Penggerak

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarman divonis hukuman mati. Aman terbukti menjadi penggerak sejumlah teror di Indonesia, termasuk bom Thamrin pada 2016.

“Menyatakan terdakwa Aman Abdurrahman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana mati,” ujar hakim ketua Akhmad Jaini membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, 22 Juni 2018.

Aman langsung sujud usai pembacaan vonis.

Aman Abdurrahman, menurut majelis hakim, terbukti menggerakkan teror bom Gereja Oikumene di Samarinda pada 13 November 2016; bom Thamrin pada Januari 2016; bom Kampung Melayu pada 24 Mei 2017; penusukan polisi di Sumut pada 25 Juni 2017; serta penembakan polisi di Bima pada 11 September 2017.

Pengaruh Aman menggerakkan teror dimulai dari terbentuknya Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

JAD punya struktur wilayah, di antaranya Kalimantan, Ambon, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jabodetabek, dan Sulawesi, yang punya kegiatan mendukung daulah islamiyah dan mempersiapkan kegiatan amaliah jihad.

Aman–sebagaimana fakta dalam surat tuntutan–diposisikan para pengikutnya sebagai rujukan ilmu. Aman menyebarkan pengaruh lewat anjuran langsung, buku ‘Seri Materi Tauhid’, situs internet, dan rekaman audio.

Aman terbukti melakukan tindak pidana terorisme sebagaimana Pasal 14 jo Pasal 6 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID,Jember – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut bahwa Jember memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi di wilayah Tapal Kuda.

Hal itu ia katakan usai menyusuri seluk-beluk Kabupaten Jember dengan menyambangi 17 titik kampanye.

Mulai industri Tarotama Nusantara, menyusuri pondok pesantren (ponpes), bertemu tokoh Jember, dialog dengan pegiat wisata, meresmikan sejumlah posko dan juga ziarah ke makam KH Muchid Muzadi.

Menurut doktor termuda Jepang ini, blusukannya di Jember merupakan kunjungan yang sangat luar biasa karena dalam setiap pungkasan kunjungannya ke ponpes Emil Dardak selalu mendapatkan doa dari para kiai di Jember.

Seperti ketika mengunjungi Ponpes Al Amin di Ambulu Jember, tak tanggung-tanggung Emil langsung didoakan oleh tujuh ulama thariqoh dari Jember selatan dan putra-putra dari KH Achmad Shiddiq, Rais Am Syuriah PBNU 1984-1991.

Belum lagi doa langsung dari Ibu Nyai Nihayah, istri almarhum KH Achmad Shiddiq, Rais Am Syuriah PBNU 1984-1991 sekaligus tokoh sentral khittah NU di Muktamar Situbondo.

“Tentu ini bagi saya adalah kunjungan yang luar biasa, sambutan warga Jember dan doa dari para sesepuh jadi amunisi baru untuk mengabdi kepada Jawa Timur,” tutur suami Arumi Bachsin ini, Jumat 30 Maret 2018.

Dari segi ekonomi, Emil menilai Jember memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi di Tapal Kuda.

“Adanya perguruan tinggi dan faktor posisi yang strategis tidak terlalu jauh Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo dan Lumajang akan mampu menjadi daya dongkrak Jember sebagai penggerak ekonomi kawasan Tapal Kuda,” ucap Emil.

Bahkan, Jember menurutnya harus juga memiliki rumah sakit sebagai rujukan utama di daerah Tapal Kuda sebelum ke Surabaya.

“Kami memastikan Jember harus bisa menjadi daerah penggerak ekonomi Tapal Kuda. Sentra perguruan tinggi ada di Jember, inilah yang perlu kita ungkit Puslit Koka (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao) hasilnya sudah ke mana-mana ini akan menjadi penggerak nyata ekonomi di Tapal Kuda,” tutur doktor ekonomi pembangunan ini.

Bupati nonaktif Trenggalek ini optimistis harapan tersebut menjadi kenyataan. Bahkan kawasan selatan Jember nantinya bisa diakselerasi pembangunannya salah satunya dengan mengarahkan potensi Puger yang berada di kawasan selatan Jember.

“Puger juga harus ada pengembangan pasar yang nyaman bagi wisatawan, baik baunya, kebersihan, dan keamanan misalnya ada pos polisi. Apalagi kewenangan bidang kelautan dan perikanan sudah dialihkan dari kabupaten ke provinsi,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kota Gerbang Pesisir Selatan ini mencontohkan bagaimana dirinya sebagai Bupati menjadikan pembenihan benih udang yang dikonversi menjadi balai wisata sehingga saat ini banyak anak-anak sekolah berdatangan untuk belajar pembenihan udang di Trenggalek.

“Saya yakin dengan gotong-royong, Jember akan jadi daerah penggerak ekonomi di Tapal Kuda,” pungkasnya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri memberikan penghargaan kepada tiga personel yang terpilih sebagai polisi teladan penggerak Revolusi Mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian dalam kegiatan upacara bulanan dan pemberian penghargaan, di Lapangan Upacara Polda Kepri, Senin, 18 September 2017.

Tiga personel Polda Kepri yang berprestasi tersebut, Bripda Galuh Mustika dengan nilai akhir 87.25, Bripka Doni Permana, SE dengan nilai akhir 75.00, dan Brigadir Romizona, SH dengan nilai akhir 64.9. Tiga personel yang terpilih sebagai polisi teladan

Kapolda berharap agar hendaknya prestasi ini menjadi contoh yang positif sekaligus sebagai motivasi bagi seluruh personel Polda Kepri. Untuk itu tingkatkan kecintaan dan kebanggan bagi anggota Polri sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Dalam Upacara Bulanan dan Pemberian Penghargaan kepada polisi berprestasi, Kapolda menyampaikan beberapa hal, di antaranya evaluasi hasil pelaksanaan tugas pada bulan Agustus lalu.

Dilihat dari data perkembangan gangguan Kamtibmas yang terjadi di wilayah hukum Polda Kepri dan jajaran pada Agustus 2017 dibandingkan pada bulan Juli 2017 berdasarkan trend kejahatan menurut golongan adalah:

1. Kasus kejahatan Konvensional mengalami kenaikan sebesar 43 kasus atau 19% (268 kasus di bulan agustus 2017 dan 225 kasus di bulan juli 2017).

2. Untuk kasus kejahatan Trans nasional mengalami kenaikan sebesar 7 kasus atau 27% (33 kasus di bulan Agustus dan 26 kasus di bulan Juli 2017).

3. Untuk kasus kejahatan terhadap kekayaan negara mengalami kenaikan sebesar 2 kasus atau 50 % ( 4 kasus di bulan agustus 2017 dan 2 kasus di bulan juli 2017).

4. Sedangkan untuk kasus kejahatan yang berimplikasi kontinjensi tidak ada mengalami kenaikan atau penurunan (tetap) sebesar 0%.

Dalam penegakkan hukum di laut, ungkap Kapolda, Ditpolairud Polda Kepri, terhitung mulai Januari-Agustus 2017 telah menangani 34 kasus tindak pidana yang terjadi di wilayah perairan.

Dari 34 kasus dimaksud, 16 kasus diserahkan ke instansi terkait (Bea Cukai, Balai Karantina Hewan Ikan dan tumbuhan, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri).

Kapolda juga menyampaikan, saat ini Polda Kepri sedang melaksanakan Operasi Mandiri kewilayahan Antik Seligi 2017 yang dilaksanakan mulai 31 Agustus 2017 – 19 September 2017, dengan sasaran narkoba.

Kapolda berpesan kepada seluruh jajaran, agar melakukan operasi ini dengan sungguh-sungguh, sehingga nantinya akan memperoleh hasil yang maksimal.

” Kepada anggota Polda Kepri dan seluruh jajaran untuk tidak tersangkut dalam masalah narkoba dan tindakan yang tidak pantas serta terlibat aksi kriminalitas lainnya. Hendaknya kita semua dapat menjadi teladan yang baik bagi masyarakat untuk bersama-sama memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Polda Kepri, sambung Kapolda, juga sedang melaksanakan pengamanan kepulangan jemaah haji embarkasi Batam dari Mekah, yang pelaksanaanya dimulai pada 8 September 2017 sampai 4 Oktober 2017.

Untuk itu, pelaksaan kegiatan pengamanan hendaknya dapat dilakukan secara maksimal dan tetap selalu berkoordinasi dengan instansi terkait, sehingga pelaksanaan pengamanan dapat berjalan lancar dan jemaah haji dapat kembali ke kediaman masing-masing dalam keadaan selamat dan aman. (*)

Sumber : Humas Polda Kepri