Pertamina

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekanbaru – WAKIL Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak jenis pertalite dari Rp 8.000 menjadi Rp 8.150 per liter yang merupakan kenaikan kedua sejak awal tahun ini.

“Di tengah usaha kami (daerah) mengendalikan situasi harga bahan bakar pertalite dan pasokan bahan bakar premium. Pertamina malah menaikan kembali untuk kedua kalinya harga dasar pertalite,” kata Noviwaldy Jusman di Pekanbaru, Ahad 25 Maret 2018.

Sebelumnya, PT Pertamina Persero mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak jenis pertalite. Harga baru itu mulai berlaku 24 Maret 2018 pukul 00.00 WIB.

Politisi Demokrat ini menyayangkan kenaikan itu terjadi di tengah usaha DPRD dan Pemprov Riau melakukan kajian penurunan pajak bahan bakar kendaraan bermotor, sebagai solusi untuk menurunkan harga pertalite.

“Bahkan disaat kami masuk tahap akhir revisi perda, tapi malah dinaikan,” sebutnya.

Ia mengatakan penurunan pajak bahan bakar kendaraan bermotor yang tengah diproses berdampak pada pendapatan asli daerah yang diterima Riau. Namun, justru sebaliknya kenaikan harga dasar BBM yang ditetapkan pemerintah pusat menambah keuntungan negara.

“Keuntungan negara akan bertambah, kalau saya pribadi akan memahami karena hutang negara kita banyak tapi apakah semua rakyat Riau bisa paham sementara akibat dari berkurangnya pajak berdampak pada PAD Riau,” katanya. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – PT Pertamina mengharapkan adanya review lebih lanjut terhadap aspek keselamatan terkait industri kapal nasional, baik dari galangan pembangunan dan docking atau perawatan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, sebagai BUMN yang mengoperasikan lebih dari 270 unit kapaluntuk pengangkutan minyak mentah dan produk minyak di seluruh Nusantara, perseroan perlu didukung oleh industri galangan dan docking kapal nasional yang kuat.

Sejauh ini, tuturnya, perusahaan berkomitmen tinggi untuk melibatkan sebanyak mungkin peran industri galangan dan docking kapal nasional.

Namun, katanya, dalam melaksanakan operasinya industri galangan dan docking kapal harus betul-betul memperhatikan aspek keselamatan.

Terlebih, kapal-kapal yang dioperasikan Pertamina merupakan kapalpengangkut material yang mudah terbakar, sehingga menuntut tingkat keamanan yang lebih tinggi lagi.

Dikutip dari jpnn.com, “Kapal-kapal Pertamina merupakan kapal pengangkut bahan yang mudah terbakar, baik minyak mentah, BBM, maupun LPG, sehingga aspek keselamatan betul-betul perlu diperhatikan tidak hanya oleh Pertamina selaku operator, melainkan juga industri pendukung kapal, termasuk docking kapal,” terang Adiatma.(***)