Persoalan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sleman – Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-103 yang difokuskan di Desa Balecatur,kec.Gamping,Kab.Sleman tidak hanya mempunyai misi untuk merekatkan hubungan antara TNI dengan rakyat, namun juga untuk menumbuhkan semangat gotong-royong yang memiliki keuntungan dari segi biaya, yakni lebih ekonomis bagi masyarakat setempat.

“Hal itu karena proyek pembangunan yang digelar dalam program itu atas bantuan pemerintah, masyarakat bersama TNI. Selain itu, masyarakat juga ikut merasa memiliki terhadap pembangunan yang dibangun sendiri oleh mereka itu,” kata Pasiter Kodim 0732/Sleman Kapten inf Nugraha Agung T. Rabu,17 Oktober 2018 di sela-sela kegiatan.

Pada pelaksanaan TMMD di Desa Balecatur masyarakat memang terlihat menonjol, terutama dalam hal pembangunan fisik.Dari proyek yang dikerjakan dalam program TMMD ini, menjadi perhatian masyarakat. Keberadaan TNI di Desa Balecatur ini, memang nampak mengesankan suasana berbeda bagi masyarakat di desa itu. Keakraban antara TNI dengan masyarakat, baik anak-anak, remaja dan para tokoh sangat terasa.

Tidak ada lagi sekat sosial diantara mereka. Usai bekerja, para prajurit ini berbaur dengan masyarakat berdiskusi tentang berbagai persoalan, termasuk berbagi cerita tentang pengalaman mereka masing-masing.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku, keberadaan TMMD 103 bukan hanya membuat masyarakat senang. Tapi bangga, karena desa mereka menjadi sasaran program TMMD 103 dan rumah-rumah masyarakat banyak yang menjadi tempat menginap TNI.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Wakil Gubernur H Isdianto mengajak masyarakat bersama-sama memberi kontribusi bagi Kepri sesuai dengan peran masing-masing. Dengan pelestarian budaya, beberapa sektor bisa didukung, salah satunya pariwisata.

“Saya percaya warga Batam asal Nias sudah banyak berkontribusi untuk Batam dan Kepri. Mari kita menghidupkan ekonomi kreatif di Batam dan Kepri,” kata Isdianto saat menghadiri ulang tahun ke-21 Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Batam, di Batam Centre, Batam, Ahad, 14 Oktober 2018.

Pada kesempatan itu, Isdianto berpesan kepada masyarakat untuk menjaga anak anak generasi penerus bangsa dari bahaya narkoba. Masyarakat harus serius membantu pemerintah untuk menjaga anak-anak dari ancaman narkoba.

Selain menghadiri ultah BNKP, Isdianto juga menghadiri Pesta Raya & Penggalangan Dana GKPI Jemaat Khusus Letare Bengkong Batam. Di sini, Isdianto menyampaikan bahwa kebersamaan bisa mengatasi banyak persoalan. Termasuk urusan menggalang dana.

Isdianto mengapresiasi kegiatan penggalangan dana yang nantinya akan diperuntukan bagi perbaikan atap gereja GKPI. Karena selama ini gereja GKPI Bengkong memang harus diperbaiki atap dan plafonnya.

“Atas perayaan dan pesta raya ini tentu kami ucapkan selamat. Pemerintah Provinsi Kepri akan terus bersama dengan komponen masyarakat, membangun Kepri semakin baik,” kata Isdianto.

Isdianto mengatakan, dengan memanfaatkan potensi yang ada, Kepri akan terus bangkit dan semakin berjaya. Potensi kemaritiman dan pariwisata akan terus didorong untuk meningkatkan perekonomian daerah.

“Dengan demikian, kita tetap yakin bisa terus membangun Kepri. Tanpa kita harus khawatir dengan makin kecilnya alokasi bagi hasil yang diterima dari pusat,” kata Isdianto. (***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID,Jakarta – Politikus PDIP Andreas Hugo Pereira menganggap pihak yang melihat melihat bantuan pemerintah Indonesia untuk Rohingya sebagai pencitraan tidak paham persoalan Rohingya.

“Itu mereka yang tidak memahami persoalan Rohingya,” kata Andreas Hugo Pereira, kepada Tribunnews.com, Senin 18 September 2017.

 Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut mengatakan bantuan yang dikirimkan Presiden Joko Widodo atas nama bangsa Indonesia untuk Rohingya merupakan komitmen Indonesia untuk kemanusiaan.Ditambah lagi Pemerintah Indonesia telah maksimal menjalankan misi diplomasi untuk berdialog dengan pemerintahan Myanmar dan Bangladesh pada level elite untuk menekan terjadinya kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Namun, pada level masyarakat Rohingya, tegas dia, bantuan material yang bisa menolong mengatasi problem kehidupan sehari-hari merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunggu.

“Karena itu, jalan diplomasi dan jalan bantuan kemanusiaan dari pemerintah mewakili aspirasi rakyat Indonesia ini sudah tepat untuk ikut membantu warga Rohingya yang sedang dalam kesulitan,” katanya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto, meminta masyarakat memperkuat diri agar dapat membantu etnis Rohingya yang mengalami penindasan oleh pemerintah Myanmar.

Hal tersebut diungkapkan Prabowo dalam orasinya pada aksi Bela Rohingya 169 yang digelar di Kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 16 September 2017.

Dirinya mengatakan bahwa saat ini pemerintah Indonesia sudah memiliki banyak hutang sehingga tidak mempunyai kekuatan.

Mantan Danjen Koppasus ini percaya kalau Indonesia kuat, maka dapat membantu etnis Rohingya.

Prabowo bahkan mengkritik bantuan pemerintah hanya untuk pencitraan.

“Percaya sama saya, kalau kita kuat kaum Rohingya kita bantu. Kalau pun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang,” kata Prabowo.

Prabowo meminta kepada umat Islam untuk menebar kedamaian Islam.

Dengan begitu Islam akan dihormati dan disegani seluruh dunia.

“Kalau mereka menindas kaum muslim, kita tunjukkan kita beri keamanan. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin. Sejuk tidak berarti jadi kambing, sejuk tidak berarti dibohongin terus menerus,” kata Prabowo.

Sumber : Tribunnews