Mata-mata

MEDIAKEPRI.CO.ID – Masa kecil bagi sebagian orang sungguh sulit dilupakan.
Beberapa di antaranya punya kisah menarik untuk dikulik dan dibicarakan.

Termasuk kehidupan para artis yang selalu tampil sempurna di setiap penampilannya.

Sosok artis tak akan jauh dari imej cantik, tampan, dan menarik.

Punya bakat tertentu juga punya segudang prestasi yang patut dibanggakan.

Tetapi, namanya kehidupan adalah milik Tuhan, apapun bisa saja terjadi.

Dari yang kecilnya biasa saja, di masa depan bisa jadi seseorang yang paling berpengaruh.

Dari yang dulunya tampil sederhana bisa menjadi sosok penginspirasi fashion dunia.

Kehidupan para artis yang jarang tersoroti ternyata menyimpan banyak rahasia yang tak diketahui publik.

Perubahan dalam hidup seseorang bisa menjadi sesuatu yang dianggap baik ataupun buruk.

Itu pula yang juga terjadi pada seorang bocah laki-laki.

Tepatnya, seperti sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @gerilyasastra, Minggu 11 Maret 2018.

Dalam video itu tampak beberapa slide foto.

Dalam foto sebagian besar di antaranya muncul gambar seorang bocah laki-laki.

Slide itu juga menampilkan sejumlah tulisan, yang tampaknya sejarah hidup bocah itu.

Di antaranya mengenai masa lalunya seperti ayahnya yang merupakan seorang mata-mata, serta sang ibu adalah seorang penyelundup narkoba.

“Mereka meninggalkanku saat aku berumur 6 tahun,” isi tulisan dalam foto tersebut.

Selanjutnya, bocah itu pun dikirim ke asrama untuk sekolah dan belajar.

Termasuk mempelajari seni bela diri.

Dia merupakan anak yang enerjik, dan sering berguling-guling seperti peluru meriam.

Oleh karena itu, dia pun dipanggil pow-pow.

Saat di sekolah, dia sempat menemui kegagalan.

Tidak hanya itu, dia juga mengaku tersiksa oleh sejumlah gangguan selama bertahun-tahun.

“Aku terlalu takut membela diriku sendiri,” tulisnya.

Namun, karena hal itulah, dia pun berusaha agar tidak lagi diintimidasi atau dibully lagi oleh orang lain.

Sehingga, dia berupaya keras belajar bela diri.

Tujuannya, selain untuk membela diri sendiri, juga untuk membela orang lain.

Dia pun sukses mempelajari bela diri.

Jalan hidupnya pun terus berlanjut.

Dia pernah bekerja sebagai stuntman Bruce Lee.

Hingga, akhirnya dia membintangi filmnya sendiri, dan terkenal sampai saat ini.

Sosok bocah yang telah bertransformasi itu adalah Jackie Chan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, London – Eks mata-mata Rusia dan putrinya yang ditemukan tak sadarkan diri diduga sengaja diracun dengan gas saraf. Kepolisian Inggris menyelidiki insiden ini sebagai percobaan pembunuhan dengan dua korban sebagai target terarah.

Sergei Skripal (66) yang pernah menjadi kolonel dalam Dinas Intelijen Militer Rusia, GRU dan pernah menjadi agen ganda untuk Rusia juga Inggris, ditemukan tak sadarkan diri bersama putrinya, Yulia (33), di Salisbury, Inggris pada Minggu 4 maret 2018 sore waktu setempat.

Hingga kini, ayah dan anak ini masih kritis di rumah sakit setempat. Seorang polisi yang pertama mendatangi lokasi kejadian di dekat pusat perbelanjaan setempat, juga jatuh sakit dan kini dalam kondisi serius di rumah sakit.

Dugaan sementara menyebut Skripal dan putrinya tak sadarkan diri usai terpapar gas saraf. Zat yang sama diduga membuat polisi setempat ikut sakit. Penyelidikan insiden ini telah diambil alih oleh Divisi Antiterorisme pada Kepolisian Metropolitan London.

“Ini ditangani sebagai insiden besar yang melibatkan percobaan pembunuhan melalui pemberian gas saraf,” sebut pejabat top kepolisian untuk antiterorisme, Asisten Komisioner Mark Rowley, kepada wartawan seperti dilansir Reuters, Kamis 8 Maret 2018.

“Saya juga bisa mengonfirmasi bahwa kami meyakini dua orang ini, yang tiba-tiba sakit, sejak awal menjadi target spesifik,” imbuh Rowley.

Dituturkan Rowley bahwa para ilmuwan pemerintah Inggris telah mengidentifikasi secara spesifik jejak gas saraf yang membuat Skripal dan putrinya tak sadarkan diri. Namun Rowley enggan menyebut lebih lanjut jenis gas saraf itu, karena menjadi bagian penyelidikan yang masih berlangsung. Rowley juga menolak untuk menjelaskan secara rinci soal bagaimana cara gas saraf itu mengenai Skripal dan putrinya.

Rowley tidak membeberkan lebih jauh soal penyelidikan insiden ini. Namun sumber keamanan Amerika Serikat (AS) yang enggan disebut namanya, menyebut garis besar penyelidikan adalah Rusia diduga menggunakan gas saraf terhadap Skripal untuk membalas pengkhianatannya.

Diketahui bahwa Skripal ditangkap Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) pada tahun 2004 atas kecurigaan mengkhianati belasan agen intelijen Rusia dan membelot ke intelijen Inggris atau MI6. Dia divonis 13 tahun penjara dalam persidangan rahasia tahun 2006.

Tahun 2010, Skripal diampuni oleh Presiden Rusia saat itu, Dmitry Medvedev, sebagai bagian dari pertukaran mata-mata untuk memulangkan 10 agen Rusia yang ditahan Barat, terutama AS. Pertukaran mata-mata ini dilakukan di Bandara Wina, Austria. Usai ditukarkan, Skripal mendapat suaka dan tinggal di Inggris. Dia hidup diam-diam di Salisbury dan menjauhi sorotan.

Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson, sebelumnya memperingatkan Rusia bahwa respons tegas akan diberikan jika terbukti negara itu mendalangi insiden ini. Rusia telah menyangkal keterlibatannya dan menyebut komentar Johnson itu terlalu ‘liar’. (***)

sumber: detik.com