SENDIRI

MEDIAKEPRI.CO.ID – Kendaraan saat ini dikembangkan dengan teknologi canggih. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah kendaraan otonom yang tak memerlukan sopir.

Teknologi tanpa sopir sudah biasa diterapkan di kendaraan roda empat. Namun, ke depan sepeda motor juga akan ada yang menggunakan teknologi serupa.

Kini, sudah mulai dikembangkan teknologi otonom untuk sepeda motor. Demikian seperti dilansir dari MCN, Sabtu, 16 Juni 2018.

Motor berteknologi otonom sudah mulai diuji. Motor tanpa pengemudi dikembangkan AB Dynamics Ltd bekerja sama dengan AutoRD. Motor tanpa pengemudi bisa mengikuti lintasan dan disesuaikan kecepatannya.

Gerakan motor otonom diprogram menggunakan perangkat lunak dengan kemampuan mengikuti lintasan. Motor juga sempat diuji dalam hal koordinasi dengan kendaraan lain.

Koordinasi dengan kendaraan lain berjalan mulus berkat sistem sinkronisasi AB Dynamics. Hal itu memungkinkan motor untuk berjalan di lalu lintas yang padat.

Dari video ini juga bisa dilihat stabilitas motor tanpa pengemudi. Motor berjalan tanpa ada yang mengendalikan di atasnya, seperti ada hantunya, hiii. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bojonegoro – Seorang gadis menjadi korban kebejatan temannya sendiri. Korban yang masih berusia 18 tahun diperkosa Gilang (23), warga Kecamatan Bojonegoro Kota.

Saat itu korban, pelaku dan satu temannya nongkrong bertiga di salah satu warung kopi Jalan Veteran Bojonegoro. Korban sudah berkali-kali meminta pulang, namun pelaku menolak dengan beribu alasan.

Pelaku pun akhirnya menyerah dan mengantar korban pulang. Namun, korban hanya diajak putar-putar Kota Bojonegoro. Dan saat menemukan tempat sepi, korban diperkosa di semak-semak tepi Sungai Bengawan Solo Kelurahan Banjarejo.

Korban diancam dibunuh jika menolak ajakan pelaku dan tidak akan melaporkan kejadian ini kepada siapapun. Namun korban yang merasa kesakitan melaporkan kondisinya ke orangtuanya. Karena tidak terima, bapak korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Bojonegoro Kota.

Petugas akhirnya berhasil menangkap pelaku dan melakukan penyidikan.

“Jadi korban ini sebelum diantar pulang, diajak naik motor muter kota, baru dipaksa dan diancam. TKP-nya di semak-semak di tepi Sungai Bengawan Solo Kelurahan Banjarejo,” KATA Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli, Selasa, 5 Juni 2018.

Di hadapan penyidik, pelaku membenarkan memperkosa korban yang tak lain temannya sendiri.

“Saat itu korban bersikeras minta diantar pulang, namun pelaku GL selalu alasan tidak jelas,” tambah kapolres.

Atas perbuatannya, pelaku melanggar pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan. Barangsiapa dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan memaksa seorang wanita yang bukan istrinya bersetubuh dengan dia, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, New York – Seorang mahasiswi senior di Cornell University, New York melucuti pakaiannya selama presentasi tesis. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk melawan ‘penilaian yang menindas’.

Peristiwa ini terjadi setelah dosen atau profesornya diduga mengkritik ukuran celana pendek yang dipakai mahasiswanya tersebut. Saat itu juga, wanita bernama Letitia Chai melepas baju dan celana pendeknya di depan profesor dan teman-temannya pada hari Sabtu selama presentasi skripsinya.

Chai mengklaim bahwa ia melakukan tindakan itu sebagai protes terhadap komentar Profesor Rebekah Maggor yang mengomentari celana pendeknya karena dinilai terlalu minim.

Ia kemudian menulis unggahan di Facebook untuk menjelaskan kronologi kejadiannya:

“Hal pertama yang dikatakan profesor itu kepada saya adalah: Apakah kamu serius memakai celana itu? Celanamu terlalu pendek.”

“Profesor mulai memberi tahu saya, di depan seluruh kelas saya, bahwa saya mengundang tatapan laki-laki, membuat mereka tidak fokus dengan isi presentasi saya.”

“Dia mengatakan bahwa saya membuat pernyataan lewat pakaian saya.”

“Saya mengatakan kepadanya bahwa saya yakin tidak akan mengubah pernyataan saya untuk membuatnya atau orang lain merasa lebih nyaman.”

Chai memang ingin mempertegas prinsip feminisme dalam hidupnya.

Tak perlu menunggu lama, unggahan Chai tersebut langsung viral.

Untuk memberi klarifikasi, Rebekah Maggor mengatakan kepada The Cornell Daily Sun:

“Saya tidak memberi tahu murid-murid saya apa yang harus dikenakan, juga tidak saya menjelaskan mengenai pakaian yang tepat untuk mereka pakai.”

“Saya meminta mereka untuk merenung sendiri dan membuat keputusan sendiri.”

Teman-teman Chai mengatakan bahwa komentar Maggor memiliki ‘kesalahan dalam mengutarakan’ poinnya.

Mereka menyoroti ‘pentingnya profesionalisme ketika berbicara di depan umum.’

Mereka juga mengatakan bahwa profesor itu meminta maaf berulang kali untuk komentarnya dan mengakui bahwa ‘penilaiannya’ pada celana pendek wanita itu mengandung banyak muatan budaya dan politik.

Reaksi media sosial sangat beragam.

Beberapa netizen memuji Chai atas keputusannya untuk melepaskan pakaiannya.

Sementara itu, warganet yang lain melihatnya sebagai sifat ‘kekanak-kanakan’.

Seseorang menulis:

“Benar-benar payah, kekanak-kanakan, dan egois.”

“Tidak ada yang perlu melihat tubuhnya.”

Yang lain berkata:

“Ini adalah kemerosotan budaya. Ini adalah taktik yang sering digunakan untuk mencari perhatian.”

Ada juga yang berkomentar:

“Apakah ini di sekolah menengah atau perguruan tinggi?”

“Mereka seharusnya ditangkap karena bertindak tidak sopan.”

“Beberapa orang akan melakukan apa pun demi mencari perhatian!”

Di sisi lain, masih ada netizen yang mencoba membela Chai:

“Saya setuju dengan pendapat wanita ini.”

“Dia berdiri dan menyatakan bahwa dia lebih dari pakaiannya.”

“Kita semua manusia. Kita semua setara. Jika proses berpikir orang-orang masih seperti ini, mereka tidak akan maju.”

sumber: tribunnews.com

GOSIP

Sabtu | 28 April 2018 | 12:14

Maia Estianty Akan Menikah, Al: Aku Sendiri Setuju

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Hubungan Maia Estianty dengan Irwan Mussry sudah mendapat lampu hijau dari anak-anaknya. Salah satunya adalah Al Ghazali yang sudah sangat nyaman dan suka dengan kepribadian Irwan Mussry.

Al Ghazali mendoakan sang bunda lekas menikah. Lantas apa yang membuat Al Ghazali setuju Maia Estianty dengan Irwan Mussry?

“Setelah aku lihat kepribadiannya, personalitynya, aku juga melihat Bunda lebih bahagia sekarang. Nggak kayak dulu, dulu kan pas jaman chaos, sekarang aku lihat Bunda bahagia. Otomatis Al, El, Dul juga ikut bahagia,” ungkap Al Ghazali ditemui di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat 27 April 2018.

“Aku sendiri setuju,” tambah Al.

Sebagai seorang pebisnis Irwan Mussry dinilai Al adalah sosok yang bisa membuat orang-orang di sekitarnya nyaman. Irwan juga sangat mengemong anak-anak Maia dengan baik.

“Dia kan businessman, kunci kesuksesan businessman itu adalah men-service orang. Dan Om Irwan itu orangnya sangat men-service, jadi ya kita merasa di service, bikin kita nyaman,” puji Al Ghazali kepada Irwan Mussry.

sumber: detik.com

Korban Terbujur Kaku di UGD Elizabet, Rekannya Harus Nginap di Hotel Pledoi

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam – Peristiwa berdarah di Perumahan Griya KPN, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Kepri, Minggu, 22 April 2018 sekitar pukul 16.00 WIB jadi perhatian masyarakat Kepri dan Batam khususnya.

Dengan kejadian ini, begitu berasa sekali lemahnya perekonomian di Batam. Soalnya, diduga karena persoalan utang piutang, peristiwa naas ini tidak dapat dielakkan lagi. Padahal, antara korban dan pelaku saling kenal dan berteman.

BACA: ‘Kamu Mau Bayar Ga’, Mantan Satpam UNIBA Itu Terkapar Bersimbah di Komplek Griya Batam

Faisal yang merupakan mantan satuan pengaman (Satpam) di Universitas Batam (UNIBA) belum mampu membayar pinjamannya kepada Heri. Akhirnya, anggota tubuhnya harus menjadi korban dari keganasan pelaku yang hilaf karena tidak tertutup kemungkinan sangat membutuhkan uang.

Atas kejadian ini, Faisal harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Elizabet. Dan belum diketahui dengan pasti kondisi korban.

Sedangkan Heri harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang melawan hukum. Dan petugas harus menahan dirinya di penjara Polsek Batam Kota. (bayu wasono)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Istri Firli, Ardina Safitri mengaku kehidupan dirinya bersama dengan pria yang baru saja dilantik menjadi Deputi Bidang Penindakan KPK itu, jauh dari kata mewah.

Bahkan, dia merasa selama ini dirinya terbilang sederhana.

“Tidak tahu ya, saya sih merasa selama ini biasa saja. Kehidupan kami juga sederhana saja,” ucapnya usai pelantikan suaminya di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Jumat, 6 April 2018.

Tidak jarang, kata dia, Firli memasak makanan sendiri untuk dirinya dan keluarga. Masakan yang paling diandalkan adalah nasi goreng.

Menurut Ardina, masakan nasi goreng buatan suaminya begitu khas. Membuat dia dan anak-anaknya kangen.

“Ya pasti lah. Saya dan anak-anak tinggal di Bekasi. Kadang kangen juga masakan nasi goreng bapaknya. Dia masak sendiri,” ungkapnya.

Ardina juga mengatakan tidak ada kendaraan mewah di garasi rumahnya. Hanya satu unit Toyota Innova yang terparkir.

Itu pun biasa dikendarai sendiri, tanpa sopir.

“Saya dan suami biasa kok nyetir sendiri,” ujarnya.

Ketua KPK, Agus Rahardjo secara khusus menyampaikan pesan kepada Firli dan istri, sebaiknya tidak memakai kendaraan dan pakaian yang mewah. Alasannya, akan menjadi kritik bawahannya.

“Disini kalau bawa mobil sedikit mewah, dikritik anak buah. Hal itu disesuaikan dengan emosi dan kultur di KPK. Itu tidak sulit, mudah dilakukan,” ujarnya.

Nantinya, kata Agus, KPK akan melakukan evaluasi terhadap kinerja dan sikap Deputi Penindakan secara 360 derajat.

Artinya, semua pihak yang berhubungan langsung dengan Firli dapat memberikan masukan dan kritik. Tidak terkecuali, bawahan dan pimpinan, termasuk rekan satu tim. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekali lagi menjadi teladan bagi rakyatnya.

Jokowi yang terpilih sebagai orang nomor satu di Indonesia karena dikenal sebagai pemimpin yang merakyat memang bukan isapan jempol.

Salah satu buktinya saat Presiden Jokowi datang sendiri untuk memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).

Hal tersebut diketahui dari unggahan Instagram @satlantas_polrestabogorkota pada Senin, 26 Maret 2018.

Jokowi memperpanjang SIM di mobil layanan SIM keliling pada Sabtu, 24 Maret 2018.

Saat memperpanjang SIM, Jokowi juga turut melakukan sesi foto biasa selaiknya pengendara lainnya.

Tampak foto kedua di unggahan, Jokowi duduk dengan latar belakang biru berlambang Kepolisian.

Di sampingnya juga berdiri Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya.

Jokowi tampak mengenakan setelan jas warna biru.

Penampilannya juga dipadu kemeja putih serta dasi warna merah.

Proses perpanjangan SIM mengambil lokasi di dalam area Istana Bogor, Jalan Juanda, Kota Bogor.

“Sabtu (24/3/2018) lalu, Presiden @jokowi didampingi Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol @ulungsampurna95 menyempatkan diri untuk memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) melalui pelayanan SIM Keliling Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota di Istana Kepresidenan Bogor, Jl. Ir. H. Juanda Kota Bogor.

Di sela-sela kesibukannya, Pak Jokowi masih sempet loh, bikin perpanjangan SIM.

Bagaimana dengan kita? Hayoo.. Sudah punya SIM belum?

Pak Jokowi aja bikin SIM. Masa kita yang sehari-hari bawa kendaraan ga punya SIM? Malu doong..”

Di foto ketiga, Jokowi terlihat duduk sambil memegang pulpen di depan alat scanner.

Di hadapannya juga tampak seorang polisi yang duduk.

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Komisaris Bramastyo Priaji menyebut Jokowi memperpanjang SIM untuk jenis SIM A dan SIM C.

Selain Jokowi, banyak juga karyawan Istana yang ikut memperpanjang SIM-nya.

“Kemarin mobil SIM keliling di sana sekitar setengah jam. Karena selain Pak Presiden, banyak juga karyawan Istana yang ikut.”

“Terutama yang tanggal masa berlaku SIM-nya sudah hampir habis,” kata Bramastyo dikutip di kompas.com. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Riyadh – Meski sudah ratusan kali melakukan eksekusi pemancungan, Abdallah Al Bishi tak dapat melupakan pengalamannya melihat eksekusi hukum pancung.

Kala itu ia masih bocah dan menyaksikan ayahnya, Said Al Bishi, algojo Kerajaan Arab Saudi, melakukan eksekusi hukuman pancung di depan Gerbang King Abdul Al Aziz di Mekah.

Orang-orang di sekitarnya selalu membicarakan eksekusi pancung berhubungan dengan sistem pencernaan. Abdallah ingin melihat pemancungan untuk belajar mengenai alat pencernaan manusia karena akan menghadapi ujian. Tapi pemandangan yang ditemuinya benar-benar membuatnya kaget.

“Ketika ayah mengeksekusi, saya berlari mendekat untuk melihat sistem pencernaan manusia. Tapi yang saya lihat hanyalah kepala manusia melayang dan leher yang terlihat seperti lubang sumur.

Cukup, saya tidak dapat melihatnya lagi,” kenangnya dalam wawancara dengan stasiun televisi Lebanon, LBC TV, November 2006.

Abdallah mengaku tak mengetahui apa yang terjadi setelahnya, ia hanya ingat sebuah mobil mengantarnya pulang ke rumah. Malamnya, ia tak dapat tidur. Tapi beberapa hari berlalu ia sudah terbiasa dengan ingatan pemancungan.

Frances Larson dalam Severed: A History of Heads Lost and Heads Found, menuliskan bahwa kepala merupakan pusat aktivitas kesadaran manusia. Kepala tersusun atas 20 tulang, lebih dari 32 gigi, otak, dan organ sensorik. Keseluruhan susunan ini tertata dalam ruang terbatas bersama indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan rambut.

Leher manusia memiliki kekuatan untuk menopang dan menjadi penghubung jaringan darah. Ketika kepala terpisah maka darah akan menyembur dengan kencang. Hal ini menyebabkan pemancungan menjadi pekerjaan paling berdarah.

“Ketika kepala terpisah ada ahli yang mengatakan manusia masih hidup dua detik, ada yang mengatakan tujuh detik dengan perhitungan persediaan oksigen di otak. Tapi itu semua bakal menyakitkan dengan kepala terpisah dari badan,” tulis Larson.

Pengalaman melihat pemenggalan itu tak membuat Abdallah kapok. Saat dewasa ia justru meneruskan pekerjaan sebagai algojo kerajaan setelah ayahnya berpulang pada 1991. Hari pertama bekerja ia mengayunkan pedang ayahnya, yang dinamai Sultan, untuk memancung tiga terpidana mati. Abdallah hanya merasa canggung sebentar ketika hendak melakukan tugasnya.

Profesi sebagai algojo pancung terus ditekuninya. Pengetahuan dan koleksi pedangnya bertambah. Ia menyebutkan pedang tersebut jenis jowhar yang khusus dibuat untuk melakukan eksekusi. Salah satu pedang dinamainya Qaridha yang didesain untuk diayunkan secara vertikal.

Ratusan tugas untuk memancung kepala sudah dijalaninya. Ia menganggap dirinya hanya menjalani perintah agama, tugasnya sudah dijelaskan dalam kitab suci. Makanya Abdallah tak memiliki keraguan sedikitpun.

Eksekusi mati bukan satu-satunya tugas buat Abdallah. Dalam wawancara terpisah di stasiun televisi yang sama, ia menyebutkan juga memenggal kaki dan tangan terpidana pencurian. Terpidana tersebut diberikan bius lokal sebelum pedang Abdallah menebas.

Jika ia merasa iba, hal itu justru akan mempersulit terpidana tersebut hingga tugasnya tak lancar dan menyebabkan rasa sakit. Abdallah mengaku pernah mengeksekusi orang-orang yang dikenalnya. Tapi ia takkan terpengaruh dengan kedekatan itu. bahkan selalu menemui terpidana mati yang dieksekusinya untuk rekonsiliasi.

Kini Abdallah berhasil mendidik anak tertuanya, Badr, sudah menjalani profesi ini dan akan ditempatkan di Riyadh. Dua anak lainnya, Muhammad dan Faysal, sudah diajak untuk menyaksikan pemancungan dan pemenggalan tangan serta kaki.

Rekan seprofesi Abdallah, Abdallah Ahmad Bakhit Al Ghamedi mengaku pemancungan terpidana perempuan lebih susah karena lehernya tertutup. Biasanya ada sedikit celah terbuka di dekat leher kiri. Seorang algojo ahli akan menyasar celah ini dengan tepat.

Meleset sedikit dapat menyentuh penutup kepala hingga membuat orang yang dipancung merasa lebih sakit.

“Saya pernah mengeksekusi tiga perempuan dengan satu pedang. Satu saya eksekusi di Riyadh, dua orang di Dammam, dan ada yang keempat saya eksekusi di Jeddah. Eksekusi ini lebih sulit dari laki-laki. Leher laki-laki terlihat jelas di bawah dagunya,” aku Ahmad Bakhit.

Seluruh eksekusi ini tak mempengaruhi kehidupan pribadi Ahmad Bakhit. Usai eksekusi, ia tetap bergaul dan bercengkrama dengan keluarga secara normal. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Muhammad Affan mengatakan untuk tahun 2018 ini Pemkab Karimun akan menghasilkan produk beras sendiri. Hal tersebut didukung dengan tersedianya lahan persawahan yang ada di Kundur Utara seluas 100 Hektar.

“Tahun ini kita sudah dapat memproduksi beras, untuk tahap pertama kemarin dari 17 Hektar yang ditanam dapat menghasilkan 1,5 sampai 2 ton beras. Memang hasil tersebut masih rendah, tapi kerja sama dengan petani di Penyalai sudah 80 persen berjalan,” kata Affan, Kamis, 1 Februari 2018.

Selain memiliki lahan persawahan, Pemkab Karimun juga sudah memiliki mesin penggilingan dan alat pengering mekanis untuk dimanfaatkan saat musim panen padi berlangsung.

Meski begitu, menurut Affan masih terdapat beberapa kendala yang dialami dalam memaksimalkan hasil panen padi diantaranya tehnik budidaya yang belum tepat, tanahnya masam dan sumber benih masih berfariasi. Namun untuk kualitas beras yang dihasilkan, Affan menyebut memiliki kualitas di atas medium di bawah premium.

“Memang masih ada beberapa kendala, tapi itu tidak menjadi masalah lah,” ucap Affan.

Ia menambahkan, untuk tahun ini di akan ditanam padi secara serentak seluas 50 Hektar. (kmg/viar)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie meminta maaf karena langsung tersingkir di babak pertama Indonesia Masters 2018. Jonatan menyebut tak bisa keluar dari tekanan lawan.

Bertanding di Istora Senayan, Rabu 24 Januari 2018, Tommy dikalahkan wakil Korea Selatan, 15-21 dan 10-21 dalam waktu 37 menit.

“Di gim pertama saya sudah siap dan sudah dipikirkan mau pukulan seperti apa. Di gim kedua sebelum interval masih bagus. Setelah leading, beberapa kali mati sendiri. Bola yang tidak seharusnya mati, justru mati. Beberapa poin hilang karena kesalahan sendiri,” ungkap Jonatan, dalam jumpa pers usai laga.

“Memang agak sedikit terganggu dengan angin. Di gim kedua, saya masih belum bisa keluar dari penampilan gim pertama. Menghadapi Son Wan Ho harus berani adu banyak pukulan. Banyak pukulan dia yang tidak bisa saya kembalikan, Saya bingung mau main seperti apa. Bisa dibilang saya sering mati konyol,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jonatan meminta maaf pada penonton yang sudah memberikan dukungan padanya di Istora.

“Saya minta maaf pada suporter karena saya tidak bisa mengeluarkan permainan terbaik. Saya juga tidak tahu kenapa,” tandasnya.

Di pertandingan lain, Tommy Sugiarto menjadi wakil tunggal putra pertama yang lolos ke babak kedua. Tommy mengalahkan rekan senegaranya, Shesar Hiren Rhustavito, 21-16 dan 21-19. Lawan Tommy di babak kedua adalah pemenang antara Sony Dwi Kuncoro (Indonesia) dan Ng Ka Long Angus (Hong Kong).

sumber: inilah.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Nita Thalia diketahui menjadi istri kedua seorang pengusaha selama belasan tahun. Padahal sebelum mau jadi istri kedua, sang pedangdut sangat menentang adanya poligami.

Sampai sekarang pun pemikiran soal poligami tetap tidak disetujui oleh Nita Thalia. Lantas apa yang membuatnya mau dimadu?

“Aku bukan orang yang setuju poligami dari dulu bahkan sampai sekarang. Tapi mungkin ini sudah jalan Tuhan saja. Aku orang yang nggak setuju deh. Kalau bisa istri satu saja,” buka Nita di acara talkshow di Gedung Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan.

“Dari awal-awal juga sadar (mau jadi istri kedua). Tapi aku ada garis keturunan dari nenek yang juga begitu,” terangnya lagi.

Nita Thalia mengungkapkan, dirinya menjalani poligami selama 17 tahun sangat membutuhkan kesabaran. Di awal melakukan itu, ia pun merasa tersakiti juga.

“Awal-awal ada (tersakiti), tapi sekarang sudah bisa jalani itu semua. Suami, istri pertama, istri kedua harus sama-sama punya kesabaran tingkat tinggi, kalau nggak punya itu runtuh,” tukas Nita Thalia. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun, Aunur Rafiq menyaksikan langsung uji coba mesin penggilingan padi di Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun, Selasa, 16 Januari 2018.

Didampingi Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Muhammad Affan, Kadis Perikanan, Ruffindy Alamsjah, Kadis Perdagangan, Koperasi, UKM, dan ESDM Muhammad Yosli, Kabag Humas, Eko Riswanto dan Camat Kundur Utara, Ery Novaljadinata, Bupati juga meninjau lahan padi di desa tersebut.

Disela-sela menyaksikan uji coba penggilingan padi itu, Aunur Rafiq meminta agar kedepannya para petani di Teluk Radang dapat menghasilkan beras dengan merek maupun kemasan atas nama sendiri.

“Untuk itu saya minta OPD terkait khususnya kepala Dinas Pertanian agar membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi para petani dalam mengembangkan hasil panennya,” kata Rafiq.

Rafiq juga meminta kepada petani agar dapat memulai masa tanam secara bersamaan pada Juli ataupun menyesuaikan. Sehingga panen dapat dilakukan secara bersamaan.

Sementara itu, Kepada Dinas Pangan dan Pertanian, Muhammad Affan menyampaikan bahwa secara umum uji coba yang dilakukan berhasil dengan baik. Hanya saja dapat terdapat kelemahan pada tingginya kadar air pada gabah.

“Kekurangan itu nantinya akan dievaluasi bersama petugas penyuluh dan petani untuk solusi kedepannya,” ucapnya. (kmg/viar)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cirebon – Petugas Polsek Pabedilan dan Unit PPA Satuan Reskrim Polres Cirebon masih mendalami kasus ayah yang tega meracuni anak kandungnya.

Petugas yang melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti.

“Botol minum, botol susu, mangkuk, bungkus racun tikus, dan bungkus susu,” kata Kapolsek Pabedilan, AKP Abdullah, saat ditemui di RSUD Waled, Kabupaten Cirebon, Sabtu 6 Januari 2018 malam.

Ia mengatakan, seluruh barang bukti itu disimpan di Mapolsek Pabedilan untuk keperluan penyelidikan.

Selain mengeluarkan bau menyengat, kondisi barang bukti itu tampak mengerikan.

Di botol susu yang diduga milik Kaisar Alfikar, sisa air susunya tampak menghitam.

Air yang menghitam juga terlihat di botol minuman kemasan yang diduga bekas Taufik.

Selain itu, beberapa peralatan lainnya juga tampak menghitam.

Diduga warna hitam itu akibat tercampur racun tikus yang dibeli M Taufik.

Diduga motif M Taufik yang nekat meracuni anak kandungnya, Kaisar Alfikar, diawali cekcok dengan istrinya, Karis.

Taufik menelepon istrinya yang bekerja di Batam dan meminta dikirimi sejumlah uang.

Namun, Karis menolak. Hingga Taufik mengancam akan minum racun bersama anaknya jika tidak dikirimi uang.

Karis yang kesal justeru menantang suaminya untuk meminum racun.

“Palaku yang gelap mata langsung beli racun dan meminumnya bersama anaknya,” ujar Abdullah.

Hingga kini petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Selain itu, kondisi M Taufik juga masih terbaring lemah di IGD RSUD Waled Kabupaten Cirebon.

Tangan pria yang seluruh badannya dipenuhi tato itu tampak dipasangi borgol yang terkait di ranjangnya.

Sementara beberapa petugas tampak berjaga di sekitar IGD itu. (***)

sumber: tribunnews.com

RAGAM

Sabtu | 06 Januari 2018 | 16:50

Seorang Bapak Racuni Bayinya, dan Dirinya Sendiri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cirebon – M Taufik (27) tega meracuni anak kandungnya yang baru berusia 14 bulan, Sabtu 6 Januari 2018 siang.

Warga Desa Babakanlosari, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, itu mencampur racun tikus ke dalam susu dan meminumkannya kepada Kaisar Alfikar, anaknya.

“Kemudian pelaku ikut meminum juga,” kata AKBP Risto Samodra, Kapolres Cirebon, melalui pesan singkatnya, Sabtu 6 Januari 2018.

Menurut Kapolres Cirebon, kedua korban langsung dilarikan ke RSUD Waled, Kabupaten Cirebon.

Belum diketahui motif M Taufik melakukan aksi nekat tersebut.

Hingga berita ini ditulis, keduanya masih menjalani perawatan Intensif di RSUD Waled, Kabupaten Cirebon. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya kembali mengungkap tindak kejahatan human trafficking (perdagangan manusia).

Kali ini serang bernama Bandar Priyo Handoko (22), asal Waru Sidoarjo ditangkap lantaran menjual istrinya ke pria hidung belang.

Dalam praktiknya, Priyo yang sehari-harinya bekerja driver ojek online ini menawarkan IS (25) yang tak lain istrinya sendiri ke media sosial facebook (FB).

Melalui grup FB, Priyo mengunggah iklan jika UM bisa diajak kencan di hotel.

Setelah mengunggah di grup FB, tak lama kemudaian ada pria hidung belang yang berminat kencan dengan IS.

Tapi, pria hidung belang ini menginginkan supaya bisa berhubungan bertiga alias threesome.

Setelah disepakati, akhirnya Priyo mengantarkan istrinya menemui pria hidung belang di sebuah hotel di Jl Jemursari Surabaya, Minggu, 24 Desember 2017 malam.

Setelah tiba di lokasi, Priyo, istrinya dan pria hidung belang bermain sek threesome.

“Saya tahu bermain threesome setelah gabung di grup facebook. Sebelumnya tidak tahu dan saya melakukan ini semata-mata fantasi sek saja,” aku Priyo di Mapolrestabes Surabaya, Rabu, 27 Desember 2017.

Dia mengaku, mendapat imbalan Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu dari pria hidung belang yang memasan istrinya. Perbuatan asusila tersbeut selalu dilakukan di hotel yang ada di Surabaya.

“Saya sudah tiga kali mengantar istrinya menemui pelanggan di hotel dan saya juga ikut bermain,” aku Priyo.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol I Dewa Gede Juliana mengatakan, pelaku Priyo ditangkap usai mengantar istrinya ke hotel di Jl Jemursari Surabaya.

“Tersangka Bandar dan korban merupakan suami-istri. Tapi justru mengizinkan istrinya berbuat asusila. Tersangka juga ikut threesome,” kata Gede Juliana.

Gede Juliana menuturkan, tersangka ini sekali menawarkan istrinya, bisa mendapat uang senilai Rp 250 ribu – Rp 300 ribu sekali kencan. Dan mengaku baru triga kali menjual istrinya ke pria hidung belang.

“Tapi kami masih kembangkan kasus ini, tidak tertutup keungkinan lebih dari tiga kali,” pungkas Gede Juliana. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banjarmasin – Badan Ahim (70) mengalami luka bakar, bahkan bisa dikatakan gosong. Seluruh tubuh telah dimakan api dan menyebabkan ia meregang nyawa.

Di dalam rumahnya di Tangan Bangun, KM 3, Tamban, Barito Kuala tempat ia tinggal sendiri, Ahim memgehembuskan nafas terakhir. Ia meninggal dalam kebakaran yang di duga disebabkan oleh api di kaleng yang menerangi rumahnya pada subuh Kamis 14 Desember 2017

Kapolsek Tamban, Iptu Mumung Suhaya mengatakan Ahim tinggal sendirian. Ia ditemukan warga dalam kondisi terbakar, bahkan bisa dikatakan gosong.

“Jadi dia tinggal di rumah sendirian, kemudian dia menggunakan penerangan lampu teplok. Pada saat dia tidur, masyarakat melihat sudah ada api. Posisinya dia ada di rumah dan mungkin lampu itu jatuh dan menyambar bagian rumah dari kayu,” cerita Iptu Mumung

Ia mengatakan perkiraan kebakaran terjadi pukul 05.00 wita. Sejauh ini lokasi dan korban masih dalam tahap pemeriksaan. Namun kemungkinan besar api berasal dari lampu teplok karena di rumahnya tidak ada aliran listrik. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karawang – Misteri pembunuhan sadis di Karawang terkuak. Kasus mutilasi itu terungkap setelah polisi menyebar sketsa tato korban.

Kapolres Karawang, AKBP Hendy Febrianto Kurniawan menceritakan proses pengungkapan kasus yang bikin geger warga Karawang itu. Hendy bercerita, Beberapa hari setelah penemuan potongan tubuh di jalan Syech Quro, Dusun Ciranggon III RT 11 RW 03 Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Karawang, petunjuk polisi masih minim.

“Saat itu, kami gencar menyebar sketsa ciri khusus yang ditemukan di potongan tubuh korban,” kata Hendy kepada wartawan, Rabu 13 Desember 2017.

Misteri pembunuhan sadistis ini lalu menemui titik terang pada pada Senin 11 Desember 2017 Tiba – tiba, seorang pria datang ke Mapolsek Karawang.

“Dia melapor kehilangan istrinya, berinisial SA. Pelaku awalnya datang melapor korban adalah istrinya. Kita lakukan pendalaman keterangan suami dan TKP,” kata Hendy.

Pria itu, lanjut Hendy, berinisial MK. Kepada polisi, MK membeberkan ciri – ciri yang terdapat di tubuh istrinya.

“Namun kami menemukan keterangan yang janggal dan mencurigakan,” ungkap Hendy.

Setelah mengiinterogasi MK, polisi lalu menemukan hubungan antara keterangan MK dengan fakta – fakta mengenai jenazah mutilasi di Desa Ciranggon.

“Sampai akhirnya, kami melakukan olah TKP di sini,” tutur dia.

Menurut Hendy, pembuktian kasus mutilasi ini menggunakan metode ketting beweijz.

“Pembuktiannya harus jeli karena menyusun rangkaian petunjuk, agar match dengan persangkaan pelaku,” ungkap dia. (***)

sumber: detiknews.com