Puluhan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Puluhan pedagang sayuran di pasar sore jalan Puakang Kelurahan Sei Lakam Timur Kecamatan Karimun membuka lapak di Halaman Kantor Bupati Karimun, Selasa, 25 September 2018.

Aksi tersebut merupakan bentuk kekesalan mereka terhadap Perusda yang telah membongkar lapak dagangannya.

Salah seorang pedagang Joko mengatakan, atas pembongkaran yang telah dilakukan pihak Perusda tersebut sangat memberatkan pedagang yang berada di lokasi itu.

“Kami hanya cari makan, bukan cari kaya. Jadi tolonglah agar bisa ada solusi untuk persoalan ini,” katanya.

Joko menjelaskan, pada hari Jumat memang sudah ada surat pemberitahuan kepada mereka dan sudah diadakan rapat, namun para pedagang tidak diikutsertakan atau diberitahu.

“Hari jum’at masuk surat pemberitahuan, katanya mereka sudah rapat tapi kami tidak diundang. Hari ini tiba-tiba lapak langsung dibongkar, seharusnya cari solusinya,” jelasnya.

Setelah 15 menit menggelar barang dagangannya, Kadisperindag Muhammad Yosli menemui para pedagang dan langsung bergerak menuju Pasar Puan Maimun untuk mencari proses penyelesaian atas permasalahan tersebut.

Pantauan Lendoot.com di Lapangan, pihak Kepolisian bersama Satpol PP tampak berjaga-jaga di halaman kantor Bupati Karimun. (kmg/Riandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam -Puluhan tokoh asal Minang Sumatera Barat menggelar ngopi bareng di restoran Angson Duo, Batamcenter, Ahad, 2 September 2018.

Warga asal Sumatera Batat yang tergabung di Palanta Minang Kepri ini berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Bahkan, banyak diantaranya merupakan calon legislatif yang maju di Pilkada serentak 2019.

Menurut Abdul Gani, yang juga penggagas ‘mengopi basamo’ ini, acara pertemuan digelar secara spontan tanpa muatan politis dan dari usulan-usulan obrolan di grub WhatsApp Pelanta Minang Kepri.

“Ini hanya ngopi-ngopi aja dan bukan forum resmi. Meski obrolan kadang membahas ekonomi kreatif, itu sifatnya hanya ide ide. Demikian juga dengan obrolan tentang caleg, hanya untuk saling mengenal siapa saja caleg,” sebut Abdul Gani.

Para tokoh yang hadir di antaranya pengurus organisasi paguyuban kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang ada di Kepri.

Tampak hadir Sukhri Fahrial, mantan Kandepag Kepri Maswin, Iskandar Yakop, Syarifudin dan tokoh tokoh lain. (rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sebanyak 69 butir peluru aktif ditemukan seorang warga berdomisili Kavling Mandiri Kecamatan Sagulung Kota Batam di tempat pembuangan akhir (TPA) Punggur Kecematan Nongsa Batam pada Sabtu, 4 Agustus 2018.

Kapolsek Nongsa, Kompol Albert Perwira Sihite,SIK.SH membenarkan adanya penemuan tersebut, kini peluru-peluru itu sudah diamankan di Polsek Nongsa.

Penemuan Peluru di TPA Punggur Batam.(Istimewa)

” Yang menemukan peluru-peluru pertama kali adalah seorang pria bernama Kusmiran saat itu sedang menguburkan bangkai kucing di wilayah TPA Punggur,” ujar Kapolsek Nongsa, Kompol Albert Perwira Sihite kepada Wartakepri.co.id Ahad, 5 Agustus 2018.

” Ya, saat itu dia menguburkan Bangkai kucing. Tak disangka melihat benda berkilau di wilayah TPA tersebut Lantas ia merogoh benda berkilau itu yang ternyata ada peluru.

Karena penasaran, ia merogoh lebih dalam lagi. Benar saja, ada satu bungkus peluru yang ditemukan. Total jumlahnya ada 69 butir. Adapun rincian amunisinya 63 Peluru Laras Panjang aktif empat Peluru Hampa Laras Panjang satu Selongsong Peluru Laras Panjang dan 1 Peluru Pendek.

Setelah menemukan amunisi peluru tersebut, dia langsung menghubungi temannya untuk melaporkan penemuan amunisi peluru tersebut ke Polsek Nongsa , pada Sabtu 4 Agustus 2018 sekira pukul 15.00 WIB.

Dia bersama dengan dua rekannya melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Nongsa.”Saat ini amunisi itu sudah diamankan di Polsek Nongsa,” pungkas dia.(kmg)

sumber: medianasional.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Sebanyak 28 bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Kota Batam dinyatakan gugur. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Zaki Setiawan mengatakan gugurnya 28 bacaleg tersebut disebabkan sampai dengan akhir masa perbaikan berkas pencalonan, 31 Juli 2018, Partai Politik tidak memperbaiki atau melengkapi dokumen bakal calon atau tidak mengganti bakal calon yang bersangkutan.

“Karena parpol tidak memperbaiki atau melengkapi dokumen atau tidak mengganti bacalegnya, sehingga bakal calon dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Dan nama yang bersangkutan

dihapus dari daftar calon serta tidak dicantumkan dalam rancangan Daftar Calon Sementara (DCS),” kata Zaki di Sekupang, Rabu, 1 Agustus 2018.

Adapun rinciannya yaitu satu bacaleg dari Partai Berkarya, 15 calon dari PKPI, dua dari PSI, delapan dari PBB, serta masing-masing satu calon dari Hanura dan Perindo.

Sementara partai lain seluruh bacalegnya dinyatakan memenuhi syarat. Yakni Partai Gerindra, Demokrat, Nasdem, PAN, PKS, Golkar, PDIP, PPP, dan PKB.

Kesembilan partai ini mengirimkan jumlah maksimal calon legislatif di Kota Batam, yakni 50 orang. Meski kesemuanya harus melakukan perbaikan dokumen untuk beberapa bacalegnya. Hanya PAN dan PKS yang diharuskan melengkapi dokumen semua bakal calon legislatifnya.

“Tahap selanjutnya adalah verifikasi terhadap perbaikan dokumen bacaleg ini. Waktu verifikasi sampai 7 Agustus,” kata dia.

Zaki mengatakan penetapan status TMS terhadap bakal calon tersebut tidak sampai berdampak terhadap berkurangnya kuota bacaleg perempuan minimal 30 persen di suatu daerah pemilihan (dapil). Atau tidak memenuhi syarat penempatan bakal calon perempuan di Dapil tersebut.

Banyaknya bacaleg yg dicoret, kata Zaki, salah satunya karena memilih menyerahkan kelengkapan berkas di waktu-waktu terakhir. Sehingga saat masih ada syarat calon yang kurang, tidak ada waktu yang cukup bagi parpol untuk melengkapinya.

“Pada hari terakhir saja, KPU Batam bekerja hingga pukul 3 dinihari,” sebutnya. (***)

sumber: mediacentre.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cilacap – Akibat dihempas gelombang, sebuah kapal berukuran 26 gross ton terdampar di Pantai Kamulyan, Cilacap.

Perahu yang diketahui bernama KM Eka Sari II tersebut terbalik dan terdampar pada Rabu, 25 Juli 2018 sekitar pukul 06.00 WIB.

Peristiwa itu direkam oleh seseorang dan mengunggahnya ke akun media sosial Instagram oleh pemilik akun @Igerscilacap.

Dalam video itu terlihat kapal nelayan dihantam gelombang hingga terhempas dan terbalik.

Puluhan orang berusaha untuk mengambil hasil ikan tangkapan yang terlempar keluar kapal.

Seorang petugas melalui pengeras suara mengingatkan warga untuk menjauhi pantai karena berbahaya.

Namun peringatan itu tampaknya tidak dihiraukan. “Untuk masyarakat jangan menyabung nyawa, ombaknya besar, tolong, tolong, tidak usah (mengambil ikan),” teriaknya.

Ketua Kelompok Nelayan Tegal Kamulyan, Kamto menuturkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Sebanyak 10 awak kapal selamat setelah ditolong oleh nelayan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian dan dievakuasi ke TPI Tegal Kamulyan.

Sepuluh nelayan KM Ekasari II yang selamat tersebut di antaranya Taufik (42) nakhoda kapal dan ABK Ahmad Sedar (35), Rosidi (30), Saeful Anam (45), Islahudin (35), Warjad (30), Waluyo Jati (30), Waridi (37), Muhroni (37), Caryani (34).(***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Indonesia merupakan negara yang sangat luas yang terdiri dari banyak pulau. Di antara ratusan juta rakyatnya, ada beberapa yang sukses membangun bisnis di negara ini dan menjadi yang terkaya.

Baru-baru ini, Globe Asia merilis daftar 150 orang terkaya di Indonesia. Kekayaan mereka berkisar di angka USD 100 juta sampai USD 21 miliar. Dalam kurs saat ini, 1 juta dolar setara dengan Rp 14,5 miliar (USD 1 = Rp 14.511).

Dari sebegitu banyak nama, ada nama pasangan suami-istri (pasutri) yang berhasil menorehkan nama di daftar tersebut. Hartanya pun tercatat menyentuh Rp 20 triliun.

Pasutri terkaya di Indonesia adalah Murdaya Poo dan Siti Hartati Murdaya. Kekayaan mereka pada 2018 adalah USD 1,4 miliar atau setara Rp 20 triliun. Angka itu meningkat dibanding sebelumnya yakni USD 1,3 miliar.

Pada peringkat Globe Asia, nama pasutri ini ada di nomor 32 di daftar orang-orang terkaya Indonesia. Pasangan terkaya ini mendirikan dan mengawasi berkembangnya perusahaan PT Central Cipta Murdaya yang aktif di bidang properti, manufaktur, energi, dan IT.

Murdaya Poo juga aktif di bidang golf, yakni dalam pengurusan Persatuan Golf Indonesia. Pria yang juga Komisaris Utama PT Jakarta International Expo turut mendukung pemain golf lokal pada ajang Asian Games 2018.

Pasangan ini juga melibatkan anak-anak mereka untuk turut terlibat dalam bisnis itu. Salah satu putra keluarga Poo, Prajna Murdaya, menikahi Irene Teja dari Pakuwon Group. Dan ternyata, orang tua Irene, yakni Alexander Tedja dan Melinda Tedja, juga turut menjadi pasutri terkaya kedua yang masuk di daftar Globe Asia.

Setelah nama pasangan Murdaya, terdapat pasangan Tedja: Alexander Tedja dan Melinda Tedja. Alexander Tedja merupakan pendiri dari Pakuwon Group yang berada di bidang properti dan mal. Ia dan istrinya sama-sama pemilik dari Pakuwon.

Nama Alexander dan istrinya Melinda sama-sama muncul di nomor 56 di daftar 150 Orang Terkaya di Globe Asia. Total kekayaan mereka adalah USD 870 juta. (***)

sumber: merdeka.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mobil Low Cost Green Car (LCGC) sudah tidak murah lagi. Kalau dulu varian LCGC dengan harga di bawah Rp 100 juta masih ada beberapa pilihan, sekarang hanya tersisa Daihatsu Ayla tipe terendah saja yang dijual Rp 94,05 juta.

Sisanya berada di kisaran Rp 130 jutaan bahkan untuk varian tertinggi sekalipun ada yang mencapai Rp 150 juta lebih. Padahal saat pertama kali dibuat mobil ditujukan untuk masyarakat kalangan tertentu yang sebelumnya tidak sanggup membeli mobil.

Dalam Permenperin No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau mengatur, harga LGCC sebelum pajak daerah, bea balik nama (BBN) dan pajak kendaraan bermotor (PKB) setinggi-tingginya Rp 95 juta.

Namun tertulis bahwa produsen LCGC dibolehkan menaikkan harga jual setiap tahun. Ada beberapa acuan dalam menyesuaikan harga LCGC yaitu indikator ekonomi yang dicerminkan dengan besaran inflasi, nilai tukar rupiah dan/atau harga bahan baku.

Sekalipun harganya mahal, mobil dalam kategori LCGC tidak sepi peminat. Varian tertinggi mobil LCGC dengan harga lebih dari Rp 150 juta pun bisa terjual sebanyak dua puluhan ribu sepanjang tahun 2018.

Daihatsu Sigra 1.2 R AT misalnya dijual dengan harga Rp 150,65 juta, ada juga Toyota Agya 1.2 A/T TRD yang menyentuh Rp 153,95 juta. Selain itu ada Toyota Calya 1.2 G A/T dengan harga Rp 153,1 juta dan terakhir Honda Brio Satya E CVT Rp 152,5 juta.

Kalau ditotal secara keseluruhan 23.281 unit mobil LCGC dengan harga di atas Rp 150 juta laris selama semester satu tahun 2018. Jumlahnya pun mengalahkan mobil MPV varian terendah yang hanya terjual 13.821 unit. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Terjadi kebakaran di sebuah lapak barang bekas di wilayah Cakung Jakarta Timur. 21 unit mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan dalam peristiwa tersebut.

“Kebakaran cukup besar, saat ini kondisi masih dalam proses pemadaman. 21 unit pemadaman kita turunkan. Yang terbakar itu informasi terakhir yang kita dapat lapak-lapak Madura tempat barang bekas,” kata Petugas Command Center Damkar, Tri Kamis, 26 Juli 2018.

Tri menuturkan, hingga saat ini masih belum dapat diketahui penyebab dari kebakaran yang cukup besar tersebut. Juga belum dapat dipastikan adanya korban dari peristiwa tersebut.

“Korban masih 0-0 (belum ada). Penyebabnya juga belum ketahuan. Api sekarang masih nyala dan sedang dalam proses pemadaman,” ujarnya.

Pada informasi yang dilihat detikcom, lokasi kebakaran dekat dengan Pintu Tol Cakung Timur. Namun, Tri meluruskan, lokasi cukup jauh dan Tol Cakung Timur terpantau aman dari api.

“(Nggak dekat Tol Cakung Timur), jauh. Underpass lewat sedikit,” tutupnya. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Puluhan Bakal calon legislatif (Bacaleg) mulai mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun untuk mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilu 2019, Senin, 16 Juli 2018.

Partai Nasdem merupakan parpol pertama yang mendatangi kantor KPU Karimun. Puluhan bacaleg, pengurus dan kader berjalan kaki dari DPD Nasdem di kawasan orari menuju kantor DPD menuju kantor KPU yang berada di jalan A Yani, Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun.

Ketua DPD Partai Nasdem Karimun, Anwar Hasyim mengatakan, sebanyak 30 bacaleg dari seluruh dapil mendaftar untuk bertarung di Pemilu 2019 mendatang.

Di mana 7 diantaranya dari Dapil Karimun, 11 dari Dapil Meral, 9 dari Dapil Kundur dan 3 dari Dapil Moro.

“Berdasarkan ketentuan caleg wanita harus 30 persen. Sementara dari seluruh bacaleg kita sekitar 36 persen dan ini lebih baik dari ketentuan,” kata Anwar usai menyerahkan berkas pendaftaran.

Menurut Anwar, awalnya jumlah bacaleg Nasdem Karimun sebanyak 47 orang. Namun setelah peneleksian partai, akhirnya sebanyak 17 tidak jadi didaftarkan. Ia mengharapkan pemilu dapat berjalan dengan damai, nyata dan tidak berpolitik kotor.

“Kita mengikuti ketentuan. Kita seleksi bersadarkan kriteria-kriteria kita. Bacaleg kita orang-orang yang sudah menyatu dengan masyarakat,” ujarnya.

Dari keseluruhannya, Nasdem menargetkan sebanyak tujuh kursi di DPRD Karimun. Diketahui untuk saat ini wakil rakyat yang duduk di DPRD Karimun dari Partai Nasdem sebanyak dua orang.

Parpol kedua yang mendatangi Kantor KPU Karimun adalah PAN. Seperti Nasdem, PAN juga mendaftarkan sebanyak 30 orang bacaleg, dengan 30 persen diantaranya adalah perempuan.

Sekretaris DPD PAN Kabupaten Karimun, Ulil Amri mengatakan untuk tahap awal, pendaftaran para bacaleg lancar. Di pemilu kali ini PAN menargetkan sebanyak lima kursi di DPRD Karimun.

“Secara tradisi PAN penyusunan bacaleg lancar. Syarat-syarat selesai. Target kita dua di dapil empat san satu kursi di dapil satu, dua dan tiga. Mudah-mudahan tercapai,” paparnya.

Ulil menilai dengan banyaknya bacaleg dan parpol yang ikut, maka persaingan akan semakin ketat. (kmg/Parulian Turnip)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pradnya Survase (23), terancam hukuman mati.

Wanita asal Maharashtra, India ini, melakukan tindakan keji.

Ia meracuni makanan yang disajikan untuk pesta.

Sedikitnya 5 orang tewas, 4 korban di antaranya merupakan anak-anak.

Dilansir The Daily Mail 26 Juni 2018, Pradnya Survase mengaku melakukan itu lantaran jengkel dengan keluarga suaminya.

Sejak menikah 2 tahun lalu, mertua dan suaminya kerap mencibir masakannya.

Yang lebih menyakitkan, mereka juga menghina dirinya berkulit gelap.

Menurutnya, hampir semua keluarga suaminya, termasuk sang mertua, selalu menghina masakan buatannya.

Pradnya Survase kemudian menumpuk dendam dan amarah.

Pada 18 Juni 2018, ia pun melakukan aksi keji itu.

Pada hari itu, suaminya menggelar kenduri atau selamatan rumah baru.

Sebanyak 120 orang datang di acara tersebut.

Survase kemudian memasukkan racun di makanan buatannya.

Polisi menyebut, racun itu biasa digunakan warga India untuk membunuh ular.

Yang mengherankan, Survase sebetulnya tahu, acara itu tak hanya dihadiri kerabat dan teman sang suami, tapi juga kerabatnya sendiri.

Setelah pesta usai, para tamu mulai muntah-muntah.

Sebanyak 88 orang dilarikan ke rumah sakit.

Sedikitnya 4 anak-anak, usia antara 7 dan 13, tewas.

Satu korban lain, yakni Gopinath Nakure (53), juga tewas.

Dua dari korban diketahui sebagai kerabat dari Survase.

Satu korban selamat, Vilash Thikrey, remaja 13 tahun, mengingat makanan yang disajikan memang terasa pahit.

Inspektur Polisi Vishwajeet Kaingade kemudian memeriksa, semua korban keracunan memakan masakan yang disajikan antara pukul 16.30 dan 18.00.

Dari sana, polisi kemudian menemukan siapa orang yang memasaknya.

Saat semua orang yang memasak tengah diperiksa, Survase tiba-tiba menangis dan mengakui semua kejahatannya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Setelah libur lebaran yang cukup panjang, sepertinya belum cukup untuk sebagian pegawai di lingkungan Pemkab Karimun.

Pasalnya di hari pertama masuk kerja, masih terdapat puluhan pegawai yang tak masuk kerja pada Kamis 21 Juni 2018 pagi ini.

Dari pantauan Lendoot.com apel pertama setelah cuti bersama lebaran dalam rangka hari raya Idul Fitri 2018, terdapat sedikitnya 50 lebih pegawai Pemkab Karimun yang tak masuk tanpa keterangan.

“Total dari seluruh pegawai yang ada 50 orang yang tidak masuk tanpa keterangan,” kata Bupati Karimun, Aunur Rafiq saat diwawancarai usai apel.

Namun dari daftar absensi pegawai, terdapat 109 orang pegawai yang tidak masuk kerja. Jumlah ini kata Rafiq belum valid, untuk itu ia meminta kepada BKD agar memberikan laporan secara lengkap hingga siang ini.

“Di daftar ada 109 pegawai, tapi jumlah ini belum valid, tapi diperkirakan sekitar 50 lebih orang yang tak masuk tanpa keteranga,” ucapnya. (kmg/ian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kabupaten Magelang – Polres Magelang menangkap seorang dukun bayi yang juga dikenal sebagai dukun pijat di Magelang. Perempuan 70 tahun tersebut diduga melakukan praktik aborsi ilegal di rumahnya selama puluhan tahun. Polisi menemukan 20 kantong janin yang dikubur di belakang rumah.

Yamini (70), warga Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, diamankan polisi. Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya dugaan orang yang melakukan aborsi bayi atau dukun bayi.

Pemeriksaan barang bukti (Istimewa)

“Kemudian kami melakukan penyelidikan dan ternyata memang betul, kemudian kita melakukan penangkapan terhadap tersangka dan barang bukti yang ada,” jelas Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, Selasa, 19 Juni 2018.

Selain menangkap Yamini, Polres Magelang juga mengamankan pasangan suami istri siri yang meminta tolong jasa aborsi.

Yamini mengaku telah melakukan praktik aborsi ilegal tersebut sejak sekitar 25 tahun terakhir. Pasiennya warga Magelang dan sekitar. “Praktik aborsi yang dilakukan dengan cara pijat tradisional,” ungkapnya.

Tim Forensik Dokpol Dikkes Polda Jawa Tengah dan petugas Inafis Polres Magelang melakukan pembongkaran halaman belakang rumah tersangka yang diakui sebagai tempat mengubur janin para bayi hasil aborsi.

“Dari hasil penggalian kuburan yang dilakukan di halaman belakang rumah tersangka, didapatkan sekitar 20 kantong jenazah janin. Tapi kita belum bisa memastikan berapa jumlah bayi yang dikuburkan,” jelas Hari Purnomo.

Hari menyebutkan, dari hasil pengakuan tersangka, ada sebanyak 8 bayi yang telah diaborsi. Meski demikian, dari hasil penelitian dan pencarian hingga Selasa malam, ada sebanyak 20 kantong yang ditemukan.

“Yang jelas, diduga jumlah bayi yang diaborsi lebih dari delapan karena setiap satu kantong plastik berisi satu orok,” ungkap Hari.

Dalam setiap kantong plastik, lanjut Hari, orok yang ditemukan sudah dalam kondisi yang berbeda-beda. Ada yang sudah berupa tulang belulang mulai batok kepala, tulang tangan, tulang kaki, ada yang sudah hancur, ada pula yang masih utuh.

Sementara, Dokter Subud Dokpol Dikkes Polda Jateng, AKBP Ratna Relawati, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan jumlah keseluruhan hasil aborsi yang dilakukan Yamini. Dari 20 kantong yang ditemukan, delapan di antaranya telah diteliti dan dirangkai tulang belulangnya.

“Ada yang sudah hancur dan tulangnya rapuh. Diperkirakan usia kandungan bervariasi saat diaborsi, mulai dari umur tiga bulan, enam bulan, hingga sembilan bulan,” terang Ratna.

Atas perbuatannya itu, Yamini terancam dijerat Pasal 80 ayat 3 UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Sedangkan ibu korban aborsi dijerat Pasal 80 ayat 4 UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya adalah penjara maksimal 15 tahun dan atau denda maksimal Rp 3 miliar. (***)

sumber: detik.com

Truk Tronton Itu Tabrak Warga, Motor, Mobil dan Rumah, Menewaskan Belasan Orang dan Puluhan Luka-luka, Saksi: Truk Melaju dengan Kencang

MEDIAKEPRI.CO.ID, Brebes – Kecelakaan maut terjadi di Jalur Brebes-Purwokerto tepatnya di Jalan Raya Jatisawit, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Ahad, 20 Mei 2018 sore.

Truk tronton bermuatan gula pasir yang diduga mengalami rem blong menabrak belasan sepeda motor, dua mobil, lima kios dan empat rumah. Kecelakaan tersebut menewaskan 11 orang dan 10 orang lainnya luka-luka.

Salah seorang saksi mata, Yanto menuturkan, truk tronton tersebut melaju kencang dari arah selatan (Purwokerto).

Tiba di Jalan Raya Jatisawit mendadak laju truk oleng. Padahal, saat itu kondisi arus lalulintas di lokasi sangat padat karena banyak warga sedang berbelanja untuk menu buka puasa.

Truk tronton kemudian menabrak belasan warga yang sedang naik sepeda motor. “Truk terus melaju dan menabrak dua mobil serta kios semipermanen,” katanya.

Hal demikian juga disampaikan Kepala Unit Kecelakaan Polres Brebes Inspektur Satu Budi Supartoyo. Mengutip Antara, Budi menjealskan, truk tronton bernomor polisi H 1996 CZ melaju dari arah selatan (Purwokerto) menuju ke utara (Brebes) dengan kecepatan tinggi.

“Akan tetapi, saat truk melaju di jalur Jatisawit mendadak mengalami rem blong sehingga menabrak sejumlah kendaraan dan rumah penduduk yang saat itu banyak orang,” katanya.

Saat ini, kata dia, 11 korban tewas dan puluhan lainnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumiayu.

Adapun jumlah korban tewas yang sudah diidentifikasi antara lain Amaliyah Dwi Cahyani (20), Hanif Amrullah (37), Yuli Pujiati Ningrum (31), Nada Salsabila Alda (10), Rizal (31), Saekhun (60), Kerempeng (60), Wahidin (27), dan Muhammad Fauzan (45). (***)

sumber: okezone.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Puluhan ribu botol minuman beralkohol yang merupakan hasil tangkapan karena tidak mengantongi izin dimusnahkan di Lapangan Haji Toyib, Tanjungsengkuang, Batam, Selasa, 15 Mei 2018.

Disamping mikol, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam juga memusnahkan barang lainnya yang merupakan hasil tangkapan. Pemusnahan dipimpin langsung Kajari Batam Roch Adi Wibowo, dan dihadiri Danlanal Batam, Kapolsek Batuampar dan sejumlah pejabat dari instansi terkait.

Roch Adi Wibowo menyatakan, barang yang dimusnahkan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) pengusaha pemiliki barang bukti yang dimusnahkan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka Budy Hartono alias kwantek Total 18.602 pcs minuman beralkohol, Suminah 3.575 kaleng Bir, Suyadi Yeo Sihau 15.193 pcs cokelat, Herman 1.721 karung pakaian bekas dan 1.123 pcs barang rumah tangga,” ujar Adi.

Ribuan barang yang tidak mempunyai Ijin edar serta dokumen lengkap itu merupakan penindakan Polda Kepri, BPOM Batam dan Bea Cukai Batam dari berbagai kasus kepemilikan secara ilegal yang berhasil di sita sejak tahun 2017 sedangkan ribuan minuman beralkohol sitaan beberapa bulan lalu. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Badan Narkotika Nasional kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jaringan Malaysia-Indonesia.

Dalam pengungkapan ini, BNN menyita 20 kilogram narkotika jenis sabu bersama tiga orang tersangka yang menjadi kurir.

Pengungkapan diawali dengan menangkap dua tersangka di SPBU Jalan Lintas Timur, Kecamatan Ukui, Kabupaten Palalawan, Riau.

Dari tangan kedua tersangka, petugas menyita sabu seberat 10 kilogram yang disembunyikan di rangka mobil. Lalu, polisi menangkap satu tersangka lain di rumah kawasan Dumai, Pekanbaru dan menemukan 10 kilogram sabu.

Menurut rencana, narkoba akan diedarkan ke Lampung dan Jawa, dan diketahui dikendalikan peredarannya oleh Warga Negara Indonesia di Malaysia. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam, mulai menindak tegas warnet-warnet yang melanggar aturan. Sebanyak 52 warung internet ditutup paksa, ada juga 15 yang disegel permanen.

“Sudah banyak laporan dari masyarakat, mengeluhkan penyalahgunaan warnet,” kata Kepala DPM-PTSP Bata, Gustian Riau.

Dijelaskannya, razia yang dilakukan pihaknya, akan bersifat menyeluruh ke semua wilayah Batam.

“Hari ini operasi kita fokus di Batuaji, itu pun belum semua, besok kita ke wilayah lainnya, begitu seterusnya,” sambung Gustian Riau.

Pantauan di lapangan, ada 52 warnet yang ditutup dan 15 diantaranya langsung di segel oleh petugas.

“Yang 15 disegel itu karena telah melakukan pelanggaran berat,” ucapnya.

Yang dimaksud pelanggaran berat yakni, jam buka-tutup warnet tidak sesuai dengan Perwako, pukul 07.00 hingga 22.00 WIB setiap harinya.

“Yang parah lagi, mereka mempekerjakan anak-anak sebagaim operatornya, terus yang datang bermain ke sana juga anak-anak, pakai seragam sekolah lagi,” papar Gustian Riau sembari sedikit emosi.

Gustian menimpalkan, bukan tidak diperbolehkan pengunjungnya anak SMP atau SMA tapi tidak boleh melebihi pukul 19.00 wib sesuai aturan Perwako tentang Warnet.

“Tapi yang kami dapati banyak anak SMP dan SMA yang main di warnet sampai pukul 23.00 wib dan warnetnya pun sudah melanggar jam operasional, serta anak-anak tersebut juga sudah melanggar jam wajib belajar,” tegas Gustian. (kmg/elin)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tak kunjung mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Kepri, puluhan warga Dompak menggelar unjuk rasa di kantor DPRD Provinsi Kepri, Selasa, 17 April 2018.

Dalam tuntutannya, para pendemo meminta kepada DPRD Kepri untuk ikut memperjuangkan nasib anak-anak warga Dompak.

“Sejak Dompak jadi pusat pemerintahan, Kami orang kampung di sini tidak pernah diberdayakan pemerintah Kepri. Kami seakan-akan jadi penonton saja, disini,” kata perwakilan warga, Mukhtar saat diterima Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak.

Padahal, sambungnya, seharusnya Pemprov Kepri bisa memperkerjakan anak-anak Dompak untuk menaikkan harkat mereka. Dengan bekerjanya mereka, anak-anak tersebut dapat melanjutkan kuliahnya.

“Kami tidak minta mereka jadi PNS, atau PTT. Cukup honorer saja. Jadi tukang sapu pun jadilah. Yang penting, mereka bisa kerja dan kuliah,” kata Mukhtar.

Untuk itu, Ia meminta agar tiap-tiap organisasi perangkat daerah (OPD) mengangkat minimal satu anak Dompak. Dengan begitu, semua anak-anak mempunyai pekerjaan. Selain meminta pekerjaan, warga Dompak juga meminta Pemprov Kepri memberikan bantuan alat tangkap kepada mereka.

“Jangankan sampan, satu bubu pun kami tak dapat. Padahal pak Gubernur memberi bantuan kemana-mana, tapi melupakan kami,” tambahnya lagi.

Mendapat keluhan ini, Ketua DPRD Jumaga Nadeak berjanji untuk menyampaikan langsung kepada Gubernur. Namun demikian, untuk mengangkat anak-anak Dompak tersebut menjadi honorer memerlukan proses.

“Harus diuji, kemampuannya. Mungkin tidak semua, tapi yang benar-benar kompeten,” kata Jumaga lagi.

Sedangkan untuk keperluan nelayan berupa sampan dan alat tangkap, Jumaga berjanji untuk memperjuangkannya. Sehingga, nantinya warga Dompak akan mendapatkan peralatan nelayan yang cukup baik.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Amir Hakim Siregar meminta agar warga untuk membuat permintaan tertulis. Permintaan tersebut, nantinya dapat digunakan sebagai dasar DPRD Kepri mengajukan kepada Pemprov Kepri. (***)