Lakukan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pertamina saat ini sedang melakukan normalisasi bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis solar sesuai dengan kebutuhan real masyarakat. Soalnya, sesuai data untuk kebutuhan masyarakat hingga Oktober 2018 ini dinilai sangat tinggi.

BACA: ‘Angin Surga’ Pemerintah Lingga untuk Mahasiswanya di Tanjungpinang

Pertamina menyampaikan untuk kebutuhan tahun 2017 ada sebanyak 89 kilo liter per hari dan tahun sebelumnya, yakni tahun 2016 kebutuhan hanya 86 kilo liter per hari. Dibandingkan sekarang, sebanyak 142 kilo liter per hari pada September 2018 itu terlalu tinggi.

BACA: “Semoga Suara Kami Didengar”, Jerit Transmigran Batubi

“Sehingga, kita melakukan normalisasi di Oktober sebanyak 119 Kilo liter perhari rata-rata,” kata perwakilan Pertamina dalam jumpa pers terkait kelangkaan BBM di Batam di Pendopo Polda Kepri, Kamis, 15 November 2018.

BACA: HAL BIASA… Aksi Heroik Pengguna Jalan Langgar Lantas

Akibat menormalisasi kebutuhan itu sendiri, katanya, maka banyak terjadi antrian panjang.

Kemudian disampaikan juga, sesuai Perpres 191 tahun 2014, katanya, sudah jelas dituangkan kriteria konsumen yang boleh gunakan solar bersubsidi. Agar, tambahnya, bisa mengedukasi masyarakat terhadap produk non subsidi seperti Dexlite.

BACA: Gabriel Lema Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi

“Agar masyarkat mendapatkan produk yang lebih bagus,” sebutnya.

Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Rustam Mansur, SIK menjelaskan bahwa sebagai informasi pertumbuhan kendaraan di Kota Batam, hasil koordinasi dengan Direktorat Lantas Polda Kepri berkisar di angka 2 Ribu sekian perbulannya.

BACA: 72 Tahun Lalu, Perundingan Indonesia-Belanda di Linggarjati

“Kita mengimbau dan menjelaskan kepada masyarakat agar dapat tenang terhadap situasi seperti ini,” katanya.

Melihat antrian yang panjang, katanya lebih jauh, Polda Kepri langsung proaktif melakukan pengecekan. Jika didalam istilah kepolisian, hal seperti ini merupakan adanya Potensi Gangguan. Untuk itu, tambahnya, sebelum menjadi ambang gangguan, apalagi gangguan nyata, dilakukan pengecekkan dan melakukan koordinasi dengan Pertamina.

BACA: Kapolda Jadi Irup, Gubernur Ikut Upacara 73 Tahun Brimob

“Jika ada permainan disana, kita akan melakukan penindakkan sesuai dengan ketentuan hukum dan jenis pelanggarannya,” ujarnya menegaskan.

Tampak hadir dalam jumpa pers tersebut, Dirreskrimsus Polda Kepri, PS Ksbbid PID Bidhumas Polda Kepri, Kepala Region Pertamina, Kadis Sosial yang diwakili oleh Kabid Fakir Miskin, Kadis UKM Kota Batam, Kadisperindag Kota Batam, Kadishub Kota Batam dan Kadis Perikanan Kota Batam. (humas)

BACA: Usulan UMK Bintan Rp3,36 Juta, Langsung Diteruskan ke Pemprov

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pemerintah Kota Batam menyurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait rencana masuknya industri daur ulang plastik ke Batam.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie mengatakan Pemerintah Kota Batam sangat berhati-hati untuk terbitkan dokumen lingkungannya karena lahan Batam terbatas.

“Pemko Batam tidak pernah menolak investasi apapun yang masuk ke Kota Batam. Apalagi yang bawa lapangan kerja. Tetapi faktor lingkungan juga harus kita perhatikan,” kata Herman di Batam Centre, beberapa waktu lalu.

Pada surat yang dikirim ke KLHK, Pemko memaparkan kondisi Batam saat ini. Disebutkan bahwa sampah yang dihasilkan sekarang sudah mencapai 1.000 ton/hari. Dan kondisi ini sudah sangat membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telagapunggur yang luasnya hanya sekitar 46,8 hektare.

Unit pengolahan limbah (incinerator) ada di Batam namun dimiliki pihak swasta. Kapasitasnya 750 kg/jam dengan suhu bakar 400-800 derajat Celcius. Dan tidak memungkinkan dipakai untuk pembakaran sisa produksi industri daur ulang plastik.

“Berdasarkan jurnal-jurnal ilmiah, sampah plastik ini hanya bisa diolah 70-93 persen. Kita nggap teknologi yang dipakai investor ini cukup tinggi, bisa diolah sampai 93 persen.

Ada 7 persen sisa sampah plastik impor yang TPA kita tanggung. Dari 11 perusahaan yang masuk, kita hitung sisa 7 persen dari kuotanya itu maka satu hari menambah beban TPA 100 ton. Coba bayangkan kalau 30 perusahaan,” paparnya.

“Umur TPA kita ini berapa lama. Itu baru dari segi tempat, lahan. Belum lagi dari segi terurainya. Bisa dilihat di TPA Punggur sekarang, masih banyak sampah plastik dari rumah tangga yang menumpuk, tidak terurai. Ini mau ditambah lagi dengan sisa industri daur ulang plastik yang bahan bakunya diimpor. Ini yang sebabkan Pemko Batam sangat berhati-hati,” sambung mantan Camat Lubukbaja ini.

Herman menegaskan bahwa bahan baku plastik yang akan didaurulang pada prinsipnya adalah sampah di negara asal. Bagi industri daur ulang memang menjadi bahan baku. Namun sisa pengolahan akan kembali menjadi sampah yang bebannya pindah ke Kota Batam.

“Sekarang banyak pabrik plastik ingin berdiri. Tapi kuota tak dapat dari pusat. Hampir 100 perusahaan mau izin impor plastik, izinnya tidak dikeluarkan pusat. Pemerintah Indonesia saat ini meminimalkan penggunaan plastik. Artinya jangan sampai kita melarang plastik tapi buat pabrik plastik,” ujarnya.

Surat Pemko Batam ke KLHK ini juga menegaskan keberatan pemerintah daerah jika terjadi impor besar-besaran plastik bekas (reja dan skrap). Dan memohon Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun untuk mempertimbangkan masalah lingkungan dalam penerbitan rekomendasi terhadap permohonan impor plastik bekas ke Kota Batam.

“Sampah plastik jangka panjangnya akan menghasilkan permasalahan berupa mikroplastik. Mikroplastik tersebut dapat masuk ke dalam jaringan tubuh manusia melalui rantai makanan. Sampah plastik juga merusak estetika dan mengancam sektor pariwisata.

China saja sudah menutup seluruh industrinya karena sadar bahaya plastik ini. Apabila Batam menampungnya, bagaimana kelestarian lingkungan Batam dan dampaknya terhadap anak cucu kita nanti,” kata dia. (***)

sumber: mediacenter.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman- Memasuki hari keempat TMMD Reguler Ke-103 Kodim 0732/Sleman Kemenag Kabupaten Sleman mengadakan penyuluhan dengan mengambil tema Undang-undang Perkawinan yang disampaikan oleh bapak Kepala KUA Desa Balecatur. Kamis, 18 Oktober 2018.

Oleh karena itu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman meminta kepada masyarakat untuk memahami dan tahu tentang masalah perkawinan.”Jadi kita ada penyuluh agama yang ada di desa balecatur ini, melalui mereka inilah kita sebarkan pemahaman dan ketentuan bagi masyarakat yang akan mengajukan Nikah maupun proses perceraian” ujar Kepala KUA Desa Balecatur.

Lanjutnya lagi, sehingga untuk mencegah pernikahan dibawah umur terjadi di Desa Balecatur Pihaknya melalui staf di Kecamatan seperti Kantor Urusan Agama (KUA) terus memberikan himbauan kepada masyarakat agar undang-undang perkawinan benar bisa dipahami oleh semua lapisan masyarakat kususnya warga desa balecatur.

Diakuinya, meski pun tenaga penyuluh agama di Kabupaten Sleman termasuk masih kurang, namun para penyuluh tetap melaksanakan Tugas dan Fungsi nya dengan baik untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat.

“Kalau tenaga penyuluh agama ini dibilang cukup, pasti kurang. Tapi kita bersyukur karena Pemerintah sudah mengangkat penyuluh non PNS di Kabupaten Sleman,” bebernya.

Dirinya menambahkan, para penyuluh agama itu juga sudah diberikan pembekalan supaya dalam melakukan pembinaan terhadap masyarakat. Terutama tentang undang-undang perkawinan betul memahami. (Zhoel)

BAKTI TNI

Jumat | 19 Oktober 2018 | 10:00

Satgas Lakukan Pembagian Tugas Kerja Bersama Warga.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Rembang – Komunikasi adalah sistem aliran berita yang menghubungkan kinerja antar bagian dalam organisasi sehingga menghasilkan suatu sinergi. Dalam melaksanakan proses pekerjaan yang menyangkut orang banyak diperlukan komunikasi aktif sehingga terjadi keselarasan dan keterpaduan dalam pekerjaan.

Pagi ini Satgas (Satuan Tugas) TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang bersama warga yang membantu pekerjaan, memulai pekerjaannya diawali dengan rembugan untuk berkoordinasi agar pekerjaannya dapat tepat sesuai sasaran. Rabu, 17 Oktober 2018.

Mereka berkumpul terlebih dahulu, yang dipimpin oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Pasedan Kecamatan Bulu (Serda Umar Said) menyampaikan beberapa poin yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan dihari ini.

“Kami kumpulkan semua yang bekerja dipagi ini, dengan tujuan untuk membagikan informasi mengenai apa-apa yang harus kami kerjakan dan sasaran yang sudah diplot menjadi tujuan dalam mengutamakan pekerjaan”. Tutur Umar Said.(0720)

BAKTI TNI

Kamis | 18 Oktober 2018 | 8:51

Semangat Lakukan Pengecoran Jalan Dukuh Ngotoko

MEDIAKEPRI.CO.ID, Rembang – Pembangunan adalah suatu usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, selain itu juga untuk memberikan pelayanan yang memadai dan memberikan bantuan infrastruktur yang nantinya dapat digunakan untuk kepentingan hidup orang banyak.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 TA 2018 Kodim 0720/Rembang, saat ini memasuki hari ke 2 setelah dibukanya program pembangunan, saat ini Satgas TMMD mulai melakukan pengerjaan-pengerjaan fisik baik itu pengecoran jalan, makadam jalan dan lain-lain.

Bersama warga setempat Satgas TMMD siap melaksanakan tugas yang telah dibebankan kepadanya, sehingga mereka selalu bertanggung jawab atas tugas tersebut.

Masing-masing sasaran fisik telah dibagikan pada tiap-tiap kelompok kerja, pada kelompok pengecoran jalan telah mulai dikerjakan sesuai draft yang telah ditentukan.

Bagian pengecoran dihari ini semangat gotong royong dilakukan membuat pekerjaan terasa ringan dan sudah mencapai 20%. Sebagai koordinator tenaga kerja, Serma Selamet selalu memonitor dan mengecek setiap pos pekerjaan.

“Kami sebagai Satgas TMMD sangat berterima kasih kepada warga yang telah membantu pekerjaan kami, sehingga pekerjaan ini bisa berjalan dengan sesuai harapan”, Ujar Serma Selamet. (0720)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Rembang – Di lapangan Sepakbola Desa Kemadu kecamatan Sulang yang nantinya akan di gunakan sebagai tempat Upacara Pembukaan TMMD REGULER ke 103 Kodim Rembang.

Peltu Kholik Mahmudi bersama – sama anggota Koramil 05 / Bulu membersihkan dan merapikan lapangan Desa Kemadu.12 Oktober 2018

Karena keterbatasan sarana lapangan yang ada di Desa Pasedan tempat upacara pembukaan akhirnya di pindah ke Lapangan Desa Kemadu,hasil koordinasi antara Pasiter Kodim Rembang dengan Danramil Bulu Kapten Inf Mustamir supaya cari lapangan.

Upacara yang bisa mencukupi pasukan upacara berskala besar,karena nantinya akan melibatkan pasukan upacara dari TNI,POLRI dan Satuan pendukung yang ada di Kabupaten Rembang.

Adapun persiapan yang tengah dilakukan antara lain memperbaiki kondisi lapangan dengan meratakan lapangan, membersihkan lapangan dan melengkapi peralatan yang dibutuhkan selama upacara pembukaan.

Termasuk didalamnya koordinasi dengan berbagai pihak untuk kegiatan tambahan untuk mewarnai pelaksanaan upacara pembukaan seperti pentas seni, bazar dan kegiatan lainya. (rilis)

SELEBRITIS

Senin | 24 September 2018 | 11:55

Takut Ditinggal Suaminya, Nia Ramadhani Rela Lakukan Ini

MEDIAKEPRI.CO.ID – Nia Ramadhani dan Ardiansyah Bakrie telah menikah selama 8 tahun.

Dari pernikahan ini keduanya telah dikaruniai 3 orang anak.

Nia Ramadhani saat itu menikah di usia yang masih sangat muda yaitu 20 tahun.

Ia pun mengakui merasa sempat kewalahan saat merasakan mengurus anak untuk pertama kalinya.

Namun lama kelamaan Nia pun terbiasa mengurus anaknya.

Meski telah melahirkan 3 orang anak, tubuh Nia Ramadhani pun masih terlihat terjaga dengan baik.

Ia kerap membuat banyak wanita iri dengan bentuk tubuh seperti ABG.

Bukan tanpa perjuangan, presenter berusia 28 tahun ini harus berusaha keras menjaga bentuk tubuhnya dengan diet dan olahraga.

Nia Ramadhani mengutarakan caranya menjaga berat badan saat diwawancarai oleh Irfan Hakim.

Nia mengaku jika dirinya rela berjuang untuk tetap kurus bukan karena permintaan suami melainkan karena dirinya sendiri.

“Itu yang pengen kurus itu lu sendiri apa suami lu?” tanya Irfan Hakim yang dikutip Grid.ID dari YouTube deHakims Ahad, 23 September 2018.

“Aku, karna suami aku ga pernah ngomong, jadi aku takut dia ngomong dalam hati aja,” ungkap ibu 3 anak ini.

Nia pun menambahkan jika dirinya merasa eneg dengan dirinya sendiri saat mengaca di depan cermin.

“Karna pas ngaca kemaren, pas lagi gendut, gue eneg liat badan muka gue sendiri, gue aja eneg gimana suami gue kalau kayak gini gitu.”
Jelas Nia lagi.

Irfan Hakim pun memuji ibu-ibu yang telah merelakan badannya membengkak demi sang anak dan menguruskannya kembali demi suami.

Presenter ‘Ngopi Dara’ ini juga beralasan tak ingin ditinggal suaminya jika berbadan gemuk.

“Gue daripada ditinggalin boo, daripada jelek-jelek gitu dia kan eneg, gue aja eneg liat muka gue,” imbuh Nia.

Ia pun memberikan beberapa tips diet yang sudah pernah diterapkannya saat itu.

Saat malam hari, Nia hanya makan satu buah alpukat, sedang pagi hari sarapan dengan telur dan siang hari cukup dengan daging ayam tanpa nasi.

“Waktu aku diet banget itu aku malem-malem makan alpukat aja, itu it works, beneran. Makan pagi telor, diomelet gitu, trus makan siang tuh ayam ga pake nasi,” jelas Nia Ramadhani.

Selain itu tantangan terbesarnya selama diet adalah ngemil.

Ia harus menahan untuk tak ngemil sepanjang hari dan memilih tidur jika masih lapar malam harinya. (***)

sumber: grid.id

KEPRI

Minggu | 16 September 2018 | 9:33

Lakukan Inovasi Terhadap Pemanfaatan Lingkungan yang Sehat

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan keberadaan lingkungan harus dimanfaatkan baik oleh masyarakat. Apalagi yang berkaitan dengan kapasitasnya sebagai lokasi untuk pemanfataan tanaman kesehatan.

“Kita terus melakukan inovasi terhadap pemanfaatan lingkungan yang sehat,” ujar Nurdin sesaat setelah melakukan pertemuan dengan Tim Penilai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Kementerian Kesehatan RI di Hotel Harmoni Nagoya, Batam, Jumat, 14 September 2018.

Untuk Kepulauan Riau sendiri, Kabupaten Karimun merupakan daerah yang masuk kategori baik dalam hal pengengembangan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga. Hal ini sudah terdata oleh kementerian dan sedang dilakukan tahap verifikasi.

Dalam perkembangannya sendiri, produk-produk tanaman obat keluarga dari Kabupaten Karimun telah membuahkan hasil dalam tingkat perlombaan di tingkat Nasional.

Nurdin berharap kemampuan ini tidak hanya dimiliki oleh Kabupaten Karimun, namun juga menyebar dan merata di seluruh Kepri dalam membangkitkan potensi pemanfaatan tanaman obat tersebut.

“Semua daerah harus dapat mengembangkan dan menghasilkan produk nya sendiri, kesehatan terjaga, kesejahteraan meningkat,” ujar Nurdin.

Pemerintah Daerah sendiri, kata Nurdin terus melakukan terobosan dan himbauan kepada masyarakat Kabupaten dan Kota untuk dapat menggerakan kemampuan dalam pemanfaatan lingkungan itu.

“Kita akan melakukan kolaborasi seperti dengan dinas pertanian, lingkungan hidup juga Tim penggerak PKK untuk ikut andil menyiapkan dan mengembangkan potensi dari kemampuan pemanfaatan lingkungan di semua daerah di Kepri,” tambah Nurdin lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tjetjep Yudiana mengatakan bahwa kedatangan tim penilai dari Kementerian Kesehatan sendiri merupakan penjabaran tugas dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat dalam rangka Pengembangan Tanaman Obat Keluarga.

“Ini penting mengingat sekarang ini harga obat semakin mahal,” kata Tjetjep.

Tjetjep melanjutkan, bahwa tujuan dari keberadaan lingkungan yang berbasis tanaman obat keluarga tersebut membuat kesadaran masyarakat lebih meningkat seiring sadar akan pentingnya lingkungan untuk terus dijaga dan dimanfaatkan dengan maksimal.

“Agar masyarakat yang sehat tetap sehat dan yang sakit bisa tersembuhkan,” lanjut Tjetjep.

Adapun Tim penilai Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes tersebut yang datang untuk melakukan penilaian adalah dr. Nur Indah, MK dan Siti Munawaroh, SKM.MK. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga- Ikatan mahasiswa Kabupaten Lingga,( IMKL) Tanjung Pinang desak proses pembebasan lahan asrama agar segera direlisasikan mengingat Anggaran pembelian lahan asrama sudah dianggarkan.

Ketua Ikatan Mahasiswa Lingga Norbaryansyah kepada mediakepri.co.id Jum’at 7 September 2018 mengatakan, informasi ini kami Mahasiswa ketahui dari Pak Bupati langsung Ketika silahturhami kemarin.

” Terkhusus Organisasi perangkat daerah (OPD) Bagian Tapem untuk Segera Melaksanakan Koordinasi dengan Pihak pihak terkait, agar Pembebasan Lahan Asrama Permanen Mahasiswa Lingga dapat segera dilaksanakan, ” ujarnya.

Dikatakan riyan, tentu koordinasi itu harus dilakukan pihak tapem bersama Kejaksaan, BPN, KJPP agar tidak meninggalkan proses regulasi yang diamanahkan UU.

Untuk diketahui anggaran pembelian lahan Asrama permanen Mahasiswa Lingga Kota Tanjung Pinang sudah masuk dalam pembahasan Apbd p 2018 beberapa waktu lalu.( Bran )

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam- Bersempena memperingan hari Kemerdekaan RI ke 73, Dewan Pengurus Kota (DPK) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Batam pada Sabtu, 25 Agustus 2018 lalu melakukan kegiatan bakti sosial di Bukit Bismillah kawasan Barelang.

Kegiatan bakti sosial dalam bentuk penghijauan dan pembagian bibit tanaman kepada para petani tersebut, diikuti jajaran pengurus HKTI Batam dan pengurus-pengurus kecamatan di bawah binaan HKTI Batam.

Tampak hadir Anggota DPRD Kepri, Hj Asnah dan Ustadz Asep Rabbani selaku Pimpinan Yayasan Bukit Bismillah Barelang.

Ketua DPK HKTI Batam Gunawan Satary mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian dari beberapa Kegiatan Baksos HKTI Batam yang berupa Gerakan Penghijauan dan pembagian bibit tanaman kepada para petani, khususnya para anggota HKTI.

Kegiatan ini mudah-mudahan bisa memiliki nilai tambah baik secara ekologis maupun ekonomis.
Terkait kegiatan ini, HKTI Batam menyiapkan bibit-bibit tanaman, baik berupa tanaman Pelindung maupun Tanama Produktif.

“Tanaman pelindungnya kita siapkan berupa Mahoni, Pulai dan Trembesi. Sedangkan tanaman produktifnya antara lain, Matoah, Petai, Jengkol, Nangka Sirsak dan Durian,” tambah Gunawan.

Dikatakan Gunawan, pelaksanaan pembagian Ribuan bibit pohon ini juga tidak terlepas dari kerjasama dan dukungan berbagai pihak yang ikut berpartisapasi.

Antara lain, BPDASHL Sei Jang Duriangkang Kepri, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Perempuan Tani HKTI Kepri dan Barisan Muda Kosgoro 57 Kepri. Terkait hal itu, ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas partispasi mereka.

“Semoga aksi kepedulian seperti ini bisa terjalin untuk masa-masa selanjutnya,” ucap Gunawan.

Sementara itu di tempat yang sama, Pimpinan Yayasan Bukit Bismillah Asep Robbani menambahakan, pihaknya menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh HKTI Kota Batam.

Ia menyebut apa yang dilakukan HKTI Batam sebagai langkah konkrit bagi lingkungan hidup dan kesejahteraan dunia pertanian, khususnya di Batam.

Ustadz Asep mengamati HKTI Batam selama ini cukup intens memberikan sokongan bagi dunia pertanian di Batam, baik berupa konsultasi, pendampingan dan fasilitasi kepada pihak stakeholder.

“ Harapan saya semoga apa yang dilakukan oleh HKTI, dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para petani, untuk kemajuan dunia pertanian di Batam,” tambah Ustadz Asep.(eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyalurkan bantuan kepada nelayan yang ada di wilayah Kabupaten Karimun, dengan total senilai Rp15,6 Miliar.

Penyaluran bantuan dilangsungkan di pantai Pak Imam, Kelurahan Baran Timur.

Bantuan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karimun tahun 2018 sebesar Rp 13 miliar dan Dana Alokasi Khusus Tahun 2018 sebesar Rp 2,6 miliar.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karimum, Rufindy Alamjah mengatakan bantuan yang disalurkan diantaranya, 5 unit Kapal Pompong berkapasitas 2 GT, 32 Sampan bermesin Ketinting dan puluhan jaring ikan dan udang.

“32 sampan ini nantinya akan dibagikan kepada para nelayan,” ungkapnya, Senin, 13 Agustus 2018.

Sementara itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq berharap agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para nelayan.

“Memang tidak banyak tapi kami berharap agar ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Mudah-mudahan tahun depan dapat diprogramkan lagi,” kata Rafiq. (kmg/Parulian Turnip)

BATAM

Jumat | 10 Agustus 2018 | 16:13

Semester Pertama 2018, BPJSTK Nagoya Lakukan Ini

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Semester I 2018, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Batam Nagoya telah menyalurkan klaim hingga lebih dari Rp 156,5 miliar.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Surya Rizal mengatakan klaim dibayarkan untuk 14.649 kasus Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKm), dan Jaminan Pensiun.

“Klaim JKK sepanjang Januari-Juni 2018 dibayarkan Rp 9.825.649.780 untuk 1.979 kasus. JHT yang dibayarkan mencapai Rp 144.716.290.922 untuk 11.931 kasus. Dan JKm sebesar Rp 1.440.000.000 untuk 69 kasus,” papar Surya, Kamis 9 Agustus 2018.

Sementara Jaminan Pensiun dibayarkan sebanyak Rp 529.912.920 untuk 670 kasus. Menurutnya Jaminan Pensiun ini paling banyak dibayarkan di bulan Juni. Angkanya mencapai 360 kasus dengan jumlah Rp 283.015.534,74.

Untuk meningkatkan angka kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya terus melakukan sosialisasi manfaat empat macam jaminan. Terbaru, sosialisasi juga dilakukan di acara maraton yang dihadiri 250 pelari dari berbagai daerah, akhir pekan lalu.

“Kami membagikan brosur baik di stan maupun di area perlombaan. Petugas BPJS Ketenagakerjaan juga berinteraksi dengan peserta maraton dan pengunjung untuk memaparkan pentingnya manfaat empat program tersebut,” ujarnya. (*)

sumber: mediacentre.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyuwangi – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Asman Abnur mengingatkan agar seluruh pelayanan publik yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dapat memberi kemudahan bagi masyarakat dengan tidak berbelit dalam memberi perizinan. Sebagai penyelenggara negara, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memberi kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat.

“Banyak perubahan yang terjadi di Banyuwangi ini, dan kita akan dorong terus agar terwujud jiwa hospitality ASN, dan para penyelenggara negara agar tidak memberikan izin yang berbelit belit,” ujarnya dalam kunjungan kerja di Jawa Timur, yang diawali dengan meninjau MPP Banyuwangi, Senin, 6 Agustus 2018.

Menteri menegaskan agar para petugas terutama yang behubungan langsung dengan masyarakat, memiliki jiwa hospitality atau keramah tamahan. Dengan demikian masyarakat merasa nyaman dan terbantu saat mengurus perizinan.

Selain itu ia juga berharap agar jenis layanan yang ada di MPP dapat terus ditambah. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pelayanan yang diselenggarakan Polres Banyuwangi serta instansi lain dapat ikut tergabung dalam Mal Pelayanan Publik (MPP).

Dari MPP, Menteri Asman mengunjungi Polres Banyuwangi dan meninjau kebeberapa unit layanan. Disampaikan bahwa aparat kepolisian harus memberi pelayanan maksimal dengan memberi kemudahan layanan.

Menteri juga mendorong Polres Banyuwangi terus melakukan inovasi pelayanan publik terutama berbasis Teknologi Informasi (TI), sehingga dapat mengurangi penyimpangan pelayanan, serta memangkas birokrasi perizinan.

Turut mendampingi Wakil Jaksa Agung RI Arminsyah, Asrena Polri Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, Sekretaris Mahkamah Agung RI Achmad Setyo Pudjoharsoyo, Sekjen Kementerian Hukum dan HAM Bambang Rantam Sariwanto, Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PANRB M Yusuf Ateh, Deputi Bidang Pelayanan Publik Diah Natalisa, Staf Khusus Menteri Bidang Politik Noviantika Nasution, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Indra Gobel, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, serta Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman.

Sejak diresmikan oleh Bupati Abdullah Azwar Anas pada tanggal 6 Oktober 2017, MPP Kabupaten Banyuwangi membawa dampak yang cukup signifikan bagi pelayanan terhadap masyarakat.

Hal itu ditandai dengan semakin meningkatnya kepuasan masyarakart terhadap pelayanan di Mal Pelayanan publik mencapai 84 persen. Selain pengurusan dokumen yang tepat waktu, masyarakat juga bisa mengurus beberapa dokumen dalam waktu yang bersamaan.

Istimewa

MPP Banyuwangi memiliki 142 pelayanan yang diri dari 103 layanan dari Pemkab dan 39 jenis pelayanan dari instansi vertikal, antara lain BPN, Pajak, Imigrasi dan pelayanan Kepolisian.

Tahun 2018 ini Pemkab Banyuwangi terus melakukan peningkatan pelayanan di MPP yang saat ini menempati lantai dasar gedung berlantai 3, dengan mengoptimalkan lantai dua dan tiga, serta menambah berbagai sarana dan prasarana.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih atas suport dari Menteri PANRB yang mendorong sejumlah lembaga lain untuk membuka pelayanan publik di MPP Banyuwangi, seperti pelayanan pembuatan paspor, pelayanan dari pihak kejaksaan dan lain-lain.

“Pemkab Banyuwangi terus melakukan perbaikan pelayanan dan memfasilitasi agar tambahan pelayanan terintegrasi dengan lembaga lain bisa segera terwujud,” ujarnya. (***)

Sumber: humaskemenpanrb

MEDIAKEPRI.CO.ID, Taput –  Banjir Simanjuntak Balon Bupati Taput (Tapanuli Utara) Pilkada 2014 berencana melaporkan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan melakukan penipuan dan atau penggelapan (pelanggaran Pasal 378 KHUP) sebanyak Rp 5,9 miliar lebih dengan alasan pembelian sebuah apartemen di Jakarta.

Dipaparkan kepada awak media, Kamis, 2 Agustus 2018 awal adanya transaksi permintaan uang bernilai Rp 5,9 miliar lebih adalah atas pertimbangan persahabatan baik Banjir dan Nikson sejak 2014 silam, yang mana Banjir Simanjuntak yang gagal diputaran pertama dan atas mediasi David Hutabarat kala itu mengajak Banjir Simanjuntak bergabung mendukung Nikson Nababan pada putaran kedua.

“Desember 2015 pertama sekali melakukan pembicaraan yang sangat serius dengan Nikson Nababan. Nikson Nababan menyampaikan ada niat untuk membeli apartemen di Jakarta, alasannya apabila Nikson Nababan berangkat ke Jakarta selalu dikerumuni teman-temannya di hotel”,ucap Banjir.

“Berikan Pak Banjirlah dulu uang kepada Indra Simaremare biar[cut] dapat saya belikan apartemen dan Bapak sampaikan kepada Indra Simaremare ini pesan dari saya,” terang Banjir Simanjuntak menirukan percakapan Banjir Simanjuntak dengan Nikson Nababan pada tanggal 14 Desember 2015.

“Keesokan harinya saya menemui Indra Simaremare ke kantor Bappeda. Saya menceritakan perbincangan dengan Nikson Nababan. Pada saat itulah Indra Simaremare meminta Rp500 juta rupiah”,tutur Banjir kepada awak media.

Selanjutnya dipaparkan Banjir Simanjuntak pada tanggal 31 Desember 2015, Kepala Dinas PUPR Ir Anggiat Rajagukguk meminta Rp 50 Juta dan hal ini dia pertanyakan kepada Indra Simaremare karena belum ada perintah dari bupati Nikson Nababan kepadanya.

“Kemudian Indra Simaremare mengatakan kepada saya agar diberikan saja. Dan pada 15 Juni 2016 Kepala Bappeda Taput, Indra Simaremare, meminta kepada saya sebesar Rp 500 juta melalui pengiriman Bank Sumut. Begitulah terus berlanjut sehingga terkumpul sebesar Rp 4.625.000.000 melalui Indra Simaremare,” ungkapnya.

“Dana Rp 5,9 miliar lebih mengalir kepada sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah atas persetujuan Nikson Nababan selaku bupati Tapanuli Utara”,tutup Banjir mengakhiri keterangannya kepada awak media. (***)

sumber: topinformasi.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pati – Video penggerebekan seorang oknum kepala desa yang sedang berbuat mesum beredar di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh pengguna akun Facebook Siti Wulan sejak Selasa, 17 Juli 2018.

Pada video tersebut tampak kerumunan warga yang emosi setelah menangkap basah seorang pria yang disebut sebagai kepala desa setempat sedang berbuat mesum di kebun singkong.

Tampak pula dalam video sebuah mobil patroli dan beberapa anggota polisi berada di lokasi berupaya mengamankan situasi.

Menurut informasi kejadian tersebut terjadi di sebuah desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Senin, 16 Juli 2018

Oknum kepala desa tersebut disebut berbuat mesum dengan seorang warganya yang telah bersuami.

Sehari setelah aksi penggerebekan di kebun singkong, warga desa melakukan aksi demo di Kantor Bupati Pati.

Pada video lain, tampak warga sedang melakukan aksi demo di kantor bupati Pati.

Menggunakan beberapa truk, warga berkonvoi menuju kantor bupati Pati.

Tujuan warga melakukan aksi demo adalah menuntut Bupati Pati untuk mencopot oknum kepala desa tersebut secara tidak terhormat.

Alasan warga meminta kepala desa dicopot karena telah berbuat asusila dan memberi contoh perbuatan tercela kepada warga.

Selain itu warga juga menuntut transparansi penggunaan dana desa.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak terkait. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Penumpang pesawat Air China harus mengalami ketakutan saat pesawat mereka jatuh ke 10.000 kaki.

Pesawat anjlok karena seorang kopilot menghisap rokok elektrik.

Pesawat ini anjlok pada Selasa, 10 Juli 2018.

Hal dramatis pun terjadi saat kadar oksigen di kabin menurun.

Namun, pesawat ini mampu naik kembali dan melanjutkan penerbangan.

Seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Ahad, 15 Juli 2018, penurunan kadar oksigen dikaitkan dengan ulah kopilot yang nge-vape di pesawat.

Padahal, peraturan penerbangan China melarang penumpang menggunakan e-rokok pada penerbangan sejak 2006.

Hal ini bisa mengakibatkan asap menyebar ke kabin penumpang.

Untuk ‘mengatasi’ hal ini, kopilot mencoba menyalakan kipas angin agar asap rokok tak sampai kabin.

Sebuah foto yang diunggah seorang netizen ke situs mikroblog Weibo memperlihatkan masker-masker oksigen yang bergelantungan di dalam kabin penumpang pesawat Boeing milik maskapai Air China yang terbang dari Hongkong menuju Dalian, Selasa, 10 Juli 2018 malam.

Namun ia justru mematikan unit pendingin udara.

Saat awak kabin lain menyadari, maka mereka segera menyalakan AC.

Penerbangan Sipil China (CAAC) mengatakan, penyelidikan atas insiden itu sedang berlangsung dan sedang menganalisa perekam data penerbangan pesawat.

Sebelumnya warganet di China mencurigai pilot menyalakan rokok saat penerbangan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Satlantas Polres Karimun melaksanakan kegiatan pengecekan kendaraan dan cek urine kepada para pengemudi angkutan umum di terminal Bukit Tembak Kecamatan Meral, Kabupaten karimun, Sabtu, 9 Juni 2018.

Dalam kegiatan tersebut, Kasat Lantas Polres Karimun beserta anggota berjumlah 5 personel, Kadishub Kabupaten Karimun 7, BNN Kabupaten Karimun 1 orang dan dari Urkes sebanyak 2 orang tampak melakukan pengecekan kepada para pengemudi.

Kasat Lantas Polres Karimun AKP Tengku Fazrial Kenedy mengatakan, terlaksananya kegiatan pengecekan kondisi kendaraan bermotor angkutan umum dan pengecekan kesehatan dan tes urine di wilayah kabupaten Karimun guna mengantisipasi terjadinya laka lantas.

“Terciptanya kelengkapan kendaraan angkutan umum dan dalam keadaan sehat saat mengemudi kendaraan terhadap pengemudi angkutan umum,” kata Kennedy Senin, 11 Juni 2018

Kennedy menambahkan, selain melakukan kegiatan pengecekan kondisi kendaraan bermotor angkutan umum dan tes urine bersama instansi terkait.

Pihaknya juga melakukan pemasangan sticker dan pembagian brosur keselamatan berlalulintas.

“Selain itu, kita jugaelakukan kegiatan pemasangan sticker dan pembagian brosur keselamatan dalam berlalu lintas terhadap pengemudi angkutan umum,” tambahnya. (kmg/ian)