Masukkan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) pemusnahan barang bukti Narkotika jenis Sabu seberat bruto 2.471 (dua ribu empat ratus tujuh puluh satu) gram di Gedung BNNP Kepri di Batubesar, Nongsa, Rabu 11 April 2018.

Barang bukti bernilai miliaran rupiah ini adalah milik empat tersangka yang diungkap dari berbagai tempat dengan waktu berbeda. Mereka adalah, Sa (29) yang ditangkap di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Selasa, 6 Maret 2018 sekitar pukul 08.00 WIB. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti sabu dengan berat bruto 1.004 (Seribu Empat) gram.

Lalu, tersangka berikutnya, M (30) dam Je (26) di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Senin, 12 Maret 2018 sekitar pukul 10.00 WIB. Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu seberat bruto 363 (Tiga Ratus Enam Puluh Tiga) gram.

Dan terakhir, Mu (22) yang ditangkap di Pinggir Jalan depan PT Snepac Batuampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu, 18 Maret 2018 sekitar pukul 18.00 WIB. Dari tangan pelaku ini petugas mengamankan sebanyak 1.160 gram (Seribu Seratus Enam Puluh) gram.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (rilis)

Sumber: humas

INTERNASIONAL

Sabtu | 02 Desember 2017 | 15:36

Kejam!!! Tak Puas Nyiksa, Ayah Masukkan Bayi 4 Bulan ke Microwave

MEDIAKEPRI.CO.ID, Amerika – Dalam mendidik dan menjaga anak, Derick Boyce-Slezak (22) dan Mikala (22) tidak pantas ditiru dan jadi panutan.

Pasangan suami-istri ini ditangkap kepolisian dengan tuduhan melakukan tindak kekerasan dan kelalaian secara sengaja pada bayi mereka, Selasa, 28 November 2017 lalu. Dilangsir di poskupang.com, Mereka ditangkap setelah membawa bayi laki-laki malang asal Missouri, Amerika yang masih berusia 4 bulan ke rumah sakit.

Bayi mereka menderita ruam di wajahnya. Ketika diperiksa, dokter menjelaskan ruam yang ada di wajah bayi malang itu adalah luka bakar tingkat dua. Derick mengaku luka bakar tersebut disebabkan karena cairan kimia pembersih.

Dokterpun menyarankan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kondisi bayi mereka. Hasil pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bayi tersebut mengalami keretakan tengkorak dan cedera otak. Saat persidangan, Derick dituduh menjatuhkan bayinya saat mencoba meniru sebuah adegan dalam iklan TV.

Tuduhan tersebut berdasarkan kesaksian yang diberikan Mikala setelah ia menolak semua tuduhan yang ditujukan padanya. Tak hanya itu, Mikala juga menjelaskan Derick mencoba meletakkan bayi mereka dalam microwave.

Parahnya, Derick menyalakan microwave ketika bayi malang itu masih berada di dalam. Meski hanya beberapa saat mereka menyalakan microwave, bayi tersebut menderita luka bakar. Akibat tindak kekerasan yang dilakukan Derick dan kelalaian Mikala, mereka berdua ditahan di penjara St Francois County. (***)

sumber: mirror

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Menjadi orangtua memang diharuskan selalu waspada dalam mengawasi bayi dan balita.

Bukan hanya saat di luar, di rumahpun orangtua diharuskan untuk waspada.

anak-anak cenderung sulit diberi pengertian ketika penasaran akan suatu hal.

Apalagi untuk anak usia di bawah 5 tahun.

Jika tidak diawasi dengan benar, balita bisa saja memasukkan barang asing ke dalam mulut mereka.

Hal tersebut tentu saja membahayakan mereka.

Dilansir dari viral4real.com pada Minggu 15 oktober 2017, seorang ibu bernama Courtney Davis selalu menjaga anaknya yang berusia 19 bulan, Gabby.

Davis tidak pernah membiarkan Gabby lepas dari pengawasannya.

Suatu hari ia terlalu sibuk hingga lupa mengamankan charger ponsel miliknya yang masih tertancap di aliran listrik.

Ia bahkan tidak berpikiran bayinya akan tertarik memainkan charger tersebut.

“Saat itu charger saya masih tertancap. Karena banyak barang dan mainan berserakan, saya tidak sempat mencabut dan memindahkannnya,” jelas Davis.

Davis menambahkan, rupanya Gabby mencabut charger dan langsung memasukkan ke dalam mulutnya.

Hal tersebut membuat mulut Gabby terbakar.

“Sebelumnya Gabby memang suka memasukkan sesuatu ke mulutnya, tapi tidak pernah berdampak apa-apa,” tutur Davis.

Mengetahui mulut Gabby terbakar, Davis segera membawanya ke rumah sakit.

Dokter menjelaskan Gabby terkena luka bakar akibat listrik.

Sayangnya, luka bakar Gabby akan sulit untuk diobati sebab ia bisa saja menjilat obat atau salep yang dioleskan.

Davis mengatakan akan mencoba membawa Gabby ke dokter lagi supaya dirujuk ke ahli bedah plastik.

Ketika ditanya jenis charger apa yang ia gunakan, Davis mengatakan ia menggunakan charger Samsung Note 5.

Davis memperingatkan para orangtua melalui Facebook dengan mengunggah foto-foto Gabby.

Kondisi luka bakar Gabby setelah diperiksa dokter. (***