Sekolah

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pengerak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Devi Yanti Nur mendistribusikan tas dan peralatan sekolah gratis di sekolah PAUD Pelita Insani Batu 7, Tanjungpinang, Kamis, 1 November 2018.

Menurut Devi, ia hanya mendistribusikan bantuan hibah dari pihak ke tiga ke sekolah dan para murid yang berhak mendapatkan bantuan. “Kali ini ada hibah dari Wedecco Singapore berupa perlengkapan kelas dan jenis lain. Kami berterima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung dan memberi bantuan sarana perlengkapan sekolah untuk anak-anak PAUD yang orangtuanya kurang mampu secara finansial. Ternyata, perhatian negeri jiran pada pendidikan anak watan cukup baik. Semoga amal baik mereka mendapat imbalan yang setara dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” sebut Devi di sela-sela membagikan seragam dan tas gratis kepada murid PAUD.

Kata Devi, kualitas pendidikan suatu bangsa sangat ditentukan oleh keinginan berbagai pihak untuk memajukan sektor pendidikan. “Jadi pendidikan anak usia dini baik formal dan informal sangat penting untuk pembentukan karakter anak,” ujar Devi Yanti Nur salah satu penggerak pendidikan anak usia dini gratis bagi kaum miskin.

Menurutnya, jika pendidikan terarah dari dini, maka pembentukan karakter anak 6 unsur mulai dari pertumbuhan motorik kasar dan seni bisa dirancang sesuai minat dan bakat anak-anak. “Di sisi lain peningkatan kualitas PAUD, memang perlu juga dikejar kualitas tenaga pendidik, fasilitas, sistem pembelajaran dan kemitraan lingkungan antara orangtua, pengelola, lingkungan sekolah. Hanya saja untuk PAUD gratis yang mereka kesulitan untuk bergerak karena terbatasnya anggaran. Hal ini perlu peran donatur. Ke depannya, sekolah PAUD Pelita Insani diharapkan bisa menjangkau 100 murid tak mampu untuk sekolah gratis di sekolah ini.

Menurut Devi, selama ini pihaknya membuka program kemitraan, bapak angkat dan infaq sedekah serta kaum mampu untuk peduli pendidikan. “Yang ingin memberi donasi bisa menghubung wa/hp 085263133672,” ucapnya.

Sebut Devi, anak kurang mampu juga berhak mendapat pendidikan setara. Ini juga sesuai dengan hak-hak anak yang kurang mampu dan sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Rembang – Tak hanya berkonsentrasi pada pembangunan fisik saja, di tengah kesibukan mempersiapkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103, sejumlah satgas menyempatkan untuk menyambangi SD 01 Pasedan Para anggota Satgas TMMD menjalin keakraban dengan anak-anak sekolah dasar.

Anak-anak diajari Peraturan Baris Berbaris (PBB).

Ada sejumlah 25 anak yang mengikuti latihan berbaris yang dipimpin prajurit TNI tersebut. Nampak wajah anak-anak ceria dan bersemangat saat Serda Wiji Sutrisno memulai latihan.
Bahkan, di sela-sela berlatih baris berbaris tersebut, sejumlah anak mengutarakan niat dan minatnya untuk menjadi TNI.

”Kalau sudah besar saya ingin menjadi tentara. Supaya dapat berjuang untuk bangsa dan negara,” kata seorang anak SD setempat polos. Mereka terinspirasi dari peran TNI.

Utamanya dalam melawan penjajah serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala SD 01 Pasedan Jamari Spd menyambut baik kehadiran Satgas TMMD di sekolahnya dan menyampaikan terimakasih sudah dikunjungi. Terlebih telah memberi motivasi para siswa .

Ini akan memberi pengaruh baik untuk pengalaman anak-anak tersebut. Selain itu, dengan berlatih baris berbaris bersama prajurit TNI, nasionalisme anak-anak terbentuk.

”Bekal positif dari Bapak TNI ini sangat berharga, terlebih tadi juga telah memberi latihan PBB juga. Di dalam PBB kental dengan nuansa jiwa kedisiplinan. Diharapkan kedisiplinan mereka makin terasah. Ini turut membentuk karakter positif anak sejak dini,” katanya.(0720). (rilis)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – PT Tenaris Batam memberikan bantuan perbaikan sekolah untuk SMK Negeri 6 Batam dan SMP Negeri 17 Batam. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Walikota Batam kepada masing-masing kepala sekolah. Penyerahan bantuan dilaksanakan di SMK Kartini Batam, Kamis, 27 September 2018.

Bantuan perbaikan infrastruktur sekolah ini merupakan bagian dari Tanggungjawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT Tenaris Batam. Selain memberikan bantuan perbaikan infrastruktur sekolah, PT Tenaris juga memberikan beasiswa kepada 98 siswa sekolah dari berbagai tingkat di Kota Batam.

Dalam sambutannya, Rudi menyampaikan terimakasih kepada PT Tenaris Indonesia yang menyisihkan CSR untuk dunia pendidikan Batam.

Kalau usahanya ingin semakin maju, maka keuntungan yang diperoleh harus dibagi ke daerah tempat kita berusaha. CSR dari perusahaan akan dikelola dan akan saya pantau langsung penyalurannya. Penyalurannya tidak boleh keluar Batam,” sebut Rudi.

Pemerintah Kota Batam menurutnya juga memiliki program bantuan beasiswa setiap tahunnya bagi siswa SLTA yang masuk melalui jalur undangan di lima universitas ternama di Indonesia. Meski secara aturan kewenangan SLTA berada di Provinsi, namun Pemko Batam tetap mengalokasikan anggaran untuk program beasiswa tersebut.

Anak-anak kita yang lulus seleksi tanpa tes di UI, ITB, UGM, IPB dan Unpad akan kita tanggung biaya kuliahnya sampai selesai,” ucapnya bangga.

Pemko Batam menurutnya kini tengah melakukan pembangunan infrastruktur jalan di Kota Batam. Apa yang dilakukannya semata untuk kemajuan Batam dan untuk generasi yang akan datang.

Pembangunan Batam saat ini sudah tidak sesuai dengan desain awal yang ditetapkan oleh BJ Habibie. Sebagai daerah industri, Rudi mengatakan masih banyak tenaga kerja Indonesia yang mengerjakan pekerjaan pada level bawah.

Saya mencoba untuk mengembalikan apa yang menjadi cita-cita awal Pak Habibie dulu. Jika sekarang pekerjaan masih dilakukan oleh manusia, ke depan dilakukan oleh robot yang dioperasikan oleh tenaga kerja Indonesia. Lulusan tenaga kerja rata-rata SMA, ke depan tidak lagi,” ujarnya.

Country Manager Tenaris Batam, Andrea Previtali mengatakan CSR ini merupakan program tahunan PT Tenaris. Harapannya dapat mendukung pemerintah untuk menciptakan generasi yang handal dan berkualitas.

Bentuk CSR lain yang diberikan oleh PT Tenaris Indonesia adalah pembangunan jembatan gantung di daerah terpencil Indonesia. Sampai saat ini jembatan gantung yang sudah terbangun sebanyak 84 titik, di luar tiga jembatan gantung yang masih dalam proses pengerjaan.

Saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Walikota yang sudah berkenan hadir dalam acara Merit Awards PT Tenaris Batam hari ini. Sebagai perusahaan yang berada di Batam kami bertanggungjawab untuk kemajuan daerah dan ini menjadi tanggung jawab kami, salah satunya pendidikan,” ujarnya.(***)

sumber: mediacenter.batam.go.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Pemkab Karimun menambah delapan unit bus sekolah. Bus tersebut nantinya akan ditempatkan di Desa dari delapan Kecamatan di Kabupaten Karimun.

Kecamatan itu adalah, di Desa Parit Kecamatan Karimun, Desa Pongkar Kecamatan Tebing, Belat, Moro, Ungar, Kundur Utara, Kundur.

Saat ini, Lima unit bus sekolah sudah tiba di Karimun, dan tiga bus lagi masih dalam proses pengiriman.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Fajar Harison Abidin mengatakan pengadaan bus sekolah tersebut salah satu terobosan pemerintah daerah meningkatkan minat belajar siswa dan orangtua untuk memanfaatkan angkutan sekolah yang ada.

“Orangtua siswa tidak susah lagi memikirkan uang transportasi anaknya, semuanya gratis,” katanya.

Dia berharap melalui bus sekolah gratis ini para orangtua siswa lebih memilih bus sekolah gratis ketimbang memberikan kendaraan pribadi kepada anaknya.

“Dengan begitu kan orang tua jauh lebih terbantu,” katanya.

Fajar menyebut, untuk tiga bus lainnya, diperkirakan akan tiba di Karimun 30 September 2018 mendatang, dan langsung di distribusikan ke delepan Kecamatan. (kmg)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Kemenag Kota Batam melalui Seksi Pendidikan Madrasah mengadakan rapat pembentukan Panitia Pekan Muharram Madrasah di Musolah Amal Ikhlas II, Jalan Masjid Raya Baiturrahman, Sekupang, Batam, Selasa, 21 Agustus 2018.

Dilansir dari kepri.kemenag.go.id, Kakan Kemenag Kota Batam, H Erizal Abdullah berpesan agar Pekan Muharram Madrasah benar-benar dipersiapkan sebaik mungkin.. Siapapun yang ditunjuk menjadi panitianya dapat bekerja dan melaksanakan tugasnya.

“Laksanakan tugas sesuai kemampuan dan terus berkoordinasi, mudah-mudahan Pekan Muharram Madrasah berjalan sukses dan sesuai harapan,” doanya.

Terpilih sebagai Ketua Panitia Pekan Muharram Madrasah adalah pegawai Kemenag Resdin Efendi Pasaribu dibantu Sekretaris, Andika.

Disepakati juga pelaksanaan Pekan Muharram Madrasah tanggal `11 – 13 Oktober 2018, usai ujian mid semester.

Pembukaannya akan dilaksanakan di Kantor Kemenag Batam.

Kasi Pendidikan Madrasah, HM Dirham menyebutkan Pekan Muharram Madrasah baru pertama kali diadakan.

“Sebagai wadah pencarian bakat dan menggali anak-anak bangsa yang berprestasi,” Dirham menjelaskan tujuannya.

Rapat ini dihadiri staf Kemenag dan kepala madrasah se-Kota Batam. (*)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan menargetkan setidaknya akhir Oktober 2018 ini, seragam sekolah gratis untuk siswa SD/MI dan SMP/MTs se-Bintan bisa didistribjusikan.

Hal tersebut dikatakan Kadisdik Kabupaten Bintan, Tamsir MPd MSi di Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Jum’at, 17 Agustus 2018.

“Kami menginginkan agar program ini dapat terus berlangsung untuk meringankan beban masyarakat terhadap kebutuhan anak sekolah,” kata Tamsir.

Ditambahkan dia, bantuan perlengkapan sekolah gratis yang dibagikan sama seperti tahun lalu. Yaitu berupa lima jenis baju, ditambah sepatu, kaus kaki, topi, dasi, tas dan buku tulis.

Guna mengedakan bantuan sekolah ini Pemkab Bintan menganggarkan sedikitnya Rp5 miliar dari APBD Pemkab Bintan Tahun 2018. Rinciannya Rp2,7 miliar untuk murid baru jenjang SD/MI dan sisanya untuk SMP/MTs. (***)

sumber: suarasiber.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Melihat anak kecil yang sibuk dengan gadget tampaknya kini sudah menjadi pemandangan yang umum. Anak-anak tak lagi menghabiskan waktu dengan bermain sepeda atau bermain bola dengan teman-teman sebaya di luar rumah.

Namun, lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bermain gadget. Fenomena ini tentu bukan tanpa efek negative.

Bunda Paud Kabupaten Bintan Ibu Hj Deby Maryanti meminta agar orangtua hendaknya mampu mensiasati agar anak tidak kecanduan gadget karena hal ini akan berefek buruk pada perkembangan anak, baik psikis maupun fisik.

Dirinya juga tidak menampik bahwa ada banyak manfaat yang bisa didapat dari sebuah gadget.

” Tentang smartphone, kita dapat menggunakannya kapan dan di mana saja.

Dengan koneksi internet, kita bisa melakukan apa saja, bertukar pesan, menjelajah dunia maya, sampai membaca berita-berita terkini dari seluruh dunia,” kata Hj Deby.

Meski begitu, dikatakannya juga bahwa di balik manfaatnya, keterikatan pada gadget tanpa kenal waktu tentu menyimpan ancaman, yang terbesar adalah ”kecanduan”, ini juga berlaku pada anak-anak. Banyak anak-anak di bawah lima tahun yang sudah begitu akrab dengan gadget.

” Setiap bertemu orangtua, saya selalu ingatkan ini. Kita harus peduli, agar anak-anak tidak ” kecanduan “. Khususnya kepada guru-guru Paud, saya meminta agar kita bersama mampu mengkomunikasikan ini ke orang tua anak ” ujarnya saat ditemui di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Jum’at, 3 Agustus 2018 sore.

Selain hal tersebut, dirinya juga mengulas ide terkait pembinaan karakter nasionalisme anak-anak. Dirinya bahkan mendorong agar disetiap sekolah di Kabupaten Bintan hendaknya mampu memutarkan lagu-lagu kebangsaan.

Dimana hal ini bertujuan agar anak-anak menjadi terbiasa dan memiliki konsep karakter yang nasionalis.

” Mungkin diwaktu-waktu tertentu jam sekolah, pihak sekolah kita himbau untuk memutarkan lagu-lagu kebangsaan. Khususnya dipagi hari. Suasana itu, jarang kita temui saat ini,” tutupnya.(***)

Sumber: Humas Bintan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Menghadirkan motivator Nanang Qosim Yusuf, bright PLN Batam melalui program Program CSR nya mengundang sekitar 50 kepala sekolah se Kota Batam mengikuti Training The 7Awareness For Great Teacher yang diselenggarakan di Hotel Harmonie One, Batam, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Kehadiran motivator, Nanang Qosim Yusuf diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat seluruh kepala sekolah untuk memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan Batam. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diisi dengan beragam materi untuk memotivasi para kepala sekolah se-Kota Batam.

Nanang Qosim Yusuf, atau akrab disapa Nagoy tampil sebagai pembicara sekaligus motivator bagi para kepala sekolah agar mampu lebih peka dan siap menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks saat ini.

” Saya sangat terkesan mengikuti kegiatan ini. Kami jadi termotivasi lagi. Bahwa apa yang dialami oleh pembicara yang hadir, hampir sama seperti yang saya alami bahwa hidup itu adalah perjuangan dan penuh tantangan. Dan kita harus punya prinsip, bahwa kita harus bisa melakukan perubahan di mana pun kita bertugas,” ujar Kepala SDN 007 Nongsa, Suminem.

Suminem mengaku sering mengikuti kegiatan yang sama, namun kegiatan yang diselenggarakan oleh bright PLN Batam melalui program CSR-nya ini luar biasa.

“Saya katakan demikian karena kegiatan ini mampu menggugah hati kita untuk berbuat lebih bagus lagi,” ujarnya.

Dia berharap agar kegiatan Coorporate Social Responsibility (CSR) PLN Batam ini akan mengagendakan lagi kegiatan yang sama di waktu-waktu mendatang.

“Hal ini penting untuk me-review lagi apa yang telah kita dapatkan dari kegiatan ini. Semangatnya bahwa harus ada perubahan yang dapat kita rasakan, terutama dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Manager of Public Relation bright PLN Batam, Bukti Panggabean mengatakan, kegiatan yang dilakukan melalui program CSR bright PLN Batam ini sebagai wujud kepedulian PLN Batam bagi dunia pendidikan di Batam. CSR PLN Batam memiliki tujuh kepedulian, di antaranya sosial, lingkungan, agama, kesehatan, dan pendidikan.

“Kita memberikan motivasi kepada para kepala sekolah agar lebih bersemangt lagi mendidik generasi kita ke depan. Target peserta kita untuk tahap pertama adalah kepada sekolah. Sasarannya ke atas dulu (kepala sekolah) dan nanti turun ke guru dan siswanya. Jadi ini bertahap,” ungkapnya.

Kegiatan diselenggarakan selama dua hari. Hari pertama diikuti 50 kepala sekolah tingkat SD dan hari kedua, Ahad, 5 Agustus 2018 diikuti 50 kepala sekolah tingkat SMP. “Totalnya sebanyak 100 peserta,” tambah Bukti.

Dalam kesempatan sama, Nanang Qosim Yusuf atau Nagoy, mengatakan, kegiatan bertajuk Training The 7Awareness For Great Teacher ini sangat direspon dan disambut antusias oleh puluhan kepala sekolah yang hadir.

Kegiatan atau training ini, kata Nagoy, dibutuhkan para peserta untuk menghadapi berbagai tantangan di era millenial yang semakin kompleks, baik di sekolah, lingkungan, dan masyarakat.

“Tadi kami memberikan sesi bernama one minute awarness. Saya ambil qoute dalam seminar tadi, bahwa orang gagal itu punya ribuan alasan dan orang sukses hanya punya satu alasan yakni tidak ada alasan,” ujarnya.

“Nah kita ingin, kepala sekolah jangan banyak alasan, menunda-nunda pekerjaan yang harus segera dikerja. Seakan niat baik itu dibuat banyak alasan. Nah, tadi kita sepakat bahwa kita hanya punya satu alasan untuk membangun dunia pendidikan, yakni tidak ada alasan,” paparnya.

Berbagai pemaparan dan motivasi yang diberikan Nagoy diharapkan bisa mendorong para kepala sekolah menjadi guru di atas rata-rata.

“Masih ada sesi lainnya yang kita berikan untuk membangun motivasi mereka agar termotivasi dan memajukan dunia pendidikan di Batam,” pungkasnya.(kmg)

sumber: wartakepri.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Agar tercipta pendidikan berkualitas, Bupati Karimun Aunur Rafiq berpesan kepada kepala sekolah agar menjaga kerukunan di sekolah, khususnya antara kepala sekolah dengan para gurunya.

“Mari kita tingkatkan silaturrahmi antara kepala sekolah dan guru agar kualitas pendidikan di sekolah tersebut dapat berjalan baik. Saya tidak mau ada terjadi antara kepala sekolah dengan guru tidak bertegur sapa,” kata Rafiq saat acara silaturahmi Kelompok Kerja Kepala Sekokah (KKKS) SD/MI di Ungar, tadi pagi.

Mengatasi permasalahan tunjungan kepala sekolah yang turun, Rafiq mengatakan akan mengusahakan ke depannya kembali ditingkatkan. “Soal tunjangan, akan kita kembalikan sebagaimana biasanya,” tambahnya.

Junaidi, selaku Ketua KKKS mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh KKKS yang selaku tuan rumah bergantian.

Untuk tahun ini selaku tuan rumah oleh Kecamatan Ungar, dan tahun 2019 di fokuskan di Kecamatan Karimun, ungkap Junaidi.

Adapun jumlah anggota KKKS ini berjumlah 149 orang yang merupakan seluruh kepala sekolah SD/MI se-Kabupaten Karimun.

Acara dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus KKKS yang baru periode 2018 – 2021, yang dikukuhkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun.

Di akhir sambutan, Aunur Rafiq mengucapkan selamat kepada pengurus yang telah dilantik. “Semoga menjadi mitra bagi pemerintah dalam melaksanakan pendidikan di Kabulaten Karimun,” ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRD Kab. Karimun, OPD Karimun, FKPD Kecamatan dan undangan lainnya. (kmg/muhdsarih)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Mojokerto – Siswi kelas XI SMAN 1 Gondang, Mojokerto Mas Hanum Dwi Aprilia lumpuh akibat menjalani hukuman squat jump di sekolahnya.

Hukuman itu dijatuhkan ke korban sebanyak 90 kali. Begini penjelasan pihak sekolah.

Kepala SMAN 1 Gondang Nurul Wakhidah mengatakan, hukuman itu diterima Hanum saat mengikuti Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) di sekolahnya, Jumat, 13 Juli 2018 pagi.

Gara-garanya, siswi kelas XI IPS 2 ini terlambat datang di ekstra kurikuler (ekskul) tersebut. Saat itu UKKI mengadakan pelatihan untuk promosi ekskul ke siswa baru.

“Informasi dari anak-anak, waktu itu ada kesepakatan di antara teman-temannya, kalau terlambat datang ada hukuman. Seniornya anak-anak kelas XII menyampaikan hukumannya hafalan surat pendek (Alquran), tapi anggotanya tak mau, minta squat jump. Sudah diingatkan seniornya jangan hukuman itu karena keras. Kesepakatan kelompok tersebut hukumannya tetap squat jump,” kata Nurul kepada wartawan di kantornya, Kamis, 19 Juli 2018.

Saat itu, lanjut Nurul, ada siswa lainnya yang juga terlambat datang. Hanum dan temannya itu masing-masing harus menjalani 60 kali squat jump.

Sayangnya, teman Hanum hanya mampu melakukan squat jump sebanyak 30 kali. Sisa hukuman ini justru dibebankan ke Hanum. Selesai melakukan 60 kali squat jump, pelajar asal Krian, Sidoarjo ini harus melakukan lagi sebanyak 30 kali.

“Sehingga 90 kali squat jump dijalani Hanum sampai selesai. Saat itu dia masih sempat melanjutkan kegiatan, tak langsung jatuh sakit (lumpuh), hanya kakinya katanya sakit semua,” ujarnya.

Nurul menjelaskan, saat kegiatan UKKI berlangsung, tak ada satu pun guru yang mendampingi. Menurut dia, para siswa anggota UKKI menggelar kegiatan tanpa izin pembina ekskul, Pembina OSIS maupun Wakasek Kesiswaan.

“Saat kegiatan itu, sekolah masih libur. Sehingga kami semua tak tahu kalau anak-anak membuat kegiatan itu,” terangnya.

Hanum mulai mengeluh sakit di kaki dan punggung usai dihukum squat jump sebanyak 90 kali pada Jumat (13/7) pagi. Saat itu korban terlambat datang di kegiatan ekskul Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI) di SMAN 1 Gondang, Mojokerto.

Pelajar yang juga nyantri di PP Al Ghoits, Desa/Kecamatan Gondang ini benar-benar lumpuh pada Rabu, 18 Juli 2018 pagi.

Pengasuh pondok pun membawanya ke pengobatan saraf alternatif di Desa Pandanarum, Pacet. Karena Hanum diperkirakan mengalami saraf tulang belakang terjepit. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – Pada tahun ajaran baru 2018 ini, Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bintan kembali akan memberikan perlengkapan seragam sekolah gratis bagi murid baru, baik untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan setingkatnya.

Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menuturkan bahwa bantuan perlengkapan sekolah gratis merupakan sebuah komitmen dari pemerintah daerah untuk mendukung sektor pendidikan.

” seperti tahun lalu, tahun ini kita juga akan memberikan bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi murid-murid baru,” ujarnya

Dikatakannya juga bahwa berdasarkan pengalaman tahun lalu, dirinya mengharapkan agar orang tua murid dapat menyiapkan ukuran baju dan berkoordinasi ke pihak sekolah agar baju seragam yang diterima sesuai dengan kebutuhan.

” Siapkan ukuran baju, sepatu dan perlengkapan lain anak-anak serta koordinasikan ke pihak sekolah, karena berdasarkan pengalaman tahun lalu, ada ukuran yang tidak cocok. Walaupun nantinya bisa ditukar kembali ” ujarnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Tamsir, M.Pd , M.Si mengatakan bahwa alokasi anggaran untuk pengadaan bantuan perlengkapan seragam sekolah gratis sudah disiapkan. Menurutnya, perlengkapan sekolah yang diterima masih seperti tahun-tahun yang lalu.

” Sama seperti tahun lalu, tahun ini kita juga akan menyerahkan lima jenis baju yang diterima murid, plus sepatu, kaos kaki, topi, dasi , tas dan buku tulis,” ujarnya, Ahad, 15 Juli 2018.

Ditambahkannya juga bahwa untuk bantuan perlengkapan seragam sekolah gratis murid baru tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan sudah menganggarkan sekitar 5 Milyar Rupiah dari APBD Pemkab Bintan Tahun 2018 diantaranya 2,7 Milyar Rupiah untuk murid baru jenjang SD/MI dan 2,3 Milyar Rupiah untuk murid baru jenjang SMP/MTs.

” Syukur alhamdulillah, bahwa pelaksanaan PPDB tingkat SD dan SMP se Kabupaten Bintan tahun 2018, dapat berjalan dengan sukses, baik yg dilaksanakan secara online ( daring) dalam jaringan maupun secara luring ( luar jaringan/ofline), seluruh siswa baru SD dan SMP dipastikan tertampung, dan hampir dipastikan anak usia sekolah tidak ada yang tidak tertampung, ada beberapa sekolah yang daya tampungnya terbatas, tetapi dapat di arahkan ke sekolah lain yg daya tampungnya masih cukup ” tutupnya.(***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ribuan pendaftar sekolah negeri tiba-tiba mengaku miskin. Mereka menyodorkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai buktinya. Setelah dicek ke rumahnya, ternyata sebaliknya.

Hal ini terjadi di berbagai tempat, salah satunya di Banyumas, Jawa Tengah. Terdapat siswa yang orang tuanya mempunyai mobil bagus dan bekerja dengan penghasilan yang cukup besar. Selain itu, rumah yang ditempati juga tidak menunjukkan jika siswa tersebut berasal dari keluarga yang tidak mampu.

“Ada yang orang tuanya pegawai swasta dengan penghasilan yang tinggi. Bahkan ada pula yang orang tuanya memiliki rumah yang bagus dan tidak terlihat sebagai keluarga miskin,” ujar Kasi SMK, Balai Pengembangan Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah V Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Provinsi Jateng, Kustrisaptono.

Panitia PPDB SMK Negeri 1 Purwokerto hingga saat ini masih terus melakukan proses rekap terhadap jumlah pendaftar yang menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Dari 1.314 pendaftar, 948 merupakan pendaftar yang menggunakan SKTM.

“54 pendaftar sudah mencabut berkas kemarin, yang lain masih dalam proses,” kata Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Purwokerto, Asep Saeful Anwar.

Di Magelang, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Magelang melakukan verifikasi terbaru terkait pengguna Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA.

Hasilnya, sebanyak 305 calon siswa dari 1.443 kuota siswa yang terpenuhi di lima SMAN di Kota Magelang, diketahui menggunakan SKTM. Hasilnya, ada delapan calon siswa pengguna SKTM yang didiskualifikasi karena tidak sesuai penggunaan SKTM-nya.

Sementara itu, di Yogyakarta, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY akan menelusuri dugaan orang mampu yang mendaftarkan anaknya ke salah satu SMA N memakai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Sebab, praktik tersebut melanggar aturan.

“Kita memang perlu telusuri (dugaan tersebut). Ketika kita tahu namanya persis, kita bisa segera (bertindak),” kata Kabid Perencanaan dan Standarisasi Disdikpora DIY, Didik Wardaya.

Dengan banyaknya orang-orang yang mendadak miskin, Gubernur Jateng menginstruksikan kepala SMA/SMK negeri melakukan survei lapangan terkait penyalahgunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Salah satu yang ditegur langsung adalah SMAN Mojogedang, Karanganyar. Hasilnya, ada 32 pendaftar yang diragukan kebenarannya.

Kepala SMAN Mojogedang langsung menindaklanjuti instruksi gubernur untuk melakukan survei mulai kemarin sore. Ada 138 pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dinilai harus disurvei.

“Sejak kemarin jam lima kami survei. Dari 138 orang, ada 32 yang menurut kami tidak masuk kategori miskin,” kata Purwadi.

Mengantisipasi hal itu, SMA di Brebes yang diburu banyak peminat membuat strategis khusus. Yaitu mewajibkan orang tua calon siswa yang menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) untuk menandatangani pakta integritas. Kebijakan ini ternyata cukup membuat orang tua calon murid yang ber-SKTM ciut nyalinya.

Mereka pun akhirnya menarik surat tersebut dalam syarat pendaftaran sekolah.

“SKTM memang sedang booming. Di SMAN 2 saja ada banyak yang melampirkan surat miskin ini. Warga yang mengaku ngaku miskin padahal kaya jika terbukti memalsukan bisa dipidana,” ujar Kepala SMA N 2 Brebes, Sadimin kepada wartawan, Selasa, 10 Juli 2018.

Menyikapi hal ini, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Dinas Pendidikan di kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan ketat.

“Saya minta dinas ketat untuk mengawasi baik di tingkat satu maupun kabupaten/kota. Izin yang diberikan harus tepat jangan menbohongi, itu pendidikan yang tidak baik,” kata Sri Sultan HB X di kantor Gubernur DIY di Kepatihan. (***)

sumber: detik.com

Tujuh siswa meninggal akibat luka tusuk, sementara 12 lainnya menderita cedera

MEDIAKEPRI.CO.ID, Beijing – Cina diterpa penusukan massal yang terjadi pada sebuah sekolah di provinsi Shaanxi. Sebanyak tujuh siswa meninggal akibat menderita luka tusuk dalam peristiwa terebut. Sementara 12 lainnya menderita cedera.

Kepolisian setempat mengatakan, korban tewas terdiri dari lima perempuan dan dua laki-laki. Sementara, sembilan wanita dan tiga pria yang merupakan korban cedera dari peristiwa tersebut segera dilarikan kerumah sakit.

Otoritas setempat mengatakan, pelaku penusukan yang berhasil diamankan bernama Zhao yang tinggal di desa Zhaojiashan. Kepada aparat, Zhao mengaku melakukan penusukan tersebut setelah mendapatkan bully dari rekan-rekannya di sekolah.

“Dia membenci teman sekolahnya hingga pada akhirnya memutuskan untuk melakukan penuskan menggunakan sebilah belati,” kata Biro Keamanan daerah setempat seperti diwartakan Guardian, Sabtu, 28 April 2018.

Sementara, pembunuhan massal merupakan peristiwa yang tidak jarang terjadi di Cina. Pada Februari lalu, seorang pria membunuh seorang wanita dan melukai 12 lainnya di sebuah pusat perbelanjaan di Beijing.

Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, pelaku serangan kerap mengincar anak-anak. Pada Januari 2017, seorang pria melukai 11 anak di taman kanak-kanak di daerah otonomi Guangxi Zhuang menggunakan sebilah pusai dapur.

Pada Februari 2016, seorang pelaku melukai 10 anak di Haikou, provinsi selatan pulau Hainan. Pelaku akhirnya melakukan bunuh diri sebelum diamankan petugas.

Otoritas Cina belakangan telah meningkatkan keamanan di sekitar sekolah. Pemerintah juga dituntut untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait maraknya kasus penusukan tersebut.

Tindak kejahatan yang disertai kekerasan di Cina terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Kesenjangan kesejahteraan yang terjadi ditengah peningkatan ekonomi disebut-sebut menjadi penyebab kasus terjadi.

Studi juga menunjukkan adanya peningkatan masalah kesehatan mental terhadap masyarakat. Hal ini dikaitkan dengan stres yang dipicu laju kehidupan yang menjadi lebih cepat ditambah sistem pendukung kependudukan menurun. (***)

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Kepri – Wakil Gubernur Kepri Isdianto membuka turnamen futsal antar pelajar se-Provinsi Kepulauan Riau, memperebutkan piala Ketua DPRD Kepri, di Lapangan Futsal Ikan Daun Batam, Selasa, 24 April 2018.

Turnamen yang digelar mulai 23-29 April ini diikuti 33 tim dari 33 sekolah.

Dalam sambutannya, Isdianto berharap agar setiap tim yang berlaga menjunjung tinggi sportifitas. “Dalam pertandingan nanti, Bapak harap kalian menjunjung tinggi sportifitas. Kalah menang itu biasa. Yang penting itu silahturahmi terjaga antara kita semua,” pintanya.

Tak hanya sportifitas, Isdianto juga meminta agar seluruh pelajar menjauhi narkoba. Maka dari itu, Ia mendukung penuh aktifitas olahraga ini sebagai sarana menjauhkan diri dari pengaruh narkoba. “Dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Sekali lagi, jauhi narkoba,” kata Isdianto.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak berjanji turnamen futsal ini akan terus diadakan. Tak hanya futsal, kedepan DPRD akan mempertimbangkan membuat turnamen bola voli, basket dan olahraga tim lainnya. “Ini akan jadi agenda rutin, sekaligus untuk menjaring bibit-bibit potensial muda kita,” kata Jumaga.

Dengan olahraga, Ia berharap prestasi anak muda Kepri terus ditingkatkan. Futsal, kata Jumaga, sebagai bagian dari cabang olahraga mengolah si kulit bundar wajib mengedepankan jiwa sportivitas. Hal itu tentu sangat baik bagi kalangan muda untuk memupuk rasa semangat, kerja sama dan jiwa besar menerima hasil dari pertandingan

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Mafrizon mengatakan bahwa turnamen ini memperebutkan hadiah total Rp52 juta. Adapun tim juara akan memboyong uang pembinaan sebesar Rp20 juta. Sedangkan tim peringkat kedua, ketiga dan keempat masing-masing akan menerima uang pembinaan sebesar Rp 15 juta, 10 juta dan Rp5 juta.

Pencetak gol terbanyak akan diganjar hadiah uang Rp1juta. Begitupula dengan pemain terbaik yang akan menerima hadiah sebesar Rp1 juta.

“Antusias dari pelajar sangat tinggi. Saya berharap tahun depan kegiatan seperti ini bisa diadakan kembali,” kata Mafrizon. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tangerang – Udara malam saat itu cukup dingin, setelah hujan mengguyur sejak sore. Di sebuah meja kecil di pelataran sebuah minimarket terkenal, seorang gadis tampak asik memainkan ponsel. Beberapa kali dia mengarahkan layar ponsel ke depan wajahnya.

Rupanya, gadis itu sedang selfie. Kepada TribunJakarta.com, gadis tersebut memperkenalkan namanya. Cukup indah nama asli gadis bertubuh tinggi semampai itu. Namun, sebelum berbincang, gadis itu minta agar nama aslinya tidak dipublikasikan.

“Pakai nama samaran saja kak, biar keluarga saya tidak tahu soal ini,” katanya memulai obrolan. Akhirnya kami menamakan gadis itu dengan sebutan Amelia.

Amelia tidak sendiri malam itu, dia ditemani temannya satu sekolah. Gadis itu saat ini sekolah di sebuah SMA negeri di daerah Ciledug, Tangerang.

“Saya kelas 12, hari ini baru ujian nasional hari pertama,” ujarnya kepada TribunJakarta.com, Senin, 9 April 2018.

Dengan alasan privaci, Amelia menolak untuk melepaskan masker yang digunakannya. Sambil berbincang, gadis berwajah cantik itu mulai bercerita soal kehidupan pribadinya.

“Hari ini kehidupan pribadi saya hancur. Saya enggak punya pilihan lain kak,” ucapnya pelan.

Dengan suara tersendat, Amelia bercerita kalau dia terpaksa harus ‘menjual’ keperawanannya ke seorang pria yang baru dikenalnya lewat media sosial. Pria yang berstatus mahasiswa itu dikenalnya lewat fitur people nearby Line.

“Kenalan langsung tembak aja deh,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Amelia bercerita, dia menjual keperawanannya seharga Rp 1,5 juta kepada mahasiswa tersebut.

Ini dilakukan karena Amelia membutuhkan uang untuk mengganti uang kegiatan sekolahnya yang hilang.

“Saya dituduh mencuri uang itu, padahal saya sama sekali tidak melakukannnya. Saya bingung harus nyari uang kemana, terpaksa saya lakukan ini,” katanya.

Saat bertemu TribunJakarta, Amelia baru saja mengambil uang pelunasan pembayaran dari sang mahasiswa.

“Tadi sebelum kesini ambil uang pelunasan dulu,” kata gadis berusia 18 tahun itu.

Sepintas tidak tampak kalau Amelia masih duduk di bangku sekolah menengah atas.

Tubuhnya yang tinggi membuat Amelia seperti anak kuliahan.

Malam itu, Amelia memakai kaus tangan panjang warna kuning menenteng sebuah tas kecil.

Saat ditanya apakah perbuatan itu yang pertama dilakukan? Amelia tidak secara lugas menjawab.

“Ya gimana ya kaks, kalau soal itu aku gak mau cerita,” katanya.

Yang jelas katanya, dia terdesak untuk melakukan itu karena tidak ada pilihan lain.

Amelia melanjutkan, orangtuanya bekerja disebuah perusahaan swasta.

Dia anak pertama dari tiga bersaudara.

“Gak berani minta sama bapak, uang segitu kan besar kak,” ucapnya.

Dalam kebingungannya karena dituduh telah mencuri uang kegiatan sekolah, seorang temannya kemudian memberitahukan cara mendapatkan uang dengan cepat.

“Awalnya ragu sih, takut saja orangnya kabur setelah gituin saya,” kata gadis bertubuh bongsor itu.

Tapi karena tidak memiliki pilihan, Amelia terpaksa melakukan hal itu.

Berbekal komunikasi dengan pria tersebut, Amelia kemudian memberikan diri bertemu seusai UN.

Sebelum bertemu, Amelia lebih dulu berganti pakaian.

“Kalau pakai seragam bisa ketahuan sekolah saya,” katanya sambil sesekali memperbaiki masker.

Sesampaikan di hotel yang dimaksud, mahasiswa yang dikenalnya sudah menunggu di kamar hotel.

“Perasaan campur aduk, takut, sedih macam-macam lah kak,” ucapnya.

“Tapi saja janji, ini yang pertama, saya enggak akan mengulanginya lagi,” janji Amelia.

Setelah berbincang banyak, tak terasa jam sudah menunjukan pukul 9 malam.

Amelia yang sejak bertemu asik bercerita, memilih untuk pulang duluan.

“Gitu aja ya ceritanya, nanti kalau masih penasaran kita bisa ngobrol lagi. Saya pulang duluan, besok masih UN soalnya,” kata Amelia sambil beranjak dari duduknya.(***)

sumber: tribunnwes.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) memberi kesempatan untuk lulusan SMA untuk mengikuti seleksi sekolah kedinasan Politeknik Ilmu Permasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim). Adapun jumlah kuota yang disediakan ialah 600 orang.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Minggu, 8 April 2018. Kuota untuk formasi Poltekip 300 orang dengan rincian pria 225 pria (taruna) dan wanita 75 wanita (taruni). Kemudian, kuota untuk Poltekim sebanyak 300 orang. Jumlah ini juga terdiri dari 225 taruna dan 75 taruni.

Untuk mendaftar sekolah dinas ini, ada beberapa persyaratan yang dipenuhi pelamar. Antara lain, pelamar merupakan warga negara Indonesia, pendidikan SMA sederaja dengan nilai rata-rata yang terdapat dalam ijazah sekurang-kurangnya 7 (skala 1-10) atau 70 (skala 10-100) atau 2,85 (skala 2,85). Nilai Bahasa Inggris pada rapor kelas XII sekurang-kurangnya 7 (skala 1-10) atau 70 (skala 10-100) atau 2,85 (skala 1-4).

Usia pada tanggal 1 April 2018 serendah-rendahnya 17 tahun dan tidak lebih 22 tahun. Tinggi badan minimal 165 cm pria dan 158 cm wanita. Berbadan sehat, tidak cacat fisik dan mental, bebas HIV/AIDS, bebas narkoba, tidak memakai kacamata, tidak tuli dan buta warna.

Pria tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya kecuali disebabkan ketentuan agama atau adat. Bagi wanita tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik anggota badan lainnya selain telinga.

Pelamar belum pernah menikah dibuktikan dengan surat keterangan dari lurah/kepala desa dan sanggup tak menikah selama pendidikan.

Pendaftaran sekolah dinas ini akan dimulai pada 9-30 April 2018 dengan pendaftaran oneline melalui https://sscndikdin.bkn.go.id untuk mendapatkan username dan password. Kemudian, pelamar mencetak bukti pendaftaran itu. Setelah itu, pelamar melakukan pendaftaran selanjutnya dengan mengisi biodata dan mengunggah berkas di https://cata.kemenkumham.go.id dimulai tanggal 9-30 April 2018. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Sebanyak 248 sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan melaksanakan Ujian Nasional (UN) 2018.

Dari jumlah tersebut sebanyak 130 sekolah akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2018. Jadi sebanyak 118 sekolah masih menjalankan Ujian Nasional berbasis Kertas Pensil (UNKP).

“Total sekolah di Kepri sebanyak 248 SMA sederajat akan melaksanakan Ujian Nasional,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Arifin Nasir belum lama ini.

Disebutkannya, untuk yang melaksanakan UNBK tahun ini 130 sekolah. Terdiri dari 48 SMA, 22 MA (madrasah aliyah), dan 60 SMK (sekolah menengah kejuruan).

Selanjutnya, katanya, pelaksanaan UNBK ada yang dilakukan secara mandiri atau di sekolah sendiri, dan ada yang menumpang di sekolah lain. Jumlah sekolah yang UNBK mandiri sebanyak 115 sekolah, dan yang menumpang 15 sekolah.

Sekolah-sekolah tersebut, kata dia, sudah tiga kali melakukan simulasi. Dan panitia tidak menemukan kendala berarti. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada prinsipnya sekolah-sekolah ini telah siap gelar UNBK.

Dinas Pendidikan Kepri juga sudah memastikan ketersediaan dan kesiapan jaringan internet di lokasi sekolah. Karena jika tidak ada jaringan internetnya, pelaksanaan UNBK tidak bisa dipaksakan.

Adapun rincian per kabupaten/kota yakni Kota Batam sebanyak 22 SMA UNBK mandiri, dua SMA menumpang, 32 UNKP. Kemudian 12 MA UNBK mandiri, 32 SMK UNBK mandiri, empat SMK di sekolah lain, dan 16 SMK UNKP.

Di Kota Tanjungpinang, 12 SMA UNBK mandiri, satu SMA UNKP. Selanjutnya masing-masing satu MA UNBK mandiri menumpang di sekolah lain. Serta delapan SMK UNBK mandiri dan satu SMK menumpang.

Kemudian di Karimun, tiga SMA UNBK mandiri, satu SMA menumpang, dan 13 UNKP. Sedangkan untuk MA, satu UNBK mandiri dan tiga UNKP. Untuk SMK, masing-masing empat UNBK mandiri dan UNKP.

Di Kabupaten Bintan, empat SMA UNBK mandiri dan enam UNKP. Selanjutnya dua MA UNBK mandiri dan satu MA menumpang. Tiga SMK UNBK mandiri, satu menumpang, serta tiga UNKP.

Kabupaten Natuna, satu SMA UNBK mandiri, 13 lainnya UNKP. Kemudian masing-masing dua MA UNBK mandiri dan menumpang, serta satu UNKP. Sementara SMK, masing-masing dua sekolah baik UNBK mandiri, menumpang, UNKP.

Di Kabupaten Lingga, jumlah sekolah yang ikut UNBK mandiri sebanyak lima sekolah, terdiri dari tiga SMA dan dua SMK. Sedangkan yang melaksanakan UNKP sebanyak 14 sekolah. Terdiri dari delapan SMA, masing-masing tiga MA dan SMK.

“Untuk di Anambas, hanya satu sekolah yang melaksanakan UNBK, satu SMK, mandiri. Yang lain masih UNKP semua. Ada lima SMA, tiga MA, dan dua SMK yang UNKP,” paparnya.

Arifin mengatakan UNBK untuk SMA dilaksanakan pada 2-5 April 2018, dan untuk SMK pada 9-12 April 2018. Pemerintah sengaja membuat waktunya berbeda, agar SMK yang belum punya fasilitas komputer bisa menumpang di SMA, begitu juga sebaliknya. (***)

sumber : media centre batam