Lingga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemkab Lingga melalui bidang pemuda dan olahraga menggelar turnamen sepak bola U-15.

Pertandingan perdana antara Pelajar Kecamatan Singkep dan Kecamatan Lingga di lapangan Sultan Mahmud Riayat Syah III, Daik Lingga, Rabu 3 April 2019.

Laga perdana ini dipersiapkan agar Kabupaten Lingga bisa tampil maksimal. Laga yang dilakoni juga, meningkatkan sarana mental tanding para atlet pelajar. Kegiatan bergengsi sepak bola usia muda ini juga akan dilaksanakan di Kabupaten Lingga.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Rustam mengatakan pertandingan perdana ini dipersiapkan dulu matang-matang agar hasilnya tidak mengecewakan. Sejalan dengan misi tersebut, pihaknya juga akan turun ke pulau-pulau untuk menyeleksi atlet-atlet berpotensi guna memperkuat tim u-15 Kabupaten Lingga.

Setelah mendapat skuad terdiri dari 20 pemain, para atlet akan menjalani pemusatan latihan.

“Sekarang uji coba. Nanti seleksinya, baru kita adakan pembinaan lebih intensif lagi.

Selain itu, seleksi juga dilakukan secara transparan memilih bibit berkualitas. Sebagaimana sebelumnya, pada piala gubernur tahun 2018 lalu, yang mana hasil tim u-15 Lingga tahun 2018 berada di posisi runner up. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemerintah Kabupaten Lingga, Junaidi Adjam terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Lingga.

Bentuk sikap optimis itu sendiri ditunjukkannya dengan melakukan penandatanganan surat pernyataan melaksanakan tugas (SPMT). Dengan begitu, untuk efesiensi waktu, para pengajar bisa langsung bertugas.

BACA JUGA

18 Prajurit Yonkomposit 1/Gardapati Naik Pangkat

Gapai Cita-cita yang Sudah Ditekadkan

Sebanyak 150 SK CPNS kepada tenaga pengajar melalui seleksi CPNS Kabupaten Lingga menerima SPMT yang diserahkan di Daik Lingga Komplek Reflika Istana Damnah, Selasa 2 April 2019.

“SPMT yang diberikan ini agar para pengajar dapat langsung bertugas demi efesiensi waktu tanpa harus ke kantor dinas lagi,” kata Adjam.

Dikatakan Junaidi Daerah yang di tempatkan guru-guru CPNS ini memang Daerah yang minim guru. Lebih jauh katanya, harapan Pemerintah Daerah terutama Dinas Pendidikan, ratusan guru baru ini dapat melaksanakan tugas dengan baik.

“Sekolah menanti kedatangan mereka, jaga disiplin dan siap berkomunikasi dengan masyarakat, itu yang penting ,” ujarnya. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Ribuan peserta STQ dan pasukan penggembira dari 13 Kecamatan se Kabupaten Lingga meriahkan pawai ta’aruf Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) VIII tahun 2019 tingkat Kabupaten Lingga, Minggu, 17 Maret 2019.

Iringan musik drumband pasukan penggembira serta atribut yang ditampilkan para kafilah disetiap Kecamatan sembari menghangatkan suasana pawai yang berlangsung. Satu diantaranya, Kecamatan Senayang menampilkan atribut alat peraga tangkap tradisional seperti miniatur kelong ikan teri yang memiliki filosofis sebagai mata pencaharian di Kecamatan Senayang.

Peserta yang memulai perjalanan di halaman Kantor Bupati Lingga dan berakhir di depan Masjid Sawah Indah. Masing-masing peserta pawai menampilkan berbagai macam kreasi baik yang dibawa berjalanan kaki, maupun dibawa menggunakan kendaraan. Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB berakhir hingga pukul 10.00 WIB.

Bupati Lingga Alias Wello melalui Wakil Bupati Lingga M Nizar menyampaikan Pawai Taaruf juga adalah merupakan syiar agama. Keberagaman, kata dia tidak menjadi masalah di Kabupaten Lingga. Selain syiar, pawai itu juga nantinya akan dinilai.

“Insyaallah kegiatan yang kita lakukan ini akan mendapat penilaian. Nanti ada juara dan ada team yang akan menilai itu,” kata Nizar kepada seluruh kafilah.

Pawai yang berlangsung, lanjut Nizar, diharapkan tetap berjalan sesuai dengan harapan dan tetap mampu menjaga keamanan. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Lebih kurang satu bulan dilanda panas. Adapun debit air di bak resover terus mengalami pengurangan. Kondisi ini akan menjadi keprihatinan di Daik Lingga,

Berkurangnya debit air ini menjadi keprihatinan warga, khususnya berada di kota Daik Lingga. Dimana negeri yang dijuluki bunda tanah Melayu memiliki sejumlah wisata yang menarik, keindahan alam masih asri, sangat mustahil ketika Daik Lingga di landa Kekeringan.

Dibuktikan Lingga memiliki lebih kurang 7 sumber mata air terjun, satu diantaranya air terjun tande yang menjadi suplai masyarakat Daik Lingga.

Wakil Ketuanya MPC Pemuda Pancasila (MPC PP) Lingga, Zakaria mengatakan pemerintah Daerah harus duduk bersama dengan DPRD, untuk memberikan solusi. Melalui pertemuan tersebut agar permasalahan air bersih tidak berlarut-larut dari tahun ke tahun di Bumi Bunda Tanah Melayu.

Wakil Ketuanya MPC Pemuda Pancasila (MPC PP) Lingga, Zakaria

Menurut Zakaria, sebagai putra daerah, sebenarnya permasalahan ini menjadi hal yang tidak begitu luar biasa. Pasalnya, untuk skala perusahaan daerah air minum (PDAM). yang mengakomodir penyuplai air di kabupaten tidak dapat memberikan pelayanan terbaiknya untuk wilayah Kelurahan Daik.

” Aneh kelangkaan ini terjadi di wilayah Kelurahan Daik saja dari tahun ke tahun. Sementara di kecamatan lain, kekeringan dan kelangkaan bisa teratasi,” ujarnya kepada mediakepri.co.id, Kamis, 14 Maret 2018.

Lebih jauh katanya, yang terpenting itu eksekusi dulu, duduk bersama mencarikan suatu solusi terbaik, jangan memandang masalah ini menjadi hal yang sepele. Dikala hujan, katanya, kita tidak menghiraukan, dan dikala musim panas, menjadi masalah yang serius.

Selain itu katanya, kasihan masyarakat, harus menunggu sampai tengah malam untuk menampung air di rumah. Malam harusnya waktu istirahat, tambahnya, akan tetapi saat ini harus diganti dengan rutinitas yang lain.

“Kami dari pemuda merasa malu. Apalagi informasi sudah menyebar luas di media massa. Lingga akan atasi kekeringan air di Kota Batam. Sementara pusat pemerintahan Kota Lingga sendiri dilanda kekeringan,” ucapnya. (bran)

Aktivitas ‘Tikus’ Birokrasi Ambil ‘Paksa’ Fee Proyek di Pemerintahan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Secara umum, tiga tahun kepemimpinan Awe-Nizar di Kabupaten Lingga masuk kategori tidak mengalami kendala. Akan tetapi, bagi sebahagian elemen masyarakat ada yang menaruh kekecewaan. Soalnya, ada tindakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berusaha mencederai kinerja pasangan ini.

Berbekal melakukan sebuah perjuangan yang ‘berdarah-darah’, saat Awe-Nizar bertarung di pesta demokrasi rakyat melawan tiga pasangan kandidat lainnya, oknum ASN, sebut saja Sya’ban, menangguk keuntungan. Bahkan, ‘kehantuannya’ ini mampu dan dirasakan sangat ampuh untuk menembus semua OPD yang ada.

BERITA TERKAIT

Menengok Aktivitas ‘Tikus’ Birokrasi di Pemerintahan

Aktivitas ‘Tikus’ Birokrasi Obrak-abrik Jabatan di Pemerintahan

Dengan ‘kekuatan’ yang dimilikinya itu, ia berhasil menjadi ‘hantu’ kepada setiap organisasi perangkat daerah (OPD) yang berada dibawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga. Dan, pejabat OPD hanya bisa pasrah dan mengikuti segala sesuatu yang diinginkan Sya’ban.

Aktivitas yang paling menonjol dan sangat berani yang dilakukan oknum ini, yaitu bermain di proyek pemerintahan. Dan terkhusus, oknum Sya’ban ini sangat berani ‘menggerogoti’ setiap proyek yang ada di setiap OPD.

Bagaimana tidak, oknum ini berani mengambil keuntungan sekitar 10 persen dari nilai proyek itu sendiri. Dan bagi siapapun yang tidak mau menyiapkan bagian untuk oknum ini, tentu bersedia menanggung resiko.

Para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga yang dilantik oleh Bupati Lingga, Alias Wello. (istimewa)

Namun seseorang pun yang mendapatkan proyek dari pemerintahan itu sendiri, lebih baik menerim kenyataan, dengan berdiam diri. Para kontraktor dan pengusaha ini, lebih memilih untuk menerima apa adanya. Namun yang mereka rasakan dan sesalkan, tingkah laku dan cara ‘merampok’ oknum ASN ini.

“Kalau pekerjaan di pemerintahan, berbagi rezeki itu hal biasa. Tetapi, cara dia (oknum ASN, sebut saja Sya’ban) sangat tak baik,” kata seorang pengusaha yang tidak ingin disebutkan namanya ini sambil mengatakan bahwa oknum ASN ini sama sekali tidak ada hak untuk mengambil fee dari setiap proyek.

Disebutkannya, ketika para pengusaha tidak mau memberikan fee, biasanya 10 persen dari nilai proyek, ia akan mengancam. Meskipun, katanya lebih jauh, belum ada kontraktor yang berani membantah permintaan oknum ini.

TNI Manunggal Bangun Pulau Galang Batam Dimulai

Parkir di Kantor Bupati KKA Merusak Pemandangan

KPU Jangan Pecah Belah dan Dikotomi Pers

“Jadi, selain kita siapkan 10 persen dari nilai proyek yang kita dapat, ada dana lain bagi pejabat lainnya yang harus kita siapkan. Artinya, kita sebagai pengusaha akan dan diajar untuk ‘nakal’,’ katanya seraya lebih jauh dikatanya, dengan banyaknya pengeluaran itu sendiri, kondisi proyek yang dikerjakan menjadi tidak sesuai dengan standar yang ada.

Tidak hanya satu, dua atau tiga orang pengusaha aja yang menjerit, sebahagian besar kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah merasakan hal yang sama. Bahkan, sejumlah rekanan, sahabat dan teman-teman oknum ASN ini pun tidak diberi ampun, tetap harus mengeluarkan fee 10 persen.

Tindakan oknum ASN ini sangat meresahkan. Karena oknum ini selalu ‘menjual’ nama pasangan Awe-Nizar, harus ada tindakan serius. Dan yang bisa mengambil langkah untuk penangan yakni Awe-Nizar. Namun jika tetap dibiarkan, tentu hal ini akan mengganggu dan sangat merugikan, terhadap penilaian kinerja Awe-Nizar, sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lingga. (tim)

Aktivitas ‘Tikus’ Birokrasi Obrak-abrik Jabatan di Pemerintahan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Pesta perayaan tiga tahun kepemimpinan Awe-Nizar telah berlalu. Seluruh jajaran bekerja keras untuk mensukseskan perayaan yang tiap tahun diadakan tersebut. Lebih kurang seminggu berlangsung, dan pesta itu berjalan dengan sukses.

Layaknya sebuah pesta, tahapan akhirnya tentu ada bagian ‘cuci piring’. Kegiatan yang berlangsung lebih dan kurang satu minggu, dengan persiapan sekitar satu bulan, tentu ada pertanggungjawabannya. Kenapa? sederhana jawabannya, karena pesta itu berlangsung dan berjalan dengan menggunakan dana rakyat.

BERITA TERKAIT

Menengok Aktivitas ‘Tikus’ Birokrasi di Pemerintahan

Bayangkan, tiga tahun kepemimpinan Awe-Nizar memimpin Lingga. Begitu banyak dana rakyat melalui Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah (APBD) yang dipergunakan. Setiap rupiah yang dipergunakan ini pun wajib untuk dipertanggungjawabkan. Dan legalitas penggunaan anggaran tersebut dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lingga. Urusan penganggaran dan pengesahan anggaran masalah legislatif dan eksekutif.

Yang menarik untuk dilirik tentang eksistensi oknum ASN dalam kepemimpinan Awe-Nizar. Gerakan mereka yang masif dan terstruktur ini patut dipelototi. Hanya karena merasa berdarah-darah saat berjuang, oknum ini membenarkan segala macam hal yang dilakukannya hingga menjadi sesuatu yang dianggapnya benar.

Sejumlah pejabat di Pemkab Lingga yang baru dilantik untuk ikut mensukseskan program kerja Awe-Nizar

Sebelumnya, Bupati Lingga, Alias Wello yang akrab disapa Awe melantik sejumlah pejabat di jajarannya. Ia menegaskan hal ini bagian penyegaran, seperti lazimnya mutasi yang laksanakan. Kepada pejabat yang baru dilantik, Awe meminta ASN agar cepat bekerja sehingga dalam 100 hari kedepan.

”Saya sudah melakukan hitungan sampai dengan awal Juni nanti, terhitung dari seratus hari kerja untuk semua dari jabatan yang diemban. Kami akan melakukan evaluasi dan penempatan kembali 
bagi ASN yang nyatanya tidak melaksanakan target yang direncanakan,” ucapnya

Dikatakan Awe, tiga tahun diusia pemerintahan yang dikomandoi Awe-Nizar, akan menyempurnakan pekerjaan yang belum terselesaikan, satu diantaranya pekerjaan yang masih berproses, serta pekerjaan yang diharapkan dengan hasil yang optimal,” katanya.

Ketegasan dan semangat yang dilakukan Awe-Nizar ini diganggu oleh oknum ASN yang tak bertanggung jawab. Setidaknya, kuat dugaan tindakan melakukan dan mempengaruhi posisi dan jabatan seseorang yang diduga dilakukan oleh oknum ASN, sebut saja Sya’ban. Meskipun dengan jabatan yang disandangnya belum mempuni untuk menempatkan posisi seseorang dalam sebuah jabatan, namun perjuangan ‘berdarah-darahnya’, sangat ampuh untuk jadi ‘hantu’ yang menakutkan.

Namun, jika ada yang mencoba dan berusaha untuk mempertanyakan prilakunya ‘mutasikan’ kedudukan seseorang dalam sebuah jabatan, dipastikan Sya’ban, oknum ASN ini bersikeras untuk melakukan pembantahan. Hingga, banyak dari ASN yang jadi ‘korban’, lebih baik berdiam diri dan menerima.

BERITA LAINNYA

Awe Lantik Pejabat ASN di Tanjung Napau

Siswa MA Suskes Jalankan Program Syi’ar Islam

Padahal, di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, tindak tanduk dan sepak terjang oknum ASN yang turutcampur dalam urusan memutasikan jabatan seseorang ini bukan menjadi sebuah rahasia lagi.

Mutasi di lingkungan dalam sebuah organisasi, apalagi di pemerintahan sebuah yang normal. Karena ini bagian dari bentuk penyegaran dan menciptakan suasana baru dengan harapan adanya peningkatan kinerja. Soalnya, mutasi yang merupakan bagian dari sebuah sanksi dan ada juga yang merupakan bentuk penghargaan atas jasa dan karir seseorang.

Bagaimana jika mutasi itu dilakukan berdasarkan dan berlandaskan ketidaksukaan, bukan dari sisi prestasi? Yang pasti, jika ini terjadi, tentu tidak akan dapat untuk mencapai apa yang diinginkan. Bahkan, hal ini justru malah menimbulkan perlawanan yang lebih radikal. Dan ketika hal ini terjadi, siapa yang dirugikan? Tentu pimpinan, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Lingga, Awe-Nizar. (tim)

Menengok Aktivitas ‘Tikus’ Birokrasi di Pemerintahan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Tanpa terasa. Duet Awe-Nizar sudah tiga tahun berjalan. Dimana tiga tahun lalu, pasangan ini mendapat amanah dari seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Lingga. Melalui pertarungan politik, mereka meraih simpatisan rakyat.

Tiga tahun memimpin pemerintahan, tentu banyak hal, masalah atau persoalan yang dihadapi. Berbagai dinamika, satu per satu bermunculan. Tentu dari semua itu, ada yang menjadi pengalaman suka, bahkan tak tertutup kemungkinan, ada juga yang menjadi bagian dari kabar duka.

BACA JUGA

Siswa MA Suskes Jalankan Program Syi’ar Islam

Awe Lantik Pejabat ASN di Tanjung Napau

Dalam perjalanan untuk menjalankan roda pemerintahan, pasangan Awe-Nizar tentu tidak mampu dan tidak dapat bekerja sendiri. Hal yang pasti, mereka membangun instrumen kerja yang kuat, agar visi misi dan program kerja saat kampanye dapat berjalan dengan baik.

Dikutip dari website http://www.linggakab.go.id, Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar mengakui sumber daya manuasia adalah hal yang penting. Ia memaparkan, setelah 100 hari menahkodai Bunda Tanah Melayu, merubah mainset aparatur sipil negara (ASN) adalah hal yang paling berat.

“Merubah mainset yang terbangun 12 tahun itu, yang menjadi berat sekali untuk kami lakukan. Namun alhamdulillah sudah nampak terbangun, khususnya di kalangan SKPD,” ungkapnya.

Pertanyaannya, siapa saja ‘mereka’ yang dirangkul itu? Hal ini yang menjadi titik awal catatan mediakepri.co.id untuk tiga tahun Awe-Nizar.

Tiga tahun lalu, Awe-Nizar harus bersaing dengan tiga kandidat lainnya untuk meraih suara masyarakat di Lingga. Dengan kekuatan tim sukses (timses) yang dibangunnya, pasangan ini meraih 49,77 persen atau 25.544 suara dari total suara untuk menjadi pemimpin baru.

Perolehan suara ini dicapai dengan kerja keras. Semua yang tergabung di timses, bertukus lumus dan bekerja tiada henti untuk mengais simpatisan. Mereka meyakinkan masyarakat, Awe-Nizar memiliki visi misi dan program kerja yang patut untuk diperjuangkan.

Wakil Bupati Lingga, Nizar mengikuti upacara saat mendengarkan pengarahan Bupati Lingga, Alias Wello. (istimewa)

Tidak hanya dari partai NasDem, sebagai partai pendukung, ada segelintir oknum aparatur sipil negara (ASN) yang ikut bergabung sebagai timses bayangan. Bahkan, oknum ini dengan sangat yakin kemenangan Awe-Nizar ini, hingga ia berani berjuang sampai ‘berdarah-darah’.

Siapa dia? Kita sebut saja Sya’ban. Terlahir dari keluarga sederhana, Sya’ban sangat yakin dengan duet yang akan diperjuangkannya. Aura keyakinan terhadap duet dengan nomor urut 4 kala itu, jadi pemicunya untuk bertempur agar meraih sebanyak-banyaknya suara masyarakat Lingga.

Apakah tulus perjuangan Sya’ban? Saat itu, pertanyaan ini tidak bisa langsung dijawab. Tentu perjalanan waktu yang teratur, bisa memberikan sedikit gambaran dan pencerahan untuk menjawab pertanyaan itu sendiri.

Ditelaah statusnya sebagai ASN, tentulah banyak harapan dan angan-angan yang akan digantungkan di pundaknya Awe-Nizar. Adapun target tidak muluk yang ingin dicapainya, adalah statusnya sebagai ASN berada pada posisi aman. Tidak kalah penting, tentunya ia ingin perkuatan kondisi ekonomi dirinya agar dapat tertata dengan baik.

Salahkan harapan yang terpatri di oknum ASN itu? Tentu tidak. Dan hal itu sangat normal dan juga manusiawi. Hanya saja, tidakan yang dilakukannya itu tentu akan membantu memperkeruh dan membuat Awe-Nizar harus menelan pil pahit permasalaha dibelakang hari. Maka untuk berikutnya, jika kondisi ini tidak diperbaiki, sebagai pemimpin, Awe-Nizar harus memilih hal terbaik dari pilihan-pilihan terjelek. (tim)

LINGGA

Sabtu | 16 Februari 2019 | 15:45

Poey Sting Hadir Kembali, Hibur Masyarakat Lingga

MEDIA KEPRI.CO.ID, Lingga – Artis lengandaris Negeri Jiran Malaysia Poey Sting akan tiba di Daik lingga Sabtu 16 Februari 2019 sore. Kedatanganya ini untuk mengisi serangkaian acara ekspose tiga tahun Awe Nizar.

Sebelumnya, kedatangan Artis Poey Sting di Daik setahun lalu sangat menyita perhatian Masyarakat Lingga, masih kuat ingatan masyarakat menyanyikan tembang lawas yang berjudul “Dalam diam kumencintaimu”.

Lurah Daik, Aryanto

Lurah Daik Aryanto sebagai koordinator acara, kepada mediakepri.co.id mengatakan, Poey akan mengisi acara pada Minggu pagi, dalam acara senam sehat di lapangan kantor Bupati Istana Robat.

Dikatakan Aryanto selain senam sehat, juga akan dibagikan door prize dengan hadiah utama 4 unit sepeda motor yang sudah disiapkan, doorprize akan diberikan pada dua sesi kegiatan yakni pagi dan malam hari.
2 unit sepeda motor akan diundi pagi dan 2 unit akan diundi di malam hari.

Lebih jauh kata Aryanto, Poey Sting bercerita, dirinya sangat takjub melihat alam yang masih asri selain indah, kehidupan penduduk masyarakat begitu ramah. Direncanakan Poey Sting akan mengunjungi objek wisata Air terjun resun. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga sukses menggelar musyawarah rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan di Kecamatan Timur.

Bupati Lingga Alias Wello, melalui Wakil Bupati, M Nizar mengatakan agar OPD mencermati usulan desa. Dan jangan ada lagi, katanya, desa yang tidak terjamah pembangunan di tahun 2020 seperti tahun 2019.

Lebih jauh katanya, Desa Keton, ditekankan agar fokus pada sektor pertanian, perikanan, peternakan dan pariwisata. Dimana, tambahnya, Lingga Timur memiliki semua potensi tersebut.

Sementara itu, Camat Lingga Timur, Arif memaparkan potensi yang ada di Kecamatan Lingga Timur. Dikatakannya, Desa Sungai Pinang merupakan basis hasil perikanan, dan kedepan akan dikembangkan perikanan budidaya berupa tambak udang yang dimulai pada tahun 2019

Keton sebagai desa produksi industri kreatif, katanya lebih jauh, dengan ayaman dari lidi nipah, kedepan akan dilakukan peremajaan pohon nipah dan budidaya ketam.

Untuk Desa Bukit Langkap dan Kerandin, lanjutnya, merupakan kawasan strategis provinsi. Saat ini, tambahnya, telah dibangun cetak sawah dan telah menunjukan hasil dan kedepan diharapkan mampu sebagai desa swasembada pangan. Desa Pekaka, katanya lebih jauh, terkenal dengan belacan

Diharapkannya kedepan, katanya, agar pembangunan dapat menyentuh semua sektor unggulan di Kecamatan Lingga Timur. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Dabo – Suatu pemandangan yang tak biasa terlihat di kota Dabo Singkep siang tadi Sabtu, 9 Februari 2019. Jalanan mendadak macet dan ribuan orang tumpah ruah di Lapangan Merdeka yang terletak di pusat kota.

Adalah Lingga Recycle Carnival 2019 yang mengusung tema Nature is Our Culture menjadi penyebabnya, kegiatan yang di prakarsai oleh Akari Ceq Conon  dan ditaja oleh Pemkab Lingga, Polres Lingga, Lanal Dabo, Bandara Dabo, PDAM Dabo dan PWI Lingga tersebut telah mampu menjadikan Dabo Singkep laksana Rio de Jenerio di Brazil.

Bagaimana tidak dengan 121 talent yang tampil dengan berbagai model busana kreasi dan menjadikan jalan raya sebagai catwalk nya, karnaval ini mampu menyedot animo masyarakat untuk datang menyaksikan perhelatan yang sudah tahun kedua dilaksanakan.

Bupati Lingga H. Alias Wello, S. IP yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga H.M.Juramadi Esram, MT, MH saat membuka Lingga Recycle Carnival 2019 mengharapkan kegiatan tersebut menjadi agenda rutin tahunan dan masuk kalender pariwisata Lingga.

“Akan menjadi even tahunan dan dibiayai Pemkab”, ujar Esram yang pada saat menyampaikan sambutan terlihat ikut bergegap gempita bersama para penonton yg sudah tak sabar akan menyaksikan penampilan para peraga busana berbahan daur ulang tersebut.

Firdaus Madjid selaku koordinator Akari Ceq Conon mengaku sangat gembira dan tak menyangka antusias masyarakat begitu besar untuk menonton karnaval yang didukung para talent dari Sanggar Megat kota Tanjungpinang dan Fachrizal Mister Indonesia Kepri 2018.

“Kami tak menyangka penonton akan begini banyaknya, terus terang ini menjadi penyemangat kami untuk membuat yang lebih wah lagi tahun depan,” ungkap Bang Fier sapaan akrab pria yang telah belasan tahun berkecimpung dalam ruang karnaval.

Harapan Bang Fier dengan digelarnya Lingga Recycle Carnival 2019 ini dapat menambah jumlah kunjungan wisatawan baik yang berasal dari domestik maupun mancanegara.

“Terima kasih yang tak terhingga untuk semua pihak yang telah mendukung kami terutama Pemkab Lingga dalam hal ini Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga,”ucap Bang Fier dengan nada gembira. (www.humaslingga.id)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Kepri (Disdik Pemprov) Kepri berikan paparan tentang pendidikan karakter di SMAN 1 Lingga, Kamis, 7 Februari 2019 sore.

Adimaja, Kasi PPK Didik Pemprov Kepri dihadapan ratusan siswa SMAN 1 Lingga menjelaskan pendidikan karakter. Dalam konsep ini, katanya, akan menghasilkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual.

Membangun Kekompakan Menuju Kepri Kedepan

Adimaja menjelaskan karakter yang dibangun dalam program ini adalah untuk menciptakan siswa yang mandiri. Lalu, tambahnya, menanamkan jiwa kerjasama dan gotong royong.

“Gotong royong yang dibangun ini adalah sebuah kerjasama yang positif. Bukan kerjasama negatif, seperti saling contek dan lainnya yang tidak baik,” ujar Adimaja.

Mendagri Minta Peserta Pemilu Lakukan Kampanye Bermartabat

Strategi INDR4 untuk Jadi Wakil Rakyat Terungkap di Dapur mediakepri.co.id

Selanjutnya, karakter yang lainnya yakni nasionalis, cinta tanah air dan bangsa. Dan terakhir, karakter yang religius.

“Jadilah siswa yang berprestasi yang memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan religius. Dan siswa seperti ini merupakan generani emas bangsa Indonesia,” katanya.

Lebih jauh, Adimaja menambahkan, setelah karakter ini terbangun dan tertanam dengan baik, maka selanjutnya, membangun pendidikan karakter ini yang diharmonisasikan dengan olah hati, olah rasa, olah pikir dan olahraga. (eddy)

rsud lingga

LINGGA

Selasa | 29 Januari 2019 | 13:51

Ada 2 Puskesmas di Lingga Terakreditasi Madya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Daik – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sangat berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Lalu, bagi mereka yang membutuhkan perawatan lanjutan ke Rumah Sakit, rujukan Puskesmas menjadi syarat penting bagi melengkapi klaim bila menggunakan fasilitas JKN BPJS.

Kabupaten Lingga yang terdiri dari 13 Kecamatan memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep yang sudah terakreditasi dasar dan RSUD Encek Maryam yang rencana nya tahun ini juga akan terakreditasi semakin menambah kekuatan pelayanan kesehatan di Lingga.

BACA JUGA

Kemiskinan Lingga Jadi Perhatian Mahasiswanya

Kabidpora Ajak Para Pelatih Komitmen Bina Atlet

Menurut data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lingga terdapat 11 Puskesmas yang tersebar di 13 Kecamatan dan 8 diantaranya sudah memiliki Akreditasi, 2 yang baru saja mendapatkan Akreditasi Madya adalah Puskesmas Daik dan Senayang sedangkan Puskesmas Lanjut, Resang dan Posek belum Terakreditasi, untuk Tahun Anggaran 2019 ditargetkan seluruh Puskesmas di Lingga sudah mengantongi Akreditasi.

“Bahkan ada yang sudah layak mendapatkan Akreditasi Utama,” jelas dr. Mohammad Syamsu Rizal selaku Kepala Dinas Kesehatan P2KB.

Bupati Lingga H. Alias Wello yang biasa disapa Awe menargetkan di tahun 2019 ini akan ditingkatkan sarana dan prasarana penunjang bagi pelayanan kesehatan. Migrasi JKLT ke JKN BPJS sedang berlangsung dan penambahan ruang rawat inap baru di 2 Rumah Sakit yang saat ini beroperasi dilakukan secara bertahap dan diharapkan selesai tahun 2020.

Isdianto Hadiri Pelantikan PAW Tiga Anggota DPRD Kepri

“Untuk penambahan tenaga kesehatan juga kami upayakan untuk ditambah bagi mengisi kekurangan di Pustu yang berada di pulau-pulau” ujar Awe di sela-sela kegiatan pelantikan Anggota DPRD PAW Dapil Bintan Lingga pagi ini Senin, (28/01). (humaslingga)

MEDIAKEPRI.CO.ID, JAKARTA – Setelah 15 tahun menanti, Kabupaten Lingga kembali meraih prestasi bergengsi di tingkat nasional mendampingi tiga Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Kepulauan Riau, yakni Kabupaten Bintan, Karimun dan Kota Tanjungpinang. Prestasi bergengsi tersebut adalah penghargaan Piala Adipura 2018.

Penghargaan Piala Adipura tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Senin,14 Januari 2019.

Bupati Lingga, Alias Wello mengatakan penghargaan Piala Adipura untuk Bumi Bunda Tanah Melayu itu, merupakan kado istimewa dalam menyambut 3 tahun pemerintahan Awe – Nizar.

“Ini anugerah yang luar biasa. Tahun 2017 kemarin, kita baru dapat Sertifikat Adipura. Tahun 2018 ini, kita sudah berhasil meraih Piala Adipura,” ungkap Awe, sapaan akrab Bupati Lingga ini usai menerima piala Adipura tersebut.

Penyerahan penghargaan Piala Adipura ini, sejatinya dijadwalkan pada bulan Desember 2018 lalu. Namun, karena sesuatu dan lain hal penyerahannya diundur oleh Kementerian LHK menjadi tanggal 14 Januari 2019. Sebanyak 115 Kab/Kota dalam kategori Kota Kecil menerima Piala Adipura bersama dengan Kabupaten Lingga.

Hadir mendampingi Bupati Lingga dalam penyerahan Piala Adipura tersebut, antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Siswadi dan Kepala Dinas Pendidikan, Junaidi Adjam.

Sebelumnya, Kabupaten Lingga juga berhasil menyabet 2 penghargaan nasional di bidang lingkungan hidup, yakni penghargaan Adiwiyata Nasional 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

“Kedua penghargaan Adiwiyata Nasional itu diraih oleh SMA Negeri 2 Dabo dan SMK Negeri 1 Dabo. Penghargaan ini baru diraih setelah 15 tahun usia Kabupaten Lingga,” ungkap Kapala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lingga, Siswadi. (humaslingga)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Danrem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, S. Sos. bersama Kadistan Kepri pimpin rapat kordinasi kesiapan perluasan cetak sawah wilayah Kabupaten Lingga dan Kabupaten Natuna tahun 2019 di ruang rapat Makorem 033/WP, Jalan Sei Timun KM 14 Tanjungpinang, Jumat, 11 Januari 2019.

Rapat Kordinasi kesiapan perluasan cetak sawah bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri mendapat alokasi kegiatan cetak sawah seluas 2.200 H yang dilaksanakan di Kabupaten Lingga dan Kabupaten Natuna.

BACA JUGA

KNPI Berdoa dan Kenang Musibah Jemaja

Nuansa Digital Eye di HPN 2019

Danrem menyampaikan, rapat koordinasi pelaksanaan cetak sawah ini, bertujuan agar pelaksanaan kegiatan perluasan sawah dengan pola swakelola tahun 2019 dapat berjalan dengan baik. Adapun, petugas terkait memiliki pemahaman yang tepat dalam melaksanakan tahapan kegiatan perluasan sawah dan terwujud persepsi serta pandangan yang sama diantara petugas.

“Sehingga, dalam melaksanakan kegiatan perluasan sawah di daerah, serta terwujudnya kesamaan pandangan dan gerak langkah yang sama dalam melaksanakan kegiatan perluasan sawah di wilayah Provinsi Kepulauan Riau,” ungkap Danrem.

Koperasi Mampu untuk Kesejahteraan Masyarakat

Rapat kordinasi pelaksanaan cetak sawah tersebut juga di hadiri Komandan Korem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, S. Sos. beserta Staf, Kadistan Pemprov Kepri, Kadistan Pemkab Lingga, Dandim 0315/Bintan serta undangan. (penrem033/wp)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Polindes Kote ‘Sakti’ memanfaatkan mementum pergantian tahun dengan kegiatan positif. Dengan menggelar Family Gatering, mempererat tali silaturrahmi antara kader Posyandu dengan warga.

Terlihat antusias peserta yang mengikuti kegiatan yang memiliki makna yang besar dan positif karena tujuannya baik. Orang tua dan anak-anak yang mengikuti kegiatan ini tampak ceria dan memancarkan aura kebahagian yang tiada tara.

Mereka jarang berkumpul. Memalui kegiatan ini, keharmonisan tercipta dengan sangat kilat menjelang pergantian tahun. Bagi keluarga yang awalnya jarang berkumpul dan jarang aktif, mereka bercengkarama berselimutkan dinginnya malam itu.

BACA JUGA

Tingginya Angka Kemiskinan Lingga Jadi Perhatian Mahasiswanya

Danrem 033/WP Tinjau Cetak Sawah di Lingga

Aziz Martindas: Liga Sepakbola Lingga Satu

Tidak ada yang kuku, apalagi canggung dalam kegiatan itu. Mereka berbaur antara satu dan yang lainnya. Anak-anak bermain dan asik dengan dunianya, kaum hawa mempersiapkan hidangan yang akan disantap bersama-sama. Sedangkan, bapak-bapak saling bertukar pikiran.

Dalam pelaksanaan Family Gathering, tidak ada undangan khusus dan special bagi orang-orang tertentu saja. Karena dari awal perencanaan, pihak Polindes dan panitia mempersilahkan siapapun bagi warga Desa Kote yang ingin datang dan bergabung dalam mempererat tali silaturahmi keluarga.

Bidan Polindes Desa Kote, Murniati mengatakan moment pergantian tahun digunakan untuk mempererat tali silaturahmi antara Polindes Kote, Kader Posyandu dan warga Desa Kote. Sehingga kedepannya tidak ada jarak diantara kami.

2018, Korem 033/WP Zero Pelanggaran

Ini Tiga Keindahan Geopark Natuna

“Dengan kegiatan ini, kedepan kami dianggap sebagai bagian dari keluarga,” katanya kepada mediakepri.co.id, Jumat, 4 Januari 2019.

Selain itu, katanya, atas terlaksananya kegiatan Family Gatering ini, Polindes Kote bekerjasama dengan Telkomsel. Dan dalam kegiatan ini, tambahnya, Dodi pimpinan Telkomsel juga turut hadir. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID. Lingga – Teknologi terus berkembang dengan pesat. Untuk mengikuti setiap perkembangan dunia digital tersebut, jaringan internet jadi syarat utama.

Perkembangan ini jadi hal yang bertolak belakang di Kecamatan Posek. Salah satu kecamatan di Kabupaten Lingga ini, masyarakat kesulitan dalam mengakses internet karena lemahnya jaringan.

PBB Saksikan Belanda Serahkan Kekuasaan ke Indonesia

Menelusuri Negeri Hang Tuah, Melaka sebagai Wisata Sejarah

Padahal, Kecamatan posek wilayah yang potensial secara geografis. Tetapi, masyarakat kecamatan yang terdiri dari tiga desa, yakni Desa Busung Panjang, Desa Posek dan Desa Suak Buaya mempunyai satu suara untuk kesulitan sinyal.

“Sinyal disini sangat susah. Kalau mau cari sinyal, kite nak naek ke pokok kelape atau diujung pelabuhan,” kata Ryan, seorang warga Posek dengan logat melayunya yang kental.

Dikatakannya, komunikasi merupakan hal yang penting. Mengingat zaman Sekarang, tambahnya, sudah semakin maju dan berkembang dengan luas. Tetapi, lanjutnya, di Posek masih dipersulit dengan masalah jaringan internet yang susah.

Pembebasan Lahan Asrama Mahasiswa Lingga di Pinang

“Kami harap pemkab dapat memperhatikan hal ini. Karena akses Informasi yang susah, masyarakat jadi susah berkomunikasi,” katanya mengakhiri. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Wakil Bupati Lingga, Nizar memberikan kabar sejuk yang bahagian kepada mahasiswa Lingga yang menuntut ilmu di Ibukota Kepri, Tanjungpinang.

Rencana pembangunan asrama di Tanjungpinang tahun 2019 segera terealisasi. Untuk tahan awal pembebasan lahan untuk pembangunan asrama tersebut, sudah dialokasikan di anggaran pengeluaran dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Lingga.

Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) di Tanjungpinang, Ryan mengatakan Wakil Bupati Lingga, Nizar menyambut baik. Dan untuk pembebasan lahan, katanya, dianggarkan di APBD murni 2019.

“Tapem sudah diperintahkan untuk menyelesaikan pembelian lahan tersebut,” ujar Ryan menirukan ucapan Wakil Bupati Lingga saat melakukan kunjungan kepada mediakepri.co.id, Rabu, 26 Desember 2018.

Lebih jauh dijelaskannya, selesai tahap pembebasan lahan, selanjutnya Pemkab Lingga berkoordinasi dengan PU untuk melakukan pembangunan fisik asramanya.

“Kami akan terus menggiring proses pembebasan ini,” katanya menutup. (bran)