musik

kreatif

HARI INI SEJARAH

Selasa | 04 Desember 2018 | 1:08

34 Tahun Lalu, Musik Indonesia Diwarnai Ide-ide Gila Kreatif

MEDIAKEPRI.CO.ID – Padhyangan atau yang lebih akrab dikenal dengan P-Project atau Project-P adalah kelompok komedi asal Bandung yang dibentuk oleh mahasiswa dua perguruan tinggi Universitas Padjajaran dan Universitas Katolik Parahyangan pada tanggal 4 Desember 1982.

Nama Padhyangan diambil dari kedua almamater tersebut. Kelompok ini didirikan sebagai wadah untuk menyalurkan bakat dan ide-ide gila anggota-anggotanya terutama dalam bidang seni. Seni panggung yang ditampilkan Padhyangan adalah sejenis drama komedi yang mengandalkan musik untuk menyampaikan ceritanya yang dikenal dengan istilah ‘kabaret’.

75 Calon PNS Kemenkumham Tes Kesamaptaan di Korem 033/WP

Anggota kelompok ini dari tahun ke tahun datang dan pergi, karena memang tidak ada aturan yang jelas untuk jadi anggota selain sebagai seorang mahasiswa atau mahasiswi. Beberapa personel tetap memperkuat sekaligus menjadi tulang punggung organisasi tersebut, seperti Iszur Muchtar dan Denny Chandra, yang mulai aktif di Padhyangan sejak tahun 1984, disusul Daan Aria, Joe P Project, dan Iang Darmawan, serta Wawan Hanura yang mulai aktif tahun 1986.

Padhayangan melakukan pertunjukan komersial pertama kali pada tahun 1986 di berbagai kota di Jawa Barat. Acaranya diselenggarakan oleh sebuah radio swasta di Bandung. Pada dekade 1988 hingga 1993, keenam anggota tetap tersebut juga mulai aktif sebagai penyiar acara humor, di Radio Oz Bandung setiap Rabu malam. Acara yang pernah mereka buat adalah “Gelak Gelitik OzG” dan “OZSerba” (OZ Serba Ada).

77 Emas Bawa Batam Jadi Juara Umum Porprov

Setelah Denden Hermann bergabung pada tahun 1994, mereka pun memberanikan diri membuat album rekaman lagu-lagu komedi plesetan alias parodi. Seiring dengan kesuksesan album tersebut, mereka kemudian tampil -untuk pertama kalinya- dalam acara komedi reguler di SCTV yang diberi nama Project-P. Dari situlah mereka kian dikenal di dunia hiburan, khususnya dalam bidang komedi. Gaya komedi mereka biasanya adalah parodi dari seni populer seperti film atau lagu terkenal, campuran antara Monty Python dan “Weird Al” Yankovic.

Seiring kesuksesan Project-P di SCTV dan album lagu parodi mereka yang laris, perbedaan persepsi pun menghampiri. Sebagian besar anggota Padhyangan, Iszur Muchtar, Denny Chandra, Daan Aria, Joehana, Tika Panggabean, Iang Darmawan, Wawan Hanura dan lain-lain, sepakat mengembangkan bakat mereka ke bidang hiburan yang lebih profesional. Maka mereka berpisah pun memutuskan berpisah.

BACA JUGA

Dunia Dakwah dan Musik Indonesia Berduka, Rocker Lagendaris Hari Moekti Meninggal

Warga Tanjung Pinang Disuguhi Konser Musik Lokal Sambut Pergantian Tahun

Setelah perpecahan, anggota yang ingin mengembangkan karier di dunia hiburan membentuk P-Project pada 4 Desember 1994. Untuk tetap mempertahankan eksistensinya di dunia hiburan khususnya di bidang komedi, sejak dini P-Project telah melakukan regenerasi dengan membuat sebuah kelompok yang diberi nama Project Pop. Kelompok ini memiliki 7 orang personel inti yang terdiri dari Kartika Rachel Panggabean (Tika), Djoni Permato (Udjo), Hermann Josis Mokalu (Yossi), Gumilar Nurohman (Gugum), Hilman Mutasi (Hilman), Muhammad Fachroni (Oon), dan W Rudi Astadi (***)

sumber: wikipedia.org

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Riono mengatakan dalam rangka menyambut Tahun Baru 2018 ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak mengadakan pesta kembang api.

“Tahun ini tidak ada perayaan kembang api, tapi saya dapat informasi dari Dinas Pariwisata akan menampilkan konser musik lokal selama dua hari pada akhir tahun nanti,” katanya, kemarin.

Menurutnya, alasan tidak mengadakan pesta kembang api pada tahun ini, dikarenakan dengan kondisi APBD yang tidak memungkinkan. “ Untuk menghindari opini masayarakat yang negatif, lebih baik kita alihkan ke kegiatan yang lebih bermanfaat,” imbuhnya.

Selain itu, sambung Riono, selama ini budaya atau kebiasaan pesta kembang api dilakukan juga secara swadaya oleh masyarakat.

“Jadi, dari pada ditanggapi negatif oleh masyarakat, lebih bagus kita alihkan ke penampilan lagu, karena saya rasa lebih banyak nilai positifnya,” tutupnya. (***)

Berit ini terbit di wartakepri.co.id dengan judul ‘Pemko Tanjungpinang Ganti Pesta Kembang Api Tahun Baru dengan Konser Musik Lokal’

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Seorang perempuan tewas tertabrak kereta rel listrik (KRL) Commuter Line di perlintasan kereta Kayu Manis Barat, Matraman, Jakarta Timur.

Dilansir Kompas TV pada Kamis 21 Desember 2017, kecelakaan tersebut terjadi Rabu 20 Desember 2017 malam.

Diduga, korban tidak mendengar bunyi peringatan saat kereta akan melintas.

Korban tidak mendengar bunyi peringatan saat kereta akan melintas.

Saat itu, korban menggunakan earphone dan mendengarkan musik.

Sebelum kejadian, warga telah memberi peringatan kepada korban, namun tidak dihiraukan.

Petugas Polsek Matraman melakukan identifikasi dan membawa jenazah ke RSCM, setelah melakukan evakuasi terhadap tubuh korban yang berada di tepi rel kereta api.

Korban tanpa identitas tersebut tewas dengan luka di sekujur tubuh.

Diketahui, wanita tersebut memiliki tato di bagian betis kaki.

Ciri-ciri lainnya adalah saat kejadian, korban memakai celana jeans biru selutut dan kaos berwarna merah muda.

Diduga wanita tersebut tidak berasal dari daerah di sekitar lokasi kejadian.

Hal tersebut lantaran warga disekitar perlintasan kereta api juga mengaku tidak mengenal wanita tersebut. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Medan – Suara musik tradisional Mandailing, gondang sembilan menyambut kedatangan Bobby Nasution-Kahiyang Ayu pada acara pemberian marga di Jalan STM Medan, Selasa 21 november 2017.

Bobby Nasution-Kahiyang Ayu datang menggunakan mobil Toyota Alphard hitam BK 11 RI.

Pengawalan ketat menyambut kedatangan Putri Presiden Joko Widodo yang diberi marga Siregar.

Begitu keluar dari mobil, Kahiyang langsung memegang tangan Bobby Nasution, suaminya.

Senyum Kahiyang mengembang saat keluarga Bobby memegang tangan kirinya.

Bobby yang mengenakan semi jas hitam berbalut peci menggandeng Kahiyang Ayu, istrinya masuk ke dalam rumah.

Mereka jalan pelan memasuki acara pemberian marga di rumah Doli Sinomba Siregar.

Doli Sinomba Siregar merupakan paman Bobby Nasution.

Sejumlah pejabat di Sumut terlebih dahulu datang ke acara pemberian adat.

Satu di antaranya Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi.

Tengku Erry datang mengenakan jas hitam berbalut ulos Mandailing.

Kemudian, sejumlah keturunan raja Mandailing juga memasuki rumah untuk memberikan marga Siregar kepada Kahiyang Ayu.(***)

 

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Berbagai acara menarik akan digelar di Jakarta hari ini yang dapat menjadi pilihan untuk mengisi akhir pekan, mulai dari diskusi sumpah pemuda, donor darah, pekan kreasi dan budaya, bazaar multiproduk hingga konser musik.

1. Omongan Budayo Vol 14: “Sumpah Pemuda Masa Kini: Ajak Presiden Datathon 1K Budaya Tradisi Nusantara”

Melalui aksi dan kegiatan ini, Sobat Budaya juga berupaya menyampaikan pesan #AjakPresidenDataBudaya.

Selain dilakukan di sosial media, kegiatan juga digelar di Auditorium JNE Pusat, Jalan Tomang Raya No. 11, Jakarta Barat, pukul 14.00 – 19.00 WIB.

2. Donor Darah 1000 Orang, Setetes Darah untuk Bangsa

Donor darah berhadiah utama satu unit motor digelar di Lt. GF Hall B & Drop Off, Mangga Dua Square, Jakarta.

3. Pekan Kreasi dan Budaya Bintaro 2017

Acara ini diadakan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, akan ada pentas musik dan tari nusantara, juga bazaar multiproduk di sepanjang jalan Mawar raya Bintaro, Jakarta Selatan, pukul 07.00 – 23.00 WIB.

4. Simply Pop Up Market : Urban Culture Festival

Bazaar multiproduk dengan berbagai acara diskusi dan talkshow di Grand Indonesia, West Mall, Level 5, Jakarta.

5. IDN Soundscape Angkatan 2000an

Menampilkan berbagai artis mulai dari Kahitna hingga Slank di Eco Park Ancol, Jakarta. (***)

 

sumber: Antaranews.com

NEWS

Rabu | 20 September 2017 | 9:30

Pembajakan Musik Terus Meningkat

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pembajakan musik terus meningkat di seluruh dunia dengan adanya 40 persen penikmat musik yang mengakses tanpa izin, atau naik dari tahun lalu sebesar 35 persen. International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) melaporkan mesin pencari di internet telah mempermudah pembajakan dan mereka meminta pemerintah bertindak.

“Pelanggaran hak cipta masih bertumbuh dan berkembang, dengan metode stream ripping menjadi yang dominan,” kata kepala IPPI, Frances Moore dikutip dari AFP.

“Dengan kekayaan musik berlisensi yang telah tersedia bagi penggemar, jenis situs ilegal ini tidak punya tempat yang dapat dibenarkan di dunia musik,” katanya. Ia pun menyerukan peraturan yang lebih besar mengenai sektor musik digital.

Berdasarkan survei terhadap konsumen di 13 negara, laporan tersebut menemukan bahwa kebanyakan pendengar musik yang tidak berlisensi menggunakan stream ripping untuk mengakses konten bajakan, yaitu dengan menyimpan atau mengubah file musik streaming menjadi mp3.

Sebesar 35 persen pengguna internet menggunakan stream ripping, atau naik dari tahun lalu sebesar 30 persen. Situs streaming memungkinkan pengguna mengubah file yang sedang diputar di platform streaming, seperti Spotify atau YouTube, sehingga dapat diunduh secara permanen.

Persentase pengguna streaming naik menjadi 53 persen untuk pengguna di usia 16-24 tahun, sementara hanya 18 persen dari usia 55-64 tahun yang terlibat dalam hal itu. Laporan tersebut mengatakan bahwa mesin pencari “memainkan peran kunci dalam pelanggaran hak cipta”, dengan 54 di antaranya men-download musik tanpa izin menggunakan Google untuk menemukan musik yang mereka ingin bajak.

YouTube-mp3.org, situs rip rip terpopuler di dunia di mana jutaan pengguna mengonversi video YouTube menjadi file audio, ditutup pada awal bulan ini setelah kampanye IFPI. Industri musik semakin agresif dalam menangani pembajakan. Pada tahun 2015, mereka menutup situs populer Grooveshark.

Sumber : Republika.