Oleh

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun Aunur Rafiq kembali mengingatkan ASN (Aparatur Sipil Negara) yang ada di jajaran Pemkab Karimun agar tidak ikut berpolitik praktis.

Rafiq mengatakan seluruh ASN tidak dibenarkan berpolitik praktis sesuai dengan peraturan ASN. “Mensukseskan pemilu boleh-boleh saja, tapi jangan terlibat dalam politik praktis. Ini hal yang berbeda,” katanya.

Jika nantinya didapati ASN yang terbukti terlibat berpolitik praktis, Rafiq menyebut yang bersangkutan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan dengan yang berlaku.

Rafiq menambahkan, jika ada ASN yang berhasrat untuk terjun ke politik praktis, maka ASN tersebut harus memilih, meneruskan menjadi ASN atau berhenti.

“Kalau masih ingin berpolitik praktis, maka silahkan mundur dari PNS, karena itu menyalahi aturan,” ucap Rafiq. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Sekolah Islam Cendikia tampak sangat mendapat perhatian lebih. Setelah mendapat berbagai program bantuan Pemerintah Kabupaten Karimun, kini Bupati Karimun Aunur Rafiq  berencana akan membantu lagi fasilitas sekolah tersebut.

Bantuan itu berupa pengaspalan jalan masuk Sekolah Islam Cendikia serta pemasangan paping blok sekaligus. Ini dikatakan Aunur Rafiq usai meresmikam gedung Aisyah Rumah Tahfidz Akhwat dan Gedung Perpustakaan SMP IT Cendikia di Kelurahan Harjo Sari Kecamatan Tebing, Senin 21 Januari 2019, kemarin.

“Kita akan membantu, ini sudah terakomodir dalam APBD Kabupaten Karimun, meski tidak keseluruhan,” katanya.

Bupati mengatakan, selain itu, Pemkab Karimun juga akan memperjuangkan untuk dibangunnya SMA pada 2020. Namun untuk mewujudkan itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Provinsi Kepri karena wewenang pengelolaan SMA berada di bawah Pemprov.

“Kita juga akan mengupayakan agar dibangunnya SMA disini, namun kita akan berkoordinasi dengan provinsi terlebih dulu,” ujarnya.

Diharapkan rumah tahfids ini nantinya bisa melahirkan hafiz dan hafizah serta qori dan qoriah yang mampu menorehkan prestasi untuk Kabupaten Karimun. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun Aunur Rafiq meresmikan gedung Aisyah Rumah Tahfidz Akhwat dan Gedung Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Cendikia, Senin, 21 Januari 2019, sore.

Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama rumah tahfid ikwan dengan pembukaan tirai papan nama rumah tahfidz Sekolah Islam Terpadu (SIT) Cendekia.

Ketua yayasan Al-Ishlah dr Zulhan mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Karimun yang telah memberikan bantuan untuk pembangunan satu unit gedung perpustakaan tersebut.

“Rasa terimakasih kita juga sampaikan kepada Pemkab Karimun atas bantuan yang telah diberikan. Semoga gedung ini dapat dimanfaatkan ke depannya untuk menunjang proses belajar mengajar siswa di sini,” katanya.

Sebelum dibangun rumah tafidz tersebut, peserta didik yang menempuh pendidikan di Yayasan Cendikia menempati rumah sewa yang berada tidak jauh dari lingkungan sekolah.

“Sekolah Yayasan Cendekia ini telah banyak juga mengukir prestasi baik di dalam maupun di luar Kabupaten Karimun. Alhamdulillah, saat ini, jumlah siswa/i kita dari TK hingga SMP telah mencapai 755 orang,” kata Zulhadi dalam sambutannya.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, Yayasan Al Ishlah yang telah dibangun sejak tahun 2008 ini merupakan salah satu visi misi Kabupaten Karimun. Sehingga dalam mewujudkan Sekolah Islam Terpadu Cendikia untuk lebih baik dan maju, Pemda tidak akan diam.

“Alhamdulillah sekarang Cendekia sudah menjadi Sekolah Islam Terpadu yang banyak mengukir prestasi di bidang keagamaan. Kualitas Cendekia ini sudah dipercaya masyarakat Karimun dalam menitipkan anaknya untuk sekolah, baik itu dari TK, SD dan SMP,” kata Rafiq dalam sambutannya.

Selain Bupati Karimun Aunur Rafiq, acara juga turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Bakri Hasyim, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kakanmenag Karimun, Kebag Kesra, Kabag Humas Pemkab Karimun dan Camat Tebing. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Sebelum pemerintah pusat mengeluarkan bantuan program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun sudah menyiapkan dana cadangan untuk mengakomodirnya. Sedikitnya ada 12.000 warga tidak mampu yang disetujui.

“Semula dana cadangan diusulkan untuk 20.000 orang, namun yang disetujui 12.000 orang. Dana ini untuk PBI JKN yang tidak diakomodir oleh pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi seperti dilansir Antarakepri.com, Jumat, 18 Januari 2019.

Dana cadangan tersebut disiapkan untuk pembayaran iuran warga tidak mampu sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Menurut dia, besar iuran yang dibayar ke BPJS kesehatan sebagai pelaksana program JKN sebesar Rp 23.000 per bulan untuk satu orang dengan fasilitas dan pelayanan kesehatan kelas 3.

“Angka 12.000 itu merupakan perhitungan sementara, bisa cukup bisa tidak. Karena bisa saja jumlah warga tidak mampu lebih banyak dari data yang kita peroleh dari Dinas Sosial,” kata dia.

Berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) di Dinas Sosial Karimun, PBI JKN yang ditanggung pemerintah pusat pada 2018 tercatat sebanyak 48.937 orang.

Data tersebut, kata dia, masih berlaku dan iuran BPJS Kesehatannya masih dibayarkan oleh pemerintah pusat meski sudah memasuki 2019.

“Data PBI JKN diverifikasi setiap tahun sehingga bisa saja angka tersebut berubah, tergantung verifikasi yang akan dilakukan pemerintah pusat,” katanya.

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program pemerintah pusat sebagai pengganti program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) maupun Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Setiap warga tidak mampu yang tercatat dalam program ini, menurut dia, didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung oleh pemerintah.

Rachmadi memperkirakan masih ada warga tidak mampu yang belum terdata dan belum masuk program JKN, sementara Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), mulai tahun ini tidak berlaku lagi.

“Dengan anggaran cadangan untuk 12.000 orang, kita berharap tidak ada warga tidak mampu yang tidak masuk program JKN. Kalau tidak cukup juga, kita usulkan lagi pada APBD perubahan,” ujarnya. (*)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman – Bertempat di balai Desa Balecatur Kecamatan Gamping dilaksanakan kegiatan sasaran nonfisik TMMD Reguler ke 103 Kodim 0732/Sleman dengan penyuluhan dari Dinas Koperasi Dan UMKM dengan pemateri Ir Teguh Budianto, diikuti oleh 50 peserta dari Desa Balecatur. Rabu, 17 Oktober 2018.

Kondisi perekonomian yang lemah sampai saat ini masih merupakan kendala utama yang dihadapi oleh tiap daerah. Sering kali masalah ekonomi ini mengakibatkan munculnya masalah- masalah sosial lainnya. Di Dusun Temuwuh Desa Balecatur sendiri, mayoritas masyarakat merupakan golongan ekonomi menengah kebawah.

Oleh karena itu dalam rangka berupaya untuk meningkatkan kondisi perekonomian masyarakat Dusun Temuwuh Desa Balecatur, Satgas TMMD Reguler Kodim 0732/Sleman bersama Disperindagops Dan UMKM Kab. Sleman menyelenggarakan sebuah program terkait memberikan penyuluhan terhadap UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di setiap dusun yang ada di Balecatur.

Pasiter Kodim 0732/Sleman Kapten Inf Nugroho manyampaikan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan para pelaku usaha kecil dan menengah serta dalam mendapatkan permodalan khususnya bagi pelaku usaha di Desa Balecatur Kecamatan Gamping. Betapa banyaknya pengusaha mikro dan kecil yang harus diberdayakan untuk menciptakan 1 orang kesempatan kerja atau kesempatan usaha tambahan baru maka akan tercipta kesempatan kerja baru. Ini artinya jika kita mampu memberdayakan UMKM tersebut, upaya pemberantasan kemiskinan akan berhasil. (Her)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) beserta para jajaran mengikuti kegiatan Semarak Funbike 2018 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 TNI tahun 2018. Kegiatan yang diselenggarakan, Ahad,14 Oktober 2018 tersebut berlangsung aman, lancar, dan tertib.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan, kegiatan tersebut diadakan di Kota Tanjungpinang. “Semarak Funbike dalam rangka HUT Ke-73 TNI ini mengambil start di Lanud Raja Haji Fisabilillah dan finish di gedung Gonggong Tanjungpinang, Kepulauan Riau,” ujar Erlangga.

Kegiatan Semarak Funbike dihadiri oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto dan Forkopimda Tingkat I Prov Kepri, yakni; Gubernur Kepri, Danrem 033 WP, Danlantamal IV dan/atau yang mewakili serta Danlanud RHF.

Selain dihadiri pejabat utama TNI – Polri serta anggota TNI Polri se- Provinsi Kepri, kegiatan ini juga diikuti masyarakat Kota Tanjungpinang, dan komunitas sepeda Kota Tanjungpinang.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto memberikan ucapan selamat serta menyampaikan himbauan Kamtibmas dan memimpin yel-yel penyemangat diikuti seluruh peserta funbike.

Rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai acara seperti; joget Maumere bersama – sama serta pembagian doorprize.

Kapolda mengatakan, semoga ke depannya TNI – Polri dan masyarakat semakin sinergi dan solid dalam mewujudkan kondisi Kamtibmas Kepulauan Riau yang aman, damai, dan kondusif. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun melepas launcing proyek pengeboran lepas pantai PT Karimun Sembawang Shipyard, Rabu, 29 Agustus 2018.

Total proyek senilai 3,9 Triliun ini merupakan pesanan dari Trans Ocean Internasional yang pengerjaannya akan berakhir hingga September 2019.

Pada kesempatan ini Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan bahwa dengan adanya proyek baru di PT KSS menandakan bahwa perusahaan-perusahaan galangan yang ada di Kepri khususnya di Karimun mampu bersaing dengan mancanegara.

“Owner proyek yang memesan satu kontruksi pengeboran minyak lepas pantai tadi menyampaikan bahwa ada beberapa negara yang mereka lihat dan mereka memilih KKS, karena alasan kualitasnya bagus, selesai tepat waktu dan keselamatan kerjanya sangat bagus.

Itu artinya kita sudah mampu bersaing untuk persaingan mancanegara,” kata Nurdin Basirun saat diwawancarai usai melauncing proyek senilai 3,9 Truliun tersebut.

Nurdin Basirun juga menyampaikan, pertumbuhan ekonomi di Kepri sudah mulai membaik. Itu dibuktikan dengan adanya beberapa galangan kapal di Batam yang sudah mulai menerima pesanan proyek. Di mana dirinya ikut melakukan pelepasan launcing pesanan proyek tersebut.

“Karena kita sudah sepakat semua, termasuk teman-teman pengusaha agar pertumbuhan ekonomi Kepri yang terpuruk sekali, sekarang untuk triwulan kedua ini sudah mulai membaik,” ucap Nurdin Basirun.

Sementara itu, Present Manager PT KSS, Trisno Susilo mengatakan, untuk proyek baru ini ditargetkan rampung pada September 2019. Untuk penyerapan tenaga kerja ditargerkan sebanyak 920 orang.

“Sampai saat ini baru 620 orang pekerja karena masih permulaan dan alhamdulillah tenaga kerja yang ada di Karimun yang kerja di PT lain sudah kembali bekerja di sini. Kita targetkan sekitar 920 tenaga kerja,” ujar Trisno Susilo. (kmg/Parulian Tunip)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan, dengan hidup sehat dan jauh dari narkoba para generasi muda dapat menghasilkan prestasi yang gemilang saat ini dan di masa depan.

Kemajuan daerah akan meningkat jika semua elemen bersama-sama ikut andil dalam pembangunan terutama para generasi muda.

“Dalam tubuh yang sehat terdapat otak yang sempurna yang dapat digunakan untuk memajukan daerah,” ujar Nurdin saat acara Deklarasi Pelajar dan Pemuda Hidup Sehat Tanpa Narkoba pada Car Free Day dan Senam Sehat di Dataran Engku Putri, Batam, Ahad, 26 Agustus 2018 pagi.

Nurdin menekankan agar deklarasi ini jangan hanya ucapan namun harus terus diimplementasikam dalam kehidupan.

Pada kesempatan tersebut, Nurdin juga meminta seluruh masyarakat Kepri untuk bersama-sama mendoakan saudara setanah yang tertimpa musibah bencana alam gempa bumi di Lombok.

“Luka mereka luka kita juga, semoga saudara-saudara kita disana di beri kekuatan untuk bangkit dan ketabahan oleh Allah SWT,” ucap Nurdin.

Terakhir, Nurdin mengajak para pemuda dan pelajar yang hadir untuk ikut menyerukan semangat anti narkoba. Hal ini agar menjadi lecutan diri untuk menjauhi benda haram tersebut.

“Narkoba No, Prestasi Yes, Kepri Jaya,” teriak Nurdin diikuti oleh para pemuda dan pelajar.

Pembacaan naskah deklarasi sendiri dipimpin langsung oleh Kaesang Pangarep yang merupakan pengusaha muda sekaligus putra bungsu Presiden RI Joko Widodo yang hadir dalam acara itu.

Pembacaan deklarasi sendiri didampingi oleh Gubernur Nurdin Basirun, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, Kepala BNN Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan, Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto lalu diikuti oleh para pemuda dan pelajar serta tamu undangan lainnya.

Adapun lima butir isi naskah deklarasi yang dibacakan antara lain: 1. Kami menolak secara tegas penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kepri; 2. Kami bertekad untuk turut mendukung program pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kepri; 3. Kami mendukung dan mendorong lembaga atau instansi penegak hukum terkait guna menindak dan memberantas seluruh peredaran gelap narkoba di Kepri; 4. Kami siap menjadi relawan anti narkoba bagi sekolah, keluarga dan masyarakat demi terwujudnya lingkungan yang bebas dari narkoba; 5. Kami pelajar, pemuda dan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau akan meraih masa depan gemilang tanpa narkoba.(***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – TIM Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husen, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Sabtu 21 Juli 2018 dini hari.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Barat Indro Purwoko menyatakan segera menunjuk pengganti Wahid supaya kegiatan di penjara itu tetap terkendali.

“Jadi begini ya, pertama kita tunjuk Plh (pelaksana harian) Kalapas. Kedua, menunggu proses hukum dari KPK, kita tunggu saja,” kata Indro Purwoko, Sabtu 21 Juli 2018.

Indro membenarkan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husen yang dilakukan dini hari tadi. Pasca OTT tersebut, Indro mengaku pihaknya akan mengambil sejumlah langkah strategis.

Berdasarkan pantauan di depan Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Sabtu 21 Juli 2018 , tidak terlihat pengamanan khusus yang dilakukan sipir. Aktivitas di sekitar Lapas Sukamiskin terlihat normal.

Sejumlah mobil dan beberapa orang terlihat keluar masuk lapas tersebut. Informasi yang didapat dari salah satu petugas lapas, dijadwalkan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat akan mendatangi lapas.

“Kemungkinan dari pihak kanwil akan datang ke Sukamiskin. Tapi belum pasti jam berapanya,” kata petugas lapas yang enggan menyebut namanya itu.

Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Lapas Sukamiskin soal OTT Kalapas Sukamiskin. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magelang – Buah salak menjadi komoditas yang melimpah dan bisa dengan mudah ditemui di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Hal itu lantaran sebagian besar warga di wilayah tersebut adalah petani salak, khususnya salak pondoh.

Banyaknya buah berkulit keras itu terkadang membuat harga jual di pasaran menurun drastis, terutama saat musim panen. Yakni pada kisaran Rp1.500 hingga Rp5000 per kilogram.

Kondisi tersebut yang kemudian membuat warga Dusun Nganggrung, Desa Kamongan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang untuk berinovasi demi meningkatkan harga jual salak. Mereka kemudian meluncurkan destinasi kampung wisata olahan salak (Pawon Salak).

“Harga jual salak pondoh di tingkat petani selalu murah. Hal itu yang kemudian membuat para petani terpuruk. Dibutuhkan upaya lebih agar nilai jual salak bisa meningkat,” ujar Penggerak Pawon Salak, Nurudin Hidayat, kepada detikcom, Senin, 26 Maret 2018.

Nurudin menuturkan, sebenarnya, warga Dusun Nganggrung sudah sejak lama memiliki kemampuan untuk mengolah buah salak menjadi produk makanan lain. Namun demikian, produk-produk olahan makanan tersebut belum terjual hingga luar daerah.

“Setelah adanya pelatihan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Magelang, warga kemudian memiliki pandangan tentang pengolahan salak yang lebih baik dan memiliki nilai jual tinggi. Produktivitas warga pun ikut meningkat seiring bertambahnya wawasan mereka,” ungkap Nurudin yang juga kepala Dusun Nganggrung.

Ada beragam produk olahan yang dihasilkan oleh warga dari buah salak. Seperti jenang, dawet salak, gudeg salak, gethuk, geplak, bakpia, dodol, asinan, minuman sari salak, dan lainnya. Sampai saat ini, rata-rata warga bisa mengolah minimal 50-60 kilogram salak untuk dijadikan produk makanan, setiap harinya.

Berbekal kemauan masyarakat dan potensi salak yang melimpah tersebut, kemudian dibentuk desa wisata Pawon Salak. Destinasi wisata baru ini tidak hanya menawarkan beragam olahan buah salak, namun juga paket wisata homestay.

“Paket wisata homestay ini meliputi banyak kegiatan, antara lain tour petik buah salak, cara pembuatan aneka makanan berbahan baku salak, hingga outbond,” urai Nurudin.

Bedanya Pawon Salak dan desa wisata lain salah satunya adalah lokasi. Pawon Salak yang ada di Dusun Nganggrung, Desa Kamongan, Kecamatan Srumbung berada di lereng Gunung Merapi, atau berjarak sekitar 15 kilometer dari puncak gunung.

Hal ini yang membuat Pawon Salak memiliki hawa sejuk dan dingin. Selain itu, pemandangan hamparan perkebunan salak pondoh di antara sabodam penahan lahar dingin Gunung Merapi di sepanjang alur Sungai Bebeng juga menambah eksotis lokasi ini.

“Meski belum dikenal, namun dengan adanya Pawon Salak ini, diharapkan bisa turut membantu meningkatkan perekonomian para petani salak,” kata Nurudin. (***)

sumber: detik.com

Komunitas ini menghimpun para alumni, para dosen dan pegawai, para mahasiswa

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman – Divisi Ekonomi, pengurus Ikatan Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Ikasuka) mendirikan komunitas berniaga keluarga besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang diberi nama Gerbang Kaliman.

Pendirian Gerbang Kaliman dimotori oleh Ketua Divisi Ekonomi Ikasuka, Taufik Aji, M.T., (Dosen Prodi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Wakil Dekan III (Bidang Kemahasiswaan dan kerjasama) Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Jafar Luthfi.

Menurut Taufik Aji, pemilihan nama Gerbang Kaliman memiliki nama gerbang adalah pintu, sedangkan kaliman (baca ka-5-an), terbentuk dari angka 5 yang mempunyai arti khusus bagi warga muslim dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pasalnya, rukun Islam, shalat lima waktu, Pancasila kesemuanya mengandung angka 5.

“Selain itu, gerbang dalam sengkalan Jawa bermakna angka 9, yang maknanya terhubung dengan Sunan Kalijaga yang merupakan Sunan ke-9. Gerbang Kaliman juga mengandung visi Gerak Membangun Keluarga Kalijaga Mandiri,” kata Taufik Aji, Rabu 21 Maret 2018.

Komunitas ini menghimpun para alumni, para dosen dan pegawai, para mahasiswa, keluarga para dosen dan pegawai yang respek terhadap dunia kewirausahaan. Baik mereka yang telah sukses menekuni dunia wirausaha, sudah mulai merintis, maupun yang mempunyai keinginan untuk merintis wirausaha.

Jafar Luthfi menambahkan, wadah ini akan sangat bermanfaat sebagai ajang sosialisasi dan inisiasi, belajar dan sharing bareng, bazar anggota bersama komunitas wirausaha lain, menemukan mentor bisnis, dan mempertemukan investor dengan pelaku usaha.

“Saat ini sudah lebih dari 200 pelaku wirausaha keluarga besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang mendaftar bergabung menjadi anggota Gerbang Kaliman,” ujarnya.

Sebagai agenda awal, dalam waktu dekat ini akan diselenggarakan bazar gabungan antara sesama anggota Gerbang Kaliman dengan pelaku wirausaha alumnus UGM yang tergabung dalam Keluarga Gama Mandiri (KGM).

Selain itu juga akan digelar talkshow seputar kewirausahaan dengan menghadirkan narasumber pengusaha, investor, Kepala Selretariat KGM, Ipunk Purniant Rajiman, dan Dosenpreneur Fakultas Saintek UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Maya Rahmayanti. Kegiatan ini rencana akan digelar pada Selasa 3 April 2018 di UIN Sunan Kalijaga. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Dylan Sada seorang Model yang juga fotografer asal Indonesia dihajar babak belur oleh sang kekasih.

Dilansir TribunJakarta.com dari akun Instagram pribadinya @dylan_sada, ia menggungah video dan foto mengenai kronologi tindak kekerasan yang dilakukan oleh kekasihnya, Senin 5 Maret 2018

Dylan Sada kini tengah berkarir di industri model di Amerika Serikat.

Model berwajah unik ini menulis caption panjang di video dan foto yang ia unggah.

“The only reason why im posting this is because I dont want anyone to go through this, suffer what I suffered,” tulis Dylan.

Ia sengaja memosting kejadian kekerasan yang mengerikan itu agar perempuan-perempuan lain tidak bernasib sama seperti dirinya.

“When the first physical abused happened I told him I want to leave him but i was verbally abused, i was scared,” tambah Dylan.

Dylan Sada mengaku dirinya mendapatkan kekerasan verbal dan fisik hingga ingin meninggalkan pasangannya itu.

Namun, ia merasa takut hingga tidak berani menghubungi polisi lantaran ancaman dari pasangannya.

“I had to lie to modeling jobs offers that I had an accident, fell and hurt my face.

It happened again. i was pinned down, kneed and elbowed on the face so hard my tongue is cut. I was pulled by the hair so hard then slammed to the floor.

I have a huge bump on my head I got a CT scan,” tulis Dylan.

Ia mengatakan, wajahnya dipukuli, ditembaki, diikat dan disikut di wajah dengan keras sehingga lidahnya tergigit.

Ketika Dylan mencoba melarikan diri, rambutnya ditarik lalu badannya dibanting ke lantai.

Akibatnya, kepala Dylan mengalami benjolan yang besar.

“domestic abuse happens in real life, if you are going though even only verbally abused, please leave her or him. i was a fool who was in love who thought he can change.

Im hurt and deeply heartbroken but im done hiding this pain. seek help, free yourself if you can.

Verbal abuse to me is worst than physical abuse, scars and bruises go away but the pain inside last forever,” tutup Dylan.

Wanita bertato itu mengatakan pelecehan dalam rumah tangga terjadi dalam kehidupan nyata.

Ia berpesan jika ada yang mengalaminya meski hanya dianiaya secara verbal, silakan tinggalkan dia.

Dylan menambahkan dia adalah orang bodoh yang sedang jatuh cinta yang mengira kekasihnya bisa berubah.

Dylan juga berpesan bahwa ia benar-benar terluka dan sangat patah hati.

Pelecehan verbal yang ia alami lebih buruk dibanding pelecehan fisik, bekas luka dan memar hilang tapi rasa sakit di dalamnya berlangsung selamanya.

Unggahan Dylan Sada tersebut sontak membuat netizen bersimpati dan memberikan dukungan moral untuknya.

Sekedar informasi, dikutip dari tim Visionare, ternyata Aldila Wulandari adalah nama asli dari Dylan Sada.

Di video itu Dylan berbagi cerita dengan tim Visionare.

Dylan mengungkapkan bagaimana kehidupan dirinya saat pertama kali pindah ke New York.

Dalam video interview tersebut, dirinya mengatakan bahwa hal yang pertama dilakukan saat dirinya pindah ke New York adalah berpesta.

Saat berpesta Dylan menjalin networking bersama orang-orang baru yang ditemuinya saat pesta berlangsung.

Menurut Dylan, networking merupakan salah satu kunci penting untuk memperluas jaringan serta membuka jalan terhadap suatu hal baru yang menarik untuk dilakukan.

Dalam video wawancara tersebut, dirinya juga bercerita akan project pertama yang membawa dirinya ke dunia modeling.

Selain itu, ia juga bernostalgia dengan bercerita bagaimana dirinya mulai menggeluti dunia digital dan mengungkapkan objek favorit apa saja yang gemar ia posting dalam media sosial miliknya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Dalam klinik konsultasi resmi pada situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Damayanti Syarif, Sp.A(K), Ph.D menegaskan, pemberian susu pada anak usia diatas 1 tahun, baik ASI ataupun susu lainnya pada si kecil tidak utama, karena hanya boleh diberikan maksimal 30 persen dari total kebutuhan kalori, dan 70 persen sisanya seharusnya berupa makanan padat.

Pemberian susu didalam konteks makanan anak usia Batita dan Balita adalah sebagai sumber kalsium dan sumber protein dengan asam amino esensial yang lengkap.

Berbagai pertanyaan yang sering ditanyakan orangtua kepada Dokter Anak adalah penggunaan susu kental manis pada anak. Pertimbangan orangtua memilih susu kental manis adalah harga yang relatif lebih murah, kemudian mudah disimpan dan tidak cepat basi dibandingkan dengan susu pertumbuhan anak.

Dr Damayanti menjelaskan, susu kental manis adalah susu yang dibuat dengan melalui proses evaporasi atau penguapan dan umumnya memiliki kandungan protein yang rendah.

Selain diuapkan, susu kental manis juga diberikan gula tambahan. Hal ini menyebabkan susu kental manis memiliki kadar protein rendah dan kadar gula yang tinggi. Kadar gula tambahan pada makanan untuk anak yang direkomendasikan oleh WHO tahun 2015 adalah kurang dari 10% total kebutuhan kalori.

“Susu kental manis sebaiknya tidak dikonsumsi oleh balita. Ayah Bunda harus pintar memilah dan harus terlebih dahulu melihat kandungan nutrisi setiap porsinya,” jelas Dr Damyanti dilansir dari situs resmi IDAI di Jakarta, Jumat 23 Februari 2018

Ia mencontohkan salah satu jenis susu kental manis yang dijual secara komersil menuliskan dalam satu takar porsi (4 sendok makan) memasok 130 kkal, dengan komposisi gula tambahan 19 gram dan protein 1 gram. Jika dikonversikan dalam kalori, 19 gram gula sama dengan 76 kkal.

Kandungan gula dalam 1 porsi susu kental manis tersebut lebih dari 50 persen total kalorinya, jauh melebihi nilai rekomendasi gula tambahan yang dikeluarkan oleh WHO.

Susu kental manis tidak boleh diberikan pada bayi dan anak, karena memiliki kadar gula yang tinggi, dan kadar protein yang rendah.

Pemberian susu yang direkomendasikan untuk bayi adalah ASI atau ASI donor yang telah terbukti aman atau susu formula bayi.

Sedangkan jika berusia di atas 1 tahun, selain ASI dapat mengonsumsi susu sapi yang sudah dipasteurisasi atau UHT atau susu formula pertumbuhan.

“Untuk pemberian susu selain ASI sendiri sebaiknya berkonsultasi kepada dokter spesialis anak,” ujar Dr Damyanti.

Sementara itu dalam satu kesempatan, Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf pada dalam sebuah kesempatan juga menegaskan, misinformasi tentang produk makanan dan minuman oleh masyarakat turut berpengaruh pada asupan gizi anak.

Seperti susu kental manis yang diberikan sebagai minuman untuk anak, yang akhirnya menyebabkan 3 balita di Kendari dan 1 di Batam dirawat di RS dengan diagnosis gizi buruk.

“Masyarakat tidak paham mana yang boleh diberikan untuk anak dan mana yang tidak boleh. Gizi buruk dan stunting menjadi persoalan serius di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Dede, sosialisasi ini tidak hanya dibebankan kepada pemerintah, namun juga menjadi tanggung jawab produsen, terutama makanan dan minuman kemasan yang banyak dikonsumsi anak. Edukasi ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun juga seharusya produsen ikut berperan mengedukasi pembeli.

“Semestinya, produsen diberikan amanat oleh pemerintah untuk mencantumkan informasi produk dengan sangat detail pada label, mulai dari digunakan untuk apa, batas usia penggunaan, bahkan kalau perlu akibat-akibat yang ditimbulkan bila tidak digunakan sebagaimana mestinya. Artinya, pembeli pun mengerti bahwa produk tersebut tidak boleh untuk anak,” jelas Dede. (***)

sumber: tribunnews.com

Rencana itu ditandai kunjungan kerjasama Pemerintah Kabupaten Bulungan ke UII.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman – Universitas Islam Indonesia (UII) akan membuka pendaftaran mahasiswa baru di Kalimantan Utara, khususnya di Kabupaten Bulungan. Hal ini bertujuan guna memberikan kesempatan berkuliah yang lebih luas bagi pelajar di Kalimantan.

Rencana itu ditandai kunjungan kerjasama Pemerintah Kabupaten Bulungan ke UII. Kunjungan dipimpin langsung Bupati Bulungan, Sudjati beserta jajaran yang diterima langsung pula Rektor UII, Nandang Sutrisno beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Rektor UII mengaku akan membuka lebar peluang kerjasama untuk menggali dan meningkatkan potensi yang dimiliki daerah-daerah Indonesia. Terlebih, langkah-langkah itu sejalan dengan catur dharma UII.

“Sampai saat ini kami sudah memiliki beberapa mitra kerjasama, yaitu dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo dan Pemerintah Kabupaten Pacitan,” kata Nandang di Gedung GBPH Prabuningrat UII, belum lama ini.

Ia menerangkan, program unggulan yang sedang digali di antaranya pengembangan sumber daya manusia di kelurahan dan pengembangan desa. UII turut memberikan pendampingan sumber daya manusia untuk meningkatkan daya saing desa.

Menanggapi itu, Bupati Bulungan mengungkapkan apresiasi kepada UII atas peluang kerjasama yang hendak dijalin tersebut. Ia menegaskan, Pemkab Bulungan siap bekerjasama dengan UII demi mengembangkan potensi-potensi yang ada.

“Kami akan siapkan yang berkaitan dengan potensi yang akan digali dalam kerjasama ini, kami akan diskusikan dengan internal, sehingga ketika UII datang ke Bulungan semua akan siap dan kerjasama berjalan baik,” ujar Sudjati.

Rencananya, langkah awal kerjasama akan diimplementasikan dengan dibukanya tes penerimaan mahasiswa baru dengan pola Computer Based Test (CBT) di Kabupaten Bulungan. Hal ini akan dilakukan guna memudahkan siswa-siswa di Kalimantan Utara yang ingin berkuliah di UII. (***)

sumber: republika.co.id

Posyandu diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bantul – Hasil survei yang dilaksanakan oleh Program Studi Profesi Ners Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Dukuh Bangen, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY menunjukan mayoritas dari 185 lansi mengalami kondisi hipertensi.

Menanggapi hal tersebut, Program Profesi Ners UMY bekerja sama dengan Puskesmas dan masyarakat setempat meresmikan Posyandu LANGEN SEHATI yang merupakan singkatan dari Lansia Bangen Sehat Sejati.

Dosen Prodi Profesi Ners UMY, Ema Waliyanti, mengatakan pengadaan posyandu ini juga merupakan salah satu bentuk nyata Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Rencananya Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) lansia ini akan diselenggarakan pada pekan ketiga di setiap bulannya.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap kegiatan ini. Selain pengecekan kesehatan, kami juga akan memberikan treatment seperti senam serta kegiatan lain ke depannya,” kata Ema, Selasa 20 Februari 2018.

Kepala Puskesmas Kasihan 1 Bantul DI Yogyakarta Aceng Mutolib mengatakan, data menunjukan bahwa 85 persen masyarakat Indonesia tergolong sehat. Sedangkan 15 persen di antaranya dalam kondisi kurang sehat.

“Maka dari itu posyandu merupakan salah satu tindakan untuk mempertahankan masyarakat yang sehat serta menyembuhkan yang sakit,” tuturnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat khususnya di Dukuh Bangen untuk rajin berolah raga dalam rangka menjaga kesehatan. Minimal setiap hari disempatkan setengah jam untuk berolah raga. Jika tidak memungkinkan, lanjutnya, olah raga bisa dalam bentuk pekerjaan rumah tangga yang menggunakan gerak tubuh seperti mengepel lantai dan lainnya.

Untuk kedepannya jika program posyandu lansia yang diresmikan akhir pekan lalu ini dapat berjalan dengan lancar dan membawa manfaat yang cukup bagus, akan diajukan menjadi POSBINDU (Pos Pembinaan Terpadu).

“Sehingga mendapatkan bantuan pendanaan yang lebih memadai serta lebih tertata dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat,” ungkap aceng.

Kepala Dukuh Bangen, Rohadi mengatakan bahwa Posyandu lansia untuk Dukuh Bangen sedikit tertinggal dari dukuh yang lain di desa Bangunjiwo. Hal tersebut dikarenakan kondisi geografis yang ada di dukuh tersebut serta kesadaran masyarakat yang masih kurang.

Dengan adanya Posyandu Langen Sehati ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. Rohadi juga mengimbau kepada masyarakat untuk semangat dalam mengikuti kegiatan Posyandu tersebut. Tidak hanya kadernya yang semangat namun masyarakat juga harus semangat, agar Posyandu ini dapat terus berjalan dengan lancar.

Saat peresmian, masyarakat juga diajak untuk melakukan senam bersama sebelum melaksanakan pengecekan kesehatan. Antusiasme masyarakat juga cukup tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Terbukti lebih dari 100 lansia ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Solo – Dedi (32), ayah tiri bocah laki-laki berinisial P mengaku nekat menyekap P di kamar hotel selama tiga hari lantaran bocah tersebut sering buang air besar sembarangan.

Korban P kini berada di rumah sakit Dr Moewardi dan mengalami trauma mendalam.

Anak berusia 4 tahun tersebut diduga dianiaya oleh Dedi dan adiknya, Iwan (22).

Dedi sendiri merupakan ayah tiri korban dari ibu korban yakni Maria.

“Saya yang merawat dia.”

“Memang kalau kenakalan anak saya tahu.”

“Kalau menyiksa saya tidak menyiksa,” katanya saat gelar perkara yang dihadiri TribunSolo.com di Polsek Banjarsari Sabtu 17 Februari 2018 siang.

Namun, Dedi berdalih bahwa sang anak sering buang air besar sembarangan.

“Pas itu saya mau Imlekan saya titipin karena anak kan sering pup sembarangan.”

“Kalau pup dilempar kemana-mana,” ujarnya.

Hal tersebut yang membuatnya harus mengikat korban dan meninggalkannya di kamar hotel selama 3 hari.

Seperti diketahui, petugas dari Polsek Banjarsari menangkap dua orang kakak beradik Dedi Loe Wie Wie (32) dan Iwan Winardi (22) lantaran diduga melakukan penganiayaan terhadap anak berumur 4 tahun di Hotel Wismantara yang berada di daerah Banjarsari.

Bocah tersebut telah disekap selama 3 hari di dalam hotel tanpa diberi makanan apapun oleh tersangka.

Keduanya telah dijadikan tersangka sementara ibu korban Maria yang diduga turut mengetahui kejadian tersebut masih dimintai keterangan sebagai saksi.

Dari lokasi ditemukan barang bukti, yakni pakaian korban, tali rafia warna merah yang digunakan untuk mengikat korban, dan lakban yang digunakan untuk menutup mulut korban.

Pelaku dijerat dengan Pasal 77 UU no 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Keduanya diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara.(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Pada 2015 lalu sempat heboh soal gosip hubungan Nikita Mirzani dengan Ahmad Dhani.

Hal itu bermula saat Nikita mengunggah sejumlah foto bersama Ahmad Dhani di Instagram miliknya.

Saking hebohnya pemberitaan itu, Ahmad Dhani sempat berniat melaporkan salah satu media online karena dianggap mencemarkan nama baiknya.

Dilansir dari NOVA, media online itu secara terang-terangan menulis judul Ahmad Dhani Benarkan Kencan dengan Nikita Mirzani.

Akibat gosip yang beredar, Mulan Jameela sempat percaya dan menyindir Nikita Mirzani secara terang-terangan.

Bahkan, ketiga putra Dhani, Al, El, dan Dul mengeluh lantaran banyak temannya yang meledek sang ayah karena berpacaran lagi.

Kedekatan Ahmad Dhani dan Nikita semakin terlihat saat berada dalam satu program acara televisi yang sama, yakni Logika Ahmad Dhani.

Nikita pernah menjadi bintang tamu dalam acara Dhani tersebut.

Bahkan, dalam program acara itu keduanya sempat melontarkan percakapan yang cukup intim hingga ditegur oleh KPI.

Sejak saat itu, Mulan kerap disebut-sebut cemburu kepada Dhani dan Nikita.

Kendati isu yang beredar cukup kuat, namun Mulan tak pernah menyebut secara blak-blakan siapa wanita yang ia cemburui.

Melansir NOVA lagi, Mulan mengaku cemburu kepada Dhani jika sudah keterlaluan dengan wanita lain.

“Aku kalau sudah keterlaluan baru cemburu. Ya, Mas? Aku sih cemburu kalau dia belain orang lain. Protect orang itu, baru cemburu,” ujar Mulan saat menjadi bintang tamu di program Logika Ahmad Dhani Special Valentine pada 2016 lalu.

Meski tak menunjukkan secara gamblang soal kecemburuannya kepada Nikita, rupanya Mulan dan Nikita memang sempat terlibat konflik.

Hal tersebut langsung diungkap oleh Nikita Mirzani dalam program acara Pagi Pagi Pasti Happy, Selasa 12 Desember 2017.

Nikita secara blak-blakan mengakui pernah ada program bersama Ahmad Dhani.

“Dulu pernah punya program bareng sama Ahmad Dhani. Pilih-pilih orang buat nyanyilah di TV sebelah. Eh, si Mulan curiga aku demen sama Ahmad Dhani. Padahal boro-boro aduh,” ungkap Nikita.

Mulan ini menduga Nikita sempat menyukai suaminya itu.

Soal sindiran Mulan itu sempat heboh pada 2015 silam.

Meski perseteruannya sudah lama, kini Nikita justru seolah menyindir balik Mulan.

“Terus gue disindir, diembat, biasalah katanya gue demen sama lakinya segala macem. Dia gak sadar ya, dia juga kan perebut laki orang. Masa marah sih lakinya direbut,” lanjut Niki.

Lebih lanjut, Niki secara berani membandingkan antara Maia Estianty dengan Mulan Jameela.

“Bunda Maia sosialita, pengusaha, cantik banget. Mulan Jameela juga dia pengusaha. Pengusaha cireng,” kata Niki.

Pengakuan Nikita ini langsung menghebohkan media sosial setelah akun gosip Lambe_turah mengunggah video tersebut.

Sontak, banyak warganet yang langsung bereaksi lewat kolom komentar.

@yonaalivia :Hahahha ngakak aku…. Ceplas ceplose hehhe kdg bener kdg yooo nyebeli hehr

@jujuchaiira : Yuhhuu kak @nikitamirzanimawardi_17 aku suka banget nih sama omongannya, emang bener Kak. Biar dia tau tuh kalau dia itu perebut suami teman *ups

@itsdevitaa : muljem pengusaha Cireng

@dhianfazrind : @dyassfazrin muantaaaaaap soul

@diahayuw_putri : Gue suka gaya loe @nikitamirzanimawardi_17 ,, gak usah takut ngomong lw bener

@dewikeyvo : kok mbk niki bener banget sich

@kevineindrawan : Nikita kadang suka
bener kalo ngomong

@zoyastephany : Bener bgt. (***)