Keton

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dalam rangka pencegahan bahaya erosi, Pemerintah Desa Keton, Kecamatan Lingga Timur mengagendakan penanaman pohon Kaliandra bersama mahasiswa kukerta STISIP Bunda Tanah Melayu Jum’at 7 September 2018 sekira pukul 07.00 WIB.

Kepala Desa Keton M Rais kepada mediakepri.co.id mengatakan, penanaman akan dilakukan di sejumlah titik lokasi, diantaranya sepanjang pinggiran aliran sungai Keton dan Dam Air bersih.

“Demi menjaga kenyamanan lingkungan, kegiatan ini bertujuan terwujudnya kerjasama
antara warga, para Mahasiswa kukerta STISIP
dan Aparatur Desa Keton,” kata dia ketika dihubungi, Kamis 6 September 2018.

Lanjut Rais, kedatangan mahasiswa kukerta menjadi nilai positif, khususnya untuk masyarakat setempat.

“Para Mahasiswa akan melihat banyak sekali potensi yang berada di desa. Ada tanaman sagu, akses jalan Desa menuju laut yang dikelilingi hutan mangrove, bila dikembangkan untuk budidaya tambak udang dan kepiting memberikan dampak yang sangat luar biasa untuk perekonomian,” ucapnya.

Ia menjelaskan, tidak hanya penanaman kaliandara saja, pada kesempatan tersebut juga ada beberapa agenda yang sudah dijadwalkan satu diantaranya, gerak jalan santai yang akan dilakukan pada Sabtu pagi.

“Tujuannya agar para mahasiswa lebih mengenal potensi alam desa dan karakter masyarakat desa,” katanya.

Diketahui, gerak jalan santai lebih kurang dua kilometer (km) dikuti seluruh Masyarakat, jajaran Pemerintah Desa serta Mahasiswa yang dimulai dari pelabuhan Keton Kampung Lama dan berakhir di Kuala Sungai Keton.( bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga -Puluhan ibu di Desa Keton, Kecamatan Lingga Timur antusias mengikuti kegiatan gotong royong (goro), Minggu, 17 September 2017. Kegiatan ini dilaksanakan agar pembangunan di desa cepat tercapai. Semangat kebersamaan yang masih melekat di desa ini, membuat kepala desa merasa bangga dengan masyarakat yang dipimpinnya.

M Rais, Kepala Desa Keton mengatakan, ibu ini turun goro, salah satu bentuk semangat solidaritas agar pembangunan di desa cepat terialisasi. Karena, katanya, tahun ini Keton mendapat program dari pemerintah pusat maupun daerah untuk air bersih, yakni program pamsimas.

Dijelaskannya, program pamsimas dari Kementrian PU yang menggunakan dana APBN juga dari dana desa. Proses pengerjaan pembangunannya, harus menggunakan jasa swadaya masyarakat. untuk itu, tambahnya, mereka yang turun ini satu diantrannya membantu mengumpul batu-batu buat bahan pengecoran bak air bersih nanti.

Sementara itu, katanya lebih jauh, bapaknya menggali parit, memasang pipa. Oleh karna itu, sebutnya, program yang melibatkan masyarakat ini, selaku kades menyampaikan kepada warga, agar pembangunan di desa cepat terselesaikan.

“Kita masyarakat harus bahu membahu,” katanya kepada mediakepri.co.id, Minggu 17 September 2017 via telepon seluler.

Mudah-mudah, katanya, kedepan semangat kebersaman masyarakat akan selalu tertanam di Desa Keton ini .

“Agar lebih mudah lagi untuk berbuat memajukan desa, Kalau tidak kita masyarakat, siapa lagi?,” katanya mengakhiri. (bran)