Kriminal

Kapolsek Bandara Terus Beri Imbauan ke Masyarakat

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Polisi Sektor (Polsek) Bandara Hang Nadim Batam terus memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat di bandar udara (bandara) untuk antisipasi tindak kriminal di liburan Natal dan Tahun Baru 2018.

“Periksa barang bawaan anda, jangan ada yang ketinggalan. Dilarang membawa barang-barang terlarang sperti narkoba, senjata tajam, senjata api, minuman keras, dan barang terlarang lainya,” imbauan Kapolsek Iptu Betty Novia melalui pengeras suara diantara penumpang di bandara.

Lebih jauh dikatakannya, apabila anda kedapatan membawa barang terlarang yang sudah diatur oleh undang-undang yang berlaku, maka anda akan berhadapan dengan hukum dan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Betty juga mengatakan, pihaknya selalu mengingatkan agar masyarakat tidak menaruh atau meletakkan, menyimpan barang-barang berharga di bagasi sepeda motor maupun mobil yang di parkirkan.

“Itu bisa mengundang tindak kriminal, sebaiknya dibawa saja,” anjurnya.

Bagi para penumpang, perwira balok dua ini juga mewanti-wanti agar tas-tas yang akan dibagasikan supaya dikunci dan tidak menyimpan perhiasan, uang serta barang berharga di dalam tas yang dibagasikan.

“Bawa saja ke kabin pesawat, agar lebih aman dan tidak was-was selama di perjalanan,” jelasnya.

Betty juga meminta agar masyarakat segera melaporkan, jika melihat, menemukan barang-barang mencurigakan, atau gerak-gerik mencurigakan di seputaran bandara.

“Kalau menemukan barang, atau orang yang bersikap mencurigakan, segeralah melaporkan kepada pihak kami,” tegasnya.

Ia meminta kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Bandara Hang Nadim Batam.(kmg)

Berita ini sudah terbit di batamclick.com dengan judul ‘Kapolsek Bandara: Ada gerak-gerik Mencurigakan, Lapor ke Kami’

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) terus menyerang petugas. Teranyar, dua orang anggota brimob yang sedang patroli di area pertambangan milik PT Freeport Indonesia, Mile 69, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, jadi sasaran, Selasa, 14 November 2017 sekitar pukul 03.50 WIT.

Akibat tindakan KKB ini, satu orang anggota Brimob tewas dengan luka tembakan di punggung. Anggota Brimob yang tewas ini bersama Brigadir Firman. dan satu lagi mengalami luka tembak di bagian punggung yakni Bripka Yongki Rumte selamat.

“Penembakan terjadi saat anggota patroli menelusuri perbukitan didaerah mile 69 oleh KKB,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustafa Kamal, melalui keterangan resmi dilangsir dari tribunnews.

Atas kejadian ini, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap penembakan dua anggota Brimob ini. Sementara jenasah sedang dilaksanakan evakuasi menuju Helipad untuk dibawa ke Timika. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, TIMIKA — Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar mengatakan personel Brimob terlibat baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata, Jumat, 3 November 2017 sekitar pukul 14.15 WIT. Baku Tembak tersebut berawal dari Kelompak Kriminal Bersenjata (KKB) yang menembak kendaraan operasional PT Freeport Indonesia.

“Memang benar KKB melakukan penembakan terhadap kendaraan milik PT Freeport di mile 69, namun tidak ada korban jiwa,” kata Irjen Boy Rafli kepada Antara, di Timika, Jumat.

Ia mengatakan sesaat setelah KKB menembak kendaraan Freeport itu, pasukan Brimob juga melakukan perlawanan hingga terjadi aksi baku tembak, namun kelompok separatis bersenjata itu memilih lari ke puncak gunung.

Dalam melakukan aksinya KKB menerapkan strategi perang gerilya, setelah melancarkan tembakan atau penyerangan, mereka langsung melarikan diri ke gunung yang ada di sekitarnya.

Juru bicara PT Freeport Indonesia Riza Pratama dalam keterangan tertulisnya mengatakan, tidak ada korban ketika kaca depan kendaraan operasional yang dikendarai karyawan Freeport ditembak di dekat mile 69.

“Akses jalan antara Tembagapura dan Ridge Camp sempat ditutup sementara namun kini sudah dibuka kembali,” ujarnya.

Aksi teror bersenjata yang dilakukan KKB sejak awal Oktober lalu menyebabkan tujuh anggota Brimob terluka, satu diantaranya meninggal akibat luka tembak.

sumber: republika

KRIMINALITAS

Rabu | 06 September 2017 | 0:00

Polisi Mengeluh dengan Sikap Bungkam Novel Soal Jenderal

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta — Polisi mengaku masih kesulitan untuk memeriksa Novel Baswedan. Novel masih bungkam ketika ditanya perihal oknum polisi yang diduga terlibat aksi penyiramannya.

Novel sendiri hanya mau membuka mama jenderal tersebut apabila Presiden Joko Widodo sudah membentuk tim independen penyelidikan.

Dikutip dari REPUBLIKA.CO.ID “Ya berarti kan dia sendiri yang menyulitkan, kalau memang dia punya fakta soal itu, kalau ada keyakinan pelakunya siapa dan dia tahu ya lebih cepat lebih baik kan,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa (5/9).

Rikwanto menuturkan, beberapa hari lalu penyidik Polda Metro Jaya bersama tim dari KPK menyambangi tempat Novel menjalani perawatan di Singapura. Sayangnya dalam pemeriksaan pun, Novel tidak memberikan keterangan seperti yang diungkapkannya kepada media perihal keterlibatan oknum jenderal tersebut.

“Tim kemarin datang dengan pihak KPK juga datang, ditanya masalah itu (jenderal) dia (Novel) juga nggak mau menyampaikan. Jadi, jangan dugaan-dugaan saja, jangan merusak nama pihak lain yang tidak ada faktanya, tidak ada dasarnya, kasihan masyarakat juga jadi bingung,” ujar Rikwanto.

Rikwanto melanjutkan, jika memang informasi tersebut benar faktanya, maka penyidik juga tidak akan main-main untuk melakukan penindakan. Selain itu juga pengungkapan bisa dilakukan dengan cepat dan menghapus kesan bahwa selama ini polri lambat mengusut kasus penyiraman air keras tersebut.

“Kita enggak main-maim, kita mau bersih, kita mau bagus, kita profesional, jad jangan menganggap kita yang lambat atau menghambat. Justru berita berita simpang siur ini yang membuat suasana menjadi masyarakat galau,” ucapnya.

Novel Baswedan menerima siraman air keras di wajahnya pada 11 April 2017 lalu. Novel diserang usai melakukan solat subuh di sekitar musolah tempatnya tinggal di Kelapa Gading, Jakarta Utara. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Tiga oknum Aparat Sipil Negara (ASN) dari 36 orang tamu Hotel yang terjaring saat razia yang digelar Badan Narkoba Nasional Kabupaten (BNNK) Karimun, Minggu (3/9), positif mengkonsumsi Narkoba. Ketiganya adalah Br, Rn dan Ar.

Hal itu disampaikan Kepala BNNK Karimun, Kompol Ahmad Sholeh kepada Wartawan, Senin (4/9). Dikatakan, Dua dari Tiga oknum ASN yang terjaring adalah, Br dan Rn, adalah merupakan pegawai Bea Cukai Kabupaten Karimun.

“Sedangkan seorang lagi, yaitu, Ar, merupakan oknum ASN Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Karimun, mereka dinyatakan positif setelah anggota melakukan tes urine” jelasnya.

Disebutkan, Ketiga orang oknum tersebut, terjaring dalam operasi “Bersinar” yang digelar secara dadakan oleh tim gabungan TNI-Polri dan BNNK Karimun di sebuah Hotel di Karimun.

Saat ini, lanjutnya, ketinganya bersama 33 orang lainya yang terjaring, masih dilakukan pemeriksaan dan apakah termasuk pecandu berat ataupun pecandu ringan.

“Jika pecandu ringan, akan dilakukan rawat jalan, tetapi jika pecandu berat, akan dilakukan rehab inap” tambahnya. (hasian)

TANJUNG PINANG

Minggu | 03 September 2017 | 20:15

Polres Pinang Tangkap Enam Pengedar Narkoba dalam Dua Bulan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Dalam dua bulan, enam bandar peredaran gelap norkoba ditangkap Satuan Narkoba Polres Tanjungpinang di waktu dan tempat berbeda. Demikian disampaikan Wakapolres Tanjungpinang Kompol Andi Rahmatsyah didampingi Kasat Narkoba AKP M. Jais, Sabtu (02/09/2017)

Keenam pelaku tersebut masing-masing berinisial YA (33), RR (30) dan MS (28). Ketiga tersangka ditangkap disatu tempat pada hari Minggu 23 Agustus 2017 disalah satu rumah di Jalan Kota Piring Gg Putri Riau VI nomor 21, RT 033 RW 007 Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Dari tangan ketiga tersangka berhasil diamankan empat paket narkoba jenis sabu dengan berat 7,49 gram yang disimpan di dalam dompet warna coklat, dan satu paket ganja 1,92 gram yang disimpan ditempat pencucian piring terbungkus plastik kecil. Selain itu juga diamankan alat isap narkoba (boong), mancis, gunting, 2 timbangan digital, plastik bening dan 3 handphone merek Samsung dan Nokia miliki ketiga tersangka.

Sedangkan tersangka Ra (33) ditangkap di perumahan Rajawali Km 11 Blok C nomor 3 Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, pada hari Kamis 27 Agustus 2017 sekitar pukul 03:30 Wib. Dari tangan tersangka Ra ditemukan narkoba jenis sabu seberat 3,91 gram terbagi dalam tiga paket. Selain itu turut diamnakna dua unit handphone, alat isap (boong), korek, timbangan digital, pipet dan sendok kecil.

Lalu polisi menangkap tersangka AR (35) di Jalan Tugu Pahlawan, RT 01 RW 01 Kelurahan Bukit Cermin, Kecamatan Tanjungpinang Barat pada hari Minggu 30 Agustus 2017 sekitar pukul 13:30 Wib. Tersangka AR ditangkap saat sedang duduk di pinggir jalan diduga sedang menunggu pembeli. Dari tangan tersangka berhasil ditemukan satu paket narkoba jenis sabu dibungkus plastik dengan berat 1,27 gram.

Terakhir polisi berhasil menangkap tersangka RH (43) di samping kantor Pemadam Kebakaran Kota Tanjungpinang, di jJalan Ir. Sutami pada hari Kamis 3 Agustus 2017 sekitar pukul 22:30 Wib. Dari tangan tersangka ditemukan satu paket narkoba jenis sabu seberat 0,77 gram yang simpan di kantong celana.

“Dari keterangan Enam tersangka mereka mengaku narkoba tersebut mereka beli dari seseorang di Kota Batam. Total dari enam tersangka kita amankan narkoba jebis sabu sebanyak 13,89 gram dan ganja seberat 1,92 gram. Dari barang bukti dan peralatan yang ditemukan, dipastikan mereka ini merupakan pengedar,” ujar Kompol Andi Rahmatsyah.

Keenam tersangka diancam dengan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 112 jo Pasal 132 ayat 1 Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara. (bobi)

KARIMUN

Minggu | 03 September 2017 | 20:07

Bongkar Kantor Lurah Harjosari, Kodim 0317 Tangkap Lelaki Ini

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Personil Kodim 0317/TBK menangkap Hs, warga Jalan Kartini, Kecamatan Karimun karena diduga membobol Kantor Lurah Harjosari, Kecamatan Tebing, di area Masjid Agung Karimun, Minggu (3/9/2017) dinihari.

Saat diamankan, dari dalam tas yang dibawa tersangka, petugas menemukan 1 CPU Philips, 1 Monitor Dell, 1 Keyboard beserta Mouse, 1 Power Server, 1 Printer Canon dan 1 Laptop ASUS sebagai barang bukti.

Selain hasil kejahatan, petugas juga mengamankan 1 Linggis, 1 Pisau, 1 Obeng Bunga, 1 Obeng Pipih dan 1 Set Alat pembuka gembok yang diduga digunakan tersangka dalam menjalankan aksinya.

Informasi yang diperoleh, sekira pukul 02.30 WIB, Dua warga, Ulum (23) dan Wan (24) warga Kampung Harapan Kecamatan Tebing yang sedang melintas curiga melihat gelagak tersangka dilokasi yang membawa tas besar dan mengenakan sebo

Curiga, keduanya pun langsung memberitahukan kewarga lainya yang diteruskan melaporkan ke Piket Makodim 0317/TBK Jalan Soedriman, Poros Kecamatan Tebing.

Melihat warga yang sudah ramai, tersangka pun langsung melarikan diri ke arah Masjid Agung Karimun. Warga yang geram, langsung mengejar tersangka.

Beruntung personil Piket Makodim 0317/TBK yang dipimpin Kapten Inf T. Sihombing tiba lokasi untuk mengamankan tersangka dari amukan massa. Kini tersangka telah diserahkan ke Mapolsek Tebing untuk menjalani pemeriksaan. (hasian)

TANJUNG PINANG

Minggu | 03 September 2017 | 19:47

Nih Akibat Bayar Tagihan Menggunakan Cek Kosong

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Polsek Bukit Bestari tangkap Asun (40) atas tuduhan membayar tagihan dengan menggunakan cek kosong. Penangkapan ini berdasarkan laporan nomor LP/419/VII/2013/Kepri/RES TPI/SPK-Polsek Bestari/tanggal 11 Juli 2017.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro saat melakukan ekpos, Sabtu (02/09/2017) didampingi Kanit Reskrim Polsek Bukit Bestari Aiptu Freddy Simanjuntak mengatakan modus penipuan yang dilakukan Asun yakni tersangka membeli material bangunan di toko korban dan membayar dengan menggunakan cek. Saat cek tersebut akan di uangkan ternyata kosong.

Lebih lanjut AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro mengatakan penetapan tersangka berdasarkan barang bukti berupa satu lembar cek Bank Muamalat dengan nomor cek MCB 797427 tanggal 14 Desember 2012 dan surat keterangan penolakan (SKP) dari Bank UOB BUANA KCP Bintan tanggal 18 Januari 2013 dengan sandi Bank 0230677, dan satu lembar cek Bank Muamalat dengan nomor cek MCB 797428, dua lembar surat jalan serta satu lembar nota penagihan.

Tersangka Asun dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (bobi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pelaku pencabulan anak di bawah umur di kota batam sudah ditangkap pihak kepolisian di Jawa Barat Kamis (31/08/2017).

Informasi didapat WartaKepri.co.id Suhu pelaku mencabuli anak di bawah umur di kota batam sudah tertangkap, dan saat ini dalam perjalanan dari Jawa Barat menuju hangnadim Kota batam Kamis (31/08/2017).

Dikabarkan sebelumnya, Bejad sudah, saat ini nafsu birahi telah merusak akal sehat manusia dan tidak pandang bulu status yang disandangnya. Seperti dugaan yang dilakukan oleh seorang Suhu YCH alias Hendra terhadap korban anak dibawah umur.

Sesuai informasi dari WA Elite politik Kepri menerangankan, berawal diamankannya seorang anak prempuan bernama Sebut saja bunga ( 12 tahun) pada tanggal 27 Agustus 2017, sekitar pukul 15.00 WIB, di Vihara Purnama Mahayana, Kavling Nongsa, Jalan Blok A No.28 Kota Batam Provinsi Kepri. Anak remaja asal kabupaten Bogor Jawa Barat ini mengaku mendapat perlakukan pelecehan seksual oleh terduga YCH.

Atas pengakuan tersebut, korban pun dibawa ke tempat dokter praktek dr. Muhammad Reza Putra Jln. Baloi Center Blok D No.9 Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, sekitar pukul 22.00 Wib, untuk di cek. Hasil dari pemeriksaan dokter, bahwa terdapat luka-luka robek di bagian kemaluan korban dan disarankan untuk divisum oleh dokter rumah sakit.

Berdasarkan keterangan korban, ia dibawa ke Jakarta pada tanggal 9 Agustus 2017 dan diinapkan di satu kamar hotel sekitar Station Kereta Api Mangga Besar oleh Suhu YCH, selama seminggu bersama dua anak perempuan seumurannya yang berasal dari asal Jawa dan Banten.

Selama di hotel, ketiga anak perempuan tersebut disetubuhi di depan anak-anak lainnya. Selain itu, SUHU YCH itu juga mendatangi kamar hotel yang berada di seberangnya. Kemudian korban berada di Batam sudah 2 minggu dan menyampaikan bahwa : masih ada 1 orang tetangganya asal Bogor yang sekarang berada di Vihara Purnama Mahayana tersebut dan mengalami perlakuan yang sama.

Korban ke Jakarta pada tanggal 9 Agustus 2017 ke hotel di Mangga Besar diantar oleh Ibu Adah dan Ibu Iin (diduga sebagai calo) dan Purbaya Selama di hotel tersebut, korban disetubuhi sebanyak 2 kali oleh SUHU YCH dengan cara diancam dan dibekap wajahnya dengan bantal.

Permasalahan ini telah dilaporkan kepada aparat kepolisian melalui Kompol Irham, Kasat Intel Polresta Barelang dan dikoordinasikan dengan Ketua Paguyuban Sunda, Dede Suparman. Setelah itu sekitar 50 orang massa warga Paguyuban Sunda Kepri bersama Gatot Subroto, Ketua RW. 05 Kelurahan Sanbau Kecamatan Nongsa mendatangi Vihara Purnama Mahayana, untuk menjemput anak-anak yang berada disana.

Para korban yang masih berada di Vihara Purnama Mahayana diantaranya:
Dewi asal Desa Kidul Baduy, asal Banten, Tri Wahyuningsih, kelahiran Banjarnegara, 12 Oktober 2002, Julianto dan Dwi Wibowo.

Para korban telah diinapkan sementara di rumah milik Dede Suparman di Kompleks Anggrek Mas III Jl. Jenderal Sudirman Blok A5 No.16, Taman Baloi, Kota Batam. Menurut keterangan Julianto, bahwa SUHU Yo Chu Hi memang sering main perempuan. Saat ini, SUHU YCH sedang bersama Lisa dan Septi dalam satu kamar hotel di Jakarta.

Sementara keterangan Dani Bagas Pramana, pekerja di Vihara Purnama Mahayana bahwa SUHU YCH adalah mantan Narapidana Kasus Pelecehan Seksual anak dibawah umur dengan Pasal 76d KUHP di Polres Tumenggung. (***)

KARIMUN

Kamis | 31 Agustus 2017 | 14:58

Polres Karimun Amankan Bawang dan Garam Selundupan

MEDIAKEPRI.CO.ID.COM, Karimun – Satuan Reserse Kriminal (Satreserse) Polres Karimun, Kepulauan Riau, mengamankan barang selundupan dari Malaysia berupa 10.000 kilogram bawang merah dan 7.500 kilogram garam.

“Penangkapan dilakukan pada Senin (21/) sekitar pukul 02.30 WIB di Pantai Sawang Kecamatan Kundur Barat,” kata Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febryantara saat menggelar konferensi pers di Mapolres Karimun sebagaimana dilansir Antara.

Bawang dan garam selundupan diangkut Kapal KM Meisya II GT 30 asal Selatpanjang, Riau.

Kapal tidak dilengkapi dokumen kapal dan manifes barang bawaan yang sah.

“Dokumen kapal tidak ada,” kata Lulik.

Penangkapan itu berdasarkan laporan masyarakat yang menduga kapal memuat barang-barang ilegal dan melakukan kegiatan bongkar muat bawang merah dan garam asal Malaysia tujuan Sawang.

“Sesampainya kita di Sawang, kapal ini tengah melakukan bongkar barang ke daratan sebanyak 200 kampit bawang merah oleh 5 orang kuli panggul,” katanya.

Ia mengatakan, dari pemeriksaan awal, pihaknya belum mengetahui nama nakhoda dan rencara peredaran barang ilegal itu, karena saat tiba di lokasi, nakhoda dan ABK kapal sudah tidak ada.

“Penangkapan ini tanpa tersangka, jadi barang tersebut berstatus barang temuan,” katanya.

Dirinya juga mengatakan, selain garam dan bawang pihaknya tidak menemukan barang-barang ilegal lainnya di dalam kapal tersebut, seperti narkoba dan senjata api.

Guna penyidikan lebih lanjut KM Meisya II dibawa ke dermaga Polair Polres Karimun dengan penjagaan ketat, sementara muatan kapal akan diserahkan ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun untuk proses kepabeanannya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, Taufik mengatakan, pihaknya mengapresiasi kinerja Polres Karimun yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang-barang ilegal.

“Hal ini tentunya sangat membantu sekali tugas bea dan cukai,” kata Taufik.

Bea dan Cukai akan menyelidiki urusan kepabeanan barang temuan tersebut.

“Kami selidiki terlebih dahulu, apa dimungkinkan untuk dihibahkan,” katanya.

Pihak Bea dan Cukai akan melakukan penyelidikan sesegera mungkin, mengingat barang temuan itu tidak tahan lama. (***)

BATAM

Selasa | 29 Agustus 2017 | 14:23

Penjahat Antar Provinsi Ini Keok di Tangan Jatanras

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Setelah sekian lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), pelarian penjahat yang meresahkan masyarakat berakhir. Tim kejahatan dan kekerasan (jatanras) Polda Kepri menciduk dua penjahat yang beroperasi antar provinsi.

Penjahat yang merupakan spesialis pembobol ATM ini ada Rampudo Toga Torop dan Zaliani alias Metal. Keduanya ditangkap tanpa perlawan di rumah warga di Blok E Tanjungsekuang No 63, Kelurahan Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, Jumat (25/8/2017) dinihari.

“Tersangka merupakan penjahat antar provinsi. Mereka merupakan DPO dalam beberapa tindak kejahatan,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Kepri, AKBP Aris Rusdiyanto di Polda Kepri, Jumat (25/8/2017).

Polisi terus melakukan pengembangan. Dan dalam waktu dekat, kedua tersangka ini akan dibawa ke Polda Sumut untuk menjalani proses pemeriksaan. ***

KRIMINALITAS

Jumat | 25 Agustus 2017 | 21:13

Tabrakan Beruntun Terjadi di Cianjur Sebanyak 10 Kendaraan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kecelakaan beruntun terjadi di jalur Puncak, tepatnya di Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jumat sekitar pukul 04.15 WIB. Truk bermuatan minuman botol menabrak 10 kendaraan yang ada di depannya.

Meski tidak ada korban jiwa, pengemudi truk mengalami luka dalam kejadian tersebut.

Seperti yang dilansir oleh liputan 6, Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Erik Bangun Prakarsa Tabrakan menyatakan, tabrakan berawal saat truk boks bermuatan minuman botol melaju dari arah Bogor menuju Bandung.

Saat melintasi jalan menurun dan menikung, truk yang dikemudikan Suherman itu diduga mengalami rem blong.

“Truk itu menabrak tujuh kendaraan di depannya,” kata Erik, saat dikonfirmasi, Jumat (25/8/2017).

Ketujuh kendaraan tersebut adalah 2 Toyota Avanza, 1 Toyota Fortuner, 1 Toyota Rush, 2 Mitshubisi Pikup, dan 1 truk engkel.

Truk tersebut baru berhenti setelah menabrak tiga mobil dari arah berlawanan, yaitu mobil Daihatsu Grand Max, angkot, dan truk boks.

“Ketiga mobil itu ditabrak saat berhenti karena ada pengaturan jalan. Ada dua orang terluka, sedang kami data,” ujar Erik.

“Masih diselidiki, hasil sementara remnya tidak berfungsi,” ia menjelaskan.***

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 17,54 kilogram di Bengkayang, Kalimantan Barat.

Dari pengungkapan kasus narkotika jenis sabu tersebut, petugas BNN menembak mati dua Warga Negara Malaysia yang berusaha kabur saat hendak ditangkap.

Seperti yang dilansir oleh tribun, Saat gelar barang bukti dan tersangka kasus penyelundupan tersebut di halaman kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (23/8/2017), Kepala BNN, Komjen Budi Waseso menunjukan kartu identitas dua orang pelaku Warga Negara Malaysia kepada wartawan.

“Kita temukan adalah KTP dari warga negara Malaysia beserta SIM-nya juga. Engga terbalikan kan bendera Malaysianya. Orangnya yang terbalik. Dia jungkir balik nih ditembak petugas kami,” ucap Budi Waseso.

Dari keterangan yang disampaikan Budi Waseso, para pelaku ditangkap pada Minggu 6 Agustus 2017.

Mereka diantaranya Warga Negara Inbdonesia R (24) dan AL (19), sedangkan Warga Negara Malaysia yakni LUH alias Ape dan CKH alias Ahoe.

“Petugas mengamankan R selaku kurir saat dalam perjalanan menuju Pontianak. Dari R disita 17,54 kilogram sabu,” kata Budi Waseso.

Pria yang akrab di sapa Buwas ini menjelaskan modus yang digunakan pelaku sendiri yakni menyamarkan paket sabu di dalam barang kebutuhan sehari-hari dan sembako.

Para pelaku mengunakan jalur darat dengan melintasi perbatasan dari Kuching, Malaysia ke Pos Lintas Batas Jagoi Babang, Kalimantan Barat.

Selain itu, petugas juga mengamankan komplotan lainnya di kawasan Pontianak.

Mereka berinisial MY, DZ (42), dan TF (35).

Buwas pun menerangkan bahwa penyelundupan narkotika jenis sabu ini juga melibatkan oknum narapidana yang berada di dalam Lapas.

“Yang membuat kita miris, sudah melibatkan WN Asing atau Malaysia ditambah didukung oknum yang ada di Lapas,” katanya.

Dikatakan dia, seorang pelakunya atas nama Tedi Fahrizal (TF) bertindak sebagai pemodal yang ditahan di Rutan Klas II Bengkayang.

‘Dikurung di penjara tapi bisa keluar masuk mengedarkan di luar. Bahkan Lapas jadi rumah tempat tinggal aman,” kata Buwas.***

MEDIAKEPRI.CO.ID,  Jakarta – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri masih mengembangkan kasus dugaan penipuan PT First Anugerah Karya Wisata atau First Tavel, pada puluhan ribu calon jemaah umrah.

Seperti yang dilansir oleh liputan 6, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya mendapati adanya utang First Travel mencapai Rp 104 miliar.

Bos First Tavel, kata Setyo, berutang pada sejumlah pihak di antaranya pengurus tiket pesawat dan sejumlah hotel di Arab Saudi.

“Tersangka AH berutang kepada dua orang, kepada yang mengurus tiket (pesawat), itu Rp 80 miliar, dan kepada yang mengurus hotel dan konsumsi di Arab Saudi Rp 24 miliar. Jadi total ada utang Rp 104 miliar,” kata dia di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (20/8/2017).

Karena itu, Setyo menjelaskan pihaknya masih menelusuri aset dari tiga tersangka, yaitu Andika Surachman selaku direktur utama, Anniesa Desvitasari Hasibuan (AH) selaku direktur, dan Siti Nuraidah Hasibuan sebagai komisaris.

Sejauh ini, Setyo melanjutkan, pihaknya sudah menyita aset milik ketiga tersangka, mulai mobil mewah hingga rumah.

“Semoga kami bisa ketahuan aset-asetnya di mana. Baik aset bergerak maupun tidak bergerak,” Setyo menandaskan.

Dalam kasus First Tavel, polisi menduga ada tindak pidana money laundering atau pencucian uang dari dana jemaah umrah. Karena itu, polisi akan bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), untuk menelusuri dugaan pencucian uang.***

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Praktik korupsi sepertinya sudah semakin mengkhawatirkan. Bahkan baru-baru ini lelang pekerjaan di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Anambas sarat dengan permainan monopoli yang curang, bahkan lelang akhirnya dibatalkan dengan alasan yang tidak wajar.

Hal ini diduga terjadi dalam pelelangan paket pekerjaan Rehabilitasi Dermaga Pelabuhan Putik Kecamatan Palmatak senilai Rp 899 juta, Paket pekerjaan Pembangunan Dermaga Rakyat Dusun Air Tang Kec. Siantan Timur senilai Rp 1,9 M, Paket pekerjaan Pembangunan T Pelabuhan Desa Munjan Tahap I Kec.Siantan Timur senilai Rp 499 juta.

Seperti dilansir samuderakepri.co.id, seorang kontraktor merasa kecewa setelah mengetahui ada praktik monopoli dan penyalahgunaan wewenang oleh Ketua Pokja I Jasa Konstruksi Dishub LH ULP Kabupaten Kepulauan Anambas pada proses pelelangan paket proyek tersebut.

Disinyalir, restu ULP dan Kepala Daerah juga sudah didapat sehingga Ketua Pokja I Jasa Konstruksi Dishub LH ULP Anambas tersebut berani bersikap nekat untuk mengkondisikan dari awal pemenang lelang hingga berani sms ke salah satu anggota DPRD Anambas dikarenakan proyek tersebut berasal dari dana Aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Anambas.

Dengan gagalnya lelang tiga proyek tersebut, tentu saja perusahan yang sudah memberikan fee kepada Ketua Pokja 1 merasa tidak terima, bisa jadi untuk menganti uang yang sudah diterima oleh Ketua Pokja 1, Dia kembali mengadakan lelang proyek Belanja Modal Pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum Desa Air Biru senilai Rp 314 juta.

Dengan cara mengunakan wewenangnya selaku Ketua Pokja I Jasa Konstruksi DishubLH ULP Anambas, dia lalu menangkan perusahan CV.ARYZKA JAYA untuk proyek tersebut. Baru diketahui bahwa Ketua Pokja I Jasa Konstruksi DishubLH ULP sangat dekat dengan pemilik/pengurus dari CV tersebut.

Adapun dokumen lelang dengan syarat-syarat yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang pengadaan barang dan jasa antara lain :

  • Dokumen lelang yang digunakan seharusnya untuk dokumenpelelangan konsultan.
  • Diminta mengunakan Tim Leader (Tim Leader Hanya ada di Konsultan)
  • Diminta (SKT) memakai Ijazah S1 atau DIII (Sedangkan Syarat untuk membuat SKT setara SMK).

SBU yang di minta Pokja EL 001/003 Elektrikal, tetapi IUJK yang diminta oleh Pokja hanya SIPIL, sedangkan ini pekerjaan elektrikal (Jelas sekali Pokja berpihak kepada calon pemenang dikarenakan perusahan calon pemenang tidak memiliki IUJK Listrik/Elektrikal).

Dari dokumen yang diminta Pokja I Jasa Konstruksi DishubLH ULP Anambas, jelas sekali untuk mengkondisikan memenangkan CV tersebut.

Adapun dalam kasus paket ini sebenarnya kalau panitia/pokja tidak ada indikasi KKN maka dokumen lelang yang keliru bisa saja di Addendum karena dalam hal administrasi kepemerintahan tidak ada hal yang tidak bisa diperbaiki (addendum).

Sekretaris Daerah, Satiar saat dikompirmasi samuderakepri.co.id, Rabu, ( 26/04) mengatakan, “Terima kasih info bapak, nanti insya Allah akan kita sampaikan kepada ULP untuk di komfirmasikan”. (red/mun)