Narkoba

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Satuan Reserse Narkoba Polres Bintan mengungkap peredaran gelap narkoba yang melibatkan oknum honorer di Pemkab Bintan. Ironisnya, seorang remaja putri, berinisial Dv ikut ditangkap bersama empat tersangka lainnya.

Dikutip di suarasiber.com penangkapan 5 orang tersangka pelaku pengedar narkotika jenis sabu, Sabtu, 17 November 2018 lalu di 3 tempat kejadian perkara (TKP) di Kijang Bintan Timur.

BERITA TERKAIT

Terlibat Narkoba, Oknum Honorer Histeris saat Ditangkap

Diketahui 1 orang dari tersangka itu, Rahmat, adalah pegawai honor di Pemkab Bintan.

Oknum pegawai honor ini sehari-hari menjadi sopir salah satu pejabat eselon III di Setdakab Bintan. Selain itu, Rahmat alias Amat Geber juga disebut-sebut dekat dengan petinggi di Bintan. Keduanya ditangkap bersama tiga tersangka lainnya, yaitu Busra, Udud, dan Udin.

BACA JUGA

Prihatin, Polda Kepri dan PPHC Tekan Pengguna Narkoba

Oknum TNI Terlibat Narkoba, Roy: Kami Komitmen Ikut Memberantas

Setelah Facri Albar, Kini Ozzy Albar Ditangkap karna Narkoba

Dari rilis Satnarkoba Polres Bintan disebutkan, mereka ditangkap secara terpisah, kecuali Busra, Udud, dan Dv yang ditangkap bersamaan di Jalan Pelabuhan II No 08 Kampung Kuala Lumpur, Kelurahan Kijang Kota, Bintan Timur. Sejumlah barang bukti narkoba sabu ikut diamankan di penangkapan itu.

Setelah ditangkap mereka pun “bernyanyi” bahwa barang haram itu diperoleh dari Udin. Anggota pun bergerak dan berhasil menangkap Udin di Jalan Barek Motor, Kijang, Bintan Timur. Sejumlah narkoba jenis sabu pun ikut ditemukan di penangkapan itu.

Udin pun ikut “bernyanyi” narkoba jenis sabu itu diperolehnya dari Rahmat alias Amat Geber. Malam itu juga anggota Satresnarkoba langsung bergerak mencari dan menangkap Rahmat di Kampung Seidatuk. Saat akan ditangkap, oknum pegawai honor ini sempat berusaha melawan.

BACA YANG LAINNYA

Pimpin Shalawat, Vivi Meninggal Dunia di Masjid Dahrul Ghufron

Kepri Galakkan Turisme, Produk Halal Jadi Pendukung

Gedung DPRD Disulap di Hari Jadi Kabupaten Lingga Ke-15

Warga Karimun Jangan Sungkan Laporkan Pelanggaran

I Gusti Ngurah Rai Meninggal Dunia Usia 29 Tahun

Hal ini disampaikan Kasat Resnarkoba Polres Bintan AKP Nendra Madya Tias kepada wartawan. Namun, akhirnya menyerah dan mengakui mengedarkan narkoba untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Kini, kelima tersangka dan barang bukti diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut. (***)

pengguna narkoba

BINTAN

Minggu | 18 November 2018 | 20:10

Terlibat Narkoba, Oknum Honorer Histeris saat Ditangkap

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Menjelang tengah malam, suasana Sungai Datuk Kota Kijang Bintan Timur jadi berbeda. Soalnya, salah seorang warganya histeris karena ditangkap petugas kepolisian.

BACA: Bintan Tetap Konsisten, Siswa Terima Bantuan Seragam Gratis 2018

BACA: Bantuan Kapal dan Perlengkapan Nelayan Bertebaran di Bintan

BACA: Sekdaprov Minta Segerakan Penyerapan Anggaran

Diduga oknum honorer berinisal Mt terlibat jaringan peredaran gelap narkoba, Jumat, 17 November 2018 malam sekitar pukul 23.00 WIB. Polisi mengantongi barang bukti, dalam bentuk barang yang merupakan sisa penggunaan.

“Polisi minta saya jadi saksi, saat penggeledahan rumahnya,” kata Ahmad Rohaimi RT 02/ RW 05 Kijang Kota, dikutip dari gurindam.tv.

Dari hasil pemeriksaan, katanya, petugas tidak menemukan barang bukti. Namun, petugas sudah menangkap pelaku lain. Dan barang bukti pun, katanya, sudah ada dalam bentuk bekas penggunaannya.

BACA: Kata Bijak 9 Tokoh di Dunia, Ke-9 Penuh Inspirasi dan Bangun Motivasi

BACA: Islam Banyak Dipengaruhi Hal Mistik, Ahmad Dahlan Dirikan Muhammadiyah

“Diduga dia sebagai pengguna,” ujarnya.

Saat penangkapan ini, banyak warga yang penasaran dan ingin tahu apa yang terjadi dan akhirnya keluar. Apalagi, aksi oknum honorer yang menolak dengan histeris untuk dibawa ke Mapolres. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman- Dandim 0732/Sleman Letkol Inf Diantoro,S.IP menghimbau agar Tim Satgas yang berjumlah 100 Orang sabar dan ikhlas dalam melaksanakan tugas, Kamis, 18 Oktober 2018.

Letkol Inf Diantoro,S.IP mengatakan, salah satu wujud kebanggan bagi kita Prajurit yaitu dapat melaksanakan Perintah dengan baik, sabar dalam menjalankan tugas serta Ikhlas dalam pengabdian, karena apa yang kita lakukan saat ini suatu bentuk pengabdian kita kepada Masyarakat, ujarnya dilokasi TMMD.

Seperti diketahui bersama bahwa, kegiatan TMMD ini merupakan permintaan Masyarakat yang dikelola oleh Kodim 0732/Sleman dalam bentuk anggaran APBD dengan kegiatan Fisik, anggaran tersebut digunakan untuk pembuatan Talud sepanjang 1000 meter.

Selain itu, TMMD juga membuat kegiatan Non Fisik yaitu, Pengobatan gratis, Sosialisasi KB, Penyuluhan Hukum dan Bahaya Narkoba, Penyuluhan Kehutanan dan Perkebunan, pertanian, Wawasan kebangsaan dan Bela Negara, semua kegiatan tersebut merupakan rangkaian dalam kegiatan TMMD Reguler Ke 103 Kodim 0732/Sleman. (Zhoel)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pati – Dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan TNI, Kodim 0718/Pati menggelar tes urine kepada Anggota Koramil yang ada di jajaran Kodim 0718/ Pati, bertempat di Makoramil 20/Tambakromo, Jum’at, 14 September 2018.

Kegiatan tes urine dimulai pada pukul 09.00 Wib oleh anggota Staf Intel, yang kemudian personel dipanggil satu persatu sesuai nomor urut. Kegiatan pengambilan urine selesai, selanjutnya dilakukan pemeriksaan dengan alat tespack yang sudah disiapkan.

Istimewa

Komandan Kodim 0718/Pati melalui Pasi intel Kodim 0718/Pati Kapten Infanteri Mukhlisin menyatakan, tes urine ini merupakan bagian dari program Kodim 0718/Pati dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). “Tes urine ini dilakukan secara mendadak (tiba-tiba) terhadap anggota Koramil, bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya anggota yang terlibat narkoba,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, pelaksanaan tes urine tersebut merupakan upaya internal Kodim dalam mencegah dan memberantas narkoba di tubuh TNI, yang akan dilakukan secara periodik dan bergilir bagi semua prajurit dan PNS di jajaran Kodim 0718/Pati.

Bagi anggota lain yang belum di tes urine hari ini, akan tetap di tes urine, karena kita (TNI) sudah menandatangani fakta integritas untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, yang melanggar sanksinya siap untuk dipecat,” tegasnya.

Dalam tes urine hari ini, anggota yang semuanya hadir hasilnya negatif dan tidak ditemukan personel yang positif narkoba,” tandas Mukhlisin. (Narto pendim pati)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Keluarga Ahmad Albar kembali tersandung kasus narkoba. Setelah sebelumnya Fachri Albar ditangkap Satuan Narkoba Polres Metro Jaya pada awal Februari 2018, kini giliran Ozzy Albar yang berurusan dengan kepolisian.

Penangkapan Ozzy Albar dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

“Iya (ditangkap narkoba),” kata dia Rabu, 12 September 2018.

Meski membenarkan, Argo belum bisa menjelaskan secara detail terkait penangkapan tersebut. Dari informasi yang diperoleh, Ozzy Albar ditangkap di kawasan Jakarta Selatan, pada Selasa, 11 September 2018 malam.

Saat ini Ozzy Albar tengah menjalani pemeriksaan mendalam oleh pihak kepolisian terkait kepemilikan narkoba.

“Tertangkapnya di Jalan Walter Monginsidi, Jakarta Selatan,” kata Argo. (***)

sumber: liputan6.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan, dengan hidup sehat dan jauh dari narkoba para generasi muda dapat menghasilkan prestasi yang gemilang saat ini dan di masa depan.

Kemajuan daerah akan meningkat jika semua elemen bersama-sama ikut andil dalam pembangunan terutama para generasi muda.

“Dalam tubuh yang sehat terdapat otak yang sempurna yang dapat digunakan untuk memajukan daerah,” ujar Nurdin saat acara Deklarasi Pelajar dan Pemuda Hidup Sehat Tanpa Narkoba pada Car Free Day dan Senam Sehat di Dataran Engku Putri, Batam, Ahad, 26 Agustus 2018 pagi.

Nurdin menekankan agar deklarasi ini jangan hanya ucapan namun harus terus diimplementasikam dalam kehidupan.

Pada kesempatan tersebut, Nurdin juga meminta seluruh masyarakat Kepri untuk bersama-sama mendoakan saudara setanah yang tertimpa musibah bencana alam gempa bumi di Lombok.

“Luka mereka luka kita juga, semoga saudara-saudara kita disana di beri kekuatan untuk bangkit dan ketabahan oleh Allah SWT,” ucap Nurdin.

Terakhir, Nurdin mengajak para pemuda dan pelajar yang hadir untuk ikut menyerukan semangat anti narkoba. Hal ini agar menjadi lecutan diri untuk menjauhi benda haram tersebut.

“Narkoba No, Prestasi Yes, Kepri Jaya,” teriak Nurdin diikuti oleh para pemuda dan pelajar.

Pembacaan naskah deklarasi sendiri dipimpin langsung oleh Kaesang Pangarep yang merupakan pengusaha muda sekaligus putra bungsu Presiden RI Joko Widodo yang hadir dalam acara itu.

Pembacaan deklarasi sendiri didampingi oleh Gubernur Nurdin Basirun, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, Kepala BNN Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan, Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto lalu diikuti oleh para pemuda dan pelajar serta tamu undangan lainnya.

Adapun lima butir isi naskah deklarasi yang dibacakan antara lain: 1. Kami menolak secara tegas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kepri; 2. Kami bertekad untuk turut mendukung program pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kepri; 3. Kami mendukung dan mendorong lembaga atau instansi penegak hukum terkait guna menindak dan memberantas seluruh peredaran gelap narkoba di Kepri; 4. Kami siap menjadi relawan anti narkoba bagi sekolah, keluarga dan masyarakat demi terwujudnya lingkungan yang bebas dari narkoba; 5. Kami pelajar, pemuda dan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau akan meraih masa depan gemilang tanpa narkoba.(***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam  – Kabar gembira bagi masyarakat Batam dan Kepri umumnya,  putera bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep akan hadir di Batam.
Kedatangan anak orang nomor satu di Indonesia ini dalam rangka Deklarasi Hidup Sehat Tanpa Narkoba bersama pelajar, mahasiswa, tokoh muda dan tokoh masyarakat di alun-alun Engku Putri, Batam Center.  Minggu, 26 Agustus 2018  sekitar pukul 06.00 WIB mendatang.
Dalam rangkaian Deklarasi Hidup Sehat, juga akan digelar car free day, dan senam sehat bersama ribuan masyarakat Batam. Sebagaimana disampaikan Ketua Lingkar Madani Batam, Andi Mukhtar selaku panitia bahwa tujuan deklarasi mengajak masyarakat bersama-sama melakukan pola  hidup sehat tanpa narkoba.
“Mas Kaesang hadir untuk mengajak kita melakukan pola hidup sehat, jauh dari narkoba. Agar hidup lebih produktif,” ujar,  Andi Mukhtar disela-sela rapat persiapan, di restoran Lamongan, Batam Center, Minggu, 19 Agustus 2018
Secara rinci dijelaskan oleh Sekretaris Panitia, Hengky Irawan ada sejumlah tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut, diantaranya ajang silaturahmi antar sesama dan mengingatkan bahwa olaraga adalah aktivitas yang penting dan baik dalam gaya hidup sehat.
Tujuan yang tak kala penting, ujar tokoh muda Batam ini, yakni menggerakkan semangat kebangsaan cinta Indonesia dengan hidup sehat tanpa narkoba dan mengajak suluruh masyarakat untuk peduli dan aktif melapor adanya penyalagunaan yang terjadi di sekeliling.
“Silaturahmi, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif melawan narkoba,” terangnya didampingi sejumlah panitia, diantara Evadius Halim, Syaifullah Yusuf, Syaiful Badri, Erlan, Rizki Firmanda dan Hubertus LD.
Mengawali kunjungannya di Batam, Sabtu (25/8), kata Emanuel Ingland, Kaesang akan memberikan dorongan dan motivasi kepada pelajar, mahasiswa dan pemuda untuk berfikir kreatif dan inovatif dalam berwirausaha.
“Beliau (Mas Kaesang, red)) akan menyemangati anak muda untuk berwirausaha, bukan semata-mata mengharapkan menjadi pekerja formal,” ungkapnya.
Ingland juga menjelaskan,sebagai anak presiden, Kaesang masih memikirkan usaha yang berbasis sumber daya lokal. Seharusnya sebagai generasi muda, harus lebih kreatif dalam memanfaaatkan potensi sumber daay alam bangsa dalam menjalankan usaha atau  bisnis.
“Nilai-nilai jiwa pengusaha muda seperti ini, yang harus ditumbuhkembangkan kepada generasi penerus. Makanya, Lingkar Madani Batam, sengaja menghadirkan Mas Keasang di Batam ini,” ujar Ingland.
Ditambahkan oleh panitia lainnya, Hubertus LD, bahwa Kaesang tidak sekedar memotivasi tetapi telah memberi bukti bahwa hidup sukses harus bekerja cerdas dan inovatif, salah satu inovatif memanfaatkan peluang dengan berwirausaha.
“Mas Kaesang memberi contoh bahwa hidup harus kerja cerdas, harus punya meandset harus bisa menciptakan peluang kerja bukan malah memburu pekerjaan,” ungkap Hubertus.
Karena banyaknya manfaat yang bisa didapat dari acara ini, Andi Mukhtar mengajak masyarakat Batam khususnya kaum muda untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Karena tidak hanya rombongan Kaesang dari Jakarta, tetapi akan hadir juga sejumlah anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kepri dan Batam.
“Mari luangkan waktu untuk bersama-sama memulai pola hidup sehat, sembari mendapatkan motivasi berwirausaha dari ahlinya,” pungkas Andi. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sebanyak 4,6 kilogram barang bukti narkoba millik 16 tersangka jaringan peredaran gelap narkoba di lapangan upacara Polda Kepri, Selasa, 14 Agustus 2018 sekitar pukul 10.00 WIB.

Pemisnahan barang bukti dengan menggunakan alat pemusnah dengan logo BNNP Kepri ini dipimpin Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Komber Pol K Yani.

Turut hadir dalam pemusnahan tersebut perwakilan sejumlah instansi terkait diantaranya Pengadilan, Kejaksaan, Ditpam BP Batam, BPOM Kepri, pengacara tersangka dan pengiat anti narkoba.

BACA: Ditres Narkoba Polda Kepri Ungkap 16 Tersangka dalam Kurun 10 Hari

Sebelum barang bukti tersebut dimusnahkan, tim Dokes Polda Kepri melakukan keaslian. Setelah dinyatakan mengandung narkoba, lalu barang bukti dimasukkan kedalam mesin pemusnahan.

“Ini benar sabu,” ujar dr Novita usai melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti tangkapaan tersebut.

Mobil BNNP Kepri yang digunakan untuk pemusnahan barang bukti sabu. (adinarof)

Dirres Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol K Yani mengatakan barang bukti ini merupakan pengungkapan kirun waktu 10 hari. “Hari ini kita musnahkan barang bukti pengungkapan mulai dari 15 Juli 2018 sampai 25 Juli 2018,” katanya disela-sela pemusnahan. (adinarof)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sebanyak 16 tersangka jaringan perdaran gelap narkoba diungkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri dalam kurun waktu 15 Juli 2018 hingga 25 Juli 2018.

Ke-16 tersangka ini pengungkapan dari 10 laporan masyarakat yang resah dengan perdaran narkoba di giring ke lapangan upacara Polda Kepri, Selasa, 14 Agustus 2018.

“Kita akan musnahkan barang bukti pengungkapan ini,” kata Dirres Narkoba Polda Kepri, Kombes K Yani.

Tampak hadir dalam kegiatan pemusnahan tersebut lintas instansi yakni dari BNNP Kepri, Pengadilan, Kejaksaan. (adinarof)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dalam amanahnya saat menjadi pembina apel di SMAN 1 Daik di Jl. Istana Robat nomor 40, Kabupaten Lingga, Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto mingingatkan agar para pelajar di Kabupaten Lingga khususnya dan di Kepri secara umum untuk selalu menegakkan disiplin dalam belajar serta tidak terlibat dalam mengkonsumsi narkoba.

Bahkan tidak hanya narkoba, karena tidak sedikit juga pelajar yang meminum minuman keras dan menghisap lem. Dan hal ini berdampak tidak baik bagi pelajar dan ditakutkan akan mempengaruhi pelajar lainnya.

Pelajar yang mengkonsumsi narkoba dan sejenisnya agar segera ditindak oleh majlis gurunya. Sebelum yang bersangkutan mempengaruhi teman-teman lainnya.

Saya dengar dari teman-teman di LAM ternyata ada disini,” kata Wakil Gubernur Kepri Isdianto, Selasa, 7 Agustus 2018 dihadapan para siswa SMA, SMK dan MAN.

Menurut Isdianto, para pelajar senantiasa perlu mendapatkan motivasi dari orang-orang tertentu. Baik dari orang tua, guru dan termasuk dari para pejabat. Dan pada kesempatan ini Iadianto mengingatkan para pelajar agar lebih rajin belajar dan disiplin dalam segala hal.

Tidak hanya itu para pelajar juga agar selalu menghormati para guru. Karena tanpa guru para pelajar tidak akan bisa mendapatkan apa-apa disekolah. Guru adalah satu hal yang luar biasa pengabdian terhadap negara.

“Tanpa guru saya juga tidak berdiri disini sebagai wakil gubernur hari ini”

Ada gurulah maka sistem pendidikan bisa berjalan. Tanpa pendidikan kita tidak jadi apa-apa dan tidak menjadi siapa-siapa. Pesan bapak, belajarlah bersungguh-sungguh dan benar dan jadilah generasi yang berhasil nantinya,” kata Isdianto.

Untuk masalah narkoba, sebagai generasi yang cerdas, tegas Isdianto, dia sangat yakin jika para pelajar di Lingga sudah terbebas dari narkoba.

“Anak-anak semua adalah para pengganti kami-kami nantinya. Maka bersiaplah dari sekarang. Karena saya yakin anak-anak semua pintar-pintar,” ujarnya.

Diakhir sambutannya Isdianto juga meminta pelajar di Lingga agar ikut mensukseskan program Pemerintah yakni menggalakkan pariwisata. Salah satunya menjaga laut Lingga agar tetap bersih dengan tidak membuang sampah ke laut.

Selain itu para pelajar juga agar ikut menjaga keamanan dan ketertiban, serta ramah terhadap setiap turis yang datang. Karena itu bagian dari wisata minded yang harus dibangun.

“Berikan para turis senyuman dan disapa dengan ramah. Itulah yang mereka inginkan dan akan selalu tertarik terhadap daerah kita,” tutup Isdianto. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungbalai – Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai menangkap seorang tersangka bandar Narkoba, di Jalan Alwathon Lingkungan III Kelurahan Pahang Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai, Senin, 2 Juli 2018.

HAS (31) warga Jalan MT Haryono Lingkungan III Kelurahan Selat Tanjung Medan Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjungbalai, ditangkap petugas Satres Narkoba yang menyaru sebagai pembeli.

Petugas yang menyaru pembeli memesan sabu kepada HAS dengan kesepakatan 1 gram seharga Rp650 ribu.

Sabu yang dipesan sebanyak 25 gram senilai total Rp16.250.000. Setelah terjalin kesepakatan, pesanan sabu diserahkan HAS kepada petugas dan langsung melakukan penangkapan dibantu petugas yang semula telah mengintai gerak gerik tersangka.

Barang bukti yang disita dari tersangka berupa 1 bungkus plastik transparan ukuran besar berisi 25,45 gram sabu, uang tunai Rp1 juta dan 2 unit telepon seluler.

“Tersangka mengaku sabu dari EN, sedangkan EN belum tertangkap dan masih kita kejar keberadaannya,”ujar Kasatres Narkoba AKP Adi Haryono kepada SIB, Selasa, 3 Juli 2018 mengungkapkan penangkapan bandar sabu tersebut. (***)

sumber: hariansib.co

NARKOBA

Minggu | 01 Juli 2018 | 17:06

Ini Artis yang Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat meringkus presenter Reza Bukan karena kedapatan memakai narkoba jenis sabu.

“Kami telah melakukan penangkapan terhadap seorang yang berprofesi sebagai presenter dan artis, atas nama DE alias RB, Deron Eka alias Reza Bukan,” ujar Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat, AKBP Erick Frendriz, dalam konferensi pers di Kantor Polres Jakarta Barat, Ahad, 1 Juli 2018

Reza Bukan ditangkap di rumahnya, Perumahan Casa Jardin, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Sabtu, 30 Juni 2018 dini hari.

Reza dicokok setelah pulang kerja dari satu stasiun televisi.

Polisi menemukan barang bukti 3 paket narkoba seberat 0.19 gram.

“Barang buktinya dapat dilihat di depan, 3 paket beserta alat-alatnya, ada bong, sedotan, korek,” ujar Erick. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Hari ini Tio Pakusadewo dan Fachri Albar sama-sama membacakan pembelannya di depan majelis hakim. Mereka pun dipertemukan saat berada di ruang tunggu tahanan.

Tio Pakusadewo tampak berteriak ketika bertemu dengan Fachri Albar saat sampai di ruang tunggu tahanan. Melihat Tio Pakusadewo datang dengan tangan terborgol, Fachri Albar pun langsung menyambut kedatangan Tio.

“Ai… a****g,” ucap Tio Pakusadewo berteriak.

Mereka pun langsung berpelukan dan tertawa. Teriakan Tio Pakusadewo cukup membuat kaget Wulan Guritno yang berada di depan ruang tunggu tahanan.

“Ya Allah kita sampai mau nangis, dia ketemu di dalam gitu,” ucap Wulan sambil tersenyum melihat Tio Pakusadewo dan Fachri Albar yang saling berpelukan.

Sama-sama tersandung kasus narkoba, Fachri Albar dan Tio Pakusadewo beda nasib. Setelah beberapa hari ditangkap oleh Satres Narkoba Polres Jakarta Selatan, suami Renata Kusmanto itu langsung dilimpahkan ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat, Cibubur.

Sedangkan Tio Pakusadewo ditangkap oleh Ditres Narkoba Polda Metro Jaya. Sempat menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Bhayangkara selama tiga bulan, Tio Pakusadewo harus pasrah menjalani hari-harinya di Lapas Cipinang usai berkasnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Begitu juga soal tuntutan, JPU menuntut Fachri Albar penjara selama 9 bulan. Sedangkan Tio Pakusadewo dituntut enam tahun kurungan penjara dan denda Rp 800 juta. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) Natuna menyadari bahaya laten peredaran gelap narkotika. Untuk itu, mereka terpangil untuk berperan aktif melakukan Pencegahan, Pemberantasan, penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Mhd Rikyrinovsky dari JJI Natuna mengatakan di dunia semakin maju, begitu mudah untuk mendapatkan berbagai jenis narkotika, seperti daun ganja kering siap pakai, sabu, heroin dan sejenisnya. Bahkan untuk di Kepri, masyarakat Indonesia dan Kepri khususnya dikejutkan dengan pengungkapan ribuan kilogram narkoba jenis sabu.

Lebih jauh dikatakannya, apalagi saat ini ada juga para pemimpin terlibat sebagai pemakai dan pengedar barang haram (narkotika) ini. Dan semuanya itu, bukan rahasia umum, karena sudah ada yang tertangkap. Mulai dari oknum aparatur negara seperti PNS, POLRI dan para pengusaha bahkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Bila kita lalai dari sekarang untuk mengawasi generasi penerus, akan jadi apakah kelak negeri ini?,” ujarnya dengan nada bertanya

Untuk itu, katanya, JJI Natuna akan terus menyatakan perang terhadap narkoba. Dan dalam waktu dekat, katanya, akan melakukan sosialisasi bahaya narkoba ini yang dikemas berupa talk show.

Dalam kegiatan ini akan pihak kompeten sebagai narasumber diantaranya  Kepala BNN Kepri,Brigjen Pol Richard Nainggolan, Danlanal Ranai, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, Kajari Natuna, Juli Isnur, Dandim 0318 Natuna, Letkol Inf Yusuf Rizal serta Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Rizal Runaldi.

“Talk Show anti narkoba ini, akan berlangsung pada tanggal 25 April 2018 di Gedung Sri Srindit Ranai. Mohon dukunganya agar kegiatan tersebut berjalan lancar,” ujar Rikyrinovsky panitia pelasana , Kamis, 19 April 2018.

 

Hal senada di katakan Sirojuddin panitia penyelengara, tujuan yang akan dicapai dalam pelaksanaan talk show anti narkoba , tidak lain untuk memberikan pengetahuan kepada pelajar tentang bahaya narkoba.

Selain itu, juga akan dibentuk beberapa relawan di Sekolah -sekolah khususnya anak-anak SMA yang duduk di kelas II.

“Para relawan dibentuk bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang bahaya narkoba. Mereka nanti juga akan kita bimbing diberi pelatihan disetiap sekolah. Ada delapan sekolah yang menjadi target utama kita. Diantaranya, SMA 1, SMA 2, MAN 1, SMK Migas, dan beberapa Sekolah SMA lainya”, jelas Siro.

Semua pelajar tersebut, sambung Siro akan diundang pada acara Talk Show nanti. Disaat acara berlangsung juga akan di adakan deklarasi bersama peran pemuda dalam memerangi penyalah gunaan dan bahaya narkoba.

Pelajar ,Mahasiswa Para Pemuda di Natuna harus siap menjadi garda paling depan dalam memerangi narkoba.

Selain itu pelajar dan mahasiswa juga harus siap menjadi orang yang bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.

Tema yang diangkat dalam Talk Show ialah “Narkoba Musuh Kita Bersama”,” pungkas Siro.(rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Tiga orang warga Karimun yang merupakan jaringan peredaran gelap narkoba ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun di tempat terpisah, Rabu, 18 April 2018 sekitar pukul 15.00 WIB.

Dari tangan ketiga tersangka tersebut yakni berinisial Es, Pk dan Bh, petugas menemukan barang bukti sabu seberat 0,63 gram. Sedangkan Ms yang merupakan istri dari salah seorang tersangka yang diciduk masih dijadikan saksi.

“Para tersangka mengaku mendapatkan barang bukti dari OW dengan cara dilempar. Untuk tersangka dan barang bukti kita amankan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Sementara MS saat ini masih dijadikan saksi dalam proses menjalani pemeriksaan,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya melalui Kasat narkoba, AKP Rayendra Agra Prayana, Kamis, 19 April 2018.

Ia memaparkan kronologis pengungkapan ini berawal dari adanya informasi yang diperoleh ada seseorang yang tanpa hak melawan hukum, memiliki dan menyimpan atau melakukan transaksi narkotika jenis sabu di depan ATM Padimas Kecamatan Karimun.

“Mendapat informasi tersebut, personil langsung menuju ke lokasi. Sampai di lokasi anggota melihat dua orang sesuai ciri-ciri yang kita peroleh sedang berdiri di depan atm Padimas, kemudian langsung kita lakukan penangkapan dengan inilah Es dan Bh,” katanya.

Selanjutnya, dari penggeledahan yang dilakukan terhadap Es dan Es tidak ditemukan barang bukti tersebut, namun polisi mengamankan 2 unit handphone dan dari tangan ES didapati Slip bukti pengiriman uang kepada AS di dalam tas warna coklat.

Rayendra mengatakan, saat digiring menuju rumah Es untuk melakukan pengembangan, Es dan Bh sempat mencoba melarikan diri. Namun Bh digagalkan di depan pasar Sri Karimun sedangkan Es depan rumahnya di Kampung Tanjung, jalan Teuku Umar RT 002 / RW 003 Kelurahan Tanjung Balai Kota, Kecamatan Karimun.

Sesampai di rumah Es, polisi juga mengamankan Pk dan seorang perempuan Ms. Setelah dilakukan intrograsi terhadap Pk, ia mengaku keluarga dari Es, sedangkan Ms mengaku istri dari Es. Kemudian dari tangan Pk dan Ms polisi mengamankan satu unit handphone.

Dengan disaksikan RT setempat, polisi melakukan penggeledahan di rumah tersebut dan ditemukan tiga unit timbangan digital, 2 bungkus plastik yang diduga untuk membungkus sabu, 1 unit handphone Lenovo, 2 unit handphone iphone dan 1 unit handphone xioami didalam kamar.

Kemudian, di kamar selanjutnya polisi menemukan 1 alat hisap sabu beserta kaca sisa pakai, kemudian dilantai kamar Es ditemukan 1 buah mancis gas, 1 paket sedang narkotika diduga jenis sabu dan 1 paket kecil narkotika jenis sabu yang disimpan dalam kotak rokok warna hitam serta plastik-plastik sisa pembungkus sabu.

Saat dilakukan interogasi terhadap Pk bahwa sabu tersebut milik Es. Sementara itu, saat diinterogasi terpisah terhadap Es, mengaku bahwa sabu tersebut miliknya, sedangkan alat hisap sabu untuk digunakan bersama. (kmg/riandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Blitar – Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kabupaten Blitar, menjadi korban sindikat perdagangan narkoba di Filipina.

Korban bernama Dwi Wulandari, warga Lingkungan Tumpuk Rt 4 Rw 06, Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi.

Informasi yang dihimpun detikcom dari Migrant Care menyatakan, Dwi tertangkap di bandara Manila pada 29 September 2012 lalu. Dia kedapatan membawa narkoba jenis kokain seberat 6 kg.

Koordinator Bantuan Hukum Migrant Care P Nurharsono menyatakan, Dwi menjalani proses hukum panjang.

“Pada 22 Juni 2017 lalu Regional Trial Court Pasay City FIlipina memutuskan penjara seumur hidup bagi Dwi.

Namun pengacara Dwi mengajukan banding karena menilai putusan itu tidak adil, dan posisi Dwi sebagai korban,” kata Nurharsono ketika dihubungi detikcom, Kamis, 12 April 2018.

Dikatakan tidak adil, lanjut Nur, karena hukuman yang dijatuhkan pada Dwi sama dengan hukuman pengedar narkoba yang telah terdeteksi masuk jaringan sindikat. Padahal nama Dwi, tidak masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sindikat di negara itu.

“Pihak Intelejen sana menyatakan jika Dwi tidak masuk daftar sindikat DPO narkoba. Jadi pengacara langsung mengajukan banding, karena hukuman yang dijatuhkan sama dengan yang kategori sindikat,” ungkapnya.

Menurut Nurharsono, Dwi merupakan korban sindikat kejahatan peredaran narkoba. Sekaligus sebagai korban human trafficking.

Pernyataan ini juga dibenarkan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar. Kasi Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Disnaker Pemkab Blitar Jarun menyatakan, jika keberangkatan Dwi ke Malaysia non prosedural.

“Nama Dwi Wulandari tidak terdaftar di online go TKI. Informasi dari ibunya, dia pamit berangkat ke Malaysia pada Juli 2012 atas ajakan teman facebook yang bernama Erna,” ungkap Jarun.

Keluarga Dwi baru mengetahui jika Dwi tersangkut masalah hukum di Filipina setelah mendapat kabar dari KBRI.

“Ini seringkali terjadi dan diluar pengetahuan kami. Makanya kami imbau, jika mendapat tawaran bekerja keluar negeri konsultasikan dulu dengan dinas tenaga kerja, Supaya kejadian seperti ini tidak bertambah lagi korbannya,” pungkas Jarun. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungpinang ringkus BS yang merupakan Pejabat PNS Provinsi Kepri.

Pegawai yang memegang jabatan di Pemprov Kepri ini ditangkap saat pesta sabu-sabu di kediamannya di Jalan Siantan Kelurahan Sungai Jang Kecamatan Bukit Bestari Kota Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi membenarkan BS ditangkap bersama AM, staf di OPD Pemprov Kepri tempat BS Bekerja.

“Tadi malam sekitar pukul 22.00 Wib dikediamannya, BS ditangkap bersama AM,” kata Ucok di Mapores Tanjungpinang, Selasa, 10 April 2018.

Ucok menuturkan, pada saat penangkapan BS ditemukan alat isap sabu dan sisa Narkotika jenis sabu dari pemakaian BS.

“Penangkapan BS berdasarkan laporan warga setempat, BS sudah lama menjadi target operasi Satnarkoba Polres Tanjungpinang,” jelas Ucok.

Lanjut Ucok, dari hasil tes urien BS positif mengkonsumsi narkoba, sedangkan AM negatif. Keduanya saat ini masih dalam pemeriksaan Satnarkoba Polres Tanjungpinang.

” BS dikenakan pasal 112 dan 127 Undang-Undang 35 Tahun 2009 tentang pemberantasan tindak pidana narkotika,” tutupnya. (kmg/yansyah)