Miras

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tulungagung – Berbagai macam cara, ketika seseorang sudah menanamkan niat jahat terhadap orang lain. Begitulah ulah tiga preman yang dikenal tukang buat onar ini menebar benih kejahatannya.

Namun cara yang digunakan para preman ini masih sangat primitif. Ketiga pelaku pencabulan ini berinisial Gus, Sum Cep.

Dengan membuat siswi di SMP, sebut saja namanya Mawar, tidak berdaya karena pengaruh minuman beralkohol (mikol), penjahat kelamin ini merebut dengan paksa mahkota remaja putri naas tersebut.

Informasi di lapangan, seorang warga Kecamatan Pucanglaban bernisial TG menuturkan, ketiga pelaku cabul ini memainkan perannya masing-masing. Seorang pelaku bertugas menjemput korban dan dibawa ke sebuah café. Korban kemudian dicekoki dengan minuman keras.

Setelah korban tidak sadarkan diri, lalu ketiga pelaku membawanya ke rumah kos pelaku lainnya. Dan di kamar kosan ini, korban ‘digarap’ selama tiga hari.

“Kondisi korban sekarang masih trauma dan sangat tertekan lahir dan batin,” tutur TG, Minggu, 20 Mei 2018 lalu.

Secara fisik, katanya, korban hingga tidak bisa berjalan karena sakit di bagian vitalnya.

Masih menurut TG, seorang pelaku, Sum ditangkap polisi. Sedangkan dua pelaku lainnya kabur.

Seorang tokoh masyarakat di tempat korban tinggal, Usman mengatakan, kejadian perkosaan ini sebenarnya sudah lebih dari dua pekan.

Namun keluarga baru melaporkan, pada Jumat, 18 Mei 2018 lalu karena sebelumnya keluarga masih mengurusi korban.

“Yang melaporkan belakangan adalah kakak korban, karena selama ini keluarga seperti berduka dengan apa yang menimpa korban,” ujar Usman.

Usman pun mengakui, tiga pelaku adalah warganya di Kecamatan Pucanglaban.

Usman membenarkan, Sum sudah ditangkap polisi.

Namun Sum mengaku sebatas mengajak korban minum-minuman keras. Usman mengaku prihatin dengan kejadian yang menimpa korban.

Sebab korban masih sekolah dan mempunyai masa depan panjang. Korban selama ini diasuh oleh bibinya.

“Polisi harus segera mengungkap peran ketiga pelaku ini,” tegas Usman.

Ketiga pelaku diketahui berstatus duda. Mereka pernah menikah namun kemudian bercerai. Terutama Cep, selama ini dikenal sering mabuk dan membuat onar.

Selain menangkap Sum, polisi juga telah melakukan olah TKP di café tempat korban dicekoki minuman keras.

Termasuk ke rumah kos yang digunakan ketiga pelaku mencabuli korban.

Kanit Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priyambodo menolak memberikan penjelasan terkait kasus ini. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – AG (18), korban selamat setelah minuman keras (miras) oplosan di Pangalengan, Kabupaten Bandung, mengaku menyesal mengkonsumsi miras oplosan.

“Saya kapok, ini perdana saya mendaki, perdana minum miras, akibatnya kami menderita dan teman kami satu orang meninggal,” kata AG kepada Tribun Jabar, Senin, 30 April 2018.

AG bersama tiga orang temannya menuju tempat pendakian pada Sabtu, 28 April 2018 sekira pukul 10.00 WIB. Kepergian AG bersama temannya tanpa sepengetahuan ibu AG.

AG dan temannya pergi menuju Apotek untuk membeli empat botol alkohol 70 persen dan mencampurnya dengan minuman suplemen.

“Saya enggak mengerti kenapa dicampur, yang paham hanya teman saya. Setelah dicampur, kami meminum mulai dari rumah Kinoy, seorang teman saya yang selamat,” kata AG.

AG empat kali menenggak miras oplosan itu. Setelah itu, AG merasakan panas di bagian tenggorokan.

Dalam perjalanan menuju tempat perkemahan, AG sudah merasakan pusing dan mencoba menolak tawaran dari temannya yang akhirnya meninggal akibat terlalu berlebihan meminum miras oplosan.

Keempat pria tersebut hanya berjalan kaki menuju tempat perkemahan. Butuh waktu sekira 1,5 jam berjalan kaki menuju puncak pendakian.

Kondisi fisik keempat pria tersebut semakin parah karena saat pendakian, mereka belum makan dan tidak membawa perbekalan makanan maupun perlengkapan kemah.

Tidak ada rencana keempat laki-laki ini untuk menginap. Mereka merencanakan perjalanan tersebut di pagi hari pukul 07.00 WIB, dan tujuan ke puncak adalah pemandangan menunggu matahari tenggelam. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jember – Seorang wanita penjual minuman keras (miras) golongan A tanpa disertai cukai resmi di Jember, ditangkap Unit Reserse Kriminal Polsek Sumbersari.

Dalam penangkapan tersebut, petugas juga menemukan 6 butir pil ineks, peralatan untuk mengkonsumsi sabu dan timbangan elektrik.

Kanit Reskrim Polsek Sumbersari Ipda Eko Yulianto, mengatakan, penangkapan terhadap tersangka bernama Santi Wildani, warga Dusun Sumberwadung, Kecamatan Silo itu, dilakukan di kamar kos di Jalan Karimata Gang Golgota, Kecamatan Sumbersari Sabtu, 28 April 2018

“Dari informasi yang didapatkan dari warga, petugas segera melakukan tindakan penangkapan tersangka saat berada di kamar kosnya,” ujar Eko.

Saat ditangkap, tersangka sempat mengelak dan berbelit-belit bahkan juga hendak kabur saat didatangi petugas. Namun setelah didesak dan disertai bukti yang ada, tersangka tak dapat lagi mengelak.

Dalam penggeledahan yang dilakukan petugas, didapati barang bukti 10 botol miras golongan A berbagai merek, peralatan hisap sabu, uang hasil penjualan, dan 6 butir pil ineks.

“Tersangka juga target penangkapan polisi karena menjual minuman keras golongan A berkadar minimal 40 persen tanpa izin dan tidak disertai pita cukai resmi,” tegas Eko.

Dari pengakuan tersangka, lanjut Eko, miras tersebut dijual kepada para mahasiswa di lingkungan kampus dan Jember kota. Miras dan inex itu diperoleh tersangka dari seorang pemasok di Bali.

“Untuk menguatkan bukti tambahan, polisi juga melakukan tes urine kepada tersangka. Dari tes tersebut, diperoleh hasil, urine tersangka positif mengandung metafitamin dan zat lainnya,” ungkap Eko.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 pasal 114 junto pasal 112 tentang pengedaran dan pemakaian narkotika. Dengan ancaman penjara 15 tahun.

“Sementara untuk penjualan miras, akan dijerat dengan pasal tindak pidana umum. Saat ini polisi melakukan pengembangan kasus, karena diduga tersangka merupakan anggota jaringan penjual minuman keras golongan A bajakan, dan pengedar pil ineks di wilayah Jember,” pungkas Eko. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jember – Sepasang remaja di Jember diamankan polisi di Jember, Jumat, 27 April 2018 dini hari.

Pasangan remaja berinisial MK dan AE itu ditangkap karena kedapatan menenggak minuman keras oplosan di halaman belakang sebuah Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Umbulsari.

Kapolsek Umbulsari, AKP Sunarto menceritakan, keduanya diamankan polisi yang sedang melakukan patroli dinihari.

“Anggota kami memergoki sepasang muda mudi sedang berduaan di tempat sepi. Setelah didekati, ternyata mereka sambil pacaran sedang melakukan pesta miras oplosan di belakang sekolah itu,” terang AKP Sunarto.

Kepada polisi, MK mengaku adalah siswa SMA dan AE adalah siswi SMP.

Minuman keras yang minum adalah alkohol 70 persen dicampur dengan suplemen energi.

Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya adalah, satu botol plastik kosong air mineral besar bekas oplosan alkohol 70 persen, botol plastik kosong bekas kemasan alkohol 70 persen, dan tiga sachet plastik bekas minuman suplemen.

Agar tidak meresahkan masyarakat, kedua tersangka digelandang ke Polsek Umbulsari, keduanya melanggar pasal 492 KUHP tentang mabuk di muka umum.

Karena keduanya masih pelajar, polisi tidak melakukan penahanan badan, tetapi hanya dikenakan wajib lapor. Orang tua pelaku dipanggil dan keduanya menjalani pembinaan dan rehabilitasi.

“Karena pelaku ini adalah di bawah umur dan termasuk tipiring, jadi harus wajib lapor kita panggil orang tuanya, kita terangkan ini lo anak anda kepergok, biar para orang tua lebih intens mengawasi anaknya, selanjutnya pelaku dibina dan direhabilitasi” pungkas AKP Sunarto. (***)

sumber: surya.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – KRI Pulau Rusa-726 mengamankan satu kapal kargo yang mengangkut sebanyak 150 karton minuman keras (miras) di Perairan Selat Singapore, Rabu, 11 April 2018.

Penangkapan kapal ini karena petugas melakukan patroli rutin mendeteksi kapal kargo yang melaksanakan manuver mencurigakan. Lalu, petugas melaksanakan prosedur Pengejaran, Penangkapan dan Penyelidikan (Jarkaplid).

Setelah KRI PRA berhasil menghentikan kapal tersebut tepatnya di utara Karang Galang, maka segera dilaksanakan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan.

Setelah diperiksa, kapal dengan nama KM Setia Kawan GT 95 jenis kapal motor kayu dengan jumlah ABK 11 orang WNI. Sesuai dokumen port clearance, kapal tersebut berlayar dari Singapura menuju ke Thailand, namun dokumen port clearance tersebut diduga palsu. Serta dokumen kapal nihil. Yang paling memberatkan adalah kapal tersebut memuat barang ilegal yaitu 150 karton minuman keras non cukai.

Komitmen Pangarmabar Laksamana Muda TNI Yudo Margono menjadikan Koarmabar sebagai penegak hukum dalam memberantas kegiatan ilegal di laut kembali membuahkan hasil. KRI Pulau Rusa-726, salah satu unsur Satranarmabar yang sedang melaksanakan operasi Benteng Sagara-18 BKO Guskamlabar.

Atas dugaan kesalahan dan pelanggaran kapal tersebut, maka kapal dikawal oleh KRI Pulau Rusa-726 menuju dermaga Lanal Batam untuk proses hukum lebih lanjut.(rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Sebanyak 11 warga Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat tewas usai menenggak minuman keras oplosan. Total jumlah korban miras oplosan 27 orang, sebagian masih dirawat di RS Cikopo, Cicalengka.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, Minggu (8/3/2018) dalam kejadian itu, 11 orang dinyatakan tewas, sembilan orang masih dirawat, enam orang dipulangkan ke rumahnya masing-masing dan satu orang dirujuk ke RS Hasan Sadikin.

“Meninggal 11 orang, masih ada beberapa yang kritis dan beberapa orang yang dirawat,” kata Humas RSUD Cikopo Cicalengka Evi Sukmawati di Ruangan UGD.
Baca juga: Sejumlah Warga Dikabarkan Tewas, Toko Miras di Cicalengka Digeruduk

Pihaknya masih belum dapat memberikan data pasti. Pasalnya masih ada pasien yang dirawat. “Kami belum dapat berikan data lengkap, yang jelas dari 27 itu, 11 orang tewas,” ungkapnya.

Evi menambahkan, penyebab kematian korban diduga telah mengkonsumsi minuman keras dengan kandungan alkohol tinggi.

“(Hasil pemeriksaan) katanya ada kandungan alkohol konsentrasi tinggi dan zat lain yang ditambahkan,” ujar Evi.

Dari seluruh korban yang dirawat, Evi menyebutkan ada sejumlah korban yang sudah bisa pulang dan dinyatakan sehat.

“Ada beberapa pasien yang pulang, kurang lebih lima orang. Masih dirawat 10 orang, satu kritis lagi ditangani di ruangan intensif dan ada yang dirujuk satu orang ke RSHS,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Direktorat Polairud Polda Kepri mengamankan 7.122 botol minuman keras (Miras) ilegal.

Direktur Ditpolairud Polda Kepri Kombes Teddy J.S Marbun mengatakan kasus ini diungkap berawal dari tertangkapnya seorang supir berinisial SFP yang membawa muatan 125 karton minuman keras ilegal berbagai merek.

Dari hasil pengembangan, mengarah pada sebuah gudang yang ada di jembatan 6 Barelang.

“Di gudang tersebut, kita menemukan 471 karton miras. Setelah dihitung kembali ada 596 karton dan 7.122 botol miras ilegal,” terangnya.

Dari jumlah tersebut, tambahnya, terdiri dari minuman keras bermerek Black Label, Countro, Bacardi, Chivas, Red Label, Martini, Carlo Rosi, dan minuman lain.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, barang-barang tersebut didatangkan dari Singapura yang diselundupkan ke Batam dengan menggunakan Speed bermesin lima,” tambahnya.

Selanjutnya, supir dan barang bukti yang ada langsung diamankan aparat kepolisian.

Akibat perbuatannya, petugas menjerat para tersangka dengan Pasal 102 huruf B dan E Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kepabeanan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 Tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 Miliar. (kmg/bayu wasono)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Serang – Pergantian tahun baru 2018 menjadi perhatian Polres Serang. Pesta minuman keras dan pembakaran petasan menjadi sasaran yang akan ditertibkan. Hal tersebut disampaikan oleh Kasubag Dalops Polres Serang, AKP Firman Hamid.

“Pengaman untuk keramaian atau kalau kumpul-kumpul remaja, kita siapkan personel partoli baik menggunakan roda empat maupun roda dua. Kita ada Pumas (Polisi untuk Masyarakat), untuk menajangkau wilayah rawan di kampung-kampung tempat anak muda kumpul,” kata Firman saat ekspose kesiapan pengamanan tahun baru 2018 di Polres Serang, Sabtu 30 Desember 2017.

Firman mengaku untuk jalur arteri mulai dari Cikande Asem hingga Ciruas pihaknya telah mendirikan empat pos pengamanan dan satu pos pelayanan.

“Sebelum operasi lilin, kita sudah lakukan operasi penyakit masyarakat untuk menyisir tempat-tempat penjual miras oplosan dan pasar yang menjual petasan,” kata dia.

Lebih lanjut, Binmas melakukan imbauan dan memasang spanduk untuk tidak terlalu melakukan euforia merayakan tahun baru dengan menenggak miras dan membakar petasan.

“Petasan tidak boleh digunakan di masyarakat terkecuali di tempat wisata yang punya izin. Itupun hanya kembang apinya saja untuk menghindari kebakaran,” tuturnya.

Untuk pengamanan di wilayah Kabupaten Serang, pihaknya mengaku akan menerjunkan sebanyak 177 personel ditambah dengan personel yang ditempatkan di Makopolres Serang.

“Mereka akan kita tempatkan di tempat simpul-simpul kemacetan seperti titik rawan kemacetan di Cikande Asem, Cikande Modern, Tambak, Ciujung dan Ciruas.”

Untuk objek vital, pihaknya menerjunkan Sat Sabhara untuk melakukan pengamanan, khususnya di wilayah industri Serang Timur.

“Di kita kurang dari 10 objek vital. Ini sudah atensi Pak Presiden Jokowi beberapa waktu lalu. Kita akan amankan kawasan ekonomi khusus. (***)

sumber: bantennews.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yogyakarta – Kakak beradik yakni Didik Nurcahyadi (39) dan Kun Hartono (37), warga Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta, tewas setelah diduga meminum miras oplosan. Sekarang, kasus ini masih diselidiki kepolisian.

“Korban dua orang kakak beradik, tinggalnya di Cokrodiningratan. Kedua korban meninggal diduga setelah minum (miras) oplosan,” kata Kapolsek Jetis, Kompol Hariyanto, Selasa, 26 Desember 2017.

Hariyanto menerangkan, kejadian bermula saat kedua korban pergi bersama ke sebuah tempat, Minggu, 24 Desember 2017. Saat berada di rumah, Senin 25 Desember 2017 siang korban masih dalam keadaan mabuk.

“Senin siang itu korban mengeluh kesakitan. Lalu korban yang bernama Didik Nurcahyadi dilarikan ke Rumah Sakit Umum Panti Rapih sekitar pukul 15.30 WIB,” jelasnya.

Namun sesampainya di RS Umum Panti Rapih sekitar pukul 16.00 WIB nyawa korban tidak tertolong. Kemudian korban lainnya, Kun Hartono, akhirnya juga meninggal, Selasa, 26 Desember 2017 sekitar pukul 03.09 WIB.

“Korban atas nama Kun akhirnya juga meninggal, Selasa, 26 Desember 2017 pukul 03.09 WIB di Rumah Sakit Umum Panti Rapih,” ucapnya.

Keluarga korban, kata Hariyanto, sudah menerima kejadian ini sebagai musibah. Sementara penyelidikan yang dilakukan kepolisian terkendala dengan minimnya saksi.

“Untuk penyisiran (lokasi pesta miras) di mana, minum di mana, beli di mana ini masih kita dalami, karena tidak ada saksi,” pungkas dia. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Ribuan botol minuman keras, narkoba, pil PCC dan knalpot bising hasil razia selama tiga bulan terakhir dimusnahkan. Pemusnahan tersebut dilaksanakan dalam rangka jelang pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018.

“Selama kegiatan kepolisian yang ditingkatkan gelaran operasi penyakit masyarakat (Pekat) dalam 3 bulan terakhir, berhasil disita ganja 1.256 gram, Pil 2.264 butir, Sabu-sabu 4,38 gram, 3.500 botol miras berbagai merk, tuak 14 jerigen dan pil Pcc 5000 butir lebih, serta knalpot bising 285 buah,” Kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Adi Nugraha, Usai Apel gelar pasukan mengamankan Operasi Lilin 2017 di Mako Polres Tasikmalaya, Kamis 21 Desember 2017.

Seluruh barang bukti yang disita dimusnahkan dengan cara menggilasnya menggunakan kendaraan berat dan di bakar.

Menurutnya, tingginya peredaran minuman keras di Kota Tasikmalaya ini dikarenakan konsumsi miras di Kota Tasikmalaya cukup tinggi.

Selain itu, ketertiban umum di Kota Tasikmalaya masih banyak pengguna knalpot bising. Kesadaran berkendara dan tertip lalulintas masih minim. (***)

 

sumber: galamedianews.com

RAGAM

Rabu | 20 Desember 2017 | 9:45

Tragis.. Pesta Miras Oplosan itu Menewaskan 4 Orang

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Korban tewas akibat minuman keras (miras) oplosan di Kabupaten Subang bertambah. Seorang pria bernama Handris alias Bule (43) tewas meski sempat mendapat perawatan di rumah sakit.

“Korban akibat miras ini bertambah satu orang. Jadi totalnya ada empat orang yang meninggal dunia,” ucap Kapolres Subang AKBP M Joni kepada detikcom via pesan singkat, Rabu 20 Desember 2017.

Handris bersama rekannya Rayan (35), Karsa (53) dan seorang wanita Sumarni (33) yang sudah tewas lebih dulu bersama empat orang lain memang melakukan pesta miras di kantor lama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jalan Mayjen Sutoyo, Kabupaten Subang pada Jumat 15 Desember 2017 yang lalu.

Mereka meminum miras yang dicampur serbuk penambah energi.

Tiga orang rekannya tewas lebih dulu setelah sempat di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng, Subang pada Minggu 17 Desember 2017. Empat rekannya yang lain juga turut dilarikan ke rumah sakit.

Joni menambahkan untuk empat orang lainnya saat ini sudah selamat.

Mereka yang sempat dirawat, bahkan kini sudah pulang ke rumah masing-masing.

“Temannya yang lain sekarang sudah sehat dan sudah pulang ke rumah,” katanya. (***)

sumber: detiknews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Penyelundup minuman keras (miras) dari Malaysia dan Singapura berinisial DN, ditangkap Bareskrim Polri di Komplek Sarana Industrial Blok A Nomor 7, Kota Batam.

Direktur PT TSM itu adalah kaki tangan Kwt, pengusaha terkenal di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau yang sudah terlebih dahulu ditangkap polisi bersama 2 anak buahnya pada September lalu.

Menurut keterangan tertulis Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Agung Setya seperti dilansir kumparan.com, Sabtu, 11 November 2017 mengatakan Kwt dan kaki tangannya ini telah beroperasi sejak tahun 2006.

Berbagai minuman keras dari Malaysia dan Singapura dimasukkan mereka ke Kota Batam.

“Tersangka diduga tidak memiliki izin edar dari BPOM dalam melakukan aktivitas perdagangan mikol di Indonesia,” ujar Agung Setya.

Kata Agung, sebanyak 7.315 botol minuman beralkohol golongan B dan C disita oleh pihak kepolisian. Tersangka saat ini ditahan di Rutan Bareskrim.

“Terhadap tersangka diduga melakukan tindak pidana mengimpor, menjual, mendistribusikan/mengedarkan minuman beralkohol berbagai jenis dan merek dari luar negeri yang tidak dilengkapi izin edar,” terang Agung.

DN diduga melanggar pasal 142 UU RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dan/atau pasal 8 ayat (1) huruf a jo pasal 62 UU No.8 tahun 1999 ttg perlindungan konsumen dan/atau pasal 204 KUHP. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Awalnya, BP Kawasan Bintan menolak surat panggilan penyidik Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI sebagai saksi atas tangkapan minuman keras (miras) ilegal oleh Kodim 0813/Bintan.

Penolakan ini karena BP Kawasan Bintan merasa kasus yang ditangani tersebut tidak masuk ranah kerja mereka. Dan kasus miras ilegal itu bukan didalam tanggung jawab BP Kawasan Bintan.

 

Muhammad Saleh Umar, Wakil Kepala BP Kawasan Bintan mengatakan tidak mengerti dasar lembaganya ikut dipanggil sebagai saksi. Soalnya, kita yakin kasus yang ditangani oleh Kementerian Perdagangan itu tidak masuk dalam ranah kerjanya.

“ Kita dipanggil cuma dimintai keterangan, seputar ranah dan kawasan BP Kawasan terkait masuknya barang dari luar negri. Untuk kasus miras tersebut yang dari Berakit, bukan masuk di kawasan kita,” ujar Saleh usai memberikan keterangan kepada penyidik, Rabu, 2 November 2017.

Saleh sempat mengatakan, perusahaan yang terdaptar di BP Kawasan hanya tiga perusahaan. Namun untuk jelasnya dirinya lupa karena datanya ada di kantor, untuk peredaran miras ke tiga perusahaan itu hanya di peruntukan di Hotel Bintang Tiga yang ada di Lagoi

Saat di tanya jika minuman yang dibawa tiga perusahaan tersebut keluar dari Lagoi, apakah di sebut ilegal? Saleh hanya menjawab, saya tidak bisa mengatakan itu ilegal karena itu bukan wewenang kita.

Disinggung, ada berapa perusahaan yang lakukan importir di BP Kawasan Bintan?, ia katakan ada tiga.
“Ada tiga, siapa-siapa saja, saya tidak ingat, datanya di kantor,” ujarnya. (boby)

Sempat Menolak, Akhirnya Mau Penuhi Panggilan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Giliran BP Kawasan Bintan yang menjalani pemeriksaan terkait ribuan botol minuman keras (miras) tangkapan Kodim 0315/Bintan belum lama ini di Jln. DI Panjaitan KM 7, Rabu, 1 November 2017.

Penyidik Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI, Hari menjelaskan dalam pemeriksaan terhadap BP Kawasan Bintan berjalan lancar.

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik ini dilakukan untuk mendalami pemeriksaan kepada instansi-intansi terkait di kasus miras ilegal tangkapan itu. Dari keterangan instansi ini, katanya, kasus ini dituntas hingga ke ranah pengadilan.

BACA: Dua Pegawai Bea Cukai Tanjungpinang Dikirim untuk Jalani Pemeriksaan Kasus Ribuan Miras Ilegal

Namun sebelumnya, BP Kawasan Bintan sempat menolak untuk diambil keterangan. Soalnya, mereka beralasan, bahwa penangkapan dan masuknya barang haram itu di luar kawasan dan wewenang kawasan BP Kawasan Bintan.

“ BP Kawasan menilai masuknya miras ilegal itu bukan di wilayah yang di pantau BP kawasan. Mereka mengatakan berakit itu bukan masuk ranahnya BP Kawasan,” ujar Hari usai melakukan pemeriksan di kantor Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan. (boby)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Dua pegawai Bea dan Cukai (BC) Tanjungpinang tidak mau memberikan keterangan apapun seusai keluar dari di kantor Disprindag Kabupaten Bintan, Selasa, 31 Oktober 2017 siang.

BACA: Dua Pegawai Bea Cukai Tanjungpinang Dikirim untuk Jalani Pemeriksaan Kasus Ribuan Miras Ilegal

Saat wartawan menannyakan apa benar kedatangan pihak Bea Cukai datang ke Disprindag untuk pemeriksaan terkait kasus ribuan miras illegal?, kedua pegawai itu menjawab ” Tanya penyidiknya, tanya penyidiknya bukan pemeriksaan,” jawabnya sambil cepat-cepat masuk ke mobil Toyoya Rush warna silver.

Terkait dua Pegawai Bea Cukai yang enggan berkomentar kepada wartawan, media ini kembali mengkonfirmasi Heri pihak penyidik Kementrian Perdagangan.

BACA: Mencuat Kabar, Kepala Bea Cukai Tanjung Pinang Akan Diperiksa Terkait Kasus Ribuan Miras Ilegal

Heri menjelaskan, kedua pegawai Bea Cukai Tanjungpinang datang dalam tahap kordinasi. Kedatangan ini terkait surat yang dikirim dari Penyidik Kementrian Perdagangan terkait kasus miras ilegal.

“Tetapi meraka datang masih tahap kordinasi, pihak Bea Cukai masih koperaktif dalam hal ini.” Jelas Heri (boby)

BACA: Pemilik Ribuan Botol Miras Ilegal di Pinang Segera Terungkap

BACA: WOW… Dari Gudang di Panjaitan, Puluhan Ribu Botol Miras Ilegal Terungkap

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Bea dan Cukai (BC) Tanjungpinang akhirnya memenuhi panggilan dari penyidik Kementerian Perdagangan terkait kasus ribuan minuman keras (miras) ilegal tangkapan Kodim 0315/Bintan beberapa pekan lalu, Selasa, 31 Oktober 2017.

Pemeriksaan yang berlangsung di di kantor Disperindag Kabupaten Bintan. Meskipun memenuhi panggilan, namun belum dilakukan pemeriksaan. Soalnya, kedatangannya Bea Cukai ini masih dalam tahap kordinasi.

“Pihak Bea Cukai memenuhi panggilan kami. Tetapi bukan kepalanya yang datang, cuma dua pegawai Bea Cukai. Mereka masih dalam kordinasi belum di periksa,” ungkap penyidik Kementrian Perdagangan Hari

BACA: Mencuat Kabar, Kepala Bea Cukai Tanjung Pinang Akan Diperiksa Terkait Kasus Ribuan Miras Ilegal

Lanjut Hari, Kepala Bea Cukainya ada acara di pusat. Jadi 2 Pegawai Bea Cukai yang di kirim untuk memenuhi panggilan. Sejauh ini, tambahnya, mereka masih koperaktiv dalam tahap awal pemanggilan.

Untuk pemeriksaan kepada pihak Bea Cukai, Pihak Penyidik Kementrian Perdagangan membuat surat ke dua. Surat pemanggilan tersebut langsung di bawa oleh ke dua Pegawai Bea Cukai yang datang.

BACA: Pemilik Ribuan Botol Miras Ilegal di Pinang Segera Terungkap

“Surat pemanggilan kedua sudah kita buat. Surat itu langsung dibawa oleh kedua Pegawai Bea Cukai yang datang tadi. Surat itu berisih pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus ribuan miras illegal yang di tangkap Kodim 0315/Bintan,” katanya kepada Mediakepri.co.id. (boby)

BACA:  WOW… Dari Gudang di Panjaitan, Puluhan Ribu Botol Miras Ilegal Terungkap

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tangkapan ribuan botol berbagai merek dan jenis minuman keras (miras) oleh Kodim 0315/Bintan di Jl. DI Panjaitan KM.7 beberapa bulan lalu memasuki babak baru.

Mencuat informasi, Bea dan Cukai (BC) Tanjungpinang yang merupakan instansi yang terdepan terhadap keluar masuk barang segera diminta pertanggungjawaban. Dan dalam waktu dekat, orang nomor satu di BC Tanjungpinang ini akan diminta keterangan.

Hal ini diungkapkan oleh PPNS Disperindag Kabupaten Bintan, Setia Kurniawan.

“Dalam waktu dekat Kepala Bea Dan Cukai Tanjungpinang akan di periksa oleh Kementerian Perdagangan RI melalui Dirjen Perdagangan Pusat,” ujar Kurniawan

Lebih jauh, Kurniawan menjelaskan ada beberapa instansi yang akan diperiksa oleh kementrian yang terkait kasus miras ilegal itu.

Ditambahkannya, untuk pemusnahan ribuan botol miras ilegal tangkapan ini terus berlanjut hingga putusan persidangan di pengadilan. Lalu, setelah ada putusan baru barang bukti miras ini akan dimusnahkan. Untuk pemilik miras, tetap akan di proses secara hukum yang berlaku yang ada di Indonesia. (bobi)