Mampok

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Pupus sudah harapan dua warga desa ini, karena pembukaan dan pelebaran jalan yang sudah dimulai 2011 silam sampai kini terbengkalai. Tak ada titik terang kapan dilanjutkan.

Adalah warga Desa Air Biru dan Desa Mampok yang selama ini sangat berharap bisa menuju ibu kota Kecamatan Jemaja dengan kendaraan.

Akibat terbengkalainya pembangunan jalan ini, warga kedua desa tadi masih harus menggunakan transportasi laut jika hendak ke kota kecamatan.

Seorang warga Desa Air Biru, Asuarman kepada suarasiber, Kamis, 23 Agustus 2018 menceritakan, warga sudah menanti sekitar 7 tahun.

“Apabila tahun 2019 tak ada kabarnya pembangunan jalan itu, kami akan menuntut ganti rugi kepada pemerintah. Warga sudah berbaik hati, merelakan cengkeh, kelapa, karet hanya karena ingin memiliki akses jalan. Pembangunan jalan itu tinggal cerita,” katanya.

Warga ini pun berharap ada yang turut memperjuangkan kelanjutan pembangunan jalan selebar 6 meter dengan panjang 7 kilometer.

“Misalnya anggota dewan yang dapilnya dari Jemaja, mohonlah kami dibantu,” kata Asuarman menyesalkan.

Warga lain yang tak bersedia menyebutkan namanya menambahkan, ada rasa iri jika melihat pembangunan di desa lain. Ia menyebut jalan darat di Desa Rewak dan Desa Genting Pulur di Kecamatan Jemaja sudah dibangun sehingga akses menuju kecamatan lebih mudah.

“Padahal desa kami masih satu tanah dengan kecamatan. Apakah memang begini nasib warga desa yang tinggal di ujung luar ibu kota kecamatan? Cuma bisa menyaksikan pembangunan jalan di desa tetangga,” keluhnya.

Sama seperti Asuarman, ia menginginkan ada yang menyuarakannya agar kembali mendapatkan anggaran. (***)

sumber: suarasiber.com