Menghubungkan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Mapanget- Sulawesi Utara (Sulut) berada di jalur strategis Indonesia bagian utara telah memiliki gudang objek wisata yang patut dipertimbangkan.

Destinasi yang dikenal sebagai Tanah Minahasa sudah banyak memikat kalangan millennials travelers, karena tampak jelas tertangkap mata, terkenal dengan keindahan laut, hamparan pegunungan dan bukit, ragam budaya, nuansa religi dan sangat mendunia mengenai keramahan lokal.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, ketika sudah di Manado, pelancong juga dapat menikmati cita rasa khas kuliner dan berbelanja oleh-oleh produk industri kreatif di Jendela Indonesia. Berada di sini, pelancong dapat memanjakan diri sejenak karena menghadap langsung pesona bahari. Bagi yang belum menjajal spot favorit snorkeling, tersedia kapal menuju Taman Laut Bunaken.

Danang mengatakan, dikalangan pebisnis, Sulut menyimpan potensi sumber daya alam yang melimpah bagi beragam industri, antara lain pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, kehutanan, perdagangan dan UKM. Karena kepopularannya itulah, propinsi beribukota di Manado ini terus mendongkrak berbagai sektor, salah satunya pariwisata, guna menarik banyak turis khususnya dari Bali.

“Terletak di sebelah timur Pulau Jawa, Bali dengan ibukota Denpasar merupakan primadona destinasi di seluruh dunia. Terkenal karena kekayaan budaya yang dipenuhi para seniman, pantainya, kesenian dan adat, bentangan alam, kerajinan serta didukung panorama matahari tenggelam yang siap menyapa,” ungkap Danang, Jumat, 31 Agustus 2018.

Melihat daya tarik dan keunikan tiap kawasan tersebut, lanjut Danang, dapat dijadikan dalam daftar rencana itinerary liburan. Lion Air (kode penerbangan JT) member of Lion Air Group akan membuka penerbangan langsung dengan menghubungkan spot yang instagramable, Manado dan Denpasar.

Dikatakan Danang, operasional penerbangan langsung efektif pada 7 September 2018. Lion Air memulai dengan nomor JT775 yang berangkat dari Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (MDC) pukul 07.30 WITA dan direncanakan akan mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali (DPS) pada 09.50 WITA.

“Lion Air menawarkan frekuensi satu kali setiap Senin, Selasa, Kamis, Jumat dan Sabtu,” ujar Danang.

Untuk rute sebaliknya, kata Danang, Lion Air bernomor JT776 berangkat dari Denpasar pukul 13.15 WITA dan diperkirakan mendarat pada 15.35 WITA di Manado. Layanan penerbangan non-stop ini dilayani satu kali setiap Selasa, Rabu, Jumat, Sabtu dan Minggu.

Danang menambahkan, sebagai upaya untuk terus meningkatkan minat traveling turis di kota tujuan Denpasar dan Manado, Lion Air akan memberikan pilihan kenyamanan tersendiri dan layanan terbaik selama perjalanan, travelers berkesempatan menambah pengalaman terbang dengan Boeing 737-900ER (215 kursi kelas ekonomi), Boeing 737-800NG (189 kursi kelas ekonomi) atau Boeing 737 MAX 8 (180 kursi kelas ekonomi).

Peluncuran jaringan domestik ini akan menawarkan nilai tambah bagi wisatawan mancanegara (wisman), wisawatan nusantara (wisnus) dan pebisnis dalam bepergian. Dari berbagai kota dapat singgah terlebih dahulu dengan menghabiskan waktu di Manado, kemudian bisa meneruskan perjalanan menuju Denpasar.

“Demikian juga yang sudah menyelesaikan agenda di Bali, dapat melanjutkan destinasi berikutnya yaitu Sulawesi Utara,”jelas Danang.

Rute yang dilayani secara langsung Manado – Denpasar – Manado sebagai kelanjutan dari kesuksesan rute Lion Air dari Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi antara lain Soekarno-Hatta, Tangerang; Balikpapan, Makassar, Surabaya, Sorong, Jayapura, Changzhou Benniu, Zhengzhou Xinzheng, Changsha Huanghua, Guangzhou Baiyun, Shanghai Pudong, Shenzhen Bao’an dan Tianjin Binhai.

Dikatakan Danang, penerbangan tanpa henti Manado ke Denpasar pergi pulang (PP) semakin meningkatkan layanan sekaligus semakin memperkuat komitmen Lion Air dalam menjawab tingginya permintaan traveling guna mewujudkan mimpi wisatawan menjelajahi secara mudah ke Indonesia melalui Denpasar dan Manado.(rls)