qariah, hafiz-hafizah, mufassir-mufassiroh, dan kaligrafi dari kabupaten/kota di Kepri telah dibina. Pembinaan dipusatkan di Quran Center Provinsi Kepri di Batam.

”Para kafilah inilah yang kita persiapkan dari Kepri untuk mengikuti MTQ Nasional ke XXVII di Medan nanti, dari simulasi ini kita bisa menilai semua peserta sudah sempurna dan bisa diharapkan mendapat juara,” ujar Mahadi.

Kegiatan simulasi peserta ini dilaksanakan dari pagi sampai sore. Mereka langsung ditampilkan satu per satu sesuai jenis lomba yang diikuti nanti di MTQ Nasional dan langsung mendapat penilaian dari tim dewan juri.

“Dari simulasi ini kita bisa menilai semua peserta sudah sempurna dan bisa diharapkan mendapat juara,” lanjut Mahadi.

Turut mendampingi Gubernur saat meninjau kegiatan simulasi para kafilah Kepri diantaranya KH. Azhar Hasyim selaku ketua tim kafilah Kepri, perwakilan dari Kanwil Kemenag Kepri dan Kabiro Humas Protokol dan Penghubung Nilwan. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pemuda Batam FC kembali membuka peluang untuk menembus Liga Profesional Futsal 2019, setelah memastikan diri mewakili Provinsi Kepulauan Riau di babak regional 34 besar nasional.

Di pertandingan final, Pemuda Batam FC sukses menaklukkan Club Futsal terbaik Kepri dengan hasil pertandingan tak pernah kalah di setiap pertandingan nya.

Menghadapi tim debutan, Pemuda Batam FC yang berstatus baru di LFN Regional Kepri dengan peringkat ke tiga tahun 2017 dan sebagai juara LFK Batam tahun 2017 mampu naik peringkat sehingga tampil dominan dan terus menekan pertahanan club-club futsal di Kepri.

Bahkan tim asuhan Coach Muhammad Dudi Sudiadi atau yang akrab di sapa MDS itu sudah mampu unggul melalui kapten tim Samsul Alam bersama sahabatnya didalam lapangan.

Selalu tak terkalahkan di setiap pertandingan dengan perolehan poin tertinggi tidak membuat Pemuda Batam FC sombong dan akan selalu rendah hati dan kosinsisten untuk tetap berjuang mencapai tujuan yaitu tiket ke Liga Futsal Nusantara Regional Kepri itu.

Memasuki pertandingan terkahir tadi malam, Pemuda Batam FC yang juga Juara 1 Liga Futsal Kota Batam tahun 2017 itu bahkan mampu memberikan hasil yang memuaskan dengan perolehan poin tertinggi di Liga Futsal Nusantara Regional Kepri malam tadi.

Hasil tersebut memastikan langkah Pemuda Batam FC untuk kembali mengharumkan nama Kota Batam dan mewakili Provinsi Kepulauan Riau ke babak regional 34 besar nasional yang akan dilaksanakan di Kota Lampung, di bulan November 2018 mendatang.

Keluar sebagai Juara 1 di LFN Regional Kepri adalah pencapaian yang cukup spesial karena ini adalah kali pertama perwakilan Kota Batam itu tampil di LFN Regional Kepri tahun ini.

Menanggapi keberhasilan tim Pemuda Batam FC yang sangat memuaskan sekaligus meningkatknya gelar juara yang mana di LFN Kota Batam tahun 2017 meraih gelar juara 1 lalu dan sekarang menjadi juara lagi di LFN Regional Kepri tahun 2018 ini, Pelatih Pemuda Batam FC, Coach Dudi, salah satu nama panggilannya, mengaku bangga atas perjuangan para pemainnya.

Namun demikian, ia mengingatkan perjuangan belum berakhir, masih ada babak regional 34 besar nasional. Dan untuk bisa mencapai target lolos ke Liga Profesional Futsal Indonesia 2018, mereka harus benar-benar maksimal di babak 34 nanti.

“Kami akan terus memaksimal persiapan jelang berlaga di Kota Lampung babak regional 34 besar nasional, dimana kami ditunjuk sebagai perwakilan Provinsi Kepulauan Riau kata Coach MDS. (rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam- Coach Muhammad Dudi Sudiadi akhirnya merasakan gelar juara di Liga Futsal Nusantara Region Kepri. Meski belum mencapai di Pro Futsal League (PFL), tapi di Liga Futsal Nusantara Region Kepri Tahun 2018 (LFN).

Pelatih yang mendapat julukan MDS ini sukses membawa Pemuda Batam FC meraih gelar juara LFN Region Kepri 2018. Gelar perdana bagi Coach MDS yang prestasi terbaiknya selama bemain tak pernah terkalahkan oleh lawannya di Liga Futsal Nusantara Region Kepri Tahun 2018 itu bersama Pemuda Batam FC.

MDS pun sangat senang dengan prestasinya ini. Terlebih gelar juara memang ditargetkan oleh manajemens sejak dirinya didapuk menjadi pelatih kepala di Pemuda Batam FC di musim ini.

“Alhamdulilah, target pribadi untuk juara musim ini tercapai, wajarkan musim lalu Juara 1 di Liga Futsal Kota Batam Tahun 2017, dan target tim juga tercapai meningkat atau gelarnya naik peringkat dari Kota ke Provinsi, karena pertahankan lebih sulit dibanding merebut,” ungkapnya kepada media ini.

“Awal pertama gabung juga managemen Pemuda Batam FC menargetkan juara karena untuk pemuda Batam FC di tahun genap agak sulit seperti tahun 2017 lalu berada di peringkat ke tiga di LFN Kepri,” lanjutnya.

“Alhamdulilah, tahun ini tercapai. Kekhawatiran musim 2017 untuk meningkatkan gelar dari Liga Futsal Kota Batam ke Liga Futsal Nusantara Region Kepri sudah bisa kami redam,” pungkasnya menutup pembicaraan.(eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, BATAM – Tim futsal Dinas Kominfo Batam memperoleh juara II dalam Turnamen Futsal Hari Bhakti ke-73 Postel. Selain itu pemain Dinas Kominfo juga mendapat predikat pemain terbaik dalam turnamen yang digelar di Lapangan Futsal Vitka Tiban, Sabtu, 25 Agustus 2018.

Turnamen ini diikuti instansi, operator seluler dan telekomunikasi di Kota Batam, seperti ATVSI, Dinas Kominfo, dan ISP. Juga Orari, Telkomsel, Indosat, BCN, Balmon, CIC, Barvis, dan sebagainya.

Laga pertama, tim Kominfo menang WO melawan MCN, kemudian tanding dengan Balmon memperoleh skor 9-0 untuk kemenangan Kominfo. Tim futsal Kominfo lalu bertemu dengan CIC. Skor akhir 5-1 membawa Kominfo ke babak semifinal. Pada empat besar ini, Kominfo melawan Telkom, dan Signal melawan Indosat. Partai final mempertemukan tim Kominfo dengan Signal. Dan berakhir dengan skor 5-4 untuk kemenangan Signal.

Kekalahan tersebut terobati dengan terpilihnya salah seorang pemain futsal Kominfo sebagai pemain terbaik, yaitu Latif yang sehari-hari bekerja sebagai supervisor di layanan nomor tunggal panggilan darurat/Call center.

“Kegiatan pertandingan ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Bhakti POSTEL Ke 73 tingkat kota Batam. Sekaligus untuk meningkatkan silaturahmi antar sesama keluarga POSTEL dan para stakeholder,” ujar Heriyanto, Kepala BALMON (Balai Monitoring), sebagai penyelenggara kegiatan Play of Turnamen.

Turnamen ini diikuti oleh 24 tim, dibuka dengan tendangan pertama oleh Kepala Dinas Kominfo Batam, Salim. (bmc)

SERBA SERBI

Jumat | 13 Juli 2018 | 13:54

Mohamad Zohri, Si Anak Yatim Piatu Juara Dunia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lombok- Pria bernama lengkap Lalu Mohamad Zohri (18) berhasil mengharumkan Merah Putih di kanca dunia pada kejuaraan dunia junior atlet lari 100 meter di Finlandia mendapatkan Medali Emas dengan catatan waktu 10.18 detik merupakan seorang anak yatim piatu.

Putra bungsu dari empat bersaudara pasangan Lalu Ahmad Yani (Alm) dan Saeriah (almh) ini, memiliki bakat sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) 2 Pemenang Barat. Saat itu, Lalu Muhamad Zohri alias Badok, berangkat sekolah tanpa mengenakan alas kaki.

Pria kelahiran Karang Pasor, 1 Juli 2000 ini menekuki keinginan menjadi seorang atlet lari saat duduk di bangku Kelas 3 SMPN 1 Pemenang. Pada hal sebelumnya Zohri selalu diajak oleh ibu guru olahraganya, Rosida untuk mengikuti latihan. Karena Ibu Rosida melihat potensi yang dimiliki Zohri. Namun ajakan sang guru olahraganya itu ditolak Zohri.

Setelah menekuni atlet, sejumlah prestasi telah ia raih. Tahun 2017 Zohri berhasil memborong 7 medali emas pada Kejurnas. Lalu Tahun 2018 di Kejuaraan atletik junior Asia 100 Meter di Jepang kembali mendapatkan medali Emas dengan catatan waktu 10.27 Detik. Kemudian Kejuaraan Dunia junior 100 meter di Finlandia, kembali meraih Medali Emas dengan catatan waktu 10.18 Detik.

BACA: Rebut Medali Emas Bergengsi, Atlet Muda Ini Bakal Diberi Rumah

Sebelum menjadi viral, Zohri sehari-hari tinggal di rumah reot peninggalan almahrum orangtuanya. Dinding rumah terbuat dari bambu, dan beratapkan genteng. Dari kondisi rumah, terlihat sangat memprihatinkan. (bayu/ti)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Prestasi yang diraih pelajar MTs Aqidatunnajin tidak diragukan lagi. Sebelumnya, sekolah berbasis Islam ini unggul dengan tiga gelar yang diraih pelajarnya di Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP/MTs Tingkat Kabupaten Lingga beberapa waktu lalu.

Kini, tiga siswa sebuah Madrasah Swasta di ibu Kabupaten Lingga itu mengukir prestasi yang membanggakan setelah mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang diikuti oleh seluruh Madrasah yang ada di Kabupaten Lingga pada 12 Mei 2018 lalu.

Adapun ketiga cabang yang dilombakan, yakni cabang Matematika terintegrasi, IPA terintegrasi dan IPS terintegrasi, semuanya dirajai oleh siswa MTs Aqidatunnajin. Dari Surat Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lingga Nomor 085 Tahun 2018, diketahui Juara 1 cabang Matematika diraih oleh Muntiha, untuk juara 1 cabang IPA diraih oleh Damia Khirunnisa, sedangkan untuk cabang IPS diraih oleh Deah Ramadhani, peserta peraih juara 2 OSN SMP/MTs tingkat Kabupaten Lingga yang lalu, dan sudah turut serta dalam OSN tingkat Provinsi yang telah dilaksanakan pada April lalu.

Menurut Armain, Kepala MTs Aqidatunnajin, ada yang menarik dari hasil yang diraih oleh siswanya, dimana siswa yang menjuarai cabang Matematika dan IPA adalah peserta baru, padahal menurutnya peserta yang menjuarai OSN kemarin juga diikutsertakan.

“Kemarin untuk masing-masing cabang kita kirim tiga peserta, karena kebetulan aturan untuk kepesertaan tahun ini membolehkan seperti itu, dan diluar dugaan kita, dua orang yang menjuarai bisa menyalip teman-temannya yang sudah sukses di OSN kemarin”, ujar Armain seraya menambahkan mungkin menandakan anak-anak kita semangat belajarnya sangat dinamis.

Kepada mediakepri.co.id, Kamis 17 Mei 2018 sang kepala Madrasah mengatakan, berencana akan memberikan reward lagi kepada para pemenang dan guru pembina, setelah kemarin juga memberikan reward kepada para pemenang OSN dan guru pembimbing.

“Tentunya sesuai kemampuan kita, tapi prinsip saya yang namanya memberikan penghargaan tidak mesti harus menunggu punya anggaran, dimana ada kemauan di situ ada jalan,” ungkapnya. (wawan)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Tim futsal pemuda remaja Masjid Darul Ikhsan, akhirnya keluar sebagai juara di ajang Futsal BKPRMI Kecamatan Batu Ampar Cup 1 se-Kecamatan Batuampar di lapangan futsal Triniti Seraya Kecamatan Batuampar.

Tim futsal pemuda remaja Masjid Darul Ikhsan mengalahkan tim futsal pemuda remaja Mesjid Nur Rohman, dengan skor akhir 4 : 0.

Laga final tersebut berlangsung seru. Kedua tim sejak pertandingan dimulai saling jual beli serangan. Sayangnya, peluang dari Nur Rohman belum membuahkan gol. Skor 2 : 0 bertahan hingga babak pertama selesai.

Pertandingan dilanjutkan ke babak kedua, dan seranganpun terus dilakukan oleh Deni dan kawan-kawannya yang akhirnya dimenangkan tim nya yaitu pemuda remaja Masjid Darul Ikhsan dengan skor akhir 4 : 0.

Sementara untuk peringkat ketiga direbut tim Remaja Masjid Nur Hidayah, setelah mengalahkan tim remaja Masjid Sabilul Huda dengan skor 4 : 1.

Komite Exco AFD Kota Batam, Indra saat penutupan memberikan sambutan menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini adalah wadah pemersatu dan akan dijadikan agenda tahunan.

Kata lelaki yang akrab disapa Daeng Indra ini, secara pribadi dan juga kelembagaan akan berupaya untuk menfasilitasi ajang ini menjadi ajang tahunan kegiatan pemuda Masjid Kecamatan Batuampar dan juga tingkat Kota Batam nantinya.

Tim yang mengikuti kompetisi. (bayu wasono)

Ketua BKPRMI Kecamatan Batuampar ini juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini baik untuk menyalurkan hobby dan menjalin kebersamaan antar pemuda remaja masjid di Batam.

“Saya mengajak sahabat-sahabat saya para remaja Masjid, untuk bergandengan tangan melaksanakan kegiatan ini setiap tahun dan meminta kepada AFD Kota Batam untuk menjadi kalender ivent tahunan kedepan,” tandasnya.

Daeng Indra yang juga Ketua Umum Pemuda Batam selaku Penasehat panitia di Tournament futsal BKPRMI Cup 1 tingkat kecamatan ini, mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pemuda remaja masjid yang telah berpartisipasi serta kepada pemerintah khususnya kecamatan Batuampar masing-masing tim juga para tokoh dan seluruh panitia yang terlibat.

“Atas nama panitia BKPRMI Kecamatan Batuampar juga menyampaikan terima kasih buat Asosiasi Futsal Daerah Kota Batam dibawa pimpinan Bapak Indra selaku Exco yang telah banyak membantu panitia dari awal sehinga kegiatan ini bisa terlaksana dan sukses,” pungkas Pak Hadziq Musthofa selaku Ketua Paniti kepada awak media ini.

Turut hadir menyaksikan langsung babak final lomba futsal itu, Ketua BKPRMI Kecamatan Batuampar Misno Adi, Komite Exco Asosiasi Futsal Daerah Kota Batam Indra, Tokoh Agama kecamatan Batuampar dan para suporter masing-masing tim. (bayu wasono)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pondok Kita Singapura meresmikan program Iqro Cafe di Sekolah Dasar (SD) Juara Batam yang merupakan sekolah binaan dari Rumah Zakat, Sabtu, 31 Maret 2018.

Ustadz Hafiz Kusairi, Pengasuh Pondok Kita Singapore mengatakan gagasan program ini dengan impian agar anak-anak yatim Dhuafa memiliki minat dan hobby membaca. Lalu, agar budaya Literasi tertanam sejak dini dan hadir disemua kalangan.

“Setiap kali saya bersama Rumah Zakat terasa kerdil diri saya. Saya dan team setahun sekali, Rumah Zakat hari-hari,” ujarnya sebelum pemotongan pita peresmian Program Iqro’ Cafe.

Salah satu ruangan yang didesigh sebagai ruangan baca yang nyaman, elegan, tertata rapi, dengan buku bacaan yang bermutu sesuai dengan usia sekolah dasar ini, menjadi program yang langsung di serbu seluruh siswa siswi SD Juara Batam.

Siswa dan siswi SD Juara Batam senang berada di ruangan yang didesigh sebagai ruangan baca yang nyaman, elegan, tertata rapi, dengan buku bacaan yang bermutu. (istimewa)

“Buku bagus dan banyak. Sekolah kami akhirnya punya perpustakaan. Saya sangat senang baca buku-buku ceritanya,” kata Arya Saputra, siswa kelas 2 SD Juara Batam.

Muhammad Isa selaku Branch Manager Rumah Zakat Batam mengatakan program Iqro’ Cafe dari sahabat di Pondok Kita Singapore, merupakan bagian dari kolaborasi dan sinergi hadirkan pendidikan berkualitas untuk Dhuafa. Sehingga, katanya lebih jauh, program sekolah gratis yang merupakan program Rumah Zakat ini benar-benar bermutu dan dirasakan masyarakat luas.

“Terimakasih sahabat-sahabat Pondok Kita Singapore yang selalu berikan dukungan penuh program Kebajikan yang digulirkan, khususnya di SD Juara Batam binaan Rumah Zakat. Semoga menjadi pundi-pundi kebaikan yang terus mengalir hingga surga Allah,” katanya.

Sahabat dari Pondok Kita Singapura bersama SD Juara Batam usai meresmikan Iqro Cafe di SD Juara Batam. (istimewa)

Program dengan pemotongan Pita, dilanjutkan dengan melihat ruangan baca oleh seluruh siswa siswi SD Juara Batam dan rombongan Pondok Kita Singapore. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama yang sudah dibawa dan dimasak oleh rombongan. (rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Madrid – Mantan pemain Timnas Prancis, Christian Karembeu mengatakan, hanya Real Madrid yang menjadi favorit juara Liga Champions musim ini.

Di kompetisi domestik, Madrid tertinggal jauh dari Barcelona. Peluang menjuarai La Liga pun sangat kecil. Tapi, penampilan Los Blancos di kompetisi Eropa berbanding terbalik.

Di babak 16 besar, Madrid menyingkirkan salah satu kandidat kuat, PSG. Di perempatfinal, El Real akan menantang Juventus.

Madrid merupakan juara Liga Champions di dua tahun terakhir. Karembeu, yang pernah menjuarai Liga Champions dua kali bersama Madrid, yakin tim asuhan Zinedine Zidane itu bisa menjadi juara untuk ketiga kali secara beruntun.

Meski masih ada beberapa tim besar seperti Bayern Munchen, Manchester City, dan Barcelona, Karembeu yakin hanya Madrid yang merupakan favorit tampil di final dan berpeluang juara lagi.

“Jangan tanya saya lagi soal itu. Hanya Real Madrid yang bisa memenangkan Liga Champions musim ini,” ujar Karembeu, dikutip dari Soccerway.

“Di Kiev (venue final Liga Champions), saya belum tahu siapa yang akan menjadi lawan Madrid. Yang jelas Madrid akan lolos ke Kiev,” katanya. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pasangan Marcus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya Sukamuljo, rupanya menyimpan kekhawatiran setelah menjadi juara All England 2018. Apa itu?

Kevin dan Marcus baru saja mempersembahkan gelar juara di All England 2018. Gelar itu sekaligus mempertahankan prestasi mereka sebelumnya di Birmingham, Inggris, tahun lalu.

Juga menjawab 22 tahun penantian adanya ganda putra Indonesia yang mampu menjuarai All England dua kali berturut-turut setelah Rexy Mainaky/Ricky Soebagja (1995 dan 1996).

Bagi Kevin kemenangan kali kedua di All England memotivasi untuk terus mencetak kemenangan di berbagai turnamen. Dia belum puas dengan pencapaiannya.

“Ya pastinya karena saya suka main jadi termotivasi ingin menang,” kata Kevin, usai pemberian bonus dari klubnya, PB Djarum Kudus, di Indonesia Galeri Kaya, Granr Indonesia, Rabu, 28 Maret 2018.

“Merasakan di podium itu sangat luar biasa. Kami ingin mengulang terus, walau sudah naik podium kedua kali tapi rasanya tak cukup,” dia melanjutkan.

Sejak dipasangkan 2015, Kevin sudah mencetak 15 gelar turnamen internasional. Dari sederet prestasi itu, rupanya anak bungsu dari pasangan suami istri Sugiarto Sukamuljo dan Winartin Niawati menyimpan rasa takut dalam dirinya.

“Semakin sering saya juara malah saya semakin takut kalah. Jadinya saya termotivasi terus jangan sampai akhirnya saya kalah,” kata Kevin. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Tim Futsal Laskar Kelimutu Fc akhirnya meraih gelar juara Futsal ATC 2018 atau Piala Futsal ATC CUP II 2018. Tim ini menjadi jawara setelah mengalahkan U Legend Fc di laga yang sangat dramatis.

Pada laga final yang berlangsung di Lapangan Futsal Aku Tahu Center Batam, Sabtu, 17 Maret 2018 malam, Laskar Kelimutu Fc harus melalui perjuangan yang kompak dari semua pemain untuk mengalahkan U Legend Fc dengan skor ketat 4-3.

Tim Futsal Laskar Kelimutu Fc secara tak terduga berhasil unggul cepat di menit pertama melalui tendangan dahsyat Ahmad Amirul (17) kegawang lawannya. U Legend Fc yang tertinggal langsung menekan pertahanan Laskar Kelimutu Fc.

Pada babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat tinggi. Kedua tim silih berganti melakukan serangan. Laskar Kelimutu Fc, akhirnya berbalik unggul di menit selanjutnya melalui aksi tendangan kedua kalinya dari Ahmad Amirul (17). U Legend Fc yang tertinggal berupaya mengejar dengan berbagai taktik. Taktik yang sukses dengan mencetak gol para pemain U Legend Fc menambah kedudukan di babak kedua. Waktu di babak kedua mendekati akhir imbang 4-2.

Pada babak pertandingan kedua, berita buruk menghampiri U Legend Fc saat Julino Nobento (11) menambah angka ke mulut gawangnya dengan 3-2. Meski demikian, U Legend Fc pantang menyerah dan mendapat peluang dan mulai mengejar ketinggalan dari Laskar kelimutu Fc.

Laskar kelimutu Fc terus menekan lawannya U Legend Fc lewat tendangan Putra Sanjaya Fc (2) di babak kedua, tapi hingga laga usai tidak ada lagi gol yang tercipta. Laskar Kelimutu Fc pun berhasil mengalahkan U Legend Fc dengan skor 4-3. Kemenangan yang membawa mereka meraih gelar juara dimusim ini yaitu Piala Futsal ATC CUP II Tahun 2018.

Bambang Rejab mengatakan  sangat bangga dengan pencapaian dari seluruh pemain di lapangan. Sebagai pelatih, katanya, sangat puas bisa keluar sebagai juara musim ini.

“Saya berharap kepada semua tetap belajar dan terus belajar untuk meraih prestasi. Untuk kedepan, tetap harus rendah hati jangan sombong dengan apa yang diraih saat ini,” kata Kapten Laskar Kelimutu Fc Bang Salman Faruqi

Komite Exco AFD Kota Batam Daeng Indra juga menambahkan bangga dengan suksesnya turnamen ini. Untuk itu, katanya, sangat berterima kasig kepada semua pihak yang terlibat dalam Tournament Futsal ATC CUP II ini karena telah sukses menjalankan program-program positif kepemudaan di Kota Batam yang kita cintai ini.

“harapan saya kepada pemerintah, tolong kegiatan seperti ini diperhatikan, juga diberi dukungan. Kalau perlu dianggarkan di APBD agar dampak kriminalitas oleh pemuda bisa berkurang. Dan Kota Batam bisa terbebas dari begal,  jambret dan tindak kriminal lainnya,” ujarnya berharap. (bayu wasono)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun, Aunur Rafiq menutup Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Buru, yang digelar di lapangan kantor camat buru, jalan bukit Mencali, Minggu, 4 Maret 2018.

“Semoga dengan pelaksanaan MTQ ini para generasi muda Kabupaten Karimun khususnya Kecamatan Buru dapat terjauhkan dari narkoba dan penyakit masyarakat lain nya,” kata Rafiq dalam sambutannya.

Rafiq mengatakan, semaraknya pelaksanaan MTQ ini dari mulainya pawai ta’arufnya, dan dilihat dari bangunan bazar dan lain sebagainya, menunjukkan masyarakat buru mampu dan bisa bekerja sama dengan baik untuk menyukseskan pelaksanaan MTQ ini.

“MTQ di Kecamatan Buru Alhamdulillah cukup megah, baik dari pawai ta’aruf nya, stand bazar dan lain sebagainya. Ini menunjukkan masyarakat buru mampu dan bisa bekerja sama dengan baik,” ujarnya.

Rafiq menambahkan, suksesnya pelaksanaan MTQ ini, tentu pula akan ada Qori Qoriah yang berkualitas disamping suksesnya pelaksanaan MTQ itu.

“Jika pelaksanaan MTQ ini sukses, tentu kita harapkan, kualitas dan hasil yang didapatkan dari pelaksanaan MTQ ini juga harus baik dari Qori Qoriah. Dari kecamatan buru ini nantinya akan dapat mengirimkan Qori Qoriah nya di MTQ tingkat kabupaten karimun yang insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 4 April 2018 mendatang di kecamatan ungar,” tutupnya.

Diketahui, pelaksanaan MTQ yang berlangsung pada 1-4 Maret 2018 tersebut, Kelurahan Lubuk Puding keluar sebagai juara umum dengan nilai 1,260.

Sedangkan, Desa Tanjung Batu Kecil juara dua dengan nilai 1,216. Selanjutnya Kelurahan Buru mendapatkan juara tiga dengan poin 1,185 dan Desa Tanjung Hutan sebagai juara harapan satu dengan poin 1,123. (kmg/riandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Yanto, Staf Ahli Pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri melakukan peletakan batu pertama gedung Sekolah Dasar (SD) Juara Batam binaan Rumah Zakat di Kavling Garudayaksa RT 02, RW 09, Kampung Tua Bagan, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Batam, Kepri, Kamis, 1 Maret 2018.

Pembangunan gedung di lahan seluas 3.500 meter persegi ini merupakan bagian partisipasi Rumah Zakat untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan gratis bagi masyarakat yang kurang mampu.

Pemotongan pita tanda dimulainya pembangunan SD Juara Batam binaan Rumah Zakat. (shofar)

Pemotongan pita tanda dimulainya pembangunan SD Juara Batam dengan dilakukan pengecoran tapak tiang sekolah secara simbolis ini dihadiri Gintoyono Batong, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Batam, Murni Alit Baginda, Direktur Program Rumah Zakat Pusat, Ricky Indrakari, Komisi IV DPRD Kota Batam, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau Gusti Reizal Ekaputra, Science Taufik Riyadi Camat Sungai Beduk, Syamsul Arifin Lurah Tanjung Piayu, AKP Sutrisno Saragih, Kapolsek Sungai Beduk, Adam Alhats, Pengawas Sekolah Dasar Rayon Sungai Beduk, Kepala Sekolah se-Kecamatan Sungai Beduk.

Untuk diketahui, SD Juara Batam berdiri sejak 2016, telah memiliki sebanyak 50 siswa Yatim Dhuafa. Sekolah yang merupakan binaan dari Rumah Zakat ini, terus berupaya mengikuti standar mutu pendidikan nasional, salah satunya dengan mewujudkan sarana prasaraana proses pendidikan berupa gedung Sekolah yang akan dibangun 6 bulan kedepan.

Aksi siswa SD Juara Batam binaan Rumah Zakat. (shofar)

Diharapkan kedepannya, SD Juara Batam yang baru berdiri dua tahun ini menjadi sekolah roll model dan percontohan pengelolahan sekolah gratis yang terus meningkatkan mutu dan berkualitasnya. Yanto menyambut positif program yang dijalankan Rumah Zakat di Kepulauan Riau, yang sejalan dengan program Gubernur yang terus memberikan porsi anggaran yang besar di bidang pendidikan.

“Sekolah Juara adalah salah satu program Rumah Zakat yang terus diminati oleh mitra donatur. Sehingga terus tumbuh diberbagai daerah, dan hingga kini ada 1 PAUD, 15 SD Juara, 2 SMP Juara dan 1 SMK Juara dan SD Juara juga hadir di Kota Batam ini. Tentunya sinergi dan kerjasama hadirkan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak kurang mampu sangat dibutuhkan, sehingga anak bangsa ini dapat merasakan pendidikan yang layak dan bermutu,” papar Murni Alit Baginda.

Aksi siswa SD Juara Batam binaan Rumah Zakat. (shofar)

Gintoyono Batong, yang mewakili Walikota Batam, Rudi mengapresiasi program Rumah Zakat yang menghadirkan sekolah gratis dengan nol pungutan alias tanpa biaya. Dikatakannya, Pemerintah Kota (Pemko) Batam wajib mendukung program sekolah gratis ini, dengan membantu mewujudkan pembangunan Sekolah Dasar Juara ini, sehingga dapat menampung peserta didik lebih banyak lagi.

“Saya sangat optimis Sekolah Juara yang dibangun oleh Rumah Zakat, akan melahirkan anak-anak yang juara, sesuai dengan namanya SD Juara. Terlihat dari prestasi dan potensinya. Mentalitasnya telah terbentuk, sehingga saya yakin lulusan SD Juara Batam akan memiliki daya saing dengan negeri tetangga,” ujar Gusti Reizal Ekaputra.

Sejumlah pejabat dan tamu undangan pada peresmian pembangunan SD Juara Batam binaan Rumah Zakat. (shofar)

Harapan besar dan cita-cita yang tinggi, semoga ditempat ini lahirkan generasi-generasi unggul dan berkarakter Juara, yang dapat mengoptimalkan seluruh potensinya dan menemukan kunci rumah kesuksesannya. (shofar/rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sekolah Dasar (SD) Juara Batam, yang merupakan binaan Rumah Zakat menggelar Mukhoyyam Qur’an dengan tema “Menyemai AL Qur’an dalam hati dan amal” selama dua berturut-turut mulai hari Kamis sampai Jumat 15 – 16 Februari 2018.

Kegiatan yang melibatkan sebanyak 29 siswa siswi SD Juara Batam diselenggarakan di Komplek Pesantren Mizanul Ulum Kavling Bukit Layang Blok C, RT 06/ RW 17, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Mukhoyyam Qur’an yang melibatkan siswa siswi kelas 1 & 2 SD Juara Batam ini, diisi dengan peningkatan kwalitas bacaan Qur’an siswa siswi, motivasi mempelajari Al Qur’an, Sholat Tahajud bersama, dan Tadabur Qur’an surah Al Kahfi ayat 1 – 10. Agar peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak bosan dan jenuh, maka pelaksanaan ini dikemas dengan menyenangkan dan game-game seruh, sehingga seluruh peserta terus bersemangat mengikuti seluruh rangkaian acara.

Istimewa

Dwi Rizky Wulandari, selaku Kordinator Program TTQ (Tilawah Tahsin Qur’an) SD Juara Batam sekaligus Ketua Panitia Mukhoyyam Qur’an menuturkan Mukhoyyam Qur’an ini menjadi bagian program ketuntasan belajar Qur’an. Sehingga, katanya, Al Qur’an benar-benar berada di hati peserta dan dapat diaplikasikan menjadi amal yang dapat dirasakan manfaatnya bagi lingkungannya sesuai temanya.

Program yang rutin dilaksanakan setiap akhir pekan ini, juga menjadi agenda positif dan sebagai kegiatan alternatif yang syarat dengan menanamkan nilai-nilai akhlak, yang mejadi benteng virus kenakalan remaja dan krisis akhlak yang terus mengerus generasi bangsa akhir-akhir ini. Sehingga program-program positif seperti Mukhoyyam Qur’an menjadi program triwulan di SD Juara Batam ini, harus tumbuh menjadi kegiatan alternatif dan pilihan anak-anak serta remaja Indonesia yang terus diminati.

Kegiatan yang berlangsung sederhana ini menjadi kegiatan yang spesial karena dihadiri Agus Suprianto, Amil Rumah Zakat dan salah satu Mahasiswa Karya Anak Bangsa Public Speaking. Kedatangan ini memberikan memotivasi siswa untuk cinta Sholat dan Birullwalidain. Harapan selanjutnya, siswa siswi semakin cinta menunaikan sholat lima waktu dan bakti kepada orang tua semakin tumbuh menjadi tutur kata yang lembut, ringan tangan membantu orang tua dan senantiasa mendoakan keduanya.

Istimewa

“Program Mukhoyyam Qur’an SD Juara Batam adalah salah satu program yang sangat saya apresiasi, dan kali ini saya menyempatkan hadir membersamai program ini untuk memotifasi siswa siswi agar semakin cinta Ibadah dan sayang kepada kedua orang tua, karena bagi saya Sholat dan bakti kepada kedua orang tua adalah bagian dari kunci kesuksesan kita,” tutur Agus Suprianto.

Sekolah Juara adalah Sekolah Gratis Berkualitas yang menjadi bagian dari optimalisasi program penyaluran dana Zakat, Infak, Shodaqoh dari masyarakat, dengan Misi “Mencetak Generasi Unggul dan berkarakter Juara” sehingga siswa siswi dapat mengoptimalkan setiap potensinya dan menemukan kunci-kunci pintu rumah kesuksesannya. (rilis)

Istimewa

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun, Aunur Rafiq resmi menutup Turnamen Bola Volly Kite Bangkitkan Karimun( KBK) Cup V Piala Bergilir Aunur Rafiq Tahun 2018 di Gang Ivoria, Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral, Kamis 15 Februari 2018.

Turnamen yang dimulai sejak 8 Januari 2018 itu diikuti sebanyak 66 tim terdiri dari 35 tim putera dan 31 tim putri.

Pada kejuaraan tersebut, juara I putera diraih oleh tim Amelia, juara II Porperta, juara III Marine Customs dan juara IV diraih tim KBK. Untuk juara I berhak menerima uang pembinaan Rp 6 Juta, Piala, piagam dan Piala Bergilir, juara II 4 Juta, juara III 3 Juta dan Juara IV 2 juta.

Sementara untuk juara I putri diraih tim Porpagas, juara II KBK, Juara III KBK dan Juara IV diraih oleh Porpagas. Untuk juara I menerima uang pembinaan serupa yakni Rp 6 Juta, juara II 4 Juta, Juara III 3 juta dan Juara IV 2 Juta.

Selain juara turnamen, pihak panitia juga memberikan penilaian kepada tim dengan kostum parade terbaik dan pemain pavorit. Nominasi tim dan pemain favorit dipilih melalui votting laman Facebook KBK Cup V Piala Bergilir Aunur Rafiq.

“Untuk kategori nominasi kostum tim parade terbaik dinilai pada saat parade pembukaan meliputi kostum, asesoris, kekompakan dan jumlah peserta,” kata ketua panitia, Kurnia Irawan, Kamis 15 Februari 2018.

Pemenang kostum tim parade terbaik dimenangkan tim WJK Porpagas. Pemenang tim putera terfavorit dengan jumlah 304 like dan dilihat lebih dari 6.000 yakni Marine Customs.

Untuk pemenang tim putri terfavorit dengan jumlah 260 like dan dilihat lebih dari 7.600 kali yakni WJK Porpagas.

Sedangkan untuk pemenang pemain putera terfavorit dengan jumlah 325 like dan dilihat lebih dari 3.100 kali yakni M Rizal dari Tim Marine Customs, pemenang pemain putri terfavorit dengan jumlah 302 like dan dilihat lebih dari 5.200 kali yakni Safitri dari TIm WJK Porgagas. (kmg/ian)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Penampilan tim putri Indonesia di penyisihan grup Z melawan Tiongkok berakhir dengan kemenangan Indonesia dengan skor 3-2. Indonesia pun menduduki puncak klasemen dan menyandang status juara grup.

Kemenangan ini diapresiasi Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti.

Strategi mengambil dua kemenangan di ganda dan satu di tunggal disebutkan Susy dapat berjalan dengan baik. Fitriani yang turun di tunggal pertama, punya rekor sekali kemenangan atas Chen Yufei, tunggal putri andalan Tiongkok.

Sementara Gregoria Mariska dan Ruselli Hartawan diturunkan karena belum memiliki catatan rekor pertemuan dengan He Bingjiao dan Chen Xiaoxin. Dari tipe permainan pun Gregoria dan Ruselli dinilai yang paling sesuai untuk menghadapi lawan.

“Ini baru langkah awal, kami harus tetap fokus dan konsisten di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Kemenangan ini menjadi satu penyemangat untuk tim putri,” kata Susy yang dijumpai di Stadion Abdul Halim seperti dirilis badmintonindonesia.org.

“Dari tiga tunggal, Fitri yang dapat poin. Setelah di Indonesia Masters dia bisa mengimbangi Ratchanok (Intanon), sepertinya ini menambah keyakinan dia,” ujar Susy.

Di nomor ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris dapat menjalankan tugas dengan baik meskipun laga Rizki/Della diwarnai ketegangan karena harus berakhir dengan tiga game dan adu setting melawan pasangan muda Tiongkok.

“Ganda putri memang mengemban tanggung jawab yang berat. Ini team event, Rizki/Della jadi penentu pula. Saya lihat memang ada ketegangan, lawannya pasangan muda yang permainannya cukup alot. Rizki/Della akhirnya bisa lepas dari ketegangan itu,” tutur Susy.

“Saya lihat kali ini tim putri bisa main tanpa beban, tapi masih punya kemauan untuk menang. Semangat dan kerja keras yang ditunjukkan membuahkan hasil. Setelah sekian lama terpuruk, saya rasa kemenangan atas tim Tiongkok ini bisa jadi modal bagi pemain-pemain putri kita untuk memperbaiki diri untuk bisa masuk ke jajaran elit,” jelasnya.

Susy sempat melontarkan kritik tajam kepada para pemain tunggal putri. Dituturkan Susy, hal ini sedikit membawa perubahan, namun Susy tak ingin perubahan itu hanya terjadi di turnamen ini saja, melainkan di turnamen-turnamen selanjutnya.

“Saya hanya bisa kasih masukan, kritik membangun yang menyemangati, bukan maksudnya mengintimidasi. Saya bilang, ayo bangkit, nggak mungkin kita capai prestasi kalau nggak kerja keras, nggak mungkin kalau di zona nyaman terus. Kita harus akui kalau masih kalah dengan negara lain. Kalau kalah otomatis kerjanya harus dobel untuk bisa menang,” cerita Susy.

“Empat sektor sudah membuktikan, saya bilang, kenapa tunggal putri belum? Saya juga penasaran, alangkah baiknya kekuatan merata di semua sektor. Ini yang membuat saya berikan perhatian lebih dan kritik lebih kepada tunggal putri. Kalau tidak dikritik, mereka akan, yah sudah begini saja. Tapi kan sayang, mereka punya kemampuan. Toh kalau juara mereka juga yang menikmati,” beber Susy.

“Mereka mendengarkan dan mungkin terpacu untuk membuktikan. Saya senang, tapi saya harap perubahan ini tidak untuk kali ini saja, masih banyak pertandingan lain yang harus dibuktikan,” pungkasnya.

Selanjutnya tim Indonesia akan menunggu calon lawan yang ditentukan dari undian pada siang ini. Pertandingan babak perempat final beregu putri akan dilangsungkan besok, kamis 8 Februari 2018. (***)

sumber: galamedianews.com