Kosmetik

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Harus diakui, Korea pandai membaca peluang bisnis. Mumpung lagu-lagu dan dramanya digilai di Indonesia, mereka pun sekalian ekspansi bisnisnya di sini dengan menjadikan idola sebagai pancingan untuk konsumen.

Setidaknya sudah hampir selusin merek kosmetik Korea masuk ke Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Untuk gerai yang pertama kali dibuka, bahkan pengunjungnya bisa antri berjam-jam hanya untuk membeli produk mereka.

Banyak yang mengaku cocok dengan produk perawatan wajah mereka. Pradita salah satunya, mengaku sangat senang dengan adanya kosmetik Korea di Indonesia. Menurutnya, kosmetik Korea cocok bagi wanita Asia termasuk Indonesia.

“Sebagai cewek yang sayang sama kulit sendiri, bakal ada banyak produk skincare yang kita beli. Tapi kosmetik Korea sangat cocok untuk kulit Asia, harga reasonable, formula kandungannya bagus, packaging menarik,” kata Pradita kepada CNBC Indonesia.

Pradita juga mengaku gampang terpengaruh karena promosi yang dilakukan oleh para selebriti media sosial baik di Youtube maupun instagram. Alhasil, karena penasaran, perempuan ini bisa habiskan Rp 1,5 juta per bulan untuk membeli produk perawatan dan kosmetik wajah.

Tidak mungkiri selain khasiatnya yang alami, pengaruh skincare Korea dari selebgram juva menjadi acuan Pradita. Dan, Pradita sangat menyukai selebgram bernama Sasyachi. “Kalau bujet biasanya selalu menghabiskan Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juga,” kata dia.

Beda dengan Pradita yang habiskan uang beli skincare Korea, Eka justru menjadikan kosmetik Korea sebagai salah satu sumber penghasilannya. Lewat akun jualan @kiboostuff, Eka awalnya tidak fokus pada kosmetik Korea tapi produk oleh-oleh yang berasal dari Korea, seperti kaus kaki dan sumpit.

“Awal fokus sih bukan ke kosmetik tapi ke oleh – oleh Korea seperti magnet korea, kaos kaki, dan sujeo set / sumpit. Nah karena ada permintaan order kosmetik saat itu Aloe vera Nature Republic baru deh aku stock,” ujar Eka kepada CNBC Indonesia.

Sedikitnya sekitar 3-5 orang dalam sehari banyak memesan kosmetik asal Korea.
Untuk omset dia mengaku bisa mengantongi Rp 1 juta hingga Rp 2 juta dalam hitungan hari saja tergantung stock yang tersedia. Jadi kalau dalam hitungan bulan, tinggal dikali saja.

Yah, Anda tinggal pilih mau habiskan uang beli kosmetik Korea atau banjir uang dengan jualan produk mereka. (***)

sumber: cnbcindonesia.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sejak beberapa tahun belakangan, dunia kecantikan Indonesia diramaikan dengan munculnya sejumlah brand kosmetik lokal. Kebanyakan merek kecantikan dalam negeri pun memulai langkah mereka dengan merilis rangkaian lipstik. Meski begitu, sejumlah brand kosmetik lokal perlahan mengembangkan produknya sehingga tak hanya menyediakan perona bibir saja. Berikut tujuh pilihan produk wajib punya dari beragam brand kosmetik lokal:

1. Rollover Reaction Halolight

Brand Rollover Reaction menawarkan koleksi produk baru bertajuk Halolight. Koleksi itu pun menawarkan tiga produk yang bisa digunakan sebagai bronzer, highlighter, atau blush on. Menyediakan tiga varian warni yakni Sun Gleam, Moonlight, dan Roseate Glow, item Rp 139 ribuan ini dihadirkan dengan wujud stick sehingga mudah diaplikasikan.

2. Polka Eye & Brow Lacquer

Polka sempat booming di kalangan pecinta lipstik dengan rangkaian lipcream-nya. Brand kosmetik ini pun mengeluarkan produk kecantikan lain yang patut dicoba, salah satunya Eye and Brow Lacquer berikut. Item seharga Rp 115 ribuan berikut cukup multifungsi karena bisa digunakan sebagai eyeshadow atau maskara alis. Kelebihan dari produk tersebut adalah formulanya yang tahan air.

3. Esqa Cosmetics Brow Pomade Pencil

Lebih suka merias alis dengan pensil? Kalau begitu, pilih pensil alis dari brand lokal berikut. Tak perlu diraut dan disediakan dengan sikat alis, produk seharga Rp 115 ribuan ini akan mudah dipakai dan dibawa kemana-mana. Item itu pun disediakan dengan empat pilihan warna.

4. Goban Cosmetics Bronze Nebula

Selain lipstik, Goban juga merilis produk bronzer. Produk seharga Rp 180 ribuan ini pun disediakan dalam tiga warna, yakni Bronze Nebula, Moon Shadow, dan Golden Sun yang menawan. Cocok diaplikasikan saat ingin merias wajah dengan maksimal saat pesta atau kencan spesial dengan pasangan.

5. Mineral Botanica Contouring Stick

Mineral Botanica menyediakan beragam produk kecantikan. Salah satunya yang bisa bikin rutinitas makeup lebih mudah adalah contouring stick berikut. Disediakan dengan dua warna, Anda bisa menggunakan item seharga Rp 162 ribuan ini untuk shading dan highlighting. Formulanya yang creamy juga membuat tampilannya lebih alami.

6. Beauty Story Magical CC Cream Real Complexion

Brand kosmetik lokal ini juga menyediakan pilihan lipstik dengan beragam warna. Namun produk Beauty Story lainnya juga wajib coba. Seperti CC Cream berikut yang dikatakan bisa memudarkan tampilan kemerahan, kekusaman, noda hitam, hingga bekas jerawat. Item itu juga akan membuat wajah terlihat bersinar senar sekaligus merawatanya. Produk dengan SPF 30 PA++ ini bisa dimiliki dengan Rp 138 ribuan.

7. BLP Beauty Eyeshadow Pen

BLP tak ketinggalan merilis beragam kosmetik setelah lipstik. Eyeshadow dalam bentuk pensil ini pun patut dilirik. Empat warna yang disediakan pun cocok dikenakan untuk keseharian hingga pesta. Dapatkan item ini dengan Rp 129 ribuan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Banyak wanita Indonesia yang tergoda memakai kosmetik pabrikan Korea karena tampilan artis negara tersebut yang kinclong mulus kulitnya. Apalagi di Indonesia saat ini tak sulit mendapatkan berbagai macam produk kecantikan asal negeri ginseng itu dengan harga terjangkau.

Namun Anda harus waspada karena baru-baru ini sebanyak 13 varian kosmetik ditarik dari peredaran di Hong Kong karena terbukti mengandung logam berat penyebab kanker.

Dua di antaranya adalah merek asal Korea yang cukup terkenal.

Dilansir Koreaboo.com, produk yang ditarik dari peredaran itu ternyata mengandung lebih dari 10 mikrogram antimon, sejenis logam berat. Kementrian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea Selatan yang melakukan investigasi tentang kandungannya.

Berikut ini beberapa dari 13 nama merek produk yang ditarik ijin edarnya tersebut:

Amore Pasific, yaitu Aritaum dan Etude House. Variannya adalah concealer serta pensil alis dari Aritaum, XTM Style Homme, Black Monster, SKEDA, Makeheal, Etude House, 3CE dan Skinfood lip pencil.

Menurut para ahli, efek buruk dari penggunaan kosmetik itu tidak terjadi dalam waktu singkat, namun melalui penggunaan jangka panjang.

Antimon atau logam berat itu akan memicu kanker kulit, penyakit kulit, dan jika masuk tubuh dalam bentuk suntikan memicu iritasi mata, paru-paru, hati dan perut.

Selain larangan edar dari pemerintah, pihak produsen yakni Amore Pasifik juga telah meminta maaf terkait hal itu pada tanggal 20 Maret 2018 lalu. (***)

sumber: sidomi.com

TANJUNG PINANG

Kamis | 07 September 2017 | 1:32

Dari Satu Gudang, BPOM Temui Gudang Lainnya, Tapi Ini Hasilnya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Usai menggrebek gudang penyimpanan kosmetik illegal di Jalan Sutan Mahmud, Gang Tanjung oleh BPOM Batam dan tim gabungan, Rabu (06/09/2017) petugas bergerak menuju toko tempat menjual kosmetik illegal tersebut yang berada di Jalan Tambak. Ditempat tersebut petugas BPOM Batam tidak bisa masuk ke toko karena pemilik tidak berada di tempat. Petugas hanya menemukan seorang wanita mengaku sebagai karyawan yang bekerja baru lima hari.

Petugas BPOM Batam sempat berdebat dengan suami karyawan tersebut yang mengatakan istrinya tidak tahu apa-apa. Saat diminta menunjukan kunci toko, karyawan tersebut mengaku tidak tahu dimana, sambil menutup wajahnya dengan rambut.

“Istri saya baru bekerja beberapa hari di toko ini, mana tahu apa-apa. Untuk lebih jelasnya bapak tanyakan saja sama yang punya toko,” ujar suami karyawan tersebut sambil menelepon seseorang.

Kepala BPOM Batam Alex Sander meminta pemilik toko datang segera untuk menjelaskan keberadaan kosmetik illegal yang ditemukan di gudang yang berada di jalan Sutan Mahmud. Sambil menunjukan surat dari BPOM Batam, Alex Sander meminta agar karyawan tersebut datang ke kantor BPOM Batam untuk dilakukan pemeriksaan.

Kedatangan petugas di toko tersebut sempat jadi tontonan warga yang melintas. Karena tidak bisa masuk ke toko, petugas BPOM Batam dan tim gabungan kembali lagi ke gudang kosmetik illegal yang berada di Jalan Sutan Mahmud untuk mengumpulkan barang bukti. (bobi)