Pendidikan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Ratusan ssiwa SMA/SMK di Tanjungpinang uji kepiawaian di acara bertema “Gempita Memajukan Kebudayaan dan Menguatkan Pendidikan yang digelar di halaman kantor Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) di jalan Pramuka pada Rabu hingga Minggu, 25 April 2019 – 28 April 2019.

Acara yang digelar di antaranya, Pangung Seni, dan kreativiats siswa dan kuliner. Kepala Dinss Pendidikan provinsi Kepri M Dali saat pembukaan acara, mengapresiasi semangat siswa yang terus berpacu berkreativitas hingag memunculkan beragam prestasi.

Menurut Dali, pelajar harus mampu berperan dan memahami pendidikan karakter, apalagi disaat tantangan yang kuat saat ini karena modrenisasi di era distruksi 4.0.

“Peran robot kini sangat tinggi dari manusia itu sendiri. Ini yang mesti membuat manusia harus terus meningkatkan sumber daya manusia termasuk pelajar,” sebut Dali dalam pidatonya sebelum membuka acara.

Sementara itu, Ketua panyelenggara Acara Zulharto mengatakan Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar BNPB ini dilakukan serentak di seluruh Provinsi oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan.

Pada saat yang sama, ada juga kegiatan Hardiknas di Kota Batam dengan kerjasama 3 satuan kerja Kemendikbud di Kepulauan Riau yaitu BPNB Kepulauan Riau, LPMP Kepri. Tujuanya, untuk menanamkan jiwa dan semangat kepada para siswa dan guru serta pelaku pendidikan bahwa betapa pentingnya pendidikan bagi kita.

“Selain ada pentas seni yang diikuti oleh 12 sanggar/komunitas seni dan sangar-sanggar sekolah, juga ada lomba lukis tingkat SD, SMP dan SMA. Kita adakan juga penayangan dan diskusi film yang diikuti pelajar tingkat SLTA. Ada juga pameran dari berbagai komunitas, sekolah dan produk budaya,” terang Zulharto. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator Korem 033 Cabang I Bukit Barisan, Alin Gabriel Lema ucapkan selamat kepada murid-murid Paud Wira Pratama yang selesainya masa pembelajaran tahun ajaran 2018/2019.

Diperpisaan murid paud, Alin menyampaikan selesai masa pembelajaran bagi para murid Paud tersebut adalah untuk mereka bersiap-siap memasuki tahap pembelajaran berikutnya di TK. Pendidikan pra sekolah merupakan kegiatan belajar sederhana, meliputi pengetahuan umum dan agama, yang lebih banyak dilakukan dengan bermain maupun bantuan alat peraga, sesuai dengan jiwa anak-anak usia pra sekolah, maka paud Yayasan Kartika Jaya Koordinator Korem 033 Cabang I Bukit Barisan terus melengkapi sarana dan prasarana bermain.

Peningkatan mutu pembelajaran di Yayasan Kartika Jaya Koordinator Korem 033 Cabang I Bukit Barisan terus dilakukan demi wujudkan rasa kepedulian dan tanggung jawab yayasan kartika jaya yang didukung kepala sekolah dan guru-guru, agar tumbuh generasi penerus bangsa yang cerdas, pintar, sholeh dan sholehah.

Ibu Ketua juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua murid, atas kepercayaan dengan menitipkan putra-putri di Paud Kartika Jaya Koordinator Korem 033 Cabang I Bukit Barisan untuk belajar bersama. mudah-mudahan bimbingan yang ikhlas yang telah diberikan para guru bermanfaat bagi peseta didik dan menjadi modal dasar untuk melangkah pada tahapan pendidikan berikutnya.

Turut hadir dalam acara seremonial perpisaan murid paud yayasan Kartika Jaya Koordinator Korem 033 Cabang I Bukit Barisan Ketua Yayasan, Wakil Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator Korem 033 Cabang I Bukit Barisan, Kepala Sekolah Yayasan, Guru2 Yayasan Kartika Jaya Koordinator Korem 033 Cabang I Bukit Barisan serta wali murid. (penrem 033/wp)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Gubernur H Nurdin Basirun mengingatkan agar rapat koordinasi dan evaluasi yang digelar Dinas Pendidikan Kepri tidak hanya sebatas tulisan di backdrop saja. Tetapi harus memberikan hasil dan rekomendasi krusial untuk kemajuan dunia pendidikan di Provinsi Kepri. Perkuatan karakter peserta didik menghadapi revolusi 4.0 perlu menjadi fokus utama.

Hal itu disampaikan Nurdin saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi dan Evaluasi Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Tahun 2019,  Rabu, 20 Maret di Hotel BCC Batam.  Tema yang diangkat “Menguatkan Pendidikan yang Berkarakter dan Bermutu untuk Menghadapi Ravolusi Industri 4.0”

“Persaingan dunia pendidikan Kepri tidak lagi dari dalam negeri, tetapi dari luar negeri. Kondisi geografis Kepri yang mengharuskan dunia pendidikan kita untuk siap bersaing di dunia internasional. Untuk itu kita perlu persiapkan anak-anak didik Kepri untuk bisa menghadapi revolusi industri 4.0 ini,” tegas Nurdin.

Menurut Nurdin, dunia pendidikan di Kepri perlu difokuskan pada pembentukan karakter, seperti mental anak didik yang kuat, disiplin,  tanggung jawab, punya visi, jujur, dan berjiwa enterpreneur.

Karakter-karakter tersebut yang akan menjadi modal dasar anak didik bisa bersaing dalam dunia internasional dan nasional nantinya. Terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0 . Karakter yang kuat juga membentuk pribadi tangguh peserta didik sehingga tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif seiring berjalannya revolusi industri 4.0.

Menurut Nurdin tantangan pendidikan di era revolusi industri 4.0 berupa perubahan dari cara belajar, pola berpikir serta cara bertindak para peserta didik dalam mengembangkan inovasi kreatif berbagai bidang. Dalam perjalanannya tentu banyak halangan yang dihadapi.

“Tetapi semua itu jangan dijadikan hambatan. Tapi jadikan sebagai tantangan untuk maju. Setiap kesulitan itu pasti ada kemudahan. Pasti ada kegunaannya,” ujar Nurdin.

Terakhir, Nurdin berharap ada kesepakatan dan tekad yang kuat yang dihasilkan dari rapat koordinasi dan evaluasi Dinas Pendidikan Kepri, terutama dalam mempersiapkan peserta didik dan tenaga pendidik dalam menghadapi era digital tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Muhammad Dalli menyebutkan era digital mempunyai banyak ancaman apabila tidak diwaspadai terlebih dahulu. Secara global, era ini dapat menghilangkan sekitar 1 sampai 1,5 juta pekerjaan dalam kurun waktu 10 tahun karena adanya peran pengganti manusia dengan mesin otomatis. Selain itu, 65% murid usia sekolah di dunia akan bekerja pada profesi yang belum pernah ada saat ini.

“Untuk itu tenaga pendidik di era revolusi industri harus meningkatkan pemahaman dalam mengekspresikan diri di bidang literasi media, memahami informasi yang akan dibagikan kepada para peserta didik serta menemukan analisis untuk menyelesaikan permasalahan akademisi literasi digital,” jelasnya.

Harapannya, semua pihak harus meningkatkan kolaborasi dalam orientasi pendidikan mendatang serta mengubah kinerja sistem pendidikan yang dapat mengembangkan kualitas pola pikir pelajar dan penguatan digitalisasi pendidikan yang berbasis aplikasi.

Rakor dan evaluasi Disdik merupakan program besar tahunan dinas pendidikan, dan juga menjadi agenda utama dalam realisasi pelaksanaan kegiatan APBD setiap tahunnya. Dalam rakor tahun ini, diantara agenda yang akan menjadi pembicaraan penting diantaranya Pelaksanaan Ujian Nasional TP. 2018/2019, Penyusunan Kalender Pendidikan TP. 2019/2020, PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), Kelompok Pengawas dan Persekolahan SMA/SMK dan SLB.

Turut hadir pada acara tersebut, Anggota DPRD Kepri Yusrizal, Asnah, Saptono Mustakim, dan Burhanuddin Nur, Ombudsman Kepri Lagat Siagian, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Kepri dan tenaga pendidik. (humaskepri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Kepri (Disdik Pemprov) Kepri berikan paparan tentang pendidikan karakter di SMAN 1 Lingga, Kamis, 7 Februari 2019 sore.

Adimaja, Kasi PPK Didik Pemprov Kepri dihadapan ratusan siswa SMAN 1 Lingga menjelaskan pendidikan karakter. Dalam konsep ini, katanya, akan menghasilkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual.

Membangun Kekompakan Menuju Kepri Kedepan

Adimaja menjelaskan karakter yang dibangun dalam program ini adalah untuk menciptakan siswa yang mandiri. Lalu, tambahnya, menanamkan jiwa kerjasama dan gotong royong.

“Gotong royong yang dibangun ini adalah sebuah kerjasama yang positif. Bukan kerjasama negatif, seperti saling contek dan lainnya yang tidak baik,” ujar Adimaja.

Mendagri Minta Peserta Pemilu Lakukan Kampanye Bermartabat

Strategi INDR4 untuk Jadi Wakil Rakyat Terungkap di Dapur mediakepri.co.id

Selanjutnya, karakter yang lainnya yakni nasionalis, cinta tanah air dan bangsa. Dan terakhir, karakter yang religius.

“Jadilah siswa yang berprestasi yang memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan religius. Dan siswa seperti ini merupakan generani emas bangsa Indonesia,” katanya.

Lebih jauh, Adimaja menambahkan, setelah karakter ini terbangun dan tertanam dengan baik, maka selanjutnya, membangun pendidikan karakter ini yang diharmonisasikan dengan olah hati, olah rasa, olah pikir dan olahraga. (eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun menerima penghargaan Dwija Praja Nugraha dari PGRI Pusat yang disampaikan langsung Presiden Jokowi di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 1 Desember 2018.

Penghargaan tertinggi dunia pendidikan ini diserahkan di hadapan 40 ribu guru yang hadir. Nurdin mendapat penghargaan bidang pembangunan pendidikan, profesionalitas dan kesejahteraan guru.

Terkait penghargaan ini, kata Nurdin, bukanlah menjadi miliknya. Penghargaan ini milik seluruh masyarakat, khususnya PGRI Kepri. Karena kemajuan pendidikan di Kepri bukan peran dia sendiri, tetapi semua komponen masyarakat.

“Tak mungkin hanya dirinya sendiri yang bekerja untuk melakukan perubahan dan lomptan besar sehingga mencapai kesuksesan seperti yang diraih saat ini,” kata anak seorang guru ini usai menghadiri puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2018 dan HUT ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Nurdin mengatakan, Pemprov Kepri terus meningkatkan mutu pendidikan dengan melalui berbagai cara. Pertama dengan mengalokasian anggaran pendidikan hingga 25 persen di APBD. Perhatian untuk para guru terus ditingkatkan, terlebih guru SLTA yang sudah berada di provinsi. Pembangunan infrastruktur pendidikan, sarana dan prasarana juga terus digesa. Beberapa sekolah terus mengalami peremajaan dan digantikan dengan bangunan uang lebih representatif.

BACA JUGA

Karena itu, Nurdin mengajak para guru untuk terus meningkatkan kompetensinya. Guru-guru pun disaran untuk meningkatkan pendidikannya, hingga tingkat doktoral. “Biar ke depan Kepri memiliki guru-guru yang hebat,” kata Nurdin.

Guru-guru yang hebat itu, kata Nurdin, akan melahirkan generasi hebat pula. Ke depan, ikut juga meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Kepri. Saat ini, IPM Kepri merupakan yang tertinggi di Sumatera dan nomor empat di Indonesia. Sama seperti program pusat, saat ini Pemprov Kepri juga memprioritaskan pembangunan SDM. Semua sektor SDM, baik di bidang olah raga, agama, kesehatan dan lainnya.

Di hadapan para guru yang hadir, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah pada tahun 2019 akan fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, kualitas sumber daya manusia Indonesia harus ditingkatkan untuk dapat bersaing dengan negara lain. “Kualitas SDM di semua jenis profesi serta kualitas SDM di usia dini dan remaja harus kita tingkatkan secara signifikan,” kata Jokowi.

Ini Guru dan Kepsek Berprestasi di Lingga

Solo, Kota yang Mempersatukan Semangat Guru di Indonesia

Anambas Butuh “Sentuhan” Guru Negeri

Saat pembangunan SDM ini menjadi fokus utama pemerintah, tambah Kepala Negara, maka di sinilah peran guru akan menjadi krusial. Guru sebagai ujung tombak pembangunan SDM, sambung Presiden, juga harus meningkatkan profesionalisme sekaligus menjadi agen-agen transformasi penguatan SDM.

Presiden mengingatkan, di tengah dunia yang berkembang dengan cepat lewat perkembangan teknologinya, para guru juga diharapkan untuk dapat mengambil peran yang lebih dari sekadar mengajar, tetapi juga mengelola belajar siswa. Guru dituntut lebih fleksibel, kreatif, menarik, dan lebih menyenangkan bagi para siswa.(humaskepri)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun harus menghentikan kapal pendidikan yang membawa anak-anak dari Pulau Rejai ke Tanjung Lipat, Kabupaten Lingga. Nurdin merasa bahwa keberadaan anak-anak yang sedang duduk di atas kapal, sangat berbahaya kita laut tidak bersahabat.

“Saya kira kapalnya penuh tadi, makanya saya stop. Rupanya cari angin di luar,” kata Nurdin, dalam kunjungannya ke Lingga pekan lalu.

Nurdin yang sedang berkunjung di Pulau Rejai, berencana kembali ke Tanjungpinang. Dalam perjalanan tersebut, Nurdin bertemu dengan kapal pendidikan yang sedang mengangkut para siswa.

Karena melihat para siswa banyak yang duduk di atas, Nurdin langsung menghentikan kapalnya. Begitu berhenti, dan kapal yang membawa Nurdin merapat ke kapal pendidikan, baru terlihat bahwa para pelajar memang lebih senang berada atas.

Meski anak-anak pulau itu “akrab” dengan laut tersebut, tapi bagi Nurdin keselamatan adalah yang utama. Nurdin langsung berpesan kepada nahkodanya untuk lebih berhati-hati. Karena segala resiko di laut dapat terjadi kapan saja.

“Apalagi kapal belum dilengkapi pelampung,” kata Nurdin.

Pompong bantuan Dinas Pendidikan tersebut setiap hari membawa anak anak sekolah dari Pulau Rejai ke Tanjung Lipat. Nurdin langsung memerintahkan Kadisdik untuk segera memberi bantuan pelampung.

Kalau pelampung sudah diberikan, Nurdin minta dikenakan saat sedang di laut.

Nurdin melihat kapal tersebut agak kurang pas dalam hal kenyamanan. Sehingga anak-anak lebih senang berada di atas kapal.

Nurdin pun berpesan, bantuan-bantuan yang diberikan kepada masyarakat harus pas dan sesuai kebutuhan. Setelah dibantu, harus terus dievaluasi. Dehingga bantuan-bantuan ke depan semakin pas.

“Apalagi untuk kapal untuk pelajar, semua harus nyaman dan penuh keselamatan,” kata Nurdin.

Ketika menghentikan kapal dan bertemu pada pelajar, Nurdin tak lupa “menguji” pengetahuan anak-anak. Salah satunya menguji seorang pelajar untuk membacakan Pancasila. (**)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan pendidikan yang melahirkan sumber daya hebat merupakan kerja sama berbagai elemen. Masyarakat, orang tua, para guru, para pelajar dan semuanya sangat berjasa dalam memajukan pendidikan dan meningkatkan SDM.

“Tanpa dukungan dan peran serta mereka, pendidikan akan hambar,” kata Nurdin saat memberi Motivasi Wirausaha Muda di SMA Negeri 5, Batam, Kamis, 30 Agustus 2018. Pada kesempatan itu juga dilaksanakan serah terima Plt Kepala Sekolah SMA Negeri 23 dan SMA Negeri 24 Batam.

Nurdin mengungkapkan bahwa anak-anak Kepri pintar. Karena mereka di Kepri mereka banyak mengkonsumsi makanan laut yg segar.

Menurut Nurdin, tinggal para orang tua guru dan sekolah yang memoles anak anak itu semakin cemerlang. Kesungguhan anak-anak dalam belajar dan mewujudkan cita-cita mereka juga sangat penting.

“Tapi, selain pendidikan formal, pendidikan agama sangatlah penting,” kata Nurdin.

Nurdin mengatakan, ilmu yang tinggi jika tidak dibarengi ilmu agama yang baik tidak akan baik hasilnya. Pendidikan formal yang baik dibarengi ilmu agama, akan menghasilkan generasi yang baik pula.

Pendidikan di tingkat SMA, kata Nurdin, merupakan pondasi yang sangat penting dan dibutuhkan sebelum melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Bahkan jika langsung ke dunia kerja, mereka harus sudah siap.

“Marilah kita bergandeng tangan dan bekerja keras bersama sama membangun ahlak dan pendidikan yang baik di Kepri,” kata Nurdin. (*)

sumber: humaskepri.id

PENDIDIKAN

Minggu | 26 Agustus 2018 | 13:39

7 Tips Merancang Dana Pendidikan Anak

MEDIAKEPRI.CO.IDSebagai orangtua tentu memiliki harapan untuk memberikan segala yang terbaik bagi anak, termasuk juga dalam hal pendidikan.

Namun tak jarang hal ini memberikan beban tersendiri karena biaya pendidikan yang cenderung meningkat setiap tahun.

Bila tidak dipersiapkan dengan cermat, tentu akan menggoyahkan keuangan dan pendidikan anak pun terancam terganggu. Untuk itu, perencanaan dana pendidikan perlu disiapkan sejak dini, dan berikut ulasannya :

  1. Persiapkan anggaran sedini mungkin

Jangan menunggu hingga anak siap untuk bersekolah baru mulai bingung mempersiapkan dananya, karena pada saat itu Anda sudah tidak mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan diri.

Sebaiknya persiapkan anggaran sedini mungkin bahkan sejak anak masih balita, sehingga Anda mempunyai waktu yang cukup dan tidak terlalu ketat dalam mengatur keuangan

  1. Atur jumlah anggaran pendidikan

Untuk menyiapkan dananya, Anda tentu perlu mengetahui berapa kira-kira jumlah anggaran yang dibutuhkan. Anda dapat mencari informasi mengenai biaya sekolah pada sekolah idaman.

Jangan lupa hitung pula berbagai biaya lain yang mungkin muncul, misalnya biaya ekstrakurikuler, biaya buku dan seragam, uang pangkal, hingga kebutuhan lainnya.

Bila sedang merancang pendidikan untuk sekolah lanjutan atau perguruan tinggi, pertimbangkan pula apakah ada rencana anak Anda untuk bersekolah di luar kota atau bahkan luar negeri?

Karena kondisi tersebut memerlukan penghitungan yang lebih kompleks dan lengkap, misalnya bila Anda berencana menyekolahkan anak keluar negeri, tentu harus memperhitungkan pula biaya akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kebutuhan hidup lainnya. Belum lagi biaya untuk pulang pergi kembali ke kampung halaman dan juga keperluan lainnya

Selanjutnya, perkirakanlah berapa banyak kenaikan rata-rata biaya tersebut setiap tahunnya. Hal ini digunakan untuk dapat menghitung berapa nilai anggaran tersebut beberapa tahun dari sekarang, ketika anak mulai memasuki sekolah tersebut.

  1. Atur anggaran untuk setiap anak

Setelah itu, persiapkan dana pendidikan untuk setiap anak. Jadi bila memiliki beberapa anak, maka pisahkanlah dana pendidikan untuk masing-masing, agar tiap anak memperoleh kepastian dan tidak terganggu oleh kebutuhan pendidikan saudaranya yang lain.

Untuk mempersiapkan dana tersebut, Anda dapat mengikuti asuransi pendidikan. Mengapa memilih asuransi pendidikan? Karena asuransi ini dapat memproteksi biaya pendidikan anak bila terjadi risiko kematian orang tua atau ketidakmampuan orang tua untuk mencari nafkah akibat cacat atau sakit.

  1. Berpikir realistis

Rancang anggaran pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Jangan sampai anggaran pendidikan yang terlalu besar mengganggu anggaran Anda untuk kebutuhan primer lain yang juga penting.

Apabila anak menginginkan sekolah pada tempat atau jurusan dengan biaya yang sangat besar, coba pikirkan alternatif lain yang lebih terjangkau. Solusi lainnya, Anda dapat mencoba mencari beasiswa. Tentu saja hal ini juga perlu dikomunikasikan pada buah hati agar mereka siap dan juga mampu mencetak prestasi yang sesuai dengan tujuan tersebut.

  1. Menentukan prioritas

Bila Anda merasa mulai kesulitan untuk mengatur dana pendidikan anak karena kebutuhan pengeluaran yang amat tinggi, maka mulailah menyusun daftar skala prioritas.

Pelajari anggaran apa yang dapat Anda kurangi untuk dialokasikan pada dana pendidikan. Contoh pos yang dapat dikurangi misalnya dana rekreasi dan hiburan di mana Anda dapat mengurangi makan-makan di restoran atau berbelanja di mal.

  1. Alokasi dana

Sisihkan dana dari pendapatan Anda dan pasangan minimal 10 persen sehingga target menabung atau membayar asuransi dapat terpenuhi. Cara ini membantu Anda untuk disiplin dalam mengumpulkan dana pendidikan anak.

  1. Bandingkan penawaran asuransi

Mintalah ilustrasi asuransi pendidikan kepada agen dari beberapa perusahaan asuransi. Jelaskan besar manfaat dan kualitas pendidikan yang Anda inginkan untuk anak Anda agar agen tersebut dapat memberikan ilustrasi yang tepat.

Dari ilustrasi tersebut Anda dapat mengetahui berapa premi yang harus dibayar, berbagai kelebihan dan kekurangan dari tiap perusahaan. Setelah itu, Anda dapat membandingkan dan menentukan mana yang terbaik.

Rancang dana pendidikan anak sejak dini, karena semakin anak dewasa maka waktu yang Anda miliki untuk menyiapkan dana pun semakin sedikit. Selain itu, semakin tinggi tingkat pendidikan anak, maka makin besar pula dana yang Anda butuhkan. (***)

sumber : disdik.kepriprov.go.id

OPINI

Kamis | 16 Agustus 2018 | 19:15

Pendidikan dalam Upaya Mengisi Kemerdekaan

Oleh : AMIR

Tahun 1945 Hiroshima dan Nagasaki lulu lantah di bom oleh Amirika Srikat, dan pada tahun yang sama tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia mencapai kemerdekaannya. Dengan lulu lantahnya jepang ini Kaisar Hirohito terpaksa menyerah kepada sekutu dan sang Kaisar berusaha mengumpulkan kembali semua jendral yang masih hidup dan tersisa lalu sang Kaisar bertanya kepada mereka “Berapa Jumlah Guru Yang Masih Tersisa?“.

Beberapa jenderal yang mendengar pertanyaan sang Kaisar Hirohito bingung dan menegaskan bahwa mereka bisa bertahan dalam menyelamatkan diri dan bisa melindungi Kaisar walau tanpa guru, namun ada yang mengejutkan yaitu jawaban sang Kaisar yaitu “Kita Telah Jatuh, Karena Kita Tidak Belajar”. Sang Kaisar juga memahami kalau jepang kuat dalam persenjataan namun lemah dalam strategi. Maka perintah selanjtnya dari kaisar yaitu mengumpulkan sejumlah guru yang masih tersisa dari seluruh pelosok, dan mereka akan bertumbuh kepada kekuatan.

Sejarah diatas mengingatkan kita betapa pentingnya pendidikan bagi sebuah bangsa, bangsa yang maju rata rata rakyatnya berpendidikan tinggi dan mampu bersaing dengan Negara Negara luar. Eropa menjadi salah satu rujukan pendidikan dunia kareana rakyatnya mampu mengatasi beberapa keadaan dan mendominasi kekuatan dunia, ini artinya upaya serius pemerintah dalam mengisi kemerdekaan melalui pendidikan adalah salah satu langkah yang sangat tepat, teknologi yang hebat butuh orang terdidik yang hebat untuk membuatnya, bahkan Negara yang tidak mempunyai banyak sumberdaya alam yang besar seperti jepang pun mampu mensulap negaranya karena pendidikan rakyatnya itu mampu dalam mengatasi persoalan.

Dalam upaya mengisi kemerdekaan, mulai dari resim orde lama sampai dengan reformasi telah banyak rakyat Indonesia yang sekolah atau disekolahkan Negara keluar negeri, tujuan tersebut tidak lain untuk menimba ilmu dari Negara yang sudah maju seperti Rusia, Amirika, Timur Tengah dan Negara Negara Lainnya. Selain itu Indonesia sekitar tahun 1970an pernah menjadi rujukan pendidikan diberbagai bidang oleh Negara Tetangga seperti Malaysia, Malaysia datang ke Indonesia dengan tujuan menimbah ilmu. Namun kenyataan yang ada saat ini justru berbalik dengan kondisi beberapa tahun silam dimana Malaysia datang ke Indonesia sekarang Indonesia lebih banyak belajar keluar.

Pertanyaan sederhana adalah,. Mengapa Indonesia masih belum bisa seperti Jepang? Tentu jawabannya juga sangat sederhana, kareana pada prinsipnya rakyat Indonesia bukan rakyat pemalas melainkan apa yang mau dikerjakan terkadang juga tidak tau apa yang harus dikerjakan karena faktor keterbatasan pendidikan. Jika pendidikan ini diatas rata rata maka dalam upaya mengisi kemerdekaan ini sangatlah muda diraihnya dalam menggapai cita cita tinggi bangsa. Contoh Lain, jika rakyat Indonesia mempunyai kemampuan mengelolah sumber daya alam yang sangat besar dan melimpah ini maka nasionalisasi perusahaan besar bisa dilakukan oleh rakyat Indonesia. Karena pada dasarnya tujuan pendidikan Indonesia sebagaimana yang diamanatkan dalam undang undang No 20 tahun 2013 tentang system pendidikan Nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dan secara umum yaitu mampu mencerdaska kehidupan bangsa.

Upaya dalam percepatan mengisi kemerdekaan ini salahsatunya melalui penguatan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia baik melalui pendidikan formal, non formal bahkan pendidikan informal sekalipun. Penegasan tentang penguatan pendidikan sebagaimana yang tertuang dalam UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 point 10, 11, 12, 13, dan 14 “satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan” Pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Selain penguatan tentang undang undang system pendidikan yaitu upaya minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan ini benar dijalankan dengan tujuan mempersiapkan generasi emas masa depan. Disisi lain pendidikan Indonesia yang ditangani oleh beberapa kementerian seperti; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (SD, SMP, SMA, Non Formal dan Informal), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (PTN/PTS), Kementerian Kesehatan (Poltekes), Kementrian Dalam Negeri (IPDN), Kementerian Keuangan (STAN), Kementerian Agama (MI, Mts, MA, UIN, STAIN), Kementerian Perhubungan (Pelayaran) dan Kemenkumham.

Berdasarkan sumebr dari data Kemendikbud tahun 2018 diperkirakan jumlah sekolah ada 217.586 dan Jumlah Guru sekitar 2.718.861 sementara Jumlah Siswa 45.379.879. Jumlah sebaran lembaga pendidikan ini mulai dari pelosok desa sampai dengan ibu kota diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan mampu mengisi kemerdekaan. Merdeka secara kebebasan berfikir, merdeka tanpa dijajah oleh asing baik sumberdaya alamnya atau pemikirannya.

Kemerdekaan ini tentu menjadi harapan setiap bangsa, namun pada kenyataan yang ada kemerdekaan ini seakan akan dimiliki oleh sebagian saja melihat sumberdaya alam melimpah seperti dipapua tetapi kesejahteraan rata rata masih beda jika dibandingkan dengan jawa. *

BIOGRAFI PENULIS:

Tempat / Tanggal lahir : Sumenep, 25 Agustus 1986
Aktifitas : Lulusan Universitas Negeri Malang (S2)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Menghadirkan motivator Nanang Qosim Yusuf, bright PLN Batam melalui program Program CSR nya mengundang sekitar 50 kepala sekolah se Kota Batam mengikuti Training The 7Awareness For Great Teacher yang diselenggarakan di Hotel Harmonie One, Batam, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Kehadiran motivator, Nanang Qosim Yusuf diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat seluruh kepala sekolah untuk memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan Batam. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diisi dengan beragam materi untuk memotivasi para kepala sekolah se-Kota Batam.

Nanang Qosim Yusuf, atau akrab disapa Nagoy tampil sebagai pembicara sekaligus motivator bagi para kepala sekolah agar mampu lebih peka dan siap menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks saat ini.

” Saya sangat terkesan mengikuti kegiatan ini. Kami jadi termotivasi lagi. Bahwa apa yang dialami oleh pembicara yang hadir, hampir sama seperti yang saya alami bahwa hidup itu adalah perjuangan dan penuh tantangan. Dan kita harus punya prinsip, bahwa kita harus bisa melakukan perubahan di mana pun kita bertugas,” ujar Kepala SDN 007 Nongsa, Suminem.

Suminem mengaku sering mengikuti kegiatan yang sama, namun kegiatan yang diselenggarakan oleh bright PLN Batam melalui program CSR-nya ini luar biasa.

“Saya katakan demikian karena kegiatan ini mampu menggugah hati kita untuk berbuat lebih bagus lagi,” ujarnya.

Dia berharap agar kegiatan Coorporate Social Responsibility (CSR) PLN Batam ini akan mengagendakan lagi kegiatan yang sama di waktu-waktu mendatang.

“Hal ini penting untuk me-review lagi apa yang telah kita dapatkan dari kegiatan ini. Semangatnya bahwa harus ada perubahan yang dapat kita rasakan, terutama dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Manager of Public Relation bright PLN Batam, Bukti Panggabean mengatakan, kegiatan yang dilakukan melalui program CSR bright PLN Batam ini sebagai wujud kepedulian PLN Batam bagi dunia pendidikan di Batam. CSR PLN Batam memiliki tujuh kepedulian, di antaranya sosial, lingkungan, agama, kesehatan, dan pendidikan.

“Kita memberikan motivasi kepada para kepala sekolah agar lebih bersemangt lagi mendidik generasi kita ke depan. Target peserta kita untuk tahap pertama adalah kepada sekolah. Sasarannya ke atas dulu (kepala sekolah) dan nanti turun ke guru dan siswanya. Jadi ini bertahap,” ungkapnya.

Kegiatan diselenggarakan selama dua hari. Hari pertama diikuti 50 kepala sekolah tingkat SD dan hari kedua, Ahad, 5 Agustus 2018 diikuti 50 kepala sekolah tingkat SMP. “Totalnya sebanyak 100 peserta,” tambah Bukti.

Dalam kesempatan sama, Nanang Qosim Yusuf atau Nagoy, mengatakan, kegiatan bertajuk Training The 7Awareness For Great Teacher ini sangat direspon dan disambut antusias oleh puluhan kepala sekolah yang hadir.

Kegiatan atau training ini, kata Nagoy, dibutuhkan para peserta untuk menghadapi berbagai tantangan di era millenial yang semakin kompleks, baik di sekolah, lingkungan, dan masyarakat.

“Tadi kami memberikan sesi bernama one minute awarness. Saya ambil qoute dalam seminar tadi, bahwa orang gagal itu punya ribuan alasan dan orang sukses hanya punya satu alasan yakni tidak ada alasan,” ujarnya.

“Nah kita ingin, kepala sekolah jangan banyak alasan, menunda-nunda pekerjaan yang harus segera dikerja. Seakan niat baik itu dibuat banyak alasan. Nah, tadi kita sepakat bahwa kita hanya punya satu alasan untuk membangun dunia pendidikan, yakni tidak ada alasan,” paparnya.

Berbagai pemaparan dan motivasi yang diberikan Nagoy diharapkan bisa mendorong para kepala sekolah menjadi guru di atas rata-rata.

“Masih ada sesi lainnya yang kita berikan untuk membangun motivasi mereka agar termotivasi dan memajukan dunia pendidikan di Batam,” pungkasnya.(kmg)

sumber: wartakepri.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Agar tercipta pendidikan berkualitas, Bupati Karimun Aunur Rafiq berpesan kepada kepala sekolah agar menjaga kerukunan di sekolah, khususnya antara kepala sekolah dengan para gurunya.

“Mari kita tingkatkan silaturrahmi antara kepala sekolah dan guru agar kualitas pendidikan di sekolah tersebut dapat berjalan baik. Saya tidak mau ada terjadi antara kepala sekolah dengan guru tidak bertegur sapa,” kata Rafiq saat acara silaturahmi Kelompok Kerja Kepala Sekokah (KKKS) SD/MI di Ungar, tadi pagi.

Mengatasi permasalahan tunjungan kepala sekolah yang turun, Rafiq mengatakan akan mengusahakan ke depannya kembali ditingkatkan. “Soal tunjangan, akan kita kembalikan sebagaimana biasanya,” tambahnya.

Junaidi, selaku Ketua KKKS mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh KKKS yang selaku tuan rumah bergantian.

Untuk tahun ini selaku tuan rumah oleh Kecamatan Ungar, dan tahun 2019 di fokuskan di Kecamatan Karimun, ungkap Junaidi.

Adapun jumlah anggota KKKS ini berjumlah 149 orang yang merupakan seluruh kepala sekolah SD/MI se-Kabupaten Karimun.

Acara dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus KKKS yang baru periode 2018 – 2021, yang dikukuhkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun.

Di akhir sambutan, Aunur Rafiq mengucapkan selamat kepada pengurus yang telah dilantik. “Semoga menjadi mitra bagi pemerintah dalam melaksanakan pendidikan di Kabulaten Karimun,” ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Kab. Karimun, OPD Karimun, FKPD Kecamatan dan undangan lainnya. (kmg/muhdsarih)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan Pemprov akan terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kepulauan Riau. Semua elemen harus bersama-sama, bergotong royong dan bahu membahu untuk menyelesaikan setiap permasalahan di dunia pendidikan, salah satunya saling koordinasi.

“Tenaga pendidik juga masih kurang sehingga harus segera kita penuhi. Ruang kelas belajar baru agar segera dibangun, hindari pungli,” kata Nurdin saat melakukan Kunjungan Kerja Pendidikan di Karimun, Sabtu, 21 Juli 2018 malam.

Dalam kunjungan itu, Nurdin yang didampingi Kadis Pendidikan Kepri H Muhammad Dali melakukan peninjauan ke lokasi Pembangunan SMA Negeri 5 Karimun. Selain itu Nurdin juga meninjau SMK Negeri 2 Karimun, SMK Negeri 1 Karimun dan SMA Negeri 1 Karimun.

Usai peninjauan, Nurdin bertemu dengan Kepala Sekolah SMAN dan SMKN se-Kabupaten Karimun di Hotel Holiday Karimun.

Dari peninjauan dan pertemuan ada beberapa sekolah yang mengalami penurunan prestasi. Menurut Nurdin, hal ini disebabkan kurang sinkron-nya peralatan sebagai bahan praktek yang belum dipahami tenaga pengajar.

Dengan pertemuan ini, kata Nurdin, setiap permasalahan dari sekolah SMA dan SMK harus diurai satu persatu untuk mencari solusi agar kedepannya hasil yang diperoleh lebih baik.

Beberapa di antara Kepala Sekolah dalam pertemuan itu meminta tambahan ruang kelas baru, laboratorium komputer dan jaringan komputer untuk menghadapi UNBK. Beberapa SMK meminta tenaga pendidik sesuai dengan bidang kompetensi mereka. Ada juga yang meminta alat-alat praktikum dan laboratorium.

Dalam pertemuan itu, Nurdin juga mengajakan para guru untuk bersama-sama memberi pemahaman orang tua untuk tidak memaksakan anak-anak kedepannya untuk menjadi Pegawai Negeri. Tetapi membaca peluang yang ada di depan mata harus segera ditangkap seperti industri dan wirausaha. Dari sini malah akan menciptakan lapangan pekerjaan

Gubernur juga mengimbau agar untuk penggunaan dana BOS jangan diganggu dan jalankan sesuai dengan juklak/juknis. Apabila ada terobosan dari Kepala Sekolah SMA/SMK segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi.

Kepada para guru yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Strata II, kata Gubernur, Dinas Pendidikan sudah MoU dengan Universitas Negeri Padang (UNP). Sementara untuk Tugas Belajar akan diterbitkan oleh Gubernur

Menurut Nurdin, ke depan, akan ada perbaikan dan peningkatan untuk kualitas tenaga pendidik, gedung sekolah dan sarana penunjang yang memadai. Kompetensi dan kesejahteraan para guru juga harus diperhatikan sehingga tidak banyak lagi anak-anak pulau yang berbondong-bondong untuk masuk ke sekolah yang ada di kota.

“Perlu juga ditekankan efisiensi penggunaan anggaran harus tepat sasaran sehingga pembangunan untuk Ruang Kelas Belajar Baru bisa maksimal dan sarana penunjang juga terpenuhi,” kata Nurdin. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Bunda Paud Bintan Ibu Hj Deby Maryanti mengatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam mewujudkan generasi emas Kabupaten Bintan kedepan.

Untuk mewujudkan itu, maka sangat diperlukan perluasan akses dan mutu layanan sebagai bagian dari strategi dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan anak usia dini.

Untuk itulah dirinya berkeinginan untuk mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif di Kabupaten Bintan.

Menurutnya , Paud Holistik Integratif merupakan pendidikan anak usia dini yang akan mengintegrasikan segala aspek dan nilai-nilai dalam pendidikan seperti nilai moral, etis, religius, psikologis, filosofis, dan sosial dalam kesatuan yang dilakukan secara menyeluruh antara jiwa dan badan serta aspek material dan aspek spiritual untuk memenuhi kebutuhan esensial anak.

” Konsep yang dikembangkan sangat bagus , nantinya PAUD Holistik bertugas tidak hanya memberikan pembelajaran dan pendidikan saja namun mereka diajarkan cara pola pengasuhan anak yang benar, cara peningkatan pengembangan gizi balita hingga peningkatan kualitas pendidikan orang tua (Smart Parenting) ” ujarnya saat mengunjungi Paud Holistik Integratif Bunda Ganesa di Kota Bandung, Selasa, 17 Juli 2018 lalu.

Ditambahkannya juga bahwa mengembangkan pendidikan PAUD yang holistik dan integratif, akan meliputi aspek pendidikan, kesehatan gizi, dan perlindungan kesejahteraan.

Selain itu, menurutnya ada 5 kebutuhan yang menjadi hak anak yaitu ;

1. Hak anak untuk terjaga dan terhindar dari penyakit
2. Hak mendapatkan kecukupan gizi sebagai sarana untuk memaksimalkan kemampuan otaknya dan bereksplorasi
3. Hak mendapatkan stimulasi yang baik
4. Hak mendapatkan pola pengasuhan yang baik.
5. Hak perlindungan dari kekerasan fisik dan kekerasan psikologis.

” Kita harus terus bergerak selangkah lebih kedepan. Inovasi-inovasi pola asuh harus disesuaikan dengan pola perkembangan zaman. Jadi mindset pola pengasuhan terhadap anak harus terus berkembang, kedepannya fungsi Paud bukan hanya untuk sekedar taman bermain anak tapi lebih daripada itu ” tutupnya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Gubernur H Nurdin Basirun berharap Inggris berpartisipasi dalam pembangunan di Kepulauan Riau. Partisitasi terbesar diharapkan di sektor pendidikan. Dengan memiliki ilmu dan keahlian, masa depan generasi Kepri akan jauh semakin baik.

“Saya berharap Pak Dubes mendorong negaranya untuk dapat ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan di Indonesia, khususnya Kepri,” kata Nurdin saat bertemu dengan Moazzam Malik, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste di Nongsa Digital Park, Batam, Rabu 30 Mei 2018.

Nurdin berharap Tim Kedubes Inggris secepatnya mengurus perizinan tenaga pendidik untuk membangun lembaga pendidikan di Kepri. Karena, jika ada kendala bisa segera bisa diselesaikan. Di Kepri sendiri, Nurdin akan mempercepat segala prosesnya.

“Kita akan bantu. Apalagi untuk pendidikan,” kata Nurdin.

Nurdin senang karena yang akan dibangun di Kepri adalah Digital Ekonomi dan Medical Ekonomi. Nurdin berharap tahun ini sudah dimulai. Karena semua ini akan mendorong industri kesehatan, digital dan industri lainnya untuk lebih tumbuh kembang.

“Saya berharap anak anak Kepri dididik menjadi entepreneur. Berperan dalam perkembangan digital dan medical ekonomi,” harap Nurdin.

Dubes Moazzam berharap memang ada kerja sama- kerja sama yang sangat penting antara Kepri dan United Kingdom. Meski baru pertama kali menjejakkan kaki di Kepri, khususnya Batam, Moazzam yakin dengan potensi besar Negeri Segantang Lada ini.

“Pendidikan sangat penting bagi kita semua. Semoga anak anak Indonesia khususnya Kepri mendapatkan pendidikan yang layak, hingga ke jenjang yang paling tinggi,” kata Moazzam.

Moazzam menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris anak-anak Kepri. Karena jika ilmu tinggi tapi tidak dapat berkomunikasi akan sulit mempresentasikannya.

Moazzam mengatakan UK memiliki pendidikan tinggi yang baik. Dia mengilustrasikan kerja sama beberapa universitas di UK dengan Indonesia. Saat it bahasa menjadi salah satu hambatan.

“Beberapa provinsi di Indonesia bekerja sama dengan perguruan tinggi di Inggris untuk saling membantu. Dan bahasa menjadi hambatan yang cukup besar,” kata Moazzam.

Menurut Moazzam, jika Kepri ingin bersaing dengan Singapura dan Malaysia ataupun negara lainnya, bahasa Inggris menjadi kuncinya.

Moazzam juga berharap selain kerja sama dalam bidang pendidikan, UK dapat bekerja sama dengan Indonesia, khusunya Kepri dalam hal infrastruktur.

“Jangan ragukan kualitas pembangunan kontraktor Inggris. Banyak fasilitas yang sudah dibangun di seluruh dunia,” kata Moazzam.

Dalam pada itu, Owner Citra Mas Group, mengatakan langkah awal yang dilakukan dengan mengundang guru-guru dari Inggris. Banyak hal yang bisa dikerjasamakan, sehingga daerah ini semakin berkembang.

“Bisa bekerja sama dalam melestarikan terumbu karang. Berharap anak-anak dari Inggris akan datang ke Kepri untuk belajar tentang terumbu karang. Untuk itulah bahasa Inggris sangat diperlukan oleh masyarakat kita. Untuk berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara,” Kris mencontohkan. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Wakil Gubernur H Isdianto menegaskan Pemprov Kepri sangat mengapresiasi segala bentuk kegaitan kemahasiswaan yang bersifat positif dan bermanfaat, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga dari lingkungan sekitar, masyarakat dan negara.

Mahasiswa juga dituntut harus memliki wawasan kebangsaan dan juga nasionalis yang tinggi, terlebih bila dihadapkan dengan tantangan saat ini.

“Pastinya tantangan saat ini jauh lebih berat. Karena itu kalian harus terus belajar dan berlatih. Agar menjadi mahasiswa yang sigap cekatan guna mengisi pembangunan,“ kata Isdianto saat Penutupan Pendidikan Dasar Militer Angkatan XI Gelombang I Tahun Anggaran 2018 Resimen Mahasiswa Mahabahari Provinsi Kepulauan Riau di Batalion Raider Khusus Yonif 136/Tuah Sakti Barelang Batam, Rabu, 9 Mei 2018.

Pelaksanaan pendidikan Menww bela negara berlangsung sejak 30 April diikuti 54 orang perwakilan mahasiswa-mahasiswi dari 7 perguruan tinggi se-Kepri.

Selama mengikuti pendidikan para menwa mendapatkan pelatihan bela negara yang berisikan materi pokok dan materi pelengkap. Materi pokok terdiri peraturan militer dasar, pengetahuan teknik tempur, pendidikan jasmani militer, latihan berganda, kemenwaan dan kepemimpinan TNI.

Materi pelengkap terdiri dari penegenalan matra darat, bela negara, narkoba intelejen dan pengamanan. Juga ada materi tambahan seperti jam komandan jam cadang dan juga jam upacara.

Isdianto mengatakan, pelatihan ini menjadi salah satu bukti kecintaan pada negara. Menurut Isdianto, pelatihan ini bukan merupakan akhir, tapi awal untuk melakukan pengabdian kepada organisasi, almamater dan negara.

“Buktikan bahwa latihan ini benar-benar menempa semangat dan jiwa bela negara untuk tujuan yang mulia,” kata Isdianto.

Isdianto mengatakan wilayah Kepri yang berada di perbatasan dan miniatur NKRI harus terus dijaga tetap utuh dan tidak mudah dipecah belah. Termasuk cepat dan mudah terprovokasi dari isu dab kabar kabar hoax. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Gubernur H Nurdin mengatakan, pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas. Apalagi Kepri yang berada di garda terdepan, segala macam pengaruh masuk dan yang beraura negatif perlu pendidikan yang baik sebagai tameng. Pendidikan formal yang digali selama masa sekolah tidaklah berarti tanpa ada nya pendidikan keagamaan.

“Pendidikan tanpa agama layaknya seperti orang yang lumpuh, keduanya harus saling berdampingan,” kata Nurdin saat menjadi Inspektur Upacara pada upacara gabungan SMP dan SMA se-Kecamatan Singkep di lapangan SMAN 1 Singkep, Kabupaten Lingga, Senin, 7 Mei 2018 pagi.

Gubernur mengatakan bahwa pelimpahan wewenang pendidikan sekolah menengah ke atas ke pemerintah provinsi adalah upaya memfokuskan arah untuk peningkatan pendidikan lebih baik lagi. Agar mereka lebih berdaya saing dan mampu berkompetensi.

“Ini merupakan tujuan pembangunan kita dibidang pendidikan,” kata Nurdin.

Pembangunan infrastrukur pendidikan kata Nurdin perlu untuk terus diupayakan dan digesa. Kelengkapan fasilitas tersebut dibutuhkan dalam menunjang para pelajar untuk mendapat pendidikan yang maksimal.

“Itu merupakan bentuk keseriusan pemerintah meningkatkan pendidikan demi masa depan yang cerah,” tambah Nurdin lagi.

Kepada para pelajar yang hadir Nurdin berpesan untuk tidak mensia-siakan waktu yang ada, melewatkan kesempatan mengenyam pendidikan agar tidak menyesal dikemudian hari.

“Kalian lah yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan, maka berilah kontribusi yang maksimal dalam pembangunan kedepan,” pesan Nurdin.

Pasukan upacara sendiri terdiri dari pelajar SMAN 1, SMAN 2, SMPN 1, SMPN 3, SMK Mahardikaa, MA Al-Barokah beserta jajaran majelis Guru. Sehabis upacara Gubernur telah menyiapkan 5 buah sepeda yang kemudian diberikan kepada para siswa yang dapat menjawab kuis dari Gubernur.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah, Anggota DPRD Provinsi Kepri Tawarich, Wakil Bupati Lingga M Nizar, Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Perwakilan FKPD dan OPD beserta tamu undangan lainnya.(humas)

Abdul Kahar Muzakir Rektor Pertama UII

MEDIAKEPRI.CO.ID – Prof. KH. Abdoel Kahar Moezakir atau ejaan baru Abdul Kahar Muzakir, adalah Rektor Magnificus yang dipilih Universitas Islam Indonesia (UII) yang pertama dengan nama STI. Ia menjabat sebagai rektor UII selama dua periode yaitu sejak 1945 – 1948 dan 1948 – 1960. Abdul Kahar Muzakir juga merupakan anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Tokoh Islam yang pernah menjadi anggota Dokuritsu Zunby Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) ini pula yang tetap dipertahankan ketika UII dihadirkan sebagai pengganti STI pada 4 Juni 1948. Pada masa sekarang ia diusulkan untuk dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Ia lahir di Yogyakarta pada tahun 1908. Abdul Kahar melanjutkan pendidikan pesantren di Mambaul Ulum di Solo. Sementara itu, pendidikan lanjutannya ia selesaikan di pesantren Jamsaren di Jawa Tengah dan Pesantren Tremas di Jawa Timur, tempat terakhir pendidikan formalnya di Indonesia.

Pada tahun 1925, saat ia masih berusia 16 tahun, Abdul Kahar melanjutkan pendidikannya di Kairo, Mesir. Di Kairo ia memasuki Darul Ulum sebuah fakultas baru pada Universitas Fuad (sekarang Kairo), dan lulus dari Universitas tersebut pada tingkat lanjut dalam Hukum Islam, Ilmu Pendidikan, Bahasa Arab dan Yahudi tahun 1936.

Sepulangnya ke Indonesia, Abdul Kahar sudah mulai terjun ke dalam dunia politik Indonesia. Ia bergabung dengan Partai Islam Indonesia (PII) saat usianya menginjak 28 tahun. Di PII ia terpilih menjadi salah satu komisaris hingga tahun 1941.

Ketika masih pada pendudukan Jepang, Abdul Kahar menjabat sebagai Wakil Ketua di Departemen Agama. Abdul Kahar juga pernah menjabat sebagai Dewan Penasehat Pusat, yang kemudian membawanya berada di Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), mewakili organisasi Islam.

Dua bulan menjelang kemerdekaan Ia menjadi subkomite BPUPKI, dan bersama 9 anggota lainnya, termasuk Soekarno dan Hatta, ia ikut menandatangani “Piagam Jakarta”, Mukaddimah tidak resmi Undang-Undang Dasar 1945.

Setelah masa kolonial, Abdul lebih berfokus pada perkembangan serta memajukan dunia pendidikan (tinggi) Islam di Indonesia. Abdul memiliki peran besar dalam pendirian Sekolah Tinggi Islam (STI), ketika menjelang berakhirnya masa pendudukan Jepang. Ia pula yang akhirnya bersama Moh. Hatta memimpin lembaga pendidikan ini.

Hatta berperan sebagai direktur Badan Usahanya, dan Abdul merupakan rektor pertamanya. Pada tahun 1946, STI dipindahkan ke Yogyakarta. Yang kemudian pada tanggal 10 Maret 1948 berganti nama menjadi Unversitas Islam Indonesia (UII). Selain itu, beliau juga pernah ikut berpartisipasi mendirikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri Yogyakarta, yang sekarang dikenal sebagai IAIN Sunan Kalijaga itu.

Bagi UII, ia mempunyai arti amat penting. Selain memang ia sendiri termasuk pendirinya, Prof. Abdul Kahar Muzakkir merupakan orang pertama dan terlama yang pernah memegang jabatan rektor yang dipegangnya selama tak kurang dari 12 tahun (1948–1960).

Abdul Kahar Muzakir meninggal dunia di Yogyakarta pada tahun 1973 dalam usia 65 tahun. Ia meninggal karena serangan jantung.

sumber: wikipedia.org/tirto.id