Penggelapan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Ariyanto, warga Perum Bida Ayu Blok A7 No 8, Kelurahan Mangsang, Sei Beduk, Batam, Kepri dilaporkan Safarry Firman ke Polsek Sei Beduk atas tuduhan penggelapan satu unit mobil, Selasa, 9 Januari 2018 lalu.

Dalam laporan pengaduan: B/ND-02/I/2018SPK/POLSEK SEI BEDUK itu, Ariyanto, sopir di Batam Centre ini dituduh menggelapkan mobil Toyota New Avanza 1,3G warna Silver Metalik, tahun pembuatan 2014 nomor Polisi T 1226 DZ.

Penggelapan mobil yang masih kredit di PT Adira Finance Batam yang dilaporkan Safarry Firman ini terjadi pada Rabu, 23 Maret 2016 lalu.

Informasi di lapangan, unit mobil yang dilaporkan ini dialihkan terlapor kepada Aldjupri, warga Taman Seruni, Batam Centre pada Rabu, 23 Maret 2016. Peralihan yang dilakukan di Kantor Adira Finance Batam ini disaksikan oleh Robhi, pemilik showroom mobil yang menjadi perantara terlapor dengan Aldjupri.

Usai menandatangani selembar surat di kantor pembiayaan itu, pihak penagih angsuran datang ke rumah Aldjupri, hingga pembayaran dilakukan sebanyak 24 kali angsuran.

“Saya melakukan pembayaran yang ke-24 pada tanggal 31 Agustus 2017 lalu,” kata Aldjupri kepada mediakepri, Kamis, 1 Maret 2018.

Kapolsek Sei Beduk, AKP Sutrisno Saragih tidak bersedia menyampaikan apapun terkait laporan ini ketika dikonfirmasi via telepon selulernya. “Kalau mau bicara itu, ke kantor saja,” ujarnya. (eddy)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Aktris Laudya Cynthia Bella telah membantah tudingan penggelapan uang seorang pengusaha asal Bandung, Jimmy. Nama Bella merasa tercemar karena kasus tersebut.

“Aduh sebenarnya nih ya, nanti insya Allah diselesaikan oleh pihak yang berwajib karena sebenarnya aku nggak kenal dengan pihak tersebut. Terus aku telepon papa, kata papa ‘oke diselesaikan’. Dan sebenarnya kalau ini merasa ini mencemarkan nama baik banget sih ya,” ujar Laudya Cynthia Bella Rabu 24 Januari 2018.

Istri pengusaha asal Malaysia, Engku Emran itu menilai, ada niat tak baik dari Jimmy yang tiba-tiba melaporkannya. Ia pun percaya pihak kepolisian dapat menangani kasusnya dengan baik.

“Aku nggak tahu gimana masalahnya, aku nggak ngerti, sekarang gini aku percaya setiap orang untuk menunjukkan siapa dia, untuk mengenalkan dia ke publik, itu banyak bisa dengan banyak cara gitu dan maksud aku yang jelas aku percaya pihak kepolisian itu bisa menyelesaikan dengan baik pasti biarlah mereka yang ngurus semua, mungkin mereka nanti mau bikin preskon katanya,” tutur Bella.

Laudya Cynthia Bella dilaporkan bersama kakaknya, Melisa Nadya Putri, oleh Jimmy. Keduanya dilaporkan atas tuduhan penipuan dan penggelapan.

Bella dan Melisa disebut telah menawarkan sebidang tanah kepada Jimmy yang beralamat di Blok Tugu Persil 15 D IV Kohir 1261 Desa Mekarluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dengan luas tanah 5.360 meter persegi. Urusan itu terjadi pada tahun 2009.

Namun Laudya Cynthia Bella membantah menawarkan tanah ke Jimmy. Justru, ia kena tipu karena sudah membeli dan menyerahkan sejumlah uang. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Roihana Azizah Fitri Octavia alias Vivi, wanita yang dijanjikan nikah oleh presenter Vicky Prasetyo meminta Vicky melunasi kewajibannya,

Vivi menginginkan uang sebesar 340 juta rupiah.

Uang 340 juta tersebut, merupakan total dari pelunasan uang mobil Herrier sebesar 240 juta. Ditambah uang hasil usaha karaoke sebesar 100 juta.

Jika Vicky tak juga melunasi uang tersebut, Vicky terancam akan ditahan dengan dugaan penggelapan uang.

“Kalau saya sih secepatnya karena sudah dapat laporan, dari Polres Vicky nggak mau menyelesaikan. Ya siap siap menghadapi masalah hukum, ancamannya 4 tahun penjara. Kan gitu. Karena kan ini dugaan penggelapan (uang) dan bisa kami tahan,” kata Ilal Ferhard, kuasa hukum Vivi.

Saat ditemui usai acara di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin 8 Januari 2018, Ilal mengatakan ini bukan kali pertama Vicky melalukan penggelapan uang.

“Vicky kan harus diberikan pelajaran yang pasti ya, karena kan Vicky ini selalu berupaya untuk mengalihkan dan lolos dari jeratan hukum. Selalu kan modusnya perempuan kan, selalu ibu ibu kan. Yang lalu lalu kan ada dugaan penggelapan juga. Mobil juga. Ibu ibu juga (korbannya),” kata dia.

Ilal pun dengan tegas menyampaikan, bahwa Vicky harus menyelesaikan masalah pelunasan uang tersebut.

Sebab jika ia mangkir lagi dalam kasus ini, Ilal tak segan-segan menjebloskan Vicky ke penjara.

“Sudah banyak sekali kasus-kasus yang saya pikir kok selalu lolos, dan kali ini enggak bisa lolos. Ini Vicky harus selesaikan, kalau tidak, saya serius, sangat serius untuk memasukan Vicky ke dalam penjara,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.com

KRIMINALITAS

Minggu | 29 Oktober 2017 | 16:52

Hati-Hati Penggelapan Mobil Rental Kembali Marak oleh Penyewa

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekanbaru – Pesatnya usaha jasa penyewaan mobil tampaknya juga berimbas pada resiko kehilangan atau pencurian.
Kenyataan yang kini menjadikan pengusaha jasa penyewaan mobil harus lebih waspada dengan memastikan keamanan mobil yang diserahkan pada penyewa.

Seperti dua kasus penggelapan mobil rental yang dilaporkan ke Polresta Pekanbaru ini.

Kasus pertama dilaporkan Zulhermanto (38).

Mobil miliknya yang dirental oleh AK selama dua puluh hari terhitung sejak Januari 2017 silam.

Namun berjalan waktu mobil korban tidak kunjung dikembalikan.

Sampai korban membuat laporan ke Polresta Pekanbaru, Sabtu 28 oktober 2017 mobil korban tidak juga dikembalikan AK.

Kasus tersebut kini dalam penyelidikan kepolisian.

Kasus penggelapan mobil rental yang kedua dilaporkan CV RR sebagai pengelola jasa layanan rental mobil di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru.

Terlapor RH yang merental mobil pada tanggal 19 Agustus 2017 lalu untuk dipakai selama satu tahun.

Terlapor kemudian membuat perjanjian akan membayarkan sewa sekali seminggu.

Namun berjalan waktu pada minggu kedua, RH tidak lagi membayarkan sewa sesuai dengan perjanjian.

Pihak pengelola kemudian melacak keberadaan mobil menggunakan GPS.

Namun GPS sudah dalam kondisi mati.

RH pun kemudian dikonfirmasi terkait keberadaan mobil namun telepon tidak pernah diangkat.

RH memberikan jawaban lewat pesan singkat bahwa mobil dalam kondisi aman.

Curiga dengan keberadaan mobil, pihak pengelola kemudian mendatangi RH.

Dari pengakuan RH barulah terungkap jika mobil yang disewanya audah digadaikan kepada orang lain.

Kasus itupun dilaporkan ke Polresta Pekanbaru.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Iptu Polius Hendriawan mngkonfirmasi, Minggu 29 oktober 2017 kedua laporan penggelapan mobil rental tersebut masih dalam penyelidikan.

Terkait dengan dua laporan penggelapan mobil tersebut, Polius mengimbau agar pengusa rental mobil untuk lebih wasapada dan berhati-hati mendapatkan konsumen.

” Jangan terlalu percaya. Antisipasi keamanan. Sebab dengan harga rental mobil yang semakin murah akan menjadi celah bagi pelaku untuk membawa kabur dan menggadaikannya,” ujar Polisi. (***)

 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Anambas – Praktik korupsi sepertinya sudah semakin mengkhawatirkan. Bahkan baru-baru ini lelang pekerjaan di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Anambas sarat dengan permainan monopoli yang curang, bahkan lelang akhirnya dibatalkan dengan alasan yang tidak wajar.

Hal ini diduga terjadi dalam pelelangan paket pekerjaan Rehabilitasi Dermaga Pelabuhan Putik Kecamatan Palmatak senilai Rp 899 juta, Paket pekerjaan Pembangunan Dermaga Rakyat Dusun Air Tang Kec. Siantan Timur senilai Rp 1,9 M, Paket pekerjaan Pembangunan T Pelabuhan Desa Munjan Tahap I Kec.Siantan Timur senilai Rp 499 juta.

Seperti dilansir samuderakepri.co.id, seorang kontraktor merasa kecewa setelah mengetahui ada praktik monopoli dan penyalahgunaan wewenang oleh Ketua Pokja I Jasa Konstruksi Dishub LH ULP Kabupaten Kepulauan Anambas pada proses pelelangan paket proyek tersebut.

Disinyalir, restu ULP dan Kepala Daerah juga sudah didapat sehingga Ketua Pokja I Jasa Konstruksi Dishub LH ULP Anambas tersebut berani bersikap nekat untuk mengkondisikan dari awal pemenang lelang hingga berani sms ke salah satu anggota DPRD Anambas dikarenakan proyek tersebut berasal dari dana Aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Anambas.

Dengan gagalnya lelang tiga proyek tersebut, tentu saja perusahan yang sudah memberikan fee kepada Ketua Pokja 1 merasa tidak terima, bisa jadi untuk menganti uang yang sudah diterima oleh Ketua Pokja 1, Dia kembali mengadakan lelang proyek Belanja Modal Pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum Desa Air Biru senilai Rp 314 juta.

Dengan cara mengunakan wewenangnya selaku Ketua Pokja I Jasa Konstruksi DishubLH ULP Anambas, dia lalu menangkan perusahan CV.ARYZKA JAYA untuk proyek tersebut. Baru diketahui bahwa Ketua Pokja I Jasa Konstruksi DishubLH ULP sangat dekat dengan pemilik/pengurus dari CV tersebut.

Adapun dokumen lelang dengan syarat-syarat yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang pengadaan barang dan jasa antara lain :

  • Dokumen lelang yang digunakan seharusnya untuk dokumenpelelangan konsultan.
  • Diminta mengunakan Tim Leader (Tim Leader Hanya ada di Konsultan)
  • Diminta (SKT) memakai Ijazah S1 atau DIII (Sedangkan Syarat untuk membuat SKT setara SMK).

SBU yang di minta Pokja EL 001/003 Elektrikal, tetapi IUJK yang diminta oleh Pokja hanya SIPIL, sedangkan ini pekerjaan elektrikal (Jelas sekali Pokja berpihak kepada calon pemenang dikarenakan perusahan calon pemenang tidak memiliki IUJK Listrik/Elektrikal).

Dari dokumen yang diminta Pokja I Jasa Konstruksi DishubLH ULP Anambas, jelas sekali untuk mengkondisikan memenangkan CV tersebut.

Adapun dalam kasus paket ini sebenarnya kalau panitia/pokja tidak ada indikasi KKN maka dokumen lelang yang keliru bisa saja di Addendum karena dalam hal administrasi kepemerintahan tidak ada hal yang tidak bisa diperbaiki (addendum).

Sekretaris Daerah, Satiar saat dikompirmasi samuderakepri.co.id, Rabu, ( 26/04) mengatakan, “Terima kasih info bapak, nanti insya Allah akan kita sampaikan kepada ULP untuk di komfirmasikan”. (red/mun)