Kreatif

MEDIAKEPRI.CO.ID – AZ1Z MART1NDAZ. Sosok yang SATU (1) ini sudah tidak asing bagi warga dan masyarakat luas di Kabupaten Lingga umumnya dan Lingga, Lingga Utara, Lingga Timur dan Selayar terkhususnya.

Dalam perjalanan menjalankan aktivitas sebagai aktivis, pengalaman manis dan pahit, suka maupun duka silih berganti dihadapinya. Bahkan, pengalaman demi pengalaman itu sendiri telah menjadikannya sebagai pribadi yang tegar dan pantang menyerah.

Kepekaan terhadap kondisi sosial kemasyarakatannya sudah terbangun sejak menyandang status mahasiswa. Perjalanan berorganisasi di lingkungan kemahasiswaan, mendorong jiwanya menjadi aktivis yang peduli dan peka terhadap persoalan sosial kemasyarakatan. Semangat ini sejalan dan tertuang dalam ‘Tri Darma Perguruan Tinggi’, butir ke-3 yang mengamanahkan untuk siap memberikan pengabdian kepada masyarakat.

Tentu saja banyak pola dan konsep yang bisa dilaksanakan untuk melakukan pengabdian itu sendiri. Antara lain, menjadi penyambung lidah bagi masyarakat yang menerima ketimpangan dalam sosial dengan turun ke jalan. Hingga melaksanakan kegiatan positif yang mampu memberikan kontribusi dan berdampak bagi masyarakat.

Begitu juga dalam dunia perpolitikan. Asam garam dalam kancah perpoitikan, sudah menyatu dalam tubuh AZ1Z MART1NDAS. hidup sebagai aktiVis, Kehidupan berpolitik memiliki semangat juang yang tinggi, yang diselimuti pemikiran – pemikiran yang kritis, kreatif, mandiri dan inovatif.

Dari semua itulah, membuat jiwa AZ1Z MAT1NDAS terpanggil untuk maju sebagai calon legislatif DPRD Lingga dengan berperahu Partai Golkar. Dengan selalu eksis dan berada di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pemikiran, menomer SATUkan jadi ‘penagih’ komitmen pemerintahan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Dalam Pemilu 2019 ini, AZ1Z MART1NDAS mengusung tagline #BERANI, #BERSIH, #EMPATI, #RAMAH, #AMANAH, #NASIONALIS, dan #INTEGRITAS. Adapun makna dari tagline tersebut yakni:

BERSIH

a. Berupaya menghindari hal-hal yg berbau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
b. Bekerja secara Profesional dan Proporsional dalam mengembangkan Visi dan Misi pembangunan yang berkeadilan, dalam permusyawaratan Perwakilan.

EMPATI

Berkometmen untuk memiliki jiwa Kepedulian, Keprihatinan dan Kepekaan akan rasa senasib dan sepenanggungan setiap persoalan kehidupan sosial yang dihadapi masyarakat.

RAMAH

Siap menjadikan diri sebagai Pelayan Rakyat, tidak sombong, angkuh, bersahaja dan bersahabat dengan siapa saja yang menghargai sebuah persahabatan.

AMANAH

Siap selalu berada di Garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak amanat penderitaan rakyat dari suatu bentuk penzaliman dan ketidakadilan sebuah kebijakan demi melaksanakan Amanah rakyat yang berprikemanusiaan yang adil dan beradab.

NASIONALISME

Siap untuk meneguhkan diri dalam semangat kesadaran akan cinta tanah air khususnya Kabupaten Lingga, dalam perjuangan mewujud rasa, karsa dan cipta pembangunan didaerah bunda tanah Melayu.

INTEGRITAS

Siap memegang dan menjaga konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dari berbagai hal yang dihasilkan dan diinginkan masyarakat berdasarkan asas musyawarah mufakat.

Dari Tagline sikap “BERAN1” tersebut Visi Misi yang hendak dicapai adalah:

VISI
Mewujudkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lingga yang Kridibel, Kapabel dan akseptebel serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi serta keadilan maupun kesejahteraan rakyat dalam bingkai Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu yang ber-Negara Kesatuan Republik Indonesia

MISI

  1. Menjadikan lembaga DPRD sebagai lembaga yang dapat dipercaya kehormatannya, bersih dan berwibawa dlm memperjuangkan hak-hak rakyat.
  2. Berperan aktif menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi rakyat serta terus menerus berupaya menginspirasikan program-program peningkatan kesejahteraan rakyat.
  3. Meningkatkan tugas pokok dan fungsinya kelembagaan DPRD yakni fungsi Legislasi, Anggaran dan Pengawasan terhadap lembaga eksekutif.
  4. Meningkatkan Partisipasi masyarakat dalam melakukan perumusan, penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan publik yang akan dituangkan dalam Peraturan Daerah guna mendorong sikap pro aktif kemasyarakatan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka secara mandiri dan bertanggung jawab.
  5. Meningkatkan transparansi, aksesibilitas, akuntabilitas, efektivitas, dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah guna memberikan kemudahan Publik untuk ikut serta berpartisipasi melakukan pengawasan pada setiap kebijakan yang dilakukan. (bran)

kreatif

HARI INI SEJARAH

Selasa | 04 Desember 2018 | 1:08

34 Tahun Lalu, Musik Indonesia Diwarnai Ide-ide Gila Kreatif

MEDIAKEPRI.CO.ID – Padhyangan atau yang lebih akrab dikenal dengan P-Project atau Project-P adalah kelompok komedi asal Bandung yang dibentuk oleh mahasiswa dua perguruan tinggi Universitas Padjajaran dan Universitas Katolik Parahyangan pada tanggal 4 Desember 1982.

Nama Padhyangan diambil dari kedua almamater tersebut. Kelompok ini didirikan sebagai wadah untuk menyalurkan bakat dan ide-ide gila anggota-anggotanya terutama dalam bidang seni. Seni panggung yang ditampilkan Padhyangan adalah sejenis drama komedi yang mengandalkan musik untuk menyampaikan ceritanya yang dikenal dengan istilah ‘kabaret’.

75 Calon PNS Kemenkumham Tes Kesamaptaan di Korem 033/WP

Anggota kelompok ini dari tahun ke tahun datang dan pergi, karena memang tidak ada aturan yang jelas untuk jadi anggota selain sebagai seorang mahasiswa atau mahasiswi. Beberapa personel tetap memperkuat sekaligus menjadi tulang punggung organisasi tersebut, seperti Iszur Muchtar dan Denny Chandra, yang mulai aktif di Padhyangan sejak tahun 1984, disusul Daan Aria, Joe P Project, dan Iang Darmawan, serta Wawan Hanura yang mulai aktif tahun 1986.

Padhayangan melakukan pertunjukan komersial pertama kali pada tahun 1986 di berbagai kota di Jawa Barat. Acaranya diselenggarakan oleh sebuah radio swasta di Bandung. Pada dekade 1988 hingga 1993, keenam anggota tetap tersebut juga mulai aktif sebagai penyiar acara humor, di Radio Oz Bandung setiap Rabu malam. Acara yang pernah mereka buat adalah “Gelak Gelitik OzG” dan “OZSerba” (OZ Serba Ada).

77 Emas Bawa Batam Jadi Juara Umum Porprov

Setelah Denden Hermann bergabung pada tahun 1994, mereka pun memberanikan diri membuat album rekaman lagu-lagu komedi plesetan alias parodi. Seiring dengan kesuksesan album tersebut, mereka kemudian tampil -untuk pertama kalinya- dalam acara komedi reguler di SCTV yang diberi nama Project-P. Dari situlah mereka kian dikenal di dunia hiburan, khususnya dalam bidang komedi. Gaya komedi mereka biasanya adalah parodi dari seni populer seperti film atau lagu terkenal, campuran antara Monty Python dan “Weird Al” Yankovic.

Seiring kesuksesan Project-P di SCTV dan album lagu parodi mereka yang laris, perbedaan persepsi pun menghampiri. Sebagian besar anggota Padhyangan, Iszur Muchtar, Denny Chandra, Daan Aria, Joehana, Tika Panggabean, Iang Darmawan, Wawan Hanura dan lain-lain, sepakat mengembangkan bakat mereka ke bidang hiburan yang lebih profesional. Maka mereka berpisah pun memutuskan berpisah.

BACA JUGA

Dunia Dakwah dan Musik Indonesia Berduka, Rocker Lagendaris Hari Moekti Meninggal

Warga Tanjung Pinang Disuguhi Konser Musik Lokal Sambut Pergantian Tahun

Setelah perpecahan, anggota yang ingin mengembangkan karier di dunia hiburan membentuk P-Project pada 4 Desember 1994. Untuk tetap mempertahankan eksistensinya di dunia hiburan khususnya di bidang komedi, sejak dini P-Project telah melakukan regenerasi dengan membuat sebuah kelompok yang diberi nama Project Pop. Kelompok ini memiliki 7 orang personel inti yang terdiri dari Kartika Rachel Panggabean (Tika), Djoni Permato (Udjo), Hermann Josis Mokalu (Yossi), Gumilar Nurohman (Gugum), Hilman Mutasi (Hilman), Muhammad Fachroni (Oon), dan W Rudi Astadi (***)

sumber: wikipedia.org

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Koordinator ICW Adnan Topan Husodo mengatakan pihaknya meluncurkan Akademi Antikorupsi. Hal ini dilakukan karena publik perlu mempelajari segala aspek tentang korupsi supaya bisa melawan korupsi.

Dalam tahun pertama ini, lanjutnya, Akademi Antikorupsi menawarkan enam mata kuliah yakni pengantar korupsi untuk remaja, pengantar korupsi untuk mahasiswa atau dewasa, pedagogi kritis dan pendidikan antikorupsi, sosiologi korupsi, pengantar hukum korupsi serta korupsi dan kemiskinan.

Kuliah, lanjutnya, akan diberikan oleh para aktivis antikorupsi serta dosen tamu dari kalangan akademisi maupun praktisi dalam pemberantasan korupsi. Pembelajaran ini bisa dilakukan melalui media daring maupun kelas tatap mukaatau penggabungan keduanya.

“Akademi Antikorupsi menjalin kerja sama dengan kalangan perguruan tinggi maupun institusi lain yang berminatmenyelenggarakan pendidikan antikorupsi,” pungkasnya.

Pendidikan antikorupsi sebelumnya juga telah didirikan oleh organisasi Pemuda Muhammadiyah dengan nama Madrasah Antikorupsi pada 2016 silam. Madrasah ini telah diselenggarakan di puluhan daerah yang diselenggarakan oleh organisasi kepemudaan tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi menyambut baik peluncuran Akademi Antikorupsi yang digagas Indonesia Corruption Watch.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan bahwa pihaknya bisa bersinergi dengan ICW dalam bentuk memasok berbagai materi pelatihan antikorupsi di samping penggunaan ruang di Gedung KPK Kavling C1.

“Pada Agustus tahun ini kami akan meresmikan pusat pembelajaran antikorupsi jadi bisa bersinergi dengan akademi,” ujarnya, Kamis, 19 April 2018. (***)

sumber: bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Alarm antikantuk bagi pengendara sepeda motor diciptakan tiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yaitu Elviana Arisaputri, Dliyauddin I dan Kevin Natanael.

Elviana Arisaputri saat ditemui di Surabaya, Rabu 17 Januari 2018 mengatakan alat itu dinamakan Sleep Control for Biker (SCB) dan dirancang untuk mengurangi angka kecelakaan pengguna sepeda motor yang marak karena mengantuk.

“Alasan diciptakannya alat ini karena banyak pengendara sepeda motor yang kecelakaan karena mengantuk di jalan. Kami membuat alat ini untuk mengurangi angka kecelakaan tersebut,” kata Elviana.

Dia menjelaskan, SCB akan memberi peringatan kepada pengguna sepeda motor ketika berada dalam keadaan mengantuk. Nantinya ketika mengantuk, akan mucul pemberitahuan di gelang dan helm.

“Ada dua device di gelang dan di helm. Di gelang terdiri dari sensor denyut nadi sama ada notifikasi di gelang tersebut. Yang kedua device yang ada di helm nantinya akan menampilkan suara melalui headset bluetooth,” ujarnya.

Dia mengemukakan, ukuran frekuensi ketika seorang sedang mengantuk adalah 40 ke bawah. Jika berada dalam frekuensi itu, otomatis ndenyut nadi akan terbaca dan terbilang mengantuk.

“Setelah itu ada pemberitahuan di LCD berupa peringatan nada bahwa kita harus menepi karena sedang mengantuk,” tuturnya.

Device itu sendiri, kata dia, masih dalam bentuk prototipe. Jadi komponennya masih memakai modul. Namun jika alat itu nantinya bisa dilanjutkan dan dikembangkan, Elviana dan rekannya akan membuat sendiri komponennya.

“Kami tinggal memprogram dan menghubungkan komunikasi datanya melalui desain for denyut nadi. Kami pakai sensor yang lebih akurat di pergelangan tangan,” kata dia.

Elviana dan kelompoknya menghabiskan Rp1,3 juta untuk modal awal beserta risetnya. “Harapan kalau ada dana dan waktu kita ingin lebih mengembangkan di sisi mekanik dan bentuk agar lebih kecil. Di helem juga lebih aman lagi,” ujarnya. (***)

sumber: kabar24.bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Wakil Bupati Lingga, M Nizar meminta gerakan pramuka kwartir Cabang Lingga lebih fokus pada kegiatan yang kreatif dan inovatif. Dengan kegiatan ini, pramuka mampu membantu untuk mewujudkan visi dan misi pemerintah.

Demikian disampaikan Nizar saat membuka rapat kerja pengurus Pramuka Lingga di One Hottel, Dabosingkep, Sabtu, 14 Oktober 2017.

” Pemeritah Kabupaten Lingga telah berupaya semaksimal mungkin, untuk memberikan dukungan kepada Pramuka mengingat pramuka adalah Organisasi kepanduan yang menyentuh langsung generasi muda,” Kata Muhammad Nizar.

Ditengah keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh APBD Kabupaten Lingga saat ini, pemerintah tetap mengupayakan postingan anggaran untuk Gerakan Pramuka Kabupaten Lingga dan kedepan jika memungkinkan Pemerintah Kabupaten Lingga akan mengupayakan untuk menambah postingan anggaran untuk Pramuka Kabupaten Lingga.

” Terkait anggaran pemerintah akan tetap memberikan postingan anggaran untuk Pramuka, untuk itu kelolalah anggaran tersebut dengan baik jangan sampai ada peyimpangan,” sebutnya.

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lingga, Junaidi Adjam mengatakan kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ini juga disejalankan dengan Sidang Paripurna Dewan Kerja Cabang yang sebelumnya sudah lebih dulu digelar, Jumat, 13 Oktober 2017 malam.

Dalam rapat kerja cabang ini dilakukan beberapa agenda kegiatan salah satunya adalah, penyusunan program kerja untuk tahun 2018. Dimana pada tahun ini Pramuka Kabupaten Lingga sudah sangat optimal mengikuti berbagai event-event kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kepri hingga ketingkat Nasional.

” Dan tahun ini kita masuk nominasi tiga besar sebagai Kwarcab terbaik tingkat provinsi Kepri karna efektifitas dan konsisten kita dalam mengikuti setiap kegiatan pramuka ditingkat apapun,” sebut Junaidi Adjam.

Peserta pada kegiatan Rapat Kerja Cabang Kwartir Cabang Lingga ini dan Sidang Paripurna Cabang ini diikuti seluruh pengurus Kwartir Ranting yang ada di Sepuluh Kecamatan di Kabupaten Lingga, termasuk juga kwartir Ranting yang baru di bentuk yaitu Kecamatan Kepulauan Posek. (kmg/meteo)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magelang – Presiden Joko Widodo meminta para pemuda Indonesia untuk siap berkompetisi dan menghadapi tantangan yang ada. Persaingan global saat ini juga menuntut kreativitas dan inovasi-inovasi baru dari para pemuda.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo kepada para peserta Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Nasional (Perwimanas) II di Bumi Perkemahan Lapangan Tembak Akmil, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Senin, 18 September 2017.

“Persaingan global saat ini semakin sengit. Kompetisi antarnegara saat ini semakin menjadi-jadi dan jangan lupa bahwa itu merupakan tantangan kita, tantangan antarindividu dan antarnegara. Oleh sebab itu, ke depan semua akan berkompetisi. Semua akan bersaing, adu kecerdasan, adu kreativitas, adu keterampilan, adu inovasi, dan adu kecepatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, selain menghadapi tantangan di bidang sumber daya manusia, bangsa Indonesia juga disebutnya menghadapi tantangan dari penyalahgunaan narkotika yang belakangan kembali merebak. Hal itu ditambah lagi dengan tantangan keterbukaan di mana kabar-kabar bohong yang begitu mudah menyebar di media sosial perlu disikapi dengan serius.

“Jangan lupa, di media sosial sekarang ini bertebaran yang negatif, fitnah, saling mencela, hoaks, dan kabar bohong. Itu juga menjadi tantangan kita ke depan,” ucap Presiden.

Namun, bagaimana pun juga, bangsa Indonesia tetap harus berbenah. Perbaikan dalam segala hal sangat diperlukan untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain.

“Kalau tidak ya kita akan ditinggal. Bagaimana kita beradu inovasi dan kreativitas dengan negara yang lain. Inilah tantangan-tantangan yang kita hadapi dan memerlukan sebuah dasar fondasi yang sangat kuat sehingga kita bisa memenangkan kompetisi itu. Tapi saya meyakini dengan sebuah fondasi karakter yang baik, Pramuka Ma’arif NU insyaallah mampu menatap masa depan memenangkan persaingan,” ia menegaskan.

Selain itu, untuk menghadapi persaingan, bangsa Indonesia juga harus bersatu dan menjalin persaudaraan dengan baik. Sebagai negara yang terdiri atas 17 ribu pulau, ribuan suku, dan ratusan bahasa lokal membuat hal tersebut menjadi tidak mudah.

“Tapi saya meyakini bahwa dengan menjalin persaudaraan yang baik, ukhuwah islamiah dan wathoniah, saya meyakini negara ini akan menjadi negara yang kuat ekonominya,” ia melanjutkan.

Terakhir, Kepala Negara berpesan agar tidak cepat berpuas diri dengan apa yang telah dicapai saat ini. Sebab, ke depannya perubahan akan selalu datang dengan cepat dan tak terduga.

“Jangan pernah merasa puas dengan apa yang kita capai. Terus pelajari hal-hal baru, temukan hal-hal baru, dan praktikkan hal-hal baru yang dapat membawa kemajuan untuk diri kita, umat, dan negara kesatuan yang kita cintai,” tutupnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Said Aqil Siradj dan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pusat KH Zainul Arifin Junaidi.

Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden