Siaga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Denpasar – Pelaku pariwisata di Bali mengaku semakin semangat mempromosikan Bali ke wisatawan lantaran penurunan aktivitas Gunung Agung ke level III atau siaga.

Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali Ketut Ardana

mengatakan sejak aktivitas Gunung Agung diturunkan ke level siaga pada Minggu 29 oktober 2017, pihaknya telah mengabari beberapa partner di dalam maupun luar negeri.

“Kita hanya menginformasikan ke pada partner di dalam maupun luar negeri bahwa sekarang level sudah diturunkan dari level IV ke III yang artinya kemungkinan erupsi sangat-sangat kecil sekali,” katanya, Senin 30 oktober 2017.

Ardana optimistis pariwisata Bali akan kembali normal seperti biasa. Agar ini tercapai, industri pariwisata Bali akan melakukan promosi. Sejak ada penurunan aktivitas ini, pihaknya semakin bersemangat mempromosikan pariwisata Bali.

“Contohnya, ada family trip dari Thailand, sempat mengatakan batal lantaran Gunung Agung berstatus awas, dan kami segera melaporkan bahwa Bali aman, dan sejak ditetapkan status ke siaga kami pun sudah mengabari dan menunggu konformasi kedatangan mereka,” ujar Ardana.

Sementara, mengenai diskon khusus ke wisatawan, pihaknya mengaku baru akan diberlakukan jika Gunung Agung mengalami erupsi.

Dia optimistis, dengan status siaga ini, potensi erupsi akan sangat kecil.

“Partner-partner kami sudah semuanya mengetahui kalau bahaya Gunung Agung hanya ada di beberapa titik-titik berbahaya saja, sisanya Bali aman dikunjungi,” katanya. (***)

NEWS

Kamis | 21 September 2017 | 13:33

Staff KBRI Beijing Diperintahkan Siaga

MEDIAKEPRI.CO.ID, Beijing – Staf Kedutaan Besar RI di Beijing tetap siaga pada libur Tahun Baru Hijriah 1439 dan Hari Libur Nasional Cina pada 1-8 Oktober 2017. “Kami tetap siaga untuk memberikan pelayanan darurat,” kata Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Beijing, Ichsan Firdaus, di Beijing, Kamis 21 September 2017

KBRI Beijing yang berlokasi di Jalan Raya Dongzhimen Wai No 4 diliburkan pada Tahun Baru Hijriah. Meskipun bukan hari libur nasional di daratan Cina. “Kami turut menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah di Indonesia,” katanya mengenai libur Tahun Baru Hijriah tersebut.

KBRI Beijing juga tutup pada Hari Libur Nasional Cina mulai tanggal 1 hingga 8 Oktober 2017. Ichsan menyebutkan bahwa pelayanan darurat yang diberikan selama hari libur tersebut meliputi ke konsuleran, visa, dan keimigrasian. “Pada libur nasional tahun lalu, ada warga negara Indonesia yang kehilangan paspor di Bandara Beijing. Kami perintahkan untuk datang ke KBRI untuk dibuatkan SPLP (surat perjalanan laksana paspor),” ujarnya mencontohkan bentuk pelayanan dalam kondisi darurat.

Hari Libur Nasional merupakan perayaan terbentuknya pemerintahan Republik Rakyat Cina. RRC memang terbentuk pada 21 September 1949, namun baru dirayakan oleh rakyat Cina pada 1 Oktober 1949 di Lapangan Tiananmen, Beijing. Pada 2 Desember 1949, pemerintah RRC menetapkan bahwa 1 Oktober diperingati sebagai Hari Libur Nasional.

Saat libur selama delapan hingga 10 hari itu, semua aktivitas di kantor pemerintahan, pelayanan publik, dan sekolahan ditiadakan. Sementara itu, staf di Konsulat Jenderal RI di Hong Kong juga diliburkan pada 1 Muharram 1439 Hijriah. “Kami hari ini tutup, besok buka seperti biasa,” kata Vania Alexandra Lijaya, staf KJRI Hong Kong.

Hari Libur Nasional merupakan perayaan terbentuknya pemerintahan Republik Rakyat Cina. RRC memang terbentuk pada 21 September 1949, namun baru dirayakan oleh rakyat Cina pada 1 Oktober 1949 di Lapangan Tiananmen, Beijing. Pada 2 Desember 1949, pemerintah RRC menetapkan bahwa 1 Oktober diperingati sebagai Hari Libur Nasional.

Saat libur selama delapan hingga 10 hari itu, semua aktivitas di kantor pemerintahan, pelayanan publik, dan sekolah ditiadakan. Sementara itu, staf di Konsulat Jenderal RI di Hong Kong juga diliburkan pada 1 Muharram 1439 Hijriah. “Kami hari ini tutup, besok buka seperti biasa,” kata Vania Alexandra Lijaya, staf KJRI Hong Kong.

Sumber : Republika