Seremonial

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Sampai dengan akhir semester 1 pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau mengalami tantangan berat yakni  sesuai data BPS, ekonomi Kepulauan Riau Triwulan II 2017 (Q To Q) hanya Tumbuh Sebesar 1,16 Persen, atau hanya sebesar 1,52 % (C to C) terbawah kedua se Sumatera. kONDISI INI  merosot tajam jika dibandingkan dengan Semester I tahun 2016 yang masih dapat tumbuh sebesar 4,69% dan pada Tahun 2015 sebesar 7,08%.

Angka pertumbuhan ini juga cukup jauh dari pertumbuhan ekonomi nasional yang masih dapat tumbuh sebesar 5,01% pada semester I 2017. Ditengah kondisi lesunya berbagai sektor pertumbuhan ekonomi di Kepri tersebut, tentu memerlukan upaya serius dari berbagai pihak untuk membantu menggairahkan kembali ekonomi Kepri.

Sektor belanja pemerintah (government spending) yang diharapkan dapat menjadi stimulus yang optimal bagi perekonomian, ternyata realisasi sampai dengan semester I di Kepri juga masih kurang menggembirakan.

Hasil release BPS terkait sektor pendukung pertumbuhan dari belanja pemerintah hingga akhir Triwulan II justru berkontraksi negatif. Capaian kinerja pelaksanaan anggaran satker K/L (pemerintah pusat) di Propinsi Kepulauan Riau hingga akhir Semester I Tahun 2017 hanya 33,35% atau sebesar Rp2,367 Triliun dari pagu Anggaran (DIPA) Kepri sebesar Rp7,098 Triliun  atau  masih dibawah target nasional sebesar 40%.

Sedangkan satker daerah hanya sebesar 33,54% dari pagu APBD 2017. Sementara kinerja Transfer Ke Daerah khususnya DAK Fisik dan Dana Desa yang diharapkan juga dapat menstimulasi ekonomi di daerah dan desarealisasi kegiatan dilapangan hingga akhir Juli 2017 juga masih relatif lambat.

Untuk mengkoordinasikan capaiankinerja pelaksanaan anggaran yang kurang menggembirakan tersebut, Kanwil Ditjen Perbendaharaan selaku perwakilan Kementerian Keuangan di Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Anggaran Pusat dan Daerah (Rakorda PA) Tahun 2017 di Hotel CK Tanjungpinang pada 28 Agustus 2017.

Kegiatan iniselain dimaksudkan untuk mengevaluasi capaian kinerja keuangan satuan kerja pemerintah pusat dan daerah dan dampaknya pada perekonomian kepri sekaligus untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis guna meningkatkan kinerja pelaksanaan anggaran pada sisa waktu tahun 2017.

Adapun tema yang diangkat pada rakorda adalah “Peningkatan Kinerja Government Spending Sebagai Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Riau”. Rakorda dihadiri dan dibuka oleh  Sekda Provinsi Kepri Arief Fadila, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Para Kepala Bappeda Propinsi dan Kabupaten/Kota, para Kepala BPKAD beserta 128 undangan lainnya yang berasal dari satker pemerintah pusat dan daerah di Propinsi Kepulauan Riau.

Adapun yang bertindak sebagai pembicara di sesi panel adalah Heru Pudyo Nugroho (Kepala Kanwil DJPBN Prov Kepri), Gusti Raizal Eka Putra (Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri), Panusunan Siregar (Kepala Badan Pusat Statistik Prov Kepri), dengan moderator Aries Fahriandi (Kepala Biro Pembangunan, Pemprov Kepri).

Tujuan dari Rakorda ini antara lain mengevaluasi kinerja pelaksanaan anggaran K/L (pusat) Semester I Tahun 2017. Selain itu, untuk memperoleh gambaran kondisi perekonomian dan prospek perekonomian Kepri sampai dengan Semester II Tahun 2017 beserta faktor-faktor yang masih dapat diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan.

Selanjutnya dapat disusun strategi untuk meningkatkan akselerasi pelaksanaan anggaran pemerintah sehingga pada akhirnya peranan government spending dalam menstimulus perekonomian Kepri ditengah keterpurukan saat ini dapat ditingkatkan.

Selain itu pada Rakorda ini juga akan diserahkan sertifikat Standar Mutu Manajemen ISO 9001:2008 atas layanan perbendaharaan pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tanjungpinang oleh Gubernur Kepri, disaksikan oleh auditor independendari PT TUV-Rheinland Indonesia.

Dilanjutkan dengan penyampaian penghargaan pada 12 satuan kerja pemerintah pusat yang berkinerja terbaik dalam pelaksanaan anggaran selama Semester I Tahun 2017 berdasarkan 10 indikator penilaian.

Diantaranya tingkat akurasi perencanaan anggaran, kinerja penyerapan, ketepatan dan kecermatan dalam penyampaian tagihan, serta 5  Satker yang berkinerja terbaik dalam menyajikan laporan pertanggungjawaban keuangan tahun 2016 dengan 3 indikator penilaian, yakni kualitas data laporan keuangan, ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan dan kelengkapan dokumen pendukung laporan keuangan.

“Harapan kami dengan penghargaan ini dapat menjadi pendorong bagi Satker pemerintah untuk berkompetisi menjadi yang terbaik dalam menjawab tuntutan publik terhadap percepatan pembangunan serta terwujudnya good governance dalam pengelolaan keuangan Negara,” ujar Heru Pudyo Nugroho. (***)

LINGGA

Kamis | 31 Agustus 2017 | 14:27

Pekan Kemerdekaan RI di Daik Berlangsung Baik

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Pekan Kemerdekaan RI ke-72 yang berlangsung mulai dari tanggal 23 Agustus dan berakhir 28 Agustus 2017 berlangsung dengan baik. Sehingga saat kegiatan ditutup, serangkaian acara mulai permainan rakyat, lomba puisi, tarian kesenian, stan bazar yang diisi dari desa berjalan sesuai dengan jadual.

Kegiatan yang salah satu pesertanya komunitas pecinta alam (KEPAL) resmi ditutup Camat Lingga, Yulius. Penutupan yang ditandai dengan pemukulan gong ini dihadiri Kepala KCP Bank Riau Kepri Daik Lingga, Kepala KCP Bank BRI, Kepala PLN Sub Rayin Daik, beberapa OPD, mulai dari kepala desa, lurah, instansi vertical.

Yulius mengatakan berterima kasih kepada seluruh panitia yakni para pemuda yang sudah mensukseskan acara ini. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, ia kaget. Karena, ia tidak menyangka akan terlaksana dengan baik pekan kemerdekaan yang ke-72 ini.

“kepada panitia pelaksana yakni pemuda Kecamatan Lingga, kita pemerintah kecamatan akan evaluasi nanti, mana yang kurang akan diperbaiki, baik itu dari segi kualitas maupun kuantitas. Kegiatan disusun secara lebih matang, agar kedepan menjadi lebih baik lagi,” katanya ke matakepri.com, Minggu (28/8/2017).

Sementara itu, dikatakannya, karena pekan kemerdekaan ke-72 ini baru pertama kali dilaksanakan, akan ada lagi pekan kemerdekaan ke-73 nantinya.

“Bagi pemuda teruskankanlah kegiatan-kigiatan yang bersifat positif, baik itu OKP, Ormas, LSM dan unsur yang ada di kecamatan,” katanya seraya berharap mudah-mudahan dengan kerjasama yang baik, bisa untuk membangun daerah ini. (***)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Dabo- Bertempat di halaman Gedung Nasional Dabo Singkep Jum’at (25/08/2017) malam, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri mengadakan kegiatan acara Gebyar Seni untuk SMA dan SMK sekabupaten Lingga.

Ketua Panitia Gebyar Seni tersebut Herman, M.Pd selaku Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SMA menjelaskan, kegiatan Gebyar Seni ini untuk SMA dan SMK yang bernuansa sederhana itu di gagas oleh Anggota DPRD Provinsi Kepri Syarifah Elvizana dari dapil Lingga.

Lanjut Herman mengatakan, kegiatan ini hasil kerja sama  Anggota DPRD Pemrov Kepri dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Ungkap Herman

Masih kata Herman, “ Kegiatan Gebyar Seni ini untuk mengembangkan dan melastarikan budaya melayu ke sekolah-sekolah khususnya tingkat SMA dan SMK se Kabupaten Lingga. Karena, kegiatan ini salah satu langkah penting dalam membentuk dan mengembangkan keterampilan peserta didik untuk tempat menampung bakat dan kreativitas terutama bidang seni.” Kata Herman

Kegiatan Gebyar Seni tersebut di ikuti 13 Sekolah yang berjumlah 78 siswa yang ikut lomba vokal langgam melayu dan tarian langgam melayu.

Herman berharap, kegiatan Gebyar Seni tersebut menjadi agenda kegiatan setiap tahun agar dapat memupuk, menguji dan membentuk mental peserta didik untuk mengikuti ajang lomba tingkat nasional.

Dalam acara gebyar seni tersebut di hadiri juga oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Drs. Arifin Nasir, M.Si, dan Anggota DPRD Kabupaten Lingga Komisi ll Abdul Gani AL.

Arifin Nasir dalam sambutanya mengatakan, acara kegitan Gebyar Seni untuk tingkat SMA dan SMK ini yang kita adakan di Kabupaten Lingga karena ada dukungan dari Anggota DPRD Provinsi Kepri dari dapil Lingga. Arifin mengucapkan terima kasih kepada Syarifah Elvizana Anggota DPRD tersebut karena sudah memberi kepercayaan kepada Disdik Kepri untuk kegiatan yang bagus seperti ini. Ujar Arifin

Lanjut Arifin mengatakan, ” jika tidak salah pada parade tari tahun 2017 Kabupaten Lingga menduduki pada peringkkat kedua. Disetiap tahun Kabupaten Lingga selalu tampil memukau, saya senang melihat kreativitas anak-anak di Kabupaten Lingga dan tidak salah kiranya Kabupaten Lingga  disebut Bunda Tanah Melayu karena selalu mengharumkan nama pada lomba bersekala provinsi hingga nasional.” kata Arifin Nasir dalam sambutanya.

Hal tersebut di atas di katakan Arifin, tidak terlepas dari perhatian Pemerintah daerah Kabupaten Lingga baik dari Bupati, Wakil Bupati, Dinas terkait dan sanggar-sanggar budaya yang memdidik anak-anak di Kabupaten Lingga dengan baik. (***)

LINGGA

Kamis | 31 Agustus 2017 | 14:18

Kemeriahan Gelar Lomba Masak TP-PKK Kecamatan Lingga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga(TP-PKK) kecamatan lingga gelar lomba masak dalam rangka mengisi pekan kemerdekaan yang ke -72. Lomba yang diikuti se-kecamatan ini hanya dihadiri dari tiga desa dan satu kelurahan, yakni Desa Panggak Darat, Desa Panggak Laut, Desa Merawang dan Kelurahan Daik.

Seri Nawati Yulis, Ketua TP- PKK Kecamatan mengatakan untuk peserta yang mengikuti lomba harusnya lebih ramai lagi. Karena Kecamatan Lingga terdiri dari sepuluh desa  satu kelurahan

Dikatakannya, karna angin laut kuat, cuaca yang sedikit ekstrim juga menjadi sebuah hambatan bagi desa yang diseberang pulau untuk hadir. Dan desa yang tidak ikut menghadiri yakni Desa Mepar, kelombok yang masuk wilayah Kecamatan Lingga.

“Kedepan Acara lomba masak ini akan tetap dilaksanakan dari pihak  kecamatan. Karena, kecamatan akan memberikan sebuah tropi secara bergilir,” kata dia kepada mata kepri.com 25/08

Dijelaskannya, tropi yang diberikan ini agar desa-desa yang belum dapat mengikuti ajang lomba masak ditahun ini bisa memacu semangat. Dan diharapkan tahun berikutnya punya gairah untuk merebut gelar juara.

Diakuinya, karena ini baru bertama kali dilakukan, walau ini hanya cuma empat tim yang mengikuti, tapi ini sangat meriah sekali.

“Kepada ibu- ibu PKK desa serta kelurahan yang telah  mengikuti, pihak TP-PKK kecamatan sangat memberikan apresiasi sekali. Karena sudah berpartisipasi dalam memeriahkan pekan kemerdekaan,” katanya. (***)

LINGGA

Kamis | 31 Agustus 2017 | 14:13

Karnaval Kemerdekaan Ri Disemarakkan Pelajar SMK 2

MEDIAKEPRI.CO.ID, Lingga – Ratusan pelajar SMKN 2 Lingga semarakkan pawai karnaval budaya dalam rangka memperingati hari kemerdekan Republik Indonesia ke- 72 di Daik.

Pantauan matakepri.com di lapangan, karnaval yang diikuti khusus pelajar SMK 2 saja. Peserta karnaval strat dimulai dari lapangan Krida, lalu mengelilingi kota Daik melintas Jalan Istana Robat melewati Kantor Bupati hingga finis di lapangan Krida.

Pelajar yang menggunakan berbagai pakaian adat mulai dari adat Jawa, Minang dan Melayu. Selain pakaian adat, ada pula peserta yang menggunakan  pakian guru, dokter, polisi, pamong praja hingga masyrakat petani dan nelayan.

Fahrizal, guru SMK mengatakan pertama kali pelajar sekolah SMK melakukan pawai karnaval ini merupakan salah satu partisipasi dari sekolah untuk mengisi hari kemerdekaan Indonesia.

Diakuinya, walau hanya sekolah SMK saja, tetapi pelajar merasa senang. Karena, mereka bisa menghibur warga yang melihat ketika mereka memperagakan busana yang dikenakan saat pawai.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi cikal bakal tumbuhnya semangat keberagaman dan toleransi di kalangan generasi muda,” kata dia.

Dia berharap tema karnaval tahun ini bisa menyebarkan semangat keberagaman dan toleransi antar komponen bangsa, terutama di kalangan generasi muda sebagai cikal bakal anak bangsa.

“Semangat keberagaman dan toleransi, penting untuk ditanamkan kepada generasi muda sejak dini, agar kelak ketika menjadi dewasa, mereka bisa saling menghargai dan menghormati keberagaman budaya etnis nusantara yang kaya,” imbuhnya. (bran)

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Meningkatnya pengguna Medsos di kanca tanah air ini dan maraknya penyebaran berita hoax yang tidak terbendung lagi oleh Pemerintah Pusat, target sasaran utama mengarah ke generasi muda sudah tergolong kronis (Bahaya-red).

Langkah mengantisipasi atau menangkal agar berita hoax tersebut tidak mudah tersebar, Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang di adakan oleh Kemenko PMK, Kemendikbud, Kemenkominfo dan Pemprov Kepri yang di laksanakan Kamis (24/08/2017) di Hotel Aston Tanjungpijang Kepada parah Pelajar dan Netizen berlansung lancar.

Dalam acara tersebut  Yuhendra hadir sebagai pembicara dari Kemenko PMK, Iskandar Zulkarnaen Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Kepri dan turut hadir pegiat media sosial Mirham.

Pidato yang di sampaikan Yuhendra dalam pemaparannya mengatakan, dalam menggunakan medsos ada tiga cara yang harus diterapkan.

“Pertama cara berpikir ketika menggunakan medsos, kedua cara kerja dimana medsos bisa digunakan secara positif seperti untuk usaha dan ketiga cara hidup dengan medsos kita bisa menjalin hubungan pertemanan dengan positif.” Ujar Yuhendra

Lanjut Yuhendra menjelaskan, dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental ada lima prinsip yang diterapkan untuk menangkal berita hoax, yakni Indonesia Melayani, Mandiri, Tertib, Bersih dan Bersatu.

“Lima prinsip itulah yang merupakan garda terdepan bagi para penggiat medsos untuk menangkal berita-berita bohong yang disebar melalui medsos,” ungkap Yuhendra.

Sedangkan menurut, Iskandar Zulkarnaen dalam pemaparannya mengatakan. Kominfo Provinsi Kepri saat ini sudah berubah menjadi dinas yang digital, artinya semua pegawai harus dipaksa mengerti fungsi dan mampaat digital. Selain itu Kominfo Kepri menjalin kerjasama dengan penggiat medsos untuk memberikan pemahaman kepada para generasi muda bagaimana cara bermedsos dengan benar.

“Kita pernah membuat kegiatan bersama perkumpulan penggiat medsos, seperti IDI, IPJTI, bahkan beberapa waktu lalu kita mengundang perwakilan Microsoft untuk memberikan pemahaman tentang perangkat lunak,” ungkap  Iskandar.

Dari pandangan Mirham penggiat medsos yang sudah berpengalaman mengatakan, bagaimana menangkal berita bohong yang disebar melalui medsos. Bagi pengguna medsos yang menerima link berita terlebih dahulu di cek kebenaran berita tersebut sebelum di share ke medsos lain.

“Sekarang ini banyak orang percaya suatu informasi atau berita saat membaca judulnya saja, tanpa melihat seluruh isi berita. Biasanya berita tersebut langsung di kirim ke medsos lain yang ternyata judul dan isi berbeda, banyak yang terjebak dengan berita-berita hoax tanpa terlebih dahulu di cek kebenarannya, secara tidak langsung kita ikut menyebarkan berita bohong.” ujar Mirham

Himbauanya Marham, untuk menangkal agar berita hoax tersebut tidak ikut disebarkan, dalam menggunakan medsos harus cerdas. Sebelum berita tersebut di share terlebih dahulu dilakukan pengecekan melalui mesin pencarian seperti google, yahoo dan media online lainnya. Kata Mirham mengakhiri acara. (bobi)

NATUNA

Senin | 21 Agustus 2017 | 22:06

Merah Putih Berkibar di Dasar Laut Pulau Senoa

MEDIAKEPRI.CO.ID, Natuna – Puluhan mahasiswa, aktivis lingkungan dan anak muda penggerak komunitas perbatasan mengibarkan bendera Merah Putih di bawah Laut Pulau Senoa, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kamis (17/8/2017). Pengibaran bendera dilakukan pada kedalaman 10 meter, dipimpin oleh Komunitas Muda Natuna.

Anggota penggerak komunitas perbatasan dan juga dari komuntias Muda Natuna (Komuna), Mutaqien mengatakan kegiatan pengibaran bendera di bawah laut merupakan upaya melanjutkan cita-cita para pejuang mewujudkan bangsa maritim yang merdeka dalam hal pengelolaan sumber daya alam secara mandiri.

“Pengibaran bendera kami lakukan di bawah laut agar mempertegas bahwa Indonesia merupakan negara maritim Keputusan Indonesia untuk rubah peta laut dan menyebut Laut China Selatan dengan Laut Natuna. Upaya Pemerintah Pusat sangat tepat merespon kondisi Natuna saat ini menjadi poros maritim dunia,” ujar Mutaqien.

Menurutnya, potensi sumber daya alam terbesar Indonesia berasal dari laut, khususnya di kawasan Natuna. Namun, kata dia, sumber daya laut belum dikelola dengan baik. Sehingga kegiatan upacara di dasar laut tersebut sekaligus mengampanyekan potensi pariwisata dan keanekaragaman sumber daya bahari.

“Kami ingin mengampanyekan kepada masyarakat, sebagai bangsa berkarakter memiliki sumber daya alam yang besar, khususnya dari pulau paling utara Indonesia yakni Kabupaten Natuna,” katanya.

Dikatakannya, rakyat semakin optimis atas kinerja Presiden RI Jokowidodo masuk tahun ke tiga semakin baik. Warga Natuna sangat yakin dengan bukti nyata niat tulus Jokowidodo, telah tiga kali datang ke Pulau Natuna, tambahnya, tentu menjadi harapan besar bagi rakyat Natuna atas tujuan mulia untuk sejahterakan rakyatnya dari tanah Papua hingga Ujung utara pulau Natuna.

Setelah upacara pengibaran bendera, mereka membersihkan sampah dari bawah Laut Natuna sampai ke pesisir pantai.

Sambung Mutaqien juga merupakan Alumni Universitas UGM itu maparkan, sampah, khususnya sampah plastik telah menjadi salah satu masalah utama laut dan pesisir. Sampah-sampah plastik tersebut biasanya berasal dari pesisir pantai tempat objek wisata yang dibuang dan terbawa gelombang.

Hal senada juga sampaikan, Ferdizeano Sudargo atau akrab disapa Eno. Dikatakannya, pekan lalu saat Menteri Kelautan RI, Susi Pujiastuti di Natuna mengatakan, alam Natuna indah. Namun, lebih jauh disebutkannya, kondisi laut masih banyak tercemar sampah plastik.

“Kami tergerak atas imbauan ini,” katanya dengan semangat.

Disebutkannya, memilih tempat di Pulau Senoa untuk dibersihkan, karena berdasarkan informasi dari warga, bahwa pantai ini menjadi salah satu tempat pendaratan penyu untuk bertelur. Makanya, ini harus dibersihkan untuk menjaga habitatnya.

“Semoga gerakan bersih sampah dapat menjadi gelombang besar bagi masyarakat sadar atas kebersihan adalah mutlak harus di jaga di Natuna. Kini lautnya telah resmi menjadi Laut Natuna utara. Malam hari laksanakan pelepasan Lampu lampion di kawasan Batu Alif Stone Park,” sebutnya. (Rikyrinovsky)

BINTAN

Minggu | 20 Agustus 2017 | 22:27

Yatir Pimpin PBVSI Bintan di Pimpin Masa Bakti 2017-2021

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bintan – M Yatir terima mandat untuk menjadi ketua PBVSI Kabupaten Bintan oleh Irjen Pol Sam Budi Gustian selaku Ketua PBVSI Provinsi Kepri di lapangan Relief Antam Kijang, Minggu (20/08/2017).

Dalam acara tersebut turut hadir Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos , Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Hj Deby Apri Sujadi,  Ketua KONI Kabupaten Bintan dan Kapolres Bintan.

Balonpun di lepaskan Apri ke udara, sebagai simbolis dimulainya Turnamen Bola Volley Tingkat Kabupaten Bintan Tahun 2017.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos mengatakan bahwa bola Volley merupakan olahraga yang familiar di tanah air. Olahraga ini juga bisa menjadi sarana guna menghindarkan hal-hal negatif di kalangan generasi muda.

” Volley merupakan olahraga pendidikan, prestasi dan juga kreatif, tentunya dengan kepengurusan PBVSI Kab Bintan yang baru di bawah pimpinan M.Yatir , diharapkan prestasi Tim Bola Volley Kabupaten Bintan akan semakin meningkat ” kata Apri.

Info dilapangan, untuk jadwal peserta pertandingan Exsebisi perdana dibuka antara Tim TP PKK Kabupaten Bintan melawan Tim Dharma Wanita Kabupaten Bintan. (bobi)

TANJUNG PINANG

Minggu | 20 Agustus 2017 | 22:20

Ini Respon OSO Terima Buku Wartawan Kepri Tentang Dirinya

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Di tengah kemeriahan acara malam ulang tahun Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang, di kediamannya Jumat (19/8) malam, sebuah hadiah tak biasa diberikan salah seorang tamu. Kado itu berupa buku berjudul “Jangan Putus OSO!”.

Buku tersebut bergambar sampul OSO, yang tak lain panggilan populer Oesman Sapta Odang sendiri, sedang memegang cambuk Tarian Caci dari Labuan Bajo, NTT.

Bayangan Ketua Umum Partai Hanura memegang cambuk dengan latar belakang warna putih, membuat buku ini terlihat fresh dan artistik. Mewakili sikap dan karakter OSO yang selalu optimistik menjalani tugas negara.

“Wah…dibuatkan buku,” kata Wakil Ketua MPR RI ini spontan menunjukkan buku ke arah sang istri, Serviati Oesman, yang sedang berdiri lembut di sampingnya. “Terimakasih, terimakasih…” ujar OSO kepada pria pemberi hadiah yang ternyata editor buku tersebut, Ramon Damora.

Ramon Damora dikenal sebagai budayawan, sastrawan, juga wartawan senior dari Tanjungpinang. Ia lalu menjelaskan makna di balik judul buku itu kepada OSO dan sejumlah tamu lainnya yang tampak masih memancarkan raut muka suprise.

“Jangan Putus OSO adalah plesetan kreatif dari kalimat ‘jangan putus asa’. Wartawan dalam buku ini memandang, magnet personalisasi OSO hari ini di panggung demokrasi Indonesia layak dijadikan simbol baru untuk mengajak rakyat tidak mudah menyerah dan putus asa,” papar Ramon.

Menurut tokoh pers nasional Ilham Bintang, OSO yang berkiprah di pusat ibukota, tentu bahagia menerima hadiah kejutan buku yang diprakarsai wartawan di daerah.

Melalui buku ini, katanya, Ramon Damora setidaknya berhasil membuktikan, sosok OSO mulai diakui secara nasional.

“Saran saya luaskan lagi perspektif buku itu untuk cetakan berikutnya dengan komentar lebih banyak lagi dari para wartawan, terutama yang bersahabat dekat dengan OSO, seperti Karni Ilyas, Suryopratomo dll,” tambah Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat itu.

Buku “Jangan Putus OSO” karya Ramon Damora merangkum pesan dan kesan para wartawan kawakan dari pelbagai penjuru tanah air mengenai figur OSO yang tengah naik daun di kancah perpolitikan nasional saat ini.

Ditulis dengan bahasa yang renyah, segar, tapi tetap kritis, OSO oleh Ramon Damora disimpulkan bukan lagi sekadar akronim. Namun juga simbol sekaligus inspirasi perjuangan yang sungguh-sungguh, penuh kerja keras, ikhlas, dan sederhana.

Di tempat terpisah, jurnalis, kolomnis, dan penulis sejumlah buku jurnalistik dari Semarang, Amir Machmud, menyambut baik kehadiran buku Jangan Putus OSO.

Ramon Damora sebagai editor, tambah Ketua PWI Jawa Tengah ini berhasil memandu sejumlah wartawan terkemuka dari Aceh, Banten, Jawa Barat, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Makassar, Riau, dan masih banyak lagi, untuk menghindari materi yang berat dan berpanjang-panjang dalam buku ini. Yang penting esensinya tercapai, yakni memperkenalkan tesis awal bahwa Indonesia hari ini punya OSO, figur alternatif pemimpin baru yang sangat layak diperhitungkan.

“Dan intro memperkenalkan sosok OSO itu yang menyampaikannya secara pas, proporsional, konkret, adalah wartawan, bukan yang lain, di sinilah saya kira nilai lebih buku tersebut,” demikian Amir Machmud. ***