Rohingya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Canberra – Aung San Suu Kyi, Pemimpin Myanmar tiba di Canberra sejak, Jumat, 16 Maret 2018.

Kedatangan orang nomor satu Myanmar ini disambut oleh pasukan militer kehormatan dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull. Kehadiri Aung San Suu Kyi ini untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi khusus ASEAN di Sydney.

Dilaporkan Reuters, kehadirannya dalam acara tersebut memicu protes jalanan dan gugatan hukum dengan tudingan kejahatan kemanusiaan.

Jaksa Agung Australia menyatakan tidak akan menerima gugatan yang diajukan pengacara aktivis di Melbourne atas nama masyarakat Rohingya. Alasannya adalah karena Suu Kyi mempunyai kekebalan diplomatik.

Sejak berkuasa pada 2016 lalu, Suu Kyi yang diganjar Nobel Perdamaian karena perjuangannya menjunjung demokrasi di Myanmar kini justru dikritik karena tidak mengecam dan tidak menghentikan serangan militer terhadap masyarakat Rohingya, etnis minoritas Muslim di negara berpenduduk mayoritas Buddha tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut sekitar 700 ribu Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, setelah serangan kelompok bersenjata memicu tindakan keras aparat di Rakhine. PBB dan Amerika Serikat menyebut Operasi militer itu merupakan bentuk pembersihan etnis.

Penyidik HAM independen PBB di Myanmar, Yanghee Lee, mengatakan dirinya menyaksikan semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa telah terjadi genosida di negara tersebut.

Myanmar menampik tudingan itu dan meminta ditunjukkan “bukti jelas” penganiayaan oleh pasukan keamanan.

Baik Suu Kyi maupun Turnbull sama-sama tidak menyampaikan pernyataan publik sebelum bertemu. Namun, pemimpin Australia pada Minggu menyatakan Suu Kyi berbicara “cukup panjang lebar” di tengah konferensi ASEAN soal Rakhine, meminta negara-negara tetangganya memberikan bantuan kemanusiaan. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Washington – Musium Peringatan Holokus Amerika Serikat (AS) akhirnya menarik penghargaan tertinggi Hak Asasi Manusia (HAM) dari tokoh demokrasi asal Myanmar, Aung San Suu Kyi. Penarikan ini berkaitan dengan sikap Suu Kyi yang dianggap diam saat pelanggaran HAM di Rohingya.

Seperti diketahui, Aung San Suu Kyi adalah peraih nobel perdamaian pada 1991 atas perjuangannya melawan Junta Militer dan memerdekaan rakyat Myanmar. Dan enam tahun lalu, pemimpin partai Liga Demokrasi Nasional ini meraih pernghargaan Elie Wiesel dari Musium Holokus AS atas usaha yang sama.

Dikutip dari Kantor Berita AFP, Jumat, 9 Maret 2018, Musium Holokus AS menemukan bukti bahwa Suu Kyi tidak berbuat apapun saat operasi militer negaranya menyasar kawasan Rohingya. Bahkan mengeluarkan pernyataan retorik dengan menentang usaha PBB yang ingin mengambil tindakan penyelamatan etnis rohingya.

“Setelah serangan tentara atas masyarakat Rohingya dilancarkan pada tahun 2016 dan 2017, kami berharap anda sebagai seorang individu yang selama ini berjuang untuk kemerdekaan rakyat Myanmar melalukan sesuatu bagi membantu etnis itu, atau sekurang-kurangnya menyuarakan pendapat dengan mengutuk tindakan keji tersebut,” kata juru bicara Musium dalam surat resmi yang ditujukan kepada Suu Kyi.

Parti yang dipimpin Suu Kyi juga melarang media melaporkan kejadian pembunuhan besar-besaran ke atas etnik itu. Pembungkaman media ini menjadi catatan bagi Museum Holokus untuk mengambil tindakan.

“Tindakan zalim pihak tentera khususnya sejak beberapa bulan kebelakangan ini menuntut anda melakukan sesuatu yang boleh membantu tetapi anda memilih untuk berdiam diri,” kata surat itu lagi.

Sebelumnya di internet tahun lalu juga marak desakan pencabutan nobel bagi Suu Kyi. Namun kala itu, Komite Nobel mengatakan bahwa mereka tidak akan membatalkan penghargaan tersebut, dengan mengatakan bahwa hanya pekerjaan yang membuat hadiah itu diperhitungkan. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Aksi solo menabuh dram yang dilakukan musisi Batam, Rommie Huo di Winner Bugis Junction yang bertajuk Bless For Charity untuk ikut merasakan keprihatinan terhadap pengungsi erupsi Gunung Agung dan Rohingya mendapat sambutan hangat warga.

Tidak ingin berhenti sampai di Kawasan Taman Niaga Bugis Junction, aksi menawan ini akan dilanjutkan di Jodoh untuk penggalangan dana dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah sukses. Kedepan dilanjutkan dengan aksi penggalangan dana tahap 2 (dua) di Jodoh Centre. Kami berharap bagi masyarakat yang belum sempat untuk berpartisipasi, dapat memberi sumbangan pada aksi penggalangan dana tahap 2 (dua) mendatang,” ujar Ria usai kegiatan yang mendapat antusias warga di Batuaji dan sekitarnya.

Berjalannya kegiatan sosial untuk menunjukkan rasa kemanusiaan dengan merasakan kesusahan saudara kita di Gunung Agung dan Rohingya ini didukung oleh Forum Bhayangkara Indonesia, Kepri Media Grup.

Untuk penggalangan dana, panitia mengambil beberapa titik menjadi lokasi pengutipan yakni di simpang lampu merah Bascamp, dan sekitaran lokasi angkringan Bugis Junction.

Diakui Ria, masyarakat terlihat sangat antusias menyaksikan serta memberikan bantuan untuk meringankan beban kesulitan yang dirasakan oleh para pengungsi tersebut.

Seorang pedagang di kawasan Taman Niaga Bugis Junction, Rahma mengapresiasi kegiatan penggalangan dana tersebut. Menurutnya, agenda seperti itu harus terus dibuat agar bisa membantu saudara yang membutuhkan.

“Bagus sekali dan kalau dapat harus dibuat terus. Semoga hasilnya bermanfaat bagi para pengungsi,” harapnya. (kmg)

NEWS

Rabu | 04 Oktober 2017 | 13:00

Bangun Sekolah untuk Anak-anak Pengungsi Rohingya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Myanmar – Setelah akhir 2016 lalu berhasil membangun dua sekolah dari dana bantuan masyarakat Indonesia, tahun ini (2017) PKPU Human Initiative sebagai bagian dari AKIM (Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar) kembali membangun dua sekolah di Rakhine, Myanmar.

“Untuk pembangunan sekolah baru di kawasan Muslim telah mendapatkan izin, saat ini sudah mulai dibangun pondasinya di kamp pengungsian Khan Doe Khar, tepatnya di Desa Aung Pi Ley,” terang General Manager DRM PKPU-HI, Eson Jumarsono dalam
keterangan pers, Rabu 4 Oktober 2017.

Eson juga menerangkan, sekolah tersebut direncanakan dapat menampung lebih kurang 400 siswa dari etnik Rohingya.

Proses konstruksi sekolah sempat berhenti akibat larangan oleh pihak keamanan dan ketakutan yang dialami oleh pekerja lokal akibat konflik Agustus lalu.

Namun hal tersebut hanya berlangsung sementara, PKPU Human Initiative kembali mengupayakan kelanjutan program pembangunan sekolah.

“Kondisinya, untuk menyalurkan bantuan langsung ke wilayah Myanmar, saat ini semakin sulit.
Karena itu kami harus memikirkan strategi yang matang dalam menyalurkan bantuan dan melaksanakan program,” ungkap Eson.

Eson mengungkapkan, agar tidak ada kecemburuan sosial, yang juga merupakan strategi PKPU Human Initiative untuk berkontribusi mewujudkan perdamaian di Myanmar, selanjutnya sekolah keempat akan dibangun di kawasan Buddhis.

“Saat ini rencana tersebut sedang dalam tahap akhir penentuan lokasi,” tutup Eson.
Anak-anak Rohingya juga memiliki impian seperti anak-anak lainnya.

Tentu kebahagiaan akan sangat mereka rasakan tatkala proses menimba ilmu dan berkumpul bersama teman-temannya, dapat berjalan kembali.

Sumber : Tribunnews.

Winner Bugis Junction Jadi Saksi Aksi Rommie Huo

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam -Ada dua peristiwa yang menyentuh publik saat ini. Bagaimana kepedihan pengungsi Gunung Agung dan kesedihan Rohingya, menyita perhatian Indonesia dan juga mata internasional.

Tidak ketinggalan musisi asal kota batam Rommie Huo. Dengan kejadian ini membuat tergerak hatinya untuk membantu korban pengusngsi erupsi gunung Agung dan pengungsi Rohingya. Dan ia akan memberikan bantuan dengan cara dan kemampuannya yakni dengan cara tabuh drum nonstop.

Acara Tabuh Drum non-stop Performance Rommie Huo ini bakalan digelar di Taman Bugis Junction – Kawasan Niaga Winner Bugis Junction, Batu Aji Kota Batam Sabtu, 7 Oktober 2017 mendatang mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB.

Kepada Kepri Media Group, Rommie Huo Senin (02/10/2017) mengatakan cara ini yang bisa kami lakukan untuk membantu saudara – saudara kita di pengusngsi erupsi gunung Agung dan pengungsi Rohingya. kamipun berharap bagi donatur atau masyarakat kota batam menyisihkan rezky demi membantu saudara kita di Bali dan di Rohingya.

Ia menambahkan, bersama H Proudaction ia akan memainkan drum secara nonstop menghibur pengunjung Taman Bugis Junction – Kawasan Niaga Winner Bugis Junction.

Selain itu, hasil penggalangan dana ini akan kami salurkan melalui lembaga amal Organisasi Aksi Cepat Tanggap dan Organisasi (Social Media) Rumah Yatim via Kitabisa.com.

Acara bertajuk Bless For Charity penggalangan dana korban pengusngsi erupsi gunung Agung dan pengungsi Rohingya diselenggarakan oleh winner bugis junction didukung Forum Bhayangkara Indonesia dan media partner Kepri Media Group.

Nah bagi kamu yang akan menyumbang bisa juga melalui rekening panitia Atas nama hariati Bank BCA No reg. 833 504 3533 dan Bank BNI cabang Batam an. PT. BATAM INSAN GEMILANG No. Rek. 0455158800. ( ria)

TANJUNG PINANG

Rabu | 20 September 2017 | 23:41

FKPR Kepri Serahkan Bantuan 280 Juta untuk Rohingya ke Presiden ACT

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Rasa kepedulian terhdap muslim Rohingya terus mengalir di tubuh Forum Kemanusiaan Peduli Rohingya Kepri. Rabu, 20 September 2017, disela acara Rakor III KNSR ( Komite Nasional Solidaritas Rohingya) di Jakarta Forum Kemanusiaan Peduli Rohingya Kepri Menyerahkan bantuan tahap 1 sebesar Rp280.000.000.

Penyerahan bantuan tahap 1 tersebut deserahkan oleh Suryadi Wakil Ketua forum Kemanusiaan Peduli Rohingya Kepri Ustad Ahmad Fauzi Armandaris dan Badris Gifari, penyerahan ini  langsung di terimah oleh Ahyudin selaku Presiden ACT (Aksi Cepat Tanggap), Amnesty Internasional dan KNSR.

Suryadi menjelaskan, di sela-sela Rakor III KNSR di Jakarta itu momen pas bagi Forumnya untuk menyalurkan bantuan tahap 1 ini karna diterima langsung oleh Presiden ACT.

Lanjut Suryadi, dalam acara rakor  trsebut turut hadir Usman Hamid, selaku Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia. Beliau juga turut  menerima secara sombolis bantuan tahap I donasi Rohingya dari masyarakat Kepri.

Masih kata Suryadi, dalam acara Rakor III tersebut Usman Hamid memaparkan kondisi terkini di Perbatasan Bangladesh dan Rakhine State semakin memprihatinkan. Kata Suryadi

Bantuan kemanusiaan yang di berikan oleh Forum Kemanusiaan Peduli Rohingya Kepri, di sambut baik pihak Amnesty International Indonesia.

Hal tersebut karena, Kesiapan Provinsi Kepulauan Riau menjadi salah satu daerah tujuan bagi etnis Rohingya apabila status pencari suaka (keselamatan) resmi dinyatakan oleh PBB.

Terakhir kata Suryadi, “pihak ACT sendiri insyaallah pada tanggal 27 September 2017 nanti akan langsung turun ke Kepri, untuk membicarakan hal-hal tekhnis penyiapan penampungan etnis Rohingya di Kepri dengan Pemerintah Daerah Provinsi Kepri. Sekaligus meninjau Exs penampungan manusia perahu Vietnam di pulau Galang Batam, sembari menelaah kemungkinan pulau tersebut untuk dijadikan penampungan bagi etnis Rohingya.” kata Suryadi (bobi/karmila)

MEDIAKEPRI.CO.ID,Jakarta – Politikus PDIP Andreas Hugo Pereira menganggap pihak yang melihat melihat bantuan pemerintah Indonesia untuk Rohingya sebagai pencitraan tidak paham persoalan Rohingya.

“Itu mereka yang tidak memahami persoalan Rohingya,” kata Andreas Hugo Pereira, kepada Tribunnews.com, Senin 18 September 2017.

 Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut mengatakan bantuan yang dikirimkan Presiden Joko Widodo atas nama bangsa Indonesia untuk Rohingya merupakan komitmen Indonesia untuk kemanusiaan.Ditambah lagi Pemerintah Indonesia telah maksimal menjalankan misi diplomasi untuk berdialog dengan pemerintahan Myanmar dan Bangladesh pada level elite untuk menekan terjadinya kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Namun, pada level masyarakat Rohingya, tegas dia, bantuan material yang bisa menolong mengatasi problem kehidupan sehari-hari merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunggu.

“Karena itu, jalan diplomasi dan jalan bantuan kemanusiaan dari pemerintah mewakili aspirasi rakyat Indonesia ini sudah tepat untuk ikut membantu warga Rohingya yang sedang dalam kesulitan,” katanya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto, meminta masyarakat memperkuat diri agar dapat membantu etnis Rohingya yang mengalami penindasan oleh pemerintah Myanmar.

Hal tersebut diungkapkan Prabowo dalam orasinya pada aksi Bela Rohingya 169 yang digelar di Kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 16 September 2017.

Dirinya mengatakan bahwa saat ini pemerintah Indonesia sudah memiliki banyak hutang sehingga tidak mempunyai kekuatan.

Mantan Danjen Koppasus ini percaya kalau Indonesia kuat, maka dapat membantu etnis Rohingya.

Prabowo bahkan mengkritik bantuan pemerintah hanya untuk pencitraan.

“Percaya sama saya, kalau kita kuat kaum Rohingya kita bantu. Kalau pun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang,” kata Prabowo.

Prabowo meminta kepada umat Islam untuk menebar kedamaian Islam.

Dengan begitu Islam akan dihormati dan disegani seluruh dunia.

“Kalau mereka menindas kaum muslim, kita tunjukkan kita beri keamanan. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin. Sejuk tidak berarti jadi kambing, sejuk tidak berarti dibohongin terus menerus,” kata Prabowo.

Sumber : Tribunnews

TANJUNG PINANG

Rabu | 06 September 2017 | 23:30

Shalat Gaib Warga Pinang untuk Rasa Peduli Rohingya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Rasa solidaritas masyarakat Tanjungpinang untuk Rohingya di gelar di Lapangan Pamedan. Ratusan warga Tanjungpinang yang tergabung dalam Forum Kemanusian Peduli Rohingya melakukan aksi demo mengecam pembantaian etnis Rohingya oleh penguasa Myanmar yang terjadi di Provinsi Rakhinee.

Aksi yang juga diikuti Wakil Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd tersebut dilaksanakan di Lapangan Pamedan Ahmad Yani, Rabu (06/09/2017). Dalam tuntutan dan orasi pendemo, ada empat point dan tujuh sikap yang disuarakan.

Pertama aksi kekerasan dan pembantaian terhadap etnis Rohingya oleh penguasa Myanmar merupakan tragedi kemanusiaan yang kejam dan sadis. Kedua telah terjadi pelanggaran HAM berat serta mencabik-cabik rasa kemanusiaan. Ketiga penguasa Myanmar sudah melakukan genocida terhadap etnis Rohingya. Keempat Negara Myanmar telah melanggar Universal Declaration of Human Rigth, 10 desember 1948 dan dapat di tuntut di depan Mahkamah Internasioanal.

Menyikapi hal tersebut, pendemo bersikap mengecam kebiadaban Pemerintah Myanmar terhadap umat Muslim Rohingya dan mendesak PBB untuk segera mengambil langkah strategis penyelamatan Muslim Rohingya dan mengadili Aung Saan Sun Kyi ke Mahkamah Internasional.

Mendesak Presiden RI untuk meningkatkan usaha-usaha diplomatik dalam membantu Muslim Rohingya di Myanmar. Selain itu meminta agar Gubernur Kepulauan Riau untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membuka kembali ex kampung pengungsian Vietnam atau menyiapkan pulau tertentu di Kepulauan Riau sebagai tempat pengungsi Rohingya.

Aksi diakhiri dengan sholat ghaib yang dipimpin oleh H. Syahrul, S.Pd mendoakan warga Rohingya yang menjadi korban kekerasan dan pembantaian di Myanmar. (bobi/wok)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Mencermati perkembangan terkini terhadap Ummat Muslim Rohingya di Myanmar, Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Kepulauan Riau mengeluarkan pernyataan sikap, tentang aksi kekerasan dan pembantaian umat islam Rohingya di Myanmar. Berikut pernyataan sikap MW Kahmi Kepri dalam siaran persnya yang diterima WartaKepri, Senin (4/9/2017), tertanda Ketua dan Suryadi selaku Sekretaris Umum.

A. Bahwa telah terjadi berulang-ulang aksi kekerasan dan pembantaian golongan minoritas Muslim dan etnis Rohingya di wilayah Provinsi Rakhine, Negara Myanmar. Aksi kekerasan dan pembantaian tergolong tragedi kemanusiaan sadis dan keji, kekejaman jauh melampaui kebiadaban pernah terjadi di dunia.

B. Bahwa Aksi kekerasan dan pembantaian minoritas umat Islam dan etnis Rohingya ini telah mengkoyak-koyak rasa kemanusiaan masyarakat dunia yang sedang berjuang menegakkan prinsip2 Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Aksi kekerasan dan pembantaian ini telah menelan korban jiwa penyiksaan dan pembantaian ribuan anak-anak dan balita juga Genoside etnis minoritas. Tidak kurang 3.000 orang melarikan diri ke perbatasan Bangladesh. Belakangan ini jumlah korban mencapai kurang lebih 800-an orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

C. Bahwa Sudah terbukti secara meyakinkan Negara Myanmar tidak bersedia menghentikan aksi kekerasan, pembantaian dan praktik Genosida etnis Rohingya. Negara Myanmar telah terlibat langsung maupun tidak langsung melakukan aksi kekerasan dan pembantaian berkali-kali terhadap minoritas umat Islam dan etnis Rohingya. Negara Myanmar juga telah melakukan politik pembiaran terjadinya aksi kekerasan dan pembantaian ini.

D. Bahwa Negara Myanmar telah melakukan kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan (Crimes Againts Humanity), dengan secara terang-terangan melakukan aksi kekerasan dan pembantaian etnis Rohingya di depan mata masyarakat internasional. Negara Myanmar
telah melanggar Universal Declaration Of Human Right, 10 Desember 1948 dan dapat dituntut di depan Mahkamah Internasional, Den Haag Belanda.

Oleh karena itulah, dengan tetap mengharap ridho Allah SWT, Majelis Wilayah KAHMI KEPRI menyataan Sikap sebagai berikut :

1. Mengecam Kebiadaban Pemerintah Myanmar terhadap Ummat Muslim Rohingnya.
2. Mendesak PBB untuk SEGERA menyeret Aung saan sun Kyi ke mahkamah internasional.
3. Mendesak presiden RI untuk memutuskan hubungan diplomatik dg Myanmar.

4. Mendorong Gubernur Kepri SEGERA berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membuka kembali ex kampung pengungsian vietnam untuk menerima saudara saudara kita dari rohingnya atau menyiapkan wilayah/pulau tertentu di Kepri sebagai tempat pengungsian saudara saudara kita dari rohingnya.

5. Mendesak Gubernur Kepri untuk SEGERA mengkoordinir segenap potensi yg ada di Kepri dalam usaha kemanusian rohingnya.
6. Menghimbau kepada segenap ummat muslim indonesia untuk senantiasa memohon kepada Allah swt bagi kebaikan muslim rohingnya dan ummat seluruh alam dalam setiap do’a_do’a.

7. Menghimbau kepada segenap bangsa indonesia yg cinta perdamaian dan menghargai HAM untuk mengikhlaskan sebagian hartanya kepada saudara saudara kita korban kebiadaban di Rohingya.(***)