Maskapai

MEDIAKEPRI.CO.ID, Praya – Batik Air member of Lion Air Group menyampaikan keterangan mengenai penanganan seorang pelanggan pada penerbangan ID 6950 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang (CGK) dengan tujuan Bandar Udara Internasional Lombok Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (LOP) dilakukan sesuai standar operasi prosedur dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Batik Air memberikan klarifikasi, seorang penumpang laki-laki berinisial FC yang duduk di nomor 2D diketahui melakukan tindakan yang mengganggu kenyamanan perjalanan dan melanggar aturan penerbangan sipil. FC merokok menggunakan rokok elektrik (vape) di kamar kecil (lavatory) bagian depan pesawat Airbus A320-200CEO registrasi PK-LUW.

Kepala awak kabin (senior flight attendant/ SFA) bekerjasama dengan pilot untuk memutuskan tindakan secara tepat berdasarkan peraturan perusahaan dan penerbangan sipil.

Pilot menyampaikan informasi kepada petugas keamanan bandar udara (aviation security/ avsec).

Pesawat ID 6950 mendarat pukul 11.25 WITA di Lombok. Koordinasi yang baik antara awak pesawat, petugas layanan darat (ground handling) dan avsec, sehingga proses penanganan FC berikut barang bukti berjalan secara tepat.

Batik Air menyerahkan FC kepada avsec dan otoritas bandar udara (otband) untuk pemeriksaan dan proses lebih lanjut.

Batik Air mempertegas bahwa seluruh operasional pesawat adalah bebas asap rokok termasuk rokok elektronik. Setiap penerbangan, awak kabin memberitahu penumpang bahwa merokok di pesawat adalah tindakan yang dilarang.

Batik Air menghimbau kepada seluruh pelanggan dan publik untuk memahami serta mematuhi aturan “tidak merokok” di dalam kabin atau di kamar kecil saat pesawat di udara dan berada di darat.

Menurut peraturan keselamatan penerbangan sipil (CASR) 25.854, setiap pesawat udara yang berkapasitas 20 orang atau lebih, wajib memasang pendeteksi asap (smoke detector system) di setiap lavatory dan harus dilengkapi fire extinguisher pada setiap disposal. Pesawat juga harus dilengkapi placard atau passenger sign information at least one placard.

Ketentuan yang mengatur keselamatan serta keamanan penerbangan bersumber dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 dan Program Keamanan Penerbangan Nasional pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia 80 Tahun 2017. Kedua peraturan ini selanjutnya diberlakukan dalam kebijakan maskapai, termasuk Lion Air Group. (rilis)

Komitmen Berkontribusi dalam Pengembangan Pariwisata dan Bisnis

MEDIAKEPRI.CO.ID, Singapura – Lion Air Group kembali menerima anugerah dari Changi Airport Singapura sebagai 5 maskapai teratas yang berkontribusi besar membawa penumpang terbanyak (Top 5 Airlines and Airline Groups by Passenger Carriage) ke Bandar Udara Internasional Changi, Singapura (SIN).

Penghargaan Changi Airline Awards 2018 itu diserahkan langsung Minister for Education (Schools) & Second Minister for Transport, Mr Ng Chee Meng kepada Managing Director Lion Air Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi di The Ritz Carlton Millenia Singapura.

Managing Director Lion Air Group, Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan, “Atas nama Lion Air Group, kami mengucapkan terima kasih dari apresiasi yang diberikan Changi Airport. Kami juga menyampaikan selamat kepada seluruh kru pesawat, tim operasional serta karyawan/ karyawati Lion Air Group berkat kerjasama yang baik dan kerja keras dalam mewujudkan kelancaran penerbangan. Penghargaan membanggakan ini kali kedua diperoleh Lion Air Group. Pada 2017 Lion Air Group telah memperoleh award serupa dengan pencapaian maupun pengembangan empat maskapai yaitu Lion Air, Batik Air dari Indonesia; Malindo Air dari Malaysia dan Thai Lion Air dari Thailand.”

Lion Air Group senantiasa memberikan dan memperkuat layanan terbaik kepada pelanggan, termasuk jaringan dari dan ke Singapura. Hingga kini Lion Air Grup sudah membawa lebih dari 2 juta penumpang per tahun ke Bandar Udara Internasional Changi dengan frekuensi 15 penerbangan per hari. Pergerakan tersebut terdiri dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang (CGK): Lion Air enam kali sehari dan Batik Air tiga penerbangan setiap hari; Thai Lion Air tiga penerbangan per hari dari Bandar Udara Internasional Don Mueang, Bangkok, Thailand (DMK) serta Malindo Air memiliki empat penerbangan setiap hari dari Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia (KUL).

Daniel Putut menambahkan bahwa, “Singapura masih konsisten menjadi salah satu destinasi unggulan bagi wisatawan dan pebisnis dari kawasan Asia Tenggara, termasuk dari Indonesia, Malaysia dan Thailand. Selama ini dikenal sebagai negara berposisi strategis, jalur lalu lintas bisnis utama dunia dan negara persinggahan (transit) mancanegara. Kehadiran Lion Air Group di Singapura untuk menjawab tingginya permintaan perjalanan udara selama ini serta sekaligus mempertegas kesungguhan Lion Air Group dalam memperluas konektivitas internasional. Oleh karena itu, kami sangat antusias untuk terus mengembangkan jaringan dari dan ke Changi, guna menawarkan layanan udara yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat. Dengan demikian, akan membawa lebih banyak pengunjung menuju ke tiga negara dimana Lion Air Group beroperasi dari Singapura.

Lion Air Group berharap Bandar Udara Internasional Changi akan semakin banyak membuka dan memberikan slot prime time untuk seluruh penerbangan Lion Air Group. Tujuan utama lebih memberikan kualitas penerbangan, tersedianya pilihan jadwal yang disesuaikan kebutuhan pelanggan serta dapat melakukan ekspansi dengan menambah rute baru menambah frekuensi terbang. Dengan bertambahnya jaringan, Capt. Daniel Putut semakin optimistis dapat mendukung dalam meningkatkan investasi pada sektor ekonomi dan pariwisata di Singapura dengan Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Lim Ching Kiat, Managing Director, Air Hub Development, Changi Airport Group mengungkapkan, “Lion Air Group telah menempatkan posisi sebagai salah satu dari lima airlines terbaik yang memberikan kontribusi besar dengan membawa penumpang menuju Bandar Udara Internasional Changi. Lion Air Group merupakan maskapai yang mengoperasikan lebih dari 100 keberangkatan dari Changi setiap minggu.”

Lebih lanjut menurut Lim, “Changi Airport mencatat lebih dari 1,5 juta pergerakan penumpang yang melakukan perjalanan udara ke dan dari Singapura hingga periode berjalan pada 2018. Kami menantikan pertumbuhan berkelanjutan dengan Lion Air Group, serta bekerja bersama dalam kemitraan erat untuk memperluas kehadiran mereka di sini yang sangat membantu menumbuhkan konektivitas Singapura ke berbagai kota/ negara tujuan.”

Singapura masih menjadi salah satu bandar udara penghubung (hub) strategis utama bagi konektivitas penerbangan Lion Air Group. Tahun ini Thai Lion Air akan menambah frekuensi penerbangan ke Singapura dari Bangkok dan Malindo Air dari Kuala Lumpur ke Singapura.

Lion Air dan Batik Air memproyeksikan peluang dari pangsa pasar India, Bangladesh serta kota utama dan sekunder di Indonesia ke Singapura. Saat ini sedang dilakukan analisis yang komprehensif.

Changi Airline Awards 2018 adalah penghargaan pemerintah Singapura terhadap kontribusi maskapai-maskapai berdasarkan lalu lintas udara Changi. Pertama kali diadakan 2017 dengan 25 jenis penghargaan yang terdiri dari Top Airlines & Airline Groups by Passenger Carriage and Cargo Carriage, Top Airlines by Absolute Passenger Growth and Absolute Cargo Growth, Best Airline Marketing, and Partner of the Year. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Seorang perempuan berinisial IR (26) dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Barat. Mantan pegawai sebuah maskapai penerbangan ini diduga menipu 29 korban dengan modus menawarkan tiket pesawat murah.

“Banyak korban lainnya juga. Total semua uang dari korban-korban lain, termasuk saya mencapai Rp 400 jutaan. Korbannya sekitar 29 orang,” ujar salah satu korban, Ike Tresna (28), Kamis, 4 Januari 2018.

Ike dan terlapor memang sudah saling mengenal. Ike dan terlapor sama-sama pernah bekerja di sebuah maskapai penerbangan di bagian call center.

“Saya sebagai leader call center dan terlapor sebagai call center, tapi kita berdua sudah sama-sama resign,” ujarnya.

Beberapa waktu setelah resign, Ike berkomunikasi dengan terlapor. Terlapor saat itu menawarinya tiket promo dengan harga murah untuk perjalanan pulang-pergi ke lokasi wisata seperti Raja Ampat, Papua yang dijual Rp 3 juta.

“Dia menawarkan via broadcast melalui WhatsApp, Line, Facebook, Instagram dan medsos lainnya,” tutur Ike.

Merasa tertarik, Ike pun kemudian memesan tiket padanya. Ike sendiri memesan 11 tiket pesawat dengan maksud untuk dia jual kembali kepada kerabat-kerabat dan teman-temannya.

“Saya sendiri sudah transfer ke dia Rp 66 juta untuk pemesanan 11 tiket pesawat,” ucapnya.

Ike mulai memesan tiket pesawat kepada terlapor sejak Agustus 2017 lalu. Awalnya, terlapor menunaikan seperti janjinya. Namun belakangan, pemesanan tiket korban mendapat masalah. Dari 11 tiket yang dia pesan, hanya satu yang bisa di-issued.

“Dia kasih booking konfirmasi sebagai bukti tanda jadi dan tiket akan dikasih H-7. Untuk perjalanan awal jadi dan enggak ada masalah, tapi pas pemesanan berikutnya tiket enggak di-issued,” lanjutnya.

Setelah mendapat masalah tersebut, korban mencoba refund. “Karena saya tahu itu sudah enggak beres, maka saya minta refund semuanya, tapi sampai sekarang enggak juga dilunasi. Dia baru balikin uang saya Rp 4,2 juta,” terang Ike.

Setelah itu, korban terus berusaha meminta pertanggung jawaban terlapor. Semula, terlapor gampang dihubungi, namun belakangan terlapor menghilang dan sulit dikontak.

Walhasil, Ike pun harus menombok kerugian teman-teman yang sudah membayar kepadanya. “Dia sulit ditemui, sampai saya yang harus bayar tiket tersebut dengan harga normal dengan uang pribadi saya. Sehingga kerugian materil saya mencapai Rp 90 juta,” papar dia.

Belakangan, Ike mengetahui ternyata banyak korban dari terlapor. Para terlapor bahkan membuat grup WhatsApp untuk saling berbagi informasi terkait kasus tersebut.

Tidak hanya itu, para korban juga bersepakat membuat akun Instagram khusus untuk para korban. Setelah para korban mem-viralkan kelakuan terlapor, terlapor kemudian mencicil kerugian sejumlah korban masing-masing Rp 200 ribu.

“Tapi dia nggak mau menemui kita semua. Teleponnya masih aktif, tapi kalau ditelepon tidak pernah ngangkat. Keluarganya juga terkesan menyembunyikan terlapor,” cetusnya.

Sudah hilang kesabaran, Ike pun melaporkannya ke Polres Metro Jakarta Barat. Laporan Ike diterima dengan surat tanda bukti laporan bernomor LP/1168/IX/2017/PMJ/Restro-Jakbar tanggal 26 September 2017. “Ada juga korban lain yang melapor di Polda Metro Jaya. Kami berharap polisi segera menindak lanjuti laporan kami,” tandasnya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID , Jakarta – Airline Passenger Experience Association (APEX), asosiasi nirlaba untuk peningkatan pengalaman penumpang penerbangan yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat, menobatkan Garuda Indonesia sebagai maskapai bintang lima (5-Star Airlines) dalam acara seremonial APEX Award Ceremony Expo 2017 yang diselenggarakan di Long Beach, California, beberapa waktu lalu.

Pada acara penghargaan tersebut, Garuda terpilih sebagai salah satu dari 22 maskapai penerbangan dunia yang diumumkan sebagai Five Star Recipients of the 2018 Official Airline Ratings, program pemeringkatan penerbangan pertama yang didasarkan pada umpan balik penumpang yang terverifikasi dan tersertifikasi.

Direktur Utama Garuda Pahala N Mansury mengatakan bahwa peringkat maskapai penerbangan bintang lima tersebut semakin menegaskan kembali posisi Garuda sebagai pemimpin global dalam hal pengalaman dan kenyamanan penumpang.

Selain rating dari APEX, Garuda juga telah meraih predikat sebagai “The World’s 5-Star Airline” dari Skytrax, lembaga pemeringkat penerbangan independen yang berkedudukan di London, sejak Desember 2014 lalu.

“Keberhasilan Garuda meraih predikat sebagai maskapai bintang lima merupakan wujud dari komitmen serta hasil kerja keras seluruh karyawan dalam memberikan layanan terbaik kepada para pengguna jasa.

Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pengguna jasa sehingga Garuda Indonesia bisa meraih predikat prestisius ini,” ujar Pahala dalam keterangan persnya.

APEX bermitra dengan TripIt® dari Concur®, aplikasi pengorganisasian perjalanan dengan rating tertinggi di dunia, untuk mengumpulkan feedback penumpang secara anonim berdasarkan perjalananmereka yang telah diverifikasi.

Dengan menggunakan skala lima bintang, lebih dari 500.000 penerbangan dinilai oleh penumpang dari seluruh dunia pada periode waktu antara 24 Oktober 2016 sampai 31 Juli 2017.

Para penumpang diminta untuk menilai keseluruhan pengalaman penerbangan mereka dan kemudian diberikan kesempatan untuk memberi peringkat di lima subkategori, yaitu kenyamanan kursi, layanan kabin, makanan dan minuman, hiburan dan Wi-Fi.

Peringkat keseluruhan tersebut kemudian disertifikasi oleh layanan audit eksternal dan digunakan untuk menetapkan The 2018 Official Airline Ratings.

Sumber : Tribunnews