Kemenkes

MEDIAKEPRI.CO.ID,- Batam- Irjen Kemenkes, Oskar Primadi mengatakan estimasi suhu udara di Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji nanti mencapai 40-50 derajat Celcius.

Hal ini berisiko sangat berat bagi kesehatan para jemaah. Apalagi jemaah calon haji asal Indonesia rata-rata sudah memasuki usia senja. Karena itu, ia berpesan agar menjaga kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Upayakan tidur cukup, obat-obatan jangan lupa, antri yang tertib. Jaga prilaku hidup bersih dan sehat, minum air putih, rajin semprot air, cuci tangan, dan pakai masker, topi, kacamata. Sendal dibawa ke dalam masjid. Kalau hilang, cuaca panas. Kalau sakit jangan paksa jumroh. Perkuat persaudaraan dan saling menjaga sesama jemaah,” pesannya.

Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher Parasong mengajak jemaah yang akan berangkat untuk mengucap syukur. Karena saat ini daftar tunggu haji di Indonesia sudah mencapai 3 juta orang.

“Di Pinrang bahkan daftar tunggunya sudah sampai 41 tahun. Kita harus bersyukur. Tingkatkan keimanan, keikhlasan, dan tawakal. Atas rekomendasi DPR, pemerintah menaikkan ongkos haji 2018 hanya Rp 250 riba. Dengan fasilitas yang semakin baik, makan bertambah 25 jadi 40, living cost 1500 Real,” tutur Ali.

Kepada petugas haji, ia berpesan agar menjadikan jemaah seperti keluarga, layaknya orang tua sendiri. Berikan pelayanan terbaik, dengan penuh kasih sayang.

BACA: 449 JCH Embarkasi Hang Nadim Batam Diterbangkan ke Madinah

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengingatkan para jemaah untuk memanfaatkan waktu beribadah di tanah suci sebaik mungkin. Laksanakan ibadah haji dengan niat ikhlas hanya kepada Allah SWT.

“Bangun kebersamaan, yang muda membantu dan menjaga yang tua. Doakanlah kampung halaman kita menjadi baldatun thayyibatun wa robbun ghafur, damai dan tentram,” kata Nurdin.

Acara pelepasan jemaah calon haji ini ditandai dengan penyerahan bendera merah putih dan surat-surat kepercayaan kepada petugas kloter. Sebagai amanah telah diserahkan dari negara kepada petugas kloter. Pelepasan jemaah haji ini juga dihadiri Walikota Batam, Walikota Tanjungpinang, Bupati Kepulauan Anambas, dan Bupati Lingga.(mcb)

Dia mendorong agar perusahaan-perusahaan bisa ramah kepada perempuan.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, selama ini masih banyak perempuan pekerja yang masih abai akan kesehatan dirinya.

Selain itu, perempuan pekerja juga masih banyak yang belum berani memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan, misalnya terkait cuti haid dan melahirkan.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes Kartini Rustandi menegaskan, cuti haid adalah hak perempuan pekerja. Hal tersebut telah diatur dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang 13/2003 tentang Ketenagakerjaan yang menyebutkan, pekerja atau buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua haid.

“Kan ada perempuan yang saat haid itu kesakitan, sampai guling-guling, atau moodnya selalu tidak enak, dan lain-lain. Haid itu kan kodrat, makanya cuti haid itu hak perempuan,” kata Kartini dalam diskusi memperingati Hari Kartini di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat, 20 April 2018.

Menurut dia, ada beberapa faktor perempuan pekerja tidak menggunakan hak cuti haid. Pertama, karena takut penghasilan berkurang, lalu mereka tidak memiliki keberanian untuk mengajukan cuti kepada perusahaan, dan terakhir karena ketidaktahuan perempuan pekerja mengenai hak-haknya.

Selain itu, dia juga mengkritisi kebiasaan perempuan pekerja yang mengajukan cuti hamil setelah melahirkan saja. Padahal jika merujuk pada ilmu kesehatan, pengajuan cuti yang benar yaitu 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan sesudah melahirkan.

“Di kita kan malah jatah tiga bulan itu digunakan semua setelah melahirkan. Ini yang mesti luruskan,” kata Kartini.

Di sisi lain, dia pun mendorong agar perusahaan-perusahaan bisa ramah kepada perempuan. Tentunya dengan selalu menyediakan fasilitas-fasilitas yang ramah kepada perempuan.

“Kami di Kemenkes terus membina dan mendukung perusahaan untuk bisa ramah kepada perempuan. Adapun untuk pengawasan dilakukan oleh Kementerian Ketenagakerjaan,” jelas Kartini. (***)

sumber: republika.co.id

NEWS

Selasa | 12 September 2017 | 20:15

Kemenkes akan Perkuat Pengawasan Rumah Sakit

MEDIAKEPRI.CO.ID,  Jakarta — Kasus meninggalnya bayi Tiara Debora Simanjorang yang masih berusia empat bulan saat dirawat di rumah sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta menjadi pelajaran untuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Karena itu, Kemenkes akan memperkuat pengawasan RS.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Oscar Primadi mengatakan, mekanisme pengawasan, pemahaman aturan, ketentuan secara masif harus dilakukan oleh semua pihak. Kemenkes, kata dia, melakukan pemantauan dari dinas kesehatan.

Dikutip dari Republika.co.id,”Pengawasan diperketat lagi, diperkuat, dioptimalkan. Pengawasan secara berjenjang, sesuai kewenangan,” ujar Oscar(12/9).

Kemenkes juga sudah lama membuka customer care untuk pengaduan nomor 119. Masyarakat, kata Oscar, bisa memanfaatkan nomor itu untuk pengaduan.

Untuk pemangku kepentingan yang melaksanakan pengawasan RS ini, kata Oscar, selain Kemenkes juga Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) atau dinas kesehatan setempat. Oscar menyebut nantinya ada audit medik, laporan BPRS.