Kepri

gubernur kepri

KEPRI

Selasa | 20 November 2018 | 18:27

Kepri Galakkan Turisme, Produk Halal Jadi Pendukung

MEDIAKEPRI.CO.ID, Singapura – Potensi pasar produk halal sangat besar. Kepri siap menjadi pusatnya. Terlebih Kepri sedang menggalakkam turisme, yang produk halal menjadi salah satu dukungannya

Demikian disampaikan Gubernur H Nurdin Basirun saat menjadi pembicara dalam Konvensi ke-19 Dunia Melayu Dunia Islam, di Max Atria Singapore Expo, Singapura, Sabtu, 17 November 2018.

BERITA LAINNYA

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

Warga Karimun Jangan Sungkan Laporkan Pelanggaran

I Gusti Ngurah Rai Meninggal Dunia Usia 29 Tahun

Ia menegaskan Kepri sebagai menjadi pusat untuk industri halal di kawasan serumpun. Posisi yang strategis, dukungan regulasi pemerintah, dan ketersediaan kawasan industri memungkinkan industri ini berpusat di Kepri.

Nurdin menjadi salah satu pemateri bersama sejumlah perwakilan dari berbagai negara, seperti Turki, Malaysia, Kamboja. Nurdin membawa kerja kerja berjudul Menjawab Tantangan Global di Sektor Halal. Konvensi ini mengusung tema Ke Arah Memperkasakan Kerjasama Sosial, Ekonomi dan Budaya.

Dari Kepri hadir Wakil Gubernur H Isdianto yang pada kesempatan itu menerima Anugerah Kepemimpinan Adat dan Budaya dari DMDI. Hadir juga Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Ketua LAM Kepri H Abdul Razak, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Umrah Dr Abdul Malik dan senumlah pemgurus LAM Kepri.

BACA JUGA

Polisi SP3 Dugaan Gratifikasi Komisioner Bawaslu Kepri

Nurdin: Kita Harus Bekerja Cepat untuk Rakyat

Agar Perekonomian Kepri Kembali Tajam

Dianugerahi Santri of the Year, Ini Kata Gubernur Kepri

Ini Bentuk Bantuan dari Kepri untuk Palu

Konvensi ini juga dihadiri Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Singapura Dr Muhamed Omar Abdullah Balfaqeeh. Hadir juga perwakilan dari berbagai negara, antara lain dari Malaysia, Indonesia, Brunei, Singapura, China, Australia, Thailand, Arab Saudi, Bangladesh, Mauritius, New Zealand, Kanada, United Kingdom, Netherland, Maldives, Bosnia Herzegovina, Afrika Selatan, Madagaskar, Mesir, dan Timor Leste.

Presiden DMDI Tan Sri Dr H Muhammad Ali Bin Mohd Rustam mengatakan industri halal akan membawa sektor ekonomi dan wisata menjadi semakin baik. Ditambah lagi wisatawan dari kawasan Arab semakin banyak ke kawasan ini. (humas)

bebas sampah

TANJUNG PINANG

Jumat | 09 November 2018 | 13:29

Kepri Bebas Sampah, Gabriel Ingin Jadi Insprirasi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Korem 033/Wira Pratama (WP) menjadikan peringatan Hari Pahlawan sebagai momentum untuk mencanangkan ‘Kepri Bebas Sampah’, secara serentak di seluruh wilayah Kepri, dan untuk Tanjungpinang di pusatkan di empat tempat Gedung Gonggong, Pelantar 1, Pelantar 2 dan Pelantar 3, Jumat, 9 November 2018.

Danrem 033/WP, Brigjen TNI Gabriel Lema, S.Sos ingin kegiatan ini menjadi inspirasi bagi seluruh komponen masyarakat Kepulauan Riau, untuk lebih peduli terhadap lingkungan mulai dari tempat tinggal, pemukiman, perkantoran, dan lain sebagainya.

“Sampah dapat merusak dan menghancurkan kehidupan berbangsa dan bernegara, oleh karena itu diperlukan komitmen semua komponen bangsa yang ada di seluruh wilayah Kepri untuk mewujudkan Kepri bebas sampah”, kata Brigjen TNI Gabriel Lema, S.Sos.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Gubernur Provinsi Kepri yang diwakili oleh Asisten 1 pemerintahan provinsi Kepri, Raja Ariza, Forkompinda provinsi Kepri dan kota Tanjungpinang, ormas kepemudaan, Pramuka dan pelajar.

Dalam sambutannya, Raja Ariza mengucapkan terima kasih dan apresiasi dari pemerintah daerah atas kegiatan Kepri Bebas Sampah dalam rangkaian kegiatan hari pahlawan 10 Nopember 2018.

“Terima kasih dan apresiasi dari pemerintah daerah provinsi Kepri atas kegiatan Kepri bebas sampah dan semoga dengan komitmen bersama yang kuat oleh seluruh komponen bangsa kita dapat membangun Kepri ini dengan lebih baik”, kata Raja Ariza.

Selanjutnya setelah menyampaikan sambutannya, Raja Ariza mewakili Gubernur Provinsi Kepri mencanangkan moto Kepri yaitu TNI-POLRI DAN RAKYAT BERSATU TAK TERKALAHKAN yang diawali dengan pembunyian sirene

Dalam kegiatan ini juga Danrem 033/Wira Pratama, Asisten 1 pemerintahan provinsi Kepri didampingi undangan lainnya melaksanakan video conference dengan Dandim jajaran Korem 033/Wira Pratama yang pada saat bersamaan melaksanakan kegiatan Kepri bebas sampah diwilayahnya masing. (panrem 033/wp)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Gubernur H Nurdin Basirun terus berkoordinasi dengan sejumlah Menteri guna mempercepat pembangunan di Kepri. Di antara yang dikoordinasinya adalah sejumlah proyek strategis yang terus menampakkan progres kemajuan. Serta ground breaking pembangunan Jembatan Batam Bintan (Babin).

“Inilah kebiasaan saya, harus memaksimalkan waktu ketika berada di Jakarta. Banyak sekali yang kita koordinasikan. Kita harus bekerja cepat untuk rakyat,” kata Nurdin di Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.

Nurdin ke Jakarta memang menemui sejumlah Menteri. Setelah menerima anugerah Santri of The Year 2018, Nurdin yang ditemani Sekdaprov H TS Arif Fadillah mwlakukan roadshow ke sejumlah menteri.

Menteri pertama yang ditemui Nurdin adalah Siti Nurbaya. Kepada Menteri Kehutanan, Nurdin memgkoordinasikan permasalahan hutan di Pulau Asam. Karena pulau ini terus dalam progres menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Bu Menteri bilang prosesnya bergerak semakin maju. Kita berharap segera tuntas,” kata Nurdin. Apalagi Tim KEK sudah siap untuk alih fungsi hutannya.

Saat menemui Menko Perekonomian Darmin Nasution, Nurdin juga mengkomunikasikan perkembangan sejumlah usulan KEK di Kepri. Di antaranya Rempang Galang, juga beberapa pulau yang dikelola menjadi daerah wisata.

Tim Menko Ekuin, kata Nurdin minta segera disiapkan persyaratannya. Sehingga potensi pulau-pulau itu semakin bermanfaat untuk menggerakkan ekonomi Kepri.

Nurdin juga menyampaikan undangan masyarakat Kepri untuk Presiden Joko Widodo. Jokowi diundangan ke Tanjungpinang untuk sejumlah kegiatan, di antaranya peresmian sejumlah proyek, KEK, serta groun breaking Jembatan Batam Bintan.

Menurut Nurdin, proyek yang akan diresmikan itu sudah selesai dan beberapa di antaranya sudsh dikelola. Pihaknya juga berharap regulasi untuk kawasan pulau-pulau wisata yang kini semakin gencar dilirik investor.

Untuk mengundang Presiden Jokowi, Nurdin langsung mengantar surat di Sekretaris Negara. Untuk Jembatan Batam Bintan, Kementerian PUPR sudah sepakat untuk membangunnya. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat di Batam oekan lalu sudah menegaskan hal itu.

“Kita sudah sepakati mau kita bangun,” kata Basuki waktu itu.

Menurut Nurdin, kalau soal pembangunan infrastruktur, Presiden memang memberi perhatian serius. Nurdin menyebutkan Jokowi juga sudah mmberi restu soal jembatan ini.

“Alangkah eloknya infrastruktur yang besar ini kita minta Pak Presiden untuk melauncingnya,” kata Nurdin.

Dalam pada itu, Sekdprov H TS Arif Fadillah menyebutkan, dia bersama Asisten Ekonomi Pembangunan Syamsul Bahrum sudan menyiapkan dokumen dan data pendukung dalam pertemuan Gubernur dengan Menteri. Termasuk surat undangan untuk Presiden Jokowi.

“Kita menyusun beberapa program kegiatan yang akan diresmikan Bapak Presiden,” kata Arif.

Arif menyebutkan kegiatan-kegiatan ini sudah memberi multiplier effect untuk masyarakat. Ada juga yang sudah mulai menyerap tenaga kerja.

“Semoga hasil usaha dalam perjalanan hari ini, yang dilakukan Pak Gubernur, diridhoi Allah dan ditindaklanjuti oleh pimpinan kita yang di pusat,” kata Arif. (humaskepri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun mengajak para petani untuk terus semangat mengembangkan potensi pertanian yang ada di daerah. Apalagi keberadaan lahan dengan kontur tanah yang tepat, sarana dan fasilitas yang memadai maka akan menghasilkan produk terbaik.

“Tinggal bagaimana kemampuan kita untuk mengelola hasilnya menjadi berdaya guna dari semua sisi, apalagi dengan teknologi akan semakin memudahkan, yang nantinya upaya ini kembali akan mempertajam perekonomian Kepri,” ujar Nurdin di sela-sela perbincangannya bersama kelompok Tani dalam kunjungan kerjanya ke Tanjung Batu, Kundur, Kabupaten Karimun, Senin, 22 Oktober 2018.

Pemerintah Daerah, dikatakan Nurdin juga selalu mendukung dan berusaha untuk melakukan upaya-upaya untuk ikut meningkatkan kemajuan hasil produksi yang di kerjakan oleh para petani.

“Kita juga akan mencoba ke Kementrian untuk membantu dalam upaya perluasan lahan yang masih belum terbuka. Pemprov bersama Pemkab juga akan terus berkoordinasi melalui pihak terkait untuk kelancaran proses kegiatan bertani,” lanjut Nurdin.

Nurdin juga berujar, dirinya berkeinginan untuk melakukan semenisasi pada jalan masuk menuju lahan pertanian. Karena sepanjang 5 Km saat Nurdin masuk kedalam lokasi, jalanan tanah merah yang dilalui dalam keadaan yang tidak rata dan banyak lobang serta genangan air.

“InsyaAllah kedepan akan kita upayakan pengembangan jalan masuk agar mobilitas keluar masuk menjadi lebih lancar,” tambah Nurdin lagi.

Setibanya di Kundur, Gubernur beserta rombongan merapat di Pelabuhan Urung, Tanjung Berlian untuk kemudian menuju ke Masjid Besar Al Furqan, Kundur Utara untuk menunaikan shalat dzuhur.

Selanjutnya Gubernur menuju ke Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara untuk melakukan penyerahan Alat dan Mesin Pertanian kepada Kelompok Tani Kabupaten Karimun yang dipusatkan di Kawasan Bioindustri padi di wilayah perbatasan, Gudang Rice Milling Unit (RMU), Gapoktan Mega Buana.

Secara simbolis Nurdin menyerahkan sebanyak 21 unit alat dan mesin tani kepada 16 Kelompok Tani/ Gapoktan yang tersebar di Kundur. Adapun rincian bantuan antara lain 10 unit Handtraktor, 9 unit Cultivator dan 11 unit Minitraktor. Selain itu Nurdin juga berkesempatan untuk berbincang bersama kelompok Tani juga meninjau Gudang Rice Milling Unit (RMU), Gapoktan Mega Buana.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Karimun Muhammad Aftan menyampaikan, bahwa kawasan pertanian sendiri seluas 278 Hektar yang mana saat ini sudah dibuka lahan seluas 100 Hektar dan dalam proses penanaman padi. Direncanakan untuk tahun kedepan akan dilakukan pembukaan lahan lagi seluas 128 Hektar untuk cetak sawah baru.

“Kita meminta arahan juga bantuan dari Pemerintah Provinsi agar rencana kami tahun depan terealisasi ,” kata Aftan.

Kemudian mewakili Kelompok Tani setempat Nasir menyampaikan ucapan terimakasih atas penyerahan alat tani yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

“Alhamdulillah dengan diberikan nya sejumlah bantuan alat dan mesin tani ini semakin memudahkan dan mempercepat pekerjaan kami,” kata Nasir.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Ahmad Izhar, Kepala Dinas Kelautan Eddy Sofyan, Kepala Dinas Kepemudaan Maifrizon dan Kepala Biro Humprohub Nilwan. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepulauan Riau, Asnawati, memastikan lahan yang dikuasai PT. Singkep Payung Perkasa (SPP) seluas 18.000 Ha di Pulau Singkep dan PT. Citra Sugi Aditya (CSA) di Pulau Lingga seluas 9.600 Ha, sudah terdaftar sebagai tanah terindikasi terlantar.

“Ya, betul. Lahan kedua perusahaan ini, terindikasi terlantar. Untuk menetapkannya sebagai tanah terlantar, masih butuh beberapa tahapan lagi, seperti penelitian yang melibatkan panitia C,” ungkap Asnawati saat menerima Bupati Lingga, Alias Wello di ruang kerjanya, Selasa (15/10/2018).

Dalam pertemuan tersebut, Awe, sapaan akrab Bupati Lingga itu, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Lingga, Said Nursyahdu dan Staf Khusus Bupati Lingga, Ady Indra Pawennari.

Terkait dengan rencana masuknya sejumlah investasi perikanan, perkebunan dan peternakan di Lingga, Asnawati menyatakan dukungannya. Namun, Ia mengingatkan agar setiap investasi yang masuk ke daerah harus sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Sepanjang prosedurnya benar, BPN pasti dukung. Karena itu, RTRW sangat penting sebagai pedoman dalam pengalokasian lahan kepada calon investor,” jelas Asnawati.

Bupati Lingga, Alias Wello mengatakan, pertemuannya dengan Kepala Kantor Wilayah BPN Kepulauan Riau, Asnawati, merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Jalil di Jakarta, pekan lalu.

“Pertama, silaturrahmi karena Kakanwil BPN Kepulauan Riau baru dilantik. Kedua, menyampaikan hasil pertemuan dengan Menteri ATR/Kepala BPN terkait rencana pemanfaatan tanah terindikasi terlantar untuk kepentingan daerah, masyarakat dan investasi di wilayah Kabupaten Lingga,” katanya.

Awe juga menyinggung soal perkembangan proses pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Citra Sugi Aditya yang menyeret empat orang Kepala Desa di wilayah Kecamatan Lingga Utara dan Lingga Timur karena menandatangani surat pernyataan penguasaan fisik bidang tanah, tanpa menyebutkan batas sempadan dan saksi dari tokoh masyarakat.

“Ibu Kakanwil BPN sudah memastikan, proses pengurusan HGU PT. Citra Sugi Aditya sudah dihentikan oleh pusat karena ada sengketa hukum. Nah, sekarang ada lagi Inpres No. 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit. Dalam Inpres itu, perintahnya jelas penghentian penerbitan HGU,” beber Awe. Rilis

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Bupati Lingga, Alias Wello meminta Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun segera mengevaluasi semua Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Mineral Bukan Logam atau batuan. Khususnya komoditas pasir darat, dan kuarsa yang diterbitkannya di Bumi Bunda Tanah Melayu itu.

Pasalnya, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Pemkab Lingga di lapangan, ada beberapa perusahaan yang sudah mengantungi IUP Operasi Produksi. Tapi tak dapat melakukan kegiatan pertambangan sesuai izin yang diperolehnya.

“Kasusnya macam-macam. Ada yang tak bisa melakukan kegiatan pertambangan karena sengketa lahan. Ada juga karena tak punya modal. Ada juga yang punya IUP, tapi lokasinya tak ada kandungan bahan tambang sama sekali,” kata Bupati Lingga, Alias Wello yang biasa disapa Awe kepada wartawan di Daik Lingga, Senin, 15 Oktober 2018.

Menurut Awe, nyaris semua pemegang IUP Operasi Produksi yang tak dapat melakukan kegiatan pertambangan di Lingga itu, tidak mengantongi rekomendasi bupati. Sebagaimana diatur dalam PP No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Jika perusahaan pemegang IUP Operasi Produksi ini dibiarkan tanpa ada evaluasi dan sanksi, bisa merugikan daerah. Banyak perusahaan lain yang mau investasi. Tapi terhambat oleh IUP yang sudah terbit,” tegasnya.

Cabut IUP PT Growa

Mengenai kegiatan pertambangan pasir darat PT. Growa Indonesia di Desa Tanjung Irat, Singkep Barat yang tidak mengantongi rekomendasi bupati, Awe kembali menegaskan sikapnya meminta Gubernur Kepulauan Riau segera mencabut IUP Operasi Produksinya.

“Dinas ESDM Kepulauan Riau sendiri sudah mengajukan permohonan pencabutan IUP Operasi Produksi PT. Growa Indonesia kepada BPMPTSP Kepulauan Riau dengan berbagai macam pertimbangan hukum. Makanya, saya juga heran kok mereka masih operasional juga,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, sejak terbitnya UU Nomor : 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan di bidang pertambangan beralih dari Pemerintah Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi.

Sejak itu pula, penerbitan IUP Operasi Produksi Mineral Bukan Logam atau Batuan, khususnya komoditas pasir darat dan pasir kuarsa oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Lingga, nyaris tak terkontrol. Apalagi, Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) yang diterbitkan, sudah mengabaikan kewajiban mendapatkan rekomendasi bupati. (*)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Bantuan dari masyarakat Provinsi Kepri untuk korban gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala terkumpul mencapai Rp1 miliar lebih. Jumlah ini di luar bantuan yang berupa barang seperti pakaian dan makanan.

Bantuan ini dikumpulkan dari saeluruh masyarakat Kepri seperti Kadin, OPD, Sekolah, Kampus, Pramuka, FKPPI, Karang Taruna, Tagana, PKK, BKOW, PMI dan dari berbagai kalangan masyarakat lainnya. Termasuk juga dari para pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri.

Seluruh bantuan dari masyarakat tersebut diserahkan dari perwakilan organisasi dan masyarakat kepada Gubernur Kepri di sela-sela apel pagi bersama, Senin, 15 Oktober 2018. Selanjutnya, dengan dikoordinir oleh Pemerintan Provinsi Kepri, bantuan dikirim ke Palu untuk diserahkan kepada para korban.

Diakhir apel, Nurdin kembali meminta agar kotak bantuan diedarkan untuk lagi untuk menambah jumlah bantuan yang sudah terkumpul. Dan pada kesempatan ini Nurdin mengawalinya dengan menyumbang sebesar Rp10 juta.

Aksi Gubernur ini kemudian diikuti oleh Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto, Sekdaprov Kepri TS. Arif Fadillah, para kepala OPD dan seluruh jajaran pegawai yang hadir di apel pagi, dengan jumlah bantuan yang variatif. Hasil bantuan ini kemudian digabungkan dengan bantuan yang sudah terkumpul tersebut.

“Negeri kita sedang diuji dengan bencana. Tangisan para korban adalah duka kita semua. Bagi bapak dan ibu yang kemarin dan hari ini menyumbang banyak dan ikhlas tentu lebih baik. Berapapun bantuan yang kita kumpulkan ini semoga bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala yang sedang ditimpa musibah gempa dan tsunami,” kata Nurdin.

Setelah dana yang terkumpul ini nantinya dikirim. Nurdin mengatakan jika penggalangan dana tetap boleh dilaksanakan, selama masyarakat di Palu masih membutuhkan.

“Seperti inilah seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia. Kita akan merasakan sakit saat saudara kita sedang sakit. Kita doakan semoga derita saudara-saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala segera selesai dan bisa kembali bangkit,” tutup Nurdin dalam amanahnya saat memimpin apel. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) beserta para jajaran mengikuti kegiatan Semarak Funbike 2018 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 TNI tahun 2018. Kegiatan yang diselenggarakan, Ahad,14 Oktober 2018 tersebut berlangsung aman, lancar, dan tertib.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan, kegiatan tersebut diadakan di Kota Tanjungpinang. “Semarak Funbike dalam rangka HUT Ke-73 TNI ini mengambil start di Lanud Raja Haji Fisabilillah dan finish di gedung Gonggong Tanjungpinang, Kepulauan Riau,” ujar Erlangga.

Kegiatan Semarak Funbike dihadiri oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto dan Forkopimda Tingkat I Prov Kepri, yakni; Gubernur Kepri, Danrem 033 WP, Danlantamal IV dan/atau yang mewakili serta Danlanud RHF.

Selain dihadiri pejabat utama TNI – Polri serta anggota TNI Polri se- Provinsi Kepri, kegiatan ini juga diikuti masyarakat Kota Tanjungpinang, dan komunitas sepeda Kota Tanjungpinang.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto memberikan ucapan selamat serta menyampaikan himbauan Kamtibmas dan memimpin yel-yel penyemangat diikuti seluruh peserta funbike.

Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai acara seperti; joget Maumere bersama – sama serta pembagian doorprize.

Kapolda mengatakan, semoga ke depannya TNI – Polri dan masyarakat semakin sinergi dan solid dalam mewujudkan kondisi Kamtibmas Kepulauan Riau yang aman, damai, dan kondusif. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun sangat antusias mendengarkan pemaran aplikasi untuk membangun Smart Island di Kepri. Jika smart Island ini bisa direalisasikan dijamin akan menarik banyak investor yang masuk dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Nurdin bahkan terlihat mencatat beberapa point saat satu dari lima pembicara yang dihadirkan dalam acara Internasional Conference on Apllied Engineering 2018 tersebut. Acara seminar tersebut diprakarsai oleh Politeknik Batam, Rabu, 3 oktober 2018 di Hotel Grand I, Batam.

Nurdin hadir didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kepri Muhammad Dali, Kepala Biro Humas Protokol & Penghubung Kepri Nilwan. Turut hadir Direktur Politeknik Batam Priyono Eko Sunyoto, para narasumber Prof.Gwo-Jia Jong ( Nasional Kaohsiung University of Science and Technologi, Taiwan), Dr Akemi Chatfield ( University of Wollongong Australia), Prof. Huang – jen Chiu ( National Taiwan University of science and Technologi Taiwan), Dr. Wahyu Caesarendra ( Nanyang Technological University).

Seminar yang menghadirkan para pakar teknik dan tekhnologi tersebut membahas secara lengkap berbagai hal yang diperlukan dalam membangun sebuah Smart Island. Pembicara yang dihadirkan dari UTM Malaysia, NTU Singapura, dan Jerman.

Nurdin menyambut baik adanya pembahasan lengkap untuk rencana pembuatan Smart Island di Kepri. Dia mengatakan, tanpa tekhnologi dan tanpa aplikasi sebuah daerah pasti akan tertinggal. Apalagi bagi daerah-daerah yang terdiri dari banyak pulau. Komunikasi dan koordinasinya membutuhkan tekhnologi dan aplikasi.

“Batam dan Kepri sebagai garda terdepan yang berbatasan dengan negara luar perlu sekali dengan tekhnologi dan berbagai aplikasi kemudahan untuk komunikasi dan koordinasi. Maka saya berharap para peserta seminar ini bisa mengikuti materi sebaik mungkin. Dan bisa kita aplikasikan nantinya untuk Kepri. Terutama untuk menciptakan pulau cerdas di Kepri,” ujar Nurdin.

Prof. Dr. Ing. Eko Supriyanto, pembicara dari Universiti Teknologi Malaysia memaparkan Smart Island adalah satu sistem yang berbasis teknologi informasi komunikasi yang nanti akan dipasang di pulau-pulau yang digunakan untuk mengatur seluruh kondisi dan keperluan di pulau tersebut.

Misalnya sistem pengendalian energi, air, lingkungan,data kependudukan dan berbagai data lainnya seperti data di dibidang bisnis, pariwisata dan berbagai bidang lainnya yang terhimpun dalam satu pusat data dan terintegrasi.

Smart Island dibuat atas tujuan dan kebutuhan terhadap pulau tersebut . Jika pulau kosong, maka smart island bertujuan untuk mengamankan pulau tersebut dari kegiatan yang terlarang atau mencaplokan atau kegiatan yang membahayakan lainnya. Sehingga pulau tersebut terkontrol.

Kalau pulau tersebut ada aktivitasnya, maka tujuan smart island yang dibangun adalah untuk mengatur energi listrik, mengatur transportasi, dan lainnya sehingga seluruh aktivitas bisa terkontrol.

“Perlu kemauan dari pemerintah untuk mewujudkan smart island ini. Salah satu cara mewujudkannya dalam waktu dekat pemerintah harus menciptakan SDM untuk membangun smart island ini. Berikan beasiawa untuk S1, S2, S3, yang nanti mereka ini bertugas membangun smart island. Tidak perlu cari orang luar negeri karena kita punya orang-orangnya,” jelasnya.

Jadi, lanjutnya smart island pada dasarnya adalah sebuah pulau yang seluruh aktifitasnya tercatat dan terintegrasi secara menyeluruh dengan memakai teknologi dan aplikasi sehingga seluruh data dan aktivitas tercatat secara akurat.

Data-data akurat inilah nantinya yang bisa diberikan kepada investor sehingga para investor bisa nyaman dan punya kepastian dalam menanamkan modalnya.

Seluruh data akan berubah dalam hitungan detik sesuai keadaan yang terjadi. (***)

sumber: humaskepri.id

KEPRI

Rabu | 03 Oktober 2018 | 11:58

Bangun Lumbung, Kepri Harus Mandiri Pangan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Gubernur H Nurdin Basirun berkomitmen penuh untuk membangun lumbung pangan di Kepulauan Riau. Hal ini akan membantu mengendalikan inflasi di kawasan perbatasan ini.

Kita ingin Kepri mandiri sumber pangannya. Karena pangan berkontribusi cukup tinggi untuk inflasi,” kata Amran usai melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Provinsi Kepri, Kantor Bank Indonesia Cabang Kepulauan Riau dan Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018.

Penandatanganan ini bertujuan untuk mensinergikan
program dan kegiatan para pihak dalam upaya percepatan ekspor komoditas pertania. Juga dalam upaya pengendalian inflasi melalui pengembangan usaha sektor pertanian di wilayah perbatasan Kepulauan Riau.

Menurut Menteri, membangun dari pinggiran, termasuk sektor pertanian adalah arahan Presiden Jokowi sesuai Nawa Citanya. Amran mengatakan selain membangun sawah, Gubernur Kepri juga mengusulkan pengembangan peternakan.

Kita ingin Kepri yang dulunya mengambil beras dari pulau lain, tetapi bagaimana bisa mandiri ke depan mulai beras, buah buah dan apa saja produk pertanian termasuk peternakan,” kata Amran.

Sampai saat ini ada 1.600 hektare lahan pertanian yang sudah diolah. Tahun depan, melalui dana APBN, ada tambahan 260 hektare di Kundur, Karimun akan dibangun kawasan pertanian.

Insya Allah kita bangun lagi, sehingga Kepri ini mandiri,” kata Amran.

Mimpi Kepri mandiri pangan, kata Amran akan dilanjutkan dengan mimpi yang lebih besar lagi. Bila perlu ke depan mimpi besar itu adalah, bisa mengekspor ke negara tetangga, yaitu Singapura.

Kita sudah mengekspor ke Singapura, tapi sumber bawang merahnya dari Brebes. Sayur-sayur dari Jawa Timur dan Jawa Barat. Ke depan, bila perlu dari perbatasan kita ekspor ke negara tetangga,” kata Amran.

Pemerintah pun kini melakukan program luas tambah tanam (LTT). LTT ini bertujuan memenuhi kebutuhan pangan setiap pulau. Karena kalau beras diangkut dari Jawa, biaya angkutnya ditanggung oleh masyarakat sehingga terjadi inflasi. Kalau diproduksi di Kepri, biaya angkut rendah, harga murah.

Dalam pada itu, Gubernur Nurdin mengatakan pertanian di Kepri sangat bagus. Sebagai kepulauan, cukup banyak masyarakat yang cenderung menjadi nelayan. Ke depan, mereka bisa melakukan keduanya, bertani dan nelayan.

Apalagi Pak Menteri sangat konsen membangun daerah pesisir dan perbatasan. Kita konsentrasi dengan beberapa daerah di Lingga, Karimun dan Natuna,” kata Nurdin.

Nurdin yakin, dengan bantuan teknologi pertanian, hasilnya akan lebih maksimal. Masyarakat pun yang tadinya fokus di nelayan bisa beralih atau mengkombinasikan keduanya.

Nurdin pun sepaham dengan Menteri Pertanian bahwa jika beras didatangkan dari Jawa, akan berat di ongkos angkut.

Itu salah satu sumber inflasi. MoU ini mendorong kebutuhan bahan pokok dipenuhi,” kata Nurdin.

Kepala Bank Indonesia Cabang Kepri, Gusti Raizal berharap ke depan dengan tercukupinya kebutuhan beras secara mandiri maka inflasi dapat terkendali. BI selaku mitra Pemda menyarankan untuk masalah pupuk ke depan diupayakan menggunakan pupuk organik.

Untuk itu perlu kiranya bantuan Peternakan Sapi di Kepri agar dapat menopang salah satunya masalah pupuk organik tadi,” kata Gusti. (***)

sumber: humaskepri.id

TANJUNG PINANG

Minggu | 30 September 2018 | 20:13

Tekad dan Semangat Pemprov Jadikan Kepri Gerbang Wisata Indonesia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Sekdaprov H. TS. Arif Fadillah mengatakan melalui penyelenggaraan Tour De Kepri Tahun 2018, Pemprov bertekad dan semangat untuk menjadikan Kepulauan Riau sebagai Gerbang Wisata Indonesia. Kepri juga siap menjadi destinasi baru unggulan Sport Tourism di Wilayah Barat Indonesia.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara serta membantu pencapaian target pariwisata nasional Tahun 2018 sebanyak 17 juta wisman,” kata Arif saat Flag Off Tour de Kepri Tahun 2018 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jum’at, 28 September 2018.

Arif mengatakan pelaksanaan kegiatan Tour de Kepri ini tentunya akan memberikan dampak yang sangat baik bagi Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Dampak langsungnya berupa kedatangan para wisman sebagai peserta dan dampak yang tidak langsung berupa pemberitaan yang luas ke mancanegara. Tentunya ini akan semakin memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.

Tidak lupa pada kesempatan ini Arif mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atau instansi yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Tour de Kepri Tahun 2018.

“Terimakasih setingi-tingginya atas kerjasama semua pihak, semoga kerjasama yang baik ini menjadi dasar kita bersama dalam mendukung dan mensukseskan pelaksanaan event-event pariwisata di Kabupaten /Kota dan Provinsi Kepulauan Riau yang akan dilaksanakn pada tahun-tahun mendatang,” harap Arif.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar dalam laporannya mengatakan kegiatan Tour de Kepri Tahun 2018 merupakan kejuaraan balap sepeda resmi yang bekerjasama dengan Cycosport Singapore dengan peserta sebanyak kurang lebih 500 orang yang berasal dari beberapa Negara.

Waktu pelaksanaan kegiatan ini, berlangsung dari tanggal 28-30 September 2018 bertempat di Kota Tanjungpinang (lokasi Dompak Tanjungpinang – Double Criterium) – Kabupaten Bintan (Track Lomba sepanjang pulau Bintan, 120 km) – Kota Batam (track lomba sepanjang Barelang – Barelang Classic).

“Selama berlangsungnya kegiatan ini, kami perkirakan akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Tanjungpinang, Bintan dan Batam. kami berharap target kunjungan wisatawan ke Kepri dapat tercapai jika kita berkolaborasi dengan melibatkan seluruh stakeholder baik pemerintah dan swasta,” ujarnya. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun menghadiri rapat paripurna tentang laporan akhir Banggar DPRD Provinsi Kepri terhadap hasil pembahasan Nota Keuangan Ranperda Perubahan ABPD Tahun 2018 sekaligus ditetapkan menjadi Perda di ruang sidang kantor DPRD, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Jumat, 29 September 2018.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak DPRD atas kerja keras dalam menuntaskan Ranperda dari awal hingga selesai.

Semoga setiap pembangunan yang dilakukan di Kepulauan Riau dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Nurdin.

Nurdin melanjutkan bahwa hasil dari pembahasan yang dilakukan badan anggaran tersebut akan menjadi masukan yang penting dalam menyempurnakan ranperda tersebut

Catatan dan masukan yang telah dicantumkan dalam dokumen Ranperda akan menjadi bahan bagi Pemerintah untuk diselaraskan,” lanjut Nurdin.

Ketua DPRD Jumaga Nadeak, mengatakan bahwa pada paripurna, 20 Agustus 2018 lalu.

Pemerintah bersama DPRD telah bersama-sama menandatangani Nota Kesepatakan KUA-PPAS untuk selanjutnya dibentuk badan anggaran yang bertugas melakukan pembahasan secara komperhensif.

Sepanjang proses pembahasan dan berbagai persoalan pun telah disampaikan dalam menyempurnakan Ranperda, dan sesuai mekanisme Badan anggaran siap melaporkan hasil pekerjaan tersebut,” ujar Jumaga.

Sementara itu, Perwakilan Badan Anggaran Taba Iskandar membacakan secara umum laporan hasil pembahasan Ranperda Perubahan APBD Tahun 2018 didepan forum. Adapun Anggaran Perubahan APBD Tahun 2018 yang disahkan adalah sebesar Rp. 3.584.771.742.620,-.

Pengesahan sendiri ditandai dengan pembacaan laporan oleh Badan Anggaran, dilanjutkan dengan pengesahan satunya suara secara lisan oleh 28 orang anggota DPRD yang hadir dan ditutup dengan penandatangan dokumen yang berdasarkan SK Nomor 13 Tahun 2018 oleh Gubernur bersama Ketua DPRD. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun berpesan kepada kafilah Kepri untuk berlatih dengan sungguh-sungguh. Kafilah Kepri juga harus selalu mendengarkan saran dan masukan dari para pelatih, berdoa dan mohon restu orang tua untuk hasil yang lebih baik.

Kepada para pelatih, tetap kita jaga hati anak-anak. Karena ini sangat sensitif dan mempengaruhi karakter anak-anak. Kita berharap mereka bisa tampil maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan percaya diri serta berserah diri kepada Allah SWT,” kata Nurdin saat membuka Pemusatan Pelatihan Peserta MTQ Nasional XXVII 2018 Kafilah Provinsi Kepri di Aula Quran Center, Sekupang Kota Batam, Rabu, 26 September 2018.

Pemusatan Pelatihan ini berlangsung hingga 3 Oktober 2018. Setelah itu akan dilakukan Pelepasan Kebengkatan Kafilah MTQ Nasional Provinsi Kepri oleh Gubernur Kepri. Kepri akan memberangkatkan 53 orang Kafilahnya pada tanggal 4 Oktober 2018 melalui Bandara Hang Nadim Batam untuk mengikuti MTQ XXVII tahun 2018 di Medan Sumatera Utara.

Di antara cabang yang diikuti Kafilah Kepri antara lain Tilawah (Tartil, Anak-anak, Remaja, Dewasa, Cacat Netra, Qiraat Mujawwad, Murattal Remaja, Murattal Dewasa), Hifdzil (1 Juz, 5 Juz, 10 Juz, 20 Juz dan 30 Juz), Tafsir (Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab), Khath (Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer). Kafilah Kepri juga ikut ambil perlombaan dalam Syarhil Quran dan Fahmil Quran, MMQ (Musabaqah Makalah Quran).

Dalam pelatihan ini, mereka akan diawasi para pelatih nasional seperti H.Said Agil Husin Almunawar, H.Yusnar Yusuf, Hj.Umi Khusnul Khotimah, H.Hamdani Anwar, H.Muammar Bakri, H.Syarifudin Usman, KH.Rusydi Kinan, H.Asep Saepul Muhtadi, Hj.Qusthoniyah Said, H.Ilhamuddin Qasim, Hj.Mawaddah Muhajir, H.Didin Sirajuddin dan Hj.Nursiah Ismail.

Saat membuka pemusatan pelatihan ini, Gubernur hadir bersama Wagub H Isdianto.

Hadir juga Dirbinmas Polda Kepri Kombes Pol. Sunarwan Sumirat, Ketua Kafilah MTQ Nasional Prov. Kepri KH Azhar Hasyim, Ketua LAM Kepri Abdul Razak, Kakan Kemenag Kota Batam Erizal Abdullah, Ketua MUI Kota Batam KH Usman Ahmad, Direktur Quran Center Mahadi Rahman dan Karo Humas Protokol dan Penghubung Nilwan.

Nurdin menegaskan, pemerintah bersama seluruh masyarakat terus mendoakan kepada seluruh Kafilah Provinsi Kepri untuk bisa memberikan penampilan terbaiknya. Dengan semangat kebersamaan dan terus memberikan motivasi maka juara akan bisa diraih.

Bukan Juara Umum yang menjadi target, akan tetapi misi khusus kita untuk menjadi Bunda Tanah Melayu yang berakhlak mulia berlandaskan iman dan taqwa serta menjadikan Alquran sebagai pedoman kehidupan,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, Kepri patut berbangga karena jalinan silaturahmi yang kuat dari LPTQ, bisa menghadirkan para pelatih Nasional yang sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam memberikan pengetahuan. Dia mengajak masyarakat untuk mempersiapkan sebanyak-banyaknya para hafiz dan hafizah.

Dengan banyaknya hafiz dan hafizah, dari Provinsi Kepri akan mampu menjadi spirit/penyemangat dan percontohan bagi Provinsi lainnya untuk turut serta mengembangkan Alquran,” kata Nurdin.

Ketua Kafilah Kepri KH Azhar Hasyim mengatakan, tahun ini merupakan tahun ketiga diterapkannya sistem Elektronik (E-MTQ) sehingga bisa lebih independen dan profesional dalam penyelenggaraannya. Jumlah peserta yang mengikuti MTQ Nasional XXVII tahun 2018 sebanyak 1.555 orang yang berasal dari 34 Provinsi se Indonesia.

Rahasia untuk menjadikan Kafilah Provinsi Kepri sebagai Juara terletak pada diri masing-masing peserta. Asah terus kemampuan dan kepercayaan diri, niat tulus dan ikhlas serta doa restu dari kedua orang tua” Kata Azhar.

Hj Umi Khusnul Khotimah, seorang pelatih nasional dalam sambutannya mengatakan, tidak ada LPTQ se Indonesia yang mampu membangun jaringan kuat seperti yang telah dilakukan oleh LPTQ Kepri. Pihaknya merasa bangga dengan Provinsi Kepri, karena acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur dan Wakil Gubernur.

Dengan kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur menjadi penyemangat bagi para seluruh peserta untuk lebih meningkatkan kemampuannya dan bisa tampil secara langsung di depan Kepala Daerahnya.

Hasil tidak akan pernah mengkhianati proses, karena dengan bagian-bagian yang sulit akan menciptakan hal-hal terindah,” kata Hj Umi. (***)

sumber: humaskepri.id

KEPRI

Kamis | 27 September 2018 | 20:25

Kekuatan Kemaritiman di Kepri yang Mempesona

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Satu persatu pulau-pulau itu disinggahi. Segala pesona yang tersembunyi harus segera diketahui dunia. Pesona-pesona sebagian pulau di Kepri kini semakin menarik minat wisatawan dunia.

Ketika penikmat wisata dunia membicarakan pulau-pulau dengan fasilitas privat, Kepulauan Riau selalu disebut-sebut. Di antara lima pulau privat untuk wisatawan di dunia, Pulau Bawah, di Kabupaten Kepulauan Anambas selalu menjadi salah satu pilihan. Dia selalu disebut di antara Zaya Nurai Island di Abu Dhabi, Kawasan Amanpulo di Filiphina, Muravandhoo Island di Raa Atol Maldives, Pulau Tetiaroa French Polinesia dan Quilalea Island di Mozambik.

Sebenarnya di Kepri tak hanya Pulau Bawah yang penuh pesona. Banyak lagi pulau-pulau dengan fasilitas wisata yang tak kalah menariknya. Setiap pulau punya keunggulan dan pesona masing-masing.

Tak heran dalam suatu hari, untuk memastikan pengembangan pariwisata di pulau-pulau yang sedang dikerjakan berjalan sesuai perencanaan, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyinggahinya.

Pemprov Kepri, sangat antusias untuk membangun kekuatan pariwisata Kepri semakin mendunia. Nurdin, misalnya, telah mengunjungi beberapa pulau yang merupakan kawasan objek wisata seperti Kepri Coral dan Ranoh Island di Kota Batam, lalu Nikoi Island dan White Sand Island di Kabupaten Bintan serta Telunas Resort di Kabupaten Karimun.

Menurut Nurdin, pihaknya memang terus mendorong sejumlah pulau untuk difokuskan peruntukannya menjadi lokasi pariwisata secara penuh. Banyak potensi pariwisata yang telah dan akan siap berdiri dan berjalan. Dengan keberadaan beberapa lokasi pariwisata tersebut nantinya akan mendapat banyak manfaat pula, seperti nama daerah akan semakin terkenal luas, pendapatan daerah akan meningkat serta tenaga kerja lokal pun akan terserap.

Nurdin yakin, kekuatan kemaritiman di Kepri dapat terus terangkat, terutama melalui sektor wisatanya. Apalagi pariwisata di Kepri dengan banyak pulau yang indah nan menawan sudah pula dikenal baik di kalangan dalam daerah maupun luar secara luas.

“Kita harus mampu melihat dan menggerakkan potensi yang luar biasa dan melimpah di Kepri ini,” ujar Nurdin.

Nurdin mengatakan pengelolaan dan pengemasan kekuatan bahari Kepri akan lebih mudah dan berjalan lancar jika semua pihak termasuk stakeholder terkait menyatukan komitmen bersama, salah satunya dengan penguatan regulasi.

“Misalnya dengan menguatkan regulasi menjadikan beberapa titik lokasi di Kepri untuk check point kunjungan wisatawan manca negara,” ujar Nurdin.

Promosi kata Nurdin, juga harus didorong, karena merupakan hal yang penting. Selain persiapan yang matang dilakukan di titik-titik lolasi di daerah. Tentu hal selanjutnya adalah menggaungkan promosi sebesar-besarnya di semua lini.

Apalagi dengan ribuan pulau yang dimiliki Kepri, bukan hal yang sulit untuk menentukan titik mana yang sesuai, karena masing-masing telah memiliki ciri khas nya.

“Kita yakin gerbang wisata bahari Indonesia tempatnya adalah di Kepulauan Riau,” lanjut Nurdin.

Wakil Gubernur H Isdianto pun menegaskan pengembangan kawasan wisata memang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Pariwisata, menurut Isdianto tetap menjadi primadona di Kepri.

Sekdaprov H TS Arif Fadillah mengatakan, salah satu bentuk promosi adalah dengan rutin menggelar festival. Daerah-daerah di Kepri setiap tahun selalu memiliki iven wisata penting dan masuk kalender nasional. Salah satunya adalah Fwstival Bahari Kepri (FBK). Perhelatan FBK sendiri dilakukan sebagai bentuk tekad dan semangat dari Pemerintah Daerah untuk menjadikan Kepulauan Riau sebagai gerbang wisata bahari di bagian barat Indonesia.

“Potensi bahari Kepri memang layak untuk dikedepankan dan terus dikembangkan setiap tahunnya,” lanjut Arif.

Soal potensi wisata, Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural selaku Ketua Tim COE (Calender Of Event) Esthy Reko Astuti mengatakan Kepri memiliki sumber pariwisata bahari yang baik dan didukung pula dengan budaya yang ada.

Malah untuk mempromosikan begitu besarnya potensi wisata bahari Kepri, Gubernur Nurdin dalam beberapa kesempatan selalu membawa calon investor bermain jetski untuk melihat pulau-pulau penuh potensi. Malah, para pe-jetski dari seluruh dunia pun terus diperkenalkan begitu luat dan mempesonanya Kepri sebagai laman bermain mereka.

Ketika Kepri Jetski Exhibition, Nurdin mempertegas bahwa dengan mengandalkan pesona laut, banyak yang bisa dijual.

“Kita ingin semakin menguatkan nama Kepri menjadi destinasi bahari Indonesia,” ujar Nurdin.

Kegiatan ini memang diharap Nurdin dapat dijadikan sarana promosi agar para pe-jetski lainnya dapat ikut andil mengisi objek laut di Kepri. Ke depan diharapkan olah raga lainnya dapat juga digelar di sini.

“Agar para pe-jetski bisa mengenal lebih dekat potensi wisata bahari ini, mereka tidak hanya dengar cerita, tapi melihat langsung bahwa objek laut yang indah ini layak dijadikan obyek wisata. Bukan jetski saja, semua kegiatan olahraga air dapat kita kemas,” lanjut Nurdin.

Jaksa Agung RI HM Prasetyo mengatakan, Kepri memiliki objek wisata yang cukup banyak. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk kemajuan negara ini.

Prasetyo dalam ceramah umumnya berpesan agar hal ini dikembangkan dan dikemas dengan baik. Kepri, misalnya punya pesona di Lagoi. Demikian juga dengan Pulau Penyengat. Belum lagi wisata kulinernya.

“Banyak peluang yang dimiliki yang harus dimanfaatkan. Manfaatkan peluang untuk memberi keuntungan pada kemajuan daerah,” kata Datok Wira Amar Adiwangsa ini.

Kemajuan daerah memang menjadi tujuan utama Pemprov Kepri dalam setiap pengembangan pembangunannya. Termasuk di sektor pariwisata. Laut yang menghampar luas dengan 2.408 pulau berada di atasnya, menjadi potensi sendiri untuk dikembangkan.

Dengan mengandalkan pesona laut, tak heran kalau pariwisata Kepri semakin terlecut penuh kilauan. Jangan heran, jika suatu saat pulau-pulau di Kepri menjadi tujuan utama turis dunia. Tidak hanya di Pulau Bawah. Itu semua karena memang keseriusan nakhoda di Kepri saat ini.(***)

sumber: humaskepri.id

BATAM

Selasa | 25 September 2018 | 11:36

Ini Harapan Walikota di Hari Jadi Kepri yang Ke-16 Tahun

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi berharap ada perubahan di masyarakat dan pemerintah dalam usia 16 tahun Provinsi Kepulauan Riau. Hal ini disampaikan Rudi usai memimpin upacara Hari Jadi Kepri tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri Batam Centre, Senin, 24 September 2018.

“Kita berharap ada perubahan yang harus dilakukan bersama pemerintah, aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat. Kita harap seluruh ASN dan masyarakat Kepri bekerja lebih giat, lebih cepat, sehingga pembangunan bisa dicapai lebih dini,” kata Rudi.

Saat ini, menurutnya, mental kerja ASN Batam sudah bagus sekali. Aparatur sipil negara sudah berubah dan bekerja lebih cepat. Sehingga pembangunan di Batam pun terwujud lebih cepat.

Dalam amanahnya sebagai inspektur upacara, Rudi mengatakan pertumbuhan Provinsi Kepri ini tidak lepas dari peran Kota Batam. Berbagai program pembangunan telah berlangsung di Batam hingga menjadi ujung tombak pusat pertumbuhan regional dan lokomotif perekonomian nasional.

Rudi mengatakan, Hari Jadi Provinsi Kepri ini harus dijadikan momentum untuk memupuk semangat kebersamaan dan persatuan.

“Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepulauan Riau ini juga harus kita jadikan sebagai momentum perubahan tatanan sosial ke arah yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan,” tuturnya.

Upacara Hari Jadi Kepri ini dilaksanakan dengan para peserta dari ASN Pemerintah Kota Batam. Peserta upacara dan tamu undangan mengenakan pakaian melayu. Baju kurung melayu ini juga akan dikenakan ASN Pemko Batam selama sepekan. (***)

sumber: mediacenter.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Jaksa Agung H.Muhammad Prasetyo meminta semua pejabat di seluruh Provinsi Kepri untuk tidak ragu dalam merealisasikan kebijakan pembangunan di daerah ini, selama tidak menyimpang dari aturan hukum yang berlaku.

Prasetyo menjanjikan, Kejaksaan Agung bakal berperan aktif memberikan bantuan dalam bentuk penyuluhan dan pendampingan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Dengan demikian, pengawalan pembangunan dan investasi seperti yang diharapkan oleh Presiden bisa terpenuhi. Pejabat maupun investor tidak perlu lagi merasa khawatir atau takut dalam memajukan program pembangunan negara karena dikawal oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan Pembangunan (TP4)

Tim P4 akan menitikberatkan pada pengawalan yang sifatnya preventif atau pencegahan. Meski demikian, jika dalam proses terjadi penyimpangan, Prasetyo menjamin pihaknya tanpa segan bakal melakukan penindakan.

“Bupati, Walikota jangan kuatir. Saya sudah perintahkan agar Kajati, Kajari untuk mengawal pembangunan.

Kalau ada oknum Kajari bahkan Kajati macam-macam akan kita tertibkan, dan kita eksekusi. Itu sudah kita buktikan,” kata Prasetyo saat memberikan pengarahan dan pemaparan hukum dihadapan kepala daerah dan ASN se-Provinsi Kepri di Aula Kantor Gubernur, Ahad, 23 September 2018.

Untuk proyek pembangunan di Kepri sejauh ini sudah berjalan dengan baik. Bahkan pembangunan-pembangunan yang sudah dikerjakan berjalan dengan baik.

Atas dasar itu, Prasetyo mendukung pelatakan batu pertama pembangunan Gurindam 12.

“Kalau proyek ini selesai, Saya yakin tidak akan kalah dengan Jimbaran di Bali. Bahkan Kepri bisa mengalahkan Singapura jika ini bisa terlaksana,” kata Jaksa Agung.

Lebih lanjut Prasetyo juga meminta agar aparat bekerja dengan kerja cerdas. “Banyak aparat yang masih bekerja santai. Bahasa Jawanya alon-alon asal kelakon. Kalau sekarang, tidak bisa lagi karena kita sedang berada direvolusi industri,” tegasnya.

Sementara itu Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan bahwa saat ini Kepulauan Riau terus mendorong pembangunan di berbagai sektor di seluruh Kabupatan dan Kota secara merata, pelaksanaan dan keberhasilan dari Pembangunan tersebut tidaklah berarti jika tidak ditopang oleh pengetahuan dan pemahaman hukum yang benar.

“Kami siap mendengar dan menjalankan arahan dari pembekalan hukum yang akan disampaikan Bapak Jaksa Agung,” ujar Nurdin pada kesempatan ini.

Nurdin melanjutkan bahwa saat ini, semangat membangun yang dimiliki pemerintah daerah tidaklah memudar bahkan terus membara dan meningkat, salah satunya disektor Infrastrukur, Nurdin menyampaikan salah satu proyek strategis yakni pembangunan jalan lingkar gurindam 12 Tanjungpinang yang mana dalam hal ini kegiatan tersebut telah masuk dalam pengawasan TP4D.

“Pemerintah mendorong sektor pariwisata dalam meningkatkan perekonomian daerah, selain itu sektor lain seperti dibidang kesehatan dan pendidikan juga tetap kami tingkatkan,” lanjut Nurdin.

Hampir seluruh pejabat hadir pada kesempatan ini seperti Wakil Gubernur Kepri H Isdianto, Wali Kota Batam M Rudi, Bupati Karimun Aunur Rafiq, Bupati Anambas Abdul Harris, Bupati Natuna Hamid Rizal, Bupati Lingga Alias Wello, Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam dan Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma .

Dari FKPD sendiri hadir Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema dan Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama R Eko Suyatno. Kemudian hadir pula Sekda, Asisten, Kepala OPD dan Pejabat Struktural se Provinsi Kepulauan Riau.

Nurdin mengapresiasi kepada semua pejabat yang hadir dan memenuhi ruangan pada hari ini. Menurut Nurdin ini merupakan kesatuan akan keinginan bagi para pejabat untuk menambah bekal terkait pengarahan dan pembinaan hukum dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Ikuti dan pahami dengan maksimal pembekalan hari ini agar bapak dan ibu dapat menjalankan pembangunan dengan baik lancar dan terarah,” pesan Nurdin.

Sementara itu, Kepala Kejati Kepri Asri Agung Putra mengatakan bahwa di usia nya yang ke-16 Kepulauan Riau saat ini, sedang giat-giatnya menjalankan pembangunan dan dalam hal ini Kejaksaan berusaha semaksimal mungkin untuk ikut serta mengaselerasi dibidang pengawasan dan pengawalan hukum. Yakni dengan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Asri melanjutkan pada Tahun 2018 ini terdata hingga bulan Agustus sebanyak 208 kegiatan pembangunan di Kepulauan Riau yang ikut dalam pengawalan Kejaksaan dan hingga saat ini belum memiliki kendala yang berarti.

“Kami sadar TP4D masih memiliki kekurangan namun kami tetap berusaha semaksimal mungkin meningkatkan kualitas kami salah satunya mengingkatkan kompetensi dan pendalaman program dari peran ini,” lanjut Asri.

Pembekalan hukum sendiri mengambil tema “Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Koruptif di Lingkungan Provinsi Kepri”.

Selaku Ketua Panitia Pelaksana, Sekdapov H TS Arif Fadillah dalam laporannya mengatakan bahwa latar belakang pelaksanaan pembekalan ini adalah terkait permasalahan hukum yang patut didalami oleh semua unsur masyarakat terutama bagi penyelenggara Pemerintahan. Apalagi Kepulauan Riau dengan titik posisi strategis dalam lingkup NKRI yang mana membawa dampak positif, sekaligus dampak negatif.

Kesadaran hukum juga masih perlu ditingkatkan bagi semua elemen masyarkaat terutama pejabat Pemerintahan dalam menjalankan pembangunan. Pun dengan koordinasi antara semua pihak terkait pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga hasil dan pelaporannya perlu berjalan sesuai dengan kaidah hukum.

“Untuk itu Kejaksaan memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan melalui pengawalan dan pengamanan dengan TP4D,” ujar Arif.(***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI, Karimun – Anggota DPRD Kabupaten Karimun dari fraksi Golkar, Samsul membantah terkait pernyataan DPRD Karimun yang meminta penutupan objek wisata Telunas di Kecamatan Moro.

Seperti yang diterbitkan di salah satu media online di Karimun dengan judul “Anggota DPRD Bakal Tutup Objek Wisata Telunas di Pulau Sugi di Kabupaten Karimun Kepri. Menurutnya hal tersebut tidak benar.

“Terkait kunker yang dilakukan komisi III kemaren di resort pulau Telunas itu, saya tegaskan secara kelembagaan DPRD tidak pernah ada melakukan penutupan sementara terhadap aktivitas wisata di pulau Telunas tersebut,” ucap Samsul, Senin, 24 September 2018.

Samsul mengatakan, pernyataan yang meminta objek wisata tersebut ditutup menurutnya adalah permintaan oknum dewan secara pribadi sebagai pihak yang memiliki sertifikat yang diduga overleffing.

Dirinya menegaskan bahwa, secara resmi keputusan lembaga DPRD Karimun tidak ada tindakan penutupan. Sementara terkait kunjungan kerja oleh komisi III itu hanya sebatas mediasi dengan diadakan peninjauan lapangan.

Samsul juga mengatakan, pihak pengelola wisata di pulau Telunas tidak mengetahui terkait tumpang tindih surat tanah yang diduga di atas lahan yang sama.

“Kalaupaun dugaan itu benar adanya, pasti itu ada permainan oknum instansi yang berkaitan dengan urusan surat menyurat tersebut dan itu bukan kesalahan yang dibuat pihak investor wisata dan kegiatan aktivitas wisata itu menurut saya harus tetap beroperasi seperti biasa,” ucap Samsul.

Dari hasil sidak yang dilakukan komisi III DPRD Karimun beberapa waktu lalu, Samsul menyebut pihaknya tidak menemukan pelanggaran. Di mana sebelumnya dari hearing yang dilakukan atas aduan terkait penyelesaian dugaan tumpang tindih surat tanah.

“Khusus operasi kegiatan wisata di Telunas itu tidak ditemukan pelanggaran. Adapun kunker kita itu adalah tindak lanjut dari hearing sebelumnya untuk mediasi mencari solusi atas aduan tersebut,” ujar Samsul. (kmg/Parulian Turnip)