Sebut

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Agus Hermanto setuju istilah ‘cebong-kampret’ harus dihentikan. Menurut Agus, istilah itu bisa menyinggung perasaan.

“Kita selama ini, saya sendiri, tidak pernah mengatakan hal seperti itu. Kalau mengatakan seperti itu kan bisa menyinggung perasaan,” kata Agus di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.

Selain itu, sebut Agus, sebutan ‘kecebong’ dan ‘kampret’ itu juga tidak tepat digunakan dalam pembahasan politik. Dia pun berharap ke depan pembicaraan politik Indonesia menggunakan bahasa-bahasa yang santun.

“Kata-kata itu kan juga tidak tepat untuk pembicaraan politik dalam hal yang strategis,” ujar Wakil Ketua DPR itu.

“Jadi sebaiknya memang kita menggunakan bahasa-bahasa yang baik, lugas dan yang tidak menimbulkan ketersinggungan antara satu dengan lainnya,” imbuh Agus.

Sebelumnya, dalam Kajian Tauhid di Masjid Istiqlal, Aa Gym meminta kepada masyarakat jangan menyebut orang dengan gelar yang buruk, termasuk memanggil ‘kecebong’ atau ‘kampret’.

“Jadi jangan panggil dengan gelaran yang buruk. Yang satu panggil kecebong, yang satu panggil kampret,” kata Aa Gym, dalam acara Kajian Tauhid, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad, 8 Juli 2018. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tanjungbalai Karimun Cabang Batam menggelar dialog ekonomi daerah di Gedung Nasional Karimun, Kamis, 5 Juli 2018.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyampaikan bahwa Kabupaten Karimun memiliki sebanyak 42 Desa yang mana telah melakukan skala prioritas infrastruktur dan sektor lainnya di setiap desa.

“Tingkat kehidupan di desa semakin baik serta pertumbuhan ekonomi pedesaan. Karena 42 desa di Kabupaten Karimun tidak ada lagi yang tertinggal apalagi terisolir,” katanya.

Rafiq menjelaskan, pertumbuhan ekonomi desa saat ini telah diperkuat dengan berbagai hal. Baik melalui dana desa, alokasi dana desa dan APBD. Meskipun belum semua desa memiliki Bumdes, namun pemerintah akan tetap berupaya.

“Meskipun belum menyeluruh, namun dengan adanya alokasi dana desa dan Bumdes bisa menggali potensi sumber daya alam sehingga menambah pendapatan ekonomi di desa itu sendiri. Bumdes wajib dibentuk agar bisa bergerak menjadi simpan pinjam dan membantu ekonomi kreatif,” ujarnya.

Rafiq menambahkan, Pemerintah pusat, Provinsi dan Kabupaten berkomitmen memberikan pendampingan sehingga kelengkapan instrumen pembangunan desa dapat terselesaikan. (kmg/riandi)

MEDIAKEPRI.CO.ID – Pelakor yang merupakan singkatan dari Perebut Laki Orang, merupakan fenomena yang kerap kita jumpai belakangan ini.

Statusnya sebagai orang ketiga dalam sebuah rumah tangga, membuat banyak orang geram.

Kisah pelakor yang viral di dunia maya, bahkan kerap menarik perhatian.

Pelakor kerap menjadi pusat pemberitaan karena tindakannya yang tega merebut suami orang.

Pun demikian dalam sebuah video viral berikut ini.

Dalam unggahan yang dilansir dari kaun Mak_nyinyiir, awalnya sang suami pamitan keluar rumah untuk menjalankan salat tarawih.

Namun ternyata ia mempergoki suaminya di sebuah kos-kosan seorang wanita dengan penampilan setengah telanjang.

Sontak unggahan tersebut menjadi viral dan membuat netter geram dan kasihan.

Terdengar sang istri hanya bisa menangisi sikap suaminya.

Ia tak henti-henti memberitahu warga sekitar yang juga ikut mencyduk suaminya dengan kata’ ini suami, ini suamiku,” jeritnya berulang kali.

Sampai menangis, sang istri meronta dalam bahasa bugis. (***)

sumber: tribunnews.com

SELEBRITIS

Sabtu | 12 Mei 2018 | 13:21

Dewi Persik Meradang dan Sebut Suaminya “Perampok”

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Dewi Persik belakangan kerap gundah gulana dan cenderung marah dalam Insta Story-nya. Tersirat memang Depe tengah kecewa dengan laki-laki yang tak lain adalah suaminya, Angga Wijaya.

Suami dan manajernya itu rupanya diungkap Depe kelewatan bercanda dengan teman pria. Ia merasa dilecehkan karena sebagai istri disebut seperti jenis-jenis sayur yang bisa diperlakukan seenaknya saja oleh pria.

Kerabat Depe bernama Santi mencurahkan semua hal yang dialami Dewi Persik. Ia menjelaskan soal kemarahan Depe di IG belakangan ini agar tak terlalu simpang siur lagi lewat akun gosip.

“Hai peramal dan Netizen… masalah @dewiperssikreal dan @anggawijaya88 itu masalah pelecehan kepada seorang istri klu menurut saya loh ya! pelecehan apa yg saya maksud? Angga itu kebablasan bercanda sama teman laki laki (bukan perempuan) isi chat candaan itu yg kebablasan adalah, meng ibaratkan seorang perempuan itu sayur lodeh, sayur asam dan tumis kangkung, WALAUPUN CANDAAN ITU TIDAK DITUJUKAN KEPADA SANG ISTRI (DEWI PERSSIK) tapi kalau menurut saya itu memang tidak pantas untuk dibuat candaan… sebagai seorang wanita sayapun tersinggung klu suami saya bercandanya kelewat gitu, apa lagi seorang dewi perssik! Yg belum mempunyai seorang anak bersama angga,” ungkap Santi yang juga memajang Angga, suami Dewi Persik, Sabtu,12 Mei 2018.

Dewi belakangan juga menghapus foto-foto sang suami dari laman medsosnya. Ia berulang kali mengaku kecewa dan sempat membawa kata-kata ‘laki-laki bandel’ untuk menyindir sang pendamping.

“Perampok, laki2 bandel atau org yg sudah bermain keburukan dan kejahatan… itu tdk akan mengalami rasa takut atau penyesalan bhkan stress, krn hatinya tertutup, berbeda dg org normal yg punya perasaan, kalau org yg punya perasaan pst akan berfikir dan memilah milih..sepintar2nya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga ?. Semangat beraktivitas utk hari ini menuju masa depan indah,” tulisnya dalam Instagram. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Yogyakarta – Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais kembali menyoroti masalah undang-undang di Indonesia yang dianggap pro asing itu merugikan rakyat. Salah satunya adalah UU migas. Oleh karena itu, ia menyebutkan bangsa Indonesia adalah bangsa pekok (bodoh). Apa alasannya?

“Ini ada UU yang aneh dan ajaib. Bahwa gas alam di perut bumi Indonesia, itu boleh digunakan oleh bangsa sendiri setelah bangsa lain dicukupi kebutuhannya,” kata Amien saat mengisi ceramah di Masjid Muthohirin Yogyakarta, Kamis 10 Mei 2018 malam.

Menurutnya, kebijakan tersebut aneh. Sebab, kebutuhan dalam negeri dikorbankan hanya demi memenuhi kebutuhan negara lain, seperti Tiongkok, Taiwan, dan Singapura.

“Ini mesti bangsa pekok (bodoh),” sindirnya.

Akibat kebijakan tersebut, lanjut Amien, Pabrik Pupuk Iskandar Muda di Aceh berhenti beroperasi karena tidak mendapatkan suplai bahan bakar penggerak mesin. Padahal di dekatnya terdapat tambang gas alam.

“Ini sebuah keanehan yang tidak masuk akal. Itu (gas alam) berkontainer-berkontainer dibawa oleh truk dari koorporasi gas, sebelum dibawa ke China itu melewati (Pabrik) Pupuk Iskandar Muda,” ungkapnya.

“Jadi pabrik pupuk di Aceh itu kelenger, tidak bisa berfungsi karena gasnya yang hanya beberapa puluh kilometer dari (pabrik pupuk) itu dijual dulu ke China,” lanjutnya.

Selain UU migas, kata Amien, kasus Freeport menjadi contoh lainnya dari kebodohan bangsa Indonesia. Sebab, hasil tambang emas terbesar di dunia tersebut hanya sebagian kecil yang bisa dinikmati bangsa ini.

“Kita ini, karena bangsa jongos membuat sebuah kesepakatan kontrak karya itu,” ungkapnya.

“Tidak ada bangsa yang lebih pekok dari pada bangsa kita,” tandasnya.

Amien juga meminta umat Islam di Indonesia lebih berpartisipasi dalam perpolitikan nasional. Harapannya umat Islam di indonesia tidak terus tertinggal, baik dari segi ekonomi, politik dan segi lainnya.

“Umat Islam di Indonesia ini (88,5 persen dari jumlah penduduk), itu perlu punya partisipasi, punya hak menentukan negeri ini di dalam kekuasaan politik,” kata Amien.

Ia mengatakan, kini mayoritas umat Islam di Indonesia hanya bisa menjadi penonton. Penggerak ekonomi, pemegang kendali kekuasaan elit politik jarang dipegang kalangan umat Islam. Akibatnya, umat Islam di Indonesia semakin terpinggirkan.

“Sekarang ini jelas sekali umat Islam itu menjadi umat yang marginal, di pinggiran. Karena hampir semua kehidupan nasional tidak ada di tangan umat Islam. Pertambangan di tangan mereka, pertanian di tangan mereka, perkebunan mereka,” sebutnya.

Amien tidak menyebutkan siapa mereka yang dimaksudnya. Namun, sekali lagi dia mengingatkan agar umat Islam di Indonesia lebih berpartisipasi di kancah politik. Dengan harapan umat Islam bisa ikut andil dalam menentukan arah pembangunan.

Selanjutnya, Amien menerangkan, ajakannya agar umat Islam di Indonesia lebih berpartisipasi dalam berpolitik bukan berarti dia mendukung ditegakkannya sistem pemerintahan berdasarkan syariat Islam di indonesia.

“Jadi, saya, kita Muhammadiyah itu memang tidak ada, seperti NU juga, tidak ada pikiran membangun negeri Indonesia ini menjadi negara syariah, ini tidak. Saya juga menolak,” tegasnya.

“Karena kalau kita bicara negara syariah, langsung TNI, Polri dan kaum nasionalis macam-macam itu yang akan masang kuda-kuda. Oleh sebab itu, opsi ini (membangun negara syariah) tidak kita ambil,” pungkas Amien. (***)

sumber: detik.com

Rossi menilai tindakan Marquez telah merugikan MotoGp

MEDIAKEPRI.CO.ID, Argentina – Legenda Yamaha Movistar Velentino Rossi menganggap jagoan Honda Repsol, Marc Marquez, tak memiliki rasa hormat kepada para pesaingnya.

Pernyataan kemarahan Rossi itu menyusul insiden senggolannya dengan Marquez yang mengakibatkan ia terjatuh di lap 13 di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Grand Prix Argentina, Senin 9 April 2018 dini hari WIB.

“Ini adalah situasi yang sangat buruk, karena dia menghancurkan olahraga kami, karena dia tidak memiliki rasa hormat kepada para pesaingnya, tidak pernah,” kata Rossi, dilansir Motorsport, Senin, 9 April 2018.

Rossi menilai tindakan Marquez telah merugikan MotoGp. Rossi dan Marquez memang dikenal sering bentrok dalam balapan dengan serangkaian kontroversinya. Pembalap berusia 39 tahun itu meminta Marquez lebih menghargai lawan balapan.

“Ketika Anda berpacu 300 kilometer per jam di lintasan, Anda harus menghormati lawan Anda. Anda harus kuat. Anda harus membuat maksimum, tetapi seperti itu (membuat jatuh), selesai,” ujarnya.

Masih di GP Argentina, the Doctor, julukan Rossi, juga menganggap bentrokan Marquez dengan pembalap Aprilia, Aleix Espargaro, adalah kesengajaan the Baby Alien. Selain itu, ia memberikan daftar pembalap lain yang menurut dia memang sengaja “diganggu” oleh Marquez sejak kualifikasi, seperti Maverick Vinales (Yamaha) dan Andrea Dovizioso (Ducati).

Memang, kata Rossi, dalam balapan pasti terjadi masalah, baik soal lintasan, rem, mesin motor, maupun teknis lainnya. Namun, apa yang dilakukan Marquez, menurut dia, sengaja membuat lawan celaka.

“Jadi, jika kamu mulai bermain seperti ini, kamu menaikkan level ke titik yang sangat berbahaya.

Karena jika semua pembalap berlomba seperti ini, tanpa rasa hormat kepada para rival, ini adalah olahraga yang sangat berbahaya dan (itu akan) berakhir dengan cara yang buruk,” ucap pembalap asal Italia ini. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Trenggalek – Rekonstruksi kasus meninggalnya Tukinem warga Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, akibat digelonggong air oleh anak dan kerabatnya memunculkan sejumlah fakta baru.

Salah satu fakta baru yang muncul adalah kekompakan para tersangka untuk menyebut nama seseorang pada saat melakukan proses penggelonggongan terhadap korban. Penyebutkan nama tersebut tidak hanya dilakukan sekali, namun berulangkali dan bersamaan.

BACA: Kronologi Ritual Sembelih Ayam yang Menewaskan Tukinem

“Kun ikilo barangmu kun Mikun (Kun ini barangmu Kun),” kata tersangka Jemitun saat menindih korban sambil menghentak bagian dada, Rabu, 28 Januari 2018.

Menurut Jemitun penyebutan nama tersebut dilakukan dengan suara lantang yang diikuti oleh seluruh tersangka maupun saksi yang ada di lokasi kejadian. Ia mengaku tidak memerintahkan untuk melakukan penyebutan, namun seluruhnya kompak melontarkan kata itu.

Kejadian kedua terjadi pada saat Rini dan para tersangka lain melakukan aksi penggelonggongan. Sambil menancapkan selang air ke dalam mulut korban Tukinem, Rini dengan keras kembali menyebut nama yang sama. “Ikilo barangmu Kun,” kata Rini diikuti tersangka lain.

Melihat fakta itu, Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana awalnya tidak menyangka jika penyebutan nama dilakukan secara bersama-sama, ia pun sempat meminta tersangka untuk mengulangi adegan saat mnyebut nama Mikun.

“Jadi bareng-bareng ya, terus siapa Mikun itu,” tanya Andana.

Sementara Rini menjawab, Mikun adalah orang lain yang diduga menjadi selingkuhan ibunya Tukinem.

Terkait dengan munculnya fakta baru tersebut, Kasatreskrim mengaku akan melakukan proses pendalam lebih lanjut dengan memeriksaan saksi lain yang dibutuhkan.

Latar belakang asmara sempat disebut oleh Kasatreskrim saat melakukan konferensi pers saat penetapan tersangka terakhir. Namun pihaknya belum bisa menjelaskan secara rinci dugaan modus perselingkugan tersebut. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID – Seorang mahasiswi kedokteran di Pakistan, Asma Rani, meninggal dunia setelah ditembak tiga kali oleh pria yang ia tolak lamarannya.

Sebelum hembuskan nafas terakhir, Rani sempat menyebut nama pria tersebut.

Pria tersebut tak lain bernama Mujahidullah Afridi.

Diduga pelaku dendam karena lamarannya ditolak oleh Rani.

Nyawa Rani tak bisa diselamatkan meski sempat dilarikan ke rumah sakit dan sempa dirawat selama semalam.

Rani meninggal dunia sehari setelah peristiwa terjadi, Minggu 28 Januari 2018.

Dilansir Tribun-Video.com dari Independent, pelaku telah ditangkap setelah berusaha kabur ke Saudi Arabia. (***)

sumber: tribunnews.com

HIBURAN

Minggu | 14 Januari 2018 | 12:02

APA!! Raffi Ahmad Sebut Jodoh Seperti Sampah

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Raffi Ahmad dan Nagita Slavina memang tidak pernah habis menjadi perbincangan. Kali ini, Raffi Ahmad mengibaratkan jodoh itu seperti sampah.

Hal tersebut disampaikan Raffi Ahmad saat tengah berada dalam salah satu program yang dijalankannya bersama Nagita Slavina.

“Jodoh itu seperti sampah. Kita bisa menemukan di mana saja. Saat kita memungutnya, sampah itu bisa menjadi barang yang berharga,” ucap Raffi Ahmad.

Mendengar hal tersebut, Nagita langsung memberikan pertanyaan ke Raffi Ahmad.

“Jadi menurut kamu aku tuh sampah,” tanya Nagita kepada Raffi Ahmad.

“Sampah itu bisa didaur ulang. Kamu memang dulu sampah buat mantan kamu, mungkin. Tapi kamu itu berharga buat aku. Makanya aku nikahi, ngerti kamu,” ujar Raffi Ahmad.

Pernyataan tersebut langsung membuat netizen yang mendengarnya kesal.

“Ya Allah kok gitu amat deh kesel dengarnya tauuuuu,” papar netizen.

“Kezell banget deh dengernya,” beber warganet. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Utang pemerintah terus menggunung.

Per akhir September 2017, tercatat sudah mencapai Rp 3.886 triliun.

Bila dihitung dari akhir 2014, maka hutang pemerintah sudah bertambah Rp 1.282 triliun.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, utang pemerintah tersebut digunakan untuk berbagai hal yang produktif.

Dengan begitu, penambahan utang bukan suatu hal yang perlu dikhawatirkan.

“Kalau meminjam untuk sesuatu yang produktif, itu pada dasarnya (masih) oke,” ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis 19 oktober 2017.

Menurut Darmin, dana dari hutang memang digunakan pemerintah untuk membantu pembangunan infrastruktur secara masif diseluruh wilayah di Indonesia.

Mulai dari jalan hingga pelabuhan.

Namun Darmin menilai pemerintah tidak bisa mengalkulasi apakah pembangunan infrastruktur sudah seimbang atau belum dengan jumlah hutang yang ditarik dalam kurun waktu 3 tahun ke belakang.

Soal dampaknya, Darmin mengatakan bahwa dampak pembangunan infrastruktur tidak akan dirasakan dalam waktu dekat namun dalam jangka panjang.

“Hutang digunakan untuk yang produktif. Kalau konsumtif itu misalnya untuk subsidi BBM, itu kan konsumtif. Kalau ini kan enggak karena kita digunakan untuk pembiayaan (pembangunan infrastruktur),” kata Darmin.(***)

 

 

MEDIAKEPRI.CO.ID,Jakarta – Politikus PDIP Andreas Hugo Pereira menganggap pihak yang melihat melihat bantuan pemerintah Indonesia untuk Rohingya sebagai pencitraan tidak paham persoalan Rohingya.

“Itu mereka yang tidak memahami persoalan Rohingya,” kata Andreas Hugo Pereira, kepada Tribunnews.com, Senin 18 September 2017.

 Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut mengatakan bantuan yang dikirimkan Presiden Joko Widodo atas nama bangsa Indonesia untuk Rohingya merupakan komitmen Indonesia untuk kemanusiaan.Ditambah lagi Pemerintah Indonesia telah maksimal menjalankan misi diplomasi untuk berdialog dengan pemerintahan Myanmar dan Bangladesh pada level elite untuk menekan terjadinya kekerasan terhadap etnis Rohingya.

Namun, pada level masyarakat Rohingya, tegas dia, bantuan material yang bisa menolong mengatasi problem kehidupan sehari-hari merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunggu.

“Karena itu, jalan diplomasi dan jalan bantuan kemanusiaan dari pemerintah mewakili aspirasi rakyat Indonesia ini sudah tepat untuk ikut membantu warga Rohingya yang sedang dalam kesulitan,” katanya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto, meminta masyarakat memperkuat diri agar dapat membantu etnis Rohingya yang mengalami penindasan oleh pemerintah Myanmar.

Hal tersebut diungkapkan Prabowo dalam orasinya pada aksi Bela Rohingya 169 yang digelar di Kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu 16 September 2017.

Dirinya mengatakan bahwa saat ini pemerintah Indonesia sudah memiliki banyak hutang sehingga tidak mempunyai kekuatan.

Mantan Danjen Koppasus ini percaya kalau Indonesia kuat, maka dapat membantu etnis Rohingya.

Prabowo bahkan mengkritik bantuan pemerintah hanya untuk pencitraan.

“Percaya sama saya, kalau kita kuat kaum Rohingya kita bantu. Kalau pun kita sekarang kirim bantuan menurut saya itu pencitraan. Kirim bantuan pun tak sampai kadang-kadang,” kata Prabowo.

Prabowo meminta kepada umat Islam untuk menebar kedamaian Islam.

Dengan begitu Islam akan dihormati dan disegani seluruh dunia.

“Kalau mereka menindas kaum muslim, kita tunjukkan kita beri keamanan. Kita harus kuat untuk bantu orang lemah, tidak bisa lemah bantu lemah, miskin bantu miskin. Sejuk tidak berarti jadi kambing, sejuk tidak berarti dibohongin terus menerus,” kata Prabowo.

Sumber : Tribunnews