Matahari

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Panas terik matahari dapat menyebabkan kulit terbakar, ruam, dan alergi kulit. Terlalu banyak terpapar sinar matahari juga dapat menyebabkan kulit terkelupas, kemerahan, lecet, bintik-bintik hitam, kehilangan cairan, gatal, atau nyeri.

Ada cara menghilangkan panas matahari, yakni mandi air dingin dan minum minuman menyegarkan. Tetapi dengan tingkat pemanasan global yang terus meningkat, tampaknya dua cara itu tidak cukup.

Obat seperti minyak esensial, herbal, suplemen vitamin dan mineral, buah-buahan serta sayuran adalah solusi yang tepat untuk membuat kulit tetap sejuk dan segar. Akan tetapi, ada beberapa bahan yang bisa merawat kulit agar tetap nyaman meski terkena matahari.

1.Cuka Sari Apel

Minum satu sendok makan cuka sari apel dicampur dengan segelas air atau campurkan satu cangkir ke bak mandi anda. Hal itu membantu menjaga pH tubuh anda dan menyembuhkan kulit terbakar.

2.Lidah buaya

Ambil potongan kecil lidah buaya dan gosokkan pada kulit atau melembabkan dengan losion yang mengandung lidah buaya untuk efek menenangkan kulit.

3.Kantong teh

Rendam beberapa kantong teh dengan air dingin dan aplikasikan ke bulu mata dan di bawah mata untuk menyembuhkan luka bakar, ruam, dan rasa sakit.

4.Yogurt

Yogurt adalah sahabat terbaik untuk menyingkirkan sengatan matahari. Yogurt juga merupakan pembersih yang bagus. Oleskan susu atau yogurt dingin ke kulit untuk mendinginkan dan membantu mengurangi peradangan.

5.Minyak kelapa

Minyak kelapa tidak hanya menyembuhkan luka bakar, tetapi juga mengencangkan kulit serta mencegah kerutan dan kerusakan lainnya. Minyak kelapa juga kaya lemak khusus yang meningkatkan metabolisme. (***)

sumber: republika.co.id

NEWS

Kamis | 22 Februari 2018 | 9:28

Matahari Mall Terbakar, Pemilik Stand Kalang Kabut

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kudus – Matahari Mall Kudus terbakar pada Kamis 22 Februari 2018 sekitar pukul 06.44 WIB. Sampai saat ini aksi pemadaman masih dilakukan.

Sampai sekitar pukul 06.52 WIB hanya ada satu unit pemadam yang tiba di lokasi di Jalan Lukmonohadi, Kudus. Namun saat itu belum bisa langsung dilakukan aksi pemadaman.

Salah seorang pedagang di Pasar Bitingan yang terletak di belakang Matahari Mall, Fauzul (23) mengatakan dirinya melihat asap dari belakang lantai atas.

“Dari belakang lantai 2 saya lihat asap dari lantai 3 Matahari,” katanya sambil merekam kebakaran.

Kebakaran membuat para pemilik stand atau tenat kalang kabut. Karena mereka khwatir jika kebakaran menghanguskan barang dagangannya.

Pantauan di lokasi, asap pekat membumbung dari lantai atas gedung tempat perbelanjaan ini. Sebanyak 3 unit pemadam kebakaran akhirnya tiba sekitar pukul 06.55 WIB. Akses jalan menjadi macet. Sejumlah polisi siaga mengatur arus lalu lintas, Kamis 22 Februari 2018.

Suara mobil pemadam kebakaran terus meraung tak henti di lokasi. Sampai sekitar pukul 06.57 WIB upaya pemadaman masih dilakukan. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Atraksi terjun payung pasukan Marinir 2 Jakarta memukau ratusan warga Karimun di Coastal Area, Minggu 28 Januari 2018.

Rangkaian terjun payung ini merupakan latihan pendaratan Pasukan Marinir 2 Jakarta di Kabupaten Karimun.

Terlihat para penerjun payung yang diterjunkan dari pesawat beraksi. Atraksi ini dilakukan di cuaca terik matahari.

Pantauan Lendoot.com, warga terlihat sangat antusias menyaksikan atraksi para penerjun payung. Bahkan terik panasnya matahari tidak menyurutkan semangat para warga untuk menyaksikan pasukan Marinir yang melakukan terjun payung.

Selain atraksi terjun payung, rangkaian kegiatan lainnya juga ditampilkan diantaranya, tarian new zapin, demontrasi kolone senapan (olah gerak senjata) dan bela diri. (kmg/viar)