Lingga

dekorasi ruangan

LINGGA

Selasa | 20 November 2018 | 11:11

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Rapat Paripurna Istimewa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Lingga mencuri perhatian, khususnya tamu yang menghadiri hari jadi Kabupaten Lingga yang ke-15, Selasa, 20 November 2018.

BACA: ‘Angin Surga’ Pemerintah Lingga untuk Mahasiswanya di Tanjungpinang

BACA: Program Askab PSSI Lingga Tak Berjalan, Aziz Martindas: SK Belum Keluar

Perhatian masyarakat tercurah dengan dekorasi, gedung wakil rakyat itu sendiri. Pasalnya, ruangan sidang yang biasa digunakan anggota dewan untuk membahas setiap permasalahan di Lingga ini disulap. Disetiap ruangan ditata dengan rapi dan menyerupai wahana istana sebuah kerajaan.

Bagai sebuah kerajaan, gedung dewan ini disempurnakan dengan tampilan ornamen Melayu sebagai pelengkap ketakjuban masyarakat yang menyaksikan. Adapun penghias ruangan yang menarik perhatian, diantaranya Bunga Anggar, Kain Tabe yang diwarnai. Dan tentu tidak kalah penting, jamuan hidangan yang disajikan dikemas Talamau yang menggunakan tutup dari daun pandan.

BACA: Warga Karimun Jangan Sungkan Laporkan Pelanggaran

Untuk diketahui, Kabupaten Lingga sebagai daerah yang dijuluki sebagai Bunda Tanah Melayu, tentu tidak akan meninggalkan apa yang telah menjadi adat Budaya. Dan bersepakat untuk menjaga kearifan lokal menjadi tanggung jawab bersama sebagai bangsa Melayu.

BACA: I Gusti Ngurah Rai Meninggal Dunia Usia 29 Tahun

Pantauan mediakepri.co.id di lapangan, Rabu 20 November 2018, sejumlah staf Sekretariat DPRD Lingga menyambut tamu menggunakan pakaian lengkap Melayu dan wanita menggunakan Tudung Manto. (bran)

presiden

LINGGA

Rabu | 14 November 2018 | 20:08

Pekan Depan, Presiden Jokowi Berkunjung ke Lingga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Dijadualkan Presiden RI, Joko Widodo hadir ke Kabupaten Lingga, Kepri, 21 November 2018 melalui Bandara Dabo Singkep pukul 09.00 WIB mendatang.

Kunjungan ini disampaikan melalui rilis Humas Pemkab Lingga Rabu, 14 November 2018. Selanjutnya Jokowi akan menuju Gedung Daerah diteruskan ke Balai Joeang Boeng Hatta 1950 di Implacement Timah Dabo Singkep.

BACA: Derita Anak Nelayan di Karimun Itu Jadi Perhatian Wakapolda Kepri

BACA: PM Sutan Sjahrir Bentuk Brigade Mobil

BACA: KPU Karimun Tetapkan 168.790 Pemilih Tetap

Presiden Jokowi menerima penghargaan gelar kebangsawanan adat Melayu Sri Utama Mahkota Negara dari tokoh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri. Presiden juga diminta untuk peletakan batu pertama dan penandatanganan prasasti dimulainya pembangunan Museum Timah dan Singkep Business Centre (SBC).

Kegiatan Presiden Jokowi akan dilanjutkan dengan membuka Festival Kelapa Indonesia ke-2 di Lapangan Merdeka. Untuk masyarakat Lingga, Presiden akan menyerahkan 1.300 sertifikat tanah Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

BACA JUGA: Staf Khusus Presiden Jokowi Bocorkan Harga Mobil Nasional Esemka, Segini Loh Kisaran Harganya

BACA JUGA: “Elektrifikasi” Ini Gagasan Jokowi agar Bisa Dirasakan Oleh Seluruh Rakyat Indonesia

BACA JUGA: Tidak Ada Pelecehan dan Penghinaan, Sikap Hormat Jokowi saat Lagu Indonesia Raya Disorot, Ini Aturannya

BACA JUGA: Walikota Teruskan Surat Penolakan dari DMI ke Jokowi, Ini Isinya

BACA JUGA: Selain Membuka Konfrensi Tingkat Tinggi, Presiden Jokowi Bangun Museum Timah di Lingga

Setelah membuka Rakernas dan pengarahan kepada 248 Bupati anggota Kopek, Presiden menuju Batu Berdaun untuk meninjau tambak garam percontohan nasional dan penanaman bibit kepala di kebun PKK Lingga.

Presiden Jokowi dijadwalkan kembali ke Jakarta pukul 14.00 WIB. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Semangat kerja pengurus Asosiasi Kabupaten Lingga persatuan sepak bola seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) sudah tak terbendung dan tidak diragukan lagi, Jumat, 9 November 2018.

Dimana pengurus terpilih melalui Musyawarah Cabang, 23 Juni 2018 lalu ini sudah menyusun sejumlah program kerja untuk kemajuan dan memajukan persepakbolaan di Kabupaten Lingga.

Hingga saat ini, setelah empat bulan terpilihnya kepengurusan, program kerja itu sendiri bagai sebuah mimpi. Soalnya, untuk menjalankan rencana kerja tersebut dibutuhkan sebuah legitimasi secara administrasi.

“Kita masih menunggu surat keputusan (SK)). Tanpa SK, pengurus belum bisa menjalankan amanah dari organisasi persepakbolaan,” kata Ketua Askab PSSI Kabupaten Lingga terpilih, Aziz Martindas

Aziz Martindaz mengatakan sangat menyayangkan keterlambatan keluarnya SK. Padahal, tambahnya, sejak terpilih sebagai organisasi olahraga yang menjadi kegemaran masyarakat luas ini, pengurus sudah banyak melontarkan ide dan buah pikiran yang baik. Dan konsep bagus yang muncul, katanya, akan mampu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manuasia di bidang olahraga ini.

“Banyak ide yang ada dibenak kawan kawan pengurus tidak dapat dijalankan. Karena mengingat ligitimasi adminitrasi belum kita terima,” disebutkannya.

Adapun salah satu ide cemerlang itu diantaranya, yakni menjadikan ajang bola sebagai profit otentid. Sebagai contoh, kedepan akan diadakan liga bola untuk tingkat Kabupaten, pembinaan club secara intensif.

“Kita akan mengubah konsep dari sebelumnya hiburan menjadi konsep profesional. Semua itu tidak akan bisa dijalankan kalau legalitasnya kami belum terima, untuk itu Kita mohon segera keluarkan legalitas administrasi Askab PSSI Lingga ini,” katanya dengan penuh harap. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Gubernur Kepulauan Riau H Nurdin Basirun menekankan pentingnya pembangunan karakter pemuda. Terutama pemahaman tentang keagamaan yang jika sejak dini terus dipupuk dengan baik dan benar maka bekal untuk berjalan menghadapi tantangan masa depan akan terasa mudah.

“Indonesia akan tangguh jika para pemudanya memiliki dasar dan pondasi yang tangguh yakni dasar iman dan takwa,” kata Nurdin saat menghadiri penutupan kirab santri dan lomba keterampilan agama (Lokerta) dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional di Pesantren Baitul Mukhlasin Lingga dan MDA Al-Furqan, Desa Musai, Kabupaten Lingga, Ahad, 28 Oktober 2018 petang.

Nurdin menambahkan bahwa, bukan tidak mungkin untuk menjadikan Kepri sebagai peradaban islami dan qurani, apalagi menurutnya jika terus dibina dan dikembangkan terutama membimbing anak-anak di jalan keagamaan.

“Jadi kita orang bicara agama jawabannya Kepri, jika bicara Al-Quran jawabannya Kepri, kita ingin Kepri punya keberkahan yang membanggakan itu,” tambah Nurdin.

Dengan terus tumbuhnya santri-santri muda tersebut, menurut Nurdin akan menjadi bekal berharga bagi daerah, keberkahan tadi akan terus mengalir ibarat air.

“Jika bangsa itu beriman dan bertaqwa, insyaAllah ibarat perumpamaan “sagu bisa menjadi emas” maka Allah akan berikan keberkahan yang tak terhingga yang tak terduga,” lanjut Nurdin lagi.

Nurdin juga meminta kepada para orang tua untuk tidak ragu memasukan anak-anak mereka belajar ke pesantren. Karena hal ini senada dengan tema “satukan hati, satu gerakan membangun generasi yang qurani, tangguh dan mandiri.”

“Jangan sedih melihat anak-anak kita susah di awal, biarlah mereka dari sekarang berjuang karna dimasa depan akan terasa manfaatnya, lebih sedih lagi jika mereka tidak dididik sejak dini, malah kita yang susah jika harus melihat mereka dimasa depan menjadi generasi yang buruk,” ujar Nurdin.

Pada kesempatan tersebut juga Nurdin melakukan peninjauan terhadap pesantren. Bersama Kadis Pendidikan M Dali yang hadir Nurdin memerintahkan untuk dapat membantu pengadaan tambahan kelas/ruangan bagi kegiatan belajar dan mengajar para santri.

“Diusahakan tamabahan tiga lokal baru untuk menambah ruangan bagi para santi,” pesan Nurdin.

Sebelumnya, Nurdin terlebih dulu berkunjung ke Pulau Panuba, Lingga. Di sana Nurdin bersilaturahmi bersama masyarakat dan juga untuk ikut menghadiri acara nikah masal yang diselenggarakan. Terdapat 4 pasangan yang hari itu resmi dinikahkan dan menjadi raja sehari.

“Kedatangan kita tentu menjadikan ladang pahala yang mana ikut mendoakan saudara kita yang sedang berbahagia hari ini, doa inilah yang menjadikan kita erat dalam lingkup bersosialisasi,” kata Nurdin.

Secara khsusus, Nurdin mengajak semua masyarakat untuk senantiasa menjaga keberadaan alam di Kepri. Dengan ciri Kepulauan bukan hal yang baru bagi Kepri yang kaya akan kewisataan laut dan pantai yang harus terus dijaga serta dikembangkan.

“Buat mata masyarakat luar tertuju ke kita yang memiliki potensi melimpah dibidang kelautan, karna ini adalah sumber kehidupan,” pesan Nurdin.

Sumber kehidupan tersebut dilanjutkan Nurdin tidak hanya memanfaatkan hasil tangkap laut yang mana peran nelayan sangat besar dalam mencukupi kebutuhan pangan. Namun jika laut dikelola dengan baik dan bener tentu manfaat lain juga dapat dirasakan.

“Wisatawan semakin banyak, biota laut terjaga dan menjadi daya tarik, serta muncul ide-ide kreatif yang dapat meningkatan pendapatan daerah,” lanjut Nurdin.

Kemanan juga menjadi hal yang penting dilakukan, menurut Nurdin bahwa dengan aman dan nyamanya daerah tentu akan semakin menegaskan keunggulan daerah tersebut.

“Kita punya cap daerah maritim, di laut justru kita jaya dan didarat kita tetap kuat, mari bersama jaga keberkahan yang telah Allah berikan bagi kita untuk Kepri semakin maju,” tambah Nurdin lagi.

Apalagi saat itu bertepatan dengan peringatan hari sumpah pemuda ke-90, Nurdin mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama saling bahu membahu mewujudkan suksesnya pembangunan dengan semangat dan jiwa sumpah pemuda.

“Dengan semangat sumpah pemuda mari kita bersama-sama satukan hati dan tekad untuk menjaga aset bangsa kita ini,” tutup Nurdin.

Sebelum meninggalkan lokasi acara Gubernur ikut berbaur dengan masyarakat dan ikut berjoget Dangkonh, Nurdin juga menyumbangkan suaranya dengan menyanyikan tembang lagu P Ramle untuk para pengantin.

Dalam kunjungan Nurdin ke Lingga turut hadir Anggota DPRD Provinsi Kepri Syarifah Elvizana, Wakil Bupati Lingga M Nizar, Kepala Dinas Pendidikan M Dali dan Kepala Biro Humprohub Nilwan. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Bupati Lingga, Alias Wello meminta Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun segera mengevaluasi semua Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Mineral Bukan Logam atau batuan. Khususnya komoditas pasir darat, dan kuarsa yang diterbitkannya di Bumi Bunda Tanah Melayu itu.

Pasalnya, berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Pemkab Lingga di lapangan, ada beberapa perusahaan yang sudah mengantungi IUP Operasi Produksi. Tapi tak dapat melakukan kegiatan pertambangan sesuai izin yang diperolehnya.

“Kasusnya macam-macam. Ada yang tak bisa melakukan kegiatan pertambangan karena sengketa lahan. Ada juga karena tak punya modal. Ada juga yang punya IUP, tapi lokasinya tak ada kandungan bahan tambang sama sekali,” kata Bupati Lingga, Alias Wello yang biasa disapa Awe kepada wartawan di Daik Lingga, Senin, 15 Oktober 2018.

Menurut Awe, nyaris semua pemegang IUP Operasi Produksi yang tak dapat melakukan kegiatan pertambangan di Lingga itu, tidak mengantongi rekomendasi bupati. Sebagaimana diatur dalam PP No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Jika perusahaan pemegang IUP Operasi Produksi ini dibiarkan tanpa ada evaluasi dan sanksi, bisa merugikan daerah. Banyak perusahaan lain yang mau investasi. Tapi terhambat oleh IUP yang sudah terbit,” tegasnya.

Cabut IUP PT Growa

Mengenai kegiatan pertambangan pasir darat PT. Growa Indonesia di Desa Tanjung Irat, Singkep Barat yang tidak mengantongi rekomendasi bupati, Awe kembali menegaskan sikapnya meminta Gubernur Kepulauan Riau segera mencabut IUP Operasi Produksinya.

“Dinas ESDM Kepulauan Riau sendiri sudah mengajukan permohonan pencabutan IUP Operasi Produksi PT. Growa Indonesia kepada BPMPTSP Kepulauan Riau dengan berbagai macam pertimbangan hukum. Makanya, saya juga heran kok mereka masih operasional juga,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, sejak terbitnya UU Nomor : 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan di bidang pertambangan beralih dari Pemerintah Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi.

Sejak itu pula, penerbitan IUP Operasi Produksi Mineral Bukan Logam atau Batuan, khususnya komoditas pasir darat dan pasir kuarsa oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Lingga, nyaris tak terkontrol. Apalagi, Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) yang diterbitkan, sudah mengabaikan kewajiban mendapatkan rekomendasi bupati. (*)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dalam rangka memperingati Pekan Muharram 1440H masyarakat desa linau beserta karang taruna Pemli tiyasa desa Linau, menyelenggarakan Kegiatan Perlombaan Keagamaan seperti, Lomba Adzan, Cerdas Cermat.

Perhelatan Tersebut di Mulai pada 28 Oktober 2018 dan di tutup pada tanggal 30 Oktober 2018 dengan dihadiri salah Ustadz kondang dari kepulauan Yaitu Ustadz Syarifuddin.

Alhamdullilah dan terima kasih banyak kami ucapakan kepada ustad Syarifuddin yang sudah bisa hadir dalam kegiatan pekan di Desa Linau Dusun II” ungkap Dian selaku ketua karang taruna Desa linau.

Adapun untuk pelaksanaan kegiatan tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp. 9.398.000 yg mana anggaran didapatkan gabungan dari , PHBI, Pengajuan proposal ke donatur, dan dari Swadaya Masyarakat desa Linau dusun I maupun dusun II.

untuk pengetahuan kita bersama kegiatan pekan muharam yang Karang taruna laksanakan ini anggarannya berasal dari seluruh lapisan masyarakat,donatur dan pemerintahan Desa Linau” jelas Dian dalam laporan pelaksanaan selaku ketua panitia

Selain itu Karang Taruna Pemli Tiyasa Desa Linau juga membuat kerajinan tangan seperti bunga dari kulit gonggong yang mana sudah berkoordinasi langsung dari GOW kab. Lingga, yg siap mengembangkan dan mempromosikan hasil kerajinan tangan tersebut.

karang taruna pemli tiyasa desa linau sudah terbentuk lebih kurang 3 bulan yg mana terbentuk pada tanggal 13 juli 2018″ tambah doni salah seorang anggota Karang taruna Desa Linau. (kmg)

LINGGA

Kamis | 13 September 2018 | 14:25

Pulau Penyengat Jadi Kunjungan Anggota Paskibra Lingga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga -Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga akan memberikan tiket liburan ke Pulau Penyengat, untuk anggota Paskibra, pelatih dan pembina sebanyak 50 orang pada awal Oktober mendatang.

” Ini hanya sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Daerah kepada mereka anggota Paskibra, pelatih dan pembina sudah mawensukseskan pengibaran bendera dihari ulang tahun kemerdekaan 17 Agustus yang lalu. Tiket itu akan diberikan selama tiga hari ” Ujar Pendi seksi sarana prasarana Pora, kepada mediakepri.co.id Kamis 13 September 2018.

Pendi Kasi Sara prasarana DISPORA Lingga

Lebih jauh katanya, dipilih awal Oktober itu karna di APBD murni belum dianggarkan. Selain mendapatkan tiket liburan,mereka anggota Paskibra akan mendapatkan sagu hati dari Pemkab Lingga.

” Dipilih Kota Tanjung Pinang, karna rentang kendali tidak cukup jauh. mereka anggota paskibra ini kan pelajar, jadi tidak bisa berlama – lama.apalagi tidak dalam suasana libur sekolah, ” Ucapnya.

Selain itu, Pulau Penyengat banyak memiliki hubungan sejarah dengan Lingga satu diantaranya, masjid Raya Sultan yang sudah menjadi icon pulau tersebut. Itu bisa kita lihat dari mimbarnya, ” kemiripan dengan masjid Sultan Lingga, ” Tambahnya.

Diketahui pulau penyengat yang berada di Provinsi Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang banyak memiliki peninggalan bangunan tua bersejarah dan makam pahlawan Raja Ali Fisabilillah dengan karya yang terkenal yakni gurindam dua belas. ( Bran )

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Selain membuka Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelapa ke-2, awal Oktober 2018 mendatang, kehadiran Presiden RI, Joko Widodo ke Kabupaten Lingga juga dijadwalkan untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum Timah di kompleks Eks perkantoran PT Timah (Implasemen) Dabo Singkep.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Lingga, Said Nursyahdu, Senin, 11 September 2018.

” Saat ini DPUPR Lingga sedang melakukan pembongkaran bangunan di implasemen. Rencananya dilokasi ini nantinya akan dibangun Museum Timah yang peletakan batu pertamanya dijadwalkan dilakukan Presiden RI, sempena kunjungan kerja meresmikan KTT Kelapa,” kata Said Nursyahdu.

Dikatakan, selain museum, dilokasi yang sama juga dibangun tugu timah. Pembangunan museum dan tugu ditimah ini nantinya sejalan dengan rencana Pemkab Lingga menjadikan kawasan implasemen sebagai Kawasan Singkep Bisnis Centre (SBC).

” Untuk pembangunan museum ini akan dibiayai oleh PT. Timah Tbk. Sedangkan tugu timah menggunakan dana APBD Lingga tahun 2019,” terang pria yang akrab disapa Jon ini.

Dia menuturkan, Pemkab Lingga awalnya merencanakan pembangunan SBC dikawasan impalasemen. SBC ini dilengkapi dengan taman dan berbagi fasilitas umum lainnya. Seiring dalam perjalananannya diusulkan untuk dibangun Museum Timah, dengan tugu sebagai lambang kejayaan masa pertambangan timah di Pulau Singkep.

” Pembangunan dimulai dengan pembangunan jalan lingkar di kawasan ini. Jalan dibangun dengan dua ruas. Seiring kedagangan presiden dan rencana pembangunan museum pekerjaan pembongkatan gedung lama sebagi lokasi museum kami gesa. Saat ini telah 80 persen bangunan dibongkar,” terangnya.

Ada 10 bangunan bekas kantor PT Timah saat beraktivitas di Singkep. Lokasi ini telah menjadi aset Pemkab Lingga sejak dihibahkan PT Timah karena tidak lagi beraktivitas.

” Kawasan ini nantinya menjadi kawasan terpadu, pasar modern, kantor, taman bermain dengan berbagai fasilitas umum yang disiapkan,” imbuhnya.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga- Ikatan mahasiswa Kabupaten Lingga,( IMKL) Tanjung Pinang desak proses pembebasan lahan asrama agar segera direlisasikan mengingat Anggaran pembelian lahan asrama sudah dianggarkan.

Ketua Ikatan Mahasiswa Lingga Norbaryansyah kepada mediakepri.co.id Jum’at 7 September 2018 mengatakan, informasi ini kami Mahasiswa ketahui dari Pak Bupati langsung Ketika silahturhami kemarin.

” Terkhusus Organisasi perangkat daerah (OPD) Bagian Tapem untuk Segera Melaksanakan Koordinasi dengan Pihak pihak terkait, agar Pembebasan Lahan Asrama Permanen Mahasiswa Lingga dapat segera dilaksanakan, ” ujarnya.

Dikatakan riyan, tentu koordinasi itu harus dilakukan pihak tapem bersama Kejaksaan, BPN, KJPP agar tidak meninggalkan proses regulasi yang diamanahkan UU.

Untuk diketahui anggaran pembelian lahan Asrama permanen Mahasiswa Lingga Kota Tanjung Pinang sudah masuk dalam pembahasan Apbd p 2018 beberapa waktu lalu.( Bran )

LINGGA

Senin | 27 Agustus 2018 | 12:07

Paripurna APBD – P Lingga akan Digelar Nanti Malam

MEDIA KEPRI.CO.ID, Lingga – Sidang paripurna dengan agenda Persetujuan Penyampaian Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2018 akan digelar nanti malam.

Sekretaris DPRD Lingga, Firdaus kepada mediakepri.co.id, mengatakan sesuai dengan kesepakatan, paripurna akan dilaksanakan sekitar pukul 20.00 WIB.

“Kalau siang ini agendanya hanya finalisasi dan harmonisasi saja,” ujarnya, Senin, 27 Agustus 2018.

Diketahui, adapun total APBD-P Lingga tahun 2018 sebesar Rp839 miliar. Mengalami penambahan sedikit dari total APBD murni yakni Rp754 milyar. Penambahan terjadi karena ada sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun 2017 lalu dan beberapa tambahan anggaran yang telat masuk. (bran)

LINGGA

Kamis | 23 Agustus 2018 | 13:03

Pekerja Kayu Lokal di Lingga Timur Mengeluh

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Sejumlah pekerja Kayu di Kecamatan Lingga Timur mengeluh banyaknya tenaga pekerja yang didatangkan dari luar Daerah.

Tidak sedikit penghasilan dari penjualan kayu Lingga yang di expor ke Kota Batam. Informasi yang didapat mediakepri.co id dilapangan kamis 22 Agustus lebih kurang 60 tenaga kerja luar yang berada di Kecamatan Lingga Timur dan Lingga Utara saat ini

” bahkan ada berkisaran 60 alat mesin pak, itu bisa dikatakan bukan untuk penebangan jual dilokal lagi. Kami dari masyrakat lokal tidak bisa bekerja ” ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini.

Lebih jauh katanya, saat ini aktivitas penebangan kayu sudah mendekati aliran sumber air bersih. Kami tidak tahu apa ini legal atau ilegal, yang jelas warga Desa tidak sampai kelokasi yang dilarang seperti ini.

Kami warga selama ini bekerja hanya untuk lokal saja.Kalau sudah begini berharap kepada pemerintah Daerah maupun instansi terkait untuk menindak lanjuti permasalahan ini. ( Bran )

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Beragam kegiatan dilakukan untuk menyambut datangnya HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Menghormati jasa Pahlawan Nasional Sultan Mahmud Riayat Syah, warga Lingga menggelar doa bersama, Kamis, 16 Agustus 2018 malam.

Doa untuk pahlawan ini digagas Pemkab Lingga, Kemenag Lingga dan MUI Lingga, di Masjid Sultan Lingga.

“Sultan Mahmud Riayat Syah sudah mendapat gelar kehormatan Pahlawan Nasional dari Presiden RI. Kebetulan tempat pemakamannya di komplek Masjid Sultan Lingga. Rasanya patut bagi kita semua berdoa untuk mengenang jasa-jasanya,” Kepala Kantor Kemenag Lingga, Edi Batara.

Wabup Lingga, M. Nizar yang turut hadir pada doa bersama di Masjid Sultan mengatakan bahwa prosesi rangkaian kegiatan HUT RI tetap seperti tahun-tahun sebelumnya. “Di sini hanya berdoa biasa.

Renungan sucinya tetap di Taman Makam Pahlawan,” ungkap M Nizar.(***)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Wakil Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto sangat yakin beberapa tahun mendatang sektor pertanian di Kabupaten Lingga yang saat ini sedang dirintis akan membuahkan hasil.

Bahkan tidak hanya di sektor pertanian saja, melainkan juga sektor pariwisata dan perikanan.

“Saya melihat Lingga memiliki potensi unggulan di bidang pertanian, pariwisata dan perikanan. Mari bahu-membahu menggali potensi itu agar bisa dijadikan sumber PAD yang baru,” kata Isdianto saat memimpin rapat koordinasi bersama Wakil Bupati Lingga M. Nizar, Sekda Lingga Juramadi Esram, jajaran OPD Lingga dan para pengurus LAM Lingga di Gedung Daerah Kabupaten Lingga, Senin, 6 Agustus 2018.

Potensi di bidang pariwisata, pertanian dan perikanan, menurut Isdianto adalah sektor yang tidak pernah habis bahan bakunya. Tidak seperti bidang pertambangan yang suatu saat bahan bakunya akan berkurang dan musnah.

“Alhamdulillah Kepri punya semua potensi unggulan. Daerah lain belum tentu punya seperti ini. Sekarang di Lingga sedang gencar mengolah pertanian, dan tentu kalau dinilai sekarang memang belum ada hasilnya. Karena pertanian adalah investasi jangka panjang. Dan suatu saat, apapun yang sudah ditanam akan dituai oleh masyarakat Lingga. Tentu sekarang harus bersabar,” kata Isdianto.

Jika Pemerintah Daerah tidak mampu menggali potenai PAD-nya sendiri, lanjut Isdianto, maka tunggulah masa kehancurannya. Selain itu, Isdianto juga mengajak Pemerintah Daerah rajin menjolok dana dari pusat.

“Sekarang ini Indonesia sedang defisit, termasuk Kepri mengalaminya. Makanya ayo kita jolok dan kejar dana pusat. Jangan ditunggu, tapi di kejar. Karena dikejar aja belum tentu dapat, apalagi cuma ditunggu,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Lingga M. Nizar menyampaikan sambutan selamat datang dengan menjelaskan gambaran umum Kabupaten Lingga.

Lingga memiliki 604 pulau dalam posisi air surut. Namun jika pasang tinggal 531 pulau yang nampak. Memiliki warga 102 ribu jiwa yang tersebar di 10 kecamatan, 75 desa dan 7 kelurahan.

“Seperti yang Bapak Wakil Gubernur katakan. Kami sedang galak-galaknya menggenjot sektor pertanian. Dan ini proses jangka panjang. Sektor pertanian, perikanan dan peternakan adalah memang sudah jadi kerja masyarakat disini hari-hari. Jadi ini wajib kita jaga,” ujar Nizar. (*)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Persiapan menjelang Hut RI ke 73 pemerintah Kabupaten Lingga telah menyiapkan 32 calon anggota paskibraka untuk mengikuti pusdiklat capaska di hotel lingga pesona, Kamis, 2 Agustus 2018.

” Berdasarkan hasil seleksi kemarin sebanyak 60 Siswa yg mengikuti seleksi capaska kita mendapat 38 yg terbaik dan 30 telah orang telah dinyatakan ditingkat kabupaten sementara yg 8 lagi dikirim ke provinsi kepri untuk mengikuti seleksi tingkat provinsi dan nasional ” ujar Suhardi ketua PPI Lingga.

Menurut pantauan lapangan saat penerimaan calon anggota paskibraka yg merupakan sudah menjadi tradisi yaitu dimulai dgn upacara tatingan penerimaan calon anggota paskibraka yang dipimpin oleh M. Hasby sebagai komandan upacara dan Abang Sapril yg merupakan sekretaris dari dinas pariwisata pemuda dan olahraga sebagai Pembina Upacara.

“Pada saat penerimaan calon anggota paskibraka kita menjalani beberapa tradisi yg umum dilakukan oleh purna paskibraka indonesia seperti capaska melewati gerbang desa bahagia dan beberapa kegiatan lainnya ” tambah suhardi

Setelah melakukan upacara tatingan yg kemudian juga akan dilanjutkan acara pembukaan calon anggota paskibraka kabupaten lingga tahun 2018 yg dipimpin oleh Ade Risti sebagai pemimpin upacara.

“Melalui kekompakan kerjasama tim dari panitia,pembina, pelatih, dan PPI, kita siap memberi yg terbaik untuk menyukseskan HUT RI ke 73,” sebutnya.(kmg/ravi)

sumber: wartakepri.co.id

MEDIAKEPRI.CO.OD, Lingga – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) tinjau lokasi normalisasi Sungai Seranggung di Kecamatan Lingga Kelurahan Daik.

Normalisasi Sungai Seranggung yang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Lingga tersebut saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.

“Normalisasi ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan oleh DPUPR-PKP Lingga dalam penanggulangan banjir di Lingga,” kata Kepala DPUPR-PKP Lingga, Said Nursyahdu melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Syarifudin saat dihubungi mediakepri.co.id, Kamis 5 juli 2018.

Lebih jauh katanya, saat ini pekerjaan normalisasi sungai Seranggung dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama ini, baru dikerjakan sepanjang 1,2 km.

“Nanti akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Untuk sungai lainnya kami juga sedang mengupayakan minta bantuan untuk dilakukan normalisasi bersama Dinas PUPR Provinsi dan Satker BWSS IV,” ujarnya.

Sementara itu, pada kegiatan monitoring tersebut juga dihadiri Ketua Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Daik Lingga, Romula Hasonangan.

“Ini merupakan monitoring rutin yang kami laksanakan sebagai bagian dari program TP4D untuk mengawal dan mendukung keberhasilan jalannya pembangunan agar tidak ada terjadinya penyimpangan dan kendala di lapangan. Kami juga melakukan pendampingan serupa dengan beberapa OPD lainnya yang ada di Pemkab Lingga,” kata Romula.

Diketahui, sungai seranggung salah satu aliran sungai dari air terjun tanda hilir Daik, satu diantaranya merupakan aliran sungai yang dilewati nelayan untuk melaut. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga melakukan peninjauan fasilitas olahraga yang akan digunakan dalam ajang Popda. Dua venue yang menjadi perhatian khusus adalah kolam renang dan Lapangan Tenis di Kecaman Daik, Lingga, Senin 2 Juli 2018.

Belum sempurnanya penataan kawasan Kolam renang yang berada di Desa Resun menjadi atensi DPRD Lingga, diharapkan kedepannya kawasan ini bisa dipercantik lagi dan menjadi salah satu ikon kawasan rekreasi dan wisata di Kabupaten Lingga.

” Total anggaran yang disiapkan oleh provinsi untuk kolam renang ini semuanya Rp20 miliar, namun yang sudah di gunakan baru Rp8 miliar saja. Tahun selanjutnya, nanti kita usahakan agar penataan kawasan ini bisa lebih sempurna dengan sisa dana yang ada. Kita juga dari DPRD akan mengusahakan hal itu,” kata Norden legislator PPP ini kepada awak media usai peninjauan di lokasi kolam renang Popda.

Beberapa hal yang akan diusulkan untuk melengkapi fasilitas sarana kolam renang Popda diantaranya pembangunan tribun atau atap dilokasi itu kolam renang, ruang ganti dan ruang mandi peserta, dan juga penataan kaki lima di seputaran lokasi kolam renang yang sampai saat ini terlihat masih belum rapi.

“Ini menjadi atensi kami kedepan agar lokasi dan fasilitas kolam renang ini bisa disempurnakan lagi, hal-hal yang masih terasa kurang kita coba benahi bersama kedepannya,” kata wakil Ketua ll DPRD Lingga Muddasir Zahid kepada perwakilan Dispora, dinas PU serta awak media yang turut menyertai dalam kunjungan ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Saparuddin dilokasi menjelaskan, untuk lebih melangkapi fasilitas yang sudah ada di kawasan kolam renang Popda, dalam waktu dekat ini akan diusulkan segera pembangunan ruang ganti pakaian peserta dan ruang mandi untuk mendukung penyelenggaraan Popda.

” Ini sifatnya mendesak dan dalam waktu dekat fasilitas kamar mandi dan ruang ganti akan dibangun, sementara untuk penataan hal-hal yang lainya kita tunggu dana dari provinsi. Kita akan usahakan ini nantinya kedepan di lengkapi lagi dengan sarana dan prasara lainya. Pemkab Lingga dan desa tentunya diuntungkan dari pembangunan fasilitas ini ,” tambahnya.

Menurut Sapar, sapaan akrab Saparuddin, sampai saat ini tidak ada kendala yang berarti dalam pembangunan sarana dan prasarana penunjang kegiatan Popda. Dia yakin Lingga siap menyelenggaran gelaran iven akbar tingkat provinsi ini.

” Keseluruhan sarana olahraga sudah siap 90% , sisanya dalam tahapan penyempurnaan saja. Sepeti kolam renang juga sudah siap tidak ada kendala, kita hanya tunggu serah terima dari pihak provinsi,” jelasnnya.

Nampak hadir dalam kunjungan Wakil ketua II DPRD Lingga Muddasir Zahid S.ag( Demokrat) Drs Norden (PPP), Ahmad Nashiruddin( Nasdem), Salmizi ST (PKS) dari Komisi II DPRD Lingga, tiba di lokasi selepas tengah hari dengan menggunakan kendaraan operasional DPRD Lingga. Dua perwakilan dari OPD terkait yakni Dinas Pariwisata pemuda dan olahraga dan Dinas Pekerjaan umum, perumahan rakyat dan penataan kawasan pemukiman nampak turut serta dalam peninjauan ini. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Danrem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, S. Sos. bersama Kadistan Provinsi Kepri memimpin rapat koodinasi untuk kesiapan perluasan sawah wilayah Provinsi Kepri TA 2018 di ruang rapat Makorem 033/WP Jln Sei Timun KM 14 Tanjungpinang, Jumat, 22 Juni 2018.

Rapat Koodinasi kesiapan perluasan cetak sawah bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Prov Kepri mendapat alokasi kegiatan cetak sawah seluas 2.200 H. Pelaksanaan kegiatan ini akan dilaksanakan di Kabupaten Lingga dan Kabupaten Natuna.

Rapat koordinasi pelaksanaan cetak sawah ini, bertujuan agar pelaksanaan kegiatan perluasan sawah dengan pola swakelola tahun 2018 ini dapat berjalan dengan baik. Dimana petugas terkait, memiliki pemahaman yang tepat dalam melaksanakan tahapan kegiatan perluasan sawah dan agar terwujud persepsi dan pandangan yang sama diantara petugas dalam melaksanakan kegiatan perluasan sawah di daerah.

Selain itu, rapat persiapan ini untuk terwujudnya kesamaan pandangan dan gerak langkah yang sama dalam melaksanakan kegiatan perluasan sawah di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Rapat koordinasi pelaksanaan cetak sawah tersebut juga di hadiri Komandan Korem 033/Wira Pratama beserta Staf, Kadistan Provinsi Kepri, Bupati Lingga, Kadistan Kabupaten Natuna, Dandim 0315/Bintan, Dandim 0318/Natuna serta undangan. (rilis)