PENERIMAAN

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar Saber Pungli Polres Anambas lakukan sosialisasi terkait Proses penerima CPNS Kabupaten Kepulauan Anambas Tahun 2018 bersama Warga Masyarakat yang bertempat di Kantor Desa Antang Kecamatan Siantan, SaBtu,22 September 2018.

Penerimaan Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Anambas (KKA) saat ini, akan diawasi oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Kepulauan Anambas.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala (Waka) Polres Anambas, Kompol H.M.Rafizal Amin dalam sosialisasi tentang pengawasan Saber Pungli terhadap penerimaan CPNS Anambas tahun 2018 di Kantor Desa Antang, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan.

Kompol H.M. Rafizal Amin juga menyampaikan bahwa pihaknya kini terus mengawasi proses tersebut.

“Kita lakukan pengawasan melalui Saber Pungli Polres Kepulauan Anambas.

Dalam waktu dekat Waka Polres yang mana beliau selaku Ketua Tim Saber Pungli akan memberikan pengarahan kepada panitia seleksi penerimaan CPNS Anambas yang akan dilaksanakan di Tarempa Beach, guna mengingatkan kepada panitia agar tidak melakukan praktek praktek menyimpang ataupun suap dalam proses penerimaan CPNS tersebut,” kata Kompol H.M.Rafizal Amin

Selain adanya tim Saber Pungli, Kompol H.M.Rafizal Amin juga mengatakan, dan berpesan kepada masyarakat agar berperan aktif dalam memerangi para calo CPNS yang dapat merugikan para peserta lainya.

Masyarakat juga jangan tergiur iming-iming dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab bahwa akan lolos tes CPNS jika dengan menggunakan uang, Kalau ada Calo laporkan ke tim kami.Tegas Kompol H.M.Rafizal Amin

Kita akan terus deteksi bilamana ada kegiatan yang menyimpang,Saya yakin panitia sudah mempersiapkan dengan baik agar kegiatan berjalan lancar dan bersih,” ujarnya lagi.

Kompol H.M.Rafizal Amin menyampaikan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas, jika masih ada orang orang atau oknum yang tidak bertanggung jawab atau ingin mencoba menggunakan cara yang menyimpang demi keuntungan pribadi.

Kompol H.M.Rafizal Amin selaku Ketua tim Saber Pungli Polres Anambas juga akan memasang spanduk larangan pungli atau suap dibeberapa tempat di area kerjanya Polres seperti di jalan Selayang Pandang ,Pelabuhan, Pasar, Hotel dan di tempat keramaian lain nya. Tuturnya.

Warga Antang sangat antusias mengikuti acara sosialisasi Saber Pungli yang di lakukan oleh tim Saber Pungli Polres Anambas terkait antisipasi Penerimaan CPNS di Anambas nantinya,sehingga seleksi penerimaan CPNS sangat sangat transparan.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Pemerintah Kabupaten Karimun menerima kouta untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di tahun 2018 ini.

Hal ini dikatakan langsung oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq di mana sebelumnya Pemerintah Daerah mangajukan kepada Pemerintah Pusat sebanyak 450 CPNS.

Dari jumlah yang diajukan itu, Pemkab Karimun memperoleh kouta sebanyak 227 CPNS. Dengan komposisi tenaga guru S1 dan DIII sebanyak 113 orang, tenaga kesehatan 74 orang, dan pelaksana 40 orang.

“Alhamdulillah tahun ini Kabupaten Karimun mendapatkan kuota penerimaan CPNS sebanyak 227 orang. Dan kita (Karimun) memang membutuhkan untuk tenaga pendidik,” kata Rafiq Senin, 10 Septemnber 2018.

Rafiq juga mengatakan, pihaknya berharap sebenarnya tenaga-tenaga honor yang diangkat, sehingga dapat membantu mereka.

“Tapi dari BKN menyatakan semua harus melalui tes. Dan tes penerimaan CPNS dapat diikuti oleh umum baik di Karimun maupun di luar Karimun,” ucap Rafiq.

Rafiq menyebut, untuk mengikuti penerimaan CPNS tahun 2018 ini usianya maksimal 35 tahun dan akan diumumkan pada 19 September 2018. Sementara untuk pelaksanaan tesnya akan dilakukan pada Oktober mendatang. (kmg/Parulian Turnip)

ANAMBAS

Jumat | 03 Agustus 2018 | 16:58

Jadwal Penerimaan CPNS Masih Menunggu Keputusan KemenpanRB

MEDIAKEPRI.CO.ID,Tarempa – Mengenai kapan jadwal penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai di buka, sampai saat ini Kabupaten Kepulauan Anambas masih menunggu keputusan dari pihak Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) Republik Indonesia (RI).

Namun, berbagai informasi terus beredar di media massa dan media sosial terkait spekulasi waktu pendaftaran CPNS itu akan segera dibuka.

“Sampai saat ini belum ada kepastian kapan waktu dibukanya. KIta Masih menunggu keputusan dari MenpanRB RI,” kata Sekretrais Daerah (Sekda) Kepulauan Anambas, Sahtiar, SH,MM menjawab ANAMBASPOS.com, saat ditemui di Ruang Kerjanya, Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Kamis, 2 Agustus 2018.

Menurut Sahtiar, ketika sudah keluar keputusan dari Kemenpan RB RI nantinya, pihaknya kemudian baru akan mengumumkan kepada publik di Kepulauan Anambas. “Kalau sudah ada keputusan Kemenpan RB, baru kita sampaikan ke masyarakat Anambas,” terangnya.

Hal serupa juga disamapaikan oleh Kepala Badan Kepegawaiaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kepualaun Anambas, Dra. Linda Maryati. “Belum keluar, kita masih menunggu, ini masih kita kordinasikan terkait progressnya,” ujar Linda sesaat hendak bertemu Sekda ketika itu di Kantor Bupati Kepulauan Anambas.

Seperti diketahui sebelumnya, bahwa Pemkab Kepulauan Anambas telah mengusulkan sebanyak 572 kuota penerimaan CPNS Kepulauan Anambas. “Kita mengusulkan 572, mudah-mudahan tidak dikurangi,” pinta Linda.

Terpisah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Anambas, Muhammad Da’i, mengaku optimis bahwa penerimaan CPNS Kepulauan Anambas tersebut akan dibuka pada Bulan September 2018 mendatang.

“Saya optimis September ini dibuka. Mumpung masih ada waktu sebaiknya bagi yang berminat mempersiapkan segala sesuatunya, kelengkapan persyaratan administrasi seperti membuat kartu kuning dan SKCK,” ungkap Da’i. (***)

sumber: anambaskab.go.id

Sebanyak 1.353 Calon Anggota Polri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kapolda Kepri Irjen Pol Drs Didid Widjanardi, SH, memimpin Pengambilan sumpah, dan dilanjutkan penandatanganan Penerima Terpadu Calon Anggota Polri T.A 2018, di Spot Hall, Temenggung Abdul Jamal, Batam, Kepulauan Riau, Jumat, 13 April 2018 pagi.

Pengucapan sumpah ini dihadiri 1.353 peserta beserta orang tua atau walinya.

“Setelah adanya reformasi Polri mewujudkan polisi yang lebih sipil, serta berbenah diri dalam 3 bidang diantaranya; Struktural, Instrumental, dan Kultural,” ungkap Kapolda Kepri, didampingi peringgi TNI, dan Ombudsman RI.

Lanjut, jenderal bintang dua ini mengatakan, untuk mewujudkan cita-cita dan harapan tersebut, tentunya harus diawali dengan proses seleksi penerimaan yang akuntabel, transparan, dan berorientasikan pada mutu.

“Saat ini penerimaan anggota Polri itu tak ada lagi sponsorsip, titipan, dan suap menyuap, apabila terbukti akan ditindak tegas dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Didid.

Para calon anggota Polri yang akan mengikuti tes baik ditingkat Tantama, Bintara maupun Perwira, diseleksi oleh panitia dari Polda Kepri.

“Kita berharap putra/putri Kepuluan Riau ini, menjadi anggota Bhayangkara yang mutunya lebih baik dari sebelumnya,” harapnya Irjen Pol. Drs Didid Widjanardi, SH.

Selain diawasi oleh Propam Polda Kepri, inspektorat dan Ombudsmen RI Kepri, Kapolda juga mengajak pihak kampus, LSM dan lembag lainnya, untuk memantau jalannya seleksa penerimaan anggota Polri TA 2018 ini.

Ditempat yang sama, Ketua Panita, Penerima Terpadu Calon Anggota Polri T.A 2018, Kombes Pol, Djoko Susilo, Sik, SH mengatakan, Penerimaan anggota Polri secara nasional mengalami penurunan.

“Sebelumnya kuota penerimaan anggota Polri secara nasional mencapai 11 ribu, sekarang hanya 8 ribu,” ungkapnya.

Sedangkan untuk di Kepri sendiri, dari 1.353 peserta, yang akan diterima nantinya sebanyak, 160 bintara, 9 Polwan dan 7 Tantama.

“Jumlah pendaftar melalui online mencapai 2.164 peserta, namun yang terverifikasi hanya 1.353 peserta, dan mereka yang akan menjalankan seleksi.(kmg/andi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan ke depan tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) melalui pusat tes.

“Selama ini, SBMPTN selalu melalui tes tertulis dan sangat tinggi risiko kebocoran soalnya. Begitu juga yang diujikan belum tentu pas. Padahal yang kita lihat adalah potensi dan kemampuan anak itu melalui pusat tes,” ujar Menristekdikti, Jumat, 12 Januari 2018 kemarin.

Penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri (PTN) nantinya dilakukan melalui tiga cara, yakni; SNMPTN, Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) serta ujian mandiri yang diselenggarakan pihak kampus.

Pada tahun sebelumnya, UTBC dan UTBK mempunyai nama Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Nasir ingin, pada pelaksanaan SBMPTN nanti yang akan dilihat adalah potensi dari para calon mahasiswa.

“Kadang pada saat anak di sekolah kurang rajin, karena terbatas fasilitas sekolahnya. Kemudian ada anak SMA lain fasilitasnya lengkap tersedia semuanya. Ini kan nanti hasil SBMPTN-nya akan beda,” ujar Nasir.

Padahal, kemampuan akademiknya sangat mungkin sama. Karena itu, melalui pusat tes itu, pihaknya mencoba sistem tes seleksinya tidak seperti itu lagi.

“Contoh dulu ada tes potensi kemampuan akademik, kemampuan logikanya seperti apa, kami maunya seperti itu. Kalau sekarang kan SBMPTN tes Matematika, Biologi, dan lain-lain. Ke depannya melalui pusat tes, bisa dimanfaatkan untuk seleksi lain juga,” ujarnya lagi.

Ke depan, lanjut dia, akan ada tes sesuai minat dan dibuka sepanjang tahun. Hal itu memungkinkan penyelenggaraan SBMPTN lebih dari satu kali dalam satu tahun.

Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN/SBMPTN) Ravik Karsidi mengatakan melalui pusat tes tersebut dapat menjangkau lebih banyak siswa. “Kami targetkan bisa menjangkau 200.000 siswa,” kata Ravik.

Melalui mekanisme itu, katanya pula, siswa dapat menggunakan perangkat gawainya sendiri, kemudian diverifikasi oleh pihak panitia. Pelaksanaannya pun bisa dimulai ketika anak berada di semester lima kelas XII SMA.

“Kami baru akan memulainya pada 2019. Jadi prinsipnya beri kemudahan semudahnya kepada masyarakat untuk mengikuti tes seleksi mahasiswa baru,” ujar Ravik. (***)

sumber: metrotv.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Target penerimaan PPN dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 naik Rp6,5 triliun menjadi Rp541,8 triliun dibandingkan dengan target yang dipatok di Nota Keuangan RAPBN 2018 senilai Rp535,3 triliun.

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengatakan, kenaikan target PPN tersebut agak lebih realistis karena pemungutan PPN mudah dan jauh dari hiruk pikuk, berbeda dengan PPh yang selalu banyak menjadi sorotan ketika memungutnya. Selain itu, pajak jenis tersebut merupakan jenis yang memiliki imbalan langsung.

“Oleh karena itu, kami sanggup dengan nilai segitu [Rp6,5 triliun],” kata Ken dalam rapat di Badan Anggaran (Banggar) DPR, Senin 18 September 2017.

Adapun, target tersebut juga tumbuh 13,9% daripada target APBN Perubahan 2017 yang dipatok Rp475,5 triliun.

Yon Arsal, Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Ditjen Pajak, mengatakan untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, otoritas pajak akan melakukan perbaikan. Mulai dari sisi kepatuhan, complex improvement plan untuk PPN khusus tahun depan.

“Macam-macam caranya bisa perbaikan e-faktur, mulai proses registrasinya diperbaiki lagi, cek lubangnya dimana kalau masih ada ruang,” imbuhnya.

Selain soal PPN, Banggar DPR dan Pemerintah juga menyepakati target PPh migas dipatok Rp817 triliun atau tumbuh 10,1% dibandingkan dengan tahun lalu yakni Rp742,2 triliun, PPh migas Rp35,9 triliun atau justru minus 14% dari target APBNP 2017 senilai Rp41,8 triliun.

Adapun, total penerimaan pajak nonmigas dalam RAPBN 2018 dipatok Rp1.385 9 triliun atau tumbuh 11,6% dari APBNP 2017 senilai Rp1.241,8 triliun.

Pemerintah dan DPR juga menyepakati, dengan berbagai macam reformasi di bidang perpajakan, rasio pajak pada 2018 mendatang bisa mencapai 10,9% atau lebih baik dibandingkan dengan target 2017 senilai 10,8%.

Sumber : Bisnis.com