KBRI

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pihak KBRI Phnom Penh di Kamboja akan bekerja sama dengan kepolisian lokal untuk mengejar pelaku pembunuhan Enen Cahyati yang diduga dibunuh suaminya, Bilal Abdul Fateen (pria berkewarganegaraan Amerika Serikat).

“Tentu sudah di ranah Kepolisian Kamboja. Pihak Reskrim (Kamboja) juga sudah bergerak,” ujar Pelaksana Fungsi Protkons KBRI Phnom Penh Nelson Simorangkir kepada detikcom, Kamis, 28 maret 2018.

BACA: Tragis! Mayat Perempuan Itu membusuk di Kamar Hotel, Insya: Keluarga Kaget

Menurut Nelson, pihaknya juga akan membantu melampirkan foto-foto Bilal yang disebut sebagai pelaku pembunuhan, termasuk bekerjasama dengan pihak imigrasi. Tidak hanya itu, KBRI Phnom Penh juga segera akan bertemu dengan kepolisian Kamboja untuk mengungkap kasus ini.

Disebutkan oleh Nelson, Enen dan pasangannya telah berada di Kamboja selama 1 minggu. Keduanya sempat berpindah-pindah hotel sebelum akhirnya Enen ditemukan tewas di hotel Home Town.

“Sejauh ini polisi belum indikasikan keberadaan pelaku. Nanti kita ada meeting dengan polisi Kamboja untuk mendapatkan proses penyelidikan,” kata Nelson.

Pada tanggal 16-17 Maret 2018, keduanya chek in di hotel Home Town, dan berpindah hotel. Pada tanggal 19 Maret 2018, keduanya kembali ke hotel.

“Tanggal 25 Maret pihak hotel melaporkan ke polisi ada kerugian tindak kriminal karena ada bau busuk dari kamar 408.” ucapnya. (***)

sumber: detik.com

NEWS

Kamis | 21 September 2017 | 13:33

Staff KBRI Beijing Diperintahkan Siaga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Beijing – Staf Kedutaan Besar RI di Beijing tetap siaga pada libur Tahun Baru Hijriah 1439 dan Hari Libur Nasional Cina pada 1-8 Oktober 2017. “Kami tetap siaga untuk memberikan pelayanan darurat,” kata Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Beijing, Ichsan Firdaus, di Beijing, Kamis 21 September 2017

KBRI Beijing yang berlokasi di Jalan Raya Dongzhimen Wai No 4 diliburkan pada Tahun Baru Hijriah. Meskipun bukan hari libur nasional di daratan Cina. “Kami turut menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah di Indonesia,” katanya mengenai libur Tahun Baru Hijriah tersebut.

KBRI Beijing juga tutup pada Hari Libur Nasional Cina mulai tanggal 1 hingga 8 Oktober 2017. Ichsan menyebutkan bahwa pelayanan darurat yang diberikan selama hari libur tersebut meliputi ke konsuleran, visa, dan keimigrasian. “Pada libur nasional tahun lalu, ada warga negara Indonesia yang kehilangan paspor di Bandara Beijing. Kami perintahkan untuk datang ke KBRI untuk dibuatkan SPLP (surat perjalanan laksana paspor),” ujarnya mencontohkan bentuk pelayanan dalam kondisi darurat.

Hari Libur Nasional merupakan perayaan terbentuknya pemerintahan Republik Rakyat Cina. RRC memang terbentuk pada 21 September 1949, namun baru dirayakan oleh rakyat Cina pada 1 Oktober 1949 di Lapangan Tiananmen, Beijing. Pada 2 Desember 1949, pemerintah RRC menetapkan bahwa 1 Oktober diperingati sebagai Hari Libur Nasional.

Saat libur selama delapan hingga 10 hari itu, semua aktivitas di kantor pemerintahan, pelayanan publik, dan sekolahan ditiadakan. Sementara itu, staf di Konsulat Jenderal RI di Hong Kong juga diliburkan pada 1 Muharram 1439 Hijriah. “Kami hari ini tutup, besok buka seperti biasa,” kata Vania Alexandra Lijaya, staf KJRI Hong Kong.

Hari Libur Nasional merupakan perayaan terbentuknya pemerintahan Republik Rakyat Cina. RRC memang terbentuk pada 21 September 1949, namun baru dirayakan oleh rakyat Cina pada 1 Oktober 1949 di Lapangan Tiananmen, Beijing. Pada 2 Desember 1949, pemerintah RRC menetapkan bahwa 1 Oktober diperingati sebagai Hari Libur Nasional.

Saat libur selama delapan hingga 10 hari itu, semua aktivitas di kantor pemerintahan, pelayanan publik, dan sekolah ditiadakan. Sementara itu, staf di Konsulat Jenderal RI di Hong Kong juga diliburkan pada 1 Muharram 1439 Hijriah. “Kami hari ini tutup, besok buka seperti biasa,” kata Vania Alexandra Lijaya, staf KJRI Hong Kong.

Sumber : Republika