Kreatif

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Koordinator ICW Adnan Topan Husodo mengatakan pihaknya meluncurkan Akademi Antikorupsi. Hal ini dilakukan karena publik perlu mempelajari segala aspek tentang korupsi supaya bisa melawan korupsi.

Dalam tahun pertama ini, lanjutnya, Akademi Antikorupsi menawarkan enam mata kuliah yakni pengantar korupsi untuk remaja, pengantar korupsi untuk mahasiswa atau dewasa, pedagogi kritis dan pendidikan antikorupsi, sosiologi korupsi, pengantar hukum korupsi serta korupsi dan kemiskinan.

Kuliah, lanjutnya, akan diberikan oleh para aktivis antikorupsi serta dosen tamu dari kalangan akademisi maupun praktisi dalam pemberantasan korupsi. Pembelajaran ini bisa dilakukan melalui media daring maupun kelas tatap mukaatau penggabungan keduanya.

“Akademi Antikorupsi menjalin kerja sama dengan kalangan perguruan tinggi maupun institusi lain yang berminatmenyelenggarakan pendidikan antikorupsi,” pungkasnya.

Pendidikan antikorupsi sebelumnya juga telah didirikan oleh organisasi Pemuda Muhammadiyah dengan nama Madrasah Antikorupsi pada 2016 silam. Madrasah ini telah diselenggarakan di puluhan daerah yang diselenggarakan oleh organisasi kepemudaan tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi menyambut baik peluncuran Akademi Antikorupsi yang digagas Indonesia Corruption Watch.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan bahwa pihaknya bisa bersinergi dengan ICW dalam bentuk memasok berbagai materi pelatihan antikorupsi di samping penggunaan ruang di Gedung KPK Kavling C1.

“Pada Agustus tahun ini kami akan meresmikan pusat pembelajaran antikorupsi jadi bisa bersinergi dengan akademi,” ujarnya, Kamis, 19 April 2018. (***)

sumber: bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Alarm antikantuk bagi pengendara sepeda motor diciptakan tiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yaitu Elviana Arisaputri, Dliyauddin I dan Kevin Natanael.

Elviana Arisaputri saat ditemui di Surabaya, Rabu 17 Januari 2018 mengatakan alat itu dinamakan Sleep Control for Biker (SCB) dan dirancang untuk mengurangi angka kecelakaan pengguna sepeda motor yang marak karena mengantuk.

“Alasan diciptakannya alat ini karena banyak pengendara sepeda motor yang kecelakaan karena mengantuk di jalan. Kami membuat alat ini untuk mengurangi angka kecelakaan tersebut,” kata Elviana.

Dia menjelaskan, SCB akan memberi peringatan kepada pengguna sepeda motor ketika berada dalam keadaan mengantuk. Nantinya ketika mengantuk, akan mucul pemberitahuan di gelang dan helm.

“Ada dua device di gelang dan di helm. Di gelang terdiri dari sensor denyut nadi sama ada notifikasi di gelang tersebut. Yang kedua device yang ada di helm nantinya akan menampilkan suara melalui headset bluetooth,” ujarnya.

Dia mengemukakan, ukuran frekuensi ketika seorang sedang mengantuk adalah 40 ke bawah. Jika berada dalam frekuensi itu, otomatis ndenyut nadi akan terbaca dan terbilang mengantuk.

“Setelah itu ada pemberitahuan di LCD berupa peringatan nada bahwa kita harus menepi karena sedang mengantuk,” tuturnya.

Device itu sendiri, kata dia, masih dalam bentuk prototipe. Jadi komponennya masih memakai modul. Namun jika alat itu nantinya bisa dilanjutkan dan dikembangkan, Elviana dan rekannya akan membuat sendiri komponennya.

“Kami tinggal memprogram dan menghubungkan komunikasi datanya melalui desain for denyut nadi. Kami pakai sensor yang lebih akurat di pergelangan tangan,” kata dia.

Elviana dan kelompoknya menghabiskan Rp1,3 juta untuk modal awal beserta risetnya. “Harapan kalau ada dana dan waktu kita ingin lebih mengembangkan di sisi mekanik dan bentuk agar lebih kecil. Di helem juga lebih aman lagi,” ujarnya. (***)

sumber: kabar24.bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Wakil Bupati Lingga, M Nizar meminta gerakan pramuka kwartir Cabang Lingga lebih fokus pada kegiatan yang kreatif dan inovatif. Dengan kegiatan ini, pramuka mampu membantu untuk mewujudkan visi dan misi pemerintah.

Demikian disampaikan Nizar saat membuka rapat kerja pengurus Pramuka Lingga di One Hottel, Dabosingkep, Sabtu, 14 Oktober 2017.

” Pemeritah Kabupaten Lingga telah berupaya semaksimal mungkin, untuk memberikan dukungan kepada Pramuka mengingat pramuka adalah Organisasi kepanduan yang menyentuh langsung generasi muda,” Kata Muhammad Nizar.

Ditengah keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh APBD Kabupaten Lingga saat ini, pemerintah tetap mengupayakan postingan anggaran untuk Gerakan Pramuka Kabupaten Lingga dan kedepan jika memungkinkan Pemerintah Kabupaten Lingga akan mengupayakan untuk menambah postingan anggaran untuk Pramuka Kabupaten Lingga.

” Terkait anggaran pemerintah akan tetap memberikan postingan anggaran untuk Pramuka, untuk itu kelolalah anggaran tersebut dengan baik jangan sampai ada peyimpangan,” sebutnya.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lingga, Junaidi Adjam mengatakan kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ini juga disejalankan dengan Sidang Paripurna Dewan Kerja Cabang yang sebelumnya sudah lebih dulu digelar, Jumat, 13 Oktober 2017 malam.

Dalam rapat kerja cabang ini dilakukan beberapa agenda kegiatan salah satunya adalah, penyusunan program kerja untuk tahun 2018. Dimana pada tahun ini Pramuka Kabupaten Lingga sudah sangat optimal mengikuti berbagai event-event kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kepri hingga ketingkat Nasional.

” Dan tahun ini kita masuk nominasi tiga besar sebagai Kwarcab terbaik tingkat provinsi Kepri karna efektifitas dan konsisten kita dalam mengikuti setiap kegiatan pramuka ditingkat apapun,” sebut Junaidi Adjam.

Peserta pada kegiatan Rapat Kerja Cabang Kwartir Cabang Lingga ini dan Sidang Paripurna Cabang ini diikuti seluruh pengurus Kwartir Ranting yang ada di Sepuluh Kecamatan di Kabupaten Lingga, termasuk juga kwartir Ranting yang baru di bentuk yaitu Kecamatan Kepulauan Posek. (kmg/meteo)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magelang – Presiden Joko Widodo meminta para pemuda Indonesia untuk siap berkompetisi dan menghadapi tantangan yang ada. Persaingan global saat ini juga menuntut kreativitas dan inovasi-inovasi baru dari para pemuda.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo kepada para peserta Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Nasional (Perwimanas) II di Bumi Perkemahan Lapangan Tembak Akmil, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Senin, 18 September 2017.

“Persaingan global saat ini semakin sengit. Kompetisi antarnegara saat ini semakin menjadi-jadi dan jangan lupa bahwa itu merupakan tantangan kita, tantangan antarindividu dan antarnegara. Oleh sebab itu, ke depan semua akan berkompetisi. Semua akan bersaing, adu kecerdasan, adu kreativitas, adu keterampilan, adu inovasi, dan adu kecepatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, selain menghadapi tantangan di bidang sumber daya manusia, bangsa Indonesia juga disebutnya menghadapi tantangan dari penyalahgunaan narkotika yang belakangan kembali merebak. Hal itu ditambah lagi dengan tantangan keterbukaan di mana kabar-kabar bohong yang begitu mudah menyebar di media sosial perlu disikapi dengan serius.

“Jangan lupa, di media sosial sekarang ini bertebaran yang negatif, fitnah, saling mencela, hoaks, dan kabar bohong. Itu juga menjadi tantangan kita ke depan,” ucap Presiden.

Namun, bagaimana pun juga, bangsa Indonesia tetap harus berbenah. Perbaikan dalam segala hal sangat diperlukan untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain.

“Kalau tidak ya kita akan ditinggal. Bagaimana kita beradu inovasi dan kreativitas dengan negara yang lain. Inilah tantangan-tantangan yang kita hadapi dan memerlukan sebuah dasar fondasi yang sangat kuat sehingga kita bisa memenangkan kompetisi itu. Tapi saya meyakini dengan sebuah fondasi karakter yang baik, Pramuka Ma’arif NU insyaallah mampu menatap masa depan memenangkan persaingan,” ia menegaskan.

Selain itu, untuk menghadapi persaingan, bangsa Indonesia juga harus bersatu dan menjalin persaudaraan dengan baik. Sebagai negara yang terdiri atas 17 ribu pulau, ribuan suku, dan ratusan bahasa lokal membuat hal tersebut menjadi tidak mudah.

“Tapi saya meyakini bahwa dengan menjalin persaudaraan yang baik, ukhuwah islamiah dan wathoniah, saya meyakini negara ini akan menjadi negara yang kuat ekonominya,” ia melanjutkan.

Terakhir, Kepala Negara berpesan agar tidak cepat berpuas diri dengan apa yang telah dicapai saat ini. Sebab, ke depannya perubahan akan selalu datang dengan cepat dan tak terduga.

“Jangan pernah merasa puas dengan apa yang kita capai. Terus pelajari hal-hal baru, temukan hal-hal baru, dan praktikkan hal-hal baru yang dapat membawa kemajuan untuk diri kita, umat, dan negara kesatuan yang kita cintai,” tutupnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Said Aqil Siradj dan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pusat KH Zainul Arifin Junaidi.

Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden