Sidang

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cimahi – Sidang perceraian komedian Sule dan istrinya, Lina tidak menemukan titik temu. Hingga sidang berakhir Lina memilih cerai dan Sule tetap ingin rukun kembali.

Sidang tersebut digelar di Ruangan Utama Pengadilan Negeri Agama Kelas II Cimahi, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis, 5 Juli 2018 sekitar Pukul 09.30 WIB.

Saat ditanya majelis hakim apakah keputusan cerai Lina yang dilayangkan kepada suaminya sudah yakin. Lina menjawab tetap dalam pendirian.

“Bismillah, tetap dalam pendirian,” kata Lina.

Saat Majelis hakim menanyakan pertanyaan serupa kepada Sule. Sule tetap ingin rukun.

“Saya tetap pengen rukun, mempertahankan keluarga, demi anak-anak,” ujar Sule.

Sule beralasan, jika manusia tidak pernah luput dari kesalahan. Presenter dengan rambut gondrong itu pun meminta Lina untuk melihat lagi anak-anaknya.

“Manusia tidak luput dari kesalahan, ini keputusan saya tetap karena ada anak-anak,” ungkapnya.

Ketika ditanya, apakah Sule masih mencintai istrinya, Sule hanya mengangguk dan berujar akan memperbaiki kesalahannya.

“Siap memperbaiki,” ujar Sule di dalam persidangan.

Karena belum ada titik temu, Sule dan Lina melakukan mediasi di ruangan mediasi. keduanya dijembatani oleh salah satu majelis hakim. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Cilacap – Woro alias KW (29), warga Desa Bonjati, Cilacap Selatan, Jawa Tengah, ditangkap setelah menganiaya Kusen alias Husen, terdakwa kasus pembunuhan kakak dari Woro, saat sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Cilacap, Jawa Tengah, Senin, 2 Juli 2018.

Woro yang sehari-hari bekerja sebagai buruh ini diduga emosi dan dendam karena Kusen telah membunuh kakak kandungnya beberapa waktu lalu.

Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Onkoseno mengatakan, saat kejadian, Woro datang memenuhi panggilan majelis hakim untuk berbicara sebagai saksi atas kasus pembunuhan kakaknya oleh terdakwa.

“Saat terdakwa dimintai keterangan oleh majelis hakim, Woro mendekati terdakwa dan mencolek bahunya. Setelah korban menengok ke belakang, Woro langsung memukul hidung korban hingga tersungkur,” ujarnya, Rabu, 4 Juli 2018.

Anggota Reskrim yang saat itu melakukan pengamanan di ruang sidang langsung membekuk Woro dan membawanya ke Polsek Cilacap Selatan.

Pelaku dijerat dengan pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Woro diduga emosi saat terdakwa memberikan keterangan kepada majelis hakim,” ucap Onkoseno. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Jennifer Dunn kembali akan menjalani sidang lanjutan beragendakan replik atau jawaban dari jaksa atas pembelaannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ia tiba dengan memakai kemeja putih dan gaya khasnya.

Rambutnya yang biasa diikat satu, kini hanya digerai. Ia didampingi pihak yang berwajib menuju ruang tahanan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Baik, sehat Alhamdulillah,” ujar Jennifer saat tiba di lokasi, Kamis, 7 Juni 2018.

Sembari mengibas rambutnya sambil berjalan, istri siri Faisal Haris itu terlihat tidak mau memberikan banyak komentar.

“Maaf ya,” ungkapnya sambil melambaikan tangan kirinya.

Jennifer Dunn telah dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum selama delapan bulan penjara. Dalam pembelaannya, Jennifer ingin dibebaskan dari segala tuntutan tersebut. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Majelis Hakim Ratmoho menegur pengunjung sidang terdakwa Ahmad Dhani. Pengunjung ditegur karena mengganggu jalannya persidangan karena mengobrol dan tertawa.

Ratmoho mengetuk palu, untuk menginterupsi sidang saat pemeriksaan saksi Danik Danoko. Dia lalu menunjuk ke arah beberapa orang, yang di antaranya terdapat pria berkaus #2019GantiPresiden.

“Mau keluar atau mau di sini? Kalau mau di sini, jangan ada komentar. Ganggu kita yang mendengarkan di sini,” kata Ratmoho di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera, Jakarta Selatan, Senin, 21 Mei 2018.

Suasana persidangan hening. Pemeriksaan saksi dilanjutkan.

Sebelumnya sejumlah pengunjung sidang tertawa saat Danik mengiyakan pertanyaan salah satu pengacara Dhani. “Apakah anda pendukung penista agama?” tanya pengacara Dhani.

“Iya karena pada saat itu banyak yang sedang membahas kasus tersebut dan itu tudingan kepada Pak Ahok yang dicap penista agama,” kata Danik.

Pengacara kemudian meminta saksi hanya menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’ atas pertanyaannya.

“Iya,” jawab Danik.

Setelah mendengar jawaban Danik, terdengar tawa dari ruang sidang. “Iya, pendukung penista agama,” kata orang itu meledek. (***)

sumber: detik.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mulan Jameela tak terlihat mendampingi sang suami Ahmad Dhani saat menjalani sidang kasus ujaran kebencian. Apa alasannya?

Ketidakhadiran Mulan ini pun kerap menimbulkan pertanyaan, mengapa pentolan Dewa 19 itu hanya ditemani anak dan Kuasa Hukumnya saat sidang?

Mulan saat ditanya memberikan alasan singkat terkait dirinya tidak pernah hadir untuk menemani sang suami Ahmad Dhani dalam persidangan.

Alasan tersebut diucapkan Mulan sembari menghindari awak media sesaat setelah dirinya melaunching album terbarunya.

Mulan Jameela menuturkan jika dirinya perasa sehingga tidak pernah hadir di persidangan sang suami.

“Karena saya orangnya baperan,” ucap Mulan Jameel singkat saat dikonfirmasi perihal tidak pernah menemani Ahmad Dhani menjalani sidang, Rabu, 2 Mei 2018.

Seperti yang diketahui, sang suami Ahmad Dhani sedang menjalani persidangan terkait kasus ujaran kebencian.

Selama tiga kali persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ahmad Dhani hanya ditemani oleh kedua anaknya Al dan Dul. Mengingat El tengah menempuh pendidikan di London.

Bahkan dalam sidang sebelumnya pada Senin 30 April 2018. Ahmad Dhani hanya ditemani oleh si sulung Ahmad Al Ghazali. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bangka – Pengadilan Negeri Pangkalpinang kembali menggelar Sidang kasus narkoba, Selasa, 26 februari 2018, saat dipersidangan hakim anggota(Hotma E.P Sipahutar) sempat tertawa lebar saat mendengarkan jawaban dari terdakwa yang menyatakan bahwa dia masih awam jadi hukum diringankan sedangkan bandar besar boleh dihukum mati.

“Dalam Tindak pidana narkoba, baik pemakai, penjual maupun perantara akan tetap di usut sesuai hukum yang berlaku, tidak ada perbedaan kasta,” ujar Hotma didalam persidangan dengan tegas.

Sementara itu, fitri sempat diamankan oleh pihak kepolisian saat bertransaksi narkoba di kuburan cina.

Sidang yang beragendakan pemeriksasan saksi tersebut, dipimpin oleh ketua majelis hakim Iwan Gunawan serta didampingi oleh hakim anggota Corry Oktarina, Hotma Sipahutar serta JPU (Hidajaty).

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam sesuai Pasal 114 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 112 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Senada dengan itu, Herman selaku saksi dan anggota kepolisian itu menyebutkan bahwa dia menyamar untuk membeli narkotika jenis sabu kepada fitri.

“Kita bertemu dijalan pasir padi, lalu menuju perkuburan cina. Terdakwa sempat menurunkan saya disebuah warung bakso dijalan padang baru lalu kembali menjemput,” ujar herman saat persidangan di PN pangkalpinang.

Herman juga menambahkan, ia membonceng terdakwa kembali mengendarai sepedamotor milik nya menuju ke daerah Pantai Pasir Padi.

“Terdakwa juga mengatakan bahwa barang (paket narkotika jenis sabu) sudah ada didalam kotak (dash board) motor,” tambah Herman.

Di sisi lain, anggota kepolisian yang lain telah membuntuti fitri hingga menangkap lalu menggeledah di jalan pasir padi. (***)

sumber: tribunnews.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Partai yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra itu pun dinyatakan bisa mengikuti Pemilu 2019.

Putusan Bawaslu diambil lewat sidang ajudikasi sengketa penyelenggaraan Pemilu 2019 di Kantor Bawaslu di Jakarta, Ahad, 4 Maret 2018.

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, PBB memenuhi syarat mengikuti Pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewam Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2019.

Bawaslu juga memerintahkan KPU menetapkan PBB sebagai peserta Pemilu 2019 dan dilaksanakan paling lambat maksimal tiga hari setelah putusan dibacakan.

Yusril yang hadir dalam sidang, sebelum keputusan dibacakan mengatakan dirinya sudah melakukan usaha semaksimal mungkin untuk membawa PBB mengikuti Pemilu 2019.

Setelah keputusan dibacakan Yusril dan seluruh fungsionaris PBB yang hadir memperlihatkan rasa syukur mereka atas kemenangan ini.

Kejadian yang dialami PBB ini persis seperti kejadian lima tahun lalu menjelang Pemilu 2014. Saat itu pun PBB sempat dinyatakan KPU tidak bisa mengikuti Pemilu 2014. (***)

sumber: rmol

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Setya Novanto (Setnov) direncanakan menjalani sidang perdana atas kasus korupsi KTP berbasis elektronik, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu, 13 Desember 2017 . Terkait hal itu, pengacaranya, Firman Wijaya angkat bicara.

Firman menyebut sudah ada strategi khusus yang disiapkan. Pihaknya ingin mendengarkan secara faktual, strategi dakwaan yang disusun. Apakah sifatnya alternatif, kumulatif atau gabungan.

“Karena kami melihat juga ada fakta yang menurut kami bisa menjadi persoalan,” ujarnya, Selasa, 12 Desember 2017.

Ditanya apakah Setnov besok hadir di persidangan? Firman berharap kliennya dalam keadaan sehat kendati akhir-akhir ini tersangka yang diduga merugikan negara Rp2,3 triliun itu selalu sakit-sakitan.

Menurut Firman, dalam persidangan ini kehadiran Setya Novanto sangat penting karena keberadaannya jelas. Jadi, kata dia, prinsip in absentia tidak dimungkinkan.

Di sisi lain, pihaknya berharap proses praperadilan yang sedang ditempuh Setya Novanto bisa sampai selesai. Menurutnya, praperadilan bukan untuk kepentingan proses hukum formal saja, tapi juga menyangkut hak asasi manusia yang diupayakan dipertahankan dalam proses tersebut.

“Jadi, hemat kami biarkan saja proses praperadilan itu berjalan. Sampai pada proses pemeriksaan perkara,” ujarnya.

Sementara itu, jika dakwaan dibacakan dalam persidangan maka proses praperadilan akan gugur. (***)

sumber: kabar24.bisnis.com

MEDIAKEPRI.CO.ID, Melbourne – Seorang remaja laki-laki asal Australia Selatan yang memotret alat kelaminnya dan mengirim foto itu ke pacarnya terhindar dari dakwaan memproduksi materi eksploitasi anak. Setelah hubungan mereka berakhir, mantan pasangannya itu mengunggahnya di media sosial.

Anak laki-laki berusia 16 tahun, yang tak bisa disebutkan namanya, itu mengaku bersalah atas dua tuduhan memproduksi materi eksploitasi anak atas foto yang ia ambil pada September tahun lalu dan kemudian dikirim ke pacarnya.

Pengadilan Anak mengungkap, hubungannya dengan sang mantan pacar menjadi sengit dan sang mantan-pun mengunggah foto itu di Instagram dengan judul “let’s share the f**k out of it” (mari kita bagikan foto sial ini).

Pengadilan mengungkap, hal itu menyebabkan polisi terlibat. Pengacara anak itu mengatakan kepada pengadilan kliennya meminta maaf saat ia berbicara dengan polisi dan mengaku secara total, mengatakan kepada mereka: “Saya telah belajar dari kejadian ini dan tidak akan pernah melakukannya lagi.”

Hakim Pengadilan Anak, Penelope Eldridge, mengatakan begitu memprihatinkan melihat begitu banyak kasus ini masuk ke pengadilan, dan mengatakan sang mantan pacar tersebut juga memainkan peran penting.

“Ini adalah tuduhan yang sangat serius dan mereka sungguh demikian jika dipandang demikian dan sayangnya mereka terlalu sering masuk ke pengadilan ini,” kata Hakim Eldridge.

“Saya menerima Anda menyesal dan jelas berharap hal itu tidak pernah terjadi, dan saya menerima bahwa mungkin hal itu tidak akan pernah terungkap jika bukan karena hubungan Anda dengan mantan pacar Anda sangat buruk dan ia mengunggah fotonya.”

Hakim Eldridge mengatakan kepada anak laki-laki itu bahwa, bagaimanapun juga, ia seharusnya tidak mengambil foto itu dan tindakan itu adalah perilaku yang “tidak pantas”.

Jaksa penuntut mengakui kasus tersebut berada di tingkat bawah dari skala keseriusan untuk jenis pelanggaran tersebut dan hakim mengatakan ia siap mengutamakan kebijaksanaannya agar tidak melayangkan dakwaan lebih lanjut.

“Saya mendesak Anda tidak melakukan perilaku semacam ini lagi,” kata Hakim Eldridge memberi tahu anak laki-laki itu.

Ia telah memerintahkan agar anak laki-laki itu berada dalam pengawasan wajib selama 12 bulan untuk memastikan ia mendapat dukungan dan bimbingan. Pengadilan tak mengungkap apakah pacar anak laki-laki itu juga dituntut dan Kepolisian Australia Selatan telah dihubungi untuk dimintai sebuah tanggapan.

sumber: republika.co.id

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tanjungpinang – Sidang perdana, oknum perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) di Polres Bintan dalam kasus dugaan penggelapan barang bukti narkoba jenis sabu ditunda di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu, 7 November 2017.

Sidang ini batal dilaksanakan karena dua dari tiga majelis hakim yang menyidakkan oknum perwira polisi berinisial DA dan kawan-kawan ini karena sedang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) di Mega Mendung, Bogor. Sidang ditunda hingga 27 November 2017 mendatang.

 

Pantauan dilapangan, oknum perwira polisi ini dibawa ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang menggunakan mobil tahanan datang sekitar pukul 15:30 wib. Tanpa menggunakan rompi tahanan sebagaimana terdakwa lainnya, mantan Kasat Narkoba Polres Bintan ini bersama enam terdakwa lainnya digiring menuju ruang sidang untuk mendengar penundaan sidang.

Usai mendengarkan penundaan sidang, terdakwa langsung diborgol lalu dibawa ke mobil tahanan, bukannya ke sel tahanan seperti para terdakwa lainnya. Beberapa keluarga terdakwa terlihat menjenguk di dalam mobil tahanan yang saat itu dijaga beberapa anggota Polisi bersenjata lengkap.

Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang Eduart M.P Sihaloho, SH, MH menjelaskan sidang ditunda karena Ketua Majelis Hakim yang menyidangkan kasus ini sedang mengikuti Diklat sertifikasi lingkungan hidup di Bogor sampai 21 November 2017. Sidang dilanjutkan pada tanggal 27 dengan mendengarkan dakwaan dari JPU.

Terkait adanya perlakuan khusus terhadap oknum perwira polisi yang menjalani sidang tanpa mengenakan rompi tahanan dan tidak dititip dalam sel tahanan seperti terdakwa lainnya, Eduart M.P Sihaloho menjelaskan itu teknis yang merupakan wewenang Jaksa.

Terdakwa dan lima orang anggotanya ditangkap karena menggelapkan barang bukti sabu-sabu sebanyak 1 kilogram hasil tangkapan dua orang kurir narkoba di hotel Confort sebanyak 16 kilogram. Sabu-sabu tersebut dijual terdakwa kepada DSM yang akhirnya ditangkap jajaran Satnarkoba Polres Tanjungpinang hingga akhirnya kasus tersebut terbongkar. (boby)

KRIMINALITAS

Rabu | 20 September 2017 | 9:52

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo Siap Hadir di Sidang Tipikor

MEDIAKEPRI.CO.ID , Jakarta – Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo membenarkan dirinya Rabu 20 September 2017 akan bersaksi di pengadilan Tipikor, Jakarta.
Bahkan Mendes juga mengaku akan memenuhi undangan jaksa KPK sebagai saksi sidang perkara suap pada auditor BPK terkait predikat wajar tanpa pengecualiaan Kemendes.

“Iya pasti saya hadir dong,” ucap Mesdes Eko Putro saat dikonfirmasi wartawan, Selasa 19 September 2017.

Dalam persidangan nanti, Eko Putro menyatakan akan menjawab pertanyaan yang diketahui olehnya.

“Saya jawab saja apa yang ditanya nanti sesuai dengan apa yang saya ketahui,” kata Eko.

Dalam sidang itu, Mendes akan menjadi saksi untuk dua terdakwa Inspektur Jendral Kemendes Sugito dan Kepala Bagian TU dan Keuangan Inspektorat Jenderal Kemendes Jarot Budi Prabowo.

Selain Mendes, Jaksa KPK juga akan menghadirkan auditor BPK yang lain yakni, Andi Bonanganom.

Terpisah Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan ‎dalam pemeriksaan besok, jaksa KPK akan menggali soal apa yang diketahui oleh Mendes atas kasus tersebut.

Dalam penyidikan di KPK, Mendes juga pernah diperiksa. Usai pemeriksaan, Mendes mengakui pernah bertemu dengan auditor BPK yang berstatus tersangka di KPK.

“Untuk pemeriksaan saksi termasuk menteri tentu yang kami gali ya, apa yang dia ketahui. Misalnya terkait dengan kasus ini, sejauh mana pengetahuan dari menteri sebagai pimpinan tertinggi di kementerian tersebut,” ujar Febri.

‎Diketahui pada persidangan sebelumnya, terungkap bila Mendes bersama Sekretaris Jenderal Kemendes Anwar Sanusi sempat bertemu auditor BPK Rochmadi Saptogiri.
Pertemuan Eko dan Anwar dengan Rochmadi terjadi pada 4 Mei 2017, beberapa hari sebelum penyerahan uang suap sebesar Rp240 juta oleh Sugito melalui Jarot kepada auditor BPK lainnya, Ali Sadli.

Sumber : Tribunnews