saat

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kebakaran terjadi di sebuah SPBU di Jl Ahmad Yani, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung saat sebuah minibus bernopol BN 2086 LP diisi BBM, Selasa, 7 Agustus 2018.

Petugas sampai menurunkan empat mobil pemadam, dan pemadaman memakan waktu hingga 1,5 jam.

“Bahan bakar cair ini memang sulit dipadamkan. Selain alat pamadam berat dan ringan seperti bom busa, kita juga menggunakan pasir (tanah) dalam pemadaman tadi,” ujar Kabid Damkar dan Pol PP Pangkalpinang Rusdian Setyadi.

Awalnya, percikan api muncul secara tiba-tiba dari minibus Kijang Super saat diisi BBM jenis pertalite.

Tak sampai satu jam, minibus tersebut ludes terbakar.

“Kita belum bisa menyimpulkan secara pasti apa penyebabnya, penyidikan kita serahkan kepada pihak kepolisian,” tambah Rusdian.

Saksi mata, Landa, menyebutkan, seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) mengalami luka bakar, begitu juga sopir, bahkan cukup parah.

“Sopir cepat keluar, tapi luka bakarnya parah karena hampir seluruh badan,” tutur Landa.

Kebakaran ini mengakibatkan kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Dua orang remaja tergeletak bersimbah darah di Jalan Raja Oesman tepat depan SMAN 2 Karimun usai jatuh dari sepeda motor Yamaha Vega BP 3709 KG yang dikendarai, sekira pukul 01.00 WIB dinihari, Selasa, 7 Agustus 2018.

Diketahui, pemuda yang terkapar tersebut berdua, namun setelah hendak ditolong oleh anggota Laka Lantas Polres Karimun yang kebetulan melintas, temannya tersebut kabur melarikan diri.

Melihat posisi kendaraan, kedua remaja tersebut dari arah RSUD menuju Baran. Sesampainya di turunan lampu merah dekat depan SMA 2 mengalami lepas kendali.

Akibat dari kecelakaan tersebut pengendara mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan langsung dilarikan ke RSUD M.Sani.

Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Tengku Fazrial Kenedi mengatakan, sebelumnya kedua remaja tersebut sempat menyalip mobil Laka Lantas di daerah Batu Lipai. Namun sesampai di lokasi Jl. Raja Oesman, satu temannya telah terkapar.

“Mereka dari arah belakang, dan sempat menyalip dengan ugal-ugalan di mobil anggota kita. Pas di depan ternyata benar remaja itu sudah terkapar,” ujarnya. (kmg/Riandi)

sumber: lendoot.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun, Aunur Rafiq menghadiri Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-46 tingkat Kabupaten Karimun tahun 2018 yang digelar di Gedung Nasional, Sabtu, 12 Mei 2018.

Dikesempatan ini, Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan, sesuai dengan tema yaitu integrasi pelaksanaan program PKK dalam mendukung kebutuhan dan kerukunan keluarga di Kabupaten Karimun, PKK harus mampu menjalankan kegiatan 10 program pokok.

“Sesuai dengan tema yaitu bagaimana mengintegrasikan didalam kegiatan 10 program pokok PKK dapat meningkatkan, persatuan, kerukunan, keutuhan bagi keluarga maupun masyarakat kabupaten Karimun,” katanya.

Rafiq juga berharap, kedepan aktivitas Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ini dengan semakin baik ditingkat Kabupaten maupun di tingkat Kecamatan.

“Saya harap kedepan aktivitas PKK ini semakin baik di tingkat Kabupaten maupun ditingkat Kecamatan dengan 10 program yang ada. Karena apabila semua itu bisa di aplikasikan insyaallah tingkat kesejahteraan masyarakat akan semakin membaik dan meningkat,” ujarnya. (kmg/ian)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Apakah sering mengalami bau mulut ketika sedang berpuasa?
Tentunya hal itu sangat mengganggu beberapa aktivitas khususnya saat harus berbincang dengan orang lain.

Kita pasti akan mengalami penurunan tingkat kepercayaan diri saat merasa bau mulut.

Namun, tenang saja karena bau mulut ini pasti dialami oleh sebagian besar orang-orang yang berpuasa.

Menurut seorang ahli gizi yaitu dr. Jovita Amelia, bau mulut pada orang berpuasa disebabkan dari asam lambung yang naik.

Selain itu, bisa juga karena kurangnya konsumsi cairan dalam tubuh.

Dengan demikian, Jovita menyarankan saat sahur tidak mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan asam lambung menjadi naik seperti makanan yang mengandung gas, salah satunya adalah sayuran kol atau kubis.

“Kol itu makanan bergas yang dapat meningkatkan asam lambung, maka harus dihindari untuk mencegah bau mulut yang menyengat,” kata Jovita.

Kol mengandung zat riffinose yang tinggi yang merupakan sejenis gula dengan kandungan karbohidrat kompleks.

Zat tersebut akan sulit dicerna oleh lambung, sehingga akan menghasilkan asam di lambung dan menimbulkan gas yang dikeluarkan melalui mulut.

“Hindari juga gorengan dan makanan bergas lainnya seperti ubi dan sawi agar asam lambung tidak meningkat,” ujar Jovita saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat, 4 Mei 2018.

Serta yang paling penting adalah tetap konsumsi air putih minimal delapan gelas perhari. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Sebuah rekaman video mengenai aksi heroik ojek online atau ojol yang meringkus jambret viral di media sosial.

Kejadian itu diketahui terjadi di Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 10 Mret 2018 sore.

Menurut warga setempat, terjadi aksi kejahatan ketika seorang pria berkaus hitam menjambret wanita di Jalan Sipodang.

Beberapa ojek online yang sedang mangkal menunggu pesanan menyaksikan penjambretan itu.

“Beberapa mas ojeknya langsung ngejar jambret itu. Ada mas ojek yang jatuh juga saat mengejar sampai dibawa ke rumah sakit,” ujar Rahman, warga Tembalang.

Upaya ojek online ini sukses, seorang di antaranya berhasil meringkus jambret tersebut.

Warga yang menyaksikan aksi kejar-kejaran ini segera mengabadikan momen ojol pahlawan tersebut.

Videonya pun tersebar melalui aplikasi perpesanan dan media sosial lain.

Kemudian warga setempat bersama para ojol langsung mengamankan si jambret sambil menunggu petugas Polsek Tembalang datang.

“Kasus tersebut sudah dalam proses pengembangan kami,” ujar Kapolsek Tembalang Kompol Budi Rahmadi kepada Tribunjateng.com.

Dalam video, emosi warga masyarakat yang berada di lokasi kejadian tampak tersulut mendengar jawaban si bandit.

Beberapa warga pun melontarkan kalimat kasar. Simak video di atas! (***)

sumber: tribunnews.com

 

 

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sidoarjo – Kebakaran terjadi di SPBU Berbek, dekat exit Tol Berbek, Waru, Sidoarjo, Kamis 8 Maret 2018 pagi.

Upaya pemadaman masih berlangsung hingga sekarang.

Dari sejumlah informasi, sempat ada tiga kali ledakan dalam kebakaran tersebut.

“Kebakaran juga terlihat dari jalan tol. Asapnya membumbung tinggi,” kata Arif, seorang warga yang sedang melintas di tol Waru-Juanda.

Informasi yang didapatkan TribunJatim.com, ada satu unit mobil yang meledak ketika mengisi bahan bakar.

Api yang membakar mobil itu pun langsung menyambar dispenser sehingga terbakar hebat. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang pria secara tragis telah memfilmkan pembunuhannya sendiri di Facebook Live setelah seorang pria bersenjata menembaki dirinya di dekat sebuah universitas di Carolina Utara.

Prentis Robinson, yang berusia 55 tahun, ditembak mati saat dia berjalan di sekitar kampus Wingate University pada Senin 26 Februari 2018 pagi.

Dilansir dari Daily Mail, Robinson sedang berjalan-jalan di sekitar tempat itu dengan menggunakan tongkat selfie sambil melakukan Facebook Live sampai ada pria tak dikenal yang mendekat dan menembak dirinya.

Video di Facebook menunjukkan Robinson dengan berani mengatakan kepada pria bersenjata tersebut bahwa dia masih ‘hidup’.

Beberapa detik kemudian beberapa tembakan kembali terdengar dan Robinson terjatuh ke tanah.

Pria bersenjata itu tertangkap dalam video berjalan di atas Robinson dan kamera saat dia melarikan diri dari tempat kejadian.

Universitas tersebut segera dikepung oleh polisi untuk menemukan penembak tersebut.

Robinson ditemukan oleh polisi dalam keadaan menderita luka tembak. Dia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Pihak berwenang masih berusaha melacak pria bersenjata tersebut namun pengepungan universitas tersebut diberhentikan sekitar pukul 1 siang.

Polisi mencari seseorang yang mereka gambarkan sebagai pria kulit hitam yang mengenakan jaket warna biru hitam dan sepatu Timberland cokelat.

Tidak jelas apakah Robinson dan si penembak tahu satu sama lain.

Sumber mengatakan Robinson sebelumnya telah menduga bahwa tersangka adalah pengedar narkoba lokal di Facebook.

Robinson sendiri diketahui memiliki banyak video Facebook Live di profilnya dari beberapa hari terakhir ini.

Tepat sebelum ditembak, Robinson mendatangi Wingate Police Department untuk melaporkan kepada kepala polisi bahwa teleponnya telah dicuri. Kantor polisi tersebut juga berada jauh dari tempat dia ditembak. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyambut positif Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru yang dilaksanakan oleh Bintan Tourism Institute (BTI) beberapa waktu lalu di Karimun.

“Kabupaten Karimun saat ini untuk pariwisatanya sedang berkembang, karena itu sosialisasi yang dilakukan BTI sangat baik dan kita apresiasi, agar anak daerah dapat mengisi pembangunan khususnya di bidang perhotelan,” kata Rafiq, Senin, 12 Februari 2018.

Rafiq menyebut, program perkuliahan singkat yang ditawarkan oleh Bintan Tourism Institute yaitu program 1 tahun namun siap kerja sangat menarik. Selain itu BTI juga telah menerapkan sistem pendidikan yang kurikulumnya digunakan di negara-negara asia yang berbasis kompetensi.

“Program ini sangat tepat untuk meningkatkan daya saing di era masyarakat ekonomi asia saat ini. BTI juga sudah menerapkan sistem pendidikan yang kurikulumnya digunakan di negara-negara asia yang berbasis kompetensi” ucap Rafiq.

Sementara itu salah satu tim BTI, Taufik Anugrah Putra mengatakan bahwa dalam waktu dekat pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pendidikan Karimun akan berkunjung ke kampus Bintan Tourism Institute Kijang.

“Mudah-mudahan kunjungan nantinya akan membuahkan hasil yang maksimal dan melahirkan sebuah kerjasama. Dan kita ucapkan terima kasih atas respon Pemkab Karimun yang peduli akan persiapan sumber daya manusia yang hari ini nyata di depan mata,” ucap Taufik. (kmg/ian)

KESEHATAN

Senin | 29 Januari 2018 | 14:48

Saat Permen Karet Tertelan, Ini yang Akan Terjadi Pada Usus

Permen karet yang tertelan bisa menyebabkan penyumbatan usus.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mitos lama menyebutkan permen karet yang tertelan akan berdiam di dalam tubuh selama tujuh tahun.

Tubuh manusia bisa melakukan banyak hal luar biasa, seperti menghasilkan tiga juta sel darah merah per detik, tapi sayangnya kemampuan tubuh itu dirusak beberapa kondisi, misalnya ketika Anda menelan permen karet.

Meski tidak benar bahwa permen karet akan berada dalam tubuh Anda selama tujuh tahun, tapi benar bahwa bagian sintetisnya tidak dapat dicerna tubuh. Ini bukan berarti bagian sintetis ini hanya akan diam saja di dalam perut Anda sebab permen karet yang tertelan jarang utuh di dalam perut lebih dari sepekan.

Itu karena perut secara berkala mengosongkan isinya melalui usus kecil. Jadi, jika Anda menelan permen karet, maka permen karet akan pindah ke usus besar dan akhirnya dikeluarkan lewat kotoran di anus.

Ahli gastroenterologi di University of Chicago dan Associate Director of Adult Nutrition, Edwin McDonald mengatakan beberapa komponen permen karet, seperti pemanis bisa dicerna tubuh. Namun, gigitan berulang pada permen karet menimbulkan bezoar, bahan yang tidak dapat dicerna tubuh.

“Ini yang berpotensi menyebabkan penyumbatan usus,” kata McDonald, dilansir dari Reader’s Digest, Senin 29 Januari 2018.

Sebaiknya Anda menghindari mengonsumsi permen karet berlebihan, apalagi menelannya. Ada baiknya Anda segera membuang permen karet jika manisnya sudah habis. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan membenarkan soal tertangkapnya Jn, terduga pelaku pelecehan seksual di National Hospital.

“Sampun (sudah) tertangkap terduga pelaku,” sebut Rudi menjawan Surya.co.id, Jumat 26 Januari 2018.

Rudi menuturkan, kini pelaku sudah diamankan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

BACA:Perkembangan Kasus Pasien yang Alami Pelecehan Seksual, Suaminya Lakukan ini ke Pelaku

“Masih dilakukan pemeriksan. Sampai sekarang terduga pelaku statusnya masih saksi,” kata Rudi.

Orang nomor satu di Polrestabes Surabaya ini mengungkapkan, pemeriksaan pelaku ini guna dimintai keterangan terkait video yang beredar di media sosial (medsos).

Dimana korban, W, seorang pasien wanita mengaku mendapat pelecehan seksual yang dilakukan seorang karyawan salah satu rumah sakit.

“Kami dalami kasus ini. Kami kumpulkan keterangan dari saksi korban, manajemen rumah sakit dan saksi pelaku,” ucap pria kelahiran Lampung ini.

Diberitakan sebelumnya, pelaku Jn ditangkap petugas Unit PPA Polrestabes di salah satu hotel di Surabaya, Jumat 26 Januari 2018 pukul 05.10 WIB.

Pelaku sudah diburu polisi sejak Kamis 25 Januari 2018 kemarin. Tapi, pelaku menghilang dan saat dijemput di rumahnya di daerah Babatan Wiyung Surabaya tidak ada. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Biasanya memisahkan pakaian dalam saat mencuci pakaian paling malas dilakukan.
Kita terbiasa mencampur semua jenis pakaian termasuk pakaian dalam.

Ternyata ada bahaya mengintai saat Anda mencuci bersamaan semua pakaian dengan pakaian dalam, seperti dilansir dari The Times of India.

Lantas mengapa kita harus memisahkan pakaian dalam dari cucian lainnya?

1.Lebih kotor

Banyak orang yang tidak menyadari jika pada pakaian dalam kita, bisa jadi ada sisa air seni dan juga kotoran yang tertinggal.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh dr. Charles Gerba, professor mikrobiologi yang berasal dari University of Arizona, Amerika Serikat, di dalam pakaian dalam yang digunakan dalam sehari kita bisa menemukan rata-rata satu gram air seni atau kotoran.

Andai kita merendamnya bersama dengan pakaian lainnya, dikhawatirkan kita bisa memindahkan 100 juta bakteri E.Coli ke pakaian lainnya.

2.Bahaya andai tercampur pakaian bayi atau anak

Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna layaknya pada orang dewasa sehingga mereka cenderung lebih rentan terkena infeksi.

Andai kita asal mencampur pakaian bayi dengan pakaian dalam, dikhawatirkan berbagai bakteri dan kotoran akan hinggap pada pakaian bayi dan bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang berbahaya.

3.Di dalam cucian ada barang dapur

Terkadang, beberapa barang dapur layaknya serbet juga kita campurkan dalam cucian bersama dengan pakaian dalam.

Serbet ini tentu akan beresiko terpapar berbagai kotoran dan bakteri layaknya E.Coli dan staphylococcus penyebab penyakit.

Padahal, serbet ini bisa kita gunakan untuk mengelap peralatan masak atan peralatan makan.

4.Membutuhkan suhu yang berbeda

Pakar kesehatan menyebutkan jika untuk pakaian biasa, kita bisa menggunakan air dingin bersuhu 15 derajat untuk mencucinya.

Sementara itu, pakaian dalam membutuhkan suhu 40 derajat Celcius agar kita bisa membunuh berbagai bakteri yang menempel.

Karena alasan inilah ada baiknya kita memisahkan pakaian dalam dari pakaian lainnya saat mencuci. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bantul – Laka maut melibatkan bus dengan sepeda motor terjadi di Jalan Yogya-Wates KM 12, tepatnya di Dusun Kalakan, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Bantul. Akibat kejadian ini pengendara motor tewas di tempat. Bahkan bus kemudian juga hangus terbakar.

“Korban meninggal yakni pengendara Honda Verza nopol AB 6060 IZ atas nama Fahri Aziz Mahbubi (19), pelajar beralamat di Gandu RT 004, RW 004, Tanjungsari, Pertanyaan, Kebumen,” jelas Kanit Binmas Polsek Sedayu, Iptu Agus Supraja saat dihubungi detikcom, Rabu 27 Desember 2017.

Tak hanya merenggut nyawa, kecelakaan ini juga mengakibatkan Bus PO Sahabat jurusan Yogya-Cirebon nopol E 7949 H ini terbakar. Beruntung 20 orang penumpang di dalam bus berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan sopir bus, Enjang, warga Bogor melarikan diri.

“Supir bus setelah kejadian tidak ada di lokasi dan dimungkinkan melarikan diri,” paparnya.

Agus menerangkan, laka maut ini bermula saat Bus PO Sahabat melaju di Jalan Yogya-Wates dari arah timur. Bus melaju kencang ke sisi kanan melewati marka jalan dengan maksud mendahului kendaraan di depannya.

“Nah, sesampainya di tempat kejadian dari arah barat melaju sepeda motor Honda Verza nopol AB 6060 IZ dan terjadilah kecelakaan. Sepeda motor terseret di bawah bus sekitar 50 meter, kemudian bus tersebut berhenti dan terbakar,” katanya.

Polisi menduga terbakarnya bus ini disebabkan percikan api dari sepeda motor yang terseret di bawah bus. Setelah bus terbakar, penumpang di dalamnya berhasil menyelamatkan diri. Kemudian petugas berdatangan untuk memadamkan api.

“Proses pemadaman dilakukan oleh Water Canon dari Brimob Sentolo 1 unit, Damkar Madukismo 1 unit, Damkar Kabupaten Bantul 2 unit. Akhirnya bus bisa dipadamkan 1 jam setelah kejadian. Sementara korban meninggal sekarang ada di RSUP Sarjito,” pungkas dia. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Setelah ditinggal meninggal suaminya, Ferry Wijaya, pada 11 Juni 2017 lalu, Ririn Ekawati menjadi sosok orangtua tunggal yang tegar.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh sang adik, Rini Yulianti saat ulang tahun pertama anak Ririn dan Ferry, Abigail Cattleya Putri di Madagascar Resto, Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 24 Desember 2017.

“(Ririn) aslinya tegar banget dalam rumah, di depan kita” ungkap Rini Yulianti.

Meski menjadi orang tua tunggal yang tegar, rupanya Ririn masih suka menangis jika mengingat sang mendiang suaminya tersebut.

“Di kamar aku tau sih, dia (Ririn) selalu nangis, apalagi kalau salat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Rini mengaku selalu membuka diri untuk kakaknya tersebut melampiaskan kesedihan hatinya itu.

“Dia (Ririn) ngerasa kangen atau pas kemarin mau ulang tahunnya Cattleya (selalu cerita ingat Ferry),” ucapnya.

Sampai-sampai sebelum hari ulang tahun Cattleya yang jatuh pada 22 Desember kemarin, Ririn sempat berkata kepada Rini “Gimana ya ini ultah pertama, Cattleya nggak ada papanya, ya (tapi) enggak apa-apa ya namanya juga takdir.” kata Rini menirukan ucapan kakaknya tersebut.

Untuk itu, keberadaan Rini di tengah kesendirian Ririn saat ini sangat lah berarti guna mendukung apapun yang kakaknya akan lakukan. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Gubernur H Nurdin Basirun menegaskan sebagai daerah yang berada di beranda terdepan, segala pelayanan harus semakin baik. Kepri berpacu dalam memberi kecepatan serta kemudahan dalam pelayanan.

“Zaman now kita buat semuanya semakin baik,” kata Nurdin saat mengunjungi Mal Pelayanan Publik (MPP), di Batam Center, Batam, Selasa 12 desember 2017.

Nurdin menggunakan bahasa kekinian anak-anak milenial saat menyampaikan hal itu kepada seorang warga yang sedang mengurus perpanjangan UWTO. Kepada semua pihak yang sedang mengurus segala kepentingan perizinan dan lainnya di MPP Nurdin minta agar terus menyampaikan masukkan. Karena setiap hari, pelayanan yang diberikan harus semakin baik.

“Kalau memang bagus bilang bagus, kalau jelek segera kabari ke kami, supaya dibuat semakin baik,” kata Nurdin.

Nurdin menyebutkan, pihaknya serta seluruh jajaran yang terkait dengan perizinan dan pelayanan terus meningkatkan kualitas. Apalagi, di antara tiga MPP yang sedang dijadikan percontohan oleh pemerintah pusat, di Batam ini yang terbesar dan lengkap.

“Jangan tanggung-tanggung dalam melayani,” kata Nurdin.

Dalam kunjungan ke MPP, Nurdin didampingi Wali Kota Batam HM Rudi dan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo. Mereka berkunjung dari satu meja ke meja lainnya. Hampir semua meja yang sudah terisi dikunjungi Nurdin, Rudi dan Lukita. Tampak mereka berdialog dengan masyarakat yang mengurus perizinan.

Dengan personel yang sedang bertugas pun Nurdin bertanya tentang kecepatan layanan. Termasuk kendala-kendala yang mengakibatkan seseorang menjadi tertunda pengurusannya. Malah saat seorang warga sedang mengurus perizinan, menggunakan bahasa Cina, Nurdin bertanya apakah ada bayar membayar untuk mempercepat urusan di sini. Warga yang mengurus bilang tidak ada membayar uang untuk mempercepat urusan, juga dalam bahasa Cina.

Usai berkeliling, kepada sejumlah wartawan, Nurdin mengapresiasi MPP ini. Menurut Nurdin, alur dan counter yang dibangun membuat masyarakat yang berurusan tidak stres. Karena nyaman. Apalagi komunikasi terbangun dengan baik antara yang berurusan dan yang bertugas.

“Mal ini bagus, nyaman dan lengkap. Kita akan terus berinovasi untuk memberikan yang terbaik,” kata Nurdin. Kepada pengelola, Nurdin berpesan agar ada tenaga yang meng-guide pengunjung ketika tiba, sehingga mereka semakin nyaman dan cepat dalam berurusan. Karena, saat ini, menurut Nurdin kecepatan yang mengalahkan kerja-kerja yang menunda dan lambat.

Nurdin pun mengilustrasikan zaman dulu saat dia menjadi pengusaha. Lambatnya proses perizinan menjadi salah satu kendala mereka dalam mempercepat usaha dan memenangkan persaingan. Saat melihat masyarakat yang mengurus perizinan dan pelayanan, Nurdin pun tampak senang. Banyak anak muda yang sedang berurusan. Terlebih kaum perempuan ikut aktif.

Menurut Nurdin, kamu muda Kepri harus menjadi entreprenuer. Jangan ketika selesai mengeyam pendidikan hanya ingin mengejar menjadi honor di lingkungan pemerintahan.

“Mari berusaha, buka lapangan kerja. Jangan ingin jadi pegawai saja,” kata Nurdin.(***)

sumber: kepriprov.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Slawi – Kepolisian Resor Tegal telah menetapkan Imam Rojai (54) sebagai tersangka.

Imam yang merupakan suami Kepala Desa Dukuhtengah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Kustinah ditetapkan tersangka atas kasus dugaan penganiayaan.

Ia diduga menganiaya warga RT 001 RW 001 Desa Karangmulya, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Nasori (48), hingga mengalami luka bakar pada wajah dan tangannya akibat terkena aspal panas.

Dari keterangan yang dihimpun, Nasori diduga terlibat adu fisik dan didorong Imam Rojai, pada Minggu 10 Desember 2017.

Kapolres Tegal, AKBP Heru Sutopo, mengatakan setelah gelar kasus, Reskrim Polres Tegal menetapkan Imam Rojai tersangka atas kasus itu.

“Dari hasil pemeriksaan, sudah kami tetapkan tersangka,” tegas Heru Sutopo saat dihubungi, Rabu 13 Desember 2017.

Menurutnya, tersangka dijerat dengan Pasal 351 KUHP yakni penganiayaan yang mengakibatkan korban terluka.

Ancamannya, hukuman lima tahun penjara.

Saat ini, kata dia, penyidikan sedang ditingkatkan untuk menentukan apakah tersangka ditahan atau tidak.

Jika situasi kurang kondusif, dan mengancam keselamatan tersangka, akan dilakukan penahanan.

Seperti diketahui, setelah insiden tersebut, warga Desa Karangmulya yang merupakan tetangga desa korban Nasori, menggeruduk Mapolsek Bojong untuk menuntut keadilan.

“Saya meminta kepada Kasat Reskrim untuk mencermati kasus itu dan memintanya untuk transparan dalam penanganan proses hukumnya,” tandasnya.

Heru mengatakan, tidak ada unsur kesengajaan tersangka dalam kasus itu.

Pada saat duel dan saling dorong, korban terkena drum yang berisi aspal panas.

Saat itu, korban terkena aspal panas di muka dan kedua tangannya.

Kronologi

Nasori (48) Warga RT 001 RW 001 Desa Karangmulya, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, terkena aspal panas di muka dan kedua tangannya.

Ia mengalami luka bakar saat adu fisik dengan Imam Rojai (54) yang merupakan suami Kepala Desa Dukuhtengah, Kecamatan Bojong, Kustinah, pada Minggu 10 Desember 2017.

Nasori menjalani perawatan di RSUD Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal (Istimewa)

Nasori menceritakan saat hendak pergi ke sawah di Desa Tuwel Kecamatan Bumijawa dengan menggunakaan sepeda motor, ia melintasi jalan yang tengah diaspal di Desa Dukuhtengah.

Saat itu, ia ketemu Imam Rojai yang merupakan pelaksana proyek tengah mengawasi sejumlah pekerja.

“Saya berhenti dan mengkritik pembangunan di desa tersebut lelet sejak dipimpin kepala desa perempuan,” ucapnya saat ditemui ketika menjalani perawatan di RSUD Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal, Selasa 12 Desember 2017.

Ia mengatakan pembangunan jalan di desa tersebut lambat dibandingkan kepala desa sebelumnya dan desa lain yang dipimpin kades laki- laki.

“Saya sering melintas di jalan desa tersebut. Lagi- lagi ada palang kayu tidak boleh lewat karena sedang diperbaiki. Diperbaiki kok lama banget, jadi tidak bisa lewat dan harus memutar,” ucapnya.

Menurutnya, ketika istrinya dikritik seperti itu, Imam Rojai lantas memukulnya di bagian kepala. Saat itu, Nasori masih berada di atas motornya dan mengenakan helm.

Setelah memukul kepala, kata dia, Imam Rojai memukulnya di bagian pundak.

“Saya terus didorong hingga motor roboh. Saat mau naikan motor, saya didorong lagi dan mengenai drum berisi aspal panas,” ucapnya.

Lantas, aspal mengenai kepala dan seluruh badan bagian atasnya.

Beruntung, saat itu, ia masih mengenakan helm dan jaket cukup tebal.

“Kalau tidak pakai helm dan jaket, mungkin badan dan kepala saya kena aspal semua. Itu jaket saya saja sampai rusak kena aspal panas,” tutur Nasori.
Ia pun langsung berdiri kembali dan meraih motornya dengan tangan penuh aspal.

“Ia kemudian mengejar saya lagi. Namun tidak kena. Dalam hati saya berkata, tangan dan muka kena aspal panas, kie tah kayane aku pan mati (sepertinya saya mau mati),” katanya.

Setelah itu, ia pun dilarikan ke puskesmas setempat kemudian dirujuk ke rumah sakit.

Padahal, kata dia, Imam Rojai merupakan sahabatnya waktu masih di sekolah. Ia pun tidak sekali ini ketemu dia.

“Saya sering ketemu dia buat becanda. Tapi sekarang dia sudah kaya raya sedangkan aku miskin, jadi sifatnya kaya gitu,” Nasori menambahkan.

Istri Nasori, Salimah (40), mengatakan, tindakan Imam Rojai yang menyebabkan suaminya mengalami luka bakar serius sudah dilaporkan ke Polsek Bojong.

“Kami meminta ada proses hukum. Dia (Imam Rojai) harus bertanggungjawab,” tandasnya.

Ia menyebut polisi sudah datang ke rumah sakit untuk meminta keterangan suaminya. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Video ibu-ibu menolak ditilang petugas ramai dibahas di media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit itu, ibu tersebut bahkan sempat berteriak-teriak ‘jambret’.

Dilihat detikcom pada Rabu 29 november 2017, video yang diunggah akun brimob.id itu telah dilihat sebanyak lebih dari 7.500 kali dan diberi lebih dari 250 komentar. Akun brimob.id memiliki follower lebih dari 200 ribu dan kerap mem-posting informasi terkait aktivitas kepolisian.

Belum diketahui di mana video tersebut diambil. Hanya, terlihat lalu lintas di sekitarnya macet.

Kejadian berawal saat petugas meminta si ibu memperlihatkan STNK dan SIM-nya. Bukannya langsung memberikan, si ibu malah meminta surat tugas petugas tersebut.

“Kalau ada bagaimana? Saya tidak mau kasih unjuk (surat-surat),” ujarnya.

Ibu dengan mobil bernomor polisi B-1938-KVC itu juga tak terima saat petugas hendak mengambil kunci mobilnya. Ia malah meneriaki petugas dengan ‘jambret’.

“Ibu tadi minta surat tugas, surat tugas sudah kita kasih. Permasalahannya apa lagi, Bu? Saya minta SIM-STNK Ibu sekarang. Mohon maaf ya, Bu, kuncinya saya cabut,” ujar seorang pria.

“Jangan! Jangan! Jambret… Eh, jambret…!” teriak ibu tersebut.

“Eh, Ibu ngomong baik-baik. Saya minta baik-baik,” ujar petugas tersebut.

Si ibu lalu mengatakan ingin menelepon pengacaranya. Petugas itu mempersilakan.

Petugas sempat mengatakan pelat nomor ibu tersebut telah mati. Tertera memang pelat nomor tersebut habis masa berlakunya pada April 2017. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Amr (45) tidak bisa menghilangkan rasa takutnya saat membawa narkoba . Gerak geriknya sangat mencurigakan saat akan meninggalkan Batam menuju Surabaya ketika membawa empat paker sabu seberat 401 gram.

Sadar akan menjadi sebuah ancaman, petugas Bea Cukai Batam di Bandara Hang Nadim tangkap pelaku, Minggu, 26 November 2017 siang.

Modus operandinya dengan cara menyembunyikan 4 paket bungkusan kristal putih yang diduga narkoba jenis shabu di dalam sepatunya.

“Amr calon penumpang Lion Air dengan nomor flight JT 972 Batam – Surabaya. Gerak-geriknya mencurigakan saat masuk x-ray bandara. Lalu di tes urin, dan positif methametamine,” ujar Kabid Bimbingan Kepatuhan Layanan Informasi BC Batam, R Evy Suhartantyo.

Selanjutnya, lanjut Evy, terhadap Amr dilakukan pemeriksaan secara mendalam di ruangan Hanggar Bea Cukai Bandara Hang Nadim. Hasilnya, Amr kedapatan membawa kristal bening yang disembunyikan dalam sepatu.

Menurut Evy, Amr mengakui bahwa barang tersebut adalah metamphetamine. Kemudian, petugas membawanya ke kantor Bea Cukai Batam dan diserahkan ke BNN Provinsi Kepri.

“Dia beserta barang bukti diserahkan ke BNNP,” tandasnya. (kmg/ria)