Lingga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Danrem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, S. Sos. bersama Kadistan Kepri pimpin rapat kordinasi kesiapan perluasan cetak sawah wilayah Kabupaten Lingga dan Kabupaten Natuna tahun 2019 di ruang rapat Makorem 033/WP, Jalan Sei Timun KM 14 Tanjungpinang, Jumat, 11 Januari 2019.

Rapat Kordinasi kesiapan perluasan cetak sawah bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri mendapat alokasi kegiatan cetak sawah seluas 2.200 H yang dilaksanakan di Kabupaten Lingga dan Kabupaten Natuna.

BACA JUGA

KNPI Berdoa dan Kenang Musibah Jemaja

Nuansa Digital Eye di HPN 2019

Danrem menyampaikan, rapat koordinasi pelaksanaan cetak sawah ini, bertujuan agar pelaksanaan kegiatan perluasan sawah dengan pola swakelola tahun 2019 dapat berjalan dengan baik. Adapun, petugas terkait memiliki pemahaman yang tepat dalam melaksanakan tahapan kegiatan perluasan sawah dan terwujud persepsi serta pandangan yang sama diantara petugas.

“Sehingga, dalam melaksanakan kegiatan perluasan sawah di daerah, serta terwujudnya kesamaan pandangan dan gerak langkah yang sama dalam melaksanakan kegiatan perluasan sawah di wilayah Provinsi Kepulauan Riau,” ungkap Danrem.

Koperasi Mampu untuk Kesejahteraan Masyarakat

Rapat kordinasi pelaksanaan cetak sawah tersebut juga di hadiri Komandan Korem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, S. Sos. beserta Staf, Kadistan Pemprov Kepri, Kadistan Pemkab Lingga, Dandim 0315/Bintan serta undangan. (penrem033/wp)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Polindes Kote ‘Sakti’ memanfaatkan mementum pergantian tahun dengan kegiatan positif. Dengan menggelar Family Gatering, mempererat tali silaturrahmi antara kader Posyandu dengan warga.

Terlihat antusias peserta yang mengikuti kegiatan yang memiliki makna yang besar dan positif karena tujuannya baik. Orang tua dan anak-anak yang mengikuti kegiatan ini tampak ceria dan memancarkan aura kebahagian yang tiada tara.

Mereka jarang berkumpul. Memalui kegiatan ini, keharmonisan tercipta dengan sangat kilat menjelang pergantian tahun. Bagi keluarga yang awalnya jarang berkumpul dan jarang aktif, mereka bercengkarama berselimutkan dinginnya malam itu.

BACA JUGA

Tingginya Angka Kemiskinan Lingga Jadi Perhatian Mahasiswanya

Danrem 033/WP Tinjau Cetak Sawah di Lingga

Aziz Martindas: Liga Sepakbola Lingga Satu

Tidak ada yang kuku, apalagi canggung dalam kegiatan itu. Mereka berbaur antara satu dan yang lainnya. Anak-anak bermain dan asik dengan dunianya, kaum hawa mempersiapkan hidangan yang akan disantap bersama-sama. Sedangkan, bapak-bapak saling bertukar pikiran.

Dalam pelaksanaan Family Gathering, tidak ada undangan khusus dan special bagi orang-orang tertentu saja. Karena dari awal perencanaan, pihak Polindes dan panitia mempersilahkan siapapun bagi warga Desa Kote yang ingin datang dan bergabung dalam mempererat tali silaturahmi keluarga.

Bidan Polindes Desa Kote, Murniati mengatakan moment pergantian tahun digunakan untuk mempererat tali silaturahmi antara Polindes Kote, Kader Posyandu dan warga Desa Kote. Sehingga kedepannya tidak ada jarak diantara kami.

2018, Korem 033/WP Zero Pelanggaran

Ini Tiga Keindahan Geopark Natuna

“Dengan kegiatan ini, kedepan kami dianggap sebagai bagian dari keluarga,” katanya kepada mediakepri.co.id, Jumat, 4 Januari 2019.

Selain itu, katanya, atas terlaksananya kegiatan Family Gatering ini, Polindes Kote bekerjasama dengan Telkomsel. Dan dalam kegiatan ini, tambahnya, Dodi pimpinan Telkomsel juga turut hadir. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID. Lingga – Teknologi terus berkembang dengan pesat. Untuk mengikuti setiap perkembangan dunia digital tersebut, jaringan internet jadi syarat utama.

Perkembangan ini jadi hal yang bertolak belakang di Kecamatan Posek. Salah satu kecamatan di Kabupaten Lingga ini, masyarakat kesulitan dalam mengakses internet karena lemahnya jaringan.

PBB Saksikan Belanda Serahkan Kekuasaan ke Indonesia

Menelusuri Negeri Hang Tuah, Melaka sebagai Wisata Sejarah

Padahal, Kecamatan posek wilayah yang potensial secara geografis. Tetapi, masyarakat kecamatan yang terdiri dari tiga desa, yakni Desa Busung Panjang, Desa Posek dan Desa Suak Buaya mempunyai satu suara untuk kesulitan sinyal.

“Sinyal disini sangat susah. Kalau mau cari sinyal, kite nak naek ke pokok kelape atau diujung pelabuhan,” kata Ryan, seorang warga Posek dengan logat melayunya yang kental.

Dikatakannya, komunikasi merupakan hal yang penting. Mengingat zaman Sekarang, tambahnya, sudah semakin maju dan berkembang dengan luas. Tetapi, lanjutnya, di Posek masih dipersulit dengan masalah jaringan internet yang susah.

Pembebasan Lahan Asrama Mahasiswa Lingga di Pinang

“Kami harap pemkab dapat memperhatikan hal ini. Karena akses Informasi yang susah, masyarakat jadi susah berkomunikasi,” katanya mengakhiri. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Wakil Bupati Lingga, Nizar memberikan kabar sejuk yang bahagian kepada mahasiswa Lingga yang menuntut ilmu di Ibukota Kepri, Tanjungpinang.

Rencana pembangunan asrama di Tanjungpinang tahun 2019 segera terealisasi. Untuk tahan awal pembebasan lahan untuk pembangunan asrama tersebut, sudah dialokasikan di anggaran pengeluaran dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Lingga.

Ketua Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) di Tanjungpinang, Ryan mengatakan Wakil Bupati Lingga, Nizar menyambut baik. Dan untuk pembebasan lahan, katanya, dianggarkan di APBD murni 2019.

“Tapem sudah diperintahkan untuk menyelesaikan pembelian lahan tersebut,” ujar Ryan menirukan ucapan Wakil Bupati Lingga saat melakukan kunjungan kepada mediakepri.co.id, Rabu, 26 Desember 2018.

Lebih jauh dijelaskannya, selesai tahap pembebasan lahan, selanjutnya Pemkab Lingga berkoordinasi dengan PU untuk melakukan pembangunan fisik asramanya.

“Kami akan terus menggiring proses pembebasan ini,” katanya menutup. (bran)

politik uang

HEADLINE

Rabu | 26 Desember 2018 | 15:55

IMKL Segera Turun ke Lapangan untuk Antisipasi Politik Uang

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lingga dan Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) di Pinang menjalin kerjasama partisipasi untuk melakukan pengawasan pemilu, Rabu, 26 Desember 2018.

Untuk memperkuat kerjasama ini, dilakukan penandatanganan kerjasama di Kantor Bawaslu Lingga. Dengan kesepakatan ini diharapkan pesta demokrasi rakyat yang berlangsung 17 April 2019 mendatang dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Roni, Ketua Bawaslu Lingga mengatakan, sebagai wasit dalam pelaksanaan pesta lima tahunan ini, ia berkomitmen untuk menciptakan Pemilu 2019 yang berintegritas. Untuk mencapai tujuan ini, katanya, perlunya bantuan dari elemen masyarakat lainnya, termasuk peran serta dari mahasiswa.

Sementara itu, Ketua IML di Pinang, Ryan mengatakan penandatanganan kerjasama ini merupakan langkah partisipasipatif sebagai mahasiswa. Dimana dengan kerjasama ini, katanya, mahasiswa ikut melakukan pengawasan pada pemilu.

“Dari sini (kerjasama), mungkin langkah nyata yang akan dilakukan yakni turun ke beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Lingga untuk sosialisasi tentang gerakan sadar terhadap money politik,” jelas Ryan.

Dalam kegiatan penandatanganan ini, tampak hadir Kapolsek Daik Lingga. Dan Kapolsek menyatakan dukungan terhadap kegiatan penandatanganan kerjasama tersebut.

mahasiswa lingga di pinang kecewa

HEADLINE

Selasa | 18 Desember 2018 | 11:59

Tingginya Angka Kemiskinan Lingga Jadi Perhatian Mahasiswanya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pinang – Angka kemiskinan di Lingga yang tinggi dibandingkan kabupaten/kota di Kepri memicu reaksi sejumlah mahasiswanya.

“Publikasi tahunan statistik daerah memperlihatkan, tingkat kemiskinan di Kabupaten Lingga paling tinggi di Provinsi Kepulaun Riau yaitu sekitar 13,84 persen di tahun 2017. Angka ini berbeda jauh dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepri yang angkanya tidak sampai 10 persen,” kata Ramadhani, mahasiswa Lingga di Pinang kepada mediakepri.co.id.

Danrem Dampingi Pangdam Tinjau Pangkalan Kapal di Natuna

Gandeng Belanda, Lion Air Rogoh Rp38 M untuk Pencarian

Disebutkannya, tingginya angka ini harus mengambil langkah nyata dalam mengentasnya. Untuk kedepan, katanya, pemerintah merancang perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran. Lalu, tambahnya, untuk penetapan sasaran itu sendiri harus diperbaiki.

“Memperbaiki penetapan sasaran, agar lebih banyak menyentuh penduduk miskin,” sebutnya.

Lalu lebih jauh disebutkannya, pemerintah harus mengoptimalkan pembangunan yang lebih prioritas. Dan selanjutnya, program yang dimainkan untuk bidang perekonomian harus memberdayakan usaha kelas bawah dan menengah.

Ketidaksempurnaan Fisiknya, Pasutri Ini Jalani Hidup dengan Sempurna

Dikatakannya, kKemiskinan sebuah kondisi kekurangan yang dialami seseorang atau suatu keluarga. Kemiskinan telah menjadi masalah yang kronis karena berkaitan dengan kesenjangan dan pengangguran. Walaupun kemiskinan dapat dikategorikan sebagai persoalan klasik, tetapi sampai saat ini belum ditemukan strategi yang tepat untuk menanggulangi masalah kemiskinan, sementara jumlah penduduk miskin tiap tahunnya meningkat.

Walaupun kemiskinan dapat dikategorikan sebagai persoalan klasik, katanya, tetapi sampai saat ini belum ditemukan strategi yang tepat untuk menanggulangi masalah kemiskinan dan merumuskan kebijakan anti kemiskinan, sementara jumlah penduduk miskin tiap tahunnya meningkat. Ketidakberhasilan itu, katanya lebih jauh, kiranya bersumber dari cara pemahaman dan penanggulangan kemiskinan yang selalu diartikan sebagai sebuah kondisi ekonomi semata-mata.

Ucapan Terima Kasih Dandim Kepada Seluruh Anggota

Dijelaskannya, mengatasi kemiskinan pada hakekatnya merupakan upaya memberdayakan orang miskin untuk dapat mandiri, baik dalam pengertian ekonomi, budaya dan politik. Penanggulangan kemiskinan tidak hanya dengan pemberdayaan ekonomi, akan tetapi pemberdayaan politik bagi lapisan miskin, sesuatu yang tidak dapat terelakkan, kalau pemerataan ekonomi dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan sosial seperti yang dikehendaki.

“Kami meminta agar Pemkab dapat mengambil Solusi terkait problem ini,” katanya berharap. (ryan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Kepala Seksi di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lingga, Sarman terpilih sebagai Ketua Komite MTs Aqidatunnajin menggelar pemilihan pengurus Komite Madrasah periode 2019 – 2022, Sabtu, 15 Desember 2018. 

Pengurus Komite ini dipilih menjelang berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya, yang dilaksanakan bertepatan dengan pembagian raport Penilaian Akhir Semester (PAS) T.P. 2018 / 2019.

“Dari 6 calon yang diajukan, hampir 100 persen suara tertuju kepada bapak Sarman, menyepakati sebagai ketua. Kemudian proses selanjutnya Ketua terpilih memilih pengurus-pengurus pembantu di bawahnya,” jelas Egi Saputra sebagai sekretaris rapat.

Dari hasil rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala MTs Aqidatunnajin itu, maka tersusunlah kepengurusan inti Komite MTs Aqidatunnajin masa bhakti 2019 – 2022 sebagai berikut :

  1. Sarman Yusuf : Ketua
  2. Bustami : Wakil Ketua
  3. Maryunis : Sekretaris
  4. Nurhayati : Wakil Sekretaris
  5. Yulisnawati : Bendahara

Kepala Sekolah  MTs Aqidatunnajin Armain, Untuk memaksimalkan kerja organisasi melengkapi struktur organisasi di bawahnya, nantinya akan ditentukan melalui rapat internal Komite, setelah itu baru dikeluarkan SK penetapan kepengurusan oleh kepala madrasah.

“Harapan kami komite terpilih nantinya dapat bersinergi, bekerja sama, memberikan masukan dan kritikan konstruktif untuk kemajuan Madrasah ke depannya”, harap kepala Madrasah.

Sebagaimana diketahui, kepengurusan komite sebelumnya diketuai oleh Almarhum H. Musfar Saleh, setelah kepergian beliau, menjelang berakhirnya periode kepengurusan 2015 – 2018, akhir Desember ini. Maka untuk menggantikan peran beliau diwakili oleh salah seorang pengurus komite , Rustam Effendi.

Kepada mediakepri.co.id Armain sedikit bercerita, bahwa Almarhum H. Musfar merupakan sosok yang sangat peduli dan perhatian dengan permasalahan Madrasah maupun orang tua siswa.

“Cukup banyak kontribusi beliau dalam mendukung program Madrasah. Baik moril maupun materil”. Kenang Armain.Selain itu tambahnya, semoga menjadi amal jariyah buat beliau di sisi Allah SWT”, tutup alumni STAI Tanjungpinang itu. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Danrem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, S. Sos. meninjau lokasi cetak sawah baru di Desa Bukit Langkat wilayah Koramil 05 Bintan Kabupaten Lingga, Selasa, 11 Desember 2018.

Peninjauan ini didampingi Wakil Bupati Lingga serta Kasi Ter Korem 033/Wira Pratama Kolonel Inf Persada Alam dan Dandim 0315/Bintan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan TNI AD untuk mencetak lahan sawah di dua wilayah yaitu Kab Lingga dan Kab Natuna dalam rangka mensukseskan swasembada pangan

BACA JUGA

Harga Sembako di Natuna, Lingga dan Anambas Diatas Pasar, Pengaruh Letak

Korupsi Penghambat Pembangunan, Satukan Barisan Melawan

Perjuangan Seorang Ibu untuk Kesembuhan Putrinya yang Sakit Parah

Danrem 033/Wira Pratama Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, S. Sos, meminta pemerintah daerah maupun kelompok tani, termasuk para Babinsa setempat, menyampaikan kendala serta kekurangan peralatan yang akan dibutuhkan nanti. TNI sangat respon dengan masalah ketahanan pangan ini.

“Jadi jangan ragu-ragu menyampaikan kendalanya apa saja dalam mengelola sawah serta alat seperti hand traktor dan pompa air yang daerahnya kurang air,”ungkapnya.

Danrem berharap lahan cetak sawah baru yang menyebar di dua wilayah ini nantinya akan ada pengawalan oleh anggota Babinsa. Babinsa harus memberikan laporan kepada Danramil untuk diteruskan ke Komando Atas. 

Dengan Semangat Pahlawan di Dadaku, Danrem Gabriel Bangkitkan Kepedulian Lingkungan

Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema Pimpin Ziarah Rombongan Peringatan HUT TNI KE-73 TA 2018

Selain itu Danrem juga menyapa kelompok tani beliau menyampaikan selalu tetap semangat dalam bekerja, apa yang kita kerjakan dengan baik pasti hasilnya akan lebih baik, selain itu Danrem juga menegaskan agar kelompok tani tetap supaya bekerja yang bagus agar dapat menghasilkan yang maksimal, Ungkap Danrem Gabriel Lema, S. Sos. (penrem033/wp) 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Harga sembilan bahan pokok (sembako) di wilayah Natuna, Lingga dan Anambas di atas harga pasar. Hal ini diakibatkan karena letak geografis dan biaya transportasi.

Hal ini disampaikan Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol  Rustam Mansur saat melakukan rapat kordinasi satuan tugas (Satgas) Pangan Kepri menyambut Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Rupatama Polda Kepri, Selasa, 11 Desember 2018.

BACA JUGA

Korupsi Penghambat Pembangunan, Satukan Barisan Melawan

Perjuangan Seorang Ibu untuk Kesembuhan Putrinya yang Sakit Parah

Dampak Anak-anak di PD II, Unicef Berdiri untuk Negara Berkembang

Dalam rapat kordinasi (Rakor) yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan dan antisipasi kenaikan harga bahan pangan pokok menjelang Natal dan tahun baru 2019 di Kepri diketahui persediaan bahan pangan dan pokok menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 masih mencukupi.

Disebutkannya, jelang Natal 2018 dan tahun baru 2019, selalu melakukan koordinasi aktif dengan instansi terkait (desperindag/bulog/BPPOM/Bea cukai/ TNI/ Dishub/ Karantina). Adapun kordinasi yang dilakukan untuk memantau ketersediaan bahan pangan dan stabilitas harga pangan

Selain itu, katanya, jika terjadi lonjakan harga dan juga terjadi kelangkaan, maka akan dilakukan operasi pasar dengan melibatkan stakeholder terkait. Agar tidak terjadi, tambahnya, diimbau kepada distributor agar tidak menimbun barang kebutuhan pokok, dan sekiranya dapat menambah pasokan untuk menghindari terjadinya kelangkaan dan pendistribusian bahan pokok.

“Lakukan pengecekan secara berkala bersama dengan instansi terkait. Melakukan tindakan penegakkan hukum dan upaya hukum terhadap pada distributor dan oknum yang terlibat dalam sindikat monopoli sembako,” katanya usai rakor.

Dua Pahlawan Penegak Hukum yang Harum Namanya dalam Antikorupsi

Senyum Ramah Kejari Natuna di Hari Anti Korupsi

Rakor itu sendiri dihadiri Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Kepri, Kepala Bea Dan Cukai Batam, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Prov Kepri, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Prov Kepri, Kepala Bulog Divre Prov. Kepri, Kepala Badan Karantina Dan Pertanian Kota Batam, Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha Perwakilan daerah Batam, Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdaganagan Kab / Kota, Kepala Bulog Sub – Divre Kabupaten / Kota, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Dan Kesehatan Hewan kabupaten / Kota, Badan Pengusaha Batam dan AsosiasiPengusaha / Pelaku Usaha. (***)

 

LINGGA

Kamis | 06 Desember 2018 | 11:33

Dua Putra Lingga Terpilih Wakili Kepri di Kejurnas Atletik

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dua atlet Kabupaten Lingga, cabang olahraga (Cabor) atletik ikut mewakili Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik di Jakarta. Mereka adalah Saprian dan Kelana Saputra.

Skandal Watergate, Kekuatan Investigasi Media hingga Mundurnya Presiden

Bangun Karakter Positif Anak Sejak Dini, TK Adzkia Adakan Parenting untuk Orang Tua

Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Lingga, Rostam mengatakan, Saprian merupakan atlet tingkat umum yang berlaga di Porprov Kepri ke-IV lalu. Sedangkan Kelana Saputra merupakan pelajar SMAN 1 Singkep Barat, yang pernah mencatat prestasi bagus, baik di Porprov maupun di tingkat Kejuaraan Daerah (Kejurda) atletik tingkat pelajar.

Ibu Persit Korem 033/WP Dapat Penyuluhan Psikologi Mendidik Masa Depan Anak

Geopark Natuna Menuju UNESCO Global Geopark

“Ada dua perwakilan kita yang akan berangkat di nomor estafet 4 x 400. Satu lagi dari Tanjungpinang, satu lagi dari Bintan. Jadi ada 4 orang,” kata Rostam kepada mediakepri.co.id, Rabu 5 Desember 2018

Ia menjelaskan, pada perhelatan Porprov di Tanjungpinang lalu, kedua altet ini mencatat waktu tempuh sangat baik di nomor 400. Kelana Saputra bisa memecahkan waktu tempuh 0,54 detik, sedang Saprian dengan catatan waktu 0,53 detik.

Ratusan Penyair dari Tiga Negara ke Bintan untuk ‘Hidupkan’ Hang Tuah

Aziz Martindas: Liga Sepakbola Lingga Satu Program Unggulan

Dengan penampilan yang cukup baik terhadap, akhirnya pengurus cabang (Pengcab) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Provinsi Kepulauan Riau mempercayakan keduanya mewakili Kepri di Kejurnas.

“Ini prestasi yang luar biasa. Mereka tanggal 7-8 nanti sudah berangkat. Jadi kita hanya satu nomor lomba, 4 x 400 saja,” ujarnya.

Pelatih cabang atletik ini juga menaruh bangga, karena kedua anak didik berhasil mengharumkan nama Kabupaten Lingga, dan berhasil mengalahkan pesaing lainnya dari kabupaten/kota di Kepri.

“Kami sangat bangga, dari 4 tadi, Lingga ada dua atlet yang mewakili,” katanya.( bran)

sepakbola

HEADLINE

Sabtu | 01 Desember 2018 | 11:50

Aziz Martindas: Liga Sepakbola Lingga Satu Program Unggulan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Setelah resmi menerima surat keputusan (SK) sebagai Ketua Asosiasi Persatuan Sepak Bola Indonesia Kabupaten (Askab PSSI), Aziz Martindas bergerak untuk menyusun strategi dan kekuatan internal kepengurusannya. 

Melalui, SK yang ditanda tangani H Nurdin Basirun dengan nomor No SKEP/004/ASPROV/PSSI – KEPRI/ VII/2018 tertanggal 17 November 2018, Aziz Martindas mengatakan, untuk tahap awal tentu akan melakukan konsolidasi kepengurusan PSSI Kabupaten.

BACA

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Guru dan Kepsek Berprestasi di Lingga Terima Penghargaan Alias Wello

“Dimana pada tahap ini kita melengkapi struktur organisasi yang belum lengkap, dan struktur itu sendiri disesuaikan dengan kebutuhan organisasi,” katanya kepada mediakepri.co.id.

Disebutkannya segudang program sudah direncanakan dengan baik. Dan semua program itu sendiri, katanya, bagaimana dunia sepak bola ini menjadi olahraga masyarakat luas. Untuk itu, tambahnya, diperlukannya dukungan yang serius dari pemerintah daerah untuk turut andil, dan mendukung program dari Askab PSSI Lingga.

Agar rancangan kerja, yang dituang dalam program kerja itu sendiri dapat terealisasi, dan berjalan dengan baik, maka harus dikomunikasikan dengan baik. Oleh karena itu, katanya, Askab PSSI Lingga juga akan melakukan audiensi dengan Bupati Lingga mengenai eksistensi PSSI di Kabupaten Lingga, dan programnya diantaranya, persiapan untuk pembenanan sekretariat organisasi, konsolidasi pembentukan kepengurusan PSSI Kecamatan se Kabupaten Lingga dan persiapan pelantikan, kepengurusan Askab.

BACA JUGA

Desember, ISHD Kepri Ikuti Sumatera Bike Week

Korem 033/WP Ajarkan Pengaplikasian 4 Pilar Kebangsaan ke Mahasiswa

Karang Taruna Karimun Segera Deklarasikan Anti Narkoba

“Kita sudah merancang beberapa program yang sudah diajukan pada APBD Kabupaten Lingga tahun 2019 mendatang. Kalau tidak ada hambatan, dalam waktu dekat akan terlaksana dan disertai dengan louncing perdana, pembukaan turnamen Lingga satu yang akan dibuka Gubernur Kepri, seperti yang sudah ASKAB rencanakan,” tambahnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, program unggulan dibawah kepemimpinanannya yang akan dilakukan yakni pelaksanaan Liga Sepakbola Lingga Satu (LSL1). Dan pesefrta yang mengikuti liga ini adalah utusan dari setiap kecamatan. Liga ini, sebutnya, bergulir dengan sistem kompetisi penuh, (home away) , target pelaksanaan akan bergulir setelah pemilihan umum tahun 2019.

Ketika ditanyakan harapannya dengan program yang begitu banyak dan begitu rumit, bahkan untuk tingkat provinsi belum melaksanakan, seperti program liga ini? Aziz menyatakan, Askab PSSI Lingga akan merubah pola pikir terlebih dahulu. Kedepannya, olahraga yang digemari masyarakat ini, menjadi olahraga yang bisa menghasilkan keuntungan.

Semua program ini tentu akan berjalan dengan baik jika dapat rangsangan. Dan bentuk nyatanya yakni pemerintah daerah berperan aktif dalam rencana kerja. Dan bantuan dan dukungan ini terus dilakukan, katanya, sampai Askab PSSI Lingga bisa dan mampu mengembangkan persepakbolaan di Kabupaten Lingga.

BACA

Pesepakbola di Kepri Terus Meningkat

Gubernur Janjikan Perbaikan Lapangan Sepakbola Seberas Padi Karimun

Diketahui saat ini, Askab PSSI Lingga tidak terjun langsung, ketika Asprov melakukan kegiatan, Aziz menyampaikan ia sudah memberikan apresiasi kepada club atau tim yang sudah melakukan penyeleksian pemain. Bahkan sudah jauh-jauh hari, mempersiapkan diri untuk mengikutsertakan pada kegiatan Asprov.  “Oleh karena itu, kita tidak mau mengganggu, dan mengacaukan rencana kerja yang sudah dikejakan,” tutupnya. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Dabo – Sejumlah guru dan kepala sekolah di Lingga menerima penghargaan dari Bupati Lingga Alias Wello di Lapangan Merdeka Dabo Singkep, Senin, 26 November 2018. Penghargaan ini diberikan atas prestasi dari guru dan kepala sekolah tersebut.

Penyerahan penghargaan ini sejalan dengan memperingati Hari Guru 2018 yang mengusung tema ‘Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21’ dalam sebuah upacara.

BACA JUGA

Lagendaris Malaysia, Izam Pukau Warga Daik di Hari Jadi Lingga

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

Adapun guru berprestasi yang mendapat penghargaan yakni:
1. Sukirno, S. Pd. I  (kepsek SMPN 2 Singkep)
2. Kadari, S. Pd  (kepsek SMPN 1 Lingga)
3. Siti Rugayah (guru SDN 001 Singkep)
4. Rosida (guru SDN 010 Singkep)
5. Rosita Gultom (guru SMPN 1 Singkep)
6. Yulizar (guru SDN 001 Lingga)
7. Azmi (guru SMPN 1 Selayar)
8. Ratna Dewi, S. Pd. SD (guru SDN 001 Lingga Timur)

BACA

Keseriusan Anggota Ikuti Latihan Yong Moodo

Pesta Siaga Kwarcab Berlangsung Semarak

Untuk pemenang pemilihan Kepala Sekolah berprestasi se Kabupaten Lingga adalah sebagai berikut :
Tingkat TK
1. Nurul Aulia, S. Pd. AUD
2. Netti Elpera, S. Pd

Tingkat SD
1. Rasyikin, S. Pd. SD
2. Juribah, S. Pd. I
3. Hutadarus, S. Pd. SD

Tingkat SMP
1. Djunaidy, S. Pd

Adapun untuk kategori Kepala Sekolah berprestasi jenjang SMK tingkat Provinsi Kepri utusan Kabupaten Lingga diberikan kepada :
1. Samsul Hadi, S. Pd., M. Pd
2. Sri Kartini, S. Pd., M. Pd

Inspektur Upacara adalah Bupati Lingga H. Alias Wello, S. Ip dan Pemimpin upacara Andre Setiawan, S. Pd (Guru SMP Negeri 2 Singkep), peserta upacara terdiri dari Forkompinda, para kepala OPD serta segenap guru dan siswa sekolah semua tingkatan dan dihadiri juga undangan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan segenap undangan lain nya.

Bupati membacakan Amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Menteri berpesan untuk mewujudkan guru yang profesional kedepan nya akan diterapkan kebijakan zonasi. Harapannya agar dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh tanah air. Sistem zonasi juga diharapkan dapat memudahkan pelayanan dan pengelolaan guru mulai dari distribusi, peningkatan kompetensi, pengembangan karir dan penyaluran bantuan penyelenggaraan pendidikan sebagaimana kegiatan yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

BACA

Solo, Kota yang Mempersatukan Semangat Guru di Indonesia

Nomor Hotline Polda Kepri untuk Pelayanan SAR

Menteri juga menjabarkan setidaknya terdapat 3 ciri guru profesional yang harus dimiliki oleh para guru, pertama ; guru profesional adalah guru yang telah memenuhi kompetensi dan keahlian inti sebagai pendidik, perubahan zaman mendorong guru agar cepat menghadirkan pembelajaran abad ke 21, yaitu menyiapkan peserta didik untuk memiliki ketrampilan berpikir kritis, inovatif, komunikatif dan mampu berkolaborasi. Kedua; seorang guru yang profesional hendaklah mampu membangunkan kesejawatan bersama rekan-rekan sejawat mengembangkan diri dan meningkatkan kecakapan untuk mengikuti laju perubahan zaman. Dan terakhir, seorang guru yang profesional hendaknya mampu merawat jiwa sosialnya, para guru Indonesia adalah para pejuang pendidikan yang sesungguhnya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Tumpah ruah masyarakat Ibu Kota Daik Lingga padati lapangan Sultan Mahmud Riayat Syah, Minggu, 25 Oktober 2018 malam. Mereka ingin menyaksikan langsung penampilan artis legendaris negeri jiran Malaysia, Izam EYE.

BACA JUGA

MT Desa Mepar Juara Shalawat Bersempenaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Kedatangan Izam EYE, artis papan atas era 80-an, jadi dambaan masyarakat Lingga, Khususnya yang berada di Daik. Bagaimana tidak, penyanyi yang lagunya cukup akrab di masyarakat selama ini, hanya bisa didengarkan di VCD. Namun di hari jadi Kabupaten Lingga, warga  dapat dilihat secara langsung.

lurah

Lurah Daik Lingga Aryanto

Panitia penyelenggara, Aryanto, Lurah Daik kepada mediakepri.co.id mengatakan, ide mendatangkan Izam ini melihat dari beberapa waktu lalu, ketika posting Malaysia datang ke Lingga, masyarakat begitu antusias, karna ini berkenaan dengan hari jadi kabupaten, jadi pas momentum untuk menghibur masyarakat.

BACA

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

‘Angin Surga’ Pemerintah Lingga untuk Mahasiswanya di Tanjungpinang

“Alhamdulillah tidak ada kendala yang begitu mengahambat mendatangkan artis Izam, hanya saja menyesuaikan jadwal waktu nampil, melalui dr Iskandar pakar tanjak melayu. Kami Kelurahan selalu berkoordinasi, apalagi secara hubungan emosional Daik Lingga dan Malaysia sudah terjalin sejak dahulu ,” ucapnya, Senin 26 November 2018.

Dikatakan Aryanto walaupun Lurah karna sebelumnya dirinya lebih sering terlibat di bidang entertainment, jadi untuk teknis tidak begitu sulit. tentu dengan semangat gotong royong, dibicarakan kepada kekerabatan RT/RW, ini semata hanya untuk menghibur, agar Daerah ini tidak sepi, lebih dikenal.

Sementara itu, tidak luput perhatian dari Pemerintah Daerah, yakni Dinas Kebudayaan, yang juga turut berpartisipasi kepada Kelurahan memberikan bantuan dari sesi Fasilitas maupun yang lain. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Sutardji Cholzum Bakri, penyair yang terkenal dengan karya kreatifnya berjulukan ‘kredo puisi’. Membawa corak baru kepenyairan sastra Indonesia. Dalam sejarah sastra Indonesia mencatat, Sutardji berhasil membawa dan berjalan dijalan ke-puisi-anya.

BACA: Tembakan Lee Harvey Oswald Tewaskan John F Kennedy

Sebelum saya melanjutkan essay ini, saya ingin mengucapkan ‘Tabek Dato’. Sebuah ungkapan transenden dalam kultur luhur Melayu. Sekaligus kepada, Sutardji Cholzoum Bakri.

Sutardji, ketika berada di pusat imperium Kerajaan Lingga Riau yang pernah berjaya dimasanya, tepatnya di kota kecil yang disebut Daik, memberikan kesan kepuitisan tersendiri. Bahkan kesan tersebut memberi aura baru. Seumpama spiritual yang tak pernah padam.

BACA: I Gusti Ngurah Rai Meninggal Dunia Usia 29 Tahun

Sutardji, di mata penulis, bukan lagi sebagai penyair, penyihir, atau pembaca mantra, namun lebih dari itu, Sutardji seperti rasa kekaguman. Bersuanya penulis dengan Sutardji di tanah yang menyimpan semangat jiwa-jiwa kesultanan tersebut, memberikan preseden baru atas sebuah analogi kesadaran. Atas nalar intuitif sebagai seorang yang disebut sebagai penetak kerja kreatif yang terus mengalir seperti karyanya yang berjudul “Q”. Karya yang padat makna, seakan mengajak untuk terus berkarya, sebagai proses humanisme di tengah belantara kemanusiaan.

BACA: Columbus, Penjelajah Dunia Pertama Injak Kaki di Puerto Rico

Hari ini, nyaris hampir sekitar satu tahun yang lalu, Kota Daik dikunjungi bersama oleh sejumlah tokoh-tokoh. Baik budayawan, sastrawan, yang menyinta, meraih akan sebuah rasa kata ‘Melayu’. Berkumpul bersama untuk kembali membangun dan melestarikan fondasi, atas harfiahnya kata bangsa, dan bahasa Melayu pada perhelatan yang digadang-gadangkan dengan nama Tamadun Melayu.

BACA: Islam Banyak Dipengaruhi Hal Mistik, Ahmad Dahlan Dirikan Muhammadiyah

Sutardji Cholzum Bakri,sumbangsihnya menghadiri langsung perhelatan tersebut di Kota Daik. Sutardji, yang tidak diragukan lagi sebagai tokoh atau yang berjuang melalui logika ‘kalam’ seakan terpesona dengan alam Daik. Sebuah alam yang indah.

Sekilas, tubuh Sutardji, dengan pancaran mata yang membawa aura spirit, tidak kalah oleh kerentaan usia. Semangat berkalam seakan tak pernah padam di jiwanya. Apa lagi semangat tersebut diasup kadar oksigen yang tiada polusi. Alam yang jauh dari kebisingan, kehingar-bingaran, duduk bersama di kota kecil yang awalnya dibangun oleh Sultan Mahmut sekitar akhir abad 16-an dan awal abad ke-17-an.

BACA: Ini Sejarahnya, Kenapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional

Tanah Daik yang menyimpan cahaya keemasan Melayu seakan terus bergeliat. Seiring perkembangan dari pusat kerajaan Lingga-Riau, hingga kini sebagai kota administratif atau disebut pusat kota Kabupaten Lingga. Namun, rasa ‘Melayu’ terus dinukilkan sebagai spirit dalam mengisi pembangunan kota budaya yang modern dan maju.

Menariknya, sejarah Daik terus diperbaharui melalui ‘kalam’ yang tidak hilang dari acuan makna Melayu. Yang mana, dalam berbagai catatan sejarah, imperium Melayu berjaya membangun sebuah bangsa yang berbudaya di kota Daik. Bangsa yang penuh sopan santun, dan pekerti mulia serta melestarikan warisan budaya bangsa melalui poin poin etiknya.

BACA: Sejarah Lahirnya Rupiah

Perjalanan panjang sejarah Kota Daik juga merupakan sejarah bangsa Melayu dan serumpunnya. Meski di awal abad ke-19-an, imperium tersebut seolah-olah ter-reduksi akibat kolonialisasi yang pernah mengagresi kejayaanya. Namun, bangsa Melayu dengan kharismatiknya terus mengasimilasi kebentuk yang elastis, adab maupun peradaban Melayu.

Daik terus bergeliat. Seumpama bunga yang bermahkota. Bersinar di ufuk pantai timur Sumatera. Dengan khasanah dan berbudaya. Hingga kini, tanah yang diracik oleh kelenturan tangan Sultan Mahmud tersebut diprediksi berusia sudah 350 tahun lebih. Semakin bercahaya di tengah geliat perkembangan zaman.

BACA: Panglima Terhebat dalam Sejarah Dunia Itu, Napoleon Bonaparte Wafat Diusia 52 Tahun

Pandangan Sutardji, kota kecil tersebut pantas diberikan sanjungan pada tataran nilai yang tak bisa diangkakan. Bahkan Sutardji melihat semangat immanen yang dalam, untuk spirit sebagai unsur hara pedoman kemajuan bangsa Melayu untuk masa akan datang. Sebagaimana penulis mengutip kata-kata Sutardji.

“Di sini, di Lingga. Kita dekat dengan Tuhan,” tutur Sutardji.

Menurut Sutardji, kalimat tersebut bukan tanpa alasan. Kedekatannya dengan Tuhan, apa lagi di Lingga, karena Lingga kota yang hening. Normal tanpa polusi.

“Lingga hening, normal. Alamnya tanpa polusi,” ujarnya lagi dalam intonasi yang saklek, dengan pengucapan yang datar, namun memberikan rasa spiritualitas seorang manusiawi yang teraksesi kepada yang cosmic atau keilahian.

“Itulah kebesaran (Nya),”sambungnya lagi.

BACA: Pesona Bersejarah dan Ragam Cerita di Lawang Sewu

Ketika ucapan tersebut mengalir di telinga penulis, terdengar nilai yang tak terbantahkan. Sebagaimana spiritualitas yang dialirkan kepada penulis dalam obrolan singkat di gedung Anjungan Negeri Daik Lingga tempat diselenggarakannya perhelatan Tamadun Melayu yang pertama pada tahun 2017.

Hari ini, kontemplasi Sutardji, dapat penulis terima dan diambil intisari dan harfiahnya. Bagi penulis, apa yang disampaikan Sutardji, sebuah nalar intuitif yang semua kita disadarkan bahwa, ekskalasi imperium ‘Melayu’ di Kota Daik-Lingga sudah sewajarnya menjadi nilai transenden baru yang bertumbuh, tak pernah padam dan masih lestari sejak berdirinya Kota Daik yang masyarakatnya adalah Bangsa Melayu.

BACA JUGA: 

Meskipun perubahan zaman terus berlalu, namun ciri khas khasanah bangsa Melayu berkembang seumpama mekar mahkota. Bergeliat. Sebagaimana dalam salah satu bait pantun terus bergema dalam akal budi leluhur Melayu yakni “Tuah Sakti Hamba Negeri, Esa Hilang Dua Terbilang, Patah Tumbuh Hilang berganti, Tak Kan Melayu Hilang di Bumi,”.

Pantun tersebut, menyenaraikan bahwa bangsa Melayu yang kharismatik, serta kejayaanya, maupun pusat geografisnya. Menumbuhkan cita rasa adab yang elastis dan lestari. Hingga kini Daik, memberikan rasa yang baru, yang musti tetap dijaga ke-adab-nya hingga tinggi dan abadi selama-lamanya. Seperti yang dikatakan Sutardji, “Di Daik, kita dekat dengan Tuhan,” takzimnya.

Penulis
Nofriadi Putra. Alumni Sastra Indonesia UNP. Lahir di 50 Kota, Tahun 1983

dekorasi ruangan

LINGGA

Selasa | 20 November 2018 | 11:11

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Rapat Paripurna Istimewa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Lingga mencuri perhatian, khususnya tamu yang menghadiri hari jadi Kabupaten Lingga yang ke-15, Selasa, 20 November 2018.

BACA: ‘Angin Surga’ Pemerintah Lingga untuk Mahasiswanya di Tanjungpinang

BACA: Program Askab PSSI Lingga Tak Berjalan, Aziz Martindas: SK Belum Keluar

Perhatian masyarakat tercurah dengan dekorasi, gedung wakil rakyat itu sendiri. Pasalnya, ruangan sidang yang biasa digunakan anggota dewan untuk membahas setiap permasalahan di Lingga ini disulap. Disetiap ruangan ditata dengan rapi dan menyerupai wahana istana sebuah kerajaan.

Bagai sebuah kerajaan, gedung dewan ini disempurnakan dengan tampilan ornamen Melayu sebagai pelengkap ketakjuban masyarakat yang menyaksikan. Adapun penghias ruangan yang menarik perhatian, diantaranya Bunga Anggar, Kain Tabe yang diwarnai. Dan tentu tidak kalah penting, jamuan hidangan yang disajikan dikemas Talamau yang menggunakan tutup dari daun pandan.

BACA: Warga Karimun Jangan Sungkan Laporkan Pelanggaran

Untuk diketahui, Kabupaten Lingga sebagai daerah yang dijuluki sebagai Bunda Tanah Melayu, tentu tidak akan meninggalkan apa yang telah menjadi adat Budaya. Dan bersepakat untuk menjaga kearifan lokal menjadi tanggung jawab bersama sebagai bangsa Melayu.

BACA: I Gusti Ngurah Rai Meninggal Dunia Usia 29 Tahun

Pantauan mediakepri.co.id di lapangan, Rabu 20 November 2018, sejumlah staf Sekretariat DPRD Lingga menyambut tamu menggunakan pakaian lengkap Melayu dan wanita menggunakan Tudung Manto. (bran)

presiden

LINGGA

Rabu | 14 November 2018 | 20:08

Pekan Depan, Presiden Jokowi Berkunjung ke Lingga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Dijadualkan Presiden RI, Joko Widodo hadir ke Kabupaten Lingga, Kepri, 21 November 2018 melalui Bandara Dabo Singkep pukul 09.00 WIB mendatang.

Kunjungan ini disampaikan melalui rilis Humas Pemkab Lingga Rabu, 14 November 2018. Selanjutnya Jokowi akan menuju Gedung Daerah diteruskan ke Balai Joeang Boeng Hatta 1950 di Implacement Timah Dabo Singkep.

BACA: Derita Anak Nelayan di Karimun Itu Jadi Perhatian Wakapolda Kepri

BACA: PM Sutan Sjahrir Bentuk Brigade Mobil

BACA: KPU Karimun Tetapkan 168.790 Pemilih Tetap

Presiden Jokowi menerima penghargaan gelar kebangsawanan adat Melayu Sri Utama Mahkota Negara dari tokoh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri. Presiden juga diminta untuk peletakan batu pertama dan penandatanganan prasasti dimulainya pembangunan Museum Timah dan Singkep Business Centre (SBC).

Kegiatan Presiden Jokowi akan dilanjutkan dengan membuka Festival Kelapa Indonesia ke-2 di Lapangan Merdeka. Untuk masyarakat Lingga, Presiden akan menyerahkan 1.300 sertifikat tanah Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

BACA JUGA: Staf Khusus Presiden Jokowi Bocorkan Harga Mobil Nasional Esemka, Segini Loh Kisaran Harganya

BACA JUGA: “Elektrifikasi” Ini Gagasan Jokowi agar Bisa Dirasakan Oleh Seluruh Rakyat Indonesia

BACA JUGA: Tidak Ada Pelecehan dan Penghinaan, Sikap Hormat Jokowi saat Lagu Indonesia Raya Disorot, Ini Aturannya

BACA JUGA: Walikota Teruskan Surat Penolakan dari DMI ke Jokowi, Ini Isinya

BACA JUGA: Selain Membuka Konfrensi Tingkat Tinggi, Presiden Jokowi Bangun Museum Timah di Lingga

Setelah membuka Rakernas dan pengarahan kepada 248 Bupati anggota Kopek, Presiden menuju Batu Berdaun untuk meninjau tambak garam percontohan nasional dan penanaman bibit kepala di kebun PKK Lingga.

Presiden Jokowi dijadwalkan kembali ke Jakarta pukul 14.00 WIB. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Semangat kerja pengurus Asosiasi Kabupaten Lingga persatuan sepak bola seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) sudah tak terbendung dan tidak diragukan lagi, Jumat, 9 November 2018.

Dimana pengurus terpilih melalui Musyawarah Cabang, 23 Juni 2018 lalu ini sudah menyusun sejumlah program kerja untuk kemajuan dan memajukan persepakbolaan di Kabupaten Lingga.

Hingga saat ini, setelah empat bulan terpilihnya kepengurusan, program kerja itu sendiri bagai sebuah mimpi. Soalnya, untuk menjalankan rencana kerja tersebut dibutuhkan sebuah legitimasi secara administrasi.

“Kita masih menunggu surat keputusan (SK)). Tanpa SK, pengurus belum bisa menjalankan amanah dari organisasi persepakbolaan,” kata Ketua Askab PSSI Kabupaten Lingga terpilih, Aziz Martindas

Aziz Martindaz mengatakan sangat menyayangkan keterlambatan keluarnya SK. Padahal, tambahnya, sejak terpilih sebagai organisasi olahraga yang menjadi kegemaran masyarakat luas ini, pengurus sudah banyak melontarkan ide dan buah pikiran yang baik. Dan konsep bagus yang muncul, katanya, akan mampu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manuasia di bidang olahraga ini.

“Banyak ide yang ada dibenak kawan kawan pengurus tidak dapat dijalankan. Karena mengingat ligitimasi adminitrasi belum kita terima,” disebutkannya.

Adapun salah satu ide cemerlang itu diantaranya, yakni menjadikan ajang bola sebagai profit otentid. Sebagai contoh, kedepan akan diadakan liga bola untuk tingkat Kabupaten, pembinaan club secara intensif.

“Kita akan mengubah konsep dari sebelumnya hiburan menjadi konsep profesional. Semua itu tidak akan bisa dijalankan kalau legalitasnya kami belum terima, untuk itu Kita mohon segera keluarkan legalitas administrasi Askab PSSI Lingga ini,” katanya dengan penuh harap. (bran)