Pelajari

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – KOMISI III DPRD Kepulauan Riau menerima kunjungan kerja Komisi IV DPRD Provinsi Riau di Gedung Graha Kepri, Batam, Selasa, 29 Februari 2019. Kunjungan kerja Komisi IV DPRD Riau tersebut dalam rangka ingin mengetahui implementasi perda kelistrikan di Provinsi Kepulauan Riau yang lebih dulu diterapkan ketimbang Riau.

Sebanyak delapan anggota Komisi IV DPRD Riau yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV Mas Gaul Yunus disambut langsung oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Riau Surya Makmur Nasution.

Mas Gaul Yunus mengatakan bahwa di Provinsi Riau perda tentang kelistrikan baru disahkan pada akhir 2018 lalu. “Berbeda dengan di Kepri yang sudah lebih dulu mengesahkan perda kelistrikan, Riau baru bulan Desember 2018 lalu disahkan,” kata Mas Gaul Yunus.


Jajaran Komisi III DPRD Kepri menggelar pertemuan dengan rombongan Komisi VI DPRD Riau.

Menurutnya, Kepri dianggap sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk dijadikan sebagai tolak ukur penerapan perda kelistrikan melihat wilayah di Kepri yang terdiri dari pulau-pulau. “Kami melihat tingkat kesulitan di Kepri ini dalam membangun jaringan kelistrikannya,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPRD Riau Manahara Manurung memanyakan rencana realisasi pada tahun 2019 terkait pemasangan listrik khususnya di daerah terpencil seperti di pulau-pulau. “Di tahun 2019 ini program pemerintah pusat terkait kelistrikan harus terealisasi di seluruh daerah termasuk di pulau-pulau terpencil, selain itu kita juga ingin mengetahui bagaimana perda ini mengatur tentang kerjasama antara pemerintah, pengusaha dan penyedia tenaga listrik?” tanya Manurung.

Anggota Komisi IV DPRD Riau lainnya Almainis menanyakan tentang prioritas pembangunan jaringan listrik yang diterapkan oleh Pemprov Kepri. “Ada pulau atau desa yang penduduknya padat dan ada yang tidak padat, bagaimana prioritasnya?” tanya Almainis. 

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Riau Surya Makmur Nasution menjelaskan, Kepri memiliki sebanyak 2408 pulau baik yang sudah dihuni maupun yang masih kosong. “Dari jumpah tersebut sebanyak 316 pulau berpenghuni dan sebanyak 60 pulau telah teraliri listrik,” terang Surya Makmur.


Jajaran Komisi III DPRD Kepri berdiskusi dengan rombongan Komisi VI DPRD Riau.

Ia mengungkapkan bahwa Provinsi Kepri berkomitmen pada tahun 2019 ini pulau-pulau yang berpenghuni dan belum teraliri listrik akan segera direalisasikan. “Memang kesulitan kami adalah faktor geografis yang terdiri dari kepulauan,” ungkanya.

Ia juga menjelaskan di Kepulauan Riau selain PT PLN persero sebagai penyedia tenaga listrik ada juga pihak swasta yang disebut Usaha Penyedia Tenaga Listrik (UPTL). “Selain PLN Persero ada delapan UPTL yang menjamin ketersediaan tenaga listrik di Kepri ini,” jelas Surya Makmur.

Anggota Komisi III DPRD Kepulauan Riau Irwansyah turut menjelaskan perda yang mengatur mengenai kelistrikan di Kepulauan Riau tertuang dalam Perda Nomor 05 Tahun 2017. “Dalam perda ini diatur tentang kewenangan kepala dareah provinsi untuk melaksanakan pembangunan infrastruktr ketenagalistrikan kepada masyarakat yang belum teraliri listrik,” jelasnya.

Ia juga mengatakan karakteristik wilayah Kepulauan Riau dengan Riau sangatlah berbeda sehingga permasalahan yang dihadapi dalam pemerataan pembangunan infrastruktur kelistrikan sangatlah berbeda. “Wilayah kita ini terdiri dari pulau-pulau sehingga sangat sulit dalam membangun jaringan listrik berbeda dengan di Riau yang bisa dilakukan dengan sambungan kabel,” kata Irwansyah.

Terkait dengan penerapan tarif tenaga listrik, ia menjelaskan bahwa di Kepulauan Riau telah diterapkan sesuai dengan amanah perda. “Tinggal beberapa UPTL saja yang sampai saat ini belum terjamah mengenai tarif tenaga listrik karena berbenturan dengan industrial,” terang Irwansyah.

Menambahkan dari penjelasan tersebut, Kabid Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Marzuki mengatakan bahwa pemerintah Provinsi Kepulauan Riau optimis pada tahun 2019 ini semua pulau yang berpenghuni akan teraliri listrik sepenuhnya. “Saat ini kami fokus pada desa-desa atau pulau yang belum teraliri listrik dengan memindahkan mesin-mesin genset dari pulau yang sudah teraliri listrik PLN ke pulau yang memang belum tersetuh oleh PLN,” imbuhnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut anggota Komisi III DPRD Kepulauan Riau Surya Makmur, Widiastadi Nugroho, Irwansyah, Saproni, Joko Nugroho dan Wakil Ketua I DPRD Kepulauan Riau Riski Faisal. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H. TS. Arif Fadillah mengatakan persaingan antar negara, persaingan global sekarang ini semakin sengit.

Kompetisi antar negara sekarang ini semakin menjadi-jadi. Dan jangan lupa bahwa itu merupakan tantangan kita, tantangan antar individu antar negara, tantangan antar SDM-SDM antar negara.

“Kedepan semuanya akan berkompetisi,bersaing, adu kecerdasan, adu kreativitas, adu keterampilan, adu inovasi, adu kecepatan. Itulah tantangan ke depan yang kita hadapi,” Ujar Arif saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Kemah Besar Pramuka Tahun 2018 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bintan di Tembeling Tanjung-Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Jum’at, 31 Agustus 2018.

Oleh sebab itu, Arif pada kesempatan ini mengajak kita semua anggota Pramuka untuk menyadari bahwa tantangan-tantangan tersebut telah berada di depan mata. Bagaimana kita beradu cepat dengan negara lain, kalau tidak maka kita akan ditinggal. Bagaimana kita beradu inovasi dengan negara lain, kalau tidak kita juga akan ditinggal. Bagaimana kita beradu kreativitas, kalau tidak kita kreatif maka kita akan ditinggal.

“Dengan banyaknya tantangan saat ini, maka kita butuh sebuah fondasi yang sangat kuat sehingga kita akan bisa memenangkan kompetisi itu. Saya meyakini dengan sebuah fondasi karakter yang baik, para anggota Pramuka mampu menatap masa depan, memenangkan persaingan, memenangkan kompetisi, karena basic karakter itu sudah ada,” ucap Arif.

Lebih lanjut Arif mengatakan, kegiatan kepramukaan berupa kemah ini harus terus dilakukan karena memberikan kesempatan berlatih yang menantang dan menyenangkan.

Kegiatan ini merupakan salah satu media pertemuan untuk Pramuka. Selain itu juga merupakan kesempatan emas kepada peserta Pramuka untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui daya tarik alam dan keajaiban yang tersimpan didalamnya. Hal ini sesuai dengan Dasa Dharma Pramuka, pada Dasa Dharma yang kedua berbunyi cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.

“Dengan berkemah kita bisa lebih banyak mempelajari alam dan sesama kita,” lanjut Arif.

Kepada Kwartir Cabang Bintan Arif selaku Ketua Kwartir Daerah Provinsi Kepri mengucapkan terimakasih karena selalu aktif menggelar kegiatan kepramukaan khususnya di Wilayah kabupaten Bintan.

“Semoga ini bisa menjadi contoh bagi yang lain, karena saat ini Kwartir Bintan merupakan kwartir terbaik di Kepri yang telah menerima penghargaan sebagai Pramuka tergiat,” tutup Arif.

Sementara itu Bupati Bintan Apri Sujadi dalam sambutannya mengatakan kegiatan Kemah Besar ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Pramuka yang ke-57 tahun 2018, yang didalamnya kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan mengasah kemampuan kepramukaan. Dengan demikian diharapkan Pramuka penggalang mampu terus memacu prestasi dan teknik kepramukaannya dengan tetap berdasarkan semangat kebersamaan.

“Adik adik berada pada jalur yang tepat karena di pramuka kita dilatih disiplin, betindak cepat, menjadi manusia mandiri serta manuasia yang berkarakter sehingga nantinya SDM yang dihasilkan oleh pramuka adalah SDM yang berkualitas. Kalau SDM baik, ketakwaan baik InsyaAllah masa depan bangsa juga akan menjadi lebih baik,” Ucapnya.

Kegiatan kemah Besar ini sendiri diikuti oleh 1085 orang yang terdiri dari Pramuka Penggalang, Penegak dan Pendamping dan berlangsung dari 30 Agustus hingga 20 September 2018. Pada kesempatan ini juga Kwartir Cabang Bintan memberikan bantuan kepada korban bencana di NTB senilai Rp 26.330.00, yang diserahkan oleh Bupati Bintan Apri Sujadi kepada Ketua Kwarda Kepri Arif Fadillah.

“Ini adalah bentuk kepedulian yang luar biasa dari Pramuka. Dalam waktu dekat Kwarda juga akan turun menggalang dana dari masyarakat untuk saudara kita di Lombok yang terkena bencana. Selanjutnya bantuan ini akan kami salurkan ke rekening bantuan yang tersedia,” ujar Arif.(***)

sumber: humaskepri.id