Kunjungan

LINGGA

Kamis | 13 September 2018 | 14:25

Pulau Penyengat Jadi Kunjungan Anggota Paskibra Lingga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga -Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga akan memberikan tiket liburan ke Pulau Penyengat, untuk anggota Paskibra, pelatih dan pembina sebanyak 50 orang pada awal Oktober mendatang.

” Ini hanya sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Daerah kepada mereka anggota Paskibra, pelatih dan pembina sudah mawensukseskan pengibaran bendera dihari ulang tahun kemerdekaan 17 Agustus yang lalu. Tiket itu akan diberikan selama tiga hari ” Ujar Pendi seksi sarana prasarana Pora, kepada mediakepri.co.id Kamis 13 September 2018.

Pendi Kasi Sara prasarana DISPORA Lingga

Lebih jauh katanya, dipilih awal Oktober itu karna di APBD murni belum dianggarkan. Selain mendapatkan tiket liburan,mereka anggota Paskibra akan mendapatkan sagu hati dari Pemkab Lingga.

” Dipilih Kota Tanjung Pinang, karna rentang kendali tidak cukup jauh. mereka anggota paskibra ini kan pelajar, jadi tidak bisa berlama – lama.apalagi tidak dalam suasana libur sekolah, ” Ucapnya.

Selain itu, Pulau Penyengat banyak memiliki hubungan sejarah dengan Lingga satu diantaranya, masjid Raya Sultan yang sudah menjadi icon pulau tersebut. Itu bisa kita lihat dari mimbarnya, ” kemiripan dengan masjid Sultan Lingga, ” Tambahnya.

Diketahui pulau penyengat yang berada di Provinsi Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang banyak memiliki peninggalan bangunan tua bersejarah dan makam pahlawan Raja Ali Fisabilillah dengan karya yang terkenal yakni gurindam dua belas. ( Bran )

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar mengatakan Pemprov Kepri mendukung penuh kegiatan kegiatan internasional yang telah dilaksanakan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan di Kepri.

Hal tersebut dikatakannya saat diwawancarai wartawan di sela-sela dirinya mendampingi Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menghadiri Festival Barongsai di Karimun.

“Yang jelas kegiatan seperti ini akan kita dukung. Kita harapkan festival barongsai ini ke depannya lebih banyak pesertanya,” kata Buralimar, Sabtu, 17 Maret 2018 lalu.

Menurutnya, kunjungan wisatawan asing khususnya ke Karimun dalam tiga tahun ke belakang terjadi penurunan, sehingga dianggap perlu menggelar event event besar untuk dapat menarik wisatawan berkunjung.

“Seperti kegiatan ini kita menargetkan 300 kunjungan wisatawan asing, perlu event- event besar untuk dapat meningkatkan kunjungan,” katanya.

Untuk di Kabupaten Karimun, Buralimar menargetkan kunjungan wisatawan di 2018 dapat mencapai target yang telah ditentukan yakni 100,000 wisatawan.

“Sekarang Karimun diangka 60 ribu, semoga tahun ini dapat mencapai target 100 ribu jiwa. Karena sebelumnya sudah pernah mencapai 90 ribu,” ucap Buralimar. (kmg/ian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Depok – Aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia mewarnai kedatangan Presiden Joko Widodo dalam peringatan Dies Natalis ke-68 UI, Jumat 2 Februari 2018. Mahasiswa menghadiahi Jokowi kartu kuning karena kegagalan pemerintah mengatasi sejumlah persoalan bangsa.

Aksi mahasiswa terbagi di dua titik kawasan Kampus UI Kota Depok yakni di depan Stasiun UI dan Balarung UI.

Di depan Stasiun UI, mahasiswa yang merupakan gabungan BEM UI dan beberapa BEM Fakultas menggelar orasi dan berniat membentangkan banner sekitar pukul 8.00 WIB. Namun, aksi mahasiswa dihadang petugas pengamanan lingkungan kampus yang melarang banner tersebut dibentangkan. Aksi itu juga diwarnai kericuhan karena mahasiswa sempat bersitegang dengan petugas.

Bahkan, petugas membawa dua mahasiswa, yakni Alfian Tegar dan Averus Sina, guna menjalani interogasi di Kantor PLK UI.

Alfian merupakan Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM UI sedangkan Averus, anggota BEM Fakultas Ilmu Administrasi UI. Aksi represif petugas keamanan kampus menuai sorotan mahasiswa dan dinilai sudah tak ramah terhadap aksi mimbar bebas yang kerap dilakukan mahasiswa.‎

“Sebenarnya ini agak aneh, aksi di stasiun sudah sangat biasa dilakukan, kenapa tidak boleh, ada kesalaha pikir seperti apa dari pihak pemangku (pejabat) rektorat,” kata Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI Averous.

Averous menuturkan, kedua rekannya ditangkap untuk diinterogasi petugas Paspamperes. Dia tak heran jika aksi represif terjadi di depan Istana Negara.

Namun, pelarangan atau pemberangusan kebebasan mahasiswa bersuara kritis di lingkungan kampus memunculkan pertanyaan. Apalagi, aksi tersebut hanya diikuti puluhan anggota BEM yang mengkritik sejumlah persoalan bangsa. Dia menegaskan, tak ada dasar hukum melarang penyampaian aspirasi tersebut.

Selain di depan stasiun, aksi lain berlangsung di Balairung Universitas Indonesia. Selepas Jokowi berpidato, seorang mahasiswa berpakaian batik berdiri meniup peluit dan mengacungkan kertas berwarna kuning kepada Jokowi.

Averous mengungkapkan, mahasiswa tersebut adalah Ketua BEM UI Zaadit Taqwa. Aksi tersebut merupaka tindakan simbolis pemberian kartu kuning kepada presiden yang telah melakukan pelanggaran sebagaimana pertandingan olah raga.

“Jokowi sudah melakukan tiga pelanggaran,” kata Averous.

Pelanggaran tersebut adalah membiarkan anak-anak Asmat (Papua) mengalami gizi buruk, beredar wacana (penunjukkan) Plt Gubernur untuk Pilkada oleh pejabat Polri, dan penolakan draf peraturan baru organisasi mahasiswa dari pemerintah yang mengancam kebebasan berorganisasi dan gerakan kritis mahasiswa.

Dari informasi yang diterimanya, Averous mengatakan, ketiga mahasiswa yang sempat dicokok telah kembali Jumat siang. (***)

sumber: rakyat.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Istri Gubernur Kepulauan Riau Hj. Noorlizah Nurdin Basirun menerima kunjungan kerja Pemprov Sulawesi Selatan dalam rangka Lawatan Sejarah di Kepri, Rabu 22 november 2017, di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Sebelum memulai rangkaian acara, terlebih dulu Noorlizah menyambut rombongan dengan coffe break di gedung daerah, selanjutnya bergerak menuju kawasan cagar budaya sungai carang untuk berziarah ke makam Daeng Marewah dan Daeng Celak.

Bukan tanpa alasan Noorlizah membawa rombongan menuju cagar budaya sungai carang, karna lokasi tersebut memiliki historis yang kental terhadap kerajaan melayu di masa lalu, Daeng Marewah sendiri merupakan yang dipertuan muda Riau I 1721-1728 dan Daeng Celak merupakan yang dipertuan muda Riau II 1728-1745 Kerajaan Riau Lingga Johor dan Pahang.

Noorlizah yang memiliki garis keturunan dari salah satu yang dipertuan muda yakni Daeng Marewah berencana untuk mengumpulkan kembali fakta-fakta tentang Melayu-Bugis berdasarkan filosofi yang benar yang tujuannya agar fakta sejarah tidak salah persepsi dan dapat terdata dengan benar.

“Kita sudah berdiskusi dengan Prof. Ima nantinya akan melakukan kerjasama Kepri dan Sulsel untuk menyusun itu,” ujar Noorlizah.

Keinginan Noorlizah tersebut datang ketika Penamaan kata “Daeng” lebih ke arah sejarah Kerajaan di Makasar, keinginan tersebut sejalan dengan pemikiran Ahli Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Sulsel Prof. Hj. Andi Ima.

“Agar tidak salah persepsi nanti kita akan ganti palang-palang penamaan di makam, akan kita tambahkan dengan kata Opu didepannya,” lanjut Noorlizah.

Kunjungan lawatan sejarah sendiri dipimpin oleh Ahli Budaya dari Dinas Kebudayaan Provinsi Sulsel Prof. Hj. Andi Ima Kesuma beserta 21 orang rombongan lainnya ini berlangsung selama 21-24 November 2017 dan dipusatkan di Kota Tanjungpinang.

“Lawatan sejarah sendiri merupakan agenda dari Pemprov Sulawesi Selatan, tentu tujuan kami kesini adalah untuk menelaah sejarah-sejarah khususnya yang ada di Kepri,” ujar Ima.

Selanjutnya rombongan melalui dermaga sungai carang melanjutkan perjalanan menuju Pulau Penyengat untuk selanjutnya berziarah ke beberapa makam antara Raja Hamidah, Raja Ali Haji, Raja Haji Fisabilillah dan Raja Jaafar. (***)

sumber: kepriprov.go.id

TANJUNG PINANG

Selasa | 21 November 2017 | 9:23

Gubernur Terima Kunjungan Manajemen BP Batam

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun menerima kunjungan kerja Badan Pengusahaan (BP) Batam di ruang kerjanya di Istana Kota Piring, Pulau Dompak, Tanjungpinang, 20 november 2017.

Nurdin menyambut baik kedatangan Rombongan Manajemen BP Batam. Dan pada pada kesempatan ini Nurdin mengajak seluruh Stakeholder di Kepri agar dapat terus membangun terobosan-terobosan baru guna meningkatkan perekonomian di Kepri.

“Mari kita bersama membangun Kepri. Untuk itu kita harus terus mengupayakan berbagai terobosan. Terus bangun komunikasi politik serta bagaimana mendorong investasi di Kepri agar terus aktif, intinya kita ingin pertumbuhan ekonomi meningkat dan kesejahteraan masyarakat dapat terjamin,” ujar Nurdin.

Nurdin melanjutkan agar dalam bekerja harus mampu menguasi keadaan lapangan karna menurut Nurdin bahwa Kebijakan Presiden Jokowi sangat jelas apalagi menyangkut pembangunan infrastruktur harus ada kerja yang nyata.

“Agar jika ditanya sudah sejauh program yang kita kerjakan nantinya kita tidak terbata-bata, tentu kita harus mampu menguasai materi dan lapangan karna Presiden Jokowi saja ingin kerja yang nyata maka kita didaerah dituntut untuk mewujudkan hal tersebut,,” lanjut Nurdin.

Tak lupa Gubernur berpesan dalam menjalankan berbagai program kerja yang BP Batam kerjakan agar terus dibangun komunikasi yang intensif antar stakelholder terkait.

“Karna komunikasi sangat penting maka jika ada kendala segera di komunikasikan agar berbagai masalah dapat di selesaikan dan tidak menghabat jalannya proses kerja kita,” pesan Nurdin.

Sementara itu dalam paparannya Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan bahwa Kunjungan Kerja ini untuk memaparkan tentang expose 100 hari Kinerja BP Batam.

“Selain bersilaturahmi, kedatangan kami tentu ingin melaporkan kepada Bapak Gubenur selaku sejauh mana progres pekerjaan yang telah kami kerjakan dan targetkan selesai Tahun 2017 ini,” ujar Lukita.

Adapun Program quick win 100 hari BP Batam yang dipaparkan antara lain:

1. Revisi Perka terkait lahan, UWTO dan pelabuhan.
2. Penyelesaian masalah perizinan tanah dan pencabutan lahan
3. Percepatan pelayanan berusaha dan Peluncuran mall pelayanan publik, 4. Peningkatan komunikasi BP Batam dengan pemangku Kepentingan di Batam
5. Peluncuran Master Plan BP Batam
6. Penanganan permasalahan sosial terkait lahan
7. Rancangan reorganisasi BP Batam
8. Review Perka Tarif Pelayanan BP Batam
9. Pelaksanaan event international dan nasional secara berkala
10. Persiapan pengembangan KEK.

“Kita harus bekerja cepat dan jelas dan tahun ini harus segera selesai, salah satunya tadi untuk membangun komunikasi, kami tiap minggu selalu mengagendakan berbagai pertemuan dengan stakeholder terkait,” lanjut Lukita.

Hadir pada kesempatan tersebut Asisten I Raja Ariza, Kadis Perdagangan Burhanuddin, Kadis Penanaman Modal Azman Taufik, Kadis Tenaga Kerja Tagor Napitupulu dari BP Batam sendiri hadir Deputi Bidang Administrasi Umum Purwiyanto, Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan Yusmar Anggadinata, Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Dwi Eko Winaryo beserta anggota lainnya.(***)

sumber: kepriprov.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur H Nurdin Basirun dan Kapolda Irjen Pol Sam Budigusdian mengecek langsung kesiapan kunjungan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla ke Kepulauan Riau. Jusuf Kalla melakukan kunjungan ke Kepri untuk menghadiri perhalatan Tamadun Melayu Antara Bangsa di Daik Lingga, Ahad 19 november 2017.

Selain itu, Wapres juga akan melantik pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kepri di Batam pada hari yang sama. Nurdin dan Sam Budi meninjau kesiapan di Daik Lingga menggunakan helikopter Super Puma.

Heli yang terbang dari Bandara Hang Nadim Batam itu mendarat pada pukul 10.20 WIB di lapangan sepakbola Sultan Mahmud Ri’ayat Syah, Daik. Di Daik, Nurdin dan Sam Budi disambut Wakil Buoati Lingga M Nizar dan Kalolres Lingga AKBP Ucok Silalahi.

Gubernur dan Kapolda langsung meninjau Gedung Daerah yang dijadikan langsung lokasi perhelatan Tamadun Melayu Antara Bangsa itu. Mereka juge maninjau ruang rapat kantor bupati yang akan dijadikan tempat pemberian gelar adat kepada Wapres Jusuf Kalla.

“Dekorasinya agar ditambah,” kata Nurdin kepada Wakil Bupati Lingga M Nizar. Nurdin langsung memerintahkan Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Kepri untuk mendukung penuh dekorasi dan kesiapan lokasi acara.

Saat di Daik, selain menghadiri perhelatan Tamadun Melayu Antara Bangsa, Wapres Jusuf Kalla juga akan menerima gelar adat Melayu dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri.

Beberapa penandatanganan prasati juga akan dilaksanakan.

Wapres juga akan menyaksikan penandatanganan kerjasama Pemkab Lingga dan Pemkab Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.(***)

sumber: kepriprof.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Penasehat BKOW (Badan Kerja Sama Organisasi-organisasi Wanita) Provinsi Kepri Hj. Noorlizah Nurdin Basirun menerima kunjungan Ketua BKOW Provinsi Sumatera Barat Hj. Wartawati berserta rombongan di Rupatama Lt.4 Kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Tanjungpinang, Jum’at 10 november 2017.

“Selamat datang di Kepulauan Riau yang merupakan bunda tanah melayu, kami menyambut baik kunjungan ini, karna merupakan bentuk menjalin silaturahmi diantara kita,” sambut hangat Noorlizah kepada seluruh rombongan.

Pada kesempatan tersebut Noorlizah juga mengajak kepada seluruh organisasi-organisasi yang ada di Kepulauan Riau untuk menyatukan visi dan misi, bersama dalam mewujudkan pembangunan di Kepri khususnya organisasi kewanitaan.

“Karna peran wanita sangat penting, dalam sebuah organisasi dan terus berikan program-program yang dapat membantu pembangunan di daerah. Maka pertemuan ini juga penting untuk kita saling berbagi informasi dan bertukar pikiran dalam membangun organisasi kewanitaan,” lanjut Istri Gubernur Kepri tersebut.

Ketua BKOW Provinsi Kepri Hj. Risma Rini Arif Fadillah dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada rombongan dan juga menjelaskan sedikit gambaran tentang Kepulauan Riau.

“Semoga Ibu Ketua BKOW Provinsi Sumbar berserta rombongan betah berada di Kepuluan Riau, kita siap untuk berdiskusi saling berbagi informasi terkait organisasi kewanitaan ini,” ujar Risma Rini.

Sementara itu Ketua BKOW Provinsi Sumatera Barat Hj. Wartawati menyampaikan rasa terimakasih atas sambutan yang diberikan ketika datang ke Kepri, kunjungan kali ini bertujuan untuk saling sharing informasi terkait organisasi kewanitaan.

“Kami atas nama Ketua BKOW berserta rombongan menyampaikan rasa terimakasih atas sambutan yang didapat disini, kebetulan kami juga sedang menggelar Sumbar Expo di Batam dan saat ini melakukan kunjungan dan pertemuan untuk sharing informasi terkait keanggotaan wanita,” ujar Istri Wakil Gubernur

Sumbar tersebut. Wartawati melanjutkan bahwa saat ini BKOW telah berdiri sejak Tahun 1968 di Sumatera Barat yang terdiri dari utusan masing-masing organisasi wanita yang ada di Sumbar.

“Saat ini di Sumbar, BKOW merangkul sebanyak 48 organisasi perempuan dan masih banyak yang belum terdata, dengan visi misi yang kami emban kami berharap dapat terwujud berbagai program kegiatan yang nyata dan memberi sumbangsih terhadap pemabangunan di daerah,” lanjut Wartawati.

Acara sendiri dilanjutkan dengan bertukar cinderamata dan berfoto bersama, hadir pada kesempatan tersebut Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Hj. Riawina beserta anggota BKOW Provinsi Kepri, dari rombongan sendiri hadir Istri Wakil Walikota Padang Ety M. Zalmi beserta 28 orang rombongan lainnya. (***)

sumber:kepriprov.go.id

PARIWISATA

Minggu | 01 Oktober 2017 | 14:30

Kunjungan Kapal Pesiar ke Pulau Lombok di Bawah Target

MEDIAKEPRI.CO.ID, Mataram – Realisasi jumlah kunjungan kapal pesiar yang masuk di Pelabuhan Lembar hingga September 2017 masih jauh dari target.

General Manager PT Pelindo III (Persero) cabang Lembar Baharuddin mengatakan dari 24 call (kunjungan kapal pesiar) baru 7 call yang terealisasikan.

“Baru 7 call saja saat ini. Ada 2 juga [kapal pesiar] yang berlabuh di Lombok Utara. Yang di sana itu karena beda paket wisatanya,” ujar Baharuddin di Mataram, Minggu 1 Oktober 2017.

Baharuddin menyebut rendahnya realisasi kapal pesiar yang masuk ke Pulau Lombok salah satunya disebabkan faktor operasional kapal serta perbedaan paket wisata yang ditawarkan operator jasa layanan wisata di Lombok.

Meski masih jauh dari target yang dipatok, pihak Pelindo III tetap optimistis menjelang akhir tahun akan ada lebih banyak kapal pesiar yang masuk.

Hal tersebut didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banyak kapal pesiar yang masuk ke pulau Lombok di luar jadwal yang telah ditetapkan.

Hal tersebut mengingat kondisi pariwisata NTB, khususnya Pulau Lombok yang saat ini tengah banyak dilirik wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Pelindo III cabang Lembar juga memprioritaskan pembangunan dermaga untuk kapal pesiar atau cruise yang akan memasuki Pulau Lombok.

Pasalnya saat ini kapal pesiar besar masih belum bisa bersandar lantaran kondisi infrastruktur seperti lebar alur, kedalaman kolam dermaga dan kapasitas dermaga belum memenuhi.

Selama ini kapal pesiar yang masuk hanya berlabuh dan penumpangnya akan dibawa dengan menggunakan speedboat ke darat.

Berdasarkan data realisasi wisatawan yang masuk menggunakan kapal pesiar ke Lombok pada 2016 oleh Pelindo III cabang Lembar tercatat ada sebanyak 18 kapal pesiar yang masuk dengan total penumpang cruise sebanyak 52.944 orang.

Sumber : Bisnis.com

PARIWISATA

Jumat | 29 September 2017 | 13:39

Kunjungan Wisatawan ke Taman Nasional Komodo Terus Meningkat

MEDIAKEPRI.CO.ID, Labuan Bajo – Balai Taman Nasional (TN) Komodo mengklaim tingkat kunjungan wisatawan di pulau tempat hidup habitat reptil raksasa Komodo (varanus komodoensis) terus saja meningkat.

“Bahkan dari tingkat kunjungan itulah bisa memberi dampak pemasukan keuangan yang cukup signifikan melampaui target yang ditetapkan balai taman nasional. Karena itulah kami belum bisa pastikan pengaruh sampah untuk tingkat kunjungan wisatawan di taman nasional itu,” kata Kepala Balai Taman Nasional Komodo Sudiyono, kepada Antara di Labuan Bajo, Jumat 29 Septembern2017.

Menurut Sudiyono, hingga Agustus 2017, tingkat kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo mencapai angka 60.000-70.000 wisatawan.

Dari jumlah itu, pemasukan uang untuk mengisi pundi-pundi balai yang diberikan kewenangan mengurus pulau komodo itu berjumlah Rp19 miliar lebih. Jumlah ini sangat fantastis dan telah melampaui target tahunan yang ditetapkan oleh balai, sebesar Rp15 miliar setiap tahunnya.

Jumlah ini lanjut dia, akan terus meningkat seiring dengan makin tingginya informasi dan geliat penataan di Pulau Komodo dan kawasan sekitarnya oleh banyak pihak.

Untuk 2016 silam, lanjut dia, capaian pemasukan dari wisatawan ke Pulau Komodo yang masuk dalam kawasan TNK berjumlah Rp 22 miliar. “Jumlah itu dari total jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 90 ribu wisatawan,” katanya.

Memang lanjutnya, meskipun belum ada pengeluhan bahkan belum terjadi dampak langsung buangan sampah di Labuan Bajo terhadap kunjungan wisatawan, namun yang pasti aksi prefentif terus dilakukan.

Kerja sama dengan pemerintah dan WWF Indonesia di Labuan Bajo untuk menggaggas terbitnya peraturan daerah pengelolaan sampah sudah dilakukan. “Kami sedang menanti pelaksanaan peraturan daerah itu yang tentunya harus didahului oleh pengesahannya oleh pak bupati,” katanya.

Dari catatan Balai TNK, produksi sampah yang dihasilkan warga dan rumah tangga masyarakat di Labuan Bajo setiap harinya mencapai 12 meter kubik.

Tentunya sampah dengan segala jenisnya itu harus bisa dikelola untuk kepentingan pemanfaatn sekaligus membangun kepedulian masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem dan sumber daya pesisir dan laut serta biota di bawah air.

Ia mengaku, secara internal, Balai TNK terus melakukan pengelolaan sampah kiriman yang diproduksi warga dan rumah tangga di Labuan Bajo yang mampir ke Pulau Komodo dan perairan sekitarnya. “Kami pungut sampahnya di kawasan pulau komodo, lalu kami pisahkan. Kemudian kami kelola khususnya untuk sampah jenis plastik,” katanya dikutip Antara.

Sumber : Galamedia

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Wakil Bupati Lingga, M Nizar menyambut baik kedatangan tim dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepulauan Riau dalam melakukan kunjungan kerja untuk melakukan diskusi dan silatulrahmi ke Kabupaten Lingga, Rabu, 20 September 2017 siang.

M Nizar yang ikut hadir dalam diskusi dan silahturahmi ini menyampaikan rasa terima kasih nya kepada BPKP Provinsi Kepri yang datang ke Lingga. Dia mengharapkan silahturahmi ini dapat memberikan suatu pembelajaran yang didalamnya menyangkut tentang tata kelola pemerintahan yang baik.

“Saya ucapkan terimakasih. Saya minta seluruh Kepala OPD dan Kepala Desa agar mengikuti diskusi ini dengan cermat. Jika ada yang perlu ditanyakan mengenai penyusunan anggaran dan yang lainnya, tanyakan saja,” ungkap Nizar.

Adapun kunjungan itu dilakukan BPKP Kepri ini sebagai bentuk silaturahmi sekaligus menggelar Forum diskusi bersama dengan seluruh Kepala OPD dan Kepala Desa se-Kabupaten Lingga di Aula Junjungan Negri Kantor Bupati Lingga.

Kepala BPKP Provinsi Kepri, Panijo AK. MM. CA mengatakan maksud dan tujuan kunjungan mereka tidak lain ialah untuk lebih mempererat komunikasi dan kerjasama dengan Pemkab Lingga.

“Kita disini cuma silaturahmi sekaligus berdiskusi sama rekan-rekan OPD dan kades di Lingga nanti,” kata Panijo

Sebagai badan pengawas, dikatakan Panijo, BPKP sangat mendukung keinginan Lingga yang menginginkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih bebas dari praktik KKN.

“Kami mendukung. Cuma ada beberapa yang perlu saya sampaikan diantaranya adalah peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) serta kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah menuju opini Wajar Tanpa Pengecuajalian (WTP). perlu diperhatikan,” kata Panijo

Ia menjelaskan fungsi BPKP sebagai (quality assurance) guna memastikan secara memadai bahwa kegiatan dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku guna mencapai tujuan organisasi.

Untuk itu diharapkan APIP Kabupaten Lingga pun dapat mengawal serta mendampingi pemerintah daerahnya.

Kemudian saat ini ia juga melihat masih banyak hal yang harus dibenahi oleh Pemerintah Kabupaten Lingga, terutamanya terhadap laporan keuangan yang saat ini beropini Wajar Dalam Pengecualian (WDP).

“Saya sarankan beberapa hal untuk menuju Kabupaten Lingga yang lebih baik diantaranya yakni adalah peningkatan kualitas laporan keuangan yang saat ini masih beropini WDP. Dalam hal ini, BPKP melihat ada beberapa permasalahan yakni masalah aset dan juga terkait dengan pengelolaan keuangan desa,” sebut Panijo

Ia menambahkan untuk mencapai opini WTP atas laporan keuangan Pemkab Lingga, maka koordinasi antar OPD dengan pengelolaan aset tetap perlu ditingkatkan karena nilai aset tetap merupakan dominasi dari seluruh laporan keuangan.

Oleh karena itu, Panijo menegaskan persoalan Laporan Keuangan bukan semata tanggung jawab dari BPKAD saja, tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab seluruh OPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga.

“Jika aset ini belum beres, mustahil bisa mendapat opini WTP. Dan aset ini tersebar diseluruh OPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga ini”, tegasnya. (bran/kmg)