Sepakbola

KEPRI

Kamis | 04 April 2019 | 10:38

Komitmen Sepakbola Nurdin, di Puji Indra Sjafri

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri memuji komitmen Gubernur H Nurdin Basirun terhadap perkembangan sepakbola Kepri. Kehadirannya ke Tanjungpinang juga berkat upaya dari Gubernur Nurdin yang begitu konsen terhadap sepak bola.

“Jangan ragu anak-anak, kalian harus memacu potensi yang dimilki karna memiliki kepala daerah yang begitu peduli terhadap sepak bola,” kata Indra dalam Sosialisasi Pembinaan Coaching Clinic Gala Siswa Indonesia (GSI) Se Kota Tanjungpinang tahun 2019 di Lapangan Sepak Bola Sulaiman Abdullah, Tanjungpinang, Rabu, 3 April, siang.

GSI, kata Indra, merupakan kompetisi yang dimulai dari tingkat kecamatan, tahun kedua dilaksanakan telah banyak melahirkan bibit-bibit muda. Dari GSI juga akan dilakukan pembinaan dalam upaya memunculkan para pelatih bersertifikat dan berkualitas.

“Pemain yang bagus akan lahir dan tumbuh berkembang dengan adanya pelatih yang bagus pula,” lanjut Indra.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Nurdin menyampaikan keyakinannya bahwa anak-anak muda di Kepri memiliki potensi disegala bidang yang menjadi bekal untuk masa depan yang harus terus dikembangkan. Salah satunya di  cabang sepak bola, sehingga perkembangan tersebut dapat mendorong upaya memajukan sepak bola di Kepri.

“Pembinaan yang intensif harus terus dilakukan agar potensi yang dimiliki anak-anak muda di Kepri dapat terus berkembang,” ujar Nurdin.

Pemerintah dikatakan Nurdin, terus menunjukan komitmen yang tinggi dalam memacu hal itu, ditunjukan dengan terus menciptakan sarana dan prasarana penunjang bagi olah raga, tidak hanya di daerah-daerah namun juga dipusat Ibu Kota.

“Kita berharap lapangan sepak bola di Dompak nanti segera selesai tidak hanya itu, disana juga akan dibangunan berbagai sarana olah raga lainnya sehingga dapat menjadi laluan dalam menciptakan generasi muda berkualitas,” lanjut Nurdin.

Keberadaan Pelatih Timnas Indra Sjafri sendiri dinilai Nurdin sangat tepat dalam memacu semangat para pemain muda, tidak hanya itu setiap ilmu yang disampaikan juga penting bagi para pelatih dan pendidik.

“Saya harap peserta dapat betul-betul mengikuti setiap tahapan dan arahan yang diberikan coach Indra, jangan sia-siakan kesempatan yang ada ini,” pesan Nurdin.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul mengatakan bahwa agenda gala siswa ini merupakan langkah positif dari Dinas Pendidikan dalam upaya membina generasi muda kedepan.

“Apalagi saat ini kita berada di era reformasi dan globalisasi yang begitu maju maka anak-anak kita harus diarahkan ke kegiatan yang positif,” ujar Syahrul.

Kedatangan Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri sendiri dilanjutkan Syahrul sebagai momen yang tepat sehingga mendapatkan motovasi yang lebih tinggi lsgi serta antusias masyarakat terhadap olah raga disepak bola.

“Semoga kedatangan coach timnas Indonesia dapat menjadi motovasi tersendiri bagi insan olah raga di Tanjungpinang,” lanjut Syahrul.

Sosialisasi GSI sendiri berlangsung selama dua hari pada 3 s.d 4 April 2019 dengan mengundang pembicara yakni Pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri yang juga selaku perintis dari Gala Siswa, tampak hadir lebih dari 200an orang pelajar tingkat SMP yang telah lolos GSI tingkat Kecamatan.

“Gala siswa sendiri merupakan kebijakan dari Kementerian dalam upaya pembinaan kesiswaan dalam upaya mencari bibit-bibit muda unggul dibidang sepak bola,” ujar Kadis Pendidikan Pemko Tanjungpinang H Dadang.

Dadang melanjutkan dari Gala ini juga diharapkan terdapat bibit-bibit yang muncul sehingga dapat direkrut untuk Pemprov Kepri mewakili sepak bola diajang yang lebih tinggi lagi. (humaskepri)

sepakbola

HEADLINE

Sabtu | 01 Desember 2018 | 11:50

Aziz Martindas: Liga Sepakbola Lingga Satu Program Unggulan

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Setelah resmi menerima surat keputusan (SK) sebagai Ketua Asosiasi Persatuan Sepak Bola Indonesia Kabupaten (Askab PSSI), Aziz Martindas bergerak untuk menyusun strategi dan kekuatan internal kepengurusannya. 

Melalui, SK yang ditanda tangani H Nurdin Basirun dengan nomor No SKEP/004/ASPROV/PSSI – KEPRI/ VII/2018 tertanggal 17 November 2018, Aziz Martindas mengatakan, untuk tahap awal tentu akan melakukan konsolidasi kepengurusan PSSI Kabupaten.

BACA

Pandangan ‘Kalam’ Sutardji Tahun Lalu Tentang Daik Lingga

Guru dan Kepsek Berprestasi di Lingga Terima Penghargaan Alias Wello

“Dimana pada tahap ini kita melengkapi struktur organisasi yang belum lengkap, dan struktur itu sendiri disesuaikan dengan kebutuhan organisasi,” katanya kepada mediakepri.co.id.

Disebutkannya segudang program sudah direncanakan dengan baik. Dan semua program itu sendiri, katanya, bagaimana dunia sepak bola ini menjadi olahraga masyarakat luas. Untuk itu, tambahnya, diperlukannya dukungan yang serius dari pemerintah daerah untuk turut andil, dan mendukung program dari Askab PSSI Lingga.

Agar rancangan kerja, yang dituang dalam program kerja itu sendiri dapat terealisasi, dan berjalan dengan baik, maka harus dikomunikasikan dengan baik. Oleh karena itu, katanya, Askab PSSI Lingga juga akan melakukan audiensi dengan Bupati Lingga mengenai eksistensi PSSI di Kabupaten Lingga, dan programnya diantaranya, persiapan untuk pembenanan sekretariat organisasi, konsolidasi pembentukan kepengurusan PSSI Kecamatan se Kabupaten Lingga dan persiapan pelantikan, kepengurusan Askab.

BACA JUGA

Desember, ISHD Kepri Ikuti Sumatera Bike Week

Korem 033/WP Ajarkan Pengaplikasian 4 Pilar Kebangsaan ke Mahasiswa

Karang Taruna Karimun Segera Deklarasikan Anti Narkoba

“Kita sudah merancang beberapa program yang sudah diajukan pada APBD Kabupaten Lingga tahun 2019 mendatang. Kalau tidak ada hambatan, dalam waktu dekat akan terlaksana dan disertai dengan louncing perdana, pembukaan turnamen Lingga satu yang akan dibuka Gubernur Kepri, seperti yang sudah ASKAB rencanakan,” tambahnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, program unggulan dibawah kepemimpinanannya yang akan dilakukan yakni pelaksanaan Liga Sepakbola Lingga Satu (LSL1). Dan pesefrta yang mengikuti liga ini adalah utusan dari setiap kecamatan. Liga ini, sebutnya, bergulir dengan sistem kompetisi penuh, (home away) , target pelaksanaan akan bergulir setelah pemilihan umum tahun 2019.

Ketika ditanyakan harapannya dengan program yang begitu banyak dan begitu rumit, bahkan untuk tingkat provinsi belum melaksanakan, seperti program liga ini? Aziz menyatakan, Askab PSSI Lingga akan merubah pola pikir terlebih dahulu. Kedepannya, olahraga yang digemari masyarakat ini, menjadi olahraga yang bisa menghasilkan keuntungan.

Semua program ini tentu akan berjalan dengan baik jika dapat rangsangan. Dan bentuk nyatanya yakni pemerintah daerah berperan aktif dalam rencana kerja. Dan bantuan dan dukungan ini terus dilakukan, katanya, sampai Askab PSSI Lingga bisa dan mampu mengembangkan persepakbolaan di Kabupaten Lingga.

BACA

Pesepakbola di Kepri Terus Meningkat

Gubernur Janjikan Perbaikan Lapangan Sepakbola Seberas Padi Karimun

Diketahui saat ini, Askab PSSI Lingga tidak terjun langsung, ketika Asprov melakukan kegiatan, Aziz menyampaikan ia sudah memberikan apresiasi kepada club atau tim yang sudah melakukan penyeleksian pemain. Bahkan sudah jauh-jauh hari, mempersiapkan diri untuk mengikutsertakan pada kegiatan Asprov.  “Oleh karena itu, kita tidak mau mengganggu, dan mengacaukan rencana kerja yang sudah dikejakan,” tutupnya. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karimun – Bupati Karimun, Aunur Rafiq membuka turnamen sepak bola tahunan SPE’86 yang diselenggarakan di lapangan Bola Sungai Pasir, Sabtu, 14 April 2018 sore.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan turnamen sepak bola SPE’86 yang merupakan telah menjadi kegiatan tahunan.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Karimun mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan turnamen sepak bola SPE’86 2018 yang menjadi kalender tahunan masyarakat. Saya juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada karang taruna yang sudah 32 tahun keberadaannya,” kata Rafiq.

Rafiq juga mengatakan, dengan janji yang telah disampaikan pada penutupan Turnamen sepakbola tahun lalu, bahwa kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan oleh pemuda bersama Pemerintah Kecamatan, sekarang telah menjadi agenda tahunan melalui Dinas pemuda dan olahraga Kabupaten Karimun.

“Alhamdulillah, sesuai janji yang kami sampaikan waktu penutupan pada tahun lalu, bahwa seluruh kegiatan yang dulunya dilaksanakan oleh pemuda bersama pemerintah kecamatan, hari ini sudah menjadi kalender tahunan di anggaran pendapatan belanja daerah yang melekat di dinas pemuda dan olahraga,” kata Rafiq.

Rafiq berharap, dengan diselenggarakannya turnamen tersebut, semoga dapat menjadi ajang pembinaan serta mengembangkan bakat para atlet generasi muda yang akan datang melalui turnamen sepakbola ini.

“Semoga pertandingan ini sebagai ajang pembinaan bagi generasi muda atlit dimasa yang akan datang. Diharapkan juga, kegiatan ini harus terus berkelanjutan, jangan tahun ini ada, tahun depan tak ada pulak,” ujar Rafiq.

Sementara itu, Ketua panitia pelaksana, Raja Nurul mengatakan, turnamen sepak bola SPE’86 ini diikuti sebanyak 16 peserta se-Kabupaten Karimun di bawah umur 15 tahun.

“Kegiatan ini dalam rangka ulang tahun karang taruna ke-32 tahun. Untuk peserta yang ikut sebanyak 16 Se-Kabupaten Karimun dengan syarat maksimal umur 15 tahun dan diatas 10 tahun,” ujarnya.

Raja menambahkan, untuk para juara nantinya akan diberikan uang pembinaan, Piala dan Medali.

“Hadiah untuk juara satu mendapat Rp 12 juta, juara dua Rp 8 juta, juara tiga Rp 6 juta dan juara empat Rp 4 juta. Yang juara satu selain dapat tetap mereka juga mendapatkan piala bergilir. Kemudian untuk top score juga diberikan hadiah sebesar Rp 500 begitu juga pemain terbaiknya,” tutupnya. (kmg/riandi)

OLAHRAGA

Senin | 20 November 2017 | 14:10

Satu Lagi Pemain Sepakbola Meninggal di Lapangan

MEDIAKEPRI.CO.ID,- Pertandingan Sepakbola Gembira dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Muaraenim ke-71, yang seharusnya ceria, tanpa diduga harus berakhir duka.
Pasalnya salah seorang pemain sepakbola dari tim karyawan PTBA, Monang Sianturi (49) tiba-tiba kolaps dan meninggal dunia yang diduga terkena serangan jantung, di GOR Sekundang Bara Muaraenim, Kamis 16 november 2017 sekitar pukul 16.00.

Dari informasi yang diberhasil dihimpun Sriwijaya Post di lapangan, bahwa kegiatan sepakbola gembira yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Muaraenim memeriahkan HUT Kabupaten Muaraenim ke-71, diikuti oleh lima tim yakni dari perwakilan PTBA, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Muaraenim, Pemerintah Kabupaten Muaraenim, Kementrian Agama (Kemenag) Muaraenim, dan Rindam II Sriwijaya.

Pada pertandingan pertama, tim kesebelasan PTBA melawan tim Rindam II Sriwijaya dengan durasi 1 x 15 menit dengan skor imbang 0 – 0.

Usai bermain, ketika sedang istirahat salah seorang pemain dari tim PTBA bernama Monang Sianturi (49) yang merupakan karyawan PTBA, tiba-tiba kolaps dan tak sadarkan diri.

Kemudian sesama pemain, mencoba memberikan pertolongan, karena tim medis yang seharusnya standby tidak berada di tempat sehingga sempat korban coba diselamatkan oleh tim PTBA dengan membawanya ke rumah sakit dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Namun sayang, ketika tiba di rumah sakit nyawa korban sudah dalam kondisi kritis.
Bahkan tim medis Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Muaraenim telah mencoba melakukan pertolongan dengan peralatan medis, namun nasib berkata lain sebab korban dinyatakan sudah meninggal.

Mengetahui ada pemain yang meninggal, panitia langsung menghentikan pertandingan.
Bahkan Seketaris Daerah Pemkab Muaraenim H Hasanudin yang mengetahui kabar duka tersebut langsung meninjau ke lokasi lapangan pertandingan.

Menurut salah seorang teman korban bernama Kris (40) warga Tegal Rejo, Tanjungenim, korban sebelumnya terlihat bugar dan bersemangat bahkan tidak mengeluh capek.

Namun seusai bertanding, korban lalu beristirahat di pinggir lapangan, tiba-tiba tidak sadarkan diri.

“Ketika beristirahat, dia sempat minum beberapa tegukan. Lalu tiba-tiba terguling dan pingsan. Bahkan sempat terdengar suaranya mendengkur,” ujar Kris

Hal senada juga dikatakan rekannya Rudiansyah, ia juga sangat kaget dan sempat tidak percaya, jika korban sampai meninggal dunia.

Seketaris Daerah Pemkab Muaraenim, H Hasanudin, mengaku kaget atas kejadian tersebut, dan tidak menyangka akan menelan korban jiwa.

“Saya kaget kejadian ini, tentu hal seperti tak kita inginkan, kami mewakili jajaran Pemkab Muaraenim menyampaikan duka sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Hasanudin.

Energik dan Sehat

Direktur Operasi dan Produksi PTBA Eko Suryo Hadianto, mengaku sangat kaget mendengar kabar kematian koleganya.
Ia mengenal korban sebagai orang yang energik dan olahragawan.

Bahkan korban adalah pengurus Porsiba PTBA dalam cabor sepakbola dan futsal.

Ditambahkan Eko, dirinya merasa sangat kehilangan korban sebagai seorang geolog terbaik PTBA.

Untuk saat ini, ia belum tahu penyebabnya apa kena serangan jantung atau lainnya.

“Korban ini keluarganya di Bogor. Di sini ia tinggal di mess milik PTBA di Tanjungenim,” ujar Eko. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – PS Bintan U-17 resmi mewakili Prov Kepri setelah berhasil menjadi Juara I dalam Kompetisi Piala Suratin U-17 di Kota Batam, Senin sore (28/8).

” Kita ucapkan selamat kepada PS Bintan U-17 yang menjadi juara 1 Piala Soeratin. Kita harapkan hal ini akan menjadi tonggak sejarah guna meningkatkan prestasi sepakbola Kabupaten Bintan ke tingkat nasional tentunya,” ujar Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos.

Diketahui juga bahwa PS Bintan U-17 telah berhasil mengungguli lawan-lawannya seperti Kepri United dan PSK Karimun. Dan mewakili Prov Kepri di Piala Suratin TK Nasional, tentunya PS Bintan U-17 akan menemui lawan-lawan yang lebih tangguh.

” Berlaga di Tingkat Nasional, tentunya lawan yang dihadapi akan lebih tangguh namun mental dan rasa optimisme tetap harus kita usung ” tutup Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S. Sos.(***)