Kamtibnas

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karimun, menggelar razia mendadak di Kost-Kostan, Hotel dan Wisma yang ada diwilayah Kabupaten Karimun, Minggu (3/9/2017). Dari hasil razia dan test urine, sebanyak 34 orang yang terjaring dinyatakan positif menggunakan Narkoba.

Hal itu disampaikan Kepala BNNK Karimun, Kompol M Sholeh usai menggelar razia dibeberapa tempat Kost-Kostan, tamu Hotel dan Wisma yang ada diwilayah Kabupaten Karimun.

Dikatakan, 50 orang personil gabungan TNI-Polri diturunkan untuk melakukan razia yang tersebar dibeberapa tempat seperti, Hotel Taman Kelapa, Wisma New City, Hotel Alisan, Kost-Kostan Koko, Kost-kostan Babe, Hotel Erison, Wisma Top Start dan Kost-Kostan Lai Xing.

“Dari hasil test urine, sebanyak 34 orang dinyatakan positif menggunakan Narkoba, terdiri dari 23 orang Laki-laki dan 11 orang perempuan, dua diantaranya masih di bawah umur” paparnya.

Disebutkan, razia yang di mulai pukul 08.00 WIB itu, sempat membuat terkejut para tamu Hotel. Pasalnya aparat dengan seragam lengkap berada di depan pintu kamar, sambil menyampaikan bahwa akan dilakukan razia narkoba.

“Satu persatu tamu hotel diminta berkumpul di loby untuk tes urine dan yang terindikasi, kita bawa kekantor untuk ditindaklanjuti, sementara tamu yang negatif dipersilahkan untuk kembali ke kamar hotel” tukasnya. (hasian)

TANJUNG PINANG

Minggu | 03 September 2017 | 19:47

Nih Akibat Bayar Tagihan Menggunakan Cek Kosong

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Polsek Bukit Bestari tangkap Asun (40) atas tuduhan membayar tagihan dengan menggunakan cek kosong. Penangkapan ini berdasarkan laporan nomor LP/419/VII/2013/Kepri/RES TPI/SPK-Polsek Bestari/tanggal 11 Juli 2017.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro saat melakukan ekpos, Sabtu (02/09/2017) didampingi Kanit Reskrim Polsek Bukit Bestari Aiptu Freddy Simanjuntak mengatakan modus penipuan yang dilakukan Asun yakni tersangka membeli material bangunan di toko korban dan membayar dengan menggunakan cek. Saat cek tersebut akan di uangkan ternyata kosong.

Lebih lanjut AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan penetapan tersangka berdasarkan barang bukti berupa satu lembar cek Bank Muamalat dengan nomor cek MCB 797427 tanggal 14 Desember 2012 dan surat keterangan penolakan (SKP) dari Bank UOB BUANA KCP Bintan tanggal 18 Januari 2013 dengan sandi Bank 0230677, dan satu lembar cek Bank Muamalat dengan nomor cek MCB 797428, dua lembar surat jalan serta satu lembar nota penagihan.

Tersangka Asun dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (bobi)