Kaum

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman – Semangat tak kenal lelah Ketua Karang Taruna “Amorga” Dusun Temuwuh Sdr Arifudin ditunjukkan dalam proyek Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Reguler ke 103 tahun 2018 Kodim 0732/Sleman di Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Rabu, 17 Oktober 2018.

Arifudin dengan begitu semangat bergotong – royong bersama personel Kodim 0732/Sleman menyelesaikan pekerjaan di lokasi sasaran pembangunan TMMD Reguler ke – 103.

Oleh karena itu, terik matahari dan cucuran keringat tak sedikit pun menggoyahkannya demi terwujudnya tujuan pembangunan. “Umur bukan penghalang bagi kita melakukan kebajikan. Selagi ini ada kesempatan untuk berbuat,” ujar Arifudin.

Tidak hanya untuk berbakti kepada tanah air melalui partisipasi dalam pembangunan, Arifudin juga mengaku ingin memberikan contoh dan motivasi kepada kaum muda lainnya, agar lebih gigih lagi membangun negeri ini dengan tulus.

“Melalui kerja kerasnya bersama warga dan personil Kodim 0732/Sleman ini, Arifudin memiliki harapan terbesar agar pekerjaan selesai tepat waktu dan bisa segera dinikmati masyarakat.

“Kalau semua selesai tepat waktu, masyarakat kan bisa menikmati hasil pembangunan ini. Semua aktivitas yang menggunakan fasilitas dari hasil pembangunan dapat lebih lancar,” ujar Arifudin yang juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada TNI atas program TMMD ke 103 Kodim 0732/Sleman.(Her)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun berharap agar kegiatan Jambore yang dilaksanakan oleh kader PKK dapat menjadi wadah untuk menambah wawasan serta pengetahuan. Selain itu juga untuk mengembangkan potensi dan kreativitas yang kemudian menjadi bekal untuk membangun Kepulauan Riau.

“Majunya suatu daerah karena adanya peran vital kaum ibu,” ujar Nurdin saat menghadiri puncak Hari Kesatuan Gerak PKK ke 46 dan Jambore Kader PKK se-Provinsi Kepri 2018 di Kawasan Coastal Area, Karimun, Jumat, 21 September 2018.

Nurdin melanjutkan, bahwa dari kegiatan ini jugalah peningkatan silaturahmi terjalin. Perlu juga diperbanyak kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang juga menjadi pendorong kegiatan pembangunan.

“Kegiatan ini dapat melihat secara langsung meningkatkan kemampuan kader mengikuti lomba-lomba berkaitan dengan program program pokok PKK,” lanjut Nurdin.

Dari sini juga, Nurdin ingin ibu-ibu tahu dan melihat dan bersentuhan langsung ke bawah. Hal ini agar dapat membina kader-kader selanjutnya kedepan untuk lebih maju. Apalagi terus disuport oleh pemerintah itu sendiri.

“Pemerintah selalu menyokong hal hal positif, apalagi bersentuhan langsung dengan masyarakat”, tambah Nurdin.

Dalam kesempatan ini, Gubernur juga memberikan sejumlah sumbangan kepada para pasukan orange yang menjaga kebersihan coastal area.

“Tolong jage Coastal ni ye, jaga dari orang-orang yang tak bertanggung jawab atau yang merusak”, pesan Nurdin.

Sementara itu, Penasehat Tim Penggerak PKK Hj Noor Lizah Nurdin Basirun mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan perekat Kesetiakawanan para kader untuk mewujudkan kebersamaan yang harmonis.

“Berbagai adanya perlombaan pada jambore tersebut membuat kita kompak dalam kebersamaan”, kata Noor Lizah.

Karena menurut Noor Lizah, kehadiran ratusan lebih peserta akan membuat keindahan objek wisata Coastal Area semakin diketahui khalayak ramai.

“Jika satu orang menceritakan hasil kunjungannya ke 10 orang saja maka akan ada ribuan orang yang akan mengetahui keindahan objek wisata di Karimun, ini akan berdampak baik terhadap kunjungan wisatawan,” ungkap Noorlizah.

Dirinya juga ingin masyarakat agar bersama sama bergabung dengan kader PKK, sebagai penyambung lidah pemerintah dan masyarakat lewat pembinaan sebagai Wadah Pemersatu.

“Kedepan nya saya ingin kader kader yang berpangalaman bersosialisasi dengan masyarakat dan jemput warga nya untuk berpartisifasi”, lanjut Noor Lizah.

Kemudian Ketua TP-PKK Provnsi Kepri Hj Riawina dalam laporannya juga mengapresiasi Penasehat PKK atas sumbang saran yang telah diberikan kepada tim penggerak PKK Provinsi Kepri.

“Terima kasih banyak kepada pak Gubernur dan ibu penasehat yang telah hadir”, kata Riawina.

Sebagai sarana pembelajaran dan solidaritas kader PKK se Provinsi Kepri dengan 10 program pokok PKK, dengan ikut serta oleh Penggerak PKK 7 Kabupaten dan Kota. Jambore diikuti oleh kader PKK yang berasal dari provinsi dan juga dari 7 kabupaten / kota setempat. Diharapkan pelaksanaan kegiatan berjenjang setiap tahun nya agar kedepan nya lebih maju dan bermoral dengan kegiatan kegiatan yang kreatife dan terrencana.

“Semoga kedepan lebih bagus dan maju dan lebih banyak kader ikut berpartisifasi”, kata Riaulina.

Jambore sendiri ditandai dengan pelepasan balon serta parade dan defile penggerak PKK Se Provinsi Kepri dengan berbagai macam keragaman daerah setempat terutama disektor wisata.

Tampak hadir dalam kesempatan ini Sekretaris Daerah H TS Arif Fadilah dan Ketua Dharma Wanita Provinsi Kepri Hj Rismarini Arif Fadilah, Wakil Bupati Karimun H Anwar Hasyim, Ketua BKOW Provinsi Kepri Hj Rosmery Isdianto. Hadir pula Asisten Administrasi Umum M Hasbi, Staf Ahli Syamsuardi, Kepala Bakesbangpol Lamidi, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Burhanudin, Kadis Pemberdayaan Perempuan Misni, Kabiro Administrasi Layanan Pengadaan Misbardi, Kabiro Humas, Protokol dan Penghubung Nilwan, Sekretaris BPKAD H Aiyub beserta tamu undangan lainnya. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Karimun, Erwan Muharuddin jumlah kasus penderita positif penyakit HIV dan AIDS belum ada pengurangan.

“HIV/AIDS sudah masuk konsentrasi. Sehingga penularan dan penyebarannya semakin cepat serta meningkat. Ini terjadi disebabkan, jaringan perilaku seks tidak aman atau seks bebas,” kata Erwan dalam penyuluhan HIV/AIDS bagi pelajar dan pemuda yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karimun di Hotel 21 Karimun Jalan Coastal Area Tanjungbalai Karimun, Rabu, 18 April 2018.

Untuk tahun 2017, katanya lebih jauh, ditemukan lebih dari seratus orang yang positif HIV/AIDS di Kabupaten Karimun. Dari jumlah tersebut, penderitanya lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki.

“Penderitanya memang banyak perempuan, tapi yang paling banyak meninggal dunia adalah laki-laki. Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Karimun 67 persen dari usia 25-49 atau usia produktif. Di tahun 2018 dari Januari sampai sepanjang April, kasus HIV/AIDS mengalami penurunan,” ucapnya.

Kadispora Kabupaten Karimun, Sukari melalui Kabid Pemuda Dispora, Agusman mengatakan tujuan diadakan penyuluhan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada peserta tentang HIV/AIDS. Ia berharap peserta dapat memahami dan memberikan ilmu yang didapat dari penyuluhan kepada masyarakat. Terutama sekali, ilmu yang didapat dapat menjadi benteng untuk diri sendiri.

“Sampaikan informasi tentang HIV/AIDS dan apa yang perlu dijaga ke masyarakat secara persuasif. Generasi muda mempunyai peranan penting dan tanggungjawab dalam menyelamatkan negeri,” pintanya sebelum menutup penyuluhan. (kmg/ian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Depok – Dua pelaku penyebaran video porno sesama jenis, diamankan jajaran Polresta Depok di Jalan. Raya Sawangan, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Depok. Kedua pelaku ialah Rud (21) dan Muc (31).

Menurut Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana, Minggu, 21 Januari 2018, video itu diunggah ke sosial media. Pelaku menggunggahnya di akun twitter @prassongsup pada 21 Juni 2017.

“Tujuan pelaku menyebarkan video intim tersebut di Twitter sebagai sarana memasarkan diri sebagai seorang pemuas nafsu kaum gay,” katanya seperti dilansirkan merdeka.com.

Menurut pengakuan pelaku, dirinya tidak tergabung dengan komunitas LGBT tertentu. Namun untuk mencari pasangan pelaku menggunakan aplikasi media sosial HORNET (Medsos khusus Gay).

Pelaku diduga melakukan tindak pidana Pornografi dan ITE sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 1 Jo Pasal 29 UU RI No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 ayat 1 UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Keluarga Sarita Abdul Mukti belakangan memang tengah menjadi perbincangan publik.
Sarita Abdul Mukti merupakan istri dari seorang pengusaha kaya bernama Faisal Harris. Faisal Harris bukanlah orang sembarangan. Selain berprofesi sebagai pengusaha, dirinya juga rupanya mantan Vice President Ferrari Club.

Dia sempat menjabat sebagai Vice President Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI) pada 2015-2016. Faisal Haris terpilih menggantikan Hanan Supangkat yang mengakhiri jabatannya pada 2015 lalu. Namun tak lama Faisal Haris menjabat, dua tahun berselang, ia kembali digantikan oleh Hanan Supangkat untuk periode 2017-2019.

Pria berusia 45 tahun tersebut merupakan pengusaha property. Tak heran jika karisma Harris begitu berkilauan di mata wanita. Salah satu wanita yang berhasil memincut Harris adalah artis cantik Jennifer Dunn.

Meski telah mempunyai istri dan anak, dirinya pun dengan berani bermain api dengan wanita lain. Tak pelak cerita sedih Sarita dan anak-anaknya tersebut membuat simpati banyak orang.

Pasalnya Harris dengan tega mengirim istri dan anak-anaknya ke Melbourne demi bisa leluasa berhubungan dengan Jennifer Dunn. Kini sepertinya petualangan cinta Faisal Harris telah usai. Lantaran saat ini Jennifer Dunn tenagh mendekam di bui karena kembali terjerat narkoba.

Sosok Sarita Abdul Mukti pun langsung kembali menjadi sorotan. Sarita memang memiliki penampilan yang cukup nyentrik. Sebagai ibu dari empat anak, kecantikannya pun masih cukup terpancar.

Bahkan gaya dan penampilannya pun terlihat begitu elegan. Dirinya saat ini memutuskan untuk berhijab. Meski telah berhijab, ia membiarkan tindik di wajahnya terpasang seperti sedia kala. Namun rupanya hal tersebut membuat geger banyak orang.

Dilansir TribunStyle.com dari akun Instagram Sarita, Jumat 5 Januari 2018. Saat ini dirinya tengah menikmati liburan di Bali bersama anak-anaknya. Tak lupa Sarita pun berfoto bersama anak-anaknya untuk mengabadikan momen.

Terlihat dalam foto tersebut Sarita yang menggunakan tindik di dagu dan hidungnya. Salah seorang netizen kemudian mengimentari penampilan Sarita tersebut. Netizen tersebut mengingatkan Sarita agar tak menggunakan tindik lantaran dianggap meniru gaya kaum kafir.

Namun Sarita rupanya mempunyai pendapat sendiri. Ibu empat anak tersebut justru menyanggah komentar salah seorang netter tersebut.

Ia mengatakan jika dirinya justru merasa kagum dengan kecantikan para wanita timur tengah yang menggunakan tindik yang sedang menunaikan ibadah disampingnya saat ia berada di Madinah.

Hmm apapun pilihan Sarita semoga yang terbaik ya gengs. (***)

HIBURAN

Rabu | 01 November 2017 | 16:58

Ini Film yang Mengangkat Sosok Kaum Hawa Madura

MEDIAKEPRI.CO.ID, – PERSATUAN Artis Film Indonesia (Parfi) Pamekasan, Jawa Timur, akan mengangkat sosok kaum hawa Madura sebagai tokoh utama film layar lebar berjudul

“Perempuan Berselimut Angin”.

“Film layar lebar ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp4 miliar, dan segera memasuki masa praproduksi. Film ini merupakan lanjutan, setelah sebelumnya Parfi Pamekasan berhasil memproduksi film pendek berjudul ‘Mesa Sape’,” kata Ketua Parfi Pamekasan, Yoyok R Effendi kepada Antara di Pamekasan, Rabu 1 november 2017.

Ia menjelaskan, film berjudul “Perempuan Berselimut Angin”, mengangkat figur utama sosok wanita Madura yang tangguh dan teguh pendirian menghadapi berbagai macam masalah dan konflik yang menerpanya, serta mandiri dalam bersikap.

Namum, sambung dia, perilakunya tetap mengacu pada nilai-nilai religi dan budaya setempat. “Jadi tidak sekadar mengeksplorasi eksotika wanita Madura,” ujarnya.

Yoyok yang juga Ketua III Dewan Kesenian Pamekasan lebih lanjut menjelaskan, sentimen pasar industri film nasional harus bisa di-distorsi sebelum mencapai titik jenuh pada jenis-jenis film yang lagi trend, misalnya dengan karya-karya film kreatif dan unik berbasis kearifan lokal sehingga penonton punya opsi untuk penyegaran hiburan.

“Inilah fungsi film yang ideal, yakni dapat menjadi tontonan sekaligus tuntunan yang baik,” katanya.

Pembuatan film ini dilaksanakan di Pulau Madura dengan pertimbangan, karena ketersediaan sumber daya alam sangat potensial, khususnya destinasi wisata alam, budaya dan kuliner dengan beragam keunikan yang ada di Madura, khususnya di Pamekasan.

“Jadi, ini yang akan kami ekspose, guna menguatkan karakter penokohan dalam film tersebut agar publik penasaran dan ingin menonton film tersebut,” kata Yoyok.

Menurut dia, film tersebut nantinya juga melibatkan aktor aktris papan atas Jakarta, juga Surabaya dan Pamekasan sehingga diharapkan nantinya muncul talenta-talenta daerah yang bisa berkiprah di khasanah perfilman nasional.

“Film ini akan menjadi media promosi potensi daerah, makanya kami akan mema ksimalkan kesempatan ini guna mengeksplor dan mengekspos potensi budaya dan wisata,” katanya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Penyambutan peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2017 mendatang, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Dimana puluhan ribu mahasiswa di Kepri akan mendeklarasikan lima poin sebagai bentuk penangkalan terhadap paham radikalisme.

baca: Gaung Gelora Semangat Puluhan Ribu Mahasiswa Kepri Dalam Aura Aksi Kebangsaan

Tidak hanya mahasiswa, seluruh akademisi juga turun untuk mengucapkan deklarasi ini. Soalnya, persoalan radikalisme ini sudah sangat berbahaya. Bahkan paham itu sudah menyentuh dan masuk ke dunia kampus. Dan ini sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Tingginya paham radikalisme yang mempengaruhi mahasiswa ini tidak hanya isapan jempol. Terbukti dari sejumlah mahasiswa Indonesia yang telah terpengaruh dengan kegiatan-kegiatan radikal berujung teroris. Seperti menjadi “Pengantin” pada aksi bom bunuh diri, bergabung dengan ISIS di Suriah dan banyak lagi.

Dalam memerangi faham radikalisme ini, masyarakat kampus sepakat menggelar aksi serentak yang terpusat di 34 provinsi se-tanah air. Pada kegiatan yang dinamakan Gerakan Kebangsaan ini, 4,7 juta mahasiswa se-Indonesia akan berikrar memerangi radikalisme dan hanya menjunjung Ideologi Pancasila.

Di Kepri, Gerakan Kebangsaan ini akan diikuti lebih dari 40 ribu mahasiswa yang akan dipusatkan pada empat titik. Kampus

Politeknik Batam, Kampus Putra Batam, Lapangan Pameda A Yani, Tanjungpinang, serta Costal Area, Tanjungbalai Karimun.

“Awalnya kita ingin memusatkan pada satu titik, seperti provinsi-provinsi lain, namun karena letak geografis Kepr kepulauan, sehingga kegiatan ini kita sepakati untuk dipecah menjadi empat titik,” ungkap, Prof DR. Ir. Novirman, Rektor

Universitas Batam, yang juga dinobatkan sebagai Koordinator Perguruan Tinggi pada aksi ini, didampingi seluruh Rektor dan perwakilan Perguruan Tinggi se-Kepri, di Kampus Uniba, Batam, Selasa, 17 Oktober 2017.

Dalam agenda tersebut, Dijelaskan Novirman, mahasiswa akan diajak berdiskusi tentang NKRI dengan mendatangkan narasumber

dari Dirjen Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Kapolda Kepri, Danlantaman IV Tanjungpinang, Dan Komandan Korem 033/Wira Pratama.

“Gubernur dan Danlantaman diagendakan di Tanjungpinang, Kapolda di Batam, Danrem di Batam dan Kapolres Karimun di Karimun,” sebut Novirman.

Novirman berharap dengan gerakan ini, faham-faham radikalisme yang secara perlahan dan tanpa sadar telah menysup ke jantung-jantung organisasi pemuda khususnya di kampus-kampus dapat dihapuskan.

Berikut Deklarasi Kebangsaan yang akan dicetuskan dalam Gerakan Akbar Kebangsaan 28 Oktober 2017 secara serentak se-

Indonesia.

1. Satua Ideologi : Pancasila
2. Satu Konstitisi : UUD 45
3. Satu Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
4. Satu Semboyan : Bhineka Tunggal Ika
5. Satu Tekad : Melawan Radikalisme dan Intoleransi. (eddy)

KESEHATAN

Kamis | 12 Oktober 2017 | 21:46

Mengapa Kebotakan Cenderung dialami kaum pria? Baca ini !

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Alopesia atau kebotakan umumnya terjadi saat memasuki usia senja. Tak jarang, bagian yang tak ada rambut tersebut menjadi licin. Mengapa bisa demikian?

“Itu disebut juga epidermal keratinosin. Kondisi dimana folikel rambut yang sudah tak tumbuh berubah menjadi kulit kepala,” terang dr. Liza Widjaja M biomed AAM selaku konsultan dari Beauty Medika dalam beauty seminar di pameran Cosmobeaute Indonesia 2017, Kamis (12/10/2017). Folikel rambut merupakan struktur kulit yang menjadi tempat rambut akan tumbuh.
Ia menerangkan, pertambahan usia membuat rambut ikut menua sehingga terjadi perubahan folikel akibat menurunnya hormon testosteron pada pria menjadi dehidortestosteron.

Penuaan folikel tersebut menyebabkan munculnya inflamasi ringan dimana sel stem pada folikel menjadi mengecil atau disebut juga dengan miniaturisasi. Akibatnya, rambut jadi mudah rontok atau terlepas. Inilah asal mula terjadi kebotakan.

Kebotakan sendiri lebih banyak dialami oleh pria karena pengaruh hormon testosteron yang memberi efek besar pada kesehatan folikel rambut.
Menurut dokter yang praktik di Permata Bina Kulit Institute tersebut, lokasi kerontokan rambut pada pria dan wanita juga berbeda. Pria cenderung mengalami kebotakan pada bagian depan dan licin dimana itu berarti folikel berubah menjadi sel kulit kepala.

Sementara, wanita kebanyakan mengalami kebotakan atau jarang rambut pada bagian atas tengah dan lebih merata, tak hanya satu bagian saja. (***)

sumber : metro tv

Memperingati Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1439 H

MEDIAKEPRI.CO.ID, SEI BEDUK -Organisasi Pemuda Batam melalui Bidang Lintas Agama mengajak umat muslim, kaum muda khususnya untuk menjadikan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 H sebagai momentum peningkatan amal ibadah sekaligus membangun semangat kebersamaan khususnya para generasi muda ke arah yang lebih baik dan siap maju.

Anggota Pemuda Batam usai memperingati tahun baru Islam

“Pemuda Batam harus bisa lebih siap maju, sebagai pemuda yang memiliki potensi besar untuk membangun Kota Batam kedepanya,” ujar Ketua Bidang Lintas Agama Pemuda Batam, Herdin Fiqri Haikal yang akrab disapa Fiqri disela-sela memperingati Tahun Baru Islam di Pintu II, Kavling Bukit Ayu, Kecamatan Sei Beduk, Kamis, 21 September 2017 malam.

Untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut, lanjut Fiqri, dibutuh kerja keras. Selain itu, tambahnya, diperlukan suatu semangat kebersamaan, ikatan persaudaraan dan kekeluargaan. Disaat kita semua bergandeng tangan, katanya, cita-cita dan harapan dapat terujud.

“Kita bersama untuk menjadikan diri kita, khususnya generasi muda yang siap maju, religius dan bersatu dalam kebhinekaan,” katanya kepada mediakepri.co.id.

Fiqri mengatakan, potensi Kota Batam cukup besar, demikian juga masyaraktnya yang memiliki keanekaragaman suku dan agama. Untuk itu, katanya, sebagai pemuda harus bersatu dalam kebhinekaan dan tidak boleh terpecah belah untuk membangun Kota Batam ke depan.

Lebih jauh dikatakannya, kita harus satu dalam semangat bersama, visi yang sama, sehingga melalui kebersamaan dan kekuatan keimanan yang kita miliki selama ini, maka kita lebih siap untuk maju untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas dan berakhlak.

Oleh karena itu, Bidang Lintas Agama Pemuda Batam harus menjadikan agenda 1 Muharram Wajib sebagai agenda tahunan untuk memperingatinya. Tidak hanya sekedar memperingati saja, tetapi kita isi dengan rangkaian kegiatan yang dapat memberi makna semangat perubahan kepada generasi muda dan kita semua khususnya masyarakat Kota Batam. (fajri/pemuda batam)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga -Puluhan ibu di Desa Keton, Kecamatan Lingga Timur antusias mengikuti kegiatan gotong royong (goro), Minggu, 17 September 2017. Kegiatan ini dilaksanakan agar pembangunan di desa cepat tercapai. Semangat kebersamaan yang masih melekat di desa ini, membuat kepala desa merasa bangga dengan masyarakat yang dipimpinnya.

M Rais, Kepala Desa Keton mengatakan, ibu ini turun goro, salah satu bentuk semangat solidaritas agar pembangunan di desa cepat terialisasi. Karena, katanya, tahun ini Keton mendapat program dari pemerintah pusat maupun daerah untuk air bersih, yakni program pamsimas.

Dijelaskannya, program pamsimas dari Kementrian PU yang menggunakan dana APBN juga dari dana desa. Proses pengerjaan pembangunannya, harus menggunakan jasa swadaya masyarakat. untuk itu, tambahnya, mereka yang turun ini satu diantrannya membantu mengumpul batu-batu buat bahan pengecoran bak air bersih nanti.

Sementara itu, katanya lebih jauh, bapaknya menggali parit, memasang pipa. Oleh karna itu, sebutnya, program yang melibatkan masyarakat ini, selaku kades menyampaikan kepada warga, agar pembangunan di desa cepat terselesaikan.

“Kita masyarakat harus bahu membahu,” katanya kepada mediakepri.co.id, Minggu 17 September 2017 via telepon seluler.

Mudah-mudah, katanya, kedepan semangat kebersaman masyarakat akan selalu tertanam di Desa Keton ini .

“Agar lebih mudah lagi untuk berbuat memajukan desa, Kalau tidak kita masyarakat, siapa lagi?,” katanya mengakhiri. (bran)