Rudi

BATAM

Kamis | 04 Oktober 2018 | 21:07

Rudi: Batam Ini Milik Siapa? #BataMiliKita

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi mengajak masyarakat untuk menjaga Batam. Ajakan disampaikan melalui gerakan moral bertagar #BataMiliKita (Batam Milik Kita).

“Batam ini terdiri dari multi etnis, multi agama, multi suku, multi profesi, dan multi lainnya. Maka harus ada satu tekad yang menyatakan kita harus bersatu. Sering saat berpidato saya bertanya, Batam ini milik siapa, jawabannya Batam milik kita. Semua kita harus bersatu,” kata Rudi di Batam Centre, Rabu, 3 Oktober 2018.

Tagar #BataMiliKita bisa diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Pada bidang kebersihan misalnya melalui kegiatan gotong royong, gerakan tidak membuang sampah di jalan, tiap kendaraan memiliki tempat sampah agar tak buang ke jalan.

Dalam hal tata kota, #BataMiliKita juga bisa diaplikasikan melalui kesadaran untuk tidak membuat bangunan di atas drainase, tidak merusak taman yang telah dibuat, tak menempel atau memaku iklan di batang pohon, menjaga fasilitas umum, dan tidak melakukan aksi vandalisme. Parkir pada tempatnya, tidak memakai pedesterian untuk kegiatan selain pejalan kaki, juga bisa masuk dalam gerakan moral #BataMiliKita ini.

Inti dari gerakan moral ini adalah mengajak masyarakat Batam untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap kota Batam. Baik dilakukan sendiri maupun saling mengingatkan satu sama lain.

“Batam ini masyarakatnya majemuk, berasal dari berbagai daerah dengan beragam budaya. Adat budaya tempatan harus kita junjung, tapi bukan berarti budaya lain dibiarkan saja. Semua bergandengan teratur,” tuturnya.

Ia berharap gerakan moral ini bisa menyentuh seluruh masyarakat. Bila perlu akan dicanangkan secara khusus oleh Walikota. Sehingga pada akhirnya seluruh masyarakat tumbuh rasa memiliki dan mau menjaga Batam dari segala hal negatif. Batam menjadi kota yang lebih nyaman untuk ditempati warganya dan dikunjungi wisatawan.

“Akan kita canangkan, #BataMiliKita. Mari sebarluaskan semangat ini. Saya yakin suatu waktu nanti Batam ini hebat,” ujarnya. (***)

sumber: mediacenter.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, BATAM – Untuk membantu korban bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melakukan penggalangan dana. Bakti sosial ini akan dilakukan selama 15 hari dimulai hari Jumat, 31 Agustus sampai Sabtu, 15 September 2018.

Untuk penggalangan dana ini Pemko menggandeng organisasi Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pramuka Kota Batam, PKH dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Aksi penggalangan dana akan dilakukan di empat lokasi, simpang Masjid Agung Batamcentre, simpang Rosadele atau simpang BNI, simpang Kepri Mall dan simpang Masjid Baitul Syakur Jodoh. Di setiap simpang akan didirikan Posko, berarti nanti ada 4 posko. Personil yang akan turun termasuk dari Dinas Sosial berjumlah sekitar 200 orang.

Dijadwalkan pada hari pertama penggalangan dana, Walikota Batam, Muhammad Rudi, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad, pimpinan OPD akan turun langsung untuk menggalang dana di Simpang BNI. Kegiatan akan diawali dengan apel persiapan dilanjutkan dengan turun ke jalan.

Sebagai dasar dilaksanakannya kegiatan ini, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Batam mengeluarkan edaran Nomor:1054/DSPM/IV.3/VIII/2018 tertanggal 30 Agustus 2018 yang ditandatangani Kepala DSPM Kota Batam, Hasyimah.

Hasyimah menjelaskan, aksi ini sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat, bahwa Pemko Batam melakukan penggalangan dana yang terbuka untuk umum.

“Ini  sebagai bentuk kepedulian kita kepada saudara kita yang tertimpa bencana di Lombok. Aksi serupa pernah kita lakukan untuk membantu korban bencana Tsunami Aceh tahun 2006 lalu. Saat itu terkumpul dana Rp2 miliar dan kita antar langsung ke Aceh digunakan untuk pembangunan SD waktu itu,” kata Hasyimah.

Selain melakukan penggalangan dana di empat simpang itu, Pemko Batam juga telah menyiapkan lima rekening bank sehingga masyarakat bisa mengirim ke rekening tersebut. Diantaranya Bank Riau Kepri melalui rekening 106.20.00250, Bank BRI 0659.01.000254.30.3 dan Bank BNI 0776877681 atas nama Posko Batam Peduli Bencana.

Agar seluruh masyarakat Kota Batam dapat berpartisipasi untuk memberikan bantuan, DSPM Kota Batam juga mengeluarkan edaran penggalangan dana kepada FKPD Kota Batam, BUMN, BUMD, Perguruan Tinggi dan lembaga pendidikan SD, SMP, SMA/SMK, perusahaan swasta, instansi vertikal di Kota Batam, pengurus masjid dan gereja. Dana yang terkumpul dapat diserahkan kepada kepala satuan untuk dapat diserahkan kepada Pemko Batam melalui posko yang tersedia di empat simpang.

Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kota Batam, Yusfa Hendri menuturkan gerakan yang dilakukan Pemko Batam diberi nama “Batam peduli Lombok”. Kegiatan ini terlaksana berdasar himbauan Mendagri Nomor 977/6131/Sj dan 977/6132/Sj tanggal 20 Agustus 2018. Katanya, sebagai sebuah bangsa saat saudara tertimpa musibah maka yang lain wajib membantu.

“Batam peduli Lombok ini gerakan menghimpun dana donasi dari masyarakat Kota Batam untuk saudara kita di Lombok. Aksi penggalangan dana yang kita lakukan di jalan sebagai bentuk sosialisasi. Kami juga mengeluarkan edaran agar masyarakat Batam bahu membahu membantu,” jelasnya.

Yusfa tidak melarang jika ada organisasi lain yang melakukan aksi penggalangan dana. Namun, harus se-izin Pemko Batam. Selanjutnya dana yang terkumpul harus diserahkan ke posko yang telah disiapkan agar penyerahan bantuannya satu pintu.

“Kami juga akan menyampaikan kepada masyarakat berapa donasi yang sudah terkumpul melalui media cetak setiap harinya. Ini bertujuan untuk transparansi. Jika memang sebelum waktu 15 hari dana yang terkumpul dirasa sudah cukup bisa saja kita stop aksi penggalangan dana ini,” paparnya. (hpb)

MEDIAKEPRI.CO.ID, BATAM – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menerima kunjungan rombongan calon investor Perusahaan pertambangan yang telah beroperasi lama di Kupang, Senin, 27 Agustus 2018 di ruang kerjanya.

Mereka akan berinvestasi di Kota Batam, Perusahaan ini akan membawa bahan mentah dari Kupang untuk diproduksi di Batam. Hasil produksi selanjutnya akan diekspor ke dua Negara, India dan Australia. Lokasi perusahaan akan dibangun di Dapur 12, Tanjung Uncang. Total nilai usaha yang akan diinvestasikan senilai US$ 30 juta.

Menurut mereka, dipilihnya Batam sebagai tempat berinvestasi karena Batam sebagai kawasan bebas pajak. Selain itu tarif listrik di Batam murah dibandingkan daerah lain di Indonesia, mengingat 60 persen operasional nantinya menggunakan listrik. Sebagai tahap awal memulai investasi, investor terlebih dahulu harus menyelesaikan Amdal Tambang.

“Usaha kami ini belum jalan, transaksi pun belum ada. Kami bertemu dengan Pak Wali untuk menyampaikan proses yang akan dilakukan salah satunya AMDAL. Ini salah satu yang krusial dan harus segera. Jika tidak bisa diselesaikan, bisa dibatalkan,” ungkap Martin perwakilan investor.

Jika perusahaan ini sudah aktif diakuinya akan banyak membutuhkan tenaga kerja. Untuk rekrutmen tenaga kerja, pihaknya akan mengambil tenaga kerja dari Batam terutama masyarakat sekitar. Untuk tenaga ahli Martin mengatakan pihaknya akan merekrut tenaga ahli dari Cina.

Rudi menyambut baik dan mendukung rencana investasi tersebut. Ia mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan membantu proses perizinan yang diperlukan. Untuk persoalan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) menurutnya akan dikaji oleh konsultan.

“Saya akan bantu sepenuhnya dan saya wajib mendukung investor. Apapun permasalahannya akan kita bantulah,” katanya.
Harapannya, jika perusahaan sudah aktif agar dapat merekrut tenaga kerja lokal terutama masyarakat tempatan. Rudi meminta komitmen dari pengusaha agar tidak menggunakan buruh dari luar negeri, kecuali untuk tenaga teknis.

“Banyak orang tempatan yang bisa dipekerjakan sebagai tenaga kerja, mohon difungsikan sesuai skill. Saya tidak mau nanti ada tenaga buruh yang dipekerjakan dari luar. Jika itu kedapatan maka perusahaan akan saya tutup,” tegasnya.

Menanggapi permintaan Walikota terkait Tenaga Kerja Lokal, Martin menyatakan komitmennya. “Batam sebagai daerah industri, tentunya masyarakat lokal memiliki pengalaman dan bisa dimanfaatkan nantinya. Kami akan mengambil tenaga ahli dari luar tapi jumlahnya tidak banyak, akan direkrut dari Cina, dan selebihnya buruh dari lokal,” kata Martin meyakinkan.

Turut mendampingi Walikota, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yusfa Hendri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Herman Rozie dan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Suhar. (hpb)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam- Sebanyak 35 orang Anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Kota Batam tahun 2018, dikukuhkan Walikota Batam, Muhammad Rudi, di Aula Engku Hamidah Kantor Walikota Batam, Selasa, 14 Agustus 2018.

Anggota Paskibra yang terdiri dari para siswa-siswi SMA/sederajat di Kota Batam ini akan bertugas pada upacara HUT ke-73 RI di Dataran Engku Putri Batam Centre, 17 Agustus 2018 mendatang.

Paskibraka Kota Batam ini sebelumnya telah mengikuti pelatihan dan dikarantina selama 20 hari. Karantina dilaksanakan di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Batam.

Kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah dikukuhkan, Rudi berpesan agar dapat menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya di Kota Batam.

“Kalian sudah resmi dikukuhkan sebagai pembawa bendera khusus Kota Batam. Merah Putih sudah di dadamu, apakah darah yang mengalir sudah sesuai dengan NKRI? tugas kita semua dan tugas kalian yang baru dikukuhkan untuk membangun dan mempersatukan bangsa ini,” sebut Rudi dalam amanahnya.

Sebagai ujung tombak pembangunan NKRI, anggota Paskibraka diharapkan dapat menginformasikan kepada masyarakat untuk tidak saling menghujat dan membangun Indonesia dengan kebersamaan.

“Yang membangun Negara ini adalah kita sendiri, jika kita tidak akur satu dan yang lain apa yang akan terjadi. Ini perlu saya sampaikan agar ke depan Bangsa Indonesia menjadi Negara besar dan disegani,” katanya.(mcb)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Usulan pemasangan CCTV di sejumlah tempat fasilitas umum, oleh Kapolresta Barelang Kombespol Hengki, di respon positif oleh Walikota (Wako) Batam, Rudi.

Menurut Rudi, pemasangan CCTV tersebut minimal dapat memantau setiap aktivitas orang di tempat umum sekaligus demi keamanan.

“Segera kita pasang CCTV. Dengan harapan dapat membantu aparat kepolisian dalam meningkatkan keamanan,” ungkap Rudi belum lama ini.

Diakui Rudi, saat ini sejumlah tempat umum masih minim CCTV. Saat ini baru enam CCTV yang terpasang. Tentu jumlah tersebut tidak sebanding dengan persimpangan jalan yang ada di Kota Batam.

Menurut Rudi, CCTV yang mau di pasang setelah pengerjaan jalan selesai. Maka, pemasangan CCTV di sejumlah tempat umum dapat dimulai. Dengan begitu, dapat membantu keamanan masayarakat Batam. Terutama, membantu pihak kepolisian dalam melayani masyarakat.

“Selesai pengerjaan jalan kita pasang, supaya tidak dua kali kerja,”tandas Rudi.

Sebelumnya Kapolresta Barelang, Kombespol Hengki mengatakan, keberadaan CCTV sangat membantu aparat kepolisian dalam memantau dan menindaklanjuti terkait keamanan masyarakat.

“Paling idealnya dapat membantu keamanan dan investasi di Kota Batam,”ujarnya.(adinarof)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam- Walikota Batam, Muhammad Rudi menyerahkan bingkisan seragam sekolah untuk 540 anak yang tinggal di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan Anak Jalanan. Bingkisan berupa seragam SD, SMP, dan SMA ini diserahkan di Top 100 Tembesi, Selasa, 17 Juli 2018.

Kepada pengurus LKSA atau panti asuhan, Rudi titipkan agar betul-betul merawat anak-anak yatim piatu tersebut. Apa yang dilakukan oleh pengurus panti asuhan merupakan pekerjaan mulia dan akan mendapat balasan di hari kemudian.

“Jika kita mampu mendidik anak yatim maka surga buat kita. Apa yang menjadi hak anak yatim jangan satu rupiah pun tidak diterima oleh anak-anak itu,” pesannya.

Pemberian bingkisan ini merupakan kebersamaan pemerintah terhadap masyarakatnya. Pemerintah Kota (Pemko) Batam menurutnya tidak bisa memberikan bantuan penuh dengan terbatasnya anggaran. Sehingga bantuan diberikan kepada LKSA yang sudah terdata dan jelas kepengurusannya. Ini karena proses penyaluran bantuan sosial di Pemko Batam sudah menggunakan sistem non tunai.

“Kepada yang menerima bantuan data harus jelas, nama dan alamat jelas. Di era saya tidak boleh lagi ada yang tidak transparan. Transaksi juga tidak ada yang tunai, biar kerja capek tapi tidak ada riak-riak di kemudian hari. Saya ingin Pemko Batam menjadi contoh baik dalam pengelolaan keuangan dan administrasi,” harapnya.

Ia juga ingin ke depannya instansi vertikal di Kota Batam menggunakan sistem non tunai. Dan nantinya Pemko berencana akan mengeluarkan aturan non tunai. Oleh tim Kopsurgah KPK, Pemko Batam juga menjadi contoh pengelolaan keuangan untuk Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri. (mcb)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) diharapkan dapat menjadi contoh bagi aparatus sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Harapan ini diutarakan Walikota Batam, Muhammad Rudi dalam acara buka puasa dan silaturahmi IKAPTK Batam di Sahid Hotel Batam Centre, Kamis, 7 Juli 2018.

Saat ini terdapat 5.643 ASN dan sekitar 7.000 tenaga honor daerah (THD) di lingkungan Pemko Batam. Dan alumni sekolah kepamongprajaan harus menjadi contoh bagi pegawai lain karena memang dididik untuk itu.

“Kalian ditempa khusus. Dan pelaksanaan tugasnya juga harus khusus. Dalam perjalanan, ada juga ketidaksempuranaan, ada juga yang bermasalah. Kekurangan itu harus dilengkapi.

Silaturahmi Alumni IKAPTK, Harapan Walikota Batam Rudi Begini. (Istimewa)

IKAPTK harus bisa memberi contoh dan teladan bagi 12 ribu pegawai Pemko baik ASN maupun THD,” kata Rudi selaku Pembina IKAPTK Batam.

Pada kesempatan tersebut, Rudi menyampaikan bahwa saat ini ia tengah gencar membangun infrastruktur dan menata Kota Batam agar menjadi kota yang indah serta berdaya tarik wisata. Oleh karena itu ia mengajak alumni sekolah kepamongprajaan untuk berperan aktif serta mengikuti irama pembangunan yang ia laksanakan.

“Tujuan saya, kita benahi kotanya, ekonomi masyarakat harus hidup dan masyarakat harus sejahtera. Pesan saya, jaga komunikasi dan jaga kebersamaan. Dan saya berharap suatu saat nanti ada dari IKAPTK yang melanjutkan konsep dan pembagunan yang sudah ada sekarang ini,” ujarnya.

Ketua IKAPTK Batam, Yusfa Hendri menjelaskan anggota IKAPTK merupakan alumni dari APDN, STPDN, IIP, dan IPDN. Di Batam terdapat 127 alumni yang terdiri dari 31 APDN dan 96 orang STPDN/APDN. Sebagian besar sudah memegang jabatan strategis di berbagai Organisasi Perangkat Daerah. Dengan rincian 13 orang pejabat Eselon II, 43 orang Eselon III, dan 37 orang Eselon IV.

“Melihat struktur ini menunjukkan Bapak Walikota memberi kepercayaan yang besar kepada alumni IKAPTK,” sebut Ketua IKAPTK periode 2013-2018 ini.

IKAPTK, kata Kepala Dinas Perhubungan ini, memiliki jejaring yang kuat bahkan hingga Kementerian/Lembaga. Dan ini menjadi modal untuk mewujudkan pemerintahaan yang bersih dan baik.

“Di Kota Batam, di bawah kepemimpinan Walikota Wakil Walikota, Muhammad Rudi dan Amsakar Achmad yang memiliki ritme kerja cepat, alumni pamong praja harus bisa menyesuaikan kecepatan dan tanggap dalam melaksanakan tugas di posisi masing-masing,” kata dia.

Silaturahmi dan buka bersama IKAPTK ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap Ramadhan. Selain itu juga penyerahan santunan kepada 50 anak yatim dan keluarga yatim alumni IKAPTK, alumni yang sakit, serta bingkisan kepada alumni yang purna tugas.(***)

Sumber: Humas Batam

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi berpesan kepada generasi muda untuk tidak ikut dalam kegiatan yang memecah belah bangsa. Hal ini disampaikan Rudi dalam acara Pengenalan Perkuliahan dan Kampus Universitas Putera Batam di Tembesi, Jumat (8/9/2017).

“Tidak boleh ada yang demikian. Pancasila sudah jelas. Kita harus jaga persatuan. Pulang dari sini, sampaikan juga pada orang-orang di lingkungan sekitar adik-adik,” kata Rudi di hadapan para mahasiswa baru.

Pada kesempatan tersebut ia memaparkan tentang Batam sejak awal pembangunannya di tahun 1973. Saat itu, ia menjelaskan, Batam dikembangkan menjadi kota industri.

Namun sayangnya, hari ini industri Batam mulai hilang. Tidak lagi menjadi kebanggaan kota. Oleh karena itu pemerintah butuh alternatif dalam upaya mengembalikan kondisi ekonomi Batam.

“Supaya yang dulu kerja di industri tidak menganggur, pemerintah coba menambah. Batam dibangun jadi kota pariwisata,” ujarnya.

Tahun 2018 Pemerintah Kota Batam menargetkan seluruh infrastruktur pendukung pariwisata telah rampung. Sehingga diharapkan kunjungan wisatawan bisa meningkat dua kali lipat dari tahun ini.

Dengan perputaran uang dari kunjungan wisatawan ini, diharapkan perekonomian Batam bisa kembali pulih. Dari angka pertumbuhan ekonomi 2 persen saat ini, menjadi seperti semula 6,7-7 persen.

” Kalau pariwisata sudah dihidupkan, kalian jaga Batam ini dari sisi budaya dan tingkah laku. Momentum ini diambil. Jangan habis kuliah tidur, main, wakuncar (pacaran). Kalian saya beri tugas layani wisatawan yang datang. Tapi pelayan yang terhormat, bukan yang negatif,” kata dia.

Mahasiswa juga Rudi ajak ikut aktif berpartisipasi di dunia pariwisata dengan kreativitas yang ada. Buat hal yang menarik bagi wisatawan, sesuai dengan hobi masing-masing.

“Apa yang bisa kalian lakukan sesuai hobi, lakukan, tak perlu gengsi. Laksanakan sesuai hobi, kalau tidak, tidak jalan. Jangan kita berfokus mau bekerja di industri saja, di Mukakuning. Pakai kemampuan kalian. Contoh Bali, Jawa Barat, Surabaya. Pariwisata mereka bisa hidup. Mahasiswanya Kreatif,” pesan Rudi.(mcb)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi perintahkan agar sekolah yang pembangunannya terhenti bisa diselesaikan tahun depan.

”Yang mangkrak 2018 harus selesai. Adik-adik yang menjadi penanggungjawab di 2014, saya minta serahkan dokumennya. Biar bisa dilanjutkan,” kata Rudi saat memimpin apel gabungan Pemerintah Kota Batam di Dataran Engku Putri, Senin (4/9/2017).

Ia tekankan mulai tahun ini anggaran yang ada di Dinas Pendidikan tidak boleh digunakan selain untuk kegiatan rutin dan pembangunan fisik sarana pendidikan.

” Selain rutin Disdik, jangan ada lagi digunakan selain untuk bangun ruangan, baik sekolah maupun kelas baru,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan pembangunan sekolah yang berhenti itu belum bisa dilanjutkan karena belum diserahkan dari Dinas Tata Kota. Ada 14 sekolah yang mangkrak hingga saat ini.

Sekolah yang terhenti pembangunannya antara lain SMPN 53 di Batuaji, SMPN di Tanjungsengkuang Batuampar, SMPN 50 di Batam Kota, SMPN di Tanjungriau Sekupang, SMPN di Dapur 12 Sagulung, dan SMPN 54 di Mangsang Sei Beduk.

Kemudian SDN 19 Sagulung di Villa Muka Kuning, SDN 20 Sagulung di Kavling Nato, dan SDN 21 Sagulung di Sei Binti.

” Kita tak mungkin bangun kalau belum ada serah terima yang jelas. Mestinya diaudit dulu,” kata dia.(mcb)