Pahlawan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pati – Kegiatan upacara bendera ini merupakan kegiatan rutin mingguan yang dilaksanakan setiap hari Senin di tiap-tiap sekolah untuk melaksanakan pengibaran bendera.

Namun dari anggota Koramil jajaran kodim 0718/Pati secara bergiliran mengikuti upacara di sekolah sesuai dengan jadwal upacara bendera Senin 17 September 2018 ini bertempat di MTS Matholi’ul Huda Kecamatan Dukuhseti Pati Bati Binwanwil Koramil Dukuhseti.

Istimewa

Pelda Nur menyampaikan amanat bahwa Koramil 10/ Dukuhseti mengucapkan terima kasih kepada bapak Suyudi selaku kepala sekolah MTS Matholi’ul Huda yang telah menyambut baik dan mendukung kegiatan ini sehingga upacara pengibaran bendera merah putih berjalan dengan tertib dan baik.

Dalam amanatnya menghimbauan tentang tertib dalam pelaksanaan upacara, kedisiplinan, kepemimpinan, ketaqwaan, menghormati jasa pahlawan, jauhi narkoba, tawuran pelajar dan tertib berlalu lintas yang baik agar tidak terjadi kecelakaan, bahaya narkoba agar generasi penerus bangsa menjadi sosok yang bisa dibanggakan, serta bahaya dari kenakalan remaja yang saat ini meluap tinggi seiring dengan perkembangan zaman.

Kami dari Koramil berharap kepada para pelajar untuk mempelajari dan mengingat bagaimana perjuangan pahlawan terdahulu yang berjuang untuk memerdekakan Indonesia dan para pelajar sekarang ini hanya meneruskan perjuangannya dengan cara tekun belajar, taati perintah guru dan orang tua serta mau memperbaiki setiap tingkah laku buruk yang dapat merusak moral bangsa serta mau untuk mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan untuk menjaga nama baik bangsa jelasnya.

Usai Upacara bapak Suyudi selaku kepala sekolah mengatakan “Saya sangat berterimakasih kepada Danramil dan anggotanya yang telah meluangkan waktu untuk menjadi pembina upacara di sekolah kami dan memberikan pengarahan serta bimbingan kepada murid kami,” ujar Kepala Sekolah. (narto pendim pati)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Beragam kegiatan dilakukan untuk menyambut datangnya HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Menghormati jasa Pahlawan Nasional Sultan Mahmud Riayat Syah, warga Lingga menggelar doa bersama, Kamis, 16 Agustus 2018 malam.

Doa untuk pahlawan ini digagas Pemkab Lingga, Kemenag Lingga dan MUI Lingga, di Masjid Sultan Lingga.

“Sultan Mahmud Riayat Syah sudah mendapat gelar kehormatan Pahlawan Nasional dari Presiden RI. Kebetulan tempat pemakamannya di komplek Masjid Sultan Lingga. Rasanya patut bagi kita semua berdoa untuk mengenang jasa-jasanya,” Kepala Kantor Kemenag Lingga, Edi Batara.

Wabup Lingga, M. Nizar yang turut hadir pada doa bersama di Masjid Sultan mengatakan bahwa prosesi rangkaian kegiatan HUT RI tetap seperti tahun-tahun sebelumnya. “Di sini hanya berdoa biasa.

Renungan sucinya tetap di Taman Makam Pahlawan,” ungkap M Nizar.(***)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Bila berakhir pekan di Blitar, jangan lewatkan destinasi sejarah ini. Ayo berkunjung ke makam pahlawan Bung Karno, Si Singa Podium.

Melintasi Kota Blitar sayang dilewatkan begitu saja. Kota yang kaya akan wisata sejarah ini mencuri perhatian kami untuk berwisata di makam Bung Karno. Letaknya yang berada di tengah kota Blitar sehingga memudahkan pengunjung untuk menuju ke sana.

Memasuki gerbang makam nampak kemegahan bangunan bergaya arsitektur khas Jawa berbentuk joglo. Sebelum memasuki makam kita diminta untuk mengisi buku tamu dan membeli tiket seharga Rp 2.000. Murah bukan? Dibandingkan dengan pengalaman dan pengetahuan yang kita dapatkan.

Wisata makam Bung Karno dibagi tiga area, yaitu museum dan perpustakaan, area kolam dan pilar, dan makam Bung Karno. Di dalam museum kita dapat melihat koleksi lukisan Sang Proklamator. Puas berkeliling museum kita akan melewati area pilar dan kolam dengan sentuhan gemercik air mancur. Pada dinding dekat kolam terdapat relief sejarah Bung Karno yang dipahat pada dinding.

Selanjutnya terdapat tangga lebar untuk menuju makam. Area makam ditandai dengan gapura besar yang digunakan untuk pintu masuk. Ada pelataran yang luas dan masjid sebelum menuju cungkup. Di sanalah terdapat nisan dengan cungkup besar berbentuk joglo jasad Bung Karno disemayamkan. Tempat inilah yang biasa dijadikan wisata ziarah oleh para pengunjung.

Usai berkeliling makam Bung Karno terdapat petunjuk keluar. Di sana kita akan menemukan deretan penjual souvenir. Souvenir yang dijual bervariasi, seperti gantungan kunci, tas, kaos, asbak, boneka, dan lain-lain bergambar Bung Karno. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Duta duta Raider Khusus 136/Tuah Sakti kembali ke home base setelah purna tugas melaksanakan tugas negara selama kurun waktu selama sembilan bulan bertugas pengamanan yang tergabung dalam satgas Pamwil di Poso Sulawesi Tengah.

Lettu Inf Zaki selaku Komandan Tim disambut dengan tradisi satuan yang dipimpin langsung Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Lema S.Sos.

Penyambutan kembalinya satgas diberikan apresiasi dari negara dengan memberikan piagam penghargaan Danrem 033/WP.

Hadir dalam penyambutan ini ‎Walikota Batam di wakili Sekda Batam Bapak Jefridin. Dansat Bromob Polda Kepri Kombes Pol Imam, Kasrem 033/WP Kolonel Inf Martin SM Turnip, para Kasi dan Dandim 0316/Batam Letkol Inf Edy Widiyanto, Danyon Mar 10/SBY, Kapolsek Sagulung serta Danyonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti Letkol Inf Santoso serta Ketua Persit Koorcab Rem PD I.Bukit Barisan. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga telah melakukan rapat paripurna guna melakukan pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda) di Gedung DPRD Lingga, Senin, 13 November 2017 sore.

Mewakili Bupati Lingga Alias Wello, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Lingga, Zainudin Safiri mengatakan, adapun tiga Ranperda yang disetujui menjadi Perda yakni, Ranperda tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang RPJMD Kabupaten Lingga tahun 2016-2021.

Selanjutnya, Ranperda tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 6 Tahun 2014 tentang badan permusyawaratan desa, serta Ranperda tentang perubahan atas peraturan daerah Nomor 2 Tahun 2017 tentang pengelolaan cagar budaya.

“RPJMD Kabupaten Lingga tahun 2016-2021 merupakan refleksi dari kita 5 tahun mendatang yang mengikuti pola pembangunan nasional, semesta berencana atau PPNSB,” kata dia dalam sidang paripurna di DPRD Lingga.

Dikatakannya, PPNSB tersebut dilakukan secara menyeluruh, bertahap dan juga merupakan penjabaran dari visi dan misi kepala daerah yang berpedoman kepada RPJMD Daerah dan operatornya RPJM Nasional.

“Pelaksanaan ini sesuai yang diamanatkan UU No 25 tahun 2004 Pasal 5 ayat 2. RPJMD Kabupaten Lingga tahun 2016-2021 telah ditetapkan dengan Perda Nomor 9 Tahun 2016. Akan tetapi perlu dilakukan revisi dalam upaya penyesuaian,” ujarnya.

Sementara itu, ia menjelaskan, dengan ditetapkan dan diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 yang merupakan peraturan pelaksanaan Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Kemendagri Nomor 10 Tahun 2016 juga perlu dilakukan revisi.

“Kabupaten Lingga yang merupakan Bunda Tanah Melayu yang memiliki banyak warisan budaya, sehingga pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam pengaturan perlindungan, pengembangan dan perawatan cagar budaya, benda, bangunan, insprastruktur, situs, dan kawasan,” kata dia.

Akan tetapi, Pemerintah Daerah perlu meningkatan partisiapasi dalam melindungi cagar budaya. “Oleh karena itu, Perda Kabupaten Lingga Nomor 2 Tahun 2014 tentang cagar budaya akan dilakukan revisi,” terangnya.

Sementara itu, Gabungan Komisi DPRD Lingga, Neko Wesha Pawelloy melanjutkan, dari hasil laporan yang telah pihaknya terima, dari masing-masing pansus, ada beberapa hasil pembahasan yang telah dibahas ditingkat gabungan komisi.

“Dengan direvisinya Perda RPJMD tahun 2016-2021 atas dasar Ranperda Nomor 18 Tahun 2016 tentang perangkat daerah yang didalamnya ada beberapa hal, kewenangan yang kini dimilikj pemerintah daerah yaitu dalam penyesuai keputusan dan penyesuaian dalam SOTK baru dimana revisi tersebut dimulai dengan masing-masing OPD yang kemudian dimasukkan kedalam RPJMD,” ujar Neko.

Ditambahkan Neko, perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang pengelolaan cagar budaya, alasan harus dilakukan perubahan, diantaranya yakni adanya perubahan judul.

Judul lama, kata Neko pengelolaan cagar budaya. Sedangjan judul baru adalah pelestarian dan pengelolaan cagar budaya Kabupaten Lingga.

“Yang kedua, banyaknya peraturan yang tidak diterima secara rinci, jelas dan tegas terkait pelestarian dan pengelolaan cagar budaya di Lingga,” kata dia.

Slain itu, adanya rencana penambahan aturan dalam hal pelestarian dan pengelolaan cagar budaya di Kabupaten Lingga yang harus dibunyikan dalam perda secara jelas.

“Terbitnya UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah sehingga menjadi benturan kewenangan,” cetusnya.

Sedangkan perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Badan Permusyawaratan Desa, sesuai ketentuan Pasal 45 ayat 2 bahwa Peraturan Mendagri Nomor 10 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa maka Perda Lingga Nomor 2 Tahun 2008 tentang Badan Permusyawaratan Desa Perlu dilakukan penyesuaian.

Pantauan di lapangan, dalam Paripurna DPRD Lingga tentang pengesahan tiga Ranperda menjadi Perda tersebut, turut dihadiri Kepala OPD, Anggota DPRD Lingga, Kepala BRI Capem Daik Lingga, Kepala Bank Riau Kepri Capem Daik, Kepala Desa serta Tokoh Masyarakat Lingga. (rilis/bran)

TANJUNG PINANG

Minggu | 12 November 2017 | 11:42

Iring-Iringan Gelar Pahlawan Nasional Disambut Antusias Masyarakat

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Iring-iringan Piagam Gelar Pahlawan Nasional Asal Kepri, Sultan Mahmud Riayat Syah disambut dengan Meriah, Sabtu 11 november 2017, dimulai dari Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) hingga di Gedung Daerah Tanjungpinang. Piagam Gelar Pahlawan tersebut dibawa oleh Tengku Husein Saleh sebagai ahli waris atau titisan ke-8 dari Sultan Mahmud Riayat Syah.

Kedatangan Tengku Husein Saleh pada kesempatan ini disambut langsung Oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Sekdaprov Kepri TS. Arif Fadilah tepat didepan pintu keluar pesawat, diiringi musik kompang serta nyanyian yang di bawakan oleh para personel TNI. Rombongan terlebih dahulu memanjatkan doa selamat sebelum memulai iring-iringan menuju ke Gedung Daerah.

Sebelumnya, Gubernur mengatakan bahwa pengorbanan para pahlawan untuk negeri ini harus diteruskan dengan mengisi pembangunan. Salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuat Kepri semakin hari semakin baik.

“Anugerah ini menunjukkan ada tokoh Melayu Kepri yang menjadi panutan nasional. Ini harus menjadi penyemangat yang mendorong kita semua membangun Kepri semakin baik,” kata Nurdin.

Senada dengan Gubernur, Sekda Arif juga mengajak masyarakat untuk bersyukur atas anugerah yang didapat ini.

“Kita bersyukur atas anugerah ini. Semangat kepahlawanannya harus kita isi dengan pembangunan yang semakin baik untuk Kepri,” kata Arif.

Adapun rute yang dilalui iring-iringan adalah dari bandara RHF Tanjungpinang – Batu 10 – jalan Di Panjaitan – jalan Raja haji fisabilillah – jalan Ahmad Yani – jalan Basuki Rahmat – jalan Wiratno – jalan Batu Hitam – jalan Teluk Keriting – jalan Agus Salim – jalan Tugu Pensil – Kantor Walikota lama belok kanan – RSUD Tanjungpinang – jalan Ketapang – Polsek Kota – jalan Merdeka dan Gedung Daerah.

Selama melalui rute-rute diatas, rombongan disambut meriah oleh ratusan masyarakat, terlebih siswa-siswi yang sekolahnya dilalui rombongan berbondong-bondong memenuhi tepi jalan untuk menyaksikan piagam pahlawan nasional tersebut di arak keliling kota.

Sebelum disambut secara Adat melayu di Gedung Daerah, rangkaian arak-arakan tersebut terlebih dahulu melakukan parade berjalan kaki dari depan Polsek Jl. Merdeka. Meskipun sempat di guyur hujan, namun tidak menyurutkan proses arak-arakan dengan berjalan kaki tersebut tetap dilaksanakan dengan khidmat dan lancar.(***)

sumber: kepriprov

RAGAM

Jumat | 10 November 2017 | 14:41

Panglima TNI: Pahlawan Dulu tak Pernah Tanya Agamamu Apa

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Usai menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kembali berpesan agar generasi penikmat kemerdekaan untuk tidak saling membeda-bedakan. Rasa persatuan yang ditunjukkan oleh para pahlawan perlu dicontoh untuk saat ini.

“Pada saat pahlawan dulu berjuang, dia tidak pernah menanyakan agamamu apa, rambutmu apa, sukumu apa. Tapi mereka sama-sama berjuang untuk anak cucu kan?” ungkap Gatot di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat, 10 November 2017.

Karena itulah, Gatot melanjutkan, hal tersebut perlu dicontoh oleh generasi yang hidup saat ini. Hendaknya, kata dia, kita sekarang generasi penikmat kemerdekaan yang diberikan oleh para pahlawan jangan berkelahi soal itu.

Selain Gatot, hadir pula di sana Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) beserta para menteri kabinetnya. Pada upacara ini, Jokowi menjadi inspektur upacara. Jokowi datang bersama dengan JK di area upacara sekitar pukul 08.08 WIB.

Bertindak sebagai Komanda Upacara yakni Letnan Kolonel Infrantri Apriadi Dirbas. Lahir di Sumatera Barat Tahun 1974. Apriadi saat ini betugas di Makorem 161/Wira Sakti, Kupang. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Aksi unjuk rasa Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam tetap berjalan, meskipun diguyur hujan, Jumat, 10 November 2017.

Bertepatan dengan Hari Pahlawan, para massa buruh ini menyuarakan delapan tuntutan di Depan Kantor Walikota Batam, Batam Centre.

Delapan tuntutan massa buruh tersebut, yakni:
1. Cabut PP78/2015
2. Walikota Batam sediakan sembako harga terjangkau.
3. Tolak kenaikan TDL, ATB dan Premium.
4. Walikota Batam dan Gubernur Kepri, segera tetapkan UMK Batam 2018 tidak menggunakan PP78/2015.
5. Segera buat Asosiasi menurut jenis usahanya.
6. Gubernur Kepri segera membuat pergub mengenai asosiasi usaha,
7. DPRD Batam segera membuat Perda mengenai asosiasi jenis usaha
8. BP Batam segera berikan hak milik atas tanah kepada masyarakat yg telah puluhan tahun membayar UWTO.

Setelah menyampaikan tuntutan, massa buruh langsung membubarkan diri masing-masing. (bayu wasono)

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Hari ini, 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Hari Pahlawan berawal dari pertempuran Surabaya yang terjadi pada 1945.
Terjadinya peperangan besar-besaran antara tentara dan milisi Indonesia yang pro kemerderkaan melawan tentara Britania Raya dan Belanda.
Pertempuran Surabaya jadi perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Juga jadi pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.
Pertempuran dimulai pada 1 Maret 1942, ketika tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa dan tujuh hari kemudian, 8 Maret 1942 tentara Belanda menyerah tanpa syarat berdasarkan Perjanjian Kalijati.

Dilansir wikipedia, tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki.

Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Dalam kekosongan kekuasaan asing tersebut, Soekarno kemudian memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945
Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya

Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia.
Gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya.

Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial, sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.

Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman pada malam hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru).

Tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara.

Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia.

Tak lama setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato, Residen Soedirman, pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu,
sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke Hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr.
Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato.

Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda. Perundingan berlangsung memanas, Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan.

Ploegman tewas dicekik oleh Sidik, yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman, sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato.

Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda,
Merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih.

10 November 1945

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas.

Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi.

Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri, dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara.
Selain itu, banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.

Bung Tomo di Surabaya, salah satu pemimpin revolusioner Indonesia yang paling dihormati. Foto terkenal ini bagi banyak orang yang terlibat dalam Revolusi Nasional Indonesia mewakili jiwa perjuangan revolusi utama Indonesia saat itu.

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan. Pasukan sekutu mendapatkan perlawanan dari pasukan dan milisi Indonesia.

Selain Bung Tomo terdapat pula tokoh-tokoh berpengaruh lain dalam menggerakkan rakyat Surabaya pada masa itu, beberapa datang dari latar belakang agama seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan
(pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai/ulama) sehingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung alot, dari hari ke hari, hingga dari minggu ke minggu lainnya.

Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur.

Pertempuran ini mencapai waktu sekitar tiga minggu.

Sekitar 16.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya.

Korban dari pasukan Inggris dan India sekitar 2000 tentara.
Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk melakukan perlawanan.

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekaran. (***)

TANJUNG PINANG

Jumat | 10 November 2017 | 8:37

Pahlawan Sultan Mahmud Riayat Syah Disambut Upacara Adat

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gelar Pahlawan Nasional untuk Sultan Mahmud Riayat Syah disambut suka cita oleh masyarakat Kepulauan Riau. Direncanakan, Sabtu 11 november 2017, ketibaan piagam anugerah gelar pahlawan akan disambut dengan berbagai kemeriahan.

Dalam rapat persiapan penyambutan dan syukuran penganugerahan gelar pahlawan Sultan Mahmud Riayat Syah, terungkap bahwa rombongan keluarga Sultan Mahmud Riayat Syah setiba dari Jakarta langsung dibawa pawai keliling Tanjungpinang. Pawai itu akan berakhir di Gedung Daerah Tanjungpinang, untuk selanjutnya digelar upacara adat di bawah koordinasi Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau.

“Kita bersyukur atas anugerah ini. Semangat kepahlawanannya harus kita isi dengan pembangunan yang semakin baik untuk Kepri,” kata Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah, saat memimpin rapat persiapan dan syukuran anugerah itu, di Tanjungpinang, Kamis 9 november 2017.

Tampak hadir dalam rapat tersebut Ketua LAM Kepri H Abdul Razak, Asisten I Pemprov Kepri Raja Ariza, sejumlah OPD dari Pemprov Kepri, Kota Tanjungpinang dan Lingga.

Hadir juga pihak Polresta Tanjungpinang. Arif mengajak semua pihak saling berkoordinasi untuk menyuskeskan penyambutan dan syukuran ini. Seluruh elemen masyarakat Kepulauan Riau dijemput untuk hadir pada Sabtu 11 november 2017 ini.

Sejalan dengan penyelenggaraan Tamadun Melayu di Lingga pada bulan ini, disebut juga bahwa anugerah tersebut akan dibawa ke Bunda Tanah Melayu. Apalagi makam Pahlawan Nasional Stan Mahmud Riayat Syah ada di Daik Lingga. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara penganugrahan gelar pahlawan nasional tahun 2017 di Istana Negara Jakarta, Kamis, 9 November 2017 sekitar pukul 11.00 WIB.

Dengan penganugrahan gelar pahlawan ini, pahlawan Kepri asal Kabupaten Lingga, Sultan Mahmud Riayat Syah, satu dari tiga pahlawan sah bergelar pahlawan.

Sultan Mahmud Riayat Syah, satu dari tiga pahlawan yang dianugrahi gelar pahlawan oleh Presiden Joko Widodo. Adapun dua pahlawan lainnya yang yang dianugrahi gelar pahlawan adalah Malahayati dari Nanggroe Aceh Darussalam dan Tuanku Abdul Majid dari Nusa Tenggara Barat.

BACA: Gelar Pahlawan Nasional untuk Sultan Mahmud Riayat Syah Kado HUT Pemkab Lingga Ke-14 yang Membanggakan

Sebelum memimpin upacara penganugrahan ini, Presiden Joko Widodo, Kamis, 9 November 2017, tiba di Jakarta setelah melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur, serta menggelar prosesi pernikahan putrinya Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution di Solo.

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta sekira pukul 09.55 WIB usai menempuh perjalanan selama hampir satu jam dari Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

Setibanya di Jakarta, Presiden langsung memimpin upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2017 di Istana Negara Jakarta pada pukul 11.00 WIB.

Sore harinya, Presiden juga akan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Korea Moon Jae-in dan Ibu Kim Jung-Sook di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. (***)

sumber: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Setelah melalui proses dan perjalanan yang panjang sejak tahun 2013, akhirnya Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) akan dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta.

Positifnya Sultan Mahmud Riayat Syah disetujui sebagai Pahlawan Nasional juga dikuatkan dengan adanya konferensi pers yang dilakukan oleh Dewan Gelar bahwa tahun 2017 ini sebanyak tiga orang Tokoh mendapat anugerah pahlawan nasional.

Adapun ketiga tokoh tersebut yakni, Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kabupaten Lingga, Kepri, kemudian Malahayati dari Nanggroe Aceh Darussalam dan terakhir Tuanku Abdul Majid dari Nusa Tenggara Barat.

“Kami dari pemerintah daerah sangat bersyukur sekali, karena di Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lingga ke-14 ini, kita mendapat kado istimewa yang isinya sangat luar biasa, yaitu kita akan memiliki seorang Pahlawan Nasional yang berasal dari kampung kita yaitu Lingga,” ujar Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar, Selasa, 7 November 2017.

Dikatakannya, pengajuan Sultan Mahmud Riayat Syah, sebagai Pahlawan Nasional ini cukup berliku-liku, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hal ini di karenakan dokumennya tidak berada di satu tempat di Kabupaten Lingga atau di daerah lain di Kepri. Akan tetapi ada di luar negeri.

“Kita juga apresiasi kinerja tim yang selama ini telah bersusah payah mengumpulkan dan hingga ke Belanda serta negara lainnya,” ujarnya.

Dengan demikian, ia berharap masyarakat Kepulauan Riau khususnya Kabupaten Lingga dapat mengenal lebih dalam tentang Sultan Mahmud Riayat Syah. (meteo/kmg)

RAGAM

Senin | 02 Oktober 2017 | 10:52

Mendagri Tabur Bunga di Makam Pahlawan TMP Kalibata

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta ‎- Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa 2 Oktober 2017. Upacara tersebut dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Mendagri menjadi inspektur upacara hari kesaktian Pancasila.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan mengenakan batik khas Korpri berwarna biru dan celana bahan berwarna hitam serta peci hitam saat memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila.
‎Upacara tersebut dikuti oleh para pegawai Kemendagri dan para praja IPDN yang semenjak pagi telah berada di TMP Kalibata.

Seusai melaksanakan upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tjahjo lalu melanjutkan kegiatannya dengan melakukan tabur bunga di makam para pahlawan nasional, pahlawan revolusi serta makam mantan Menteri Dalam Negeri.
‎Mendagri menaburkan bunga di atas makam para pahlawan dan mengakhiri dengan melakukan gerakan hormat menghadap makam tersebut.

‎Mendagri menaburkan bunga di atas makam para pahlawan dan mengakhiri dengan melakukan gerakan hormat menghadap makam tersebut.

Sumber : Tribunnews

MEDIAKEPRI.CO.ID BLITAR – Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwa (Pakde Karwo) mendampingi Panglima TNI Republik Indonesia, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berziarah ke makam pejuang dan pahlawan kemerdekaan, Presiden Pertama Republik Indonesia dan sekaligus Proklamator RI, Ir. Soekarno di Kota Blitar, Jawa Timur, Senin 18 September 2017.

Usai ke Blitar, ziarah dilakukan ke makam presiden RI ke 4, KH. Abdurahman Wahid atau biasa dipanggil Gus Dur di Ponpes Tebu Ireng Jombang.

Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, ziarah ke makam pahlawan kemerdekaan sekaligus presiden RI ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari TNI RI yang ke-72. Ini dilakukan untuk memberi suri tauladan kepada anak cucu dan sekaligus contoh bagi generasi muda bangsa sebagai penerus bangsa Indonesia.