Massal

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, menghadiri panen raya padi organik di Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, pada Kamis, 24 Januari 2019.

Padi organik tersebut adalah hasil kerjasama antara Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Bunguran Barat dengan Pemerintah Desa dan petani di Desa Air Lengit.

Ngesti mencoba penggilingan padi

“Alhamdulillah, melalui dukungan semua pihak dan kerjasama SMK Negeri 2 Bunguran Barat (SMK Pertanian, red) dengan petani, maka hari ini kita bisa memetik hasilnya. Butuh proses tiga bulan untuk sampai ketahap panen,” kata Wabup Ngesti, dalam sambutannya.

Penanaman padi organik ini, sambung Ngesti, harus terus berlanjut sampai seluruh petani memahami bahwa menggunakan pupuk organik jauh lebih ekonomis dan sehat ketimbang menggunakan pupuk kimia.

Ngesti menyerahkan pupuk organik microba alfafa

Ngesti juga mengatakan akan mempromosikan pupuk cair Microba Alfafa buatan SMK Pertanian kepada para OPD.

” Kedepan Dinas terkait harus bisa memberikan pembinaan, supaya produksi pupuk organik di Natuna terus berlanjut, dan bila perlu bisa di ekspor keluar daerah,” pesan Mantan Anggota DPRD Natuna periode 2009-2014 tersebut.

Wabup Ngesti pun berharap Penggunaan pupuk organik harus menjadi contoh desa lain agar turut serta menggunakan pupuk alami tersebut dalam bercocok tanam.

Ngesti saat panen padi organik

“Saya sudah bicarakan dengan pihak SMK Pertanian dan Desa, supaya pembinaan ini berkelanjutan. Kepada Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Disperindagkop dan UKM, harus dimonitor,” pungkas Ngesti.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kadis Ketahanan Pangan Sri Hariningsih, Kadis PMD Indra Joni, Kadis LH Wan Asfarudin dan sejumlah pimpinan OPD lainnya. (alfian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Palu – Jenazah korban gempa dan tsunami di Palu, Sulteng, mulai dimakamkan di kuburan massal. Sebanyak 18 korban telah dimakamkan untuk tahap pertama.

“Untuk sementara 18 (jenazah). Pemakamannya bertahap,” kata Kapendam XIII Merdeka, Sulawesi Tengah, Kolonel Inf M Thohir di lokasi pemakaman, TBU Poboya, Palu, Senin, 1 Oktober 2018.

Pemakaman dimulai sekitar pukul 11.30 WIB. 18 jenazah itu diangkut menggunakan 2 truk dan 1 mobil pikap.

Setibanya di lokasi, jenazah yang sudah berada di kantong jenazah langsung diangkat ke dalam kuburan 10 x 100 meter dengan kedalaman 1,5 meter. Jenazah tersebut ditempatkan di sudut makam.

Sebuah ekskavator dikerahkan untuk proses penguburan massal ini. Setelah 18 jenazah itu tersusun tapi, ekskavator pun langsung melakukan penimbunan.

Thohir sebelumnya menyebut kuburan massal ini disiapkan untuk menampung 1000 jenazah. Korban tewas yang sudah diidentifikasi namun tak dijemput keluarga dimakan di kuburan massal ini.

“Untuk mekanisme adalah jenazah yang sudah diidentifikasi oleh pihak kepolisian, kemudian tidak diketahui oleh keluarganya itu akan kita kumpul kemudian kita makamkan secara massal,” ujarnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yogyakarta – Ratusan nisan nampak berjajar di tengah lapangan Karang, Kotagede, Yogyakarta. Sebelumnya di lokasi tersebut dilakukan eksekusi menggunakan senapan oleh orang-orang berbadan tegap berpakaian hitam-hitam.

Eksekutor berpakaian serba hitam berkaca mata hitam melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang di tiang esekusi. Eksekutor mengenakan kalung bertuliskan ‘Kominfo’, sedangkan korban berjajar mengenakan baju hitam, nampak huruf yang bisa terbaca ‘konter.’ Korban lalu dikubur, jumlahnya mencapai 500an kuburan.

Peristiwa tersebut adalah aksi teatrikal yang dilakukan para pelaku usaha konter di Yogyakarta yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celuler Indonesia (KNCI). Aksi ini menggambarkan kebijakan Kominfo RI terkait pembatasan registrasi 1 NIK 3 simcard yang dinilai bisa membangkrutkan usaha mereka.

“Kebijakan pembatasan registrasi akan membunuh konter kartu dan pulsa di Indonesia. Banyak konter kartu dan pulsa terancam bangkrut. Kami gambarkan di sini simbol-simbol kematian kebrangkutan konter pulsa,” kata anggota KNCI, Muhamad Ulil Albab, di lokasi aksi, Rabu, 28 Maret 2018.

Humas DPD KNCI DIY, Ardhana WR, menambahkan pihaknya menolak keras aturan regristasi 2 NIK 3 simcard karena mengakibatkan kebangkrutan konter kartu dan pulsa serta tergusurnya konter kartu dan pulsa seluler Indonesia.

Masyarakat ke depan akan memperoleh harga paket internet yang lebih mahal dari harga sekarang. Sedangkan masyarakat di pedesaan dan pedalaman akan kehilangan akses terdekat dalam membeli layanan telekomunikasi seluler karena konter sudah tidak ada lagi. Pasar telekomunikasi akan dikuasai segelintir pemodal besar.

Akibat kebijakan tersebut, konter mengalami penurunan transaksi hingga 30%. Ke depan penurunan diperkirakan bisa sampai 90%. Kondisi ini tentu akan mengancam mereka menuju kebangkrutan.

“Kominfo telah membohongi kesepakatan dengan kami. Kami menuntut pertanggungjawaban Kominfo karena membohongi KNCI,” katanya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kegiatan khitanan massal dan donor darah yang digelar bright PLN Batam mendapat respon positif dari masyarakat. Bakti sosial dalam rangka hari ulang tahun PLN Batam yang ke-72 berlangsung di Aula Asrama Haji, Selasa, 31 Oktober 2017.

“Alhamdulillah, respon masyarakat Batam sangat positif dan mendukung kegiatan sosial ini, terlebih kepada jajaran Polda Kepri yang sudah bersama-sama melaksanakan kegiatan ini,” ungkap Direktur Utama Bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura dalam sambutannya.

Dadan juga menjelaskan selain menggelar khitanan massal yang dibarengi dengan donor darah, Bright PLN Batam juga melaksanakan sejumlah kegiatan sempena HUT Bright PLN Batam ke-17 dan Hari Listrik Ke-72.

“Kami mengadakan PLN Fair, memberikan gratis bagi pelanggan yang ingin tambah daya, dan gratis pemasangan sambungan baru bagi 250 pelanggan, dan hampir 900 pelanggan pemasangan baru yang hanya membayar biaya pemasangan 72.000 rupiah,” paparnya.

Dadan berharap, pada kesempatan yang akan datang, Bright PLN Batam dapat memberikan lebih dari itu, dan memberikan pelayanan yang jauh lebih baik dari saat ini.

Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian menjelaskan, kegiatan khitanan massal dan donor darah ini disejalankan dengan HUT Brimob ke-72.

“PLN Batam ulang tahun ke-17, Hari Litrik ke-72 dan HUT Brimob juga ke-72, ya kita sepakat disejalankan saja,” ucap Kapolda.

Selain itu, Kapolda juga menjelaskan PLN Batam dan Polda Kepri memiliki kesamaan, yakni sama-sama harus memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.

“Semoga dengan kegiatan-kegiatan sosial seperti ini, masyarakat terbantu dan dapat meringankan beban ekonominya,” tutup Kapolda.

Pada kesempatan itu, Kapolda Kepri, Wakapolda Kepri dan Dirut PLN Batam juga mendonorkan darahnya, lalu melihat pelaksanaan khitanan massal.

Kapolda juga sempat menghibur dan memberikan kalimat-kalimat motivasi kepada anak-anak peserta khitanan massal.

Untuk khitanan massal, bermacam ekspresi ditunjukkan oleh bocah-bocah peserta. Ada yang meringis, ada yang meraung-raung, ada juga yang tersenyum bahkan tak sedikit yang nyantai sambil bermain games hape.

Sebanyak 544 anak-anak dikhitan gratis, usai khitanan mereka pun diberi bingkisan dan sarung yang digunakan untuk khitan. (bayu wasono)