resmi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun, Aunur Rafiq membuka secara resmi jambore PKK tingkat Kabupaten Karimun tahun 2018. Acara dilangsungkan di Panggung Rakyat Kediaman Dinas Bupati, Senin, 10 September 2018.

Sebanyak 12 tim PKK dari 12 Kecamatan mengikuti jambore PKK tingkat Kabupaten Karimun tahun 2018 ini. Berbagai penampilan dan kostum unik yang bertujuan mengajak masyarakat untuk mewujudkan hidup sehat dan sejahtera melalui 10 program pokok PKK.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq yang membuka jambore mengapresiasi kostum-kostum kreatif yang ditampilkan para peserta. Para peserta diantaranya memakai daun-daun tanaman obat dan koran bekas sebagai penghias kostum.

“Nanti acara gerak jalan kabupaten menggunakan kreasi seperti ini saja,” kata Rafiq dalam sambutannya.

Rafiq menambahkan, tim terbaik akan dikirim untuk mengikuti jambore tingkat Provinsi Kepri. Untuk mendukung program-program PKK, Rafiq mengimbau agar tingkat Kecamatan dan OPD terkait dapat menyediakan anggaran khusus.

“Semoga 10 program pokok PKK dapat dilaksanakan sehingga keluarga dan masyarakat menjadi sehat dan sejahtera,” tambahnya.

Ketua Penggerak PKK Kabupaten Karimun, Raja Asmah Aunur Rafiq mengatakan jambore hendaknya dijadikan sebagai ajang silaturahmi dan pemersatu sesama kader.

“Dengan pelaksanaan jambore tahun 2018 ini kami berpesan kepada tim penggerak PKK untuk senantiasa bekerja menjaga semangat relawan dan terus menimba ilmu. Dimana ilmu dewasa ini menuntut kita mengembangkan diri dalam pengembangan program-program PKK,” papar Raja Asmah.

Sementara Dewan Pembina PKK Provinsi Kepri, Noorliza Nurdin Basirun yang ikut menghadiri jambore juga menyampaikan hal yang senada. Istri dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun itu mengatakan jambore PKK tingkat Provinsi Kepri tahun 2017 akan diadakan di Karimun.

“Jambore PKK tahun 2018 akan diadakan 20 September akan diadakan di Karimun. Saya yakin karimun bisa dan ready. Semoga acara itu dapat kita sukseskan bersama,” paparnya. (kmg/Parulian Turnip)

Gubernur Kukuhkan Anggota Paskibraka Provinsi Kepri Tahun 2018

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur H Nurdin Basirun secara resmi mengukuhkan anggota Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018 di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Rabu, 15 Agustus 2018 malam.

Gubernur menyerukan kepada para anggota Paskibraka untuk dapat menjalankan tugasnya dengan penuh kebanggaan. Karena merekalah pemuda-pemudi terbaik Provinsi Kepri yang mewakili kabupaten/kota asalnya, terpilih menjadi pasukan kebanggaan yang mengibarkan serta menurunkan Sang Merah Putih pada peringatan HUT RI Ke-73 tahun ini.

“Kebanggaan tersebut dituangkan dalam bentuk keberhasilan menjalankan tugas mengibarkan bendera merah putih setelah melewati berbagai seleksi serta latihan ketat,” ujar Nurdin.

Nurdin melanjutkan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI setiap tahunnya membawa kepada momen untuk merefleksikan nilai-nilai kemerdekaan itu sendiri. Kemerdekaan yang diraih telah melalui berbagai perjuangan dan pengorbanan yang tidak ternilai harganya.

“Bendera merah putih pada akhirnya dapat berkibar yang memiliki arti berani dan suci. Momentum ini semakin khidmat karena pengibaran melibatkan pasukan khusus yang kita kenal dengan paskibraka,” lanjut Nurdin.

Kedepan, Nurdin menegaskan kepada para anggota paskibraka untuk senantiasa memegang teguh disiplin sebagai landasan perilaku, baik dalam keseharian maupun dalam pelaksanaan tugas.

“Kalian adalah generasi muda penerus bangsa yang harus memiliki karakter cinta tanah air, semangat patriotik, pantang menyerah dan rela berkorban untuk kepentingan Bangsa dan Negara,” tambah Nurdin lagi.

Terakhir, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada para anggota Paskibraka yang telah dikukuhkan serta kepada para pelatih yang telah memberikan tenaga dan pikirannya untuk melatih semua anggota agar dapat menampilkan hasil yang maksimal.

“Semoga kegiatan ini menjadi momentum kita untuk makin memperkokoh jiwa nasionalisme, mengingat dan menghargai jasa para pahlawan, serta senantiasa bangga menjadi bagian dari Bangsa Indonesia,” tutup Nurdin.

Pengukuhan sendiri berjalan lancar dan khidmat yang ditandai dengan pembacaan ikrar kemudian dilanjutkan dengan pemasangan kendit/sabuk oleh Gubernur kepada mereka 38 orang anggota Paskibraka yang nantinya akan bertugas mengibarkan bendera pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 pada Jumat 17 Agustus 2018.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah, Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, Kajati Kepri Asri Agung Putra, Anggota DPRD Tawarich, perwakilan FKPD, beserta sejumlah Kepala OPD.(***)

sumber: humaskepri.id

MEDIAKEPRI.CO.ID – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi menyatakan susu kental manis tidak mengandung susu.

Tanpa padatan susu sama sekali, susu kental manis telah berhasil “menipu” masyarakat yang justru sering menyajikannya untuk anak, sebagai alternatif dari susu bubuk yang memiliki harga lebih mahal.

Melalui Surat Edaran tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) pada Mei 2018, BPOM memberikan aturan ketat terkait peredaran susu kental manis, yaitu:

1. Dilarang menampilkan anak-anak berusia di bawah 5 tahun dalam bentuk apapun.

2. Dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi.

Produk susu lain, antara lain susu sapi/ susu yang dipasteurisasi/ susu yang disterilisasi/ susu formula/ susu pertumbuhan.

3. Dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman.

4. Khusus untuk iklan, dilarang ditayangkan pada jam tayang acara anak-anak.

Berbahaya

Selain “menipu”, susu kental manis juga dinyatakan berbahaya bagi kesehatan.

Mengkonsumsi SKM secara berlebihan akan meningkatkan risiko diabetes dan obesitas pada anak-anak.

Hal ini disebabkan karena kadar gula tinggi di minuman SKM.

“Sebagai sumber energi iya, tetapi sangat tidak baik apabila energi anak bersumber dari gula,” kata Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, seorang dosen Gizi Poltekkes Kementerian Kesehatan Jakarta, kepada Kompas.com, Ahad, 6 Mei 2018.

“Tubuh punya toleransi tertentu dan penelitian menjelaskan, konsumsi gula lebih dari 10% energi total akan berisiko penurunan sensitivitas insulin yang kemudian memicu hiperglikemia (kadar gula darah lebih tinggi dari batas normal) dan memicu risiko diabetes,” tambah Rita.

Indonesia saat ini berada di urutan ke-4 di dunia yang penduduknya paling banyak terkena diabetes, kata Rita.

Pada piramida gizi seimbang, susu masuk dalam kelompok bahan makanan sumber protein.

Kandungan 8 gram protein setara dengan satu porsi telur, daging, ikan dan tempe.

“Harusnya susu itu bisa memberi protein lebih kurang 8 gram, kalsium sekitar 250 gram. Dan gula yang boleh untuk anak menurut piramida gizi seimbang sekitar satu sampai 2 sendok makan atau setara dengan 26 gram,” kata Rita.

“Jika kemudian seorang anak minum susu dari susu kental manis sebanyak dua gelas per hari, seperti anjuran gizi seimbang, maka asupan gulanya sangat melebihi dari pembagian makan sehari yang seimbang untuk anak, ini saya sayangkan sekali,” kata Rita.

Selain diabetes dan obesitas, asupan gula secara berlebihan akan merusak gigi pada anak-anak.

“Anak-anak yang suka konsumsi gula tinggi dalam bentuk susu dan tidak langsung membersihkannya, maka akan memicu caries dentis (gigi karies). Penelitian tentang ini sudah banyak di jurnal kedokteran,” katanya.

Gagasan susu menjadi konsumsi harian masyarakat Indonesia perlu mempertimbangkan beberapa hal.

Di antaranya, data prevalensi intoleransi laktosa yang tinggi, risiko alergi susu dan penyakit akibat kekurangpahaman masyarakat tentang cara menyimpan susu secara tepat agar tidak menyimpan bibit penyakit.

Selain itu, harga susu yang difortifikasi atau ditambahi zat gizi lain menjadi hampir tidak terjangkau masyarakat umum.

Ini yang menyebabkan banyak masyarakat yang beralih minum susu kental manis.

Kementerian Kesehatan Indonesia menghimbau masyarakat untuk beralih mengkonsumsi ikan sebagai sumber protein yang lebih awet daripada susu. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga –  Setelah berlangsungnya MTQ VII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau selama 7 hari di Dabo Singkep Kabupaten Lingga, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto Resmi menutup kegiatan MTQ VII Tingkat Provinsi. Dabo Singkep, Selasa, 14 Mei 2018.

Pada acara penutupan MTQ tersebut, ditampilkan dengan tarian rentak bunga rampai dan dilanjutkan dengan penurunan bendera MTQ Provinsi oleh Paskibraka Kabupaten Lingga.

Pada kesempatan itu, Wagub mengungkapkan lantunan Qalam Ilahi yang menggema selama MTQ VII Tingkat Provinsi Kepri ini diyakini mampu menciptakan, mencari wujud dan menghadirkan suasana yang memberikan kesejukan bagi masyarakat.

“Pelaksanaan MTQ tidak hanya merupakan seremonial saja, akan tetapi MTQ mampu menjadi sarana pembinaan dan pendidikan disamping sebagai syiar agama” sebut Wagub Isdianto dalam sambutannya.

Dia juga mengungkapkan, sebagai wahana MTQ memiliki peran ganda yang berlangsung secara terus menerus.

“Penyelenggaraan MTQ juga harus mampu mendidik masyarakat dimanapun MTQ tersebut dilaksanakan” ujarnya.

Setelah menutup secara resmi kegiatan MTQ VII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau, Dewan Hakim pun membacakan dan mengumumkan juara umum dari kegiatan MTQ Tingkat Provinsi ini.

Diketahui yang mendapatkan Juara umum dalam kegiatan MTQ Tingkat Provinsi Kepri ini yakni Juara umum I dimenangkan oleh Kabupaten Karimun dengan perolehan nilai 131, sedangkan Juara umum II di pegang oleh Kota Batam dengan jumlah nilai 118, sedangkan juara umum III di pegang oleh Kabupaten Lingga selaku tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Kepri dengan jumlah nilai 50.

Sedangkan juara daripada perlombaan Qasidah Rebana dalam kegiatan MTQ ini yakni urutan terbaik I dimenangkan oleh utusan Kota Batam, sedang grup terbaik kedua dimenangkan oleh utusan Kabupaten Karimun, sementara urutan terbaik ketiga di pegang oleh Kabupaten Lingga.

Sementara itu pada perlombaan Pawai Ta’aruf pada MTQ VII Tingkat Provinsi Kepri tahun 2018 di Kabupaten Lingga ini dimenangkan oleh Kabupaten Lingga sebagai peserta terbaik I dengan jumlah nilai 1475, sedangkan peserta terbaik II dipegang oleh Kabupaten Karimun dengan perolehan nilai 1470, sementara peserta terbaik III dimenangkan oleh peserta dari Kota Batam dengan jumlah nilai 1415. (wawan)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam –  ‘Dimana Bumi Dipijak,  Disitu Bumi Dijunjung”. Ungkapan ini tak hanya sekedar slogan belaka. Tetapi memiliki makna yang sangat luar biasa dengan kehadiran Kedai Kopi Kita (Kekita), terletak di  Ruko Komplek Universitas Batam,  Jalan Abulyatama,  Batam Kota,  Kota Batam.

Prof. Dr. Ir M. Jemmy Rumengan mengatakan,  kehadiran Kedai Kopi Kita atau disingkat menjadi Kekita,  merupakan salah satu penghargaan terhadap budaya Melayu.

“Kita hidup di tanah Melayu. Jadi kita tidak memberikan nama Kave,  tapi Kedai Kopi Kita.  Dimana Bumi Dipijak,  Disitu Langit Dijunjung, ” ungkap Prof.  Jemmy,  Rabu, 25 April 2018 siang.

Prof.  Jemmy mengatakan, momentum penuh kebersamaan yang dihadiri Wakil Gubernur Kepri,  Isdianto,  mantan Wakil Gubernur, Kepri,  Soerya Respationo,  Wakil Pimpinan BNI Wilayah Sumbar, Riau, Kepri dan Kerinci,  Rudi Santoso,  Kantor Badan Intelijen Daerah  (Kabinda) Provinsi Kepri  Brigjend Pol Suharyono,  Ketua DPRD Kepri,  Jumaga Nadeak serta tamu undangan lain,  tidak hanya sekedar  melaunching Kedai Kopi Kita, namun lebih pada silaturahmi diantara sesama umat manusia.

“Pak Dr. Soerya Respationo ini bukan orang baru di lingkungan Universitas Batam. Tapi beliau adalah orang lama dan sebagai Profesor di Universitas Batam.  Untuk itu,  saatnya kita akan bersama-sama menata kondisi ekonomi Batam khususnya dan Kepri pada umumnya ke depan yang lebih baik lagi, “ungkap Prof. Jemmy didampingi putranya,  Muhammad  Tami Rumengan selaku pemilik Kedai Kopi Kita.

Prof Jemmy menegaskan,  apa yang terjadi yang lalu-lalu tak perlu lagi diangkat dipermukaan. Karena itu akan menyempit pergerakan dalam kehidupan sehari-hari.

” Mari kita bergandengan tangan untuk menatap ke depan yang lebih baik.  Kalau kita selalu mengingatkan masa lalu,  maka tidak akan selesainya.  Untuk itu, ke depan mari kita bersama-sama membangkitkan ekonomi Batam, ” tandas Prof Jemmy.

Wakil Gubernur Kepri,  Isdianto mengucapkan selamat sekaligus mendoakan agar kehadiran Kedai Kopi Kita (Kekita) ini,  mampu mengangkat perekonomian di Kota Batam yang kian terpuruk.  Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada Prof Jemmy,  yang mana kondisi ekonomi secara nasional sedang terpuruk,  namun Prof Jemmy masih mampu membuka Kedai Kopi.  Tentu ini patut didukung oleh semua pihak,  terutama Pemerintah Kota Batam.

Isdianto juga menyampaikan terimakasih kepada  Soerya Respationo dan Jumaga Nadeak yang telah mendudukkannya menjadi Wakil Gubernur Kepri.

“Tanpa Pak Soerya Respationo dan Pak Nadeak,  saya tidak akan menjadi Wakil Gubernur Kepri.  Jadi hari ini,  saya menunjukkan bahwa diantara kami sudah tidak ada masalah lagi.  Kami saat ini bersama-sama untuk membangun Kepri ke depan yang lebih baik,” ungkap Isdianto.  (rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tertanggal 27 Maret 2018, Isdianto resmi menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) mendampingi Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

Sebelum prosesi pengucapan sumpah jabatan, dimulai dengan pembacaan surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 44p Tahun 2018 tentang pengesahan pengangkatan Wakil Gubernur Kepulauan Riau sisa masa jabatan 2016-2021, dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Cecep Setiawan.

“Mengesahkan pengangkatan Isdianto sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Riau sisa masa jabatan 2016-2021 dan kepada yang bersangkutan diberikan gaji serta tunjangan jabatan wakil kepala daerah sesuai peraturan dan perundang-undangan,” ujar Cecep.

Setelah itu, dihadapan Presiden Jokowi memimpin pengambilan sumpah jabatan atas Isdianto.

BACA: Sebelum Dilantik Presiden Jokowi 27 Maret Mendatang, Isdianto Pulang ke Kampung Halaman di Karimun

“Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur/wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” demikian bunyi sumpah jabatan yang diucapkan Isdianto.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan menandatangani berita acara pelantikan. Acara diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta tamu undangan. (kmg)

sumber: kompas.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Penyanyi rupawan Malaysia, Siti Nurhaliza, resmi mengumumkan nama untuk putrinya. Pengumuman itu dilakukan di akun Instagramnya setelah melakukan pesta aqiqah yang disiarkan secara langsung di YouTube.

Pelantun lagu Cindai yang kini menyandang gelar Dato Sri Siti Nurhaliza Tarudin resmi mengumumkan nama putrinya, yaitu Siti Aafiyah binti Khalid setelah sempat sepekan diberi nama Fatimah Az-Zahra.

“Doa ini telah mencetuskan ilham untuk kami menamakan anakanda kami, Siti Aafiyah Binti Khalid,” tulis Siti Nurhaliza di akun Instagram resminya.

Beberapa jam sebelumnya, Siti Nurhaliza dan keluarga mengadakan sebuah pesta aqiqah bergaya Melayu nan mewah dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi penyanyi tersebut.

Dalam pesta itu terlihat dekorasi pesta yang didominasi warna putih dan pastel, serta dihiasi oleh bunga berwarna-warni.

Siti Aafiyah binti Khalid merupakan buah hati pertama pasangan Dato Sri Siti Nurhaliza Tarudin dan Datos Sri Khalid Muhammad Jiwa setelah 11 tahun menantikan. (***)

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Baru-baru ini tersebar pesan berantai di sosial media yang berisikan ‘Air Kemasan Yang Ditinggal Di Dalam Mobil Anda Sangat Berbahaya!’.

Dalam pesan tersebut disampaikan, hal ini dikarenakan oleh dioxin yang dihasilkan saat air minum kemasan botol.

Berita ini pun sampai ke pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dengan segera dibantah dengan rilis yang dikeluarkan di laman resmi BPOM. Menurut BPOM, isu tersebut merupakan isu lama dan lembaga penelitian yang disebutkan dalam berita tersebut telah melakukan klarifikasi resmi terkait kebenaran berita itu .

Berikut ini adalah penjelasan resmi oleh BPOM:

PENJELASAN BPOM RI

Sehubungan dengan informasi di media sosial mengenai “Air Kemasan Yang Ditinggal Di Dalam Mobil Anda Sangat Berbahaya!”, BPOM RI memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

1. Isu mengenai “Air Kemasan Yang Ditinggal Di Dalam Mobil Anda Sangat Berbahaya” adalah TIDAK BENAR. Isu tersebut merupakan isu lama dan lembaga penelitian yang disebutkan dalam berita tersebut telah melakukan klarifikasi resmi terkait kebenaran berita tersebut.

2. Dioxin tidak dapat dihasilkan dari kemasan plastik yang terpapar panas di dalam mobil atau plastik yang dibekukan.

3. Setiap jenis kemasan pangan baik berupa plastik, kertas ataupun lainnya berpotensi untuk melepaskan komponen penyusunnya ke dalam pangan yang dikemas. Perpindahan tersebut dapat meningkat dengan adanya suhu tinggi dan waktu kontak yang lama. Proses produksi yang baik dilakukan oleh industri untuk menjamin komponen penyusun yang terlepas sesuai dengan persyaratan dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan.

4. BPOM RI melakukan pengawasan dan kajian terhadap beberapa jenis kemasan plastik, hasilnya menunjukan bahwa tingkat paparan masyarakat indonesia masih dalam taraf aman.

5. Terkait dengan penggunaan plastik di dalam microwave, tidak semua jenis plastik dapat digunakan di dalam microwave. Karena itu bacalah petunjuk pemakaian yang dicantumkan oleh produsen. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Pihak Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, secara resmi mengeluarkan larangan terhadap kendaraan roda dua/ motor melintas di jalan raya depan pintu keberangkatan hingga pintu kedatangan per 1 Maret 2018 lalu.

Larangan tersebut, ditandatangani langsung oleh Direktur BUBU Hang Nadim Batam, Suwarso pada Surat Edaran Nomor 05 Tahun 2018, tentang Ketentuan Kendaraan Roda Dua/Motor tidak Boleh Melintas di Area Kedatangan dan Keberangkatan Bandara.

“Alasannya keselamatan, keamanan dan ketertiban di areal bandara,” ungkap Suwarso.

Sehingga lanjutnya, jalan tersebut hanya boleh dilintasi oleh kendaraan roda empat keatas (mobil dll).

“Ketentuan ini berlaku bukan hanya untuk pengunjung dan penumpang saja, tapi juga untuk seluruh staf dan karyawan BUBU Hang Nadim Batam serta mintra kerja kami,” tegasnya.

Informasi di lapangan, dalam setahun terakhir, sepeda motor sudah tidak dibenarkan melintas di jalan raya depan pintu kedatangan dan keberangkatan. Bagi pengendara sepeda motor langsung diarahkan ke parkir kendaraan roda dua yang ada di bawah. Namun ketentuan itu belum memiliki aturan yang baku. Sehingga dengan keluarnya edaran ini, resmi jalan raya bandara khususnya di area keberangkatan dan kedatangan, bebas dari kendaraan roda dua. (kmg)

sumber: batamclick.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Awang Herman, tokoh masyarakat asal Pulau Setokok, Batam, Kepulauan Riau, akhirnya resmi memimpin Persatuan Olahraga Dayung Selurih Indonesia (PODSI) Provinsi Kepri masa bhakti 2017 – 2022.

Dihadapan Gubernur Kepulauan Riau, H Nurdin Basirun, Awang Herman dilantik dan dikukuhkan oleh Menetri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono di Hotel Aston, Batam, Jumat, 2 Maret 2018.

Nurdin yakin olahraga dayung akan sukses dan berkembang dibawah kepemimpinan Awang Herman.

“Saya berharap, olahraga dayung terus mencatatkan kesuksesan baik berprestasi maupun pembinaan. Prestasi dengan persembahan emas dalam berbagai iven di lokal maupun nasional dan internasional, karena itu selalu ditunggu masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan orang nomor satu di Kepulauan Riau ini, masyarakat Kepri pada dasarnya tidak asing lagi dengan olahraga dayung.

“Kita sudah sangat akrab dengan laut, setiap hari kita mendayung sampan untuk melakukan berbagai aktivitas, oleh karena itu, kita tak boleh kalah dengan provinsi-provinsi lain,” harapnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Nurdi juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepri akan memberikan perhatian khusus dalam pembinaan dan pelatihan para atlet secara intensif.

“Dengan demikian, dayung tidak sekedar kebiasaan semata, tapi juga menjadi olahraga yang bisa menghasilkan berprestasi,” harap Nurdin.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakuat (PUPR) yang juga Ketua Umum PODSI, Basuki Hadimoeljono menjelaskan, sebagai keluarga besar PODSI, pihaknya harus bangga karena menjadi pengurus olahraga dayung. Karena sekecil apapun peran seseorang, kalau organisasi ini bisa mengantarkan prestasi merupakan kebahagiaan tersendiri.

“Mudah-mudahan ini bertanda baik, kalau olahraga dayung akan lebih berprestasi ke depannya,” jelas Basuki Hadimoeljono.

Basuki juga berharap, meski diakui kalau organisasi mengalami keterbatasan sarana dan prasarana, tapi itu jangan sampai membuat semangat semuanya menjadi turun. Keterbatasan ini justru harus dihadapi dengan semangat tinggi.

“Itu semua, demi mencapai sukses prestasi dayung,” harapnya.

Pembinaan berkesimbungan yang terus menerus, bisa menghasilkan prestasi. Termasuk iven olahraga Asean Game Agustus 2018 dan juga kejuaraan internasional dayung di Filipina pada 2019 mendatang. Semuanya harus dijawab dengan menyumbangkan prestasi.

“Saya titipkan PODSI pada Gubernur Kepri. Semoga PODSI Kepri semakin maju dan jaya. Saya percaya di bawah binaan pak Nurdin, pemuda pemudi Kepri pasti hebat. Karena hampir setiap hari bertemu dengan lautan,” kata Basuki usai melantik Ketua Pengprov PODSI Kepri terpilih Awang Herman.

Sementara itu, Awang Herman bertekad untuk memajukan olahraga ini.

“Kita targetkan emas pada setiap cabang dan ivent olahraga dayung ini,” katanya.

Awang Herman juga berterima kasih kepada para pengurus PODSI yang telah mempercayai dirinya untuk memimpin PODSI.

“Tanggungjawab ini besar, tapi kita harus yakin, kita bisa. Karena tak ada yang tak bisa kalau kita kompak dan melakukannya dengan ikhlas, sama seperti saat perlombaan, tim yang akan jadi pemenang adalah tim yang kompak mendayungnya dan mengikuti irana gendrang,” tutupnya.(kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun, Aunur Rafiq resmi menutup Turnamen Bola Volly Kite Bangkitkan Karimun( KBK) Cup V Piala Bergilir Aunur Rafiq Tahun 2018 di Gang Ivoria, Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral, Kamis 15 Februari 2018.

Turnamen yang dimulai sejak 8 Januari 2018 itu diikuti sebanyak 66 tim terdiri dari 35 tim putera dan 31 tim putri.

Pada kejuaraan tersebut, juara I putera diraih oleh tim Amelia, juara II Porperta, juara III Marine Customs dan juara IV diraih tim KBK. Untuk juara I berhak menerima uang pembinaan Rp 6 Juta, Piala, piagam dan Piala Bergilir, juara II 4 Juta, juara III 3 Juta dan Juara IV 2 juta.

Sementara untuk juara I putri diraih tim Porpagas, juara II KBK, Juara III KBK dan Juara IV diraih oleh Porpagas. Untuk juara I menerima uang pembinaan serupa yakni Rp 6 Juta, juara II 4 Juta, Juara III 3 juta dan Juara IV 2 Juta.

Selain juara turnamen, pihak panitia juga memberikan penilaian kepada tim dengan kostum parade terbaik dan pemain pavorit. Nominasi tim dan pemain favorit dipilih melalui votting laman Facebook KBK Cup V Piala Bergilir Aunur Rafiq.

“Untuk kategori nominasi kostum tim parade terbaik dinilai pada saat parade pembukaan meliputi kostum, asesoris, kekompakan dan jumlah peserta,” kata ketua panitia, Kurnia Irawan, Kamis 15 Februari 2018.

Pemenang kostum tim parade terbaik dimenangkan tim WJK Porpagas. Pemenang tim putera terfavorit dengan jumlah 304 like dan dilihat lebih dari 6.000 yakni Marine Customs.

Untuk pemenang tim putri terfavorit dengan jumlah 260 like dan dilihat lebih dari 7.600 kali yakni WJK Porpagas.

Sedangkan untuk pemenang pemain putera terfavorit dengan jumlah 325 like dan dilihat lebih dari 3.100 kali yakni M Rizal dari Tim Marine Customs, pemenang pemain putri terfavorit dengan jumlah 302 like dan dilihat lebih dari 5.200 kali yakni Safitri dari TIm WJK Porgagas. (kmg/ian)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kota Tanjungpinang merupakan satu-satunya daerah di Kepulauan Riau (Kepri) yang ikut dalam pemilihan kepala daerah serentak 2018 di Indonesia. Sehingga, perebutan untuk jadi pemimpin menyita perhatian masyarakat.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tanjungpinang bekerja keras. Satu per satu tahapan pelaksanaan pesta demokrasi dilaksanakan. Dari berbagai unsur kekuatan masyarakat kini terpecah dan bergabung dalam dua perahu yang akan dan menjadi peserta perlombaan.

Kedua perahu yang mendapatakan stempel resmi dari KPUD Tanjungpinang yakni Lis Darmansyah dengan Maya Suryanti dan Syahrul dengan Rahma. Sedangkan satu perahu dengan bendera independen yakni Edi Saprani dan Edi Susanto dinyatakan tidak memenuhi persyaratan untuk menjadi peserta.

“Ada dua yang ditetapkan sebagai pasangan calon di Pilkada Kota Tanjungpinang ada dua. Yakni pasangan Lis Darmansyah dengan Maya Suryanti serta Syahrul dan Rahma,” Kata Roby Patria, Ketua KPUD Tanjungpinang saat dihubungi, Senin (12/2) pagi.

Setelah dinyatakan berhak untuk jadi peserta, KPUD Tanjungpinang selanjutnya akan memberikan nomor lambung perahu kedua peserta ini. “Hari ini, kedua pasangan mengikuti kegiatan pencabutan nomor urut,” katanya. (muslim)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Jane Shalimar diam-diam sudah menikah. Pernah mengakui nikah siri dengan Didi Mahardika, kali ini Jane menegaskan dirinya tak menikah siri.

“Alhamdulillah nggak, resmi kok,” tegas Jane Shalimar kepada detikHOT melalui WhatsApp, Kamis 18 Januari 2018.

Jane mengatakan dia dan suami menikah pada awal Januari 2018. Perempuan berusia 37 tahun itu, merasa cukup pernikahannya hanya dihadiri oleh keluarga terdekat.

“Cukup sama keluarga aja, pernikahan kan privasi, aku juga lebih nyaman begini kok,” lanjutnya.

Sampai saat ini, meski sudah resmi menikah, Jane Shalimar masih belum bisa memperkenalkan sang suami. Walapun dirinya sangat ingin memperkenalkan sang suami.

“Gimana dia aja deh nanti, akan dikenalin kok, tapi belum sekarang. Aku juga lagi bolak-balik Bandung untuk sosialisasi,” jelas Jane Shalimar.

Jane Shalimar mengatakan memang sengaja menyembunyikan identitas sang suami. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Jane terlebih status duda sang suami.

“Menjaga dari tuduhan orang. Jadi ya jangan sampai, apalagi dia kan duda juga. Takutnya nanti akan timbul fitnahan-fitnahan. Yang jalanin kan kita, orang nggak tahu. Takutnya nanti malah ada fitnahan-fitnahan yang nggak enak didengar telinga,” tukas Jane Shalimar. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yogyakarta – Sebanyak 10 juru parkir yang menarik tarif di atas tarif resmi alias nuthuk menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Yogyakarta. Hakim menjatuhi hukuman denda dengan nilai yang berbeda-beda untuk mereka.

Persidangan dipimpin oleh Hakim Tunggal Jaelani. Mereka dijatuhi hukuman membayar uang denda dengan jumlah bervariasi, mulai Rp 100 ribu-Rp 300 ribu.

Dari 10 jukir itu, 3 di antaranya merupakan jukir sepeda motor yakni Fery Setiawan, Joko Pamungkas, dan Yohanes Jaka. Masing-masing dihukum denda Rp 100 ribu setelah terbukti memungut tarif parkir Rp 3 ribu per motor.

Sedangkan 6 jukir lainnya, Aswan Adang, Muhammad Usnan, Agus Mulhadi, Rahmat Eko Sulistiyo, Nurdiyanto, dan Sarjono, dihukum denda antara Rp 200 ribu-Rp 300 ribu. Mereka terbukti menarik tarif parkir mobil Rp 15 ribu-Rp 20 ribu per mobil. Satu jukir tidak hadir di persidangan namun tetap dijatuhi hukuman denda oleh hakim.

Dalam pertimbangan Hakim Jaelani, denda bagi jukir mobil lebih tinggi karena penghasilan yang diperoleh dari praktik nuthuk tarif dan parkir tanpa izin lebih besar dibandingkan jukir motor. Sementara hal yang meringankan, para jukir memiliki keluarga.

“Jangan ulangi lagi perbuatan ini, karena bisa terancam pidana pemerasan,” kata Hakim Jaelani.

Penyidik Polresta Yogyakarta, Iptu Heri Subagyo yang hadir di persidangan mengatakan, para jukir itu dirazia oleh tim gabungan dari polisi, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan dari beberapa titik, seperti di Alun-alun Utara, Jalan Perwakilan Suryatmajan, selatan Ramai Mall, dan kawasan Pasar Ngasem.

Dia berharap sidang tipiring ini bisa membuat jera para jukir agar tidak lagi nuthuk tarif parkir serta membuka parkir tanpa izin.

“Polisi akan terus mengawasi di lapangan, jika masih ada praktik melanggar aturan akan kita tindak tegas,” pungkasnya. (***)

sumber: detiknews.com

 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Setelah mencabut surat rekomendasi untuk Ridwan Kamil, Partai Golkar akhirnya memberikan rekomendasi pengusungan bakal calon gubernur Jabar ke Dedi Mulyadi.

Surat rekomendasi pengusungan untuk Dedi Mulyadi itu diserahkan langsung oleh Ketua Pemenangan Pemilu Indonesia I Partai Golkar, Nusron Wahid ke Dedi Mulyadi di Kantor DPD I Partai Golkar Jabar di Bandung, Rabu 27 Desember 2017.

“SK Pak Dedi Mulyadi sudah diserahkan siang tadi. SK penugasan kepada Pak Dedi Mulyadi untuk menjadi calon gubernur atau wakil gubernur dengan mencari pasangan calon masing-masing,” ujar Nusron di Kantor DPD I Partai Golkar Jabar, Rabu 27 Desember 2017.

Menurut Nusron, keputusan ini sudah dibuat oleh DPP Partai Golkar. Nusron mengatakan, ada beberapa partai yang sudah berkomunikasi secara intens dengan Partai Golkar. Partai itu antara lain, Partai Demokrat dan PDIP.

Nusron dan beberapa pimpinan Partai Golkar lainnya, termasuk Ketua Pemenangan Pemilu Jawa I, Agun Gunandjar hadir di Bandung untuk menghadiri rapat pleno menjelang Pilkada Serentak di Jawa Barat.

Nusron berharap Dedi Mulyadi nantinya akan menjadi bakal calon gubernur dan pendampingnya berasal dari koalisi partai. (***)

sumber: galamedianews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), resmi melakukan penahanan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov).

Adapun penahanan untuk Setnov dimulai hari ini, Jumat, 17 November 2017 hingga 6 Desember 2017 mendatang.

“Menahan selama 20 hari terhitung 17 November 2017 sampai dengan 6 Desember 2017 di Rutan Negara Klas I Jakarta Timur Cabang KPK,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat, 17 November 2017.

KPK melakukan penahanan karena berdasarkan bukti yang cukup, Novanto bersama pihak lainnya diduga melakukan korupsi pada proyek e-KTP.

KPK kerap melakukan penahanan pada hari Jumat sehingga sampai memunculkan istilah “Jumat keramat”.

Adapun pihak Novanto, termasuk kuasa hukumnya menolak menandatangani berita acara penahanan dan pembantaran sehingga penyidik KPK dan sejumlah saksi yang menandatanganinya.

KPK juga memberikan salinannya berita acara kepada istri Novanto. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) untuk Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov). Status buron itu ditetapkan karena Setnov belum juga menyerahkan diri ke KPK terhitung dari 1×24 jam sejak penyidik mengeluarkan surat penangkapan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pimpinan KPK telah meminta Mabes Polri memasukkan nama Setnov ke dalam DPO. Surat itu ditembuskan langsung ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Interpol.

“Diputuskan oleh Pimpinam KPK mengirimkan surat ke Mabes Polri. Tembusan ke Kapolri dan Interpol menjadikan nama yang bersangkutan masuk ke dalam DPO,” kata kata Juru Bicara KPK di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 16 November 2017.

Setnov ditetapkan sebagai DPO berdasarkan Pasal 12 ayat (1) huruf h dan Pasal 12 ayat (1) huruf i UU nomor 30 tahun 2002 tentang KPK. Di mana dalam Pasal 12 ayat (1) huruf h itu disebutkan dalam melaksanakan tugas penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan, KPK berwenang meminta bantuan Interpol Indonesia atau instansi penegak hukum negara lain untuk melakukan pencarian, penangkapan dan penyitaan barang bukti di luar negeri.

Sementara pada Pasal 12 ayat (1) huruf i disebutkan jika KPK berwenang meminta bantuan kepolisian atau instansi lain yang terkait untuk melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan dalam perkara tindak pidana korupsi yang sedang ditangani.

“KPK Menggunakan hak tersebut dan meminta kepolisian untuk membantu pencarian. Tentu tim KPK juga lakukan pencarian. Dan dapat dilakukan tindakan hukum yang lain,” ujar dia.

Febri menjelaskan, DPO diterbitkan karena Setnov tidak bersikap kooperatif. Pertama, pada Rabu 15 November 2017, tim penyidik telah mendatangi rumah Ketua Umum Partai Golkar itu dengan membawa surat perintah penangkapan.

Namun, saat di lokasi penyidik tidak menemukan Setnov. Tersangka kasua dugaan korupsi KTP-el ini dikabarkan telah meninggalkan kediamannya. Setelah itu, tim melacak keberadaan Setnov.

Bahkan, KPK pun mengultimatum Setnov untuk segera menyerahkan diri selama 1×24 jam. Namun, ultimatum itu tidak digubris, hingga kini Setnov tidak menampakkan batang hidungnya di markas Antikorupsi.

“Tentu saja tugas itu dilaksanakan. Setelah proses pencarian kami kroscek validitas. Sampai akhirnya diputuskan pembicaraan di internal KPK Sampai sekitar malam karena kami tak mendapatkan kedatangan atau penyerahan diri dari tersangka SN,” pungkas Febri. (***)

sumber: metrotv