Kepri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kapolda Kepri, Inspektur Jenderal Polisi Andap Budhi Revianto, S.I.K bersama Gubernur Kepri, Nurdin Basirun melaksanakan Jumat keliling Kapolda Kepri di Masjid Agung Kota Batam, Jumat, 19 April 2019.

Sebelum pelaksanaan sholat Jumat, Kapolda Kepri menyampaikan ucapan terimakasih atas partisipasi masyarakat Provinsi Kepri. Dimana warga mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif selama pelaksanaan pemungutan suara hingga pada hari ini.

Hal ini dapat terwujud karena peran kita semua, rekan-rekan TNI, Stakeholder terkait, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, dan seluruh Masyarakat Kepri. Dari 1.229.424 pemilih yang ada di Provinsi Kepri terdapat 5.477 TPS, tergelar 27.385 kotak suara. Dan sebagai informasi kotak suara saat ini sudah bergeser di PPK dengan pengamanan oleh TNI-Polri.

Berapapun banyaknya personil TNI-Polri tanpa di dukung kerjasama yang baik tidak akan mencapai kondisi yang diharapkan.

Ditambahkannya sampai saat ini kondisi Kamtibmas di Provinsi Kepri aman, damai dan kondusif, pada Pemilihan Umum yang telah dilaksanakan terdapat sebanyak 80% tingkat partisipasi masyarakat yang datang ke TPS. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat yakin dan percaya bahwa hak pilih nya dapat tersampaikan.

Didalam pelaksanaan penghitungan suara mari kita bersama-sama bekerjasama untuk menjaga kondisi Kamtibmas di “Bunda Tanah Melayu, Bumi segantang lada” yang kita cintai bersama. Apabila nantinya ada satu permasalahan bisa ditempuh dengan mekanisme yang sudah diatur, disampaikan ke Bawaslu, bisa juga disampaikan melalui gugatan ke MK (Mahkamah Konstitusi).

“Tempuhlah cara-cara yang sesuai dengan mekanisme yang baik dan benar. TNI-Polri menjamin Keamanan dan menindak tegas apabila ada upaya-upaya “inkonstitusional” sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” katanya.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun selesai pelaksanaan sholat Jumat mengucapkan Terima kasih yang tak terhingga kepada jajaran TNI-Polri. Di dalam pelaksanaan pesta demokrasi 17 April yang lalu, dapat dilaksanakan dengan baik, aman dan kondusif.

“Mari bersama kita jaga situasi seperti ini, kebersamaan adalah sesuatu yang indah walau berbeda dalam pilihan persatuan tetap yang paling diutamakan. Mari kita jaga bersama Indonesia menjadi Negara yang ‘Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur’,” sebutnya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri menilai kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam pada Pemilu kali ini tergolong lemah bahkan buruk. Pasalnya, hingga H-1 pemungutan suara, KPU keteteran mendistribusikan logistik hingga ke kelurahan.

“Sampai-sampai para pejabat Pemko Batam ikut dilibatkan untuk mengangkut dan memindahkan semua logistik. Ini baru pertama kali terjadi di Batam. Harusnya pada H-1 logistik sudah sampai kelurahan. Bukan masih di gudang logistik KPU seperti yang terjadi saat ini,” ujar Priya Ribut Santosa, Ketua Mappilu PWI Kepri didampingi Ketua PWI Kepri Candra Ibrahim di Batam Center, Selasa, 16 April 2019.

Menurutnya, tahapan distribusi logistik Pemilu sangat vital karena dapat menggangu tahapan selanjutnya yakni pemungutan suara pada hari H. “Jadi jangan dianggap sepele. Jadi kami nilai KPU Batam kurang profesional menangani kepemiluan di Batam. Kinerjanya lemah bahkan buruk,” ujar Ribut.

Ditambahkan Sekretaris MAPPILU PWI Kepri, Jamil Qasim, contoh kasus, misalnya di TPS 50 dan TPS 51 Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong, Kota Batam hingga pukul 14.00 wib H-1 kemarin, masih banyak warga yang belum menerima form C6, padahal idealnya form C6 sudah harus diterima H-3. Alasan petugas KPPS karena blanko form C6 sendiri baru diterima H-2.
Informasi tersebut sudah dikonfirmasi via WA ke Sudarmadi Komisioner KPU Kota Batam namun belum ditanggapi.

Selain distribusi logistik, Mappilu PWI Kepri juga menyoroti daftar pemilih tetap baik tetap (DPT) maupun tambahan DPTb yang sampai H-1 tak beres.

“Ada begitu banyak warga Batam yang akan kehilangan hak suaranya karena tak terdaftar di DPT maupun DPTb. Ini juga masalah yang tidak bisa didiamkan,” katanya.

Menurutnya, sebenarnya tanpa terdaftar di DPT atau DPTb, masyarakat bisa memilih menggunakan KTP elektronik masing-masing di TPS sesuai alamat KTP tersebut. “Tapi siapa yang bisa menjamin surat suara cukup untuk pemilih yang hanya diberikan waktu satu jam yaitu pukul 12.00 hingga 13.00 WIB itu. Karena kertas suara hanya dilebihkan sebanyak 2% dari DPT,” ujarnya.

Sebenarnya menurut Ribut, sejak tahapan awal Pemilu, Mappilu PWI Kepri melihat KPU Batam terlihat lamban dalam menyelenggarakan tahapan Pemilu ini.

Sementara itu, Ketua PWI Kepri Candra Ibrahim juga sepakat bahwa kinerja KPU Batam kali ini sangat menurun. “Mungkin bisa kita sepakati bahwa kinerja KPU menurun ke KPUD pada pileg dan pilpres kali ini. Ini sangat amburadul,” ujar Candra.

Ia juga menyebutkan bahwasannya amburadulnya kinerja KPU itu dimulai dari penyusunan DPT hingga distribusi kertas suara dan logistik Pemilu.

“Semoga KPU Batam mau memperbaiki diri. Paling tidak jangan lagi menambah cacat-cela di TPS dan saat penghitungan nanti,” pungkasnya. *

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pemilu tinggal dua hari lagi. Tapi hingga Senin, 15 April 2019, logistik Pemilu belum terdistribusikan ke seluruh kecamatan di Kota Batam. Ini dikuatirkan akan menggangu proses Pemilu di kota ini.

Terhambatnya distribusi logistik Pemilu ini diungkapkan Ketua Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilu (MAPPILU) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, Priya Ribut Santosa. Ribut mengungkapkan bahwasannya hingga siang ini KPU Batam baru mengirim logistik Pemilu ke empat kecamatan.

“Padahal Pemilu tinggal 2 hari lalu. Logistik itu harusnya sudah sampai ke kelurahan (PPS) pada H-1. Kalau distribusinya masih belum sampai ke seluruh kecamatan dikuatirkan Pemilu di Batam terganggu,” ujar Ribut.

Logistik yang telah diditribusikan sepengetahuan Mappilu PWI Kepri itu yakni untuk tiga kecamatan di daertah hinterland serta satu daerah mainland yakni Batam Kota.

“Yang kami pantau di lapangan, masih ada 8 kecamatan yang belum terdistribusi . Jadi kami minta KPU Batam agar menggesa ini karena logistik sangat penting,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa walaupun terkesan mendesak, proses distribusi logistik harus sesuai aturan karena menurut Mappilu PWI Kepri, salah satu kerawanan Pemilu adalah pada tahapan distribusi logistik.

“Mappilu PWI Kepri akan terus pantau setiap tahapan Pemilu untuk memastikan berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Logistik Pemilu itu berupa kotak suara, surat suara, alat untuk mencoblos, dokumen resmi, kertas segel dan kebutuhan Pemilu lainnya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID BATAM – Berkembangnya isu dimasyarakat yang mengatakan lulusan SMK sebagai penyumbang terbesar pengangguran, salah kaprah. Berita tersebut tidak bisa dipastikan kebenarannya, karena tidak mempunyai data-data yang valid.

hal itu disampaiakan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Propinsi kepulauan Riau, Agus Sahrir Saat menghadiri
Rapat Koordinasi Penguatan Program SMK Tahun 2019, yang dilaksanakan di Hotel Golden View, Bengkong, 4 – 6 April 2019, yang dihadiri sebanyak 104 kepala sekolah SMK se Provinsi Kepri.

Agus Sahrir yang dilantik Sebagai Ketua MKKS Kepri, disela-sela kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan Program SMK Tahun 2019 ini menjelaskan Program Re Branding SMK untuk mengkounter berita-berita negatif tentang dunia SMK.

“Re Branding bertujuan untuk merubah image yang berkembang di masyarakat melalui media sosial. Nantinya masing-masing SMK wajib mempunyai website sekolah sendiri, yang gunanya untuk mengupload informasi-informasi tentang keterserapan lulusannya bekerja di dunia industri,” imbuhnya.

Agus Sahrir yang juga menjabat sebagai Kepala sekolah di SMKN 5 Batam ini mengatakan , siswa yang bersekolah di SMK ini memang disiapkan untuk langsung bekerja. Beda halnya dengan siswa SMA yang setelah lulus harus melanjutkan ke bangku kuliah.

Agus berharap kepada para orang tua sebelum mendaftarkan anaknya ke sekolah SMK, harus melihat terlebih dahulu akreditasi sekolah tersebut serta kelengkapan sarana dan prasarana prakteknya.

“Jangan asal pilih sekolah, harus di cek dulu akreditasi sekolahnya. Sudah lengkap belum sarana dan prasarananya serta workshop untuk prakteknya, karena kalau itu semua tidak ada maka siswa akan sulit memiliki skill keahlian sesuai kejuruannya,” ujarnya.(sal)

MEDIAKEPRI.CO.ID BATAM – Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Provinsi Kepri periode 2019-2024 resmi dikukuhkan. Pelantikan dilakukan langsung oleh Presidium JaDI Nasional, Dr. Juri Ardianto di Gedung Lembaga Adat Melayu, Batam, Sabtu 6 April 2019.

Koordinator Presidium JaDI Kepri, Dr. Razaki Persada yang diamanahkan sebagai ketua mengatakan, JaDI ini merupakan suatu wadah lembaga pemantau pemilu, yang didalamnya berkumpul para alumni-alumni penyelengggara pemilu.

“JaDI ini merupakan wadah tempat berkumpulnya para alumni-alumni penyelenggara pemilu, yang anggotanya merupakan mantan dari KPU dan Bawaslu,” katanya.

Razaki mengatakan, beragam pendapat yang beredar luas di masyarakat mengenai terbentuknya lembaga ini. Masyarakat menilai lembaga ini akan kehilangan momentum, karena sudah semakin dekatnya pelaksanaan pemilu.

“Peran JaDI disini untuk memberikan dukungan, advokasi dan sharing pengalaman kepada penyelenggara pemilu yang masih aktif, karena di setiap pelaksanaan pemilu akan selalu muncul masalah. Nah, peran JaDI disini dibutuhkan untuk sharing pengalaman,” tutur lelaki yang selama 16 tahun menjadi penyelenggara pemilu, baik di Batam maupun Kepri.

Senada, Presidium JaDI Nasional, Dr. Juri Ardianto mengatakan JaDi baru terbentuk pada 14 agustus 2018. Alasan dibentuknya lembaga tempat berhimpunnya para alumni penyelenggara pemilu, bukanlah sesuatu yang mengada-ada. Tujuannya supaya penyelenggara pemilu yang masih aktif bisa belajar dari penyelenggara sebelumnya.

“Peran JaDI sebagai supporting kepada penyelenggara pemilu sangat dibutuhkan. Terutama dalam memberikan masukan dan kebijakan, tetapi JaDI juga bisa memberikan kritik dan masukan kepada penyelenggara pemilu,” imbuhnya.

Menurut Juri, pemilu sekarang ini merupakan pemilu yang terpanjang dalam sejarah Indonesia. Karena dilakukan selama tujuh bulan, yang berpotensi memicu terjadinya konflik di tengah masyarakat antara pendukung capres 01 dengan capres 02.

“Akibat panjangnya masa kampanye, banyak terjadi konflik diantara pendukung kedua capres. Selain itu ongkos pemilu juga akan menjadi sangat besar,” ucapnya.

Kemudian menguatnya penggunaan sentimen primordial, seperti isu agama. Isu ini bergulir menjadi sangat kuat seiring dengan kemajuan perkembangan teknologi.

“Pasca kebenaran adalah orang yang mengambil keputusan dengan tidak lagi berdasarkan fakta dan data, melainkan berdasarkan dari kelompok yang sepahaman dengannya,” kata lelaki yang pernah menjabat Ketua KPU Pusat ini.

Maka dari itu, JaDI membuat sebuah program yang diberi nama Kawal Pemilu Jaga Suara, yakni dengan cara mengupload hasil pemilu dan langsung di publikasikan.

“Kita lagi menyempurnakan programnya, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah selesai,” imbuhnya

Dalam kesempatan ini, Presidium JaDI Kepri juga menggelar Diskusi Publik dengan mengambil tema “Isu Strategis Upaya Kawal Pemilu dan Jaga Suara Pemilu 17 April 2019”,
dengan narasumber, Ketua Presidium JaDI Nasional, Dr. Juri Ardianto, Ketua Bawaslu Kepri, M Sahri Papene dan Sekretaris KPU Kepri, Ir. Ardiantoro. (sal)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur H Nurdin Basirun berharap sejarah besar yang dimiliki Pulau Penyengat dengan mengangkat pariwisata religinya semakin bersinar. Apalagi disandingkan pula dengan kearifan lokal yang dimiliki dapat semakin terbukti nyata tumbuh berkembangnya.

“Mari bersama mutiara Pulau Penyengat ini kita buat menjadi lebih terang benderang, kita terus dorong menjadi Pulau Tahfiz,” ujar Nurdin saat membuka Tasmi’ 30 juz Santri Pulau Tahfiz usai safari subuh di Mesjid Raya Sultan Riau Penyengat, Tanjungpinang, Jumat, 5 April 2019.

Pemerintah sendiri menurut Nurdin merasa sangat penting untuk mensupport dan memacu pembangunan Pulau Penyengat menjadikan pulau tahfis tersebut. Karena Pulau Penyengat adalah aset yang sangat berharga dan kebanggaan indonesia maupun dunia.

“Kita jadikan Penyengat sebagai icon yang terus berkembang menjadi kebanggaan daerah di mata dunia,” lanjut Nurdin.

Nurdin yakin, bukan hal yang mustahil untuk menjadikan anak-anak penghafal alquran. Dengan sistem one day one ayat atau one juz, semua itu bisa. Pulau Penyengat ikut membangun karakter dan akidah serta sebagai pondasi yang kuat dan kokoh. Insya Allah keberkahan akan selalu hadir.

Nurdin pun berpesan agar masyarakat agar aktif untuk menjaga pulau penyengat ini dari sampah, agar hari ini sampai nantinya tidak ada lagi sampah-sampah di laut mau pun berserakan di darat.

“Pesan saya dengan masyarakat jangan minta jalan atau pun pembangunan lain kalau pondok tahfiz belum dibangun, dan tolong jaga kebersihan dan jangan buang sampah sembarangan,” pesan Nurdin.

Sementara itu, Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadilah megajak semua pihak untuk bersama-sama mendorong Pulau Penyengat agar dapat mengkokohkan diri sebagai sebagai pulau qurani. Sebagai bentuk amal jariyah bersama dalam pengembangan pulau tahfiz, didalam perhatian dan santunan untuk fasilitas santri.

“Pulau tahfiz ini untuk mengulang kembali kejayaan peradaban islam pada di pulau penyengat dahulu, yang mana sudah terbukti alquran besar yang ditulis tangan pemuda asli penyengat pada abad 18”, imbau Arif.

Kemudian, Tokoh masyarakat penyengat Raja Hafis mengatakan kedepan anak-anak penyengat sendiripun dapat mengikuti pengembangan tahfiz ini, karena ini menjadikan contoh dalam berkehidupan sehari-hari.

“Jadikan kebiasaan dipondok menjadi kehidupan bermasyarakat, agar pengembangan sendiri tidak hilang sampi kapanpun”, kata Hafis.

Dalam data yang disampaikan oleh panitia pelaksana Rully Attaki, jumlah santri pada angkatan pertama sendiri sebanyak 1.056 orang dan yang terseleksi sebanyak 14 santri yang telah menyesaikan program 6 bulan, namun tidak langsung kembali kedaerah asalnya tapi selama 6 bulan kedepan disebar di Pulau Penyengat untuk mengajarkan alquran kepada anak-anak di Pulau Penyengat. Panita juga membuka kembali program Karantina Tahfidz Alquran untuk angkatan kedua dan yang mendaftar hingga saat ini telah mencapai 1.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia.

“Kami mengajak kepada Bapak/Ibu yang memiliki Rumah Layak Pakai di Pulau Penyengat yang tidak digunakan, mari jadikan rumah tersebut sebagai Asrama Santri Tahfidz. Insyaallah ini akan menjadi amal jariyah yang akan terus mengalirkan pahala,” kata Rully Attaki.

Kegiatan tersebut, setelah 6 bulan para Santri Tahfidz menghafal Alquran intensif di Pulau Penyengat akan dilakukan Tasmi’ 30 Juz dan Khataman pada Jum’at 5 April 2019 bertempat di Masjid Sultan. Dimulai dari Jum’at Subuh hingga Malam santri akan memperdengarkan hafalan alquran 30 juz dan dikesempatan ini juga pemabagian sertifikat dan rekomendasi oleh Gubernur yang telah hafal 30 juz untuk masuk Universitas Islam Madinah dan bantuan untuk imam binaan mesjid Nur Ilahi. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Polda Kepri meringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad tahun 1440 H/2019 M di Masjid Al-Halim Polda Kepri, Kamis, 4 April 2019 pagi.

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ini dihadiri Wakapolda Kepri, Forkopimda Provinsi Kepri, Para Komandan Satuan TNI-Polri, Ka BNNP Kepri yang diwakili, Ketua LAM Kepri yang diwakili, Ketua MUI Kepri yang diwakili, Pj. Ketua Bhayangkari Daerah Kepri Beserta Pengurus dan Personil Polda Kepri.

Dalam Sambutan Kapolda Kepri yang disampaikan Wakapolda Kepri mengatakan Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa maha dahsyat yang dialami Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dimana, sebelumnya tak ada satu pun manusia yang mengalaminya, yaitu menempuh perjalanan superkilat lalu naik ke langit hingga sidratul muntaha.

Banyak peristiwa yang dialami Rasulullah sewaktu Isr’a Mi’raj sejak pemberangkatan hingga kembali. Berbagai bentuk pengalaman yang dialami oleh Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam selama perjalanan itu dimaksudkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk memperlihatkan kepada Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagian dari tanda-tanda kebesaran-nya.

Pengalaman tersebut kemudian disampaikan kepada umatnya agar direnungkan dan dipetik hikmahnya. Sehingga umatnya mampu meraih martabat lebih tinggi di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, diantara hikmah tersebut adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menerima perintah Shalat lima waktu untuk disampaikan kepada umatnya. Melalui pengamalan Shalat seorang hamba dapat mencapai derajat yang terpuji dan merasakan kedekatan yang sedekat-dekatnya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Diantara pesan moral yang terkandung dalam pelaksanaan shalat adalah membentuk sifat santun, jujur dan adil. Bila dikaitkan dengan tugas TNI-Polri saat ini adalah sosok insan pengayom dan pelindung masyarakat, sehingga tidak ada lagi sifat – sifat negatif yang dilakukan oleh oknum-oknum kita yang dapat merugikan masyarakat.

Sesuai dengan tema peringatan Isra’ Mi’raj Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kali ini yaitu “Dengan tertanamnya nilai-nilai ibadah Shalat kita tingkatkan prestasi dan inovasi dalam pengabdian terbaik menuju Polri yang Promoter siap mengamankan Pemilu 2019 guna keberlangsungan pembangunan Nasional.”

“Melalui kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk saling bahu membahu menjaga dan memberikan rasa aman kepada masyarakat khususnya dalam rangka pesta demokrasi Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan kurang lebih 13 hari lagi. Oleh karenanya mari kita syukuri segala nikmat pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan cara melaksanakan amanah yang kita emban sesuai bidang kita masing-masing termasuk dalam pekerjaan yang kita tekuni, semoga menjadi ladang ibadah kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan membuahkan hasil yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Brigadir Jendral Yan Fitri.

Selesai sambutan dari Wakapolda Kepri dilanjutkan Istighosah dan ceramah agama oleh Ustad Nasudin, Spdi dan Ustad Aslami. Acara yang diikuti oleh TNI-Polri dan Instansi terkait memenuhi Masjid Al-Halim Polda Kepri. Acara ditutup dengan pembacaan doa. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pelatih tim nasional (Timnas) Indonesia U-22, Indra Sjafri memberikan motivasi kepada seluruh siswa peserta Gala Siswa. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang yang menggelar Sosialisasi Pembinaan Coaching Clinic Gala Siswa Indonesia (GSI) se-Kota Tanjungpinang tahun 2019 di Lapangan Sepak Bola Sulaiman Abdullah, Tanjungpinang, Rabu 3 April.

Indra mengatakan, Gala Siswa Indonesia (GSI) merupakan kompetisi sepakbola yang dimulai dari tingkat kecamatan. Tahun kedua dilaksanakan telah banyak melahirkan bibit-bibit muda. Dari GSI juga akan dilakukan pembinaan dalam upaya memunculkan para pelatih bersertifikat dan berkualitas.

“Pemain yang bagus akan lahir dan tumbuh berkembang dengan adanya pelatih yang bagus pula,” lanjut Indra.

Indra juga mengapresiasi atas usaha Gubernur Kepri dan Wali Kota Tanjungpinang yang telah konsen terhadap dunia olahraga khususnya sepakbola. “Saya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Gubernur Kepri dan Wali Kota Tanjungpinang yang telah konsen mengembangkan dan memajukan dunia olahraga khususnya sepakbola,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun menyampaikan generasi muda di Kepri memiliki potensi di segala bidang yang harus terus dikembangkan. Salah satunya di cabang sepak bola, sehingga perkembangan tersebut dapat mendorong upaya memajukan sepak bola di Kepri.

“Pembinaan dan latihan yang intensif harus terus dilakukan agar potensi yang dimiliki anak-anak muda di Kepri dapat terus berkembang dan terarah lebih positif,” ujar Nurdin.

Nurdin melanjutkan bahwa pemerintah akan terus menunjukkan komitmen yang tinggi dalam memacu hal itu.Ditunjukkan dengan terus menciptakan sarana dan prasarana penunjang olahraga, tidak hanya di daerah-daerah namun juga di pusat.

“Saya harap peserta dapat lebih serius dalam mengikuti setiap tahapan dan arahan yang diberikan coach Indra, jangan sia-siakan kesempatan yang ada ini, saya yakin setelah ini akan lahir para pesepakbola handal dan pelatih-pelatih yang mumpuni dan profesional,” pesan Nurdin.

Sementara Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul mengatakan, agenda gala siswa ini merupakan langkah positif dari Dinas Pendidikan dalam upaya membina generasi muda ke depan. “Apalagi saat ini kita berada di era reformasi, globalisasi dan teknologi yang begitu maju sehingga generasi muda kita harus diarahkan ke kegiatan yang positif terutama olahraga,” ujar Syahrul.

Syahrul mengatakan kedatangan pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri ini sebagai momen yang tepat sehingga mendapatkan motivasi yang lebih tinggi serta antusias masyarakat terhadap olahraga di sepak bola.
“Semoga kedatangan pelatih timnas Indonesia dapat menjadi motivasi tersendiri bagi insan olahraga di Tanjungpinang dengan berusaha dan doa,” lanjut Syahrul.

Sosialisasi GSI berlangsung pada 3 – 4 April 2019 dengan pembicara yakni Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri yang juga selaku perintis dari Gala Siswa. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, Rahma, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Kepala OPD Pemko Tanjungpinang, para kepala sekolah SD dan SMP serta insan olahraga se-Kota Tanjungpinang. (***)

KEPRI

Selasa | 02 April 2019 | 21:00

Harapan Arif Fadillah, Kepri Lulus 100 Persen

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau H.TS. Arif Fadillah berharap pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer untuk Tingkatakan SMA/sederajat di Provinsi Kepulauan Riau bisa berlangsung dengan tertib, lancar dan pada pelaksanaan ujian ini semua siswa yang mengikuti bisa lulus semuanya.

“UNBK ini salah satu tolak ukur keberhasilan kita sebagai pemerintah, para guru dan sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas pada pada generasi penerus kita. Oleh karena itu kita berharap pada pelaksanaan ujian kali ini semua anak bisa lulus 100%,” kata Arif saat memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di SMAN 4, Tanjungpinang, Senin 1 April.

Kepada siswa/siswi yang akan mengikuti ujian Arif berpesan agar rileks dalam mengerjakan soal, tidak terburu-buru dan jawab soal yang termudah terleeih dahulu. Arif yakin peserta ujian dapat menjawab soal dengan baik karena telah melalui berbagi persiapan baik belajar di rumah maupun sekolah.

“Saya harapkan agar para siswa siswi agar fokus dalam mengikuti UNBK. Pada saat mengisi jawaban, teliti dan tenang serta manfaatkan waktu yang disediakan,” pesan Arif.

Pada kesempatan ini Arif juga mengajak pelajar untuk terus berupaya membangun pribadi yang pantas sebagai generasi muda penerus bangsa serta mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh dalam menghadapi era globalisasi dengan berbagai tantangannya yang begitu kompleks.

Salah satu pengaruh negatif dari era globalisasi ialah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda oleh karena itu Arif mengajak para murid agar para murid menyibukkan diri dengan melaksankan kegaiatan-kegiatan positif baik kegiatan sekolah maupun kegiatan keagamaan sehingga tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba yang bisa menghancurkan masa depan.

“Masa depan bangsa ini sangatlah ditentukan oleh para generasi muda. Karena itu, sangatlah penting bagi setiap generasi muda untuk tumbuh menjadi generasi yang pintar dan berakhlak mulia. Generasi muda cerdas, kepri berjaya,” tutup Arif.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 4 Tanjungpinang, Darson, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer kali ini diikuti oleh 315 siswa yang terbagi ke dalam tiga sesi ujian, dengan setiap sesi akan diikuti oleh 105 siswa. Sesi pertama akan dimulai pada pukul 07.30 WIB, Sesi kedua 09.30 WIB dan Sesi ketiga pada pukul 14.00 WIB.

Kepala Sekolah SMAN 4 Tanjungpinang juga berharap pelaksanaan ujian kali ini bisa berjalan baik dan hasilnya sesuai dengan yang apa yang diinginkan.“Semoga 315 siswa kita yang mengikuti ujian kali ini bisa lulus dengan sangat baik,” katanya. (humaskepri)

kampanye akbar

KARIMUN

Selasa | 02 April 2019 | 20:11

Sturman Kampanye Akbar di Coastal Area, Karimun, Kepri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Calon legislatif (caleg) DPR RI dapil Provinsi Kepulaun Riau nomor urut 2 dari partai PDI-Perjuangan menggelar kampaye akbar di Coastal Area, Selasa 2 April 2019 sore.

Dalam orasi kampanyenya, Sturman Panjaitan kembali menyampaikan bahwa Provinsi Kepulauan Riau yang hampir 94 persen merupakan laut, membutuhkan figur anggota legislatif yang paham tentang daerah kepulauan.

“Latar belakang saya seorang prajurit dengan pangkat terakhir Mayjen. Saya sudah mengenal wilayah Kepri,” ucapnya.

BERITA TERKAIT

Blusukan ke Pasar Puan Maimun, Sturman Panjaitan Dengar Keluhan Pedagang

Sturman Panjaitan Caleg DPR-RI Dapil Kepri Kampanye di Kecamatan Moro dan Buru

Sturman menyebut bahwa, dirinya paham betul akan kebutuhan pembangunan di Provinsi Kepri. Potensi kemaritimannya harus terus digali bagi kesejahteraan masyarakat.

“Jika saya dipercaya duduk sebagai anggota DPR, saya akan perjuangkan aspirasi masyarakat ini. Merdeka-merdeka,” ujar Sturman.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk mendukung dan memenangkan capres-cawapres Joko Widodo – Ma’ruf Amin pada pilres 2019 nanti.
 
Sementara itu Ketua DPC PDIP Kabupaten Karimun Rasno menyampaikan, Sturman Panjaitan diutuskan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri maju sebagai caleg DPR RI untuk memperjuangkan Provinsi Kepri umumnya dan Kabupaten Karimun pada khususnya.
 
“Beliau sudah menjejaki beberapa kabupaten sampai ke pelosok-pelosok di Kepri. Tujuannya untuk dekat dan melihat kondisi masyarakat serta apa yang menjadi keluhan maupun hal-hal menjadi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
 
Rasno juga menyebutkan, di pemilu 2019 PDIP menerjun kader-kader terbaik di calonkan sebagai caleg DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten. Ini semua Guna memastikan semua keinginan, aspirasi masyarakat akan bisa diperjuangkan di tangan PDIP.
 
Kampanye akbar dihadiri lebih dari 1000 orang ini juga terlihat hadir caleg Provinsi Kepri nomor urut 2 dari Partai PDIP Akop Ismail, caleg DPRD Kabupaten Karimun nomor urut 2 Armelia dan caleg DPRD Kabupaten Karimun nomor urut 7 Marsen Purba. (yan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pihak Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepulauan Riau optimis pendapatan dari pajak dan retrebusi daerah akan melampui target di tahun ini.

Pada triwulan pertama 2019 ini, BP2RD memproyeksikan pendapatan 20 persen dari target per tahun. Realisasinya, pendapatan yang dihimpun sudah lebih dari 22 persen.

Menurut Kepala BP2RD Provinsi Kepri Reni Yusneli menyebut, salah satu sumber pajak daerah yang terbesar yang dipungut BP2RD adalah dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang ditargetkan Rp439 miliar untuk setahun. Pajak PKB yang terealisasi di triwulan pertama 2019 ini Rp101 miliar atau 23 persen.

“Selain itu, pajak dari bea balik nama yang ditargetkan Rp229 miliar pada 2019 in, yang sudah terealisasi Rp71,9 miliar atau mencapai 31 persen. Sedangkan, pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) target setahunnya Rp310 miliar, realisasinya kini sudah mencapai Rp76 miliar atau mencapai 24 persen,” terang Reni, Senin (1/4).

Diakuinya, ada dua sumber pajak yang belum bisa ditarik maksimal yakni Pajak Air Permukaan dan pajak rokok. Namun, secara persentase perolehan keseluruhan pajak sudah mencapai 22,6 persen atau senilai Rp249 miliar. Ini melampaui target karena yang diproyeksikan 20 persen dari target setahun untuk periode Januari hingga Maret ini.
Untuk pajak air permukaan, sambung Reni BP2RD, pajak yang sudah dipungut dalam triwulan ini sudah mencapai Rp438 juta.

“Perolehan untuk mencapai terget lebih besar terus kita lakukan, karena BP2RD ditargetkan memungut pajak Rp1,1 triliun. Memang untuk triwulan pertama kita sudah di atas target karena dibebankan mendapat 20 persen, namun yang terealisasi sudah 22,6 persen, namun untuk mencapai 100 persen sampai Desember mesti tetap gencar sosialisasi,” terangnya. (ded/edi/nto)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Jelang semakin dekatnya pelaksanaan Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Provinsi Kepri, mengintruksikan kepada seluruh kader GP Ansor dan Banser se Kepri agar kembali kepada Khittah NU 1926.

Hal tersebut tertuang dalam surat keputusan bersama Rakorwil Pimpinan Wilayah GP Ansor se Kepri, yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Ustmaniyah Sagulung, Sabtu, 30 Maret 2019 malam, yang dihadiri oleh perwakilan GP Ansor Batam, Tanjungpinang, Karimun dan Bintan.

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Kepri, Nur Haryanto mengatakan menyikapi maraknya fenomena berita hoaks, fitnah dan ujaran kebencian, telah mengakibatkan sebagian masyarakat kita terbelah dan mulai timbul rasa tidak percaya di tengah masyarakat.

“Maraknya fenomena hoaks, fitnah dan ujaran kebencian harus kita cegah, jika hal tersebut terus dibiarkan berkembang di masyarakat, bisa merusak tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” katanya.

Untuk itu, Nur mengajak seluruh kader GP Ansor dan juga Banser Kepri serta organisasi di lingkungan NU maupun banom-banomnya, agar kembali kepada Khittah 1926 yang menyebutkan bahwa NU sebagai organisasi tidak boleh ikut dalam politik praktis.

Maka dari itu, Pimpinan Wilayah GP Ansor Kepri mendeklarasikan gerakan “Rabu Putih”, yakni sebuah gerakan masyarakat yang bertujuan memaksimalkan tingkat partisipasi masyarakat pemilih dalam menggunakan hak pilihnya mencoblos pada Pemilu nanti secara bebas dan nyaman tanpa rasa takut atau merasa di intimidasi oleh kelompok manapun.

“Melalui gerakan Rabu Putih ini, kami akan door to door turun ke masyarakat untuk mensosialisasikan dan mengingatkan agar hadir ke TPS. Gunakan hak pilihnya, baik pada pilpres maupun pileg 2019 dan yang paling penting jangan golput,” pungkasnya. (sal).

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Calon Anggota legislatif (caleg) DPR-RI nomor urut 2 PDI Perjuangan daerah Pemilihan Kepri, Sturman Panjaitan melakukan kampanye akbar di Kecamatan Moro dan Buru, Kamis, 28 Maret 2019.

Kampanye akbar tersebut, Sturman Panjaitan turut didampingi ketua DPC PDI Perjuangan Karimun, Rasno, caleg provinsi Kepri nomor urut 2, Akop dan Kabupaten, Luhut Sidauruk.

Ketua DPC PDI Perjuangan Karimun, Rasno menyampaikan Caleg nomor urut 2 Sturman Panjaitan menjadi satu satunya Caleg DPR RI yang mau hadir kampanye di Kecamatan Moro.

Rasno yakin, Sturman yang merupakan pensiunan jenderal marinir bintang dua mampu memberikan solusi yang terbaik untuk Provinsi Kepri.

Sturman Panjaitan Caleg DPR-RI Dapil Kepri Kampanye di Kecamatan Moro dan Buru

Sementara itu, Sturman Panjaitan dalam orasi kampanyenya memperkenalkan diri kepada masyarakat Moro, selain itu Ia juga menyampaikan bahwa dirinya mengerti maritim.

“Saya sebagai orang yang mengerti maritim, diutus dengan latar belakang TNI untuk membangun Kepulauan Riau untuk membangun bangsa ini,” katanya saat menyampaikan orasi dihadapan masyarakat Moro.

Sturman mengatakan, telah memiliki beberapa catatan yang menjadi usulan prioritas di Kecamatan Moro dan Buru. Jika kelak diberikan masyarakat Kabupaten Karimun amanah menjadi anggota DPR RI periode 2019 – 2024.

Usulan tersebut seperti pembangunan peningkatan jalan, ketersediaan fasilitas pelabuhan, dermaga nelayan dan program untuk masyarakat kepulauan yang berdampak langsung dengan masyarakat.

Sturman Panjaitan Caleg DPR-RI Dapil Kepri Kampanye di Kecamatan Moro dan Buru

Sturman juga akan mengawal usulan setiap pembangunan dari Pulau Pulau. Dan mengupayakan hadir saat Musrenbang Kabupaten untuk mendengar aspirasi dari masyarakat.

“Akan mengawal setiap usulan, yang tidak dapat diatasi oleh Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi Kepri. Untuk perubahan pembangunan yang lebih baik” kata Sturman Panjaitan. (biro karimun)

MEDIAKEPRI.CO.ID Batam – Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, sangat rentan terjadinya tindak kejahatan antar negara yang masuk melalui pulau-pulau terluar di Kepri.

Hal itulah yang membuat Kepolisian Daerah (Polda) Kepri, perlu turun langsung ke masyarakat-masyarakat yang berdomisili di pulau-pulau terluar di Kepri. Kedatangan yang disambil gelar silatulrahmi ini guna mensosialisasikan antisipasi masuknya faham-faham yang bisa merusak keutuhan NKRI.

Polda Kepri melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) menggelar tatap muka bersama masyarakat Pulau Abang, dalam rangka Pembinaan kepada masyarakat pesisir. Pertemuan dengan puluhan tokoh masyarakat Pulau Abang dilaksanakan di Pondok Informasi Pulau Abang, Rabu, 27 Maret 2019 siang.

Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda Kepri, AKBP Sazili mengatakan, masyarakat yang berdomisili di pulau terluar perlu mengantisipasi Empat hal. Jalinan silatulrahmi Polda Kepri ini bersamaan dengan agenda sejumlah pengurus dari Perkumpulan Pesisir Hinterland Centre (PPHC).

BERITA TERKAIT

Jalin Silatulrahmi dan Jemput Aspirasi, Hinterland Centre Kunjungi Pulau Abang

Pertama, masuknya faham radikalisme yang bertujuan merusak keutuhan negara kita. “Salah satu contohnya, faham yang ingin merubah ideologis pancasila. Faham ini mengajarkan para pengikutnya untuk memusuhi aparat penegak hukum, dan ingin mendirikan negara sendiri berdasarkan pemahamannya,” katanya.

Kedua, masalah narkoba. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwasannya daerah kita ini merupakan daerah transit. Peredaran narkoba masuk melalui pulau-pulau terluar, indikasinya cukup tinggi.

“Diharapkan kepada masyarakat, jika mengetahui gerak gerik yang mencurigakan mengenai peredaran barang haram tersebut, secepatnya laporkan kepada aparat kepolisian, dan kami akan segera menindaklanjutinnya.

Lanjutnya, kenapa diperlukan peran aktif dari masyarakat? Karena ketika masyarakat mengetahui adanya transaksi narkoba di wilayahnya, tetapi tidak melaporkan kepada pihak kepolisian, maka pihak penegak hukum akan sulit untuk memutus jaringan peredaran narkoba.

“Kalau masyarakatnya saja sudah tidak peduli, maka kami dari kepolisian akan sulit untuk memutus jaringannya,” ujarnya.

Ketiga, yang perlu diantisipasi adalah kenakalan remaja. Dalam hal ini, perlunya peran aktif dari orang tua mendidik anak-anaknya dengan memberikan nilai-nilai keagamaan.

Terakhir yang perlu diantisipasi ialah beredarnya isu-isu yang sumbernya tidak bisa di pertanggungjawabkan atau istilahnya berita Hoax.

“Dengan pesatnya kemajuan teknologi, diharapkan kepada masyarakat jangan mudah percaya begitu saja terhadap berita-berita yang sumbernya tidak bisa di pertanggungjawabkan atau hoax,” imbuhnya.

Di tempat yang sama tokoh masyarakat yang diwakili Ketua RW 001 Pulau Abang, Iwan Zaidi mengatakan, sangat senang atas kunjungan dari tim PPHC dan pihak kepolisian daerah Kepri.

“Terima kasih atas kedatangan tim ke pulau kami ini, semoga dengan pertemuan ini kami masyarakat pesisir bisa lebih mawas diri dalam mengantisipasi masuknya gangguan-gangguan tersebut,” ucapnya.

Diakhir kegiatan, pihak Binmas Polda Kepri memberikan bantuan berupa topi nelayan kepada masyarakat Pulau Abang. (sal)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pelantikan pengurus Perkumpulan Kekeluargaan Nusa Tenggara Timur (PK NTT) Kota Batam periode 2018-2022, yang dilaksanakan di Dataran Engku Putri, Batam Center, Sabtu, 23 Maret 2019 malam, berlangsung meriah.

Hal tersebut tampak dari banyaknya masyarakat asal Nusa Tenggara Timur yang ada di Batam, berbondong-bondong datang memadati Dataran Engku Putri.

Pantauan mediakepri.co.id di lapangan, ribuan pengunjung memadati lokasi tersebut. Mereka juga membawa serta keluarganya yang terdiri dari orang tua, remaja hingga anak-anak, larut dalam kemeriahan acara tersebut.

Dalam acara pelantikan, yang di daulat sebagai pengurus PK NTT Batam berdasarkan Musyawarah Besar ke-V, yang dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2018, susunannya yakni Ketua Umum, Anggelinus SH, Sekretaris Umum, Muhammad Faisal Ola, Bendahara Umum, Yandi Winardi serta Ketua Harian, Bali Dalo SH.

Anggelinus mengatakan, PK NTT Batam adalah sebuah wadah atau organisasi yang didirikan bertujuan untuk menyatukan seluruh warga dari 22 kabupaten / kota yang ada di NTT.

Lanjutnya, dalam organisasi ini, pihaknya tidak membeda – bedakan antara satu agama dengan agama lainnya, dan merangkul semua suku dalam satu ikatan keluarga, yakni PK NTT.

“Di organisasi ini kami tidak membeda-bedakan agama dan suku, semuanya memiliki hak yang sama. Apakah dia dari suku Flores, Timor, Sumba, Rote, Alor dan lainnya,” ujarnya.

Dengan adanya wadah ini, mari bersama-sama kita bergandeng tangan, menjujung tinggi budaya kearifan lokal, untuk menjaga kondusivitas dan keamanan di tanah melayu ini.

“Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Saya mengajak seluruh masyarakat asal NTT yang ada di Batam khususnya dan Kepri umumnya, mari bersama-sama kita rapatkan barisan, kita jaga kota kita ini agar selalu aman,” ucapnya dengan penuh semangat.

Selanjutnya, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun secara resmi melakukan prosesi pelantikan pengurus PK NTT Batam periode 2018-2022.

Gubernur mengatakan kepada pengurus yang baru dilantik, agar bisa langsung bersinergi dengan pemerintah. “Kepada seluruh pengurus, apakah bersedia bekerjasama dengan pemerintah?,” ucap Gubernur yang dijawab serentak oleh seluruh pengurus yang dilantik “Bersedia”.

Ditempat yang sama, Komandan Korem (Danrem) 033/WP Kepri,Brigjen TNI Gabriel Lema, yang juga merupakan tokoh asal NTT menegaskan, kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar bisa menjaga kearifan budaya lokal.

Hal tersebut dia sampaikan, karena Batam ini merupakan miniatur Indonesia. Keberagaman budaya dan suku dari seluruh Indonesia, semuanya ada di Batam.

“Pesan saya, jaga selalu kearifan budaya lokal, karena itu merupakan dasar kita sebagai anak bangsa. Jangan kita mudah di provokasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang menginginkan keutuhan negara kita ini terpecah belah. Jangan sampai pesatnya kemajuan teknologi, bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, yang selama ini sudah tercipta keharmonisan di bumi melayu yang kita cintai ini,” tegasnya.

Dalam acara pelantikan yang mengambil tema Satu Malam di NTT, masyarakat larut dalam kegembiraan. Kemeriahan juga tampak dengan banyaknya masyarakat yang mengikuti perlombaan Gemu Famire yang diikuti sebanyak 35 peserta. Sekaligus panitia juga mendatangkan langsung pencipta lagunya, yakni Frans Cornelis Dian Bunda alias Nyong Franco.

Tampak tamu undangan yang hadir yakni, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Wakil walikota Batam, Amsakar Achmad, Ketua LAM Batam, Nyat Kadir, Danrem 033/WP Kepri, Brigjen TNI Gabriel Lema, Senator DPD RI, Haripinto Tanuwidjaja, Mantan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah, Komjen Pol (purn) Gorries Mere dan lainnya, menari dan bergoyang dengan diiringi alunan musik dari Aresta Voice. (sal).

MEDIAKEPRI.CO.ID Batam – Kepala Kepolisian Daerah Kepri, Irjend Pol Andap Budhi Revianto, bersama Komandan Lantamal IV Kepri Laksmana (L) Arsyad Abdullah memimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka menghadapi Pemilu 2019, di halaman Temenggung Abdul Jalil, Batam, Jumat, 22 Maret 2019.

Apel pasukan digelar dalam menghadapi Pemilu 2019, yang diikuti pasukan gabungan TNI-Polri, pasukan Brimob, Satpol PP, gabungan Ormas, Linmas, serta komponen masyarakat. Pada kesempatan tersebut juga diucapkan ikrar Pengamanan Swakarsa Indonesia.

Turut hadir dalam Apel tersebut, Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun, Kajati Kepri, Kabinda, Kakanwil Hukum dan Ham, Bakamla dan Guskamla, Danrem, Dandim, ketua KPU, ketua Bawaslu Kepri.

Menko Polhukam, dalam amanatnya yang disampaikan oleh Kapolda Kepri Irjend Pol Andap Budhi, mengatakan pada Apel Pasukan menghadapi 2019 ini suatu kesempatan yang membanggakan dan membahagiakan. Sekaligus Apel Gelar Pasukan menunjukkan kesiapan dan kesungguhan kita, langkah kita, mastikan pesta demokrasi 17 April 2019 Aman, Damai dan Kondusif.

“TNI-Polri Menjamin Keamanan Pemilu Sampai ke TPS,”ujarnya.

Selanjutnya, dalam menyampaikan amanatnya, Kapolda Kepri Irjend Pol Andap Budhi, mengatakan apel pasukan yang digelar serentak,
sungguh merupakan kehormatan bersama panglima TNI, para anggota masyarakat, Linmas, dan komponen masyarakat.

Pemilu serentak tahun 2019 merupakan tonggak sejarah lima tahun pemilihan serentak, menjadi kebanggaan, apakah Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik dalam memilih pimpinannya.

“Tergantung semua pihak. Tidak saja parpol taat dan patuh pada ketentuan yang ada. Tapi penyelenggara pemilu Bawaslu, KPU, menyelanggarakan pemilu. Dan TNI-Polri akan menjamin keberlangsungan pemilu yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia (Luber)”ujarnya.

Dikatakan Pemilu 2019 merupakan kesempatan berharga memilih caleg yang akan memperjuangkan aspirasi masyarakat sekaligus memilih pemimpin nasional.

Sedapat mungkin opini kita semua, kata Irjend Pol Andap Budhi, memilih pemimpin pemilu 2019 ini bukan ajang konflik, namun ajang untuk kompetensi mendapatkan kepercayaan rakyat menjadi pemimpin nasional.

Jika, masih terdapat gangguan keamanan, maka Bawaslu dan Polri mengeluarkan indeks kerawanan pemilu.

“Maka pemetaan pemilu penyelenggaraan dan ketertiban masyarakat untuk segera mengenali, menetralisir mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Harus mengambil tindakan sesuai prosedur,”ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolda Kepri Irjend Pol Andap Budhi mengatakan sampai saat ini kondisi Kamtibmas ini aman Damai dan Kondusif. Semua ini berkat kerjasama yang baik, diantara kita berkat sinergitas dan soliditas, sesama kita.

“Menuju tanggal 17 April kita memiliki alokasi waktu 25 hari 15 Jam, saat ini sudah 14 jam, kita berharap untuk pemungutan suara, sampai dengan proses akhir, rekapitulasi, penghitungan, sampai dengan penentuan, tetap aman dan kondusif,”ujarnya setelah melaksanakan pemeriksaan pasukan kesiapan Pemilu 2019 sekitar pukul 09.45 WIB.

Ditegaskan Kapolda Kepri Irjend Pol Andap Budhi, melaksanakan Apel Pasukan ini untuk memastikan kembali, sekaligus kita menunjukkan secara khususnya masyarakat Kepri bahwa TNI-Polri dan komponen masyarakat lainnya siap mengamankan pemilu, dan menjamin keamanan pemilu sampai dengan pencoblosan.

“Tanpa kerjasama yang baik, tanpa sinergitas yang baik, tanpa soliditas yang baik, sehingga kami mengharapkan mengeliminir potensi kerawanan yang ada,”ujarnya.

Ditengah dinamika ini ada berbagai ujaran kebencian, berbagai hoak, kata Irjend Pol Andap Budhi, kita jangan terpecah, kita jangan terpengaruh, mari satukan hati dan pikiran, satukan langkah, serta bantuan dari rekan-rekan media.

“Dari 5457 TPS yang ada, Linmasnya 10.714, Polisinya ada 5000, TNI-nya sekitar 4000 sekian. Kita harapkan kerjasamanya,” pungkasnya. (sal)

MEDIAKEPRI.CO.ID Batam – Rumah Zakat Perwakilan Provinsi Kepri, melakukan kunjungan ke redaksi mediakepri.co.id, Kamis, 21 Maret 2019 sore. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mempererat hubungan tali silatuhrahmi diantara kedua lembaga.

Kunjungan Rumah Zakat yang diwakili oleh Kepala Kantor Perwakilan Kepri, Muhammad Isa, diterima langsung oleh Pemimpin Umum mediakepri.co.id, Eddy Supriatna, Pemimpin Redaksi Sarma Sinaga, Pemimpin Perusahaan Putra Khairum dan awak redaksi.

Dalam kunjungan singkatnya, Muhammad Isa memaparkan berbagai program layanan dan pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan oleh Rumah Zakat di Batam khususnya dan Kepri pada umumnya.

“Peran media bagi perkembangan suatu lembaga sangat penting. Karena medialah berbagai informasi dari lembaga tersebut, bisa tersampaikan secara luas ke masyarakat,” katanya.

Untuk itu, melalui pertemuan ini bisa terjalin lebih erat lagi hubungan antar kedua lembaga, sehingga visi dan misi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya ber zakat, bisa terkomunikasikan dengan baik.

Sementara itu, manajemen mediakepri.co.id menyambut baik program-program yang telah dilaksanakan. Mediakepri sendiri termasuk salah satu media yang paling aktif mempublikasikan kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan Rumah Zakat.

“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Rumah Zakat, semoga kami bisa menjadi media yang amanah dalam mempublikasikan setiap kegiatan dari Rumah Zakat,” ujar Eddy.

Diakhir kunjungan yang penuh dengan keakraban, pihak Rumah Zakat memberikan cinderamata berupa plakat kepada Pemimpin Redaksi mediakepri.co.id, Sarma Sinaga. (sal).