Pendidikan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun harus menghentikan kapal pendidikan yang membawa anak-anak dari Pulau Rejai ke Tanjung Lipat, Kabupaten Lingga. Nurdin merasa bahwa keberadaan anak-anak yang sedang duduk di atas kapal, sangat berbahaya kita laut tidak bersahabat.

“Saya kira kapalnya penuh tadi, makanya saya stop. Rupanya cari angin di luar,” kata Nurdin, dalam kunjungannya ke Lingga pekan lalu.

Nurdin yang sedang berkunjung di Pulau Rejai, berencana kembali ke Tanjungpinang. Dalam perjalanan tersebut, Nurdin bertemu dengan kapal pendidikan yang sedang mengangkut para siswa.

Karena melihat para siswa banyak yang duduk di atas, Nurdin langsung menghentikan kapalnya. Begitu berhenti, dan kapal yang membawa Nurdin merapat ke kapal pendidikan, baru terlihat bahwa para pelajar memang lebih senang berada atas.

Meski anak-anak pulau itu “akrab” dengan laut tersebut, tapi bagi Nurdin keselamatan adalah yang utama. Nurdin langsung berpesan kepada nahkodanya untuk lebih berhati-hati. Karena segala resiko di laut dapat terjadi kapan saja.

“Apalagi kapal belum dilengkapi pelampung,” kata Nurdin.

Pompong bantuan Dinas Pendidikan tersebut setiap hari membawa anak anak sekolah dari Pulau Rejai ke Tanjung Lipat. Nurdin langsung memerintahkan Kadisdik untuk segera memberi bantuan pelampung.

Kalau pelampung sudah diberikan, Nurdin minta dikenakan saat sedang di laut.

Nurdin melihat kapal tersebut agak kurang pas dalam hal kenyamanan. Sehingga anak-anak lebih senang berada di atas kapal.

Nurdin pun berpesan, bantuan-bantuan yang diberikan kepada masyarakat harus pas dan sesuai kebutuhan. Setelah dibantu, harus terus dievaluasi. Dehingga bantuan-bantuan ke depan semakin pas.

“Apalagi untuk kapal untuk pelajar, semua harus nyaman dan penuh keselamatan,” kata Nurdin.

Ketika menghentikan kapal dan bertemu pada pelajar, Nurdin tak lupa “menguji” pengetahuan anak-anak. Salah satunya menguji seorang pelajar untuk membacakan Pancasila. (**)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan pendidikan yang melahirkan sumber daya hebat merupakan kerja sama berbagai elemen. Masyarakat, orang tua, para guru, para pelajar dan semuanya sangat berjasa dalam memajukan pendidikan dan meningkatkan SDM.

“Tanpa dukungan dan peran serta mereka, pendidikan akan hambar,” kata Nurdin saat memberi Motivasi Wirausaha Muda di SMA Negeri 5, Batam, Kamis, 30 Agustus 2018. Pada kesempatan itu juga dilaksanakan serah terima Plt Kepala Sekolah SMA Negeri 23 dan SMA Negeri 24 Batam.

Nurdin mengungkapkan bahwa anak-anak Kepri pintar. Karena mereka di Kepri mereka banyak mengkonsumsi makanan laut yg segar.

Menurut Nurdin, tinggal para orang tua guru dan sekolah yang memoles anak anak itu semakin cemerlang. Kesungguhan anak-anak dalam belajar dan mewujudkan cita-cita mereka juga sangat penting.

“Tapi, selain pendidikan formal, pendidikan agama sangatlah penting,” kata Nurdin.

Nurdin mengatakan, ilmu yang tinggi jika tidak dibarengi ilmu agama yang baik tidak akan baik hasilnya. Pendidikan formal yang baik dibarengi ilmu agama, akan menghasilkan generasi yang baik pula.

Pendidikan di tingkat SMA, kata Nurdin, merupakan pondasi yang sangat penting dan dibutuhkan sebelum melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Bahkan jika langsung ke dunia kerja, mereka harus sudah siap.

“Marilah kita bergandeng tangan dan bekerja keras bersama sama membangun ahlak dan pendidikan yang baik di Kepri,” kata Nurdin. (*)

sumber: humaskepri.id

PENDIDIKAN

Minggu | 26 Agustus 2018 | 13:39

7 Tips Merancang Dana Pendidikan Anak

MEDIAKEPRI.CO.IDSebagai orangtua tentu memiliki harapan untuk memberikan segala yang terbaik bagi anak, termasuk juga dalam hal pendidikan.

Namun tak jarang hal ini memberikan beban tersendiri karena biaya pendidikan yang cenderung meningkat setiap tahun.

Bila tidak dipersiapkan dengan cermat, tentu akan menggoyahkan keuangan dan pendidikan anak pun terancam terganggu. Untuk itu, perencanaan dana pendidikan perlu disiapkan sejak dini, dan berikut ulasannya :

  1. Persiapkan anggaran sedini mungkin

Jangan menunggu hingga anak siap untuk bersekolah baru mulai bingung mempersiapkan dananya, karena pada saat itu Anda sudah tidak mempunyai banyak waktu untuk mempersiapkan diri.

Sebaiknya persiapkan anggaran sedini mungkin bahkan sejak anak masih balita, sehingga Anda mempunyai waktu yang cukup dan tidak terlalu ketat dalam mengatur keuangan

  1. Atur jumlah anggaran pendidikan

Untuk menyiapkan dananya, Anda tentu perlu mengetahui berapa kira-kira jumlah anggaran yang dibutuhkan. Anda dapat mencari informasi mengenai biaya sekolah pada sekolah idaman.

Jangan lupa hitung pula berbagai biaya lain yang mungkin muncul, misalnya biaya ekstrakurikuler, biaya buku dan seragam, uang pangkal, hingga kebutuhan lainnya.

Bila sedang merancang pendidikan untuk sekolah lanjutan atau perguruan tinggi, pertimbangkan pula apakah ada rencana anak Anda untuk bersekolah di luar kota atau bahkan luar negeri?

Karena kondisi tersebut memerlukan penghitungan yang lebih kompleks dan lengkap, misalnya bila Anda berencana menyekolahkan anak keluar negeri, tentu harus memperhitungkan pula biaya akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kebutuhan hidup lainnya. Belum lagi biaya untuk pulang pergi kembali ke kampung halaman dan juga keperluan lainnya

Selanjutnya, perkirakanlah berapa banyak kenaikan rata-rata biaya tersebut setiap tahunnya. Hal ini digunakan untuk dapat menghitung berapa nilai anggaran tersebut beberapa tahun dari sekarang, ketika anak mulai memasuki sekolah tersebut.

  1. Atur anggaran untuk setiap anak

Setelah itu, persiapkan dana pendidikan untuk setiap anak. Jadi bila memiliki beberapa anak, maka pisahkanlah dana pendidikan untuk masing-masing, agar tiap anak memperoleh kepastian dan tidak terganggu oleh kebutuhan pendidikan saudaranya yang lain.

Untuk mempersiapkan dana tersebut, Anda dapat mengikuti asuransi pendidikan. Mengapa memilih asuransi pendidikan? Karena asuransi ini dapat memproteksi biaya pendidikan anak bila terjadi risiko kematian orang tua atau ketidakmampuan orang tua untuk mencari nafkah akibat cacat atau sakit.

  1. Berpikir realistis

Rancang anggaran pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Jangan sampai anggaran pendidikan yang terlalu besar mengganggu anggaran Anda untuk kebutuhan primer lain yang juga penting.

Apabila anak menginginkan sekolah pada tempat atau jurusan dengan biaya yang sangat besar, coba pikirkan alternatif lain yang lebih terjangkau. Solusi lainnya, Anda dapat mencoba mencari beasiswa. Tentu saja hal ini juga perlu dikomunikasikan pada buah hati agar mereka siap dan juga mampu mencetak prestasi yang sesuai dengan tujuan tersebut.

  1. Menentukan prioritas

Bila Anda merasa mulai kesulitan untuk mengatur dana pendidikan anak karena kebutuhan pengeluaran yang amat tinggi, maka mulailah menyusun daftar skala prioritas.

Pelajari anggaran apa yang dapat Anda kurangi untuk dialokasikan pada dana pendidikan. Contoh pos yang dapat dikurangi misalnya dana rekreasi dan hiburan di mana Anda dapat mengurangi makan-makan di restoran atau berbelanja di mal.

  1. Alokasi dana

Sisihkan dana dari pendapatan Anda dan pasangan minimal 10 persen sehingga target menabung atau membayar asuransi dapat terpenuhi. Cara ini membantu Anda untuk disiplin dalam mengumpulkan dana pendidikan anak.

  1. Bandingkan penawaran asuransi

Mintalah ilustrasi asuransi pendidikan kepada agen dari beberapa perusahaan asuransi. Jelaskan besar manfaat dan kualitas pendidikan yang Anda inginkan untuk anak Anda agar agen tersebut dapat memberikan ilustrasi yang tepat.

Dari ilustrasi tersebut Anda dapat mengetahui berapa premi yang harus dibayar, berbagai kelebihan dan kekurangan dari tiap perusahaan. Setelah itu, Anda dapat membandingkan dan menentukan mana yang terbaik.

Rancang dana pendidikan anak sejak dini, karena semakin anak dewasa maka waktu yang Anda miliki untuk menyiapkan dana pun semakin sedikit. Selain itu, semakin tinggi tingkat pendidikan anak, maka makin besar pula dana yang Anda butuhkan. (***)

sumber : disdik.kepriprov.go.id

OPINI

Kamis | 16 Agustus 2018 | 19:15

Pendidikan dalam Upaya Mengisi Kemerdekaan

Oleh : AMIR

Tahun 1945 Hiroshima dan Nagasaki lulu lantah di bom oleh Amirika Srikat, dan pada tahun yang sama tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia mencapai kemerdekaannya. Dengan lulu lantahnya jepang ini Kaisar Hirohito terpaksa menyerah kepada sekutu dan sang Kaisar berusaha mengumpulkan kembali semua jendral yang masih hidup dan tersisa lalu sang Kaisar bertanya kepada mereka “Berapa Jumlah Guru Yang Masih Tersisa?“.

Beberapa jenderal yang mendengar pertanyaan sang Kaisar Hirohito bingung dan menegaskan bahwa mereka bisa bertahan dalam menyelamatkan diri dan bisa melindungi Kaisar walau tanpa guru, namun ada yang mengejutkan yaitu jawaban sang Kaisar yaitu “Kita Telah Jatuh, Karena Kita Tidak Belajar”. Sang Kaisar juga memahami kalau jepang kuat dalam persenjataan namun lemah dalam strategi. Maka perintah selanjtnya dari kaisar yaitu mengumpulkan sejumlah guru yang masih tersisa dari seluruh pelosok, dan mereka akan bertumbuh kepada kekuatan.

Sejarah diatas mengingatkan kita betapa pentingnya pendidikan bagi sebuah bangsa, bangsa yang maju rata rata rakyatnya berpendidikan tinggi dan mampu bersaing dengan Negara Negara luar. Eropa menjadi salah satu rujukan pendidikan dunia kareana rakyatnya mampu mengatasi beberapa keadaan dan mendominasi kekuatan dunia, ini artinya upaya serius pemerintah dalam mengisi kemerdekaan melalui pendidikan adalah salah satu langkah yang sangat tepat, teknologi yang hebat butuh orang terdidik yang hebat untuk membuatnya, bahkan Negara yang tidak mempunyai banyak sumberdaya alam yang besar seperti jepang pun mampu mensulap negaranya karena pendidikan rakyatnya itu mampu dalam mengatasi persoalan.

Dalam upaya mengisi kemerdekaan, mulai dari resim orde lama sampai dengan reformasi telah banyak rakyat Indonesia yang sekolah atau disekolahkan Negara keluar negeri, tujuan tersebut tidak lain untuk menimba ilmu dari Negara yang sudah maju seperti Rusia, Amirika, Timur Tengah dan Negara Negara Lainnya. Selain itu Indonesia sekitar tahun 1970an pernah menjadi rujukan pendidikan diberbagai bidang oleh Negara Tetangga seperti Malaysia, Malaysia datang ke Indonesia dengan tujuan menimbah ilmu. Namun kenyataan yang ada saat ini justru berbalik dengan kondisi beberapa tahun silam dimana Malaysia datang ke Indonesia sekarang Indonesia lebih banyak belajar keluar.

Pertanyaan sederhana adalah,. Mengapa Indonesia masih belum bisa seperti Jepang? Tentu jawabannya juga sangat sederhana, kareana pada prinsipnya rakyat Indonesia bukan rakyat pemalas melainkan apa yang mau dikerjakan terkadang juga tidak tau apa yang harus dikerjakan karena faktor keterbatasan pendidikan. Jika pendidikan ini diatas rata rata maka dalam upaya mengisi kemerdekaan ini sangatlah muda diraihnya dalam menggapai cita cita tinggi bangsa. Contoh Lain, jika rakyat Indonesia mempunyai kemampuan mengelolah sumber daya alam yang sangat besar dan melimpah ini maka nasionalisasi perusahaan besar bisa dilakukan oleh rakyat Indonesia. Karena pada dasarnya tujuan pendidikan Indonesia sebagaimana yang diamanatkan dalam undang undang No 20 tahun 2013 tentang system pendidikan Nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dan secara umum yaitu mampu mencerdaska kehidupan bangsa.

Upaya dalam percepatan mengisi kemerdekaan ini salahsatunya melalui penguatan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia baik melalui pendidikan formal, non formal bahkan pendidikan informal sekalipun. Penegasan tentang penguatan pendidikan sebagaimana yang tertuang dalam UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 point 10, 11, 12, 13, dan 14 “satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan” Pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Selain penguatan tentang undang undang system pendidikan yaitu upaya minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan ini benar dijalankan dengan tujuan mempersiapkan generasi emas masa depan. Disisi lain pendidikan Indonesia yang ditangani oleh beberapa kementerian seperti; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (SD, SMP, SMA, Non Formal dan Informal), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (PTN/PTS), Kementerian Kesehatan (Poltekes), Kementrian Dalam Negeri (IPDN), Kementerian Keuangan (STAN), Kementerian Agama (MI, Mts, MA, UIN, STAIN), Kementerian Perhubungan (Pelayaran) dan Kemenkumham.

Berdasarkan sumebr dari data Kemendikbud tahun 2018 diperkirakan jumlah sekolah ada 217.586 dan Jumlah Guru sekitar 2.718.861 sementara Jumlah Siswa 45.379.879. Jumlah sebaran lembaga pendidikan ini mulai dari pelosok desa sampai dengan ibu kota diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan mampu mengisi kemerdekaan. Merdeka secara kebebasan berfikir, merdeka tanpa dijajah oleh asing baik sumberdaya alamnya atau pemikirannya.

Kemerdekaan ini tentu menjadi harapan setiap bangsa, namun pada kenyataan yang ada kemerdekaan ini seakan akan dimiliki oleh sebagian saja melihat sumberdaya alam melimpah seperti dipapua tetapi kesejahteraan rata rata masih beda jika dibandingkan dengan jawa. *

BIOGRAFI PENULIS:

Tempat / Tanggal lahir : Sumenep, 25 Agustus 1986
Aktifitas : Lulusan Universitas Negeri Malang (S2)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Menghadirkan motivator Nanang Qosim Yusuf, bright PLN Batam melalui program Program CSR nya mengundang sekitar 50 kepala sekolah se Kota Batam mengikuti Training The 7Awareness For Great Teacher yang diselenggarakan di Hotel Harmonie One, Batam, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Kehadiran motivator, Nanang Qosim Yusuf diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat seluruh kepala sekolah untuk memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan Batam. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diisi dengan beragam materi untuk memotivasi para kepala sekolah se-Kota Batam.

Nanang Qosim Yusuf, atau akrab disapa Nagoy tampil sebagai pembicara sekaligus motivator bagi para kepala sekolah agar mampu lebih peka dan siap menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks saat ini.

” Saya sangat terkesan mengikuti kegiatan ini. Kami jadi termotivasi lagi. Bahwa apa yang dialami oleh pembicara yang hadir, hampir sama seperti yang saya alami bahwa hidup itu adalah perjuangan dan penuh tantangan. Dan kita harus punya prinsip, bahwa kita harus bisa melakukan perubahan di mana pun kita bertugas,” ujar Kepala SDN 007 Nongsa, Suminem.

Suminem mengaku sering mengikuti kegiatan yang sama, namun kegiatan yang diselenggarakan oleh bright PLN Batam melalui program CSR-nya ini luar biasa.

“Saya katakan demikian karena kegiatan ini mampu menggugah hati kita untuk berbuat lebih bagus lagi,” ujarnya.

Dia berharap agar kegiatan Coorporate Social Responsibility (CSR) PLN Batam ini akan mengagendakan lagi kegiatan yang sama di waktu-waktu mendatang.

“Hal ini penting untuk me-review lagi apa yang telah kita dapatkan dari kegiatan ini. Semangatnya bahwa harus ada perubahan yang dapat kita rasakan, terutama dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Manager of Public Relation bright PLN Batam, Bukti Panggabean mengatakan, kegiatan yang dilakukan melalui program CSR bright PLN Batam ini sebagai wujud kepedulian PLN Batam bagi dunia pendidikan di Batam. CSR PLN Batam memiliki tujuh kepedulian, di antaranya sosial, lingkungan, agama, kesehatan, dan pendidikan.

“Kita memberikan motivasi kepada para kepala sekolah agar lebih bersemangt lagi mendidik generasi kita ke depan. Target peserta kita untuk tahap pertama adalah kepada sekolah. Sasarannya ke atas dulu (kepala sekolah) dan nanti turun ke guru dan siswanya. Jadi ini bertahap,” ungkapnya.

Kegiatan diselenggarakan selama dua hari. Hari pertama diikuti 50 kepala sekolah tingkat SD dan hari kedua, Ahad, 5 Agustus 2018 diikuti 50 kepala sekolah tingkat SMP. “Totalnya sebanyak 100 peserta,” tambah Bukti.

Dalam kesempatan sama, Nanang Qosim Yusuf atau Nagoy, mengatakan, kegiatan bertajuk Training The 7Awareness For Great Teacher ini sangat direspon dan disambut antusias oleh puluhan kepala sekolah yang hadir.

Kegiatan atau training ini, kata Nagoy, dibutuhkan para peserta untuk menghadapi berbagai tantangan di era millenial yang semakin kompleks, baik di sekolah, lingkungan, dan masyarakat.

“Tadi kami memberikan sesi bernama one minute awarness. Saya ambil qoute dalam seminar tadi, bahwa orang gagal itu punya ribuan alasan dan orang sukses hanya punya satu alasan yakni tidak ada alasan,” ujarnya.

“Nah kita ingin, kepala sekolah jangan banyak alasan, menunda-nunda pekerjaan yang harus segera dikerja. Seakan niat baik itu dibuat banyak alasan. Nah, tadi kita sepakat bahwa kita hanya punya satu alasan untuk membangun dunia pendidikan, yakni tidak ada alasan,” paparnya.

Berbagai pemaparan dan motivasi yang diberikan Nagoy diharapkan bisa mendorong para kepala sekolah menjadi guru di atas rata-rata.

“Masih ada sesi lainnya yang kita berikan untuk membangun motivasi mereka agar termotivasi dan memajukan dunia pendidikan di Batam,” pungkasnya.(kmg)

sumber: wartakepri.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Agar tercipta pendidikan berkualitas, Bupati Karimun Aunur Rafiq berpesan kepada kepala sekolah agar menjaga kerukunan di sekolah, khususnya antara kepala sekolah dengan para gurunya.

“Mari kita tingkatkan silaturrahmi antara kepala sekolah dan guru agar kualitas pendidikan di sekolah tersebut dapat berjalan baik. Saya tidak mau ada terjadi antara kepala sekolah dengan guru tidak bertegur sapa,” kata Rafiq saat acara silaturahmi Kelompok Kerja Kepala Sekokah (KKKS) SD/MI di Ungar, tadi pagi.

Mengatasi permasalahan tunjungan kepala sekolah yang turun, Rafiq mengatakan akan mengusahakan ke depannya kembali ditingkatkan. “Soal tunjangan, akan kita kembalikan sebagaimana biasanya,” tambahnya.

Junaidi, selaku Ketua KKKS mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh KKKS yang selaku tuan rumah bergantian.

Untuk tahun ini selaku tuan rumah oleh Kecamatan Ungar, dan tahun 2019 di fokuskan di Kecamatan Karimun, ungkap Junaidi.

Adapun jumlah anggota KKKS ini berjumlah 149 orang yang merupakan seluruh kepala sekolah SD/MI se-Kabupaten Karimun.

Acara dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus KKKS yang baru periode 2018 – 2021, yang dikukuhkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun.

Di akhir sambutan, Aunur Rafiq mengucapkan selamat kepada pengurus yang telah dilantik. “Semoga menjadi mitra bagi pemerintah dalam melaksanakan pendidikan di Kabulaten Karimun,” ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Kab. Karimun, OPD Karimun, FKPD Kecamatan dan undangan lainnya. (kmg/muhdsarih)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan Pemprov akan terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kepulauan Riau. Semua elemen harus bersama-sama, bergotong royong dan bahu membahu untuk menyelesaikan setiap permasalahan di dunia pendidikan, salah satunya saling koordinasi.

“Tenaga pendidik juga masih kurang sehingga harus segera kita penuhi. Ruang kelas belajar baru agar segera dibangun, hindari pungli,” kata Nurdin saat melakukan Kunjungan Kerja Pendidikan di Karimun, Sabtu, 21 Juli 2018 malam.

Dalam kunjungan itu, Nurdin yang didampingi Kadis Pendidikan Kepri H Muhammad Dali melakukan peninjauan ke lokasi Pembangunan SMA Negeri 5 Karimun. Selain itu Nurdin juga meninjau SMK Negeri 2 Karimun, SMK Negeri 1 Karimun dan SMA Negeri 1 Karimun.

Usai peninjauan, Nurdin bertemu dengan Kepala Sekolah SMAN dan SMKN se-Kabupaten Karimun di Hotel Holiday Karimun.

Dari peninjauan dan pertemuan ada beberapa sekolah yang mengalami penurunan prestasi. Menurut Nurdin, hal ini disebabkan kurang sinkron-nya peralatan sebagai bahan praktek yang belum dipahami tenaga pengajar.

Dengan pertemuan ini, kata Nurdin, setiap permasalahan dari sekolah SMA dan SMK harus diurai satu persatu untuk mencari solusi agar kedepannya hasil yang diperoleh lebih baik.

Beberapa di antara Kepala Sekolah dalam pertemuan itu meminta tambahan ruang kelas baru, laboratorium komputer dan jaringan komputer untuk menghadapi UNBK. Beberapa SMK meminta tenaga pendidik sesuai dengan bidang kompetensi mereka. Ada juga yang meminta alat-alat praktikum dan laboratorium.

Dalam pertemuan itu, Nurdin juga mengajakan para guru untuk bersama-sama memberi pemahaman orang tua untuk tidak memaksakan anak-anak kedepannya untuk menjadi Pegawai Negeri. Tetapi membaca peluang yang ada di depan mata harus segera ditangkap seperti industri dan wirausaha. Dari sini malah akan menciptakan lapangan pekerjaan

Gubernur juga mengimbau agar untuk penggunaan dana BOS jangan diganggu dan jalankan sesuai dengan juklak/juknis. Apabila ada terobosan dari Kepala Sekolah SMA/SMK segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi.

Kepada para guru yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Strata II, kata Gubernur, Dinas Pendidikan sudah MoU dengan Universitas Negeri Padang (UNP). Sementara untuk Tugas Belajar akan diterbitkan oleh Gubernur

Menurut Nurdin, ke depan, akan ada perbaikan dan peningkatan untuk kualitas tenaga pendidik, gedung sekolah dan sarana penunjang yang memadai. Kompetensi dan kesejahteraan para guru juga harus diperhatikan sehingga tidak banyak lagi anak-anak pulau yang berbondong-bondong untuk masuk ke sekolah yang ada di kota.

“Perlu juga ditekankan efisiensi penggunaan anggaran harus tepat sasaran sehingga pembangunan untuk Ruang Kelas Belajar Baru bisa maksimal dan sarana penunjang juga terpenuhi,” kata Nurdin. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Bunda Paud Bintan Ibu Hj Deby Maryanti mengatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam mewujudkan generasi emas Kabupaten Bintan kedepan.

Untuk mewujudkan itu, maka sangat diperlukan perluasan akses dan mutu layanan sebagai bagian dari strategi dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan anak usia dini.

Untuk itulah dirinya berkeinginan untuk mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif di Kabupaten Bintan.

Menurutnya , Paud Holistik Integratif merupakan pendidikan anak usia dini yang akan mengintegrasikan segala aspek dan nilai-nilai dalam pendidikan seperti nilai moral, etis, religius, psikologis, filosofis, dan sosial dalam kesatuan yang dilakukan secara menyeluruh antara jiwa dan badan serta aspek material dan aspek spiritual untuk memenuhi kebutuhan esensial anak.

” Konsep yang dikembangkan sangat bagus , nantinya PAUD Holistik bertugas tidak hanya memberikan pembelajaran dan pendidikan saja namun mereka diajarkan cara pola pengasuhan anak yang benar, cara peningkatan pengembangan gizi balita hingga peningkatan kualitas pendidikan orang tua (Smart Parenting) ” ujarnya saat mengunjungi Paud Holistik Integratif Bunda Ganesa di Kota Bandung, Selasa, 17 Juli 2018 lalu.

Ditambahkannya juga bahwa mengembangkan pendidikan PAUD yang holistik dan integratif, akan meliputi aspek pendidikan, kesehatan gizi, dan perlindungan kesejahteraan.

Selain itu, menurutnya ada 5 kebutuhan yang menjadi hak anak yaitu ;

1. Hak anak untuk terjaga dan terhindar dari penyakit
2. Hak mendapatkan kecukupan gizi sebagai sarana untuk memaksimalkan kemampuan otaknya dan bereksplorasi
3. Hak mendapatkan stimulasi yang baik
4. Hak mendapatkan pola pengasuhan yang baik.
5. Hak perlindungan dari kekerasan fisik dan kekerasan psikologis.

” Kita harus terus bergerak selangkah lebih kedepan. Inovasi-inovasi pola asuh harus disesuaikan dengan pola perkembangan zaman. Jadi mindset pola pengasuhan terhadap anak harus terus berkembang, kedepannya fungsi Paud bukan hanya untuk sekedar taman bermain anak tapi lebih daripada itu ” tutupnya. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Gubernur H Nurdin Basirun berharap Inggris berpartisipasi dalam pembangunan di Kepulauan Riau. Partisitasi terbesar diharapkan di sektor pendidikan. Dengan memiliki ilmu dan keahlian, masa depan generasi Kepri akan jauh semakin baik.

“Saya berharap Pak Dubes mendorong negaranya untuk dapat ikut berpartisipasi dalam dunia pendidikan di Indonesia, khususnya Kepri,” kata Nurdin saat bertemu dengan Moazzam Malik, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste di Nongsa Digital Park, Batam, Rabu 30 Mei 2018.

Nurdin berharap Tim Kedubes Inggris secepatnya mengurus perizinan tenaga pendidik untuk membangun lembaga pendidikan di Kepri. Karena, jika ada kendala bisa segera bisa diselesaikan. Di Kepri sendiri, Nurdin akan mempercepat segala prosesnya.

“Kita akan bantu. Apalagi untuk pendidikan,” kata Nurdin.

Nurdin senang karena yang akan dibangun di Kepri adalah Digital Ekonomi dan Medical Ekonomi. Nurdin berharap tahun ini sudah dimulai. Karena semua ini akan mendorong industri kesehatan, digital dan industri lainnya untuk lebih tumbuh kembang.

“Saya berharap anak anak Kepri dididik menjadi entepreneur. Berperan dalam perkembangan digital dan medical ekonomi,” harap Nurdin.

Dubes Moazzam berharap memang ada kerja sama- kerja sama yang sangat penting antara Kepri dan United Kingdom. Meski baru pertama kali menjejakkan kaki di Kepri, khususnya Batam, Moazzam yakin dengan potensi besar Negeri Segantang Lada ini.

“Pendidikan sangat penting bagi kita semua. Semoga anak anak Indonesia khususnya Kepri mendapatkan pendidikan yang layak, hingga ke jenjang yang paling tinggi,” kata Moazzam.

Moazzam menekankan pentingnya penguasaan bahasa Inggris anak-anak Kepri. Karena jika ilmu tinggi tapi tidak dapat berkomunikasi akan sulit mempresentasikannya.

Moazzam mengatakan UK memiliki pendidikan tinggi yang baik. Dia mengilustrasikan kerja sama beberapa universitas di UK dengan Indonesia. Saat it bahasa menjadi salah satu hambatan.

“Beberapa provinsi di Indonesia bekerja sama dengan perguruan tinggi di Inggris untuk saling membantu. Dan bahasa menjadi hambatan yang cukup besar,” kata Moazzam.

Menurut Moazzam, jika Kepri ingin bersaing dengan Singapura dan Malaysia ataupun negara lainnya, bahasa Inggris menjadi kuncinya.

Moazzam juga berharap selain kerja sama dalam bidang pendidikan, UK dapat bekerja sama dengan Indonesia, khusunya Kepri dalam hal infrastruktur.

“Jangan ragukan kualitas pembangunan kontraktor Inggris. Banyak fasilitas yang sudah dibangun di seluruh dunia,” kata Moazzam.

Dalam pada itu, Owner Citra Mas Group, mengatakan langkah awal yang dilakukan dengan mengundang guru-guru dari Inggris. Banyak hal yang bisa dikerjasamakan, sehingga daerah ini semakin berkembang.

“Bisa bekerja sama dalam melestarikan terumbu karang. Berharap anak-anak dari Inggris akan datang ke Kepri untuk belajar tentang terumbu karang. Untuk itulah bahasa Inggris sangat diperlukan oleh masyarakat kita. Untuk berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara,” Kris mencontohkan. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Wakil Gubernur H Isdianto menegaskan Pemprov Kepri sangat mengapresiasi segala bentuk kegaitan kemahasiswaan yang bersifat positif dan bermanfaat, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga dari lingkungan sekitar, masyarakat dan negara.

Mahasiswa juga dituntut harus memliki wawasan kebangsaan dan juga nasionalis yang tinggi, terlebih bila dihadapkan dengan tantangan saat ini.

“Pastinya tantangan saat ini jauh lebih berat. Karena itu kalian harus terus belajar dan berlatih. Agar menjadi mahasiswa yang sigap cekatan guna mengisi pembangunan,“ kata Isdianto saat Penutupan Pendidikan Dasar Militer Angkatan XI Gelombang I Tahun Anggaran 2018 Resimen Mahasiswa Mahabahari Provinsi Kepulauan Riau di Batalion Raider Khusus Yonif 136/Tuah Sakti Barelang Batam, Rabu, 9 Mei 2018.

Pelaksanaan pendidikan Menww bela negara berlangsung sejak 30 April diikuti 54 orang perwakilan mahasiswa-mahasiswi dari 7 perguruan tinggi se-Kepri.

Selama mengikuti pendidikan para menwa mendapatkan pelatihan bela negara yang berisikan materi pokok dan materi pelengkap. Materi pokok terdiri peraturan militer dasar, pengetahuan teknik tempur, pendidikan jasmani militer, latihan berganda, kemenwaan dan kepemimpinan TNI.

Materi pelengkap terdiri dari penegenalan matra darat, bela negara, narkoba intelejen dan pengamanan. Juga ada materi tambahan seperti jam komandan jam cadang dan juga jam upacara.

Isdianto mengatakan, pelatihan ini menjadi salah satu bukti kecintaan pada negara. Menurut Isdianto, pelatihan ini bukan merupakan akhir, tapi awal untuk melakukan pengabdian kepada organisasi, almamater dan negara.

“Buktikan bahwa latihan ini benar-benar menempa semangat dan jiwa bela negara untuk tujuan yang mulia,” kata Isdianto.

Isdianto mengatakan wilayah Kepri yang berada di perbatasan dan miniatur NKRI harus terus dijaga tetap utuh dan tidak mudah dipecah belah. Termasuk cepat dan mudah terprovokasi dari isu dab kabar kabar hoax. (humas)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Gubernur H Nurdin mengatakan, pendidikan merupakan elemen penting dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas. Apalagi Kepri yang berada di garda terdepan, segala macam pengaruh masuk dan yang beraura negatif perlu pendidikan yang baik sebagai tameng. Pendidikan formal yang digali selama masa sekolah tidaklah berarti tanpa ada nya pendidikan keagamaan.

“Pendidikan tanpa agama layaknya seperti orang yang lumpuh, keduanya harus saling berdampingan,” kata Nurdin saat menjadi Inspektur Upacara pada upacara gabungan SMP dan SMA se-Kecamatan Singkep di lapangan SMAN 1 Singkep, Kabupaten Lingga, Senin, 7 Mei 2018 pagi.

Gubernur mengatakan bahwa pelimpahan wewenang pendidikan sekolah menengah ke atas ke pemerintah provinsi adalah upaya memfokuskan arah untuk peningkatan pendidikan lebih baik lagi. Agar mereka lebih berdaya saing dan mampu berkompetensi.

“Ini merupakan tujuan pembangunan kita dibidang pendidikan,” kata Nurdin.

Pembangunan infrastrukur pendidikan kata Nurdin perlu untuk terus diupayakan dan digesa. Kelengkapan fasilitas tersebut dibutuhkan dalam menunjang para pelajar untuk mendapat pendidikan yang maksimal.

“Itu merupakan bentuk keseriusan pemerintah meningkatkan pendidikan demi masa depan yang cerah,” tambah Nurdin lagi.

Kepada para pelajar yang hadir Nurdin berpesan untuk tidak mensia-siakan waktu yang ada, melewatkan kesempatan mengenyam pendidikan agar tidak menyesal dikemudian hari.

“Kalian lah yang akan memegang tongkat estafet kepemimpinan, maka berilah kontribusi yang maksimal dalam pembangunan kedepan,” pesan Nurdin.

Pasukan upacara sendiri terdiri dari pelajar SMAN 1, SMAN 2, SMPN 1, SMPN 3, SMK Mahardikaa, MA Al-Barokah beserta jajaran majelis Guru. Sehabis upacara Gubernur telah menyiapkan 5 buah sepeda yang kemudian diberikan kepada para siswa yang dapat menjawab kuis dari Gubernur.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah, Anggota DPRD Provinsi Kepri Tawarich, Wakil Bupati Lingga M Nizar, Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Perwakilan FKPD dan OPD beserta tamu undangan lainnya.(humas)

Abdul Kahar Muzakir Rektor Pertama UII

MEDIAKEPRI.CO.ID – Prof. KH. Abdoel Kahar Moezakir atau ejaan baru Abdul Kahar Muzakir, adalah Rektor Magnificus yang dipilih Universitas Islam Indonesia (UII) yang pertama dengan nama STI. Ia menjabat sebagai rektor UII selama dua periode yaitu sejak 1945 – 1948 dan 1948 – 1960. Abdul Kahar Muzakir juga merupakan anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Tokoh Islam yang pernah menjadi anggota Dokuritsu Zunby Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) ini pula yang tetap dipertahankan ketika UII dihadirkan sebagai pengganti STI pada 4 Juni 1948. Pada masa sekarang ia diusulkan untuk dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Ia lahir di Yogyakarta pada tahun 1908. Abdul Kahar melanjutkan pendidikan pesantren di Mambaul Ulum di Solo. Sementara itu, pendidikan lanjutannya ia selesaikan di pesantren Jamsaren di Jawa Tengah dan Pesantren Tremas di Jawa Timur, tempat terakhir pendidikan formalnya di Indonesia.

Pada tahun 1925, saat ia masih berusia 16 tahun, Abdul Kahar melanjutkan pendidikannya di Kairo, Mesir. Di Kairo ia memasuki Darul Ulum sebuah fakultas baru pada Universitas Fuad (sekarang Kairo), dan lulus dari Universitas tersebut pada tingkat lanjut dalam Hukum Islam, Ilmu Pendidikan, Bahasa Arab dan Yahudi tahun 1936.

Sepulangnya ke Indonesia, Abdul Kahar sudah mulai terjun ke dalam dunia politik Indonesia. Ia bergabung dengan Partai Islam Indonesia (PII) saat usianya menginjak 28 tahun. Di PII ia terpilih menjadi salah satu komisaris hingga tahun 1941.

Ketika masih pada pendudukan Jepang, Abdul Kahar menjabat sebagai Wakil Ketua di Departemen Agama. Abdul Kahar juga pernah menjabat sebagai Dewan Penasehat Pusat, yang kemudian membawanya berada di Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), mewakili organisasi Islam.

Dua bulan menjelang kemerdekaan Ia menjadi subkomite BPUPKI, dan bersama 9 anggota lainnya, termasuk Soekarno dan Hatta, ia ikut menandatangani “Piagam Jakarta”, Mukaddimah tidak resmi Undang-Undang Dasar 1945.

Setelah masa kolonial, Abdul lebih berfokus pada perkembangan serta memajukan dunia pendidikan (tinggi) Islam di Indonesia. Abdul memiliki peran besar dalam pendirian Sekolah Tinggi Islam (STI), ketika menjelang berakhirnya masa pendudukan Jepang. Ia pula yang akhirnya bersama Moh. Hatta memimpin lembaga pendidikan ini.

Hatta berperan sebagai direktur Badan Usahanya, dan Abdul merupakan rektor pertamanya. Pada tahun 1946, STI dipindahkan ke Yogyakarta. Yang kemudian pada tanggal 10 Maret 1948 berganti nama menjadi Unversitas Islam Indonesia (UII). Selain itu, beliau juga pernah ikut berpartisipasi mendirikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri Yogyakarta, yang sekarang dikenal sebagai IAIN Sunan Kalijaga itu.

Bagi UII, ia mempunyai arti amat penting. Selain memang ia sendiri termasuk pendirinya, Prof. Abdul Kahar Muzakkir merupakan orang pertama dan terlama yang pernah memegang jabatan rektor yang dipegangnya selama tak kurang dari 12 tahun (1948–1960).

Abdul Kahar Muzakir meninggal dunia di Yogyakarta pada tahun 1973 dalam usia 65 tahun. Ia meninggal karena serangan jantung.

sumber: wikipedia.org/tirto.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pengumuman hasil nilai Ujian Nasional (UN) tingkat SMA, MA, SMK dan SMALB diumumkan, Selasa, 2 Mei 2018, Sedangkan, hasil kelulusan oleh satuan pendidikan dilaksanakan pada Kamis ini 3 Mei 2018.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Ahmad Hadadi, pihaknya telah mengirimkan surat edaran ke semua sekolah di Jabar agar melarang siswanya berkonvoi merayakan kelulusan sambil melakukan aksi corat-coret seragam.

“Kami sudah mengirimkan surat edaran terkait larangan corat-coret seragam itu sejak 31 April lalu ke semua sekolah,” ujar Ahmad Hadadi kepada wartawan, Kamis, 3 Mei 2018.

Menurut Hadadi, dalam surat edaran tersebut, ia pun meminta semua sekolah agar melakukan pengawasan kepada siswa baik di dalam sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. “Kami berharap semua sekolah mengarahkan siswa pada kegiatan positif dalam mengekpresikan rasa syukur mereka,” katanya.

Hadadi berharap, dengan adanya surat edaran tersebut semua kepala sekolah bisa sigap. Jangan sampai, ada kebiaasaan tak baik seperti tahun lalu. Yakni, siswa melakukan euforia berlebihan, konvoi, corat-coret sampai vandalisme.

“Harus syukuran, bukan berati sudah selesai tapi harus dilanjutkan. Siswa harus terus diberikan nasihat supaya gak kebablasan,” katanya.

Saat ditanya terkait hasil UN, menurut Hadadi, nilai UNBK SMA di Jabar mendekati rata-rata nasional. Karena, hasilnya sama dengan tahun sebelumnya.

“Yang naik tuh Bahasa Indonesia, kurang lebih mirip tahun-tahun sebelumnya. Jabar sama secara umum dengan Provinsi maju di bidang pendidikan lainnya, seperti Yogyakarta, DKI, Jatim, Jateng, lebih kurang di sana,” katanya.

Sementara menurut Ketua Ujian Nasional (UN) Tingkat Jawa Barat, Firman Adam, ia telah melaksanakan serah terima hasil UN tingkat SMA, MA, SMK, dan SMALB Tahun Pelajaran 2017-2018.

Serah terima dilaksanakan di Aula Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik), Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr Radjiman No. 6, Kota Bandung, Jawa Barat pada Selasa, 1 Mei 2018.

Firman mengatakan, pelaksanaan UN jenjang SMA, MA, SMK, dan SMALB tahun ini berjalan lancar, aman, dan terkendali. Apalagi mengingat pelasanakan UN tingkat SMA, MA dan SMK di Jawa Barat 100 persen berbasis komputer.

Penyelenggaraan UN dengan moda Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tersebut dirasa lebih efisien, serta memudahkan siswa untuk mengerjakan soal-soal Ujian Nasional. Selain itu, peran Tim Helpdesk Provinsi dan kabupaten/kota sangat terasa dalam membantu penyelenggaraan UNBK.

“Keberhasilan penyelenggaraan UN patut disyukuri oleh kita semua karena merupakan jerih payah dari semua pihak, kata Firman.

Menurut Firman, terkait hasil yang diraih oleh siswa pada pelaksanaan UN tahun ini, hendaknya dianalisis secara komprehensif oleh seluruh kepala sekolah dan guru sebagai gambaran perbaikan atas proses pembelajaran yang telah berlangsung selama ini. Ke depannya, diharapkan antarsekolah dapat saling berkonsolidasi dan membantu, melihat kelemahan dan kelebihan satu sama lain.

“Sehingga antarsekolah bisa saling bantu meningkatkan mutu lulusan,” katanya.

Selain itu, kata dia, setelah pelaksanaan UN berakhir, aset yang dimiliki sekolah berupa komputer, dapat dimanfaatkan dengan baik. Firman berharap, aset tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan pada proses pembelajaran, tidak hanya berhenti pada UNBK saja.

Sebanyak 638.255 siswa melaksanakan ujian nasional di Jawa Barat.

Jumlah siswa SMA yang melaksanakan UNBK tercatat berjumlah 213.078 siswa, SMK sebanyak 314.547 siswa, MA sebanyak 67.339 siswa, dan paket C sebanyak 43.081. Sedangkan untuk SMALB yang melaksanakan UNKP sebanyak 210 siswa. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun menggelar upacara bendera di halaman kantor Bupati Karimun.

Upacara kali ini juga disejalankan dengan peringatan Hari Otonomi daerah ke-22 dan pencanangan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan, Rabu, 2 Mei 2018.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq yang memimpin upacara bendera dalam sambutannya mengatakan, peringatan Hardiknas tahun ini dapat dijadikan momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah diperjuangkan di bidang pendidikan.

“Hardiknas 2018 ini perlu sejenak merenung untuk melihat apa yang telah dikerjakan di bidang pendidikan. Kemudian bergegas melangkah ke depan guna mencapai cita-cita masa depan pendidikan Nasional yang didambakan,” kata Rafiq.

Rafiq yang membacakan amanat Mendikbud menyebut bahwa, saat ini mentalitas anak-anak sudah mulai melemah akibat dampak dari maraknya informasi dari media sosial. Untuk menjawab tantangan ini, penguatan pendidikan karakter dan literasi sejak awal perlu dilakukan.

“Mau tidak mau dunia pendidikan dan kebudayaan harus terus menerus menyesuaikan dengan dinamika tersebut. Cara lama tidak mungkin lagi diterapkan untuk menanggapi tantangan eksternal, cara-cara baru perlu diciptakan dan dimanfaatkan,” ucap Rafiq. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan publik.

Setelah heboh profil artis tampan Daniel Mananta dalam soal ujian bahasa Inggris, kini beredar soal ujian yang benar-benar buat kaget.

Dalam soal ujian yang tertulis tanggal 19 April 2018 tersebut, publik dibuat terkejut dengan salah satu soal.

Dimana pertanyaan dalam soal tersebut amat disayangkan muncul dalam sebuah ujian, terlebih ujian SMP.

Dimana para pelajar tingkat SMP masihlah anak-anak yang baru beranjak remaja.

Yang mana masih membutuhkan banyak pembelajaran dan juga bimbingan, terlebih dalam mengenal seks.

Begitu disayangkan, pertanyaan yang muncul disoal tersebut membahas tentang seks.

Terlihat soal nomer 25 ini menanyakan tentang tempat untuk seks bebas.

“Berdasarkan hasil penelitian, tempat yang paling banyak digunakan untuk melakukan seks bebas adalah di . . .

A. Rumah
B Taman
C. Mobil
D. Hotel”

Pelajar SMP yang usianya masih sekitaran 12 hingga 15 tahun ini dihadapkan dengan soal yang tak semestinya.

Tak hanya untuk pelajar tingkat SMP saja, pertanyaan seperti ini pun tidak sepantasnya muncul dalam soal ujian.

“Yang lagi viral di group WhatsApp nih lamisers

Soal ujian lagi

Kali ini soal Ujian Sekolah tingkat SMP

Yang bikin soal uda kehabisan bahan apa gimana

Susah banget jawabannya

Mintje nggak sanggup mikirnyaaa

Kira kira apa jawabannya nih lamisers” tulis akun Lambe Lamis. Berikut tanggapan netizen, terkait munculnya soal tersebut di ujian tingkat SMP.

@novakayla.nk, “Ini koo soal ujiam kaya gini.. apa gak di saring2 dulu ya kalo buat pertanyaan..”

@nanda_sav, “Itu yang buat soal gila atau gimana?? Anak SMP ditanyain kaya begituan”

@vty89, “pendidikan seks memang penting.. tapi kalo soalnya kayak gitu, kan ngga relevan.. kenapa ngga bagaimana cara menjaga kebersihan reproduksi, misalnya.. kan tiap anak pasti tahu.. kalo soal ini ??? tiap anak jadi pengen tahu, naudzubillah amot²..”

@fitriumanah28, “Udah rusak moral anak bangsa sekarang yang bikin soal kok ngga berbobot sekali”. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pondok Kita Singapura meresmikan program Iqro Cafe di Sekolah Dasar (SD) Juara Batam yang merupakan sekolah binaan dari Rumah Zakat, Sabtu, 31 Maret 2018.

Ustadz Hafiz Kusairi, Pengasuh Pondok Kita Singapore mengatakan gagasan program ini dengan impian agar anak-anak yatim Dhuafa memiliki minat dan hobby membaca. Lalu, agar budaya Literasi tertanam sejak dini dan hadir disemua kalangan.

“Setiap kali saya bersama Rumah Zakat terasa kerdil diri saya. Saya dan team setahun sekali, Rumah Zakat hari-hari,” ujarnya sebelum pemotongan pita peresmian Program Iqro’ Cafe.

Salah satu ruangan yang didesigh sebagai ruangan baca yang nyaman, elegan, tertata rapi, dengan buku bacaan yang bermutu sesuai dengan usia sekolah dasar ini, menjadi program yang langsung di serbu seluruh siswa siswi SD Juara Batam.

Siswa dan siswi SD Juara Batam senang berada di ruangan yang didesigh sebagai ruangan baca yang nyaman, elegan, tertata rapi, dengan buku bacaan yang bermutu. (istimewa)

“Buku bagus dan banyak. Sekolah kami akhirnya punya perpustakaan. Saya sangat senang baca buku-buku ceritanya,” kata Arya Saputra, siswa kelas 2 SD Juara Batam.

Muhammad Isa selaku Branch Manager Rumah Zakat Batam mengatakan program Iqro’ Cafe dari sahabat di Pondok Kita Singapore, merupakan bagian dari kolaborasi dan sinergi hadirkan pendidikan berkualitas untuk Dhuafa. Sehingga, katanya lebih jauh, program sekolah gratis yang merupakan program Rumah Zakat ini benar-benar bermutu dan dirasakan masyarakat luas.

“Terimakasih sahabat-sahabat Pondok Kita Singapore yang selalu berikan dukungan penuh program Kebajikan yang digulirkan, khususnya di SD Juara Batam binaan Rumah Zakat. Semoga menjadi pundi-pundi kebaikan yang terus mengalir hingga surga Allah,” katanya.

Sahabat dari Pondok Kita Singapura bersama SD Juara Batam usai meresmikan Iqro Cafe di SD Juara Batam. (istimewa)

Program dengan pemotongan Pita, dilanjutkan dengan melihat ruangan baca oleh seluruh siswa siswi SD Juara Batam dan rombongan Pondok Kita Singapore. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama yang sudah dibawa dan dimasak oleh rombongan. (rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banjarmasin – Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Sarwani, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya dalam waktu dekat akan segera mendrop sebanyak 550 komputer ke 25 SMPN untuk keperluan UNBK.

“Pembagian komputer ke 25 buah SMPNN ini berdasarkan skala prioritas. Lelang komputer sudah selesai dilaksanakan , tinggal serah terima barang saja. Minggu ini komputer, kita bagikan ke sekolah-sekolah,” katanya.

Sarwani menyatakan pihaknya akan mendrop komputer ke SMPN yang nebeng UNBK, SMPN yang menggelar UNBK mandiri dan tiga SMPN yang masih UNKP tahun ini, yakni SMPN 12, SMPN 11 dan SMPN 32.

Selain, tiga SMPN, juga ada SMP swasta yang belum bisa UNBK, yakni SMP PGRI 4.

Pihakya masih mencoba mendaftarkan lagi ke pusat kurikulum (Puskor) Kemendikbud) agar tiga SMPN, yakni SMPN 12, SMPN 11 dan SMPN 32 untuk bisa UNBK.

Pada 27 Maret ini, dirinya akan berangkat ke Kemendikbud lagi.

“Untuk dana BOS bisa saja digunakan untuk memperlancar keperluan UNBK, tapi ada batas prosentasenya,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.com