Persaingan

KEPRI

Kamis | 04 Oktober 2018 | 13:58

Potensi Persaingan Kita Adalah untuk Kemajuan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Gubernur H Nurdin Basirun mengajak seluruh komponen masyarakat melakukan lompatan-lompatan yang penuh inovasi. Terlebih di bidang pendidikan. Karena mereka yang melakukan inovasi tidak pernah menemukan jalan sempit.

“Untuk memajukan bangsa dan negara, tiada lain pasti pendidikan. Negara negara asia timur, semua membangun pendidikan. Ini pondasi pembangunan yang mereka lakukan,” kata Nurdin saat Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana 2018/2019 Institut Teknologi Batam (Iteba), di Kampus Iteba, Tiban, Batam, Rabu, 3 Oktober 2018.

Pendidikan di Kepri, menurut Nurdin merupakan sektor yang tidak dipandang sebelah mata. Alokasi 20 persen selalu ada di APBN dan APBD. Meski begitu, masih kurang untuk memajukan pendidikan.

Peran pemerintah, sebut Nurdin, sangat terbatas. Meski begitu, infrastruktur terus dikebut, kualitas dikejar semakin baik.

Menurut Nurdin, Revolusi Industri 4.0, bonus demografi 41 generasi negeri ini harus dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa. Pemanfaatan itu akan membuat negeri ini jadi pemenang. Negara-negara lua menjadi maju karena mereka membangun pendidikan.

“Potensi persaingan kita adalah untuk kemajuan.

Mari duduk bersama sama bergandeng tangan bahu membahu memajukan bangsa dan negara,” ajak Nurdin.

Kepri, kata Nurdin, sangat menjanjikan dari segala aspek. Sumber daya manusia harus dikelola dengan baik sehingga menghasilkan yang baik juga.

Nurdin berpesan kepada mahasiswa yang baru dikumuhkan untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan setiap kesempatan. Persaingan pasti berat, tapi kalau menyiapkan diri sejak awal, pasti jadi pemenang.

“Saya yakin Iteba akan jadi yang ternama dan terkenal di republik ini. Hari ini 81, ke depan akan belasan ribu mahasiswa di kampus ini,” kata Nurdin.

Nurdin juga mengajak semua komponen masyarakat tak hanya menjadikan Batam sebagai kawasan industri dan wisata. Tapi juga menjadi kota pendidikan karena ada di persimpangan yang strategis.

“Kita buktikan kita bisa. Kita bukan ekspor TKI tetapi tenaga terampil. 10-20 tahun mendatang, kita tinggal landas, kita pacu untuk terbang setinggi-tingginya untuk membawa kemenangan bangsa dan negara,” kata Nurdin.

Pada Sidang Senat Terbuka Institute Teknologi Batam dalam ada 81 Mahasiswa Baru yang dilantik. Tampak hadir pada kesempatan itu mantan Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budi Revianto, Kepala LIPI Laksama Tri Handoko, Prof Joko Santoso dan Kadis Pendidikan Kepri Muhammad Dali.

Sebelum menghadiri acara pelantikan mahasiswa, Nurdin terlebih dahulu ruang praktik memasak. Tampak Nurdin ikut berpraktik memotong beberapa sayuran untuk dimasak. Setelah dimasak, Nurdin tampak menikmati makanan restoran hasil praktik mahasiwa Iteba. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Magelang – Presiden Joko Widodo meminta para pemuda Indonesia untuk siap berkompetisi dan menghadapi tantangan yang ada. Persaingan global saat ini juga menuntut kreativitas dan inovasi-inovasi baru dari para pemuda.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo kepada para peserta Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama Nasional (Perwimanas) II di Bumi Perkemahan Lapangan Tembak Akmil, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Senin, 18 September 2017.

“Persaingan global saat ini semakin sengit. Kompetisi antarnegara saat ini semakin menjadi-jadi dan jangan lupa bahwa itu merupakan tantangan kita, tantangan antarindividu dan antarnegara. Oleh sebab itu, ke depan semua akan berkompetisi. Semua akan bersaing, adu kecerdasan, adu kreativitas, adu keterampilan, adu inovasi, dan adu kecepatan,” ujarnya.

Lebih lanjut, selain menghadapi tantangan di bidang sumber daya manusia, bangsa Indonesia juga disebutnya menghadapi tantangan dari penyalahgunaan narkotika yang belakangan kembali merebak. Hal itu ditambah lagi dengan tantangan keterbukaan di mana kabar-kabar bohong yang begitu mudah menyebar di media sosial perlu disikapi dengan serius.

“Jangan lupa, di media sosial sekarang ini bertebaran yang negatif, fitnah, saling mencela, hoaks, dan kabar bohong. Itu juga menjadi tantangan kita ke depan,” ucap Presiden.

Namun, bagaimana pun juga, bangsa Indonesia tetap harus berbenah. Perbaikan dalam segala hal sangat diperlukan untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain.

“Kalau tidak ya kita akan ditinggal. Bagaimana kita beradu inovasi dan kreativitas dengan negara yang lain. Inilah tantangan-tantangan yang kita hadapi dan memerlukan sebuah dasar fondasi yang sangat kuat sehingga kita bisa memenangkan kompetisi itu. Tapi saya meyakini dengan sebuah fondasi karakter yang baik, Pramuka Ma’arif NU insyaallah mampu menatap masa depan memenangkan persaingan,” ia menegaskan.

Selain itu, untuk menghadapi persaingan, bangsa Indonesia juga harus bersatu dan menjalin persaudaraan dengan baik. Sebagai negara yang terdiri atas 17 ribu pulau, ribuan suku, dan ratusan bahasa lokal membuat hal tersebut menjadi tidak mudah.

“Tapi saya meyakini bahwa dengan menjalin persaudaraan yang baik, ukhuwah islamiah dan wathoniah, saya meyakini negara ini akan menjadi negara yang kuat ekonominya,” ia melanjutkan.

Terakhir, Kepala Negara berpesan agar tidak cepat berpuas diri dengan apa yang telah dicapai saat ini. Sebab, ke depannya perubahan akan selalu datang dengan cepat dan tak terduga.

“Jangan pernah merasa puas dengan apa yang kita capai. Terus pelajari hal-hal baru, temukan hal-hal baru, dan praktikkan hal-hal baru yang dapat membawa kemajuan untuk diri kita, umat, dan negara kesatuan yang kita cintai,” tutupnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Said Aqil Siradj dan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pusat KH Zainul Arifin Junaidi.

Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden