Prabowo

MEDIAKEPRI.CO.ID, Solo – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi yang lebih akrab dengan panggilan Titiek Soeharto mengaku telah mencium aroma kemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden bernomor urut 02, Prabowo-Sandi. Titiek melihat semua  bermula dari ketulusan hati rakyat yang sudah jenuh dengan kebohongan.

Titiek menyatakan hal itu dalam Kampanye Akbar  Calon Presiden-Wakil Presiden 02 Prabowo-Sandi, yang digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Rabu 10 April. Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya itu naik panggung, berorasi setelah tokoh-tokoh koalisi 02 lainnya, antara lain Amien Rais dan Hidayat Nur Wahid berbicara.

“Menjelang 17 April, saya sudah mencium kemenangan pasangan calon 02. Ini adalah buah kerja kita bersama,”ujar Titiek, disambut tepuk tangan dan teriakan meriah ribuan peserta kampanye.

Menurut Titiek, dari kehadirannya menemani Prabowo dan Sandiaga berkeliling ke daerah-daerah, ia melihat ada hal sama yang terpancar dari sorot mata ribuan rakyat, mulai dari bapak-bapak pekerja kasar hingga emak-emak.

“Kami melihat ketulusan hati saudara-saudara, terpancar, semua untuk Indonesia kita, untuk Indonesia yang adil, makmur dan berdaulat,” kata Titiek, calon anggota legislative Partai Berkarya dari daerah pemilihan Yogyakarta itu, yang kembali disambut riuh teriakan dukungan ribuan massa.

Titiek menilai, salah satu yang membuat rakyat bersatu dan bergerak untuk perubahan adalah kondisi ekonomi saat ini yang dirasa sulit. Harga-harga mahal, sementara lapangan pekerjaan begitu susah didapatkan. Ia mengingatkan, dulu ada yang berjanji akan menciptakan 10 juta lapangan kerja bagi rakyat, tetapi ternyata berbohong.

“Kita semua menjadi saksi kebohongan. Satu-satunya jalan ganti presiden. Pilih 02! Perjuangan ini adalah perjuangan untuk bangsa Indonesia. Agar kita bisa maju menjadi negara berdaulat, tidak malu-maluin sama negara tetangga,” kata dia.

Titiek memiliki harapan besar, setelah 2019 Indonesia menjadi bangsa yang bangga terhadap bangsanya sendiri, ia juga berterima kasih atas kedatangan warga yang menyemut, membuat tak sedikit pun tersisa ruang kosong di Stadion Sriwedari.

“Kita bersyukur masih diberi akal sehat untuk melihat ketimpangan di republik ini. Saya ucapkan terima kasih untuk semua yang dengan tulus ikhlas telah datang ke sini,” kata dia.

Orasi Titiek memukau ribuan massa. Bahkan Prabowo sendiri turut berkomentar soal penampilan panggung Titiek yang mengobarkan semangat massa tersebut.  

“Partai emak-emak itu memang luar biasa, militan,” kata Prabowo Subianto, termasuk Mbak Titiek, militan juga tuh!” kata Prabowo yang segera disambut sorak-sorai para pendukung. “Lha, apa salahnya kalau saya sebut Mbak Titiek militant?” kata Capres no urut 02 itu retoris.

Namun bukan hanya itu yang membuat suasana kampanye riuh dan penuh gembira. Titiek sempat menyanyikan lagu romantic milik Element Band, ‘Rahasia Hati’.

“…Bila aku harus mencintai
Dan berbagi hati itu hanya denganmu.
Namun bila ‘ku harus tanpamu
Akan tetap kuarungi hidup tanpa bercinta..”

Sontak nyanyian Titiek dengan lirik romantik itu membuat riuh para pendukung Calon presiden Prabowo yang memadati stadion.
“Bu Titiek curhat! Bu Titiek curhat!” seru mereka dalam teriakan gembira. “Ayo balikan…Balikan! Rujuk! Rujuk!” kata mereka antusias.
“Apa?” teriak Titiek, bertanya.
“Rujuk! Rujuk!”
“Insya Allah,” kata Titiek dengan senyum terkembang lebar. “Pokoknya kita kerja bersama untuk Indonesia yang adil dan makmur.”

Kampanye calon presiden 02 Prabowo Subianto di Solo itu juga dihadiri Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais, Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan, serta Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tiga putri almarhum Presiden Soeharto mendapat sambutan istimewa ratusan ribu pendukung dan simpatisan capres/cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang memadati Kampanye Akbar di Stadion Utama GBK Jakarta, Minggu 7 April 2019.

Massa serentak bertepuk tangan ketika Prabowo menyebut nama Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut, Siti Hediati alias Titiek Soeharto, dan Siti Hutami Endang Adiningsih alias Mamiek. Tepuk tangan panjang, yang disertai acungan ibu jari dan jari telunjuk, dan baru berhenti setelah Prabowo memulai orasi.

Mbak Tutut tiba lebih awal. Ia memasuki Stadion Utama GBK pukul 03.45. Saat master of ceremony (MC) menyambutnya dengan menyebut nama Mbak Tutut, massa di dalam stadion serempak berteriak Allahu Akbar.

Lautan manusia berbaju putih di Stadion BGK tercipta sejak Sabtu 6 April 2019 sore. Tidak ada kursi kosong. Yang tak kebagian kursi, lesehan di lantai.

Bagian tengah stadion menjadi arena shalat tahajud dan subuh. Ada pembacaan qunut Nazillah untuk saudara Muslim teraniaya di Myanmar, Uighur, Palestina, Taman, Libya, Suriah, dan terutama Indonesia.

Di luar Stadion Utama GBK, ratusan ribu orang berusaha masuk stadion. Mereka tak memaksa karena tahu bagian dalam stadion sedemikian padat oleh massa putih.

Usai shalat subuh, massa bershalawat, dipimpin Cawapres Sandi aga Uno. Massa di luar dan dalam Stadion Utama GBK mengikuti. Emak emak, yang datang dan tak tidur semalam suntuk, terus menggumamkan shalawat dan membiarkan air mata menuruni pipi. Ada yang tersedu dan terisak.

Usai shalawat, Capres Prabowo dan Cawapres Sandiaga Uno tak ingin kehilangan kesempatan menyapa semua. Bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, keduanya berkeliling bagian luar stadion. Seluruh orang berpakaian putih berusaha mendekat seraya meneriakkan nama Prabowo…. Prabowo.

Di atas panggung, Prabowo mengawali orasi dengan ucapan terima kasih kepada Allah, yang memberi kesempatan melawan ketidakadilan dan dekat dengan rakyat.

“Ibu PERTIWI sedang diperkosa. Kekayaan alam kita diperas terus dan hak hak rakyat diinjak indah, Kepala desa dipanggil dan diancam. Kyai dan ulama juga diancam,” kata Prabowo, yang disambut teriakan Allahu Akbar.

Kampanye Akbar pasangan Prabowo Subianto Sandiaga Uno ini juga dihadiri oleh seluruh petinggi partai pendukung, yakni partai Gerindra, partai Demokrat, PAN, PKS dan Partai Berkarya, partai dengan nomor urut 7 di pemilu 2019 ini. (***)

capres indonesia

OPINI

Rabu | 13 Maret 2019 | 13:15

Monster Itu Bernama Prabowo

Oleh : Hersubeno Arief

Mereka ingin memutarbalik arus besar perubahan di tengah masyarakat. Mereka mencoba menakut-nakuti masyarakat pemilih bahwa Prabowo adalah monster yang menakutkan.

Jagad media sosial hari ini dihebohkan oleh sebuah video pendek Prabowo. Dalam video tersebut Prabowo berada di atas mobil dikerumuni para pendukungnya. Tiba-tiba dia terlihat marah dan memukul tangan seorang pria berbaju batik.

Video tersebut beredar dengan sangat cepat. Sejumlah akun media sosial milik pendukung paslon 01 ramai-ramai mengunggahnya dan memberi komentar miring. Akun @imanbr mentwitt : memang karakternya main gampar dan galaque. Akun @jangan dekat2 awas di tabok. Iman [email protected] Memang karakternya main gampar dan galaque Capres [email protected] Booossss jangan marah gtu dooonk#CapresAbadiGalak.

Bagi siapapun yang menonton video ini tanpa tahu konteksnya, pasti setuju dengan berbagai komentar miring itu. Apalagi selama ini sudah berkembang mitos Prabowo pemarah. Video itu adalah bukti nyata yang sulit dibantah. Prabowo tidak bisa mengendalikan kemarahannya di depan umum.

Bagaimana cerita sesungguhnya? Selasa (12/3) Prabowo melakukan kampanye dan bertemu pendukungnya di Cianjur, Jawa Barat.

Seperti biasa ribuan pendukungnya langsung mengerumuni mobil dan mengelu-elukannya. Beberapa emak-emak yang sangat bersemangat mencoba menyalaminya. Dari atas mobil Prabowo menyambutnya. Saat itulah seorang emak-emak terjatuh karena terdorong oleh seorang pria berbaju batik.

Pria itu adalah petugas kepolisian yang ditugaskan mengawal Prabowo. Mereka tergabung dalam personil pengamanan VVIP yang disediakan KPU untuk capres/cawapres.

Melihat hal itu Prabowo langsung bereaksi. Dia menepuk keras tangan si petugas, sambil berkata dengan keras pula “jangan dorong rakyat!” Massa yang berkerumun menyambutnya “ Siap!”

Video inilah yang digoreng habis. Beberapa media online sempat mengangkatnya menjadi berita. Namun tak lama berselang muncul penjelasan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Koordinator Jubir Dahnil Anhar Simanjuntak melalui akun @dahnilanzar mencuit : Pak @prabowo bersama rakyat Cianjur. Beliau memperingatkan dengan keras aparat pengaman yang berlebihan sampai mendorong emak2 yg ingin mendekati beliau.

Aparat pengaman yg berbaju batik yg diperingatkan beliau pasti sadar betul kekeliruan dan peringatan Pak Prabowo tersebut. Jadi stop fitnah.

Dahnil A [email protected] Pak @prabowo bersama rakyat Cianjur.Beliau memperingkat dengan keras aparat pengaman yg berlebihan sampai mendorong emak2 yg ingin mendekati beliau.

Aparat pengaman yg berbaju batik yg diperingatkan beliau pasti sadar betul kekeliruan dan peringatan Pak Prabowo tsb.Jd stop fitnah.

Untuk meluruskan persoalan Kepala Pengawal Capres AKBP Rahmad Hakim menggelar jumpa pers. Mereka meminta maaf sehingga terjadi insiden tersebut. Menurutnya, Prabowo dalam berbagai kesempatan mengingatkan agar memperlakukan rakyat secara humanis.

‘Kamu tidak boleh mengahalangi saya bersalaman dengan rakyat. kamu juga tidak boleh kasar dengan rakyat,” ujar Prabowo tegas.

Dalam situasi seperti itu, massa yang antusias dan berdesak-desakan, sulit terhindarkan terjadi saling dorong mendorong. Sang polisi yang ditepuk tanggannya oleh Prabowo, beberapa saat kemdian sempat menyelamatkan seorang anak yang jatuh dan hampir terinjak massa.
Mitos sebagai monster pemarah.

Dalam beberapa hari terakhir serangan personal kepada Prabowo meningkat tajam. Dia digambarkan sebagai seorang pemarah dan monster yang menakutkan. Kelompok Kompas Gramedia (KKG) sempat memlintir berita studium generale Prabowo di kampus Universitas Kebangsaan RI di Bandung Jumat (8/3). Prabowo disebut marah kepada panitia hanya karena nama adiknya Hasyim Djojohadikusumo tidak dicantumkan dalam sambutan. Faktanya Prabowo sedang bercanda.

Video Letjen TNI (Purn) Agum Gumelar yang mendiskreditkan Prabowo juga beredar luas. Agum mengaku tahu persis dimana kuburan para korban “penculikan” Tim Mawar yang diperintahkan Prabowo.

Agum mengaku berhasil mengorek secara pribadi keterangan para anggota Tim Mawar di luar persidangan. Fakta di persidangan tidak ada satu pun penjelasan soal adanya korban yang tewas.

9 orang yang ditangkap oleh Tim Mawar dilepas dalam kondisi hidup. Dua orang diantaranya Desmon J Mahesa dan Pius Lustrilanang malah bergabung menjadi anggota Partai Gerindra.

Satu orang lagi Andi Arief menjadi anggota Partai Demokrat yang mendukung Prabowo pada Pilpres 2019. Wartawan olahraga senior M Nigara menulis Agum berusaha menjegal Prabowo karena dendam lama. Prabowo dianggap punya peran menghambat karir militernya.

Agum pada masa Orde baru dipindahkan dari jabatan sebagai Danjen Kopassus TNI AD menjadi Kasdam Bukit Barisan. Agum pada Pilpres 2014 mengaku mengungkit kasus Tim Mawar ketika mengetahui elektabilitas Prabowo hampir mengalahkan Jokowi. Kemungkinan dia kembali melakukan aksi serupa ketika mengakui laju elektabiltas Prabowo terus naik, dan elektabilitas Jokowi terus menurun.

Mereka ingin memutarbalik arus besar perubahan di tengah masyarakat. Mereka mencoba menakut-nakuti masyarakat pemilih bahwa Prabowo adalah monster yang menakutkan. Bagi mereka yang kenal Prabowo cukup lama, sikap Prabowo yang keras sekaligus humanis ini sudah terlihat sejak dia masih muda.

Biasanya sikapnya akan jauh lebih keras ketika mengatahui ada aparat keamanan, atau petugas negara yang bertindak kasar kepada rakyat. Maher Algadri kawan dekat Prabowo sejak muda pernah bercerita. Ketika masih menjadi perwira muda, Prabowo pernah turun dari mobilnya dan mengejar seorang polisi lalu lintas yang dilihatnya bertindak kasar kepada seorang ibu-ibu. Saking takutnya sang polisi lalu lintas, sampai harus lari pontang-panting dan memanjat pohon kelapa.end. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Hanifan Yudani Kusumah berhasil meraih medali emas usai mengalahkan pesilat asal Vietnam Thau Linh Nguyen, Rabu, 29 Agustus 2018.

Hanifan berhasil membekuk lawan mainnya dengan perolehan angka 3-2 di Padepokan Pencak silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.

Usai pertandingan, Hanifan diberi bendera Indonesia, kemudian dirinya langsung berlari menuju tribun VVIP dan menghampiri Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto untuk diberikan ucapan selamat.

Setelah itu, momen langka dan tak terduga terjadi.

Hanif memeluk Jokowi dan Prabowo secara bersamaan dalam balutan bendera Indonesia.

Sontak seluruh penonton yang berada di area pertandingan yang menyaksikan kejadian itu langsung berteriak histeris.

Mereka memberikan tepuk tangan meriah serta suitan.

Sementara Jokowi dan Prabowo hanya tertawa dan memukul-mukul pundak Hanifan.

Usai Hanifan melepaskan pelukannya, ia kemudian menyalami Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden Republik Indonesia ke 5 Megawati Soekarnoputri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Reformasi Birokrasi Indonesia Komjen Pol Syafruddin dan dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Hanifan menjadi atlet yang menyumbang medali emas ke 29 untuk Indonesia pada cabang olahraga pencak silat.

Hanifan bertanding di kategori tarung kelas C: 55kg-60kg.

Dilansir dari Bolasport, pesilat andalan Indonesia ini mendapat perlawanan sengit dari Thai sepanjang pertandingan berlangsung.

Sejak awal Hanifan sedikit kesulitan, tetapi akhirnya mampu memberikan perlawanan untuk Thai Lin.

Sejauh ini tim pencak silat Indonesia telah meraih 13 medali emas. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Gonjang-ganjing Ahmad Dhani jual rumah masih panas dibicarakan. Apalagi ada kabar rumah yang harganya Rp 12 miliar tersebut sempat laku namun tak jadi dijual oleh Dhani.

Di sisi lain menanggapi hal itu, anak Dhani, El Rumi menyebut hal itu adalah berita bohong atau hoax semata.

“Menurut saya hoax soalnya kalau rumahnya dijual saya seharusnya sudah nggak bisa tinggal dong,” kata El di Seaworld, Ancol, Jakarta Utara, Jumat, 17 Agustus 2018.

Hal yang menguatkan El adalah bukti saat ini ia masih tinggal di rumah tersebut. “Logikanya kan gitu, buktinya saya masih bisa tinggal,” tukasnya.

Sebelumnya, Dhani dikabarkan menjual rumah mahalnya guna membiayai kampanye capres andalannya, Prabowo Subianto.(***)

sumber: detik.com

RAGAM

Jumat | 10 Agustus 2018 | 14:10

Jokowi Vs Prabowo, Ini Pesan Aa Gym

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Akhirnya pasangan capres-cawapres Pilpres 2019 jelas. Mereka yaitu pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ustad Abdullah Gymnastiar menitipkan pesan penting untuk para kandidat itu.

“Alhamdulillah satu tahapan lagi untuk kemajuan negeri kita sudah dimulai,” kata Aa Gym kepada detikcom,Jumat, 9 Agustus 2018.

Ditekankan Aa, yang terpenting dalam Pilpres adalah demokrasi berjalan dengan sehat, bertanggung jawab dan mendidik masyarakat.

Pemimpin Pesantren Daaurat Tauhid itu berpesan agar pasangan capres dan cawapres menjaga pesta Pemilu Presiden dalam suasana fastabiqul khoirot atau berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Berlomba melakukan yang terbaik, niat terbaik, ide dan gagasan terbaik, karya nyata yang terbaik dan keteladanan terbaik,” katanya.

“Bukan dengan semangat bertanding atau bertarung, yang ingin saling melemahkan, menjatuhkan, dan mengalahkan,” sambung Aa Gym.

Aa mengimbau walaupun bertanding dalam Pilpres, ikatan persaudaraan sebagai bangsa harus tetap dijaga. “Kita ini bersaudara, bukan dengan musuh yang harus dihancurkan dan kelak pun tak mungkin membangun negeri ini sendirian, harus dengan sinergi,” ucapnya. (***)

sumber: detik.com

Kronologi Kader Gerindra Ditembak Anggota Brimob

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Kader Partai Gerindra, Fernando Alan Joshua Wowor, tertembak mati di tempat parkiran hiburan malam di parkiran Lipps Club Bogor, Jalan Sukasari, Sabtu, 20 Januari 2018 dini hari.

Dada Fernando yang kabarnya merupakan pengawal pribadi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, ditembus timah panas yang melesat dari senjata milik anggota Brimob Kelapa Dua Depok, Briptu R.

Awalnya Fernando bersama empat teman yang juga kader Partai Gerindra tiba di parkiran depan Lips sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka adalah Arief Rochmawan, Rizki Bayu Perdana, Rio Andika Putra Perdana, dan Arli Marasut.

“Tujuan hanya ingin memarkirkan mobil karena tujuan sebenarnya ke Dunkin Donuts. Kami diarahkan oleh tukang parkir Lips untuk masuk ke parkiran tersebut,” kata Arif Rokhmanto dalam keterangan yang ditulis tangan dan disebar ke wartawan.

“Ketika kami mencoba untuk masuk, mobil kami terhalang oleh 1 pengendara motor. Terjadilah perdebatan antara kami dengan si pengendara tersebut,” kata Arief.

Di tengah perdebatan, Briptu R yang mengendarai motor gede mewah dengan merek BMW berwarna abu-abu mengeluarkan senjata jenis Blok 17. Mereka berusaha untuk bicara baik-baik tetapi Briptu R malah menodongkan senjatanya ke kepala Arif.

“Spontanitas teman saya mencoba untuk melerai dan mengalihkan senjata tersebut, dan terjadilah kisruh. Dan tiba-tiba senjata meletus yang menyebabkan teman kami tertebak, dan seketika meninggal di tempat,” demikian kata Arif.(***)

sumber: rmol.co

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih menjadi dua kandidat calon presiden teratas dalam survei Indo Barometer. Melalui simulasi pertanyaan terbuka, Jokowi menduduki urutan pertama dengan meraih 34,9 persen. Prabowo di urutan kedua dengan meraih 12,1 persen.

Selain dua nama itu, posisi ketiga menempatkan nama Anies Baswedan dengan 3,6 persen. “Nama Jokowi masih menjadi paling tinggi. Awareness pemilih melihat Jokowi sosok yang tepat,” kata Qodari.

Menurut Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari, elektabilitas Jokowi ini masih dianggap belum aman sebagai pejawat agar terpilih kembali. Dari survei, diperoleh tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi masih stagnan.

Artinya, masih banyak masyarakat yang belum puas dengan kinerja Jokowi selama ini.

Survei menunjukkan, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi berada di angka 67,2 persen. Sebanyak 28,5 persen publik belum puas dan sisanya menjawab tidak tahu.

“Kalau kepuasannya 67 persen, jangan ngarep elektabilitasnya 70 persen juga,” ujar dia.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menegaskan, partainya masih optimistis dapat memenangkan pemilihan presiden 2019 dengan mengusung Prabowo Subianto.

Meski tetap berada di urutan kedua dari berbagai survei, Fadli mengatakan, masyarakat masih menaruh harapan pada sosok Prabowo sebagai penantang utama Jokowi. Terlebih, kata dia, belum ada kampanye apa pun dari Prabowo.

Fadli mengatakan, Gerindra optimistis akan ada presiden baru di 2019 nanti.

“Belum apa-apa saja, Pak Prabowo surveinya masih tinggi dan peluangnya masih besar. Saya harap ini juga menjadi indikator,” ujarnya di Jakarta, minggu 3 desember 2017.

Gerindra akan mengumumkan ketua umum mereka, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden dalam waktu dekat. Menurut Fadli, pengumuman resmi pencapresan Prabowo akan dilakukan pada hari ulang tahun (HUT) Partai Gerindra, Februari 2018.

Dia mengakui, desakan untuk segera mengumumkan nama Prabowo sebagai capres 2019 sudah muncul dari dewan pembina, kader, maupun simpatisan. Namun, Prabowo masih belum menyatakan kesiapan untuk kembali menantang Jokowi. “Semua sudah 100 persen mengarah pada Prabowo untuk maju,” kata Fadli.

Untuk pendamping Prabowo dalam pilpres 2019, lanjut Fadli, Gerindra belum membicarakannya dengan mitra koalisi. Kendati begitu, pihaknya sudah mulai berkomunikasi untuk partai lain untuk berkoalisi pada pilpres 2019.

“Soal itu (cawapres), lazimnya komplementer. Kalau latar belakang Prabowo militer, ya, cawapres mungkin sipil. Saya kira itu masih wajar,” katanya. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID,Jakarta – Politikus PDIP Andreas Hugo Pereira menganggap pihak yang melihat melihat bantuan pemerintah Indonesia untuk Rohingya sebagai pencitraan tidak paham persoalan Rohingya.

“Itu mereka yang tidak memahami persoalan Rohingya,” kata Andreas Hugo Pereira, kepada Tribunnews.com, Senin 18 September 2017.

 Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut mengatakan bantuan yang dikirimkan Presiden Joko Widodo atas nama bangsa Indonesia untuk Rohingya merupakan komitmen Indonesia untuk kemanusiaan.Ditambah lagi Pemerintah Indonesia telah maksimal menjalankan misi diplomasi untuk berdialog dengan pemerintahan Myanmar dan Bangladesh pada level elite untuk menekan terjadinya kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Namun, pada level masyarakat Rohingya, tegas dia, bantuan material yang bisa menolong mengatasi problem kehidupan sehari-hari merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunggu.

“Karena itu, jalan diplomasi dan jalan bantuan kemanusiaan dari pemerintah mewakili aspirasi rakyat Indonesia ini sudah tepat untuk ikut membantu warga Rohingya yang sedang dalam kesulitan,” katanya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto, meminta masyarakat memperkuat diri agar dapat membantu etnis Rohingya yang mengalami penindasan oleh pemerintah Myanmar.

Hal tersebut diungkapkan Prabowo dalam orasinya pada aksi Bela Rohingya 169 yang digelar di Kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 16 September 2017.

Dirinya mengatakan bahwa saat ini pemerintah Indonesia sudah memiliki banyak hutang sehingga tidak mempunyai kekuatan.

Mantan Danjen Koppasus ini percaya kalau Indonesia kuat, maka dapat membantu etnis Rohingya.

Prabowo bahkan mengkritik bantuan pemerintah hanya untuk pencitraan.

“Percaya sama saya, kalau kita kuat kaum Rohingya kita bantu. Kalau pun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang,” kata Prabowo.

Prabowo meminta kepada umat Islam untuk menebar kedamaian Islam.

Dengan begitu Islam akan dihormati dan disegani seluruh dunia.

“Kalau mereka menindas kaum muslim, kita tunjukkan kita beri keamanan. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin. Sejuk tidak berarti jadi kambing, sejuk tidak berarti dibohongin terus menerus,” kata Prabowo.

Sumber : Tribunnews